Sebelum bel masuk berbunyi,aku dan Anna pergi ke perpustakaan untuk meminjam sebuah buku.Sebenarnya cuma Anna saja yang mau meminjam buku,aku hanya mengantar dia saja.Anna memintaku untuk menemaninya sekaligus membantu mencari buku yang di inginkannya.
"Mau nyari buku apaan sih ??"tanyaku saat kami berdua berjalan menuju perpustakaan.
"Cerita fiksi Ndon,judulnya Tom Sawyer Anak Amerika karya Mark Twain.Buat bacaan aja !!"katanya saat kami melewati sebuah ruangan yang di gunakan sebagai gudang sekolah.
"Hey... tunggu Na !!"aku dan Anna berhenti sejenak.
"Ada apa Ndon ??"pertanyaan Anna tidak sempat aku jawab.Aku memegang pegangan pintu gudang dan memutarnya.Ku dorong sedikit dan ya... TERBUKA !!.
"Mau ngapain Ndon ??"tanya Anna lagi.
Hmm... aku berpikir sejenak.Letak gudang ini cukup strategis,sepi.. jarang ada orang yang lewat sini.Aku masuk ke dalamnya diikuti Anna di belakangku.
"Ndon.. !! ruangannya agak gelap nih.. Seremm... keluar yuukk.. !!"ajaknya sambil memegang pundakku.Aku tetap tidak mengeluarkan suara.Ku pandang sekeliling gudang yang sangat berantakan.Bangku-bangku rusak,kardus-kardus berisi buku-buku yang sudah tidak terpakai, sobekan-sobekan kertas bertebaran dimana-mana.Di tambah ruangannya yang begitu suram menambah kesan angker suasana di dalamnya.Sinar matahari pagi memang tidak bisa masuk ke dalam ruangan ini karena di satu sisi jendelanya terhalang oleh lemari-lemari yang berderet rapi.Tapi kalau siang hari sinar matahari itu bisa menyelinap ke dalam ruangan ini karena satu sisi jendela yang lainnya tidak terhalang oleh benda apapun.
"Ndonn... keluar yuukk.. !! gelap banget nih .. !!"Anna terus berusaha mengajakku keluar.Tapi aku masih larut dalam pikiran dan ide-ideku.Hmm.. tentu saja,ruangan ini bisa aku manfaatkan.Hehehe... aku tersenyum sendirian.
"Ndonn... ayo donk kita keluar... kok nggak di jawab-jawab sih ?? serem nih... !!"Anna yang masih berada di belakangku mengguncang-guncang pundakku.
"Huuhh... penakut banget sih !!"gerutuku dalam hati.Aku tidak bergeming dan tetap mengacuhkan ajakannya.
"Ndonn... !!"suara Anna mulai kesal karena di cuekkin.Aku membalikkan tubuhku untuk menatapnya.Ku perlihatkan mukaku dengan ekspresi yang aneh.Suaraku pun aku buat seseram mungkin.
"Aku bukan Brandonn.... aku adalah.... "
"Huuaaaa..... !!"Anna berteriak histeris membuat aku refleks membekap mulutnya.
“Sssstttt… !! Berisik tahu !! Ntar kalau ada yang denger dikiranya aku ngapa-ngapain kamu lagi !!”omelku.Aku melepaskan bekapanku dan Anna spontan mencubit lenganku dengan sekuat tenaganya.
“Awww… !!”aku terpekik kesakitan.
“Dasar gila … !! Sudah tahu aku lagi ketakutan,malah di takut-takutin !! Gimana kalau aku pingsan di sini ?? Huuhh… !!”tanpa ampun lagi Anna menarik lenganku yang masih ku usap-usap.Cubitan Anna masih terasa sakit di lenganku.Anna menyeretku dari gudang menuju perpustakaan.Hmm… aku harus segera menemui kak Fay.
***
“Ndoonnn… ke kantin yuukk.. !!”ajak Ziha,Anna,Adhie dan Andz ketika lonceng istirahat baru saja berbunyi.
“Yaaahhh.. maaf ya teman-teman,aku ada urusan dulu nih.. lain kali saja ya .. !!”jawabku sambil memasukan buku-buku pelajaran yang telah aku gunakan ke dalam tas ranselku.
“Aku traktir deh.. !!”Anna menawariku untuk makan gratisan.
“Hmmm.. mau banget sih.. Tapi sorry Na,kali ini aku benar-benar nggak bisa !!”aku tetap menolak ajakan mereka karena aku sudah punya rencana sendiri untuk memanfaatkan waktu istirahatku kali ini.
“Aku duluan ya .. !!”aku meninggalkan teman-temanku menuju keluar kelas.Setengah berlari,aku berjalan di koridor supaya cepat sampai di kelas kak Fay.Di sebuah belokan yang menuju kelasnya,aku bertabrakan dengan kak Fay yang juga berjalan dengan tergesa-gesa.
“BRRUUKK !!”aku dan kak Fay jatuh terduduk.
“Aduh.. !!”-“Aww !!”pekik kami berbarengan.
“Kak Fay !!!”aku kaget karena baru sadar kalau yang aku tabrak adalah kak Fay.
“Brandonn !!”kak Fay tak kalah terkejut.
“Kak Fay mau kemana kak ??”tanyaku setelah kami berdua kembali berdiri.
“Kakak mau ke kelas kamu !!”jawabnya sambil merapihkan bajunya.
“Lha.. aku juga mau nemuin kakak !!”sahutku juga membuat kak Fay mengerutkan kening.
“Ada apa Ndon nyari kakak ??”tanyanya heran.
“Ayo ikut aku !!”tanpa banyak bicara lagi aku menarik tangan kak Fay yang sedang menggenggam sebuah gulungan kertas di tangannya.
“Mau kemana Ndon ??”tanya kak Fay sambil mengikuti kemana aku pergi.
“Sudah ikutin saja,nanti juga tahu !!”jawabku tidak sabar ingin segera sampai di tempat tujuan.
Aku mengajak kak Fay masuk ke dalam gudang.Ku tutup kembali pintunya rapat-rapat.
“Ndon,mau ngapain kita di tempat kayak gini ??”kak Fay menatap sekeliling gudang yang berantakan.
“Kak,waktu istirahat kan lumayan lama tuh,40 menit.Kita bisa manfaatin waktu istirahat itu untuk latihan.Jadi aku bisa berlatih dance tanpa sepengetahuan pak Kepsek ataupun papa karena aku nggak bakalan pulang telat sampai di rumah.Iya kan ??”aku menatap kak Fay dalam keremangan.
“Hmm.. boleh juga idenya !! Baiklah,kita beresin dulu nih ruangannya supaya kita lebih leluasa untuk berlatih !!”aku mengangguk setuju ke arah kak Fay.Tapi,belum sempat aku dan kak Fay membereskan gudang,dari luar terdengar suara langkah sepatu seseorang mendekati pintu gudang.
“Ayo sembunyi kak !!”refleks aku menarik lengan kak Fay dan mengajaknya masuk ke salah satu lemari rusak sebagai tempat persembunyian.Untung saja lemarinya kosong dan cukup besar sehingga kami berdua bisa masuk sekaligus.Kini aku dan kak Fay duduk berhadapan sambil memegang lutut masing-masing.Huuhh… Aman… :D
Kudengar orang itu membuka pintu gudang.Kak Fay mengintipnya dari bekas lubang kunci lemari yang rusak.
“Itu penjaga sekolah Ndon,Pak Dahman !!”bisik kak Fay tanpa menoleh ke arahku.Dia terus mengintip dari lubang kunci yang bolongannya cukup lebar.Pasti dari luar nggak bakalan kelihatan karena di dalam lemari lebih gelap.Tapi aku masih bisa melihat kak Fay dengan jelas walaupun dalam keremangan.Hmm.. Pak Dahman,kira-kira usianya sudah menginjak 45 tahun.Dia orangnya sangat baik dan bersahabat kepada semua murid-murid yang ada di sekolah ini.Namun untuk saat ini kami tidak mungkin menampakkan diri di hadapan Pak Dahman.
“Wah… Ndon,bahaya nih.. dia menuju ke lemari kita.Kayaknya Pak Dahman mau menyimpan buku di lemari ini !! Aduhh.. gimana nih ?? kita bisa ketahuan,”kak Fay mulai panik.Sayup-sayup aku masih mendengar kata-kata kak Fay dan setelah itu suara kak Fay hilang dari pendengaranku.Hmm.. mungkin kak Fay masih was-was sambil mengawasi Pak Dahman.Beberapa menit aku merasakan suasana hening menyelimuti kami.Kak Fay sendiri tampaknya belum berani untuk membuka suara.Sampai akhirnya…..
“Brandon… !! Ndoonn.. !! Wooyyy… !!”kak Fay mengguncang-guncang tubuhku dan berteriak di telingaku.Aku melonjak kaget dan.. “DUKK.. !!”
“Aww… !!” aku meringis kesakitan,kepalaku membentur papan lemari yang tepat berada di atas kepalaku.Aku mengusap-usap bagian kepalaku yang sakit dan lama-lama sosok kak Fay yang ada di hadapanku semakin jelas aku lihat walaupun dalam keadaan sedikit gelap karena ternyata aku dan kak Fay masih berada di dalam lemari.Tampak mata kak Fay melotot ke arahku.
“Kamu ini… !! kok malah tidur sih ??”sewotnya membuat aku terkekeh sambil menggaruk-garuk kepalaku. (hahahaha… Ndonn… Ndonn.. kok bisa ketiduran sih?)
“Maaf kak,aku memang suka ngumpet di lemari dan kadang-kadang ketiduran di sana.Sampai-sampai papaku pernah ngira aku hilang waktu aku ketiduran di dalam lemari semalaman”aku dan kak Fay tertawa cekikikan.
“Dasar anak anehh.. !!”kak Fay mencubit kakiku gemas.
“Aww… !!”aku kembali meringis membuat kak Fay kembali terkekeh.
“Sudah aman.. !!Ayo keluar !!”kak Fay membuka pintu lemari dan .. Huaaahhh.. lega juga bisa menghirup udara bebas.Hehehe… Karena waktu sudah tidak memungkinkan untuk membereskan gudang,maka aku dan kak Fay memutuskan untuk melanjutkannya esok hari.Sebelum keluar,kak Fay memberikan sesuatu untukku.
“Ndon… !! ini.. !!”kak Fay memberikan gulungan kertas yang dari tadi dipegangnya.Saat aku hendak membuka gulungan kertas itu,kak Fay mencegahku.
“Bacanya nanti saja,sekarang kita balik ke kelas dulu,sebentar lagi bel masuk nih .. !!”kak Fay melirik jam tangan yang dipakainya.Aku dan kak Fay cepat-cepat keluar dari gudang.Hmmm… aman .. nggak ada yang lihat.Kamipun berlari menuju kelas masing-masing.
***
Di kamar,aku kembali membaca tulisan yang ada di selebaran yang diberikan kak Fay.
*MULTI DANCE COMPETITION NATIONAL*
Buat kamu-kamu yang jago nge-dance Hip-Hop,Tradisional,Mancanegara,Kontemporer,etc. dan belum menjadi penari profesional,ikutilah lomba ini.
Syarat dan ketentuan lomba :
1.Terdiri dari dua orang atau lebih (Group)
2.Mengisi formulir pendaftaran (bisa di dapat di majalah-majalah ataupun Radio terdekat yang telah kami tunjuk di kota kamu)
3.Menyertakan surat izin dari orang tua dan kepala sekolah (khusus pelajar)
Tahap Audisi :
Kirim berkas persyaratan plus video kamu dengan format MPEG1,MPEG2 atau 3GP ke alamat di bawah ini :
Bla.. bla.. bla..
Pengiriman paling lambat dua bulan sebelum lomba.Peserta yang lolos akan di hubungi via telepon dan surat paling lambat dua minggu sebelum acara inti di gelar di Jakarta.
Untuk lebih jelasnya klik website di bawah ini :
http://www.facebook.com/home.php#!/brandonizer.station
atau yang dari ponsel
http://m.facebook.com/home.php#!/brandonizer.station
hehehe…
Dapatkan hadiah puluhan juta rupiah dan jadilah penari profesional kebanggaan Indonesia !!.
Hmm… aku masih bingung dengan persyaratan no.3.Bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkan tanda tangan papa dan kepala sekolah ??rasanya mustahil aku bisa mendapatkan tanda tangan mereka.Apa aku harus memalsukan tanda tangan papa dan pak Kepsek ?? Ahh.. nggak.. nggak… Aku harus mencari jalan lain untuk mendapatkan tanda tangan mereka.Terlalu beresiko buat aku dan kak Fay.Kalau ketahuan gimana ?? Hufft..
Aduuhh.. kenapa aku jadi pusing begini ya ?? Aku kembali bimbang dengan keputusanku untuk ikut lomba.Eh tapi.. belum tentu juga kan aku lolos audisi.Pasti yang ngirim video itu ribuan jumlahnya.Yah,seenggaknya aku sudah membuktikan sama kak Fay kalau aku benar-benar ingin menolong kak Nayla.Setelah itu aku akan mencari jalan lain untuk menolong kak Nayla.Hmmm.. okelah kalau begitu.. Tapi kalau aku dan kak Fay lolos ?? Arrghh..
Aku semakin bingung.Pikiranku buntu,otakku tidak bisa bekerja dengan baik untuk mencari jalan keluar supaya aku bisa mendapatkan tanda tangan papa dan pak Kepsek.Wahh.. semoga saja kak Fay punya solusi untuk menyelesaikan masalah ini.
Kepalaku yang seperti mau pecah dan mataku yang mulai berat membuat aku ingin cepat-cepat pergi ke alam bawah sadar.Ku simpan selebaran itu supaya tidak diketahui papa.Sampai akhirnya aku tidak bisa lagi merasakan rasa sakit di kepalaku dan tak ingat apa-apa lagi.
***
“Brandonn.. Bangun sayang,sudah siang nih… kamu nggak sekolah?”papa mengguncang-guncang badanku yang sedang memeluk guling.Aku tak bergeming dan tetap pada posisiku.Papa mulai menggodaku dengan menggelitik-gelitik pinggangku tapi itu tidak membuatku mampu untuk bangkit dari tidurku.Ya,sakit di kepalaku sepertinya terus berlanjut.
“Bangun donk sayang.. sebentar lagi papa mau pergi nih,papa harus menemui klien papa yang dari Bandung !!”papa terus membujukku dan kali ini dia merangkulku,menggendong dan menempatakan kepalaku di pundaknya.Mungkin dia hendak membawaku ke kamar mandi.
“Brandon,kamu sakit ya ??”papa memegang keningku.
“Kepala Brandon sakit Pa.. !!”sahutku lemah.
Papa tidak jadi membawaku ke kamar mandi,tapi dia kembali membaringkanku di kasur dan tanpa banyak bicara,papa langsung pergi ke ruang tengah untuk menelepon dokter yang biasa datang ke rumah.Papa juga tidak lupa mengabari pihak sekolah kalau aku tidak bisa masuk hari ini.
Beberapa menit kemudian,papa sudah kembali ke kamarku membawa semangkuk bubur ayam dan segelas susu.
“Ndon,makan dulu ya.Nih.. papa bawain bubur ayam special buat kamu.Ayamnya banyak lho,”papa duduk di pinggir tempat tidurku.Dengan sisa tenagaku,aku bangkit dari tidurku dan duduk sambil bersandar di bantal.
“Bukannya papa mesti nemuin rekan papa?”tanyaku sambil menerima suapan papa.
“Kalau papa pergi,nanti siapa yang jagain kamu?”papa kembali menyendok bubur dan menyuapkannya ke mulutku.
“Brandon nggak apa-apa kok pa.Sudah.. papa jalan aja,”kataku membuat papa mengusap rambutku.
“Ndon,papa lebih baik kehilangan peluang bisnis papa daripada harus ninggalin kamu dalam keadaan kayak gini,”jawaban papa membuat aku memeluknya erat.
“Pa.Brandon nggak apa-apa ditinggal.. !! beneran pa .. !!”jawabku meyakinkan papa.
“Sudah kamu jangan bawel.Habisin nih bubur sama susunya.Sebentar lagi dokternya sampai tuh !!”papa kembali menyuapiku.
Selesai sarapan walaupun tidak habis,dokter yang di tunggu akhirnya datang juga.Tidak sampai lima menit dia memeriksaku dan memberikan obat sama papa.
“Kamu mikirin apa memangnya ?? kok sampai sakit begini ??”tanya pak dokter yang masih muda itu saat dia hendak pulang.“Mungkin mikirin pacarnya dok !!”papa menjawab pertanyaan dokter.Aku mendelik ke arah papa yang sedang nyengir ke arahku.Huuhh.. papa nih… anaknya lagi sakit masih aja di ledekin.
“Waahh.. memangnya sudah punya pacar ??”tanya pak dokter lagi sambil tersenyum ke arahku.
“Iya dok !! kakak kelas lagi !!”papa kembali menjawab pertanyaan dokter yang di tujukan kepadaku.Wuidihh… papa nyebelin banget sih.. bikin aku malu di depan dokter. (hahahaha… kasian banget Ndonn .. ) :D
“Ya sudah,saya pulang dulu ya pak,jangan lupa obatnya diminum.Kalau ada apa-apa bisa langsung telepon saya lagi!!”dokter itu pamit pulang.
“Lha .. yang minum obat saya apa anak saya dok ??”tanya papa berkelakar membuat dokter itu terkekeh.
“Pak Addie bisa saja.Saya pulang dulu ya pak !!”mereka bersalaman dan dokter itu masih sempat mengusap rambutku.
“Jangan dipikirin terus.. !!”katanya sambil tertawa geli.Huuhh… gara-gara papa jadinya pak dokter ikut-ikutan meledekku.Setelah dokter itu pergi,aku merengut ke arah papa.
“Papa nih,bikin malu Brandon aja ah… !!”papa terkekeh sambil menyiapkan obat yang diberikan dokter untukku.Aku meminum obat itu dan kembali tiduran di kasur.
“Pa,kalau papa mau pergi,pergi aja pa,Brandon udah nggak apa-apa kok !! atau papa panggilin kak Reny saja,biar Kak Reny yang jagain Brandon.Siapa tahu dia nggak kuliah !!”aku memberikan alternatif buat papa.
“Ya sudah,nanti papa panggilin kak Reny buat nemenin kamu.Tapi kamu yakin nggak apa-apa papa tinggal ??”tanyanya ragu.
“Bener pa,Brandon udah baikan !!”jawabku mantap.Papa mencium keningku lalu diapun beranjak meninggalkan aku yang masih terbaring di kasur.
Hampir 30 menit aku sendirian di kamar.Sesosok perempuan dengan rambut terurai sampai pundaknya masuk ke kamarku.Kak Reny membawa sekeranjang buah-buahan untukku.Setelah meletakkan keranjang buah di meja belajarku,kak Reny memandangku dengan senyumnya yang sudah tak asing lagi di mataku.
“Sakit apa sih Ndon ??”tanya kak Reny sambil memeriksa keningku.
“Cuma pusing kak !! Kak Reny nggak kuliah ??”tanyaku membuat kak Reny tertawa kecil.
“Gimana kak Reny mau kuliah ?? kan mesti jagain kamu.Nggak apa-apalah sekali-kali bolos.Lagian kak Reny ke kampus juga cuma buat nyari-nyari bahan skripsi !!”katanya sambil mengupas buah apel yang dibawanya.
“Waahh.. sebentar lagi kak Reny jadi sarjana ya ??”tanyaku sambil melihat wajah kak Reny yang sedang serius mengupas buah apel.
“Iya.. do’ain aja Ndon !! Hmm.. nih apelnya !!”kak Reny menyodorkan potongan kecil apel ke mulutku.Tapi belum sempat aku makan,dia menarik kembali apel yang hendak aku lahap.Huuhh.. mulutku yang sudah mangap-mangap akhirnya kututup kembali.
“Sudah minum obat belum ??”tanyanya.
“Sudah dong kak !! ntar siang baru minum lagi !!”sahutku.Kak Reny pun menyuapkan apel ke mulutku.
“Kok aku jadi manja banget ya ??”bathinku bergumam dan tersenyum sendirian.
“Kenapa senyam-senyum gitu ?? kayak yang lagi jatuh cinta !! hihihi… “kak Reny terkikik membuat aku melotot ke arahnya.
“Bener ya tebakan kak Reny ??”godanya.
“Salah besar .. !!”jawabku cepat.
“Lha terus kenapa kamu senyam-senyum kayak tadi ??”tanya kak Reny.Tangannya kembali menyodorkan apel ke mulutku yang segera aku lahap.
“Lucu aja,Brandon jadi dimanjain kayak gini.Tadi sama papa,sekarang sama kak Reny.Hehehehe…!!”sahutku sambil tertawa senang.
“Lha iya.. ngapain juga kak Reny nyuapin kamu.Kamu kan bisa makan sendiri.Huuhh.. !!”kak Reny meletakkan apel dan pisau kupasnya di meja belajarku.
“Yaahh.. kak Reny… Brandon kan lagi sakit.Jahaatt.. !!”gerutuku kecewa.Huuhh.. nyesel aku sudah ngomong kayak tadi sama kak Reny.
“Kak,Brandon boleh cerita nggak ?? tapi jangan bilang-bilang papa ya !! janji lho.. !!”kak Reny yang hendak pergi ke dapur untuk menyimpan mangkuk bubur dan gelas bekas susu yang tadi aku minum kini kembali duduk di pinggir ranjangku.
“Memangnya mau cerita apa ?? kok papa kamu nggak boleh tahu ??”tanya kak Reny penasaran.Aku mengambil selebaran dari bawah kasurku lalu ku berikan kepada kak Reny.
“Apa ini Ndon ??”tanyanya memandang tulisan di kertas yang di pegangnya.
“Baca aja kak !!”sahutku.Kak Reny pun membaca baris demi baris tulisan yang ada di kertas itu.Sesekali mengangguk-angguk seperti orang yang sudah mengerti maksudnya.
“Jadi kamu mau ikut lomba ini tanpa sepengetahuan papa kamu,begitu ??”kak Reny menatapku dalam-dalam.Aku hanya mengangguk lemah.
“Ini bukan cuma buat aku kak,tapi untuk menolong teman Brandon juga”gumamku.
“Menolong teman kamu ?? Maksudnya ??”kak Reny kembali mengerutkan keningnya.Akupun menceritakan semuanya sama kak Reny.Tentang kak Fay,kak Nayla,lomba di Jakarta,semuanya aku beberkan tanpa ada yang terlewatkan.
“Kak,yang Brandon butuhin sekarang adalah tanda tangan papa,surat izin dari papa kak !!”terangku setelah aku selesai bercerita.
“Apa sebaiknya papa kamu tahu Ndon ?? Nggak mungkin kan kamu pergi ke Jakarta sendirian tanpa papa kamu ??”sahutnya dengan raut muka khawatir. “Nggak kak,aku tahu betul sifat papa,sampai kapanpun papa nggak bakalan ngizinin aku nge-dance kak !!”aku menunduk sedih.
”Kira-kira kakak punya ide nggak gimana caranya supaya aku bisa ngedapetin tanda tangan papa buat surat izin itu??”aku memandang kak Reny yang sedang berpikir untuk mencari jalan keluar buatku.Setelah beberapa lama kak Reny angkat bicara.
“Kak Reny punya ide,tapi nggak tahu bisa berhasil atau nggak”kata kak Reny membuatku tersenyum senang.Secercah harapan mulai aku rasakan di benakku.
“Gimana caranya kak ??”tanyaku tidak sabar.
“Sini kakak bisikin !!”aku mendekatkan telingaku ke mulut kak Reny. (Wah Ren.. kenapa nggak sekalian aja tuh cium pipi Ndon biar BNZ pada ngiri.. hahahaha… ) aku mengangguk-angguk mengerti dengn apa yang di bisikkan kak Reny.
“Wah.. kak,ide bagus tuh.. !! 90 persen berhasil deh.. !!”seruku girang.
“Tapi resikonya kamu bisa ketahuan Ndon !!”katanya kurang yakin.
“Hmm… dengan sedikit trik aku,pasti bisa berhasil kak !!”aku merasa yakin dengan ide yang di berikan kak Reny.
“Tos dulu dong.. !! hehehe… !!”aku meninju tangan kak Reny yang terbuka,memperlihatkan lima jarinya.
“Ya sudah,kamu tidur lagi ya,biar cepat sembuh.Nanti siang kak Reny bangunin buat minum obat.Sekarang kak Reny mau masak dulu buat kamu !!”kak Reny mengusp rambutku dan beranjak dari ranjangku.Ada perasaan aneh yang menyelimuti hatiku saat ini.Entahlah.. tiba-tiba aku sangat merindukan seseorang.Orang yang belum pernah aku lihat wajahnya,tak pernah ku ingat senyumnya.Ahh.. mama,Brandon kangen sama mama.Brandon ingin sekali mama ada di sini merawat Brandon.Hiks.. hiks.. hiks.. tak terasa air mataku jatuh di depan kak Reny.
“Lho.. kok nangis sih Ndon ??”kak Reny mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan kamarku dan kembali mendekatiku.
“Seharusnya bukan kak Reny yang merawat Brandon,bukan kak Reny yang nyuapin Brandon,masakin makanan buat Brandon,ngasih obat buat Brandon.Brandon… Brandon kangen mama kak… !!”ucapku lirih.
“Ndonn… sudah-sudah.. jangan sedih ya.. kan masih ada kak Reny,ada papa Brandon juga yang sangat sayang sama Brandon … ya ??”kak Reny mencoba menghiburku.Dia memelukku membuatku merasa sedikit tenang.
Beberapa saat aku melepaskan pelukannya dan beranjak menuju piano yang ada di sudut kamarku.Jemariku mulai memainkannya dan dentingan piano pun mulai mengalun menyelimuti kamarku.
#Hanya satu pintaku,tuk memandang langit biru,
Dalam dekap seorang ibu
Hanya satu pintaku,tuk bercanda dan tertawa,
Di pangkuan seorang ayah
Apabila ini hanya sebuah mimpi
Ku selalu berharap dan tak pernah terbangun
Hanya satu pintaku,tuk memandang langit biru
Di pangkuan ayah dan ibu
Apabila ini hanya sebuah mimpi,
Ku selalu berharap dan tak pernah terbangun…
Hanya satu pintaku,tuk memandang langit biru
Di pangkuan ayah dan ibu.#
By: Mocca
Album :Untuk Rena 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar