Jam pelajaran pertama pagi ini adalah olahraga.Aku dan teman-teman sekelasku bermain bola basket.Sangat melelahkan tetapi cukup menyenangkan.
Setelah pelajaran olahraga selesai,aku membeli es teh yang di seduh di plastik untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokanku.Aku dan teman-temanku pun kembali ke dalam kelas dengan jajanan masing-masing.Ingin rasanya aku melempar-lempar kacang atom seperti di kelasku yang dulu.Tapi aku takut dihukum Bu Rianti saat jam istirahat.Nanti bisa-bisa aku nggak bisa latihan dance bareng kak Fay.
Namun keisenganku mulai muncul saat jam pelajaran berikutnya akan segera di mulai.Aku meniup plastik bekas minumanku lalu mengikatnya dengan sedotan.Ketika Bu Rianti masuk,seperti biasa,Agunk si ketua murid akan menyuruh kami berdiri dan memberikan salam kepada Bu Rianti.Waktu semua murid berdiri itulah aku menaruh plastik yang sudah kutiup tadi di kursi Andz.Walhasil,ketika kami semua di suruh duduk kembali,Andz menduduki plastik itu dan..
“DUARRR…!!!”plastik itu meledak membuat Andz dan sebagian besar murid termasuk Bu Rianti terlonjak kaget.
“Apa itu ??”teriak Bu Rianti.Aku terkikik sendirian membuat semua mata teman-teman sekelasku tertuju ke arahku.
“Ini Bu,Brandon menaruh plastik di kursiku,pas aku duduk plastiknya meledak !!”lapor Andz kepada Bu Rianti.Aku lihat Bu Rianti menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Brandonn.. ibu kira kamu sudah mau berubah.Ternyata kemauan itu belum datang juga ya ??”perkataan Bu Rianti mengingatkanku akan kata-kata yang pernah ku ucapkan kepada Bu Sarah.
“Sini Brandon !!”Bu Rianti menyuruhku maju ke depan kelas.
“Agunk,tolong bawa tas dan kursi Brandon ke depan meja ibu !!”Bu Rianti menyuruh Agunk dan si ketua murid itupun melaksanakan apa yang diperintahkan Bu Rianti.
“Nah Brandon,bangku kamu sekarang satu meja dengan ibu !!”sahutnya.
“Yaahh.. ibu,masa aku nulis di depan ibu ?? Jangan dong Bu .. !!”aku mencoba memprotesnya.
“Brandon,kalau kamu duduk di depan ibu,ibu bisa terus mengawasi kamu.Daripada ibu laporin kamu sama Bu sarah,nanti kamu dihukum sama dia.Mau ??”ucapan Bu Rianti membuat aku melongo.
“Kok ibu kenal sama Bu Sarah sih ??”tanyaku heran.Bu Rianti tertawa kecil mendengar pertanyaanku.
“Brandon.. Brandon… ibu dan Bu Sarah kan sama-sama juri di IMB,eh.. maksud ibu,Bu Sarah tuh teman kuliah ibu.Sebelum kamu pindah ke sini,dia sudah banyak bercerita tentang kamu yang terkenal nakal dan jail.Hmm.. tapi cerita Bu Sarah waktu kamu pamitan membuat ibu terharu !!”keterangan Bu Rianti membuat aku tersipu malu.
“Makanya,Bu Sarah menitipkan kamu sama ibu supaya sifat jail kamu itu bisa hilang.Ternyata kumat lagi !!”lanjut Bu Rianti sambil tertawa.
“Ya sudah.. kamu boleh duduk di depan ibu sampai satu bulan ke depan !!”sahutnya.
“Ap.. apa Bu ?? Satu bulan ?? Nggak mau… !!”protesku.
“Jangan protes !!”potong Bu Rianti tetap dengan suara tenangnya.Aku pun duduk di kursiku dengan lemas disambut cekikikan dari seluruh teman sekelasku.Siaalll…
***
Waktu istirahat,aku dan kak Fay mulai berlatih.Pertama latihan memang kacau.Kami masih mencari-cari gerakan yang cocok.Aku dan kak Fay latihan tanpa di iringi musik.Kami hanya menggunakan hitungan untuk mengharmonisasikan gerakan.Tiga puluh menit terasa begitu singkat.Sepuluh menit waktu istirahat yang tersisa kami gunakan untuk bersantai sejenak.Aku dan kak Fay duduk di lantai beralas kardus di dalam gudang sambil mengobrol dan melepas lelah.
