Jumat, 29 Juli 2011

IMPIAN YANG LAIN TELAH MENANTIKU *last part.2*

“Pap.. Papa..!!”aku tersadar dan mendapati tubuhku terbaring di tempat tidur.Ternyata di rumah tante Adel.Kak Fay,kak JP,oma dan tante Adel tampak mengelilingiku dengan wajah cemas.

“Kak,tante,oma,mana papa?Papaku mana kak?”aku terduduk di kasur menatap mereka satu persatu.

“Papa kamu?Bukannya masih di Bandung?”kak Fay balik bertanya.

“Di Ban.. Bandung?In.. ini hari apa kak?”tanyaku bingung.

“Hari Sabtu Ndon,hari ini kamu akan tampil di grandfinal.Kamu mimpi ya?Dari tadi teriak-teriak manggil papa kamu bikin kita semua cemas,”sembur kak JP.

“Iya kak,aku mimpi buruk tentang papa.Aku takut kak,”lirihku.Mataku menunduk menatap kasur,pikiranku kembali mengingat-ingat mimpi tadi yang seperti nyata.

“Sudahlah sayang,itu cuma mimpi.Sebentar lagi kamu harus tampil di grandfinal.Sekarang kalian siap-siap ya,kita harus ke tempat lomba buat blocking panggung dulu,”tante Adel mencoba menenangkanku.

“Syukurlah,ternyata cuma mimpi,”bathinku terasa lega,legaaa sekali.

“Kamu tidurnya nyenyak banget sih Ndon,kakak tepuk-tepuk pipi kamu nggak bangun-bangun.Dicipratin air,nggak bangun juga.Huuhh..”keluh kak Fay.

“Pantas saja ada adegan papa menamparku dan ada tetesan air di kepala dan mukaku yang di mimpiku air itu seperti darah papa.Ternyata ulah kak Fay toh,huuhh..”hatiku bergumam dan sedikit ngeri memikirkan mimpi buruk tadi.

“Oke,sekarang kalian sudah bangun dan sudah saatnya kalian siap-siap,”oma mengusap rambutku lembut.

Kamipun beranjak dari tempat tidur dan bergegas untuk mempersiapkan grandfinal nanti.

*MMI*



Menuju tempat lomba,kami diantar om Andre karena tante Adel harus ke rumah pelanggannya untuk mengambil baju-baju yang disewa darinya.

“Tenang Ndon,tante janji nanti tante sama oma bakalan secepatnya datang ke tempat lomba,”katanya saat aku membujuk dia untuk membatalkan acaranya.

“Tante cuma ngambil baju-baju yang disewa sama mereka kok.Tante sudah janji hari ini baju-baju itu mau tante ambil,”terang tante Adel tidak bisa aku rayu.

“Ya sudah deh,tapi tante janji ya,nanti datang secepatnya,”

“Iya sayang,nanti tante barengan berangkatnya sama oma.Kamu hati-hati ya dan harus jadi juara,”tante Adel memberikan semangat kepadaku.

“Pasti tante,Brandon bakal menampilkan yang terbaik.Hehehe..”

*MMI*



Selesai blocking panggung,di luar kami langsung disambut ratusan fans yang sudah mulai berdatangan.Kak JP sendiri tetap berada di belakang panggung karena ternyata dia diundang panitia untuk mengisi acara grandfinal ini.Aku dan kak Fay harus terus menuruti kemauan para fans yang ingin foto bareng,tanda tangan,salaman dan beruntung,kami berdua terhindar dari cubitan,cakaran dan jambakan dari para fans.

Sedang asyik-asyiknya berfoto dengan beberapa fans,aku mendengar ada seseorang yang menegurku.Suara itu sungguh sangat tidak asing lagi di telingaku.

“Wah,sudah punya banyak penggemar rupanya,”sesosok orang yang sudah aku kenal telah berdiri beberapa meter di hadapanku.

“Kak Edo!!”pekikku sambil berlari menghampirinya.Kak Edo kemudian mengangkat tubuhku tinggi-tinggi.Setelah aku diturunkan,aku kembali dikejutkan dengan kedatangan John dan Brian.

“John.. Brian..!!”aku memeluk mereka berdua.Aku masih setengah percaya kalau mereka benar-benar datang ke tempat lomba ini.

“Wah.. kok ndak ngajak-ngajak sih Ndon? Kita kan juga pengen ikut lomba karo kamu,”kata Brian dengan suara medoknya.

“Maaf deh,aku juga nggak sengaja ikut lomba ini.Kak Edo,maafin Brandon ya,Brandon nggak bilang-bilang dulu sama kak Edo.Brandon sudah memakai gerakan-gerakan kak Edo tanpa ijin,”lirihku.

“Justru kak Edo bangga sama kamu Ndon.Akhirnya salah satu murid kakak bisa sampai ke babak ini.Terus berjuang ya Ndon,kita datang ke sini buat ngedukung kamu,”kak Edo mengacak-acak rambutku dengan perasaan bangga.

“Terimakasih kak,”hatiku terasa lega mendengar jawaban dari pelatihku itu.Beban di hatiku rasanya menjadi berkurang karena ucapannya barusan.

“Wah,medok kamu sudah mulai hilang tuh Ndon.Hahaha..”sahut John membuatku mendelik ke arahnya.

“Iya tuh,kelamaan tinggal di Jakarta sih,jadi hilang deh,”timpal Brian.

“Sopo bilang?Aku ora bakal lali karo Suroboyo,”kataku kembali medok.Sejenak kami terdiam dan sedetik kemudian kami tertawa berbarengan.Hahaha..

Selanjutnya,kejutan demi kejutan untukku terus berdatangan.Teman-temanku dari SD Permata Hati 1 dan 2 hadir untuk memberikan support untukku.Bu Rianti dan Bu Sarah datang menghampiriku dan langsung mengucapkan kata-kata selamat kepadaku.

Nissty,Kartika,Nanda,Mita dan hampir sebagian teman sekelasku di SD 1 dulu kini telah tiba di hadapanku.

“Brandon.. Kita di sini buat ngedukung kamu lho.Kamu harus menang ya,”pekik Nissty.

“Iya Ndon,Go NaticNizer!!”teriak teman-temanku yang lainnya.

“Hai Ndon!!”belum sempat aku mengucapkan kata-kata terimakasih,segerombolan temanku yang lain kembali datang mendekatiku.

“Hai Andz,Adhie,Anna,Ziha,Agunk,Risca,Icha,Ayu,Niar,Elma,Novita,Arya,Niar,wah..”aku menyambut mereka satu-persatu.Sebuah kejutan yang sangat mengharukan bagiku.

Di tempat yang agak jauh,kak Fay terlihat sedang mengobrol dengan keempat sahabatnya.Ada kak Ratih,kak Eulli,kak Yhanty serta KAK NAYLA!! Mereka tampak asyik mengobrol melepas rindu.

“Teman-teman,makasih banget ya sudah datang.Aku senang sekali bisa ketemu kalian semua di sini.Aku butuh support dan do'a kalian semua.Aku...”sejenak aku mengusap air mata bahagiaku.Sungguh semua ini membuatku begitu terharu.

“Iya Ndon,kita bakalan terus dukung kamu dan kak Fay.Pokoknya kalian harus menampilkan yang terbaik,”seru Novita yang langsung disambut dengan kata setuju dari teman-temanku yang lain.

Tiba-tiba dari arah belakang,seseorang menutupi mataku dengan telapak tangannya.

“Siapa nih?Tante Adel ya?”aku meraba-raba tangan itu.

“Kalau ndak ketebak ndak..”

“Kak Reny!!”belum selesai kak Reny bicara,aku sudah bisa menebaknya.

“Hahaha.. kok ketebak mulu sih?Padahal tadi suara kakak sudah beda banget,”kak Reny langsung menggendongku.

“Ya tahu lah kak,ngomongnya begitu terus,nggak ada kata-kata yang lain apa?”sahutku geli.

“Dasar!! Hmm.. kenapa kamu ndak ngehubungi kak Reny Ndon?Kirain kakak,kamu batal ikut lomba,”kak Reny menurunkan tubuhku.

“Maaf kak,nomor kakak hilang,”lirihku menatapnya.

“Terus di Jakarta kamu tinggal dimana Ndon?Sama Mas nya Fay ya?Kakak khawatir tahu,”semburnya dengan raut muka serius.

“Nggak kak,kami sempat tersesat,tapi syukurlah kami ditolong kak JP sama tante Adel,”terangku.

“Hah?Kok bisa tersesat sih Ndon?terus tante Adel siapa Ndon?”tanyanya terlihat sangat cemas.

“Ceritanya panjang kak,pokoknya tante Adel itu calon mama Brandon.Kak Reny jangan cemburu ya,”bisikku di telinganya.

“Hahaha.. siapa juga yang cemburu?Justru kak Reny bersyukur,akhirnya kakak bisa terbebas dari ledekan kamu.Hehehe..”kak Reny mencubit pipiku gemas.

“Ngomong-ngomong,mana nih calon mamanya?Kenalin dong Ndon,”pintanya.

“Wah kak,dia belum datang.Mungkin sebentar lagi,”sahutku menatap sekeliling dan tampaknya tante Adel memang belum hadir.

“Brandon!!”seseorang memanggilku.Aku menoleh ke arah suara itu dan sedikit kaget melihat siapa yang datang.

“Tante!!”seruku sambil mencium tangannya.

“Fay mana Ndon?”tanyanya tampak tidak sabar.

“Itu tante! Kak Fay..!!”aku memanggil kak Fay yang masih asyik mengobrol dengan teman-temannya.Kak Fay menoleh ke arahku dan langsung berlari menghampiri kami.

“Mama..Papa.. Kakak..!!”kak Fay memeluk keluarganya satu persatu.

“Kamu bikin kita khawatir Fay.Papa sama mama sudah mau ngelaporin kamu ke polisi gara-gara kamu hilang.Mama sama papa ke Jombang buat nyusul kamu tapi kamu nggak ada di sana.Sampai akhirnya mama dikasih tahu kakak kamu,”beber tante Jessica begitu mencemaskan anaknya.

“Maafin Fay ma,ceritanya panjang pokoknya,nanti Fay ceritain deh,”kak Fay melirik ke arahku.Ada perasaan iri yang begitu besar menyeruak di hatiku.Aku kangen papa,aku juga ingin dipeluk sama orang tuaku.Papa,apakah papa bakalan seperti orang tuanya kak Fay? Atau malah.. ah.. aku bergidik memikirkan mimpiku semalam.

“Selamat datang di Grandfinal Multi Dance Competition,”suara kak Gerry mulai terdengar.Dia membuka acara dengan penuh semangat dan langsung disambut oleh sorak sorai penonton yang sudah memadati area lomba.

“Baiklah,sebagai pembukaan acara ini,kita saksikan aksi dari adik kita.JP Millenix!!”kak JP naik ke atas panggung diiringi tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton.Aku dan kak Faypun ikut memberika applause untuknya.

“Ayo Kak JP... !!”teriakku di telinga kak Fay.

“JP...!!”teriak kak Fay tepat di telingaku juga.Aku menutup kupingku dan berteriak ke arah kak Fay.

“Berisiiikkk..!!”

“Bodooo...!!”balas kak Fay tak mau kalah membuat kami tertawa cekikikan.Hihihihi..

Gebukan drum kak JP berhasil memukau semua yang hadir.Dia membawakan dua buah lagu.Lagu yang pertama berjudul Scream miliknya Avenged Sevenfold disusul dengan lagu kedua yaitu We Will Rock You miliknya Queen.Aku dan kak Fay terkejut ketika lagu itu menjadi yel-yel untuk mendukung kami.

“We Are NaticNizer!! We Are NaticNizer!!”tiba-tiba saja lirik lagu 'We Will We Will Rock You sudah diganti jadi 'We Are NaticNizer.Hahahaha.. semua pendukungku terus berteriak-teriak mengikuti irama gebukan drum kak JP.Waahh.. hebat banget kak JP.Hihihi..

Tidak lama setelah penampilan kak JP selesai panitia memanggil aku dan kak Fay untuk segera bersiap-siap di belakang panggung.Padahal aku masih kangen sama teman-teman,guru dan kak Reny.

“Brandon,Fay,do'a kami menyertai kalian,”

“Makasih kak Reny,makasih teman-teman dan semuanya.Kami berdua akan berusaha menampilkan yang terbaik buat kalian,”aku dan kak Fay berlalu dari hadapan semuanya menuju ke belakang panggung.

*MMI*



Setelah beberapa artis pendukung selesai tampil,akhirnya tiba juga giliran peserta grandfinal untuk perform di atas panggung.Aku dan kak Fay mendapatkan giliran pertama untuk tampil.Sorak-sorai pendukung kami bergemuruh meneriakan yel-yel yang dari tadi mereka serukan.

Diawali dengan backsong miliknya Swizz Beatz (Money In The Bank) aku dan kak Fay naik ke atas pentas.Suara teriakan penonton semakin bergema beradu dengan dentuman suara musik hip-hop dari speaker yang dipasang di sekitar panggung.Aku dan kak Fay semakin bersemangat untuk nge-dance dan tak henti-hentinya memberikan senyuman ke arah pendukung kami.Apalagi saat aku melihat orang-orang yang selama ini aku kenal ikut memberikan support,aku semakin terpacu untuk memberikan penampilan yang terbaik buat mereka.Lagu kedua dance kami diiringi oleh lagu Flo Rida yang judulnya Don't Know How to Act serta klimaksnya penampilan kami ditutup dengan lagu yang berjudul Shone masih miliknya Flo Rida.

Mataku berkeliling menatap penonton yang terus meneriakan namaku dan kak Fay.Teman-teman dan orang-orang yang selama ini berada di dekatku berdiri di deretan paling depan.Mereka semua tersenyum ke arah kami berdua sambil bertepuk tangan dan mengacungkan kedua jempolnya.Sedetik kemudian,pandanganku tertuju pada sosok seseorang.Seseorang yang sangat aku kenal dan aku rindukan.

“Papa!!”dari atas panggung aku bisa melihat sosok papa berdiri di samping kak Reny,di antara teman-teman sekolahku.Entah kenapa hatiku langsung merasa khawatir dengan kehadiran papa di tempat ini.

Aku masih mematung di belakang panggung,belum berani menemui papaku.Mimpi buruk semalam kembali terlintas di pikiranku.Bagaimana kalau mimpi itu menjadi kenyataan?Hiiyy.. aku bergidik.

“Ndon,ayo temuin papa kamu,”ajak kak Fay mulai memegangi tanganku.Aku tetap tak bergeming.Pikiranku mulai kacau dan rasa takut terhadap papaku kini menyeruak di hatiku.

“Aku...”tiba-tiba suara kak Gerry dari atas panggung membuyarkan kata-kataku.Rupanya SO.DC juga sudah selesai tampil.

“Ya,itulah penampilan peserta grandfinal kita.Apakah sudah cukup untuk menentukan juaranya?Wow.. ternyata belum.Para juri memutuskan untuk memberikan tantangan kepada kedua peserta.Apa tantangannya? Dan inilah Multi Dance Competition sesungguhnya.Setiap peserta akan diberikan waktu dua jam setengah untuk mempersiapkan perform selanjutnya.Masing-masing peserta akan mendapatkan satu kaset CD berisi sembilan track dan peserta harus memilih salah satu track untuk dijadikan backsong buat perform mereka nanti.Nah,SO.DC dan BielBrand,selamat berjuang kembali,”tutup kak Gerry disambut oleh teriakan penonton.

“Kak Fay,bagaimana nih?Kita harus nyiapin perform lagi,”aku mulai bingung dan panik.

“Tenang Ndon,kata panitia kita boleh kok dibantuin sama pelatih kita.Tuh pelatih kak Fay sudah nungguin,”kak Fay menunjuk seorang kakak perempuan yang sedang berdiri di dekat ruangan yang disediakan panitia.Ruangan itu akan kami gunakan untuk latihan.Ternyata kak Edo,pelatihku juga sudah menungguku di sana.Wah.. bagus deh,berarti kami punya dua pelatih.Hehehe...

Ketika aku sedang berjalan menuju ruanganku,seseorang menghadangku.Orang yang ingin aku hindari keberadaannya kini telah menghalangi jalanku.

“Brandon,”papa berdiri beberapa meter di depanku.Aku terpaku menatapnya,memandang orang yang selama ini aku rindukan.Ingin rasanya aku berlari dan memeluknya.Tapi mengingat mimpi buruk semalam,aku urung melakukannya.

“Apa yang harus aku lakuin?Aku takut.Aku takut papa menyeretku pulang.Aku takut dia marah dan memaksaku meninggalkan semua ini.Aku takut seandainya mimpi semalam menjadi kenyataan dan aarrgghh.. nggak.. nggak.. Aku nggak boleh egois,aku nggak boleh melawan papa.Aku harus siap menerima keputusan papa walaupun nantinya aku kecewa.Ya,kali ini aku harus menuruti kata-kata papaku,”bathinku terus berperang.

“Brandon,”papa menghampiriku dan akupun berlari menyongsongnya.

“Papa...!!”aku memeluk papaku erat.Dia membalas pelukanku lalu mengusap-usap punggungku lembut membuat aku tak bisa menahan tangisanku.

“Pa,maafin Brandon pa,Brandon sudah bohong sama papa.Brandon nyesel pa.. Brandon nyesel.. Brandon janji sama papa nggak bakalan bohong lagi.Sekarang terserah papa pa.. Papa mau marahin Brandon,mukul Brandon,ngajak Brandon pulang,terserah pa.. Brandon bakalan nurutin apa kata papa asalkan papa jangan ninggalin Brandon.. Hiks.. hiks.. hiks.. Brandon kangen papa,Brandon sayang banget sama papa.Papa jangan tinggalin Brandon pa..”aku terisak di pelukannya.Papa melepaskan pelukanku lalu menatapku lekat-lekat.

“Brandon,papa juga sayang sama kamu.Papa kangen banget sama kamu.Kak Reny sudah cerita semuanya sama papa.Papa bangga sama kamu Ndon.Papa bakalan selalu dukung kamu dan kamu jangan pernah berpikiran kalau papa bakalan ninggalin kamu.Maafin papa sayang,selama ini papa terlalu egois.Papa terlalu memaksakan kehendak papa.Papa lupa kalau anak papa sudah besar.Sekarang kamu berhak nentuin pilihan kamu.Kak Nayla butuh kamu Ndon,do'a papa cuma buat kamu.Tapi papa nggak bakalan maafin kamu kalau sampai kamu nggak jadi juara.Hehehehe..”papa mengusap-usap rambutku.Dia kembali memelukku,mencium kening dan pipiku berkali-kali.

“Makasih pa.Brandon yang salah.Brandon yang egois.Brandon selalu saja nyusahin papa,bikin papa khawatir,sedih,kecewa,Brandon... hiks.. hiks.. hiks..”aku kembali terisak di pundaknya.

“Ssstt.. sudahlah sayang,papa kan sudah bilang,papa sayang sama kamu.Papa bakalan sakit kalau marahin kamu,membentak kamu.Sekarang kamu harus buktiin sama papa kalau kamu bisa memberikan yang terbaik buat semua yang ada di sini.Lihatlah sekelilingmu sayang,berapa banyak orang yang mendukung kamu dan kak Fay?Jangan kecewakan mereka ya,”dengan tangannya papa menghapus air mataku.Aku tersenyum ke arahnya dan papa membalas senyumanku.

“Terimakasih pa,Brandon sayang banget sama papa.Papa nggak ada duanya di dunia ini.Cuma papa yang ngertiin Brandon,hanya papa yang sayang banget sama Brandon.Brandon janji bakalan ngasih yang terbaik buat papa dan pendukung Brandon.Do'ain Brandon ya pa,”

“Iya sayang,pasti papa do'ain.Sudah sana temuin kak Fay,dia sudah nungguin kamu buat latihan,”aku beranjak meninggalkan papaku setelah mencium pipinya terlebih dahulu.

Kami,peserta grandfinal ini ditempatkan di ruangan yang berbeda.Aku,kak Fay,kak Edo dan kak Karin mulai sibuk memilih track yang akan aku dan kak Fay gunakan untuk backsong nanti.

“Kak Edo,coba yang tadi deh,track ke tujuh,”kak Fay meminta kak Edo untuk memutar kembali track ke tujuh dan...

“Ini saja kak!Gimana Ndon?Ada lagu kesukaannya tante Adel,yang biasa kita pakai buat latihan tari latin.Hehehe..”kak Fay mengajakku menari latin.Kami berdua tetawa-tawa senang sambil menari.

“Yakin kalian mau track yang ini?”kak Karin meminta kepastian kami yang langsung kami jawab dengan anggukan kepala.

“Ya sudah,sekarang kita mulai latihan,”

Kamipun mulai berlatih.Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan gerakan yang pas.Kak Edo dan kak Karin bekerjasama dengan baik.Satu setengah jam saja,mereka sudah menemukan gerakan yang cocok dengan backsongnya.Untung saja untuk tari latin aku dan kak Fay tidak perlu latihan lagi karena sudah sering diajarin sama tante Adel.Akhirnya backsong berdurasi tiga setengah menit itupun telah selesai kami tuntaskan gerakannya.

“Yeaahh!!”kami semua bertepuk tangan setelah aku dan kak Fay melakukan gladi bersih.Masih ada sisa waktu sepuluh menit lagi buat tampil.

“Kak Dimas,boleh pinjam HP nya ndak?”tanyaku ke kak Dimas yang kebetulan nongol di depan pintu.

“Nih,memangnya buat apaan?”tanyanya sambil menyodorkan handphone miliknya.

“Mau nelpon tante Adel,”jawabku.Aku segera menekan nomor HP tante Adel yang sudah aku hafal nomornya.Dari percakapan di telepon,aku tahu ternyata tante Adel dan oma sudah berada di parkiran.Wah.. akhirnya mereka datang juga.Fiuuhh...

Kak Gerry mulai memanggil group Switch On Dance Crew setelah sebelumnya salah seorang artis pengisi acara telah turun dari atas panggung.Benar dugaanku,mereka membawakan tarian full hip-hop dengan sangat baik.Tapi sayang,gerakan yang mereka tampilkan kebanyakan gerakan-gerakan yang sudah digunakan di perform-perform sebelumnya.

Saat tiba giliranku dan kak Fay,aku sedikit was-was.Di belakang panggung tante Adel tersenyum ke arahku,memberikan keyakinan kalau aku dan kak Fay bisa menyelesaikan perform ini dengan sempurna.Kak Edo dan kak Karin juga begitu.Saat aku memandangnya,mereka mengangguk dan mengangkat kedua jempolnya ke arah kami berdua.Aku dan kak Faypun naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri.

Dimulai dengan lagu Toyfriend miliknya David Guetta featuring Wynter Gordon,kami melakukan gerakan-gerakan dengan kompak tanpa melepaskan senyuman ke arah penonton serta dewan juri yang berada di depan panggung.Aku lihat papa tak henti-hentinya berteriak ke arahku sambil tersenyum senang.Wahh,di samping papa ada om Jun,tante Diant sama Baim.Rupanya mereka juga sudah tiba di tempat lomba untuk memberikan dukungan buatku.

Melihat senyuman dan dukungan papa yang begitu besar,akupun semakin terpacu untuk melakukan gerakan-gerakan yang baru saja diajarkan kak Edo dan kak Karin.Di lagu yang kedua,Never Say Never miliknya JB,semua berjalan lancar dan akhirnya lagu On The Floor (Pittbul ft. Jennifer Lopez) menutup penampilan aku dan kak Fay.Kami berdua menari latin dengan lincah dan energik.Walaupun gerakannya belum sesempurna tante Adel,tapi itu cukup membuat penonton dan juri-juri yang hadir memberikan standing aspplause untuk penampilan terakhir aku dan kak Fay.

Tepuk tangan dan sorak sorai bergemuruh meneriakan nama BielBrand serta yel-yel NaticNizer.Ketika aku sudah turun dari atas panggungpun,teriakan itu masih terus bergema.Sungguh luar biasa dukungan mereka terhadap aku dan kak Fay.

Sementara kak Gerry mengumumkan kalau keputusan dewan juri akan diberitahukan beberapa saat lagi,aku segera menemui kak JP,tante Adel dan oma di belakang panggung.

“Kalian hebat,”pekik kak JP menyambut kami,”

“Selamat sayang,kalian tampil dengan sempurna,”seru tante Adel tak kalah senang sedangkan oma langsung memeluk dan mencium pipiku.

“Cucu oma memang hebat,”sahutnya riang.

“Tante,papaku ada di depan.Ayo tante,nanti Brandon kenalin,”aku menyeret tante Adel.

“Ta.. tapi Ndon..”

“Ayo tante,katanya pengen tahu papa Brandon.Jangan malu-malu dong,”aku terus memaksa dia untuk mengikutiku.Sejenak tante Adel dan oma saling berpandangan.

“Brandon!!”tiba-tiba saja papa muncul di hadapanku ditemani om Jun,tante Diant dan Baim di belakangnya.

“Papa..!!”aku memeluknya dan dia tertawa senang karena melihat penampilanku tadi.

“Kamu hebat sayang,tapi nakal,”papa memencet hidungku.Aku tertawa-tawa mendengar celotehnya.

“Pa,kenalin dong.Ini tante Adel.Selama ini Brandon tinggal di rumahnya pa,”pandangan papa tertuju ke arah orang yang selama ini sudah aku anggap seperti mamaku sendiri.

“Lia!!”papa terkejut melihat sosok tante Adel.Kedua mata mereka kini saling berpandangan.

“Mas..”sahut tante Adel lirih.Matanya mulai berkaca-kaca,seperti ingin menangis.Begitupula dengan oma,keduanya seperti sudah sangat mengenal papaku.

“Papa kenal tante Adel?”tanyaku memecah kebisuan yang beberapa saat menyelimuti kami.

“Di.. dia.. Mama kamu Ndon,”sahut papa menatapku.

“Ap.. apa?Mama Brandon?Ta.. tapi kata papa,mama Brandon sudah meninggal,”aku terkejut mendengar pernyataan papaku. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku tak percaya.Benarkah tante Adel mamaku?Pasti papa mau ngerjain aku nih,pikirku.

“Maafin papa Ndon,papa sudah bohong sama kamu,”

“Nggak!Papa pasti bercanda,”aku memotong ucapannya.Aku belum percaya dengan apa yang diucapkan papaku.

“Itu benar sayang,tante Adel Lia mama kandung kamu,”ujarnya lirih.Aku bisa melihat dari mata dan ekspresi wajah papa kalau kali ini dia tidak sedang berbohong.Entah kenapa,aku tidak merasa senang mendengar berita itu.Hanya perasaan tak percaya dan kekecewaan yang begitu besar terhadap papa yang hadir di benakku.Kalau benar tante Adel mamaku,kenapa papa,orang yang selama ini aku sayangi dan aku percayai tega membohongi aku?Kenapa papa tega bilang kalau mama sudah meninggal?Papa keterlaluan.Apa papa tidak pernah berpikir kalau selama ini aku sangat merindukan mama?Papa…

“Kenapa papa bohongin Brandon pa?”tanyaku dengan suara bergetar,mencoba menahan amarahku sama papa.

“Maafin papa Ndon,papa sayang sama kamu.Papa takut kehilangan kamu,”papa mulai mendekatiku lalu berusaha memelukku.Tapi aku segera menghindarinya.

“Nggak!Kalau papa sayang,kenapa mesti bohong pa?Kenapa papa tega sama Brandon?Hiks.. hiks.. hiks..”aku tak kuasa menahan tangisanku.

“Ndon,maafin papa,”papaku terus memohon.

“Apa itu benar om?”aku meminta kepastian om Jun yang dari tadi hanya diam mematung.

“Ben.. benar Ndon,”tuturnya lemah.

“Kenapa kalian tega bohongin Brandon?Kenapa kalian sembunyiin ini semua dari Brandon?”teriakku.Aku tak bisa lagi mengendalikan amarahku.

“Brandon,oma mohon,maafin mereka ya sayang.Seharusnya kamu marahnya bukan sama mereka,tapi sama oma.Oma yang salah sayang,oma menyesal sudah misahin papa dan mama kamu,”oma membela papa dan om Jun.

“Kalian semua sama saja!Brandon benci.. Brandon benci semuanya…”aku berlari meninggalkan area belakang panggung.Aku marah,aku kecewa dengan semua ini.Aku tidak tahu apa yang ingin aku lakukan.Yang pasti,sekarang aku ingin jauh dari mereka.Aku tidak ingin melihat mereka ada di dekatku.Teriakan mereka yang menyuruhku untuk kembali sama sekali tidak aku hiraukan.

“Brandonn..”kak Fay dan kak JP tampak mengejarku.Aku berlari keluar gedung dan baru berhenti ketika aku telah tiba di halaman gedung tempat lomba itu.

“Brandon tunggu!!”kak JP dan kak Fay terus mengejarku.

“Kenapa kamu marah Ndon?Harusnya kamu senang.Bukankah selama ini kamu ingin tante Adel menjadi mama kamu?”tanya kak JP setelah mereka berhasil mendekatkan jarak denganku.

“Tapi nggak kayak gini caranya kak.Papa sudah bohongin aku,”sergahku menatap tajam ke arah mereka berdua.

“Terus selama ini apa yang kamu lakuin sama papa kamu?”kak Fay membalas ucapanku,berbalik menyerangku.

“Itu lain kak,aku..”

“Sama saja Ndon,kamu juga sudah bohongin papa kamu.Iya kan?”kak Fay memotong ucapanku.Kata-katanya membuatku terpojok.

“Kak Fay nggak ngerti.Papaku sudah keterlaluan kak.Aku benci papa,”cetusku.

“Jangan ngomong kayak gitu Ndon,papa kamu sayang sama kamu.Dia punya alasan sendiri untuk berbohong tentang mama kamu,”lanjut kak JP.

“Yang namanya bohong tetap saja bohong Ndon.Kak Fay tanya sama kamu,sekarang mau kamu bagaimana?kamu sudah tahu yang sebenarnya.Terus setelah ini kamu mau gimana Ndon?”kak Fay terlihat kesal.Aku tertunduk tidak berani menjawab pertanyaannya.

“Maafin kak Fay sama kak JP juga Ndon.Sebenarnya kita sudah tahu dari dulu kalau tante Adel itu mama kamu,”aku kembali dibuat terkejut dengan kata-kata kak JP barusan.

“Jadi?Kenapa kak?Kenapa kalian nggak ngasih tahu Brandon?”bentakku kesal.Tega sekali mereka merahasiakan semua ini dari aku.

“Sejak kapan kalian tahu?”tanyaku lagi.

“Malam itu,malam dimana siangnya kamu dan Fay sudah melewati babak penyisihan.Ketika kakak sama Fay habis dari toilet,kita mendengar suara tangisan dari kamar tante Adel.Ternyata itu suara tangisan oma dan tante Adel Ndon.Mereka tampak sedang berbicara serius,awalnya kak JP mengira kalau mereka sedang bertengkar,kak JP kira mereka sedang membicarakan tante Adel yang gagal menikah dengan papaku.Tapi ternyata bukan,mereka sedang membicarakan masa lalunya.Kamipun menguping percakapan mereka dari balik pintu kamar.Dari situ kita tahu cerita yang sebenarnya tentang mama kamu.Memang,waktu kamu masih berumur dua tahun,mama kamu cedera dan sempat dirawat di rumah sakit.Tante Adel butuh biaya banyak untuk operasi kakinya.Tapi sayang,ketika itu papa kamu tidak punya uang untuk membiayainya.Padahal mama kamu haus segera dibawa ke Jakarta untuk dioperasi karena kalau operasi itu tidak segera dilakukan,kaki mama kamu harus diamputasi dan itu berarti mama kamu bakalan tidak bisa berjalan seumur hidup.Opa dan oma kamupun datang menjenguk tante Adel.Seperti yang diceritakan papa kamu,orang tua mamamu tidak pernah merestui pernikahan papa dan mama kamu Ndon.Mereka bersedia membantu untuk membiayai semua operasi mama kamu dengan satu syarat.Papa dan mama kamu harus bercerai.Sebenarnya mama kamu tidak mau Ndon,dia tidak mau pisah sama om Addie dan kamu.Tapi papa kamu,walaupun di sisi lain dia juga tidak mau bercerai dengan mama kamu tapi dia juga tidak mau mama kamu lumpuh seumur hidup.Akhirnya dengan sangat terpaksa,papa kamu menerima persyaratan yang diajukan opa dan oma kamu,”kak JP berhenti sejenak.Aku tertegun mendengar cerita kak JP,kemudian kak Fay melanjutkan ceritanya.

“Ndon,papa kamu sayang sama kamu.Dia tidak bermaksud membohongi kamu.Mungkin dia pikir,belum saatnya kamu tahu yang sebenarnya tentang mama kamu.Dia nggak mau kehilangan kamu.Dia takut kalau kamu tahu yang sebenarnya,kamu bakalan nyari mama kamu terus kamu lebih memilih tinggal sama mama kamu Ndon,”

“Tapi kenapa mama nggak pernah sekalipun datang menjengukku kak?”aku memotong ucapan kak Fay.

“Ndon,sejak kepindahan kamu dan papa kamu dari Yogyakarta ke Surabaya,mereka tidak pernah berhubungan lagi.Papa kamu telah melaksanakan janjinya sama opa dan oma kalau dia tidak akan pernah menghubungi tante Adel lagi,”timpal kak JP.

“Kalian tahu banyak tentang mama dan papaku dari dulu.Kenapa baru ngasih tahu sekarang kak?”aku meminta penjelasan kak Fay dan kak JP.

“Ndon,waktu kita nguping pembicaraan oma dan tante Adel,kita ketahuan.Kita disuruh berjanji untuk tidak memberitahukan semua ini dulu sama kamu.Tante Adel takut,dia takut konsentrasi kamu untuk ikut lomba ini jadi buyar.Dia takut kamu marah,kecewa dan nggak mau tinggal lagi di rumahnya.Dia sangat sayang sama kamu Ndon.Kadang kak JP suka lihat mama kamu menangis sendirian sambil memeluk dan mencium baju yang dulu pernah kamu kasih ke dia.Kamu ingat kan?Baju yang pernah kamu pakai waktu pertama kali kamu datang ke rumah mamamu?”aku merenungi kata-kata kak JP.Ya,aku ingat.Baju yang waktu itu aku kasih tante Adel,waktu dia mau membelikanku baju baru,katanya sih bajuku itu buat contoh supaya tidak salah ukuran.

“Ndon,oma juga sangat sayang sama kamu.Dia menyesal sudah misahin papa sama mama kamu.Sekarang kamu mau kan maafin mereka?”kak JP dan kak Fay memandangku.Sejenak aku terdiam,mencerna kata-kata mereka.Aku tahu,tidak ada gunanya aku marah sama papa,mama dan oma.Semuanya sudah terjadi dan mungkin ini takdirku,inilah jalanku,dipertemukan dalam satu moment seperti ini.Ya,tidak ada gunanya aku marah marah lagi sama keluargaku.Akupun berlari meninggalkan kak Fay dan kak JP.

“Ndon.. mau kemana?Sudah dong.. jangan marah terus..”mereka berdua mengejarku yang kembali masuk ke dalam gedung.

“Ndon.. tungguiin!”kak Fay dan kak JP terus berlari mengejarku sampai akhirnya aku berhenti berlari.Sekarang jarak mereka sudah kembali dekat denganku.

“Ndon,sampai kapan kamu marah sama mereka?Kak JP mohon Ndon,maafin semuanya ya?”

“Siapa juga yang masih marah?Orang Brandon kebelet pipis.Hahahaha…”aku buru-buru masuk ke toilet.Kak Fay dan kak JP tampak bengong sambil ngos-ngosan.

“Brandooonnn.. !! Dasar jaiill.. Resee.. Nakaaallll.. Nyebeliiinn.. Kita sudah cape-cape ngejar juga,”teriakan kak Fay dan kak JP dari luar membuatku tertawa-tawa di dalam toilet.Hahahaha…

*MMI*



“Papa..”panggilku.Papa yang tampak sedang mengobrol bersama mama,oma serta yang lainnya menoleh ke arahku.

“Brandon!”papa menghampiriku dan memelukku erat.

“Maafin papa Ndon,papa sudah bohong sama kamu.Papa sudah bikin kamu kecewa.Maafin papa sayang,”bisiknya di telingaku.

“Brandon juga minta maaf pa,Brandon sudah bohongin papa juga.Maafin Brandon juga ya pa,”balasku sambil mencium pipi papa.

“Jadi kamu sudah maafin papa?”tanya papa menatapku lekat-lekat.

“Papa maafin Brandon kan?”sahutku.

“Papa dulu dong Ndon,kamu maafin papa nggak?”lanjutnya.

“Nggak mau,jawab dulu dong,Brandon dimaafin nggak?”aku tidak mau kalah membuat semua yang menatapku terlihat tidak sabar.

“Pokoknya papa dulu yang dimaafin sama kamu,”

“Aahh.. pokoknya Brandon dulu,”aku bersikeras.

“Hey Mas,Brandon.Maaf,durasi habis,”potong om Jun yang disambut oleh tawa dari semua yang ada di sekelilingku.

“Baiklah,papa sudah maafin kamu Ndon,”aku dan papa kembali berpelukan.

“Maafin Brandon juga sudah bohongin papa,”sambutku terharu.

“Mama..”aku berbalik menatap orang yang selama ini ingin aku jumpai.Sekarang dia benar-benar telah berada di hadapanku.

“Brandon,”lirihnya tak bisa menahan haru.Aku menghampirinya dan memeluk mamaku erat.

“Mama.. aku sayang sama mama,”aku mencium pipi mamaku.

“Brandon,maafin oma ya sayang.Oma menyesal,”oma ikut memelukku.Aku memandang oma lalu tersenyum padanya.Dia tampak menangis sambil menatapku dengan penuh perasaan bersalah.Aku segera menghapus air mata oma dengan jari-jari kecilku.

“Sudahlah oma,Brandon sudah maafin semuanya.Brandon sayang sama oma.Oma jangan nangis lagi ya,”oma kembali mememelukku dan tetap terisak di pundakku.

“Makasih sayang.Kamu memang cucu oma yang paling baik.Oma juga sayang banget sama kamu Ndon,”lirihnya.

“Inilah saat-saat yang sudah kalian tunggu-tunggu.Siapakah yang akan menjadi juara di kompetisi kita kali ini?Switch On Dance Crew atau BielBrand Kids Dancer?Hmm.. di tangan saya sudah ada satu buah amplop berisi nama pemenang yang telah ditentukan oleh dewan juri kita,”kak Gerry sudah berada di atas panggung dengan sebuah amplop tertutup di tangannya.Semua mata penonton yang hadir menatap ke arahnya dengan penuh rasa penasaran.Aku semakin deg-degan saat amplop itu perlahan-lahan mulai dibuka oleh kak Gerry.Tanganku semakin erat menggenggam tangan papa dan mamaku.Oma berdiri di belakang tanpa berhenti mengusap-usap pundakku.Kak Fay yang berada di dekatku tampaknya juga sedang was-was.Dia tak henti-hentinya tersenyum hambar ke arahku seolah sudah pasrah dengan keputusan para juri nanti.Ya,walaupun kita tidak juara,toh kita sudah sampai ke babak grandfinal.Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa bagiku dan kak Fay.Aku kembali teringat perjuangan aku dan kak Fay untuk datang ke Jakarta ini.Mengikuti lomba dengan modal nekat dan bersyukur karena kami ditolong oleh kak JP dan mamaku sendiri yang awalnya sama sekali tidak aku kenal.Sekarang,kami telah berdiri di sini,dikelilingi oleh orang-orang yang kami sayangi dan cintai sepenuh hati,menanti keputusan yang akan menentukan nasib kami ke depan.

“Dan selamat…”kak Gerry berhenti sejenak membuat semua yang hadir tidak berani membuka suara.Semua hening menantikan kelanjutan kata-kata kak Gerry.Aku menelan ludahku dan sepertinya jantungku semakin berdegup kencang.

“Jangan kemana-mana setelah yang satu ini… Eh… nggak ding.. hehehe.. Langsung saja Switch On Dance Crew !! Kalian berada di posisi Runner-Up dan kita sambut juara kita kali ini BielBrand.. Kids.. Dancerrr… !!!”

“Yeaahhh…”seluruh penonton bergemuruh meneriakan namaku dan kak Fay,BielBrand serta NaticNizer.Aku seakan tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan.Ini semua seperti mimpi bagiku.Papa merangkulku dan mengangkatku tinggi-tinggi.Kak Fay dan keluarganya tampak menangis bahagia.Kak Reny,kak JP,guru-guru dan teman-temanku ikut larut dalam kegembiraan.Hari ini semua orang yang aku sayangi terlihat begitu senang.Apalagi aku,aku bersyukur bisa bertemu mamaku.Aku tahu perjalananku masih panjang.Ini baru awal,ini baru satu dari sejuta impianku yang belum kuraih.Masih banyak yang aku inginkan,masih banyak yang harus aku perjuangkan.Hari ini satu mimpi telah kugenggam dan esok hari,aku harus mulai mengejar mimpi baru yang lebih menantang.Hmm.. untuk saat ini,mimpiku selanjutnya aku ingin mempersatukan papa dan mamaku seperti dulu.Membuat keluargaku menjadi keluarga yang utuh,lengkap dan bahagia.

Terimakasih kawan,terimakasih sahabat,terimakasih semuanya.Do’a kalian sangat berarti bagiku.

I LOVE YOU ALL..

Sampai jumpa di ceritaku yang lainnya.



BRANDONIZER… KOMPAK ABBEZZ…

SALAM UTBE ( UNITED TO BE EXCITED ) :-D





*SELESAI*









Sahabat ( Meraih Mimpi )



#Kawan,cobalah petikan bintang yang di sana

Agar diriku kan slalu semangat karna memandangi sinarnya

Hey kawan,nyanyikan sebuah lagu tentang kita

Tentang indahnya persahabatan yang kita jalani bersama



Reff: Harapan kita semoga kan tetap berpijar

Agar sinarnya mampu menerangi

Jalanku tuk meraih mimpi



Rintangan yang datang tak kan surutkan tekad kita

Tuk tetap bersama menggapai impian

Persahabatan.. Abadi slamanya…



OST.Novel Mencoba Meraih Impian

By: Chu-X




*MMI*