Setelah bel pulang yang dari tadi tidak sabar ku tunggu berbunyi,aku langsung menuju parkiran sekolah.Di sana ternyata Kak Fay sudah standby menungguku.Dia tampak sendirian tanpa ditemani sahabat-sahabatnya.Tanpa banyak bicara,kami langsung mengambil sepeda masing-masing.
"Ayo Ndon,ikutin kak Fay ya .. !!"Kak Fay mengayuh sepedanya dan aku membuntuti dia di belakangnya.Aku mempercepat laju sepedaku dan mensejajarkannya dengan sepeda kak Fay.
"Kita mau kemana sih kak ??"tanyaku saat sepeda kami berdampingan.
"Sudah ikutin saja,nanti kamu juga tahu"kak Fay menjawab tanpa melihat ke arahku.Pandangannya masih lurus ke depan menatap jalan.
"Jauh ndak kak ?? Soalnya aku ndak bisa lama-lama !!"sahutku masih mengimbangi kecepatan sepedanya.
"Kenapa sih kamu kalau pulang sekolah bilangnya ndak bisa lama-lama melulu ??"kak Fay melirikku sejenak.
"Papaku bisa curiga sama aku kalau aku pulang telat !!"terangku membuat kak Fay mengerutkan kening.
"Curiga kenapa ??"tanyanya tak mengerti dengan jawabanku.
"Aduh Kak.. ceritanya panjang,aku ndak bisa cerita sekarang !!"jawabku sambil melambatkan kecepatan sepeda biru hitamku karena kami mulai memasuki gang yang sempit dan tak cukup untuk di lalui dua sepeda sekaligus.
Di sepanjang gang yang sempit kami hanya terdiam.Aku terus mengikuti kemana sepeda kak Fay melaju.Kami mulai memasuki kompleks perumahanku dan benar saja,aku melewati jalanan depan rumahku sendiri.Aku melirik ke dalam halaman rumahku takut kalau-kalau ada papa di sana.Fiuhh... aman... tidak tampak ada papa di halaman itu.Takut kalau tiba-tiba papa muncul,akupun mempercepat laju sepedaku mendahului kak Fay.
"Hey... tungguin donk.. !! Memangnya kamu tahu kita mau kemana ??"teriak kak Fay sambil berusaha menyusulku dengan mempercepat laju sepedanya juga.
Setelah jarak rumahku sudah lumayan jauh,aku melambatkan kecepatan sepedaku supaya kak Fay dapat mengejarku.Kami berdua sampai ngos-ngosan karena aksi tadi.
"Hosh.. hosh.. hosh.. kamu ini.. memangnya mau balapan apa ??"tanyanya setelah sepeda kami berjalan berdampingan lagi.Aku hanya tertawa melihat keringat kak Fay yang muncul di kening kak Fay.Dari pelipisnya juga mengalir keringat sampai ke pipi dan dagunya.
Lima menit kemudian kami telah masuk ke halaman sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari sekolah TK aku dulu.Wah... aku jadi teringat masa-masa dimana ketika itu aku masih duduk di bangku kelas nol kecil.Hehehe... Ada hal yang paling lucu waktu aku TK yang sampai sekarang masih aku ingat.Aku pernah disuruh guruku menggambar buah-buahan dan mewarnainya dengan pensil warna.Saat itu aku kesal sama teman-temanku karena mereka tidak mau meminjamkan pensil warnanya.Soalnya pensil warnaku ketinggalan di mobil papa pas papa mengantarkan aku berangkat sekolah.Huuhh.. akhirnya aku cuma menggambar buah apel tanpa ada warnanya alias putih polos.Satu lagi gambar pisang dengan warna cokelat.Itupun pensil warnanya aku ambil secara diam-diam dari salah satu temanku.Tadinya mau ngambil yang warna kuning,eh.. malah dapatnya yang cokelat.Terpaksa gambar pisang itu aku warnai dengan warna cokelat.Walhasil,ibu guru TK ku menegurku.
"Brandon.. !! kenapa gambar kamu warnanya kacau begini ?? ini buah apel nggak di warnain,putih polos begini.Terus buah pisang juga warnanya bukan kuning atau hijau,malah cokelat. Gimana sih kamu ??"tegurnya membuat aku harus memutar otak untuk menjawab ocehan guruku.
"Ah ibu.. Brandon sengaja ndak kasih warna.Buah apelnya kan sudah Brandon kupas,jadi warnanya putih Bu.Terus pisang itu pisang kukus,warna kulitnya jadi cokelat deh Bu.Hehehe..”jawabanku membuat Bu Guru TK ku geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Heyy... udah gila ya ?? senyam-senyum sendirian !!"kak Fay menepuk bahuku membuat aku melonjak kaget saat kami telah memarkir sepeda masing-masing di sudut halaman rumah itu.
"Huuh... kak Fay ngagetin aja nih !!"gerutuku membuat kak Fay tertawa geli melihat wajahku yang pucat karena terkejut.
"Lagian dari tadi di ajakin masuk malah bengong !! Ayo.. ini rumah teman kak Fay !!"kak Fay mengajakku dan kami berjalan memasuki teras rumahnya,mendekati pintu masuk.Kak Fay mengetuk pintu beberapa kali.Aku diam mematung memperhatikan kak Fay yang sudah dua kali mengetuk pintu rumah.Lalu terdengar suara dari dalam rumah.
"Siapa ??"tanya seseorang seperti suara seorang anak perempuan.
"Ini aku.. Fay .. !!"jawab kak Fay.
"Masuk saja Fay !! Nggak di kunci kok !!"kata suara anak perempuan itu lagi dari dalam rumah.Kak Fay membuka pintu dan masuk ke ruang tamu di ikuti oleh aku di belakangnya.Seorang anak perempuan duduk di kursi tamu tanpa memandang ke arah kami.Kak Fay langsung duduk di samping temannya sedangkan aku duduk di kursi yang lain.
"Itu siapa Fay ?? Ratih ? Eulli ? Yanti ?"katanya mengabsen teman-teman dekatnya kak Fay.
"Bukan mereka Nay,dia itu teman baruku.Namanya Brandon De Angelo !!"kak Fay menjawab ocehan temannya dan aku hanya diam tak mengerti.Masa aku di kira perempuan .. ?? hahaha...
"Brandon,kenalin,ini temanku Nayla !!"kak Fay membantu menyodorkan tangan temannya dan dari situ aku tahu ternyata dia seorang tuna netra.
"Brandon !!"sahutku menyambut uluran tangannya.
"Nayla !!"katanya sambil tersenyum.Tapi senyumannya itu lebih mengekspresikan sebagai tanda kurang suka dengan keberadaanku di rumahnya.
"Kenapa kamu ngajak dia ke sini ??"tanya kak Nayla ke kak Fay dengan suara yang di buat sepelan mungkin.Tapi tetap saja aku bisa mendengarnya.
"Aku butuh dia Nay,aku menaruh harapan besar sama dia,buat kamu !! Biar kita bisa bersama lagi kayak dulu.Kamu harus sembuh Nay !! Teman-teman sekelas kangen sama kamu !!"lagi-lagi kak Fay membuat otakku bingung.Harapan apa ?? Apa yang bisa aku lakukan untuk teman kak Fay ?? Aku bukan dokter,papaku juga musisi.Huuhh...
Kak Nayla hanya terdiam mendengar jawaban kak Fay.Kak Fay beranjak dari kursinya dan pergi ke dapur mengambil minuman seolah-olah ini rumahnya sendiri.Aku dan kak Nayla larut dalam keheningan.Ingin rasanya aku bertanya lebih jauh tentang keadaan kak Nayla,tapi aku pikir itu akan terasa sangat tidak sopan.Jadi aku urungkan niatku untuk bertanya lebih jauh lagi.
"Kamu teman sekelasnya Fay ??"tanyanya memecah kebisuan.
"Bukan kak,aku kelas 4,adik kelasnya !!"jawabku membuat kak Nayla manggut-manggut.
"Seharusnya kakak sekarang duduk di kelas 5,tapi kecelakaan ini membuat kakak tidak bisa melanjutkan sekolah"ucapnya lirih membuat hatiku terenyuh melihat kak Nayla yang menunduk sedih.
"Kak,setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan,kakak jangan berkecil hati ya!"aku berusaha menghiburnya dan dia memperlihatkan sesungging senyumannya yang hambar.
Kak Fay datang membawa nampan berisi tiga gelas minuman dingin.Kak Nayla mempersilahkan aku untuk minum.Aku mengambil gelas berisi minuman dingin itu dan meminumnya sampai habis setengah gelas.Tanpa ku minta,kak Fay mulai bercerita tentang peristiwa yang menyebabkan keadaan kak Nayla seperti sekarang ini.
Setahun lalu,tepatnya pas selesai UTS kelas 4.Seperti biasa,kak Fay dan teman-temannya termasuk kak Nayla pulang sekolah dengan bersepeda.Tak tersirat sedikitpun firasat kalau hari itu kak Nayla akan mengalami suatu kejadian buruk yang akan merubah hidupnya.Mereka pulang seperti hari-hari sebelumnya,saling balapan sepeda,bercanda serta tertawa bersama.Sampai akhirnya,kak Nayla yang berjalan paling depan harus merelakan sepedanya di hantam oleh sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi ketika kak Nayla hendak keluar dari gang menuju jalanan yang lebih lebar.Sepeda motor itu menabrak ban depan sepeda kak Nayla dan kak Nayla sendiri terjatuh dari sepedanya dengan posisi terduduk.Awalnya kak Fay dan teman-temannya merasa sedikit lega karena kak Nayla kelihatannya tidak mengalami luka sedikitpun,hanya sepedanya yang penyok.Tapi kelegaan itu berubah menjadi kesedihan yang sangat mendalam bagi semuanya.Kak Nayla berteriak-teriak tak karuan sambil tangannya seperti orang yang sedang meraba-raba mencari sesuatu.Kak Nayla seperti berada di ruangan yang gelap.Dia tak bisa melihat.Kak Nayla menangis meratapi nasib kedua matanya.Hari itu dunianya telah berubah menjadi gelap dan sampai sekarang kak Nayla belum bisa melihat lagi.Yah.. kak Nayla sudah menjadi korban tabrak lari oleh orang yang tak dikenal dan tidak bertanggung jawab itu.Aku tak bisa membayangkan seandainya aku berada di posisi kak Nayla.Apa aku masih sanggup menjalani kehidupanku ?? Apa aku kuat ?? Ah kak Nayla.. untungnya dia tetap sabar menerima cobaan ini.Dia yakin dia pasti sembuh dan bisa melihat kembali indahnya dunia ini.Dia ingin keluar dari kegelapan yang sudah setahun mengekangnya.Aku ingin sekali menolong kak Nayla,aku ingin mewujudkan harapannya.Tapi,apa yang bisa aku perbuat untuknya ?? Ya Tuhan, semoga ada jalan untuk kak Nayla supaya dia bisa kembali seperti dulu.
***
Di perjalanan pulang,langit sudah gelap.Titik-titik air hujan mulai turun dan sedetik kemudian hujan menjadi sangat deras.Kami tidak sempat melindungi tubuh kami dari siraman air hujan yang tiba-tiba turun dengan derasnya.Aku dan kak Fay berteduh di sebuah warung yang sudah tutup.Di sana kami berdua mematung,larut dalam pikiran masing-masing sambil mengamati hujan yang tak kunjung mereda.Pikiranku masih di selimuti oleh bayangan kak Nayla dan kondisinya.
"Kak !!" - "Ndonn !!" di saat bersamaan suara kami keluar memecah kebisuan membuat aku dan kak Fay sama-sama kembali terdiam.
"Ya sudah kamu duluan !!"kata kak Fay akhirnya.
"Kak,maksud kakak apa mengenalkanku sama kak Nayla?Terus apa maksud ucapan kakak tentang harapan.Memangnya apa yang sebenarnya kak Fay harapkan dari aku ??"tanyaku yang mulai kedinginan karena baju seragamku sudah basah dengan air hujan.Aku lihat kak Fay juga mulai menggigil kedinginan.Dia menyatukan kedua tangannya di dada.Sesekali menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.Kubuka tas ranselku.Hmm... syukurlah.. airnya tidak sampai tembus ke dalam.Tas ranselku memang anti air jadi semua buku dan peralatan yang ada di dalamnya tetap kering dan tidak tersentuh oleh air.Ku ambil jaket hitamku dari dalam sana.
"Pakai ini kak,biar ngurangin dingin !!"sahutku sambil menyodorkan jaketku ke hadapan kak Fay.
"Kamu sendiri ??"tanyanya sambil menatapku.
"Aku ndak begitu dingin kok kak,tuh coba lihat bibir kak Fay mulai kelihatan pucat !!"jawabku.
Kak Fay menerima jaketku kemudian memakainya.Tampak jelas sekali dia begitu kedinginan.Walaupun agak kekecilan tapi muat juga dan itu membuat keadaan kak Fay jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Makasih !!"sahutnya sambil melemparkan senyumnya ke arahku.Aku mengangguk dan membalas senyumannya.
"Ndon,sebelumnya kak Fay minta maaf sama kamu karena kak Fay sudah ngelibatin kamu dalam masalah kakak dan teman kakak.Sebenarnya,kak Fay sudah merencanakan sesuatu untuk menyembuhkan mata Nayla.Kamu tahu ?? Dia butuh biaya yang sangat besar untuk operasi matanya.Kak Fay tahu,orang tua Nayla nggak mungkin punya uang sebanyak itu Ndon !! Kak Fay ingin sekali Nayla sembuh.Kakak ingin dia bisa seperti dulu lagi.Hati kakak akan sangat sakit jika seumur hidupnya dia tidak bisa melihat lagi"kak Fay berhenti sejenak.Suaranya yang parau berbaur dengan suara derasnya air hujan Aku tidak tahu apakah Kak Fay menangis atau tidak.Tak bisa ku bedakan karena wajah dan rambutnya telah lebih dahulu basah kuyup oleh air hujan.Kak Fay menarik nafas dalam-dalam lalu melanjutkan kata-katanya.
"Ndon,kak Fay punya kakak,dia tinggal di Jakarta.Kakak dengar di sana setiap dua tahun sekali selalu di adakan lomba dance tingkat nasional.Kegiatan ini baru satu kali di gelar,yaitu dua tahun lalu.Dan kata kakakku yang sempat menonton lomba itu bilang,lomba tersebut ternyata mampu mencuri perhatian banyak orang karena pesertanya di ikuti oleh penari dari seluruh daerah.Makanya lomba ini dijadikan acara rutin yang akan selalu di gelar setiap dua tahun sekali.Hadiahnya sangat besar,puluhan juta rupiah Ndon !!Kak Fay ingin sekali ikut lomba itu supaya kakak bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi Nayla"aku ingin memotong ucapannya,tapi kata-kata kak Fay yang penuh dengan luapan emosi itu membuat aku terdiam,menunggu dia kembali melanjutkan perkataannya.
"Ndon,kakak sangat berharap sama kamu,kamu mau ikut lomba itu.Dance kamu sangat bagus dan kak Fay yakin,kita berdua pasti bisa memenangkan lomba itu.Ya,setidaknya kita bisa masuk tiga besar.Kakak harap, kamu mau bantuin kak Fay,demi Nayla !!"Kak Fay menatapku,menunggu jawaban dariku.
"Jakarta ?? tingkat nasional ?? yang benar saja kak.Apa mungkin kita bisa menang ?? Berapa ribu orang yang akan ikut lomba itu ?? Di luar sana banyak yang lebih hebat dari kita.Rasanya ndak mungkin kak !! Lagipula aku ndak bisa ikut lomba itu"jawabku sambil menunduk sedih saat aku teringat papaku yang tak pernah mengizinkan aku nge-dance.Apa jadinya kalau aku minta izin sama papa buat ikut lomba dance ?? Jangankan ikut lomba,melihat aku nge-dance di kamar saja,papa langsung memarahiku.Huuhh...
"Kenapa Ndon ?? Kamu nggak mau bantuin kakak ?? Demi kak Nayla Ndon,kakak mohon sama kamu.Kamu mau ya ??"kata-kata kak Fay penuh harap.
"Memangnya kak Fay ndak bisa sendiri ??"tanyaku.
"Lomba ini bukan untuk solo dance,tapi bisa duo ataupun group dan kita pasti bisa menjadi partner yang baik.Kamu mau kan ??"kak Fay kembali bertanya lagi.
"Mustahil kak,kakak tahu,kenapa setiap pulang sekolah aku aku bilang ndak bisa lama-lama dan takut di marahin papa ?? Itu semua gara-gara dance !! Papaku ndak pernah ngizