Sabtu, 14 Mei 2011

BRANDON IS BACK *part.9*

Hari minggu memang hari libur yang selalu ku tunggu.Hehehe... Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan sudah siap dengan pakaian olahragaku.Ya,di pagi yang cerah ini aku mau olahraga pagi dengan bersepeda ke taman yang ada di ujung kompleks sebelah.Wah.. sudah lama sekali aku tidak pernah olahraga dan hari ini aku berjanji akan rutin berolahraga setiap hari Minggu pagi.
"Tumben sudah bangun !! Memangnya kamu mau pergi kemana pagi-pagi sekali ??"tanya papa keheranan melihat aku sudah ngejogrok di meja makan dengan segelas susu di hadapanku.
"Brandon mau olahraga Pa !!!"sahutku bersemangat.
"Olahraga ?? Ngulet-ngulet di kasur maksudnya ?? Hahaha... "papa meledekku membuat aku memajukan bibirku.
"Papa nih... !! Anaknya rajin di ledekiinnn.. terus !!"aku merengut membuat papa terkekeh dan ikut duduk di kursi sebelahku.
"Lagian nggak biasanya kamu olahraga pagi !! Ohh... papa tahu, jangan-jangan anak papa ini sudah janjian sama kakak Fay yang cantik itu.Hehehe... !!"kata-kata papa membuat aku melongo.
"Wah.. papa sok tahu nih.. !! kayak papa sudah ketemu kak Fay aja,Brandon olahraga sendiri kok,nggak janjian sama kak Fay atau siapapun !!"cetusku.
"Iya juga nggak apa-apa kok.Hahaha..!!"papa semakin gencar meledekku membuat aku ingin cepat-cepat pergi dari sana.
"Seneng ngeledek Brandonn.... !!"aku beranjak dari kursiku dan berniat untuk meninggalkan papa.Tapi papaku malah menggamit lenganku membuat aku berhenti sejenak.
"Papa tahu,kamu jadi rajin olahraga supaya perut kamu yang mulai membesar ini bisa kempes lagi.Hahahaha... !!"papa mengusap-usap perutku sambil tak henti-hentinya tertawa.
"Memangnya Brandon hamil ?? Huuhh... udah ah pa,Brandon berangkat dulu!"aku mencium lengan papa.
"Ciyee... ada yang marah nih ??"papa mengacak-acak rambutku.
"Siapa yang marah ?? lihat tuh sudah mulai siang nih !!" jawabku sambil menunjuk jam dinding yang ada di atas pintu dapur.
"Ya sudah,ntar kakak kamu marah-marah gara-gara kamu telat !!"kata papa masih dengan senyum lebarnya.
"Kakak siapa sih ??"tanyaku sewot.
"Kakak Fay dong.. !! Hahaha... " Aaarrgghh... papa nih bikin aku keki saja.
"Biasa saja dong mukanya.Kok jadi merah gitu ??Hihihi... "papa belum mau berhenti meledekku.
"Ya.. ya.. ya.. terserah papa aja deh !! Udah ah pa, Brandon berangkat dulu"aku berlalu dari hadapan papa menuju garasi untuk mengambil sepedaku.Saat berlalu,aku masih sempat mendengar celotehan papa yang masih terus meledekku.
"Salamin buat kakak Fay ya... !! Ajak main ke sini biar lebih akrab gitu .. Hehehehe... !!"teriak papa dari dapur.
"Iya ... nanti aku suruh kak Fay sekalian bawa oleh-oleh lintah mainan buat papa"teriakku juga dari garasi.Huuhh.. siapa juga yang janjian sama kak Fay.
Aku segera meluncur dengan sepedaku menuju taman yang letaknya cukup jauh dari rumahku.Udara pagi yang segar membuat aku bersemangat mengayuh sepeda supaya bisa cepat sampai di tempat tujuan.
Kak Fay,akhir-akhir ini dia seperti berusaha menjauh dariku.Terakhir kali aku mengobrol dengannya yaitu ketika dia mengembalikan jaketku.Saat itu kak Fay masih berusaha membujukku untuk mengikuti lomba dance di Jakarta.Tapi aku tetap pada pendirianku.Aku takut sama papa,aku takut merusak kepercayaan papaku.Aku tidak bisa bebas lagi seperti dulu.Yahh.. memang sih,papa memberikan kebebasan sama aku untuk melakukan kegiatan di luar sekolah.Tapi,kegiatan itu harus benar-benar di bawah pengawasan papa sendiri dan harus di pastikan pula bahwa semua kegiatanku sama sekali tidak ada hubungannya dengan nge-dance.Aku bingung dengan sikap kak Fay akhir-akhir ini,setiap aku berpapasan dengannya di koridor kelas,dia pasti pura-pura tidak melihatku.Atau saat aku tegur di kantin,dia hanya menjawab sekedarnya dan kak Fay akan buru-buru pergi dari kantin dengan alasan mau ke toilet lah.. ada yang ketinggalan di kelas lah... ke perpustakaan, belum ngerjain PR.. Huufft.. kak Fay sudah berubah menjadi orang yang sangat menyebalkan.Tapi setelah aku pikir-pikir ternyata memang aku sendiri yang bodoh.Sudah tahu kak Fay nyebelin,kenapa aku masih mau ngedeketin dia.Huuhh... mungkin kemarin dia baik sama aku karena ada maunya.Setelah tahu aku tidak bisa membantunya,dia menjauhi aku.Ya sudahlah... mungkin kak Fay kecewa sekali sama keputusanku yang tetap menolak ajakannya untuk ikut lomba dance.Mungkin kak Fay kecewa karena harapannya terhadapku lenyap begitu saja oleh sikapku.Lagipula kenapa aku masih mau berteman dengan kak Fay ?? terus mencoba bersikap baik sama kak Fay ?? toh masih ada teman-teman sekelasku seperti Anna, Ziha, Andz, Adhie dan yang lainnya.Hmm....
Sesampainya di taman aku langsung memarkir sepeda biru hitamku.Ku titipkan kepada petugas parkir yang ada di sana.Setelah itu aku mulai berlari-lari kecil mengelilingi taman yang ukurannya sama dengan lapangan sepakbola.Aku mengikuti jalanan kecil di pinggir taman yang sengaja dibuat mengelilingi taman itu.Tanaman yang indah,pohon-pohon pinus yang subur,tertata rapi membuat udara sekitar terasa menyegarkan.Di tambah lagi dengan berbagai jenis bunga yang di tanam menghiasi taman itu membuat semua yang datang bisa betah berlama-lama di sana.Cukup banyak yang berolahraga di hari Minggu pagi ini.Adapula yang hanya sekedar duduk-duduk di bangku taman atau bercanda dengan teman-temannya di atas rumput yang tumbuh di tengah-tengah taman.Pedagang-pedagang kecilpun tidak mau ketinggalan memanfaatkan keramaian untuk mencari keuntungan.Huft... BT juga nggak ada teman yang bisa di ajak ngobrol sambil olahraga.
Baru berlari tiga perempat putaran,aku di kejutkan oleh sosok seseorang yang duduk di salah satu bangku taman.Hanya beberapa meter jaraknya dari tempat aku berdiri sekarang.Aku berlari menghampiri orang itu dan segera duduk di sampingnya.
"Kak Nayla ??"tegurku membuat orang yang ku sapa sedikit tersentak.
"Siapa ??"tanyanya sambil mengerutkan kening dengan wajah tampak menatap lurus ke depan walaupun aku tahu dia tidak dapat melihat apa yang ada di hadapannya.
"Aku Brandon , masih ingat kan ??"tanyaku.Terlihat kak Nayla tersenyum setelah mendengar namaku.
"Ingat donk.. !! apa kabar Ndon ??"tanya kak Nayla basa-basi.
"Baik kak,kakak sendiri bagaimana ?? kak Nayla sendirian ?? kenapa bisa ada di sini ??"aku mencecarnya dengan tiga pertanyaan sekaligus.
"Yahh.. kakak masih begini saja Ndon,kakak ke sini nggak sendirian kok,Kak Nayla bareng sama kak Fay !!"jawabnya lengkap.
"Kak Fay ?? Lha sekarang kak Fay nya di mana ?? kok ninggalin kakak sendirian ??"tanyaku lagi.
"Tuh.. kak Fay di tengah taman lagi di kerubungin orang-orang!!"katanya tanpa menunjuk.Walaupun kak Nayla tidak melihat tapi apa yang di katakannya memang benar.Di tengah-tengah taman tampak orang-orang sedang ramai berkerumun.
"Memangnya kak Fay lagi ngapain kak ??"aku mengerutkan keningku mencari-cari kak Fay.Tapi sosoknya tidak tampak oleh mataku karena terhalang oleh banyaknya orang-orang yang berkerumun.
"Kak Fay .. lagi ngamen Ndon !!"jawaban kak Nayla membuat aku terkejut bercampur heran.
"Apa kak ?? Ngamen ??"tanyaku kurang yakin dengan kata-kata yang kudengar dari bibir kak Nayla.Kak Nayla menghela nafas panjang membuat aku harus menunngu penjelasannya.
"Iya Ndon,dia ngamen demi kakak.Dia ingin sekali kak Nayla sembuh.Dia mau kakak menjalani operasi mata.Kak Nayla sudah mencoba melarang dia untuk ngamen karena kakak pikir semuanya akan sia-sia dan memakan waktu yang sangat lama untuk mengumpulkan uang buat operasi kak Nayla.Tapi kak Fay tetap bersikeras.Dia percaya dengan pepatah lama, 'sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit'. Yahh... kak Fay memang orangnya pantang menyerah.Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Dia tetap berjuang terus walaupun kakak menganggap apa yang dia lakuin itu semuanya percuma dan hanya akan membuang-buang waktunya saja"kata-kata kak Nayla seperti menyindirku.Aku yang menyerah begitu saja tidak mau berusaha untuk memperjuangkan apa yang aku inginkan.Aku yang langsung ciut hanya karena satu kali gertakan papa saja.Aku malu sama diriku sendiri dan kak Fay.Dia begitu gigih, begitu tulus dan sayang terhadap sahabatnya.Ah.. kenapa keraguan ini muncul kembali ?? Rasa ingin menolong kak Nayla mulai timbul lagi di benakku.Aku ingin membuktikan sama kak Fay kalau aku juga tidak akan mudah menyerah dan benar-benar ingin menolong kak Nayla.Keberanianku mulai timbul.Yahh... aku harus mencari jalan untuk bisa ikut lomba dance di Jakarta.Aku harus menolong kak Nayla.Aku harus membantu kak Fay untuk mewujudkan impian dia dan sahabatnya.Oke.. !! aku tahu setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan aku berharap jalan keluar itu bisa aku temukan secepatnya.
"Nay... !! hari ini aku dapat lumayan banyak nih .. !!"kak Fay berlari ke arah kami sambil menenteng mini compo dan karpet yang di gulungnya.Tubuhnya tampak basah di banjiri keringat.Dia terkejut saat melihatku duduk di samping kak Nayla.
"Brandonn .. ??"matanya melotot ke arahku.Aku mencoba mengajaknya tersenyum.Tapi dia tidak meresponnya,malah kak Fay langsung meminta kak Nayla beranjak dari bangkunya dan mengajaknya untuk segera pulang.
“Ayo Nay kita pulang !!”ajaknya tanpa memperdulikan aku.
“Tapi Fay… !! aku lagi ngobrol dulu sama Brandon !!”jawab kak Nayla yang masih enggan untuk meninggalkan bangkunya.
“Ngapain sih ngobrol sama dia ?? Sudahlah.. kita pulang yuuk.. sudah mulai siang nih.. !!”kak Fay memegang tangan kak Nayla.
“Tapi Fay… !!”kak Nayla masih berusaha menolak.
“Ayolah Nay… nggak penting ngobrol sama dia .. !!”jawaban kak Fay membuat kupingku panas.
“Kak Fay kenapa sih ??kok marah sama aku ??memangnya Brandon salah apa kak ??”aku berdiri sambil menatap kak Fay yang masih berusaha membujuk kak Nayla untuk segera pulang.
“Tanya saja sama diri kamu sendiri !!”jawabnya ketus.
“Ohh… kak Fay kecewa ya sama Brandon karena Brandon nggak bisa nolong kak Nayla gitu ?? kenapa sih kak ?? Dulu kak Fay ingin mengenalku lebih dekat tapi… “aku menghentikan ucapanku karena dengan cepat kak Fay sudah memotong perkataanku.
“Aku sudah mengenalmu dan ternyata kamu cemen !!”cetusnya membuat hatiku mulai panas juga.
“Ohh… jadi kak Fay kalau ngedeketin orang ada maunya gitu ??kak Fay boleh saja kecewa sama aku tapi sikap kakak seharusnya tidak seperti itu sama aku !!”aku menatap tajam ke arah kak Fay.
“Terserah aku !! Ayo Nay.. cape aku ngeladenin dia !!”kak Fay mulai memaksa kak Nayla beranjak dari bangkunya.
“Aku juga sebenarnya ingin menolong kak Nayla.Tapi aku nggak tahu caranya kak !!”aku mencoba untuk tetap bersikap tenang menghadapi kak Fay.
“Jangan banyak ngomong deh.. !! toh aku juga nggak maksa kamu buat nolong kak Nayla,”suara kak Fay masih galak.
“Hey… sudah .. sudah… kok jadi pada berantem sih ?? nggak malu apa ??”kak Nayla mencoba melerai kami.
“Maaf Ndon,kak Nayla pulang duluan ya.. !!”kak Nayla mulai menuruti kak Fay,mungkin untuk menghindari supaya pertengkaranku dengan kak Fay tidak berlanjut.
“Kak Fay tunggu .. !!”kak Fay yang sudah berjalan sambil manuntun kak Nayla berhenti dan membalikkan badannya,kemudian matanya menatap tajam ke arahku.
“Ada apa lagi ??”tanyanya sewot.
“Aku tantang kak Fay buat battle.. Berani nggak??” tantangku membuat kak Fay kembali mendekat ke arahku dan mendudukan kak Nayla di bangku tadi.Kak Fay menghampiriku.Wajahnya di dekatkan ke wajahku.Kini muka kami hanya berjarak beberapa senti saja.Mataku dan mata kak Fay saling menatap tajam.
“Siapa takut !!”jawabnya.
Kak Fay menggelar karpet yang di bawanya.Kemudian menyalakan mini componya dan dari sana terdengar lagu hip-hop yang judulnya Let Me C It miliknya Get Cool (enak banget nih lagu.. BNZ silahkan donlot lagunya .. !! :D ) hehehe…
Aku dan kak Fay mulai beraksi.Ku keluarkan gerakan-gerakan dance ku bergiliran dengan kak Fay.Ternyata aksi kami mengundang perhatian orang-orang yang ada di taman.Mereka mulai berkerumun mengelilingi kami dan bertepuk tangan untuk memberikan dukungan.Aku dan kak Fay semakin bersemangat untuk nge dance karena orang-orang yang berkerumun begitu ramai berteriak-teriak memberikan support untukku maupun kak Fay.Sampai akhirnya aku dan kak Fay mulai kelelahan.Kami berhenti menari sampai lagu kedua yaitu lagu Best Best miliknya Missy Elliot selesai di putar.Kak Fay mematikan componya dan tepuk tangan yang sangat meriah terdengar di sekeliling kami yang sesekali diselingi dengan suara suitan dari beberapa orang yang melihat.Kak Fay mengambil topinya dan memunguti uang dari penonton.Setelah terkumpul semua,kak Fay mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah memberikan uangnya.Satu persatu merekapun membubarkan diri dengan wajah puas.
“Waahhh.. kita dapat banyak Ndonn.. !!”kak Fay melihat tumpukan uang yang ada di topinya.Senyumnya yang ceria membuat aku tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalaku.
“Kok jadi ikutan ngamen sih ??”bathinku sambil tersenyum geli.
“Kak Fay.. aku… “aku mengambil nafas sejenak.Kak Fay menatapku,menunggu kelanjutannya.
“Aku mau menolong kak Nayla.Aku mau ikut lomba dance di Jakarta bareng kak Fay .. !!”sahutku mantap.
“Bener Ndon ??”tanyanya ragu.Aku mengangguk untuk meyakinkannya dan itu membuat kak Fay spontan memelukku erat.
“Makasih Ndonn… !! makasih banget ya.. maafin kak Fay,”ucapnya tanpa melepaskan pelukannya.Kak Fay tidak perduli dengan keringat yang melekat di tubuhku dan tubuhnya.
Untung saja kak Nayla tidak tahu kalau kami sedang berpelukan.Wahh… kalau dia sampai tahu,malu sekali aku.Hehehe…
“Iya kak.. !! nanti kita sama-sama pikirkan gimana caranya supaya aku bisa latihan nge-dance dan bisa pergi ke Jakarta tanpa sepengetahuan papa!!”kak Fay melepaskan pelukannya dan mengangguk ke arahku dengan senyum sumringah di wajahnya.
“Tentu Ndon,kita pasti menemukan jalan keluarnya !!”sahutnya yakin.
***
Setelah mengantarkan kak Nayla pulang,aku dan kak Fay bersepeda menuju rumah masing-masing.Seperti hari sebelumnya,rute jalan yang kami lewati adalah kompleks perumahanku.Aku dan kak Fay berhenti sejenak di depan gerbang rumahku yang terbuka.Di sana ada papa yang sedang mencuci mobilnya.
“Kak Fay mampir dulu yuukk.. !!”ajakku.
“Kayaknya kakak langsung pulang saja deh Ndon,kak Fay sudah lapar banget nih.. !!”kak Fay menolak ajakanku.
“Kan kita bisa sarapan bareng sama papaku.Gimana ??”tawarku lagi.
“Nggak ah… malu aku,baju kakak kotor banget nih gara-gara keringetan.Lain kali saja ya !! Salam saja buat papa kamu,bilang sama papa kamu,maaf belum bisa mampir !!” kak Fay bersiap-siap mengayuh sepedanya.
“Yo wes lah… hati-hati ya kak !!”kataku tak bisa menahan lagi kemauan kak Fay untuk segera pulang.
“Makasih Ndonn !! Inget ya… pokoknya kamu harus ikut lomba itu” kak Fay kembali memperingatkanku.Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya.
“Ya sudah… kak Fay pulang dulu ya.. !! sampai ketemu lagi di sekolah !!”katanya sambil berlalu dari hadapanku.Setelah kak Fay dan sepedanya telah jauh,aku masuk ke halaman rumahku dan di sana papa yang telah selesai mencuci mobilnya senyam-senyum menyambutku.
“Kok nggak di ajak masuk sih Ndon ??”tanya papa ketika aku sudah sampai di hadapan papa dan mencium tangannya tanpa turun dari sepedaku.
“Malu katanya,bajunya kotor.Salamnya saja buat papa !!”sahutku malas.Papa hanya tertawa kecil mendengar jawabanku.
“Katanya nggak janjian ??kok bareng-bareng ??”papa mulai menggodaku.
“Tadi waktu lari pagi kebetulan ketemu di sana pa.Rumahnya kan satu arah sama rumah Brandon,ya udah pulangnya bareng-bareng deh .. !!”jawabku mulai merasakan gelagat tidak menyenangkan dengan sikap papa.
“Kok bisa kebetulan ya ?? Wahh… !!”papa mulai gencar melancarkan serangannya.
“Mulai lagi deh… !!”sahutku sambil berlalu meninggalkan papa untuk menaruh sepedaku di garasi.
“Ngambek nih yee… !!”teriak papa membuat aku hampir menabrak tembok garasi.Huuhh… Rese… !!!.
Hari itu papa tidak henti-hentinya menggodaku.Aku benar-benar BT di buatnya.Nggak di meja makan,di ruang tamu,di kamarku,di ruang tengah,di dapur.Hufft… bikin gondok aja nih papa.Dan puncaknya ketika aku telah selesai makan malam.Aku kira papa sudah bosan meledekku,tapi ternyata kegiatan itu terus berlanjut.
Saat telepon rumah yang ada di ruang tengah berdering,papa segera mengangkatnya.Aku yang sedang menonton TV di ruangan yang sama bisa dengan jelas mendengar percakapan papa di telepon.
“Hallo… malam juga… iya benar… ada tuh lagi nonton TV… ini siapa ?? ohh… kamu Fay … !!”mendengar nama kak Fay di sebut membuat aku menatap ke arah papa.Begitupun papa,dia menatapku juga.
“Wahh.. pasti papa mau ngerjain aku nih .. !!”pikirku tak yakin kalau yang menelpon itu benar-benar kak Fay.Soalnya seingatku,aku nggak pernah ngasih nomor telepon rumahku ke kak Fay.Ku dengar papa melanjutkan obrolannya.
“Bentar ya Fay… sebelum ngomong sama Brandon,om mau nanya dulu… boleh nggak ?? … mmh.. Brandon nakal nggak di sekolah ?? … oh… jail ya ?? … hahaha… iya… iya… di rumah juga begitu… sering ngerjain om… wah masa sih Fay ?? … nggak apa-apa… sering-sering saja ngerjain Brandon… hahaha…. Oh iya Fay, mau tahu nggak cerita Brandon waktu kecil ??”kata-kata papa membuat aku segera meloncat dari sofa.
“Bahaya nih kalau sampai papa nyeritain kekonyolan-kekonyolanku waktu kecil,bisa habis aku di ledekkin sama kak Fay di sekolah !!”bathinku sambil mendekati papa dan merebut gagang telepon yang masih menempel di kupingnya.
“Hallo… kak Fay … ?? Ono opo yo .. ??”aku langsung berbicara di telepon.Tapi yang terdengar dari speaker telepon cuma bunyi tuut… tuutt.. tuutt.. tanda sibuk dari operator jaringan.Benar dugaanku,ternyata papa sudah ngerjain aku.
“Arrrgghhhh…. Papa resseeeee….. !!!”teriakku membuat papa yang sudah kabur ke kamarnya tertawa terbahak-bahak sampai kedengaran ke seluruh penjuru kompleks.
“Buahahahahahahaha………. !!!” :D
***

BRANDON BINGUNG KAK FAY *part.8*

Setelah bel pulang yang dari tadi tidak sabar ku tunggu berbunyi,aku langsung menuju parkiran sekolah.Di sana ternyata Kak Fay sudah standby menungguku.Dia tampak sendirian tanpa ditemani sahabat-sahabatnya.Tanpa banyak bicara,kami langsung mengambil sepeda masing-masing.
"Ayo Ndon,ikutin kak Fay ya .. !!"Kak Fay mengayuh sepedanya dan aku membuntuti dia di belakangnya.Aku mempercepat laju sepedaku dan mensejajarkannya dengan sepeda kak Fay.
"Kita mau kemana sih kak ??"tanyaku saat sepeda kami berdampingan.
"Sudah ikutin saja,nanti kamu juga tahu"kak Fay menjawab tanpa melihat ke arahku.Pandangannya masih lurus ke depan menatap jalan.
"Jauh ndak kak ?? Soalnya aku ndak bisa lama-lama !!"sahutku masih mengimbangi kecepatan sepedanya.
"Kenapa sih kamu kalau pulang sekolah bilangnya ndak bisa lama-lama melulu ??"kak Fay melirikku sejenak.
"Papaku bisa curiga sama aku kalau aku pulang telat !!"terangku membuat kak Fay mengerutkan kening.
"Curiga kenapa ??"tanyanya tak mengerti dengan jawabanku.
"Aduh Kak.. ceritanya panjang,aku ndak bisa cerita sekarang !!"jawabku sambil melambatkan kecepatan sepeda biru hitamku karena kami mulai memasuki gang yang sempit dan tak cukup untuk di lalui dua sepeda sekaligus.
Di sepanjang gang yang sempit kami hanya terdiam.Aku terus mengikuti kemana sepeda kak Fay melaju.Kami mulai memasuki kompleks perumahanku dan benar saja,aku melewati jalanan depan rumahku sendiri.Aku melirik ke dalam halaman rumahku takut kalau-kalau ada papa di sana.Fiuhh... aman... tidak tampak ada papa di halaman itu.Takut kalau tiba-tiba papa muncul,akupun mempercepat laju sepedaku mendahului kak Fay.
"Hey... tungguin donk.. !! Memangnya kamu tahu kita mau kemana ??"teriak kak Fay sambil berusaha menyusulku dengan mempercepat laju sepedanya juga.
Setelah jarak rumahku sudah lumayan jauh,aku melambatkan kecepatan sepedaku supaya kak Fay dapat mengejarku.Kami berdua sampai ngos-ngosan karena aksi tadi.
"Hosh.. hosh.. hosh.. kamu ini.. memangnya mau balapan apa ??"tanyanya setelah sepeda kami berjalan berdampingan lagi.Aku hanya tertawa melihat keringat kak Fay yang muncul di kening kak Fay.Dari pelipisnya juga mengalir keringat sampai ke pipi dan dagunya.
Lima menit kemudian kami telah masuk ke halaman sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari sekolah TK aku dulu.Wah... aku jadi teringat masa-masa dimana ketika itu aku masih duduk di bangku kelas nol kecil.Hehehe... Ada hal yang paling lucu waktu aku TK yang sampai sekarang masih aku ingat.Aku pernah disuruh guruku menggambar buah-buahan dan mewarnainya dengan pensil warna.Saat itu aku kesal sama teman-temanku karena mereka tidak mau meminjamkan pensil warnanya.Soalnya pensil warnaku ketinggalan di mobil papa pas papa mengantarkan aku berangkat sekolah.Huuhh.. akhirnya aku cuma menggambar buah apel tanpa ada warnanya alias putih polos.Satu lagi gambar pisang dengan warna cokelat.Itupun pensil warnanya aku ambil secara diam-diam dari salah satu temanku.Tadinya mau ngambil yang warna kuning,eh.. malah dapatnya yang cokelat.Terpaksa gambar pisang itu aku warnai dengan warna cokelat.Walhasil,ibu guru TK ku menegurku.
"Brandon.. !! kenapa gambar kamu warnanya kacau begini ?? ini buah apel nggak di warnain,putih polos begini.Terus buah pisang juga warnanya bukan kuning atau hijau,malah cokelat. Gimana sih kamu ??"tegurnya membuat aku harus memutar otak untuk menjawab ocehan guruku.
"Ah ibu.. Brandon sengaja ndak kasih warna.Buah apelnya kan sudah Brandon kupas,jadi warnanya putih Bu.Terus pisang itu pisang kukus,warna kulitnya jadi cokelat deh Bu.Hehehe..”jawabanku membuat Bu Guru TK ku geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Heyy... udah gila ya ?? senyam-senyum sendirian !!"kak Fay menepuk bahuku membuat aku melonjak kaget saat kami telah memarkir sepeda masing-masing di sudut halaman rumah itu.
"Huuh... kak Fay ngagetin aja nih !!"gerutuku membuat kak Fay tertawa geli melihat wajahku yang pucat karena terkejut.
"Lagian dari tadi di ajakin masuk malah bengong !! Ayo.. ini rumah teman kak Fay !!"kak Fay mengajakku dan kami berjalan memasuki teras rumahnya,mendekati pintu masuk.Kak Fay mengetuk pintu beberapa kali.Aku diam mematung memperhatikan kak Fay yang sudah dua kali mengetuk pintu rumah.Lalu terdengar suara dari dalam rumah.
"Siapa ??"tanya seseorang seperti suara seorang anak perempuan.
"Ini aku.. Fay .. !!"jawab kak Fay.
"Masuk saja Fay !! Nggak di kunci kok !!"kata suara anak perempuan itu lagi dari dalam rumah.Kak Fay membuka pintu dan masuk ke ruang tamu di ikuti oleh aku di belakangnya.Seorang anak perempuan duduk di kursi tamu tanpa memandang ke arah kami.Kak Fay langsung duduk di samping temannya sedangkan aku duduk di kursi yang lain.
"Itu siapa Fay ?? Ratih ? Eulli ? Yanti ?"katanya mengabsen teman-teman dekatnya kak Fay.
"Bukan mereka Nay,dia itu teman baruku.Namanya Brandon De Angelo !!"kak Fay menjawab ocehan temannya dan aku hanya diam tak mengerti.Masa aku di kira perempuan .. ?? hahaha...
"Brandon,kenalin,ini temanku Nayla !!"kak Fay membantu menyodorkan tangan temannya dan dari situ aku tahu ternyata dia seorang tuna netra.
"Brandon !!"sahutku menyambut uluran tangannya.
"Nayla !!"katanya sambil tersenyum.Tapi senyumannya itu lebih mengekspresikan sebagai tanda kurang suka dengan keberadaanku di rumahnya.
"Kenapa kamu ngajak dia ke sini ??"tanya kak Nayla ke kak Fay dengan suara yang di buat sepelan mungkin.Tapi tetap saja aku bisa mendengarnya.
"Aku butuh dia Nay,aku menaruh harapan besar sama dia,buat kamu !! Biar kita bisa bersama lagi kayak dulu.Kamu harus sembuh Nay !! Teman-teman sekelas kangen sama kamu !!"lagi-lagi kak Fay membuat otakku bingung.Harapan apa ?? Apa yang bisa aku lakukan untuk teman kak Fay ?? Aku bukan dokter,papaku juga musisi.Huuhh...
Kak Nayla hanya terdiam mendengar jawaban kak Fay.Kak Fay beranjak dari kursinya dan pergi ke dapur mengambil minuman seolah-olah ini rumahnya sendiri.Aku dan kak Nayla larut dalam keheningan.Ingin rasanya aku bertanya lebih jauh tentang keadaan kak Nayla,tapi aku pikir itu akan terasa sangat tidak sopan.Jadi aku urungkan niatku untuk bertanya lebih jauh lagi.
"Kamu teman sekelasnya Fay ??"tanyanya memecah kebisuan.
"Bukan kak,aku kelas 4,adik kelasnya !!"jawabku membuat kak Nayla manggut-manggut.
"Seharusnya kakak sekarang duduk di kelas 5,tapi kecelakaan ini membuat kakak tidak bisa melanjutkan sekolah"ucapnya lirih membuat hatiku terenyuh melihat kak Nayla yang menunduk sedih.
"Kak,setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan,kakak jangan berkecil hati ya!"aku berusaha menghiburnya dan dia memperlihatkan sesungging senyumannya yang hambar.
Kak Fay datang membawa nampan berisi tiga gelas minuman dingin.Kak Nayla mempersilahkan aku untuk minum.Aku mengambil gelas berisi minuman dingin itu dan meminumnya sampai habis setengah gelas.Tanpa ku minta,kak Fay mulai bercerita tentang peristiwa yang menyebabkan keadaan kak Nayla seperti sekarang ini.
Setahun lalu,tepatnya pas selesai UTS kelas 4.Seperti biasa,kak Fay dan teman-temannya termasuk kak Nayla pulang sekolah dengan bersepeda.Tak tersirat sedikitpun firasat kalau hari itu kak Nayla akan mengalami suatu kejadian buruk yang akan merubah hidupnya.Mereka pulang seperti hari-hari sebelumnya,saling balapan sepeda,bercanda serta tertawa bersama.Sampai akhirnya,kak Nayla yang berjalan paling depan harus merelakan sepedanya di hantam oleh sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi ketika kak Nayla hendak keluar dari gang menuju jalanan yang lebih lebar.Sepeda motor itu menabrak ban depan sepeda kak Nayla dan kak Nayla sendiri terjatuh dari sepedanya dengan posisi terduduk.Awalnya kak Fay dan teman-temannya merasa sedikit lega karena kak Nayla kelihatannya tidak mengalami luka sedikitpun,hanya sepedanya yang penyok.Tapi kelegaan itu berubah menjadi kesedihan yang sangat mendalam bagi semuanya.Kak Nayla berteriak-teriak tak karuan sambil tangannya seperti orang yang sedang meraba-raba mencari sesuatu.Kak Nayla seperti berada di ruangan yang gelap.Dia tak bisa melihat.Kak Nayla menangis meratapi nasib kedua matanya.Hari itu dunianya telah berubah menjadi gelap dan sampai sekarang kak Nayla belum bisa melihat lagi.Yah.. kak Nayla sudah menjadi korban tabrak lari oleh orang yang tak dikenal dan tidak bertanggung jawab itu.Aku tak bisa membayangkan seandainya aku berada di posisi kak Nayla.Apa aku masih sanggup menjalani kehidupanku ?? Apa aku kuat ?? Ah kak Nayla.. untungnya dia tetap sabar menerima cobaan ini.Dia yakin dia pasti sembuh dan bisa melihat kembali indahnya dunia ini.Dia ingin keluar dari kegelapan yang sudah setahun mengekangnya.Aku ingin sekali menolong kak Nayla,aku ingin mewujudkan harapannya.Tapi,apa yang bisa aku perbuat untuknya ?? Ya Tuhan, semoga ada jalan untuk kak Nayla supaya dia bisa kembali seperti dulu.
***

Di perjalanan pulang,langit sudah gelap.Titik-titik air hujan mulai turun dan sedetik kemudian hujan menjadi sangat deras.Kami tidak sempat melindungi tubuh kami dari siraman air hujan yang tiba-tiba turun dengan derasnya.Aku dan kak Fay berteduh di sebuah warung yang sudah tutup.Di sana kami berdua mematung,larut dalam pikiran masing-masing sambil mengamati hujan yang tak kunjung mereda.Pikiranku masih di selimuti oleh bayangan kak Nayla dan kondisinya.
"Kak !!" - "Ndonn !!" di saat bersamaan suara kami keluar memecah kebisuan membuat aku dan kak Fay sama-sama kembali terdiam.
"Ya sudah kamu duluan !!"kata kak Fay akhirnya.
"Kak,maksud kakak apa mengenalkanku sama kak Nayla?Terus apa maksud ucapan kakak tentang harapan.Memangnya apa yang sebenarnya kak Fay harapkan dari aku ??"tanyaku yang mulai kedinginan karena baju seragamku sudah basah dengan air hujan.Aku lihat kak Fay juga mulai menggigil kedinginan.Dia menyatukan kedua tangannya di dada.Sesekali menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.Kubuka tas ranselku.Hmm... syukurlah.. airnya tidak sampai tembus ke dalam.Tas ranselku memang anti air jadi semua buku dan peralatan yang ada di dalamnya tetap kering dan tidak tersentuh oleh air.Ku ambil jaket hitamku dari dalam sana.
"Pakai ini kak,biar ngurangin dingin !!"sahutku sambil menyodorkan jaketku ke hadapan kak Fay.
"Kamu sendiri ??"tanyanya sambil menatapku.
"Aku ndak begitu dingin kok kak,tuh coba lihat bibir kak Fay mulai kelihatan pucat !!"jawabku.
Kak Fay menerima jaketku kemudian memakainya.Tampak jelas sekali dia begitu kedinginan.Walaupun agak kekecilan tapi muat juga dan itu membuat keadaan kak Fay jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Makasih !!"sahutnya sambil melemparkan senyumnya ke arahku.Aku mengangguk dan membalas senyumannya.
"Ndon,sebelumnya kak Fay minta maaf sama kamu karena kak Fay sudah ngelibatin kamu dalam masalah kakak dan teman kakak.Sebenarnya,kak Fay sudah merencanakan sesuatu untuk menyembuhkan mata Nayla.Kamu tahu ?? Dia butuh biaya yang sangat besar untuk operasi matanya.Kak Fay tahu,orang tua Nayla nggak mungkin punya uang sebanyak itu Ndon !! Kak Fay ingin sekali Nayla sembuh.Kakak ingin dia bisa seperti dulu lagi.Hati kakak akan sangat sakit jika seumur hidupnya dia tidak bisa melihat lagi"kak Fay berhenti sejenak.Suaranya yang parau berbaur dengan suara derasnya air hujan Aku tidak tahu apakah Kak Fay menangis atau tidak.Tak bisa ku bedakan karena wajah dan rambutnya telah lebih dahulu basah kuyup oleh air hujan.Kak Fay menarik nafas dalam-dalam lalu melanjutkan kata-katanya.
"Ndon,kak Fay punya kakak,dia tinggal di Jakarta.Kakak dengar di sana setiap dua tahun sekali selalu di adakan lomba dance tingkat nasional.Kegiatan ini baru satu kali di gelar,yaitu dua tahun lalu.Dan kata kakakku yang sempat menonton lomba itu bilang,lomba tersebut ternyata mampu mencuri perhatian banyak orang karena pesertanya di ikuti oleh penari dari seluruh daerah.Makanya lomba ini dijadikan acara rutin yang akan selalu di gelar setiap dua tahun sekali.Hadiahnya sangat besar,puluhan juta rupiah Ndon !!Kak Fay ingin sekali ikut lomba itu supaya kakak bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi Nayla"aku ingin memotong ucapannya,tapi kata-kata kak Fay yang penuh dengan luapan emosi itu membuat aku terdiam,menunggu dia kembali melanjutkan perkataannya.
"Ndon,kakak sangat berharap sama kamu,kamu mau ikut lomba itu.Dance kamu sangat bagus dan kak Fay yakin,kita berdua pasti bisa memenangkan lomba itu.Ya,setidaknya kita bisa masuk tiga besar.Kakak harap, kamu mau bantuin kak Fay,demi Nayla !!"Kak Fay menatapku,menunggu jawaban dariku.
"Jakarta ?? tingkat nasional ?? yang benar saja kak.Apa mungkin kita bisa menang ?? Berapa ribu orang yang akan ikut lomba itu ?? Di luar sana banyak yang lebih hebat dari kita.Rasanya ndak mungkin kak !! Lagipula aku ndak bisa ikut lomba itu"jawabku sambil menunduk sedih saat aku teringat papaku yang tak pernah mengizinkan aku nge-dance.Apa jadinya kalau aku minta izin sama papa buat ikut lomba dance ?? Jangankan ikut lomba,melihat aku nge-dance di kamar saja,papa langsung memarahiku.Huuhh...
"Kenapa Ndon ?? Kamu nggak mau bantuin kakak ?? Demi kak Nayla Ndon,kakak mohon sama kamu.Kamu mau ya ??"kata-kata kak Fay penuh harap.
"Memangnya kak Fay ndak bisa sendiri ??"tanyaku.
"Lomba ini bukan untuk solo dance,tapi bisa duo ataupun group dan kita pasti bisa menjadi partner yang baik.Kamu mau kan ??"kak Fay kembali bertanya lagi.
"Mustahil kak,kakak tahu,kenapa setiap pulang sekolah aku aku bilang ndak bisa lama-lama dan takut di marahin papa ?? Itu semua gara-gara dance !! Papaku ndak pernah ngizinin aku nge-dance !!"jawabanku membuat kak Fay mengerutkan keningnya.
"Lho.. memangnya kenapa ??"lagi-lagi pertanyaan itu.Pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu jawabannya.
"Entahlah kak,aku juga bingung kenapa papa ndak suka aku nge-dance.Aku juga sudah bosan bertanya sama papaku kenapa dia begitu kesal melihat aku nge-dance !!"aku menunduk lemah menatap titik-titik hujan yang jatuh di dekat kakiku.
"Ya sudah,nanti kak Fay bantuin kamu buat ngomong sama papa kamu supaya kamu di kasih izin buat.... "
"Jangan kak !!"aku memotong ucapannya.
"Kalau kak Fay ngomong sama papa,itu sama saja kak Fay ngejerumusin aku ke dalam masalah besar.Kakak harus tahu,aku di pindahin sekolah sama papa itu gara-garanya di sekolah aku yang dulu aku sering nge-dance sama teman-temanku tanpa sepengetahuan papa.Setiap aku telat pulang dari sekolah,aku terpaksa bohongin papa.Sampai akhirnya papa tahu,dia marah sama aku dan akibatnya aku di pindahkan ke sekolah kita sekarang !!"kata-kataku beradu dengan suara tetesan air hujan yang mulai mereda.
"Kita bisa latihan di sekolah Ndon !!"kak Fay terus mencoba membujukku.
"Sekolah ??"aku tertawa kecil.
"Kenapa kamu tertawa ?? di sekolah kita bisa latihan tanpa sepengetahuan papa kamu dan kamu juga nggak bakalan pulang telat.Untuk masalah izin papa kamu biar nanti kita pikirkan jalan keluarnya !! ucapnya sambil tersenyum meyakinkanku.
"Tanpa sepengetahuan kepala sekolah juga ?? Bisa ??"tanyaku sambil memandang kak Fay.
"Maksud kamu ??"tanyanya tak mengerti.
"Kak Fay... kak Fay... !!"aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
"Bapak kepala sekolah kita itu ternyata sahabatnya papaku tersayang !! Ngerti ?? papa sudah ngasih amanat sama dia,kalau sampai dia melihat aku nge-dance di sekolah,pak Kepsek harus melapor sama papaku.Kak Fay tahu ?? kemarin aku menolak tantangan kak Fay untuk battle karena sebelumnya aku sudah di peringatkan sama pak Kepsek.Dia bakalan ngelaporin aku kalau sampai dia melihatku nge-dance lagi.Sebelumnya dia memberikan toleransi atas penampilanku di lomba antar kelas!!"aku terdiam sejenak.
"Masih ada jalan lain ??"lanjutku dan pertanyaanku itu membuat kak Fay menunduk sedih.Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Sudahlah kak,lebih baik kak Fay cari orang lain saja.Masih banyak kok yang jago nge-dance di lingkungan kita ini.Apa perlu aku carikan ??"tawarku.Aku berniat mengenalkan kak Fay sama John dan Brian,teman dance ku di sekolahanku yang dulu.
"Nggak Ndon,kakak hanya percaya sama kamu.Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.Kak Fay yakin itu.Dan kita pasti bisa ngatasin masalah kamu dengan papa kamu itu.Kamu harus berani Ndon,kamu harus berani memperjuangkan apa yang kamu inginkan selama keinginan itu tidak bertentangan dengan kebaikan.Bantuin kak Fay untuk menolong kak Nayla.Kamu harus mau Ndon.. kamu harus mau.. !!"kak Fay memegang kedua pundakku dan mengguncang-guncang tubuhku.
"Kamu harus janji sama kakak,kamu bakalan nolongin kak Fay demi Nayla.Ayo Ndonn.. bilang 'iya'.Kak Fay mohon Ndonn.. !!"kata-kata kak Fay yang penuh harap membuat aku hanya menunduk dan menggeleng lemah.
"Maaf kak.. sebenarnya aku juga ingin sekali menolong kak Nayla.Tapi aku juga bingung kak.Aku nggak tahu gimana caranya.Aku sudah banyak membohongi papa.Masa aku harus kembali berbohong lagi?? kalau sampai ketahuan,bisa-bisa papaku nggak bakalan percaya lagi sama aku!!"mataku dan mata kak Fay saling bertatapan.Aku lihat di sudut matanya mengalir air bening dan aku yakin itu air mata Kak Fay.Aku memalingkan wajahku untuk menghindari wajah sendunya.Kak Fay melepaskan pegangan tangannya dari pundakku dan segera menghapus air mata yang mulai mengalir di pipinya.
"Maafin aku Ndon,aku terlalu banyak bermimpi.Benar kata kamu,seandainya kita ikut lomba itu,toh kita juga belum tentu menang!!"kak Fay berjalan meninggalkanku yang masih mematung.Perkataan terakhirnya tadi seolah-olah menyindirku.Menyerah sebelum berperang.Ah.. Kak Fay... aku jadi semakin bingung.Aku sebenarnya juga ingin sekali ikut lomba itu,tapi di sisi lain aku juga takut dengan reaksi papa kalau sampai papaku tahu.
Kak Fay sudah siap dengan sepedanya.Hujan sudah reda dan akupun segera menuju sepedaku.Di perjalanan pulang kami larut dalam keheningan,larut dalam pikiran masing-masing.Beberapa kali aku memanggil kak Fay yang berjalan di depanku.Tetapi dia tidak merespon,dia tetap diam dan mengacuhkanku.Sepertinya dia kecewa sama aku.Dia kecewa karena harapannya telah sirna.Aku yang di harapkan bisa menolongnya ternyata hanya menjadi harapan kosong baginya.Akhirnya aku beranikan diri untuk menyusulnya saat jarak sepeda kami sudah dekat dengan rumahku.Kini sepedaku sejajar dengan sepeda kak Fay.
"Kak,rumahku sudah dekat,Kak Fay mau mampir ??"tanyaku dengan suara yang sengaja aku buat sedikit kencang.
"Aku langsung pulang saja Ndon,udah sore banget !! Ngomongnya jangan teriak-teriak gitu dong.. !! memangnya kak Fay budek ??"sewotnya.
"Maaf kak,habisnya dari tadi aku panggil-panggil ndak mau nengok !"jawabku.
Aku berhenti di depan gerbang rumahku dan kak Fay ikut menghentikan laju sepedanya.Ku lihat kak Fay hendak membuka jaketku yang masih dipakainya tapi aku segera mencegahnya.
"Pakai saja dulu kak,besok kan masih bisa di balikin di sekolah.Lagian udaranya masih dingin,takutnya kak Fay masuk angin !!"jawabanku membuat kak Fay mengurungkan niatnya untuk membuka jaketku yang masih melekat di tubuhnya.
"Makasih Ndon,ya sudah.. kakak pulang dulu ya.. !!"tanpa menengok ke arahku lagi,kak Fay berlalu meninggalkan aku yang masih menatap kepergiannya.Setelah kak Fay dan sepedanya menghilang di tikungan jalan,aku segera masuk ke halaman rumahku.Waahh.. baru hari Senin bajuku sudah kotor begini.Mudah-mudahan saja papa ndak marah.Hehehe.. :D
***

Walaupun sudah waktunya terlelap,tetap saja aku tidak bisa segera memejamkan mataku.Kejadian tadi membuat aku benar-benar bingung dibuatnya.Hatiku ragu antara ingin menolong kak Nayla dan juga takut akan peringatan papa.Apa aku harus kembali nekat membohongi papa lagi ??Aahh.. kak Fay.. !! kenapa sih kakak ngelibatin aku ke dalam masalah ini ?? Seharusnya aku tidak perlu tahu dengan keadaan kak Nayla.Seharusnya aku menolak ajakan kak Fay untuk pergi ke rumah kak Nayla.
"Branndoonn.. !!! kenapa sih kamu mau saja di ajak sama kak Fay,orang yang baru kamu kenal ??"gerutuku pada diriku sendiri.Pikiran galauku ternyata mampu mengalahkan tempat tidur kesayanganku yang dari tadi berusaha untuk mengajakku pergi ke dunia mimpi.Aku masih terbaring dengan mata terbuka sambil menatap langit-langit kamar.Sampai akhirnya,papa masuk ke kamarku yang pintunya tak terkunci.Papa duduk di samping aku yang sedang berbaring.
"Anak papa kok belum tidur sih ??"tanyanya sambil mengusap-usap kening dan rambutku dengan tangan kanannya.
"Memangnya tadi habis dari mana??kok sampai kehujanan gitu ??"papa naik ke tempat tidurku.Dia duduk berselonjor kemudian mengangkat dan menempatkan kepalaku di pahanya.Setelah itu papa memijit-mijit kening dan pelipisku.Hmm... papa tahu saja kalau aku sedang pusing.Hehehe...
"Pulang sekolah hujan pa,Brandon ndak sempat neduh.. jadi basah deh.. !!"jawabku sambil menikmati pijatan papa.
"Masa sih ??Di sini hujannya baru turun tadi sore .. !!"kata papa membuat aku sedikit terkesiap.Aku nggak mungkin bercerita tentang kak Fay ataupun kak Nayla sama papa yang membuat aku menjadi bingung seperti sekarang ini.
"Ya beda dong Pa,kan jaraknya lumayan jauh,"jawabku asal.
"Ndon kamu kenapa sih ??dari tadi papa lihat kamu diam saja.Kamu sakit ??"papa melemparkan pertanyaan lain membuat aku merasa lega.
"Nggak kok pa,Brandon sehat-sehat saja,"jawabku.
"Habisnya kamu dari sepulang sekolah tadi sering bengong,makan juga cuma sedikit.Apa ada masalah di sekolah baru kamu ?? Ohh.. papa tahu,pasti kamu di jailin lagi sama kakak kelas kamu ya ??"tanya papa membuat aku menjadi teringat dengan kak Fay.
"Nggak kok pa,sekarang kak Fay sudah baik sama BRandon !!"secara tidak sengaja aku menyebutkan nama kak Fay membuat papa tersenyum ke arahku.
"Ohh.. namanya Fay toh ... kirain laki-laki.Waahh.. masa anak papa kalah sama anak perempuan.. ?? hmm.. hati-hati lho.. yang awalnya sering marah-marahan,jail-jailan, lama-lama bisa jadi ehm-ehman tuh.. !!"ledek papa sambil mencolek hidungku.
"Idiihh papa.. inget pa,Brandon tuh masih kecil.Masih kelas 4 SD.Huuh... !!"aku merengut diledek papa.
"Ah.. dulu waktu papa kelas 5 SD,banyak yang naksir papa lho.. !!"terangnya bangga membuat aku tersenyum geli.
"Masa sih pa ?? Brandon ndak percaya !!"jawabku.
"Beneran.. malah salah seorang kakak kelas papa bilang gini sama papa 'aku tunggu kamu 5 tahun lagi ya !! awas lho,jangan kemana-mana' hehehehe.. !!"papa menirukan suara perempuan membuat tertawaku tak bisa ku tahan lagi.
"Hahaha... kok dia mau sih sama papa ??"tanyaku meragukan ceritanya.
"Jadi kamu nggak percaya nih ??"papa balik bertanya sambil melotot ke arahku.
"Nggak tuh.. papa kan jelek.. hehehe... !!"ledekku.
"Seneng ya ngeledekin papa ??.. hemh... awas kamu ya... Rasain nih... rasain nih... !!"katanya sambil menggelitik pinggangku.Aku tertawa kegelian dan berusaha menghentikan aksi papa.Namun papa tidak mau berhenti walaupun aku sudah mencoba membohonginya dengan mengatakan kalau di saku celanaku ada lintah mainan yang ditakutinya.Tapi kali ini papa tidak mempercayaiku dan baru mau berhenti menggelitikku setelah aku meminta ampun.
"Hahaha... ampun pa.. ampun... hahahaa... udah pa.. hahaha... geli tahu... hahaha... iya deh Brandon akuin papa paling ganteng... hahaha... paling cakep deh pokoknya... hahahaha... !!"teriakku membuat papa berhenti menggelitik pinggangku.
"Bener .. ??"tanyanya sambil tersenyum ke arahku.
"Bener Pa .. !!Bener-bener terpaksa Brandon ngomong gitu.Hehehehe... !!!"ucapanku membuat papa kembali membuatku tertawa kegelian.
"Hahahaha.... ampun pa... hahahaha... ampuunn... !!"kali ini papa tidak menghiraukan permintaan ampunku.Dia terus menggelitikku sampai aku berhasil kabur ke kamar mandi karena kebelet pipis akibat tertawa terus.
"Hahaha... emang enak ??awas pipis di celana tuh... !!! hahahaha... !!"teriak papa tatkala melihat aku ngibrit ke dalam toilet.Huuhh... kayaknya papa seneng banget sudah berhasil ngerjain aku.
Ketika aku kembali ke kamarku,papa sudah membereskan tempat tidurku yang tadi sempat berantakan.Aku berbaring di atas kasur dan papa menyelimutiku dengan selimut tebal kesayanganku.
"Selamat tidur sayang... !!"papa mengecup keningku.
"Iya papaku sayaang.. !!"balasku sambil tersenyum ke arahnya.Papa hanya tertawa kecil mendengar celotehku.Papa mengusap-usap rambutku kemudian beranjak dari kasurku.Aku menatap papaku sampai dia keluar dan menutup pintu kamarku.Sejenak aku bisa melupakan kak Fay dan kak Nayla yang dari tadi membuat hatiku risau.Kini mataku mulai bisa aku kendalikan.Aku terlelap ke dalam hangatnya kasih sayang yang di berikan papaku.
"Papa,Brandon tidak mau mengecewakanmu lagi.Brandon nggak mau bohong lagi sama papa.Brandon ingin bersama papa.. selamanya.. Brandon sayaang sekali sama papa.. !! Good nite pa.. Good nite BNZ.. Met tidur all... BNZ .. KOMPAK ABBEEEZZ... Hehehehe... !!!"
***