“Ndon.. gimana ?? kamu sudah dapat tanda tangan papa kamu ??”kak Fay memulai perbincangan.
“Belum kak,mungkin bakalan butuh waktu lama buat ngedapetinnya !!”jawabku dengan nafas yang masih belum teratur karena masih kecapean.Kak Fay menarik nafas panjang sejenak.
“Lebih cepat lebih baik Ndon.. !! kalau masalah tanda tangan pak Kepsek kamu nggak usah khawatir.Kak Fay pasti bisa mendapatkannya!!”kata kak Fay yakin.
“Iya kak,aku usahakan supaya bisa secepatnya mendapatkan surat izin dari papa !!”jawabku kurang yakin.
“Ya sudah,kak Fay percaya sama kamu !! Sekarang kita balik ke kelas yuuk.. sebentar lagi bel masuk nih.. !!”ajak kak Fay.Aku mengangguk setuju dan kami beranjak dari gudang menuju kelas masing-masing.
“Mudah-mudahan saja rencanaku berhasil .. !!”lirihku dalam hati.
***
Selesai makan malam aku menemui papa di ruang kerjanya.Aku lihat papa sedang sibuk dengan komputernya.Ku hampiri papaku yang sedang serius menatap layar monitor.
“Pa,minta tanda tangan papa dong.. !!”sahutku sambil menyodorkan buku PR ku.Papa menoleh ke arahku dan segera mengambil bukuku.
“Tanda tangan buat apa Ndon ??”tanya papa sambil menatap buku PR yang sudah ada di tangannya.
“Begini pa,sebentar lagi kan ulangan semester.Jadi mulai sekarang Bu Guru menyuruh semua murid supaya tugas-tugas yang diberikan di sekolah di tanda tangani oleh orang tua.Jadi orang tua itu bakalan tahu berapa nilai yang di dapat anaknya di sekolah.Kalau nilainya jelek kan orang tuanya bisa ngajarin dia.Nah,otomatis kan pa,papa bisa merhatiin nilai-nilai Brandon setiap harinya.Bukan hanya Bu Guru saja yang mengawasi nilai Brandon,tapi papa juga.Iya kan Pa ??”terangku panjang lebar.
“Hmm.. iya Ndon,tapi papa percaya kok sama kamu.Kamu pasti selalu mendapatkan nilai sempurna !!”katanya sambil tersenyum dan membuatku mengembang kempiskan hidungku karena bangga.Hehehe…
“Iya dong pa.. anaknya siapa dulu dong .. ?? hehehe.. “aku kembali terkekeh.
“Lho.. memangnya kamu anak siapa ??”tanya papa.
“Ya anak papa lah.. !!”jawabku sambil nyengir.
“Hmm.. kemarin katanya anak kancil… yang bener yang mana nih ??”ledek papa membuat aku cemberut.
“Ya sudah kalau gitu nanti Brandon tinggal di hutan aja !!”candaku membuat papa terkekeh.
“Ngapain tinggal di hutan ?? mau jadi Tarzan ??”kata papa.
“Bukan.. tapi jadi Gorila.. !!”jawabku kesal.
“Hahahaha… !!”papa tertawa mendengar celotehku.
Papa memeriksa catatanku dan setelah itu dia segera menanda tanganinya di bawah tulisanku.
“Nih bukunya !!”papa menyerahkan buku PR ku dan aku segera mengambilnya dari tangan papa.
“Makasih pa.. !!”sahutku sambil berlalu dari hadapan papa menuju kamar tidurku.Hmm.. untuk mendapatkan surat izin dari papa memang butuh kesabaran dan perjuangan tingkat tinggi.Hehehe..
Huft.. mau tidur belum ngantuk.Hmm.. ngapain dulu ya ?? aku main piano dulu ah.. siapa tahu habis itu langsung ngantuk.Ku hampiri pianoku yang ada di sudut kamarku.Ku tekan tootsnya dan kumainkan sebuah lagu yang sudah ku hafal.
#Andai.. aku tlah dewasa,apa yang kan ku katakan,
Untukmu idolaku,tersayang.. Ayah…. Hoo..
Andai.. usiaku berubah,ku balas cintamu Bunda..
Pelitaku.. penerang jiwaku dalam setiap waktu..
Oh.. ku tahu kau berharap dalam do’amu
Ku tahu kau berjaga dalam langkahmu
Ku tahu slalu cinta dalam senyummu
Oh.. Tuhan Kau ku pinta..
Bahagiakan mereka sepertiku.
Andai.. aku tlah dewasa,ingin aku persembahkan..
Semurni cintamu,setulus kasih sayangmu,
Kau slalu ku cintaa… #
By : Sherina
Judul : Andai Aku Besar Nanti
“Mama,walaupun mama udah ninggalin Brandon,tapi Brandon harap mama bahagia di sana.. hiks.. hiks.. hiks.. !!”lirihku tak bisa menahan titik-titik air di mataku.Tanpa sadar papa dari tadi memperhatikanku dan dia memelukku dari belakang.
“Brandonn.. !!”lirihnya ikut merasakan kesedihanku.
“Pa.. Brandon kangen mama.. !!”ku pejamkan mataku untuk merasakan pelukan papa,satu-satunya orang yang kusayangi dan kumiliki saat ini.
“Maafin papa Ndonn..!!”bisik papa di telingaku.
“Pa,Brandon ingin ketemu mama,walaupun hanya ke makamnya saja.Anterin Brandon kesana pa.. Brandon nggak pernah ngasih bunga buat mama…!!”hatiku perih saat mengucapkan kata-kata itu.Papa merangkulku dan membawaku ke tempat tidur.
“Baiklah Ndon,mungkin sekarang saatnya papa menceritakan sedikit tentang mama kamu”kata papa setelah kami berdua duduk berhadapan di tepi tempat tidur.Papa menghela nafas panjang sejenak.Tampaknya dia ragu untuk bercerita,mungkin papa juga rindu sama mama dan karena itu papa berat untuk bercerita tentang mama.Aku menunggu papaku membuka suaranya.
“Mama kamu,sangat sayang sama kamu dan juga papa.Dia cantik,baik sama semua orang,pintar nge-dance !!”papa mulai bercerita.Aku tersenyum mendengar penjelasan papa yang mengatakan kalau mama jago nge-dance.Aku baru tahu,ternyata aku punya bakat nge-dance dari mama.
“Ndon,dulu kita tidak tinggal di sini,tapi di Yogyakarta.Dulu sebelum menikah dengan mama,papa tinggal bersama ayah yaitu kakek kamu dan juga om Jun.Nenek kamu atau ibu dari papa sudah ninggalin papa sewaktu papa masih duduk di bangku SMA.Kakekmu yang hanya buruh serabutan,terpaksa harus menjual semua yang di milikinya untuk membiayai kuliah papa dan sekolah om Jun.Sampai akhirnya papa lulus kuliah dan om Jun mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Surabaya.Dengan berat hati,papa dan kakekmu harus berpisah dengan om Jun.Di Surabaya,om Jun kuliah sambil bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.Kadang dia juga mengirimi kakekmu uang.Karena semua yang dimiliki kakekmu sudah habis,papa dan kakekmu terpaksa mengontrak di rumah orang lain.Waktu itu papa hanya bekerja sebagai pemain musik dari café ke café.Begitu juga dengan mamamu.Dia nge-dance dari panggung ke panggung.Dari situlah papa ketemu mamamu,papa bertemu dengan dia di sebuah café yang kebetulan kita berdua sama-sama mendapat job manggung di sana.Seperti yang lainnya,papa berkenalan dengan mama kamu.Mamamu orangnya cepat akrab dengan siapapun.Begitu juga dengan papa,pertama kali ngobrol berdua,papa dan mama sudah seperti teman lama yang baru bertemu kembali.Dari situ papa tahu banyak tentang mama kamu.Papa senang ternyata dia pintar menyanyi pula.Sejak pertemuan itu,papa dan mama sepakat untuk menjalin hubungan kerjasama.Awalnya papa dan mamamu hanya sekedar partner dalam pekerjaan.Tapi,lama kelamaan rasa sayang dan saling mencintai mulai tumbuh di antara kami.Hanya butuh waktu dua bulan sejak perkenalan pertama,papa memutuskan untuk menikahi mama kamu.
Namun,masalah lain muncul.Orangtua mamamu ternyata tidak pernah merestui hubungan papa dan mama.Papa maklum,mungkin mereka tidak mau anak satu-satunya hidup dengan orang yang tidak punya apa-apa seperti papa.Meskipun tanpa restu dari orangtua mamamu,papa akhirnya menikahi mamamu juga.Setelah menikah,papa dan mama tinggal di kontrakkan bersama kakekmu.
Kehidupan papa setelah menikah belum berubah.Tetap pas-pasan bahkan serba kekurangan.Papa dan mama harus bekerja keras untuk bertahan hidup.Masa-masa sulit papa jalani saat mama kamu sedang mengandung kamu.Papa kerja sendirian karena mama yang sedang hamil tua tidak mungkin bekerja membantu papa.Puncaknya,saat mama kamu melahirkan kamu,hutang papa di mana-mana,job manggung papa sepi,mama tidak bisa membantu papa mencari uang karena harus mengurus kamu.Begitupun dengan kakekmu,dia sudah terlalu tua untuk bekerja bahkan sudah sering sakit-sakitan.Karena penyakitnya itu kakekmu pergi untuk selama-lamanya.Beliau meninggal di saat cucu pertamanya,yaitu kamu baru berusia dua bulan.Keadaan itu membuat papa semakin terpuruk.Om Jun sempat pulang sejenak untuk menghadiri pemakaman kakekmu.Tapi dia harus kembali lagi ke bangku kuliahnya di Surabaya.Kehidupan om Jun sedikit lebih baik.Meskipun dia masih kuliah,tapi dia sudah mempunyai pekerjaan tetap.Syukurlah.. om Jun memberikan papa uang yang cukup untuk beberapa minggu ke depan.Dan setelah uang itu habis,papa terpaksa harus turun ke jalanan untuk mengamen,mencari sesuap nasi,untuk membeli susu buat kamu,keperluan sehari-hari kita semua.Tapi papa dan mama bahagia,sangat bahagia memiliki kamu.Kami rela makan satu kali sehari asal kamu tidak kelaparan dan bisa minum susu secara teratur.Di tengah-tengah kehidupan papa dan mama yang serba kekurangan,kamu tumbuh menjadi anak yang begitu lucu,pintar dan sehat”papa berhenti sejenak.Perlahan papa mengusap air mata yang mengalir di balik kacamatanya.Akupun tak kuasa menahan haru.Tanpa berkata-kata,aku menunggu cerita papa selanjutnya.
“Saat usia kamu belum genap dua tahun,mama kembali bekerja membantu papa.Menari dan menyanyi dari café ke café,panggung ke panggung demi kamu.Pada suatu malam,mamamu menari di sebuah acara yang cukup besar.Panggung yang megah dan lampu-lampu sorot yang indah di pasang di atas panggung.Saat itulah petaka itu datang menimpa mama kamu.Entah kenapa tiba-tiba besi penyangga lampu yang ada di atas panggung rubuh ketika mama kamu sedang menari.Besi dan lampu-lampunya itu jatuh mengenai kepala mama kamu yang sedang menari tepat di bawah lampu-lampu itu dan.. akibatnya mama kamu harus di larikan ke Rumah sakit karena di kepalanya mengalami pendarahan yang hebat”cerita papa membuat hatiku bergetar.Mama,setragis itukah mama meninggalkan Brandon yang masih butuh kasih sayang mama ?? Meninggalkan papa yang sangat menyayangi mama,masih membutuhkan mama.Mama,lihatlah papa,kadang Brandon tidak tega melihat papa mengerjakan pekerjaan rumah sendirian.Brandon sedih Ma..
Papa kembali melanjutkan ceritanya walaupun dengan suara sedikit bergetar.
“Malam itu juga papa menemani mama kamu yang sedang koma di rumah sakit.Kamu sendiri saat itu tidak henti-hentinya menangis membuat papa tak kuasa untuk menitikkan air mata juga.Mungkin karena mendengar tangisanmu,mama kamu bangun dari koma dan papa senang sekali mama bisa siuman.Papa kira keadaan mama sudah mulai membaik,tapi rupanya,dia hanya ingin menyampaikan kata-kata terakhirnya.Kata-kata yang tak kan pernah papa lupain sampai kapanpun.Dia minta supaya papa menjaga kamu,menyayangi kamu selamanya.Dia juga bilang kalau pihak yang sudah mempekerjakan mama akan memberikan uang yang sangat banyak buat papa asal papa tidak mengajukan perkara ini ke pengadilan.Awalnya,papa bersikeras akan melaporkan kelalaian mereka untuk meminta keadilan supaya orang-orang itu mendapatkan balasan yang setimpal.Tapi mama kamu malah memohon sama papa supaya papa tidak melakukan hal itu.Karena… karena dia takut papa nggak bakalan menang di pengadilan.Mereka punya banyak uang untuk menyewa pengacara terbaik,sedangkan papa ?? Mau bayar pengacara pakai apa ?? Mama takut jika akhirnya papa kecewa dengan keputusan pengadilan dan nantinya papa tidak mendapatkan apa-apa.Kecewa di pengadilan dan uang yang di janjikan akan melayang begitu saja.Mama ingin dengan uang itu papa bisa membeli rumah serta untuk modal usaha juga.Dia ingin kamu hidup lebih layak.Dia tidak mau papa dan kamu terus-menerus hidup dalam kesengsaraan dan serba kekurangan.Sampai akhirnya mama kamu ninggalin kita berdua.Mamamu ninggalin papa dan kamu untuk selama-lamanya Ndon.. dan.. dan pesan terakhinya hanya satu,papa… papa… harus membahagiakan kamu !!”aku memeluk papa dan menangis dalam dekapannya.
Yaahh.. sekarang aku memang merasa sangat bahagia pa,papa telah berhasil membuat Brandon bahagia.Papa telah melaksanakan amanat mama.Sekarang,apapun yang Brandon minta bisa papa berikan.Kehidupan kami telah berubah.Hidup serba kecukupan,apapun bisa papa beli.Aku salut sama papaku,walaupun papaku sudah sukses tapi papa tetap memilih tinggal di rumah yang sederhana tanpa rumah mewah bertingkat seperti yang lainnya.Papa mengajarkan aku tentang kesederhanaan,rendah hati dan peduli dengan sesama.Walaupun papa bisa memberikan apapun yang Brandon minta,tapi kadang papa tidak memberikannya.Seperti waktu aku TK,aku ingin sekali papaku memindahkan candi Borobudur ke Surabaya,eh permintaanku nggak di kabulin.. Hehehehe… (GUBRAKK !!) Yahh.. intinya,papa membuat aku tumbuh menjadi anak yang kuat,tidak manja,dan entahlah… aku merasa hidupku begitu sempurna meski tanpa kehadiran mama di rumah kami.Rumah yang begitu hangat,nyaman dan cukup besar untuk kami berdua.Ada tiga kamar tidur (kamar papa,kamarku dan kamar tamu,biasanya om Jun dan keluarganya kalau ke rumah suka menginap dan tidur di kamar itu),ruang tamu,ruang tengah,meja makan satu ruangan dengan dapur,gudang,garasi dan dua toilet.Di tambah halaman yang cukup luas dan asri.Halaman belakang juga begitu.Walaupun tidak seluas halaman depan,tapi tetap asri dan sejuk karena berbagai tanaman hias yang di tanam papa tumbuh subur di sana.
Papa kembali melanjutkan ceritanya sambil mengelus-elus rambutku yang masih ada di dalam dekapannya.
“Setelah setahun mamamu meninggal,kehidupan papa telah berubah,kesuksesan mulai papa rasakan.Papa dan teman papa bekerja sama membangun sekolah musik di Yogyakarta dan ternyata itu awal dari perubahan papa.Lalu papa memutuskan untuk pindah dan dengan bantuan om Jun,papa membeli rumah di sini.Papa nggak sanggup tinggal di Yogyakarta,papa nggak bisa ngelupain mama kamu Ndon.. !! Untuk melupakan semua kenangan dengan mamamu,papa mencoba menyingkirkan semua benda apapun yang berhubungan dengannya.Bahkan,foto pernikahan kamipun papa singkirin jauh-jauh.Papa pikir semua yang papa lakuin itu bisa ngelupain mama kamu.Tapi ternyata tidak,apa yang papa lakuin semuanya sia-sia.Papa tetap tidak mampu untuk menghilangkan bayangan mama kamu di pikiran papa.Papa terlalu mencintai mamamu Ndon.. !! Papa sayang sekali sama mama kamu.Papa belum siap di tinggalin sendirian sama dia.. !!”air mata papa terasa menetes membasahi rambutku.Baru kali ini aku melihat papa menangis seperti itu.Aku tahu,aku mengerti perasaan papa.Papa pasti sangat merindukan mama,sama seperti aku yang juga merindukan kehadirannya.
“Maafin papa Ndon,papa tidak bisa menjaga mama kamu,seharusnya waktu itu papa melarang mamamu untuk bekerja membantu papa.Seharusnya papa melarang mama kamu untuk tidak menari di acara itu.Papa melarang kamu nge-dance karena papa takut kejadian itu akan terulang dan menimpa kamu.Papa trauma dengan kejadian yang telah merenggut nyawa mama kamu.Papa nggak mau kehilangan orang yang papa cintai untuk kesekian kalinya.Papa sayang kamu Ndon.. !! Hanya kamu satu-satunya yang membuat papa tetap tegar menghadapi semuanya.Cuma kamu yang bisa ngasih semangat buat papa,membuat papa tersenyum,tertawa,menjadikan hidup papa bahagia.Asal kamu tahu Ndon.. setiap papa marah-marah sama kamu,membentak kamu,hati papa sakit Ndonn.. Setelah papa marah-marah sama kamu,papa akan menangis sendirian karena dengan papa membentak kamu,papa merasa itu sama saja papa sudah menyakiti mama kamu.Papa merasa telah gagal menjalankan amanat mamamu.Papa sedih Ndonn.. papa… “bibir papa bergetar membuat aku tidak sanggup untuk mendengar cerita papa selanjutnya.
“Pa.. maafin Brandon pa.. Brandon yang salah.. Brandon yang selalu bikin papa marah,bikin papa sedih.. Brandon tahu papa sangat sayang sama Brandon,papa nggak gagal pa.. Papa sudah ngelakuin apa yang mama minta.Brandon bahagia pa… Brandon bahagia punya papa… Hiks.. hiks.. hiks.. !!”aku tetap menangis di pelukannya.
“Maafin Brandon pa.. Brandon janji nggak bakalan bertanya lagi tentang mama kalau ternyata itu bisa membuat papa sedih.Brandon sadar,nggak ada gunanya Brandon sedih terus karena mengingat mama.Brandon punya papa,cuma papa yang Brandon punya saat ini !!”aku membenamkan kepalaku di dada papa.
“Sudah Ndonn .. !! Papa lega sudah menceritakan semua ini sama kamu !!”papa mengusap rambutku lembut.Aku terpekur di pelukan papa.Aku teringat akan lomba dance di Jakarta.Kenapa keraguan itu muncul lagi ?? Kenapa aku takut untuk melanjutkan apa yang sedang aku dan kak Fay perjuangkan ?? Aarrgghh.. aku semakin merasa bersalah sama papaku.Aku sudah menyakiti dia,merusak kepercayaannya,mengkhianatinya.Haruskah aku mundur dari semua ini dan membiarkan kak Fay men-cap-ku sebagai seorang pengecut ?? Aku bingung,ternyata masalah ini menjadi semakin bertambah rumit dan membuatku pusing.
Malam semakin larut.Papa tertidur di kamarku,ku tatap garis-garis wajahnya dan itu membuat aku merasa semakin sayang padanya.
Good nite pa.. I love you Pa..
I love you BNZ…
BNZ KOMPAK ABBEEZZZ… !! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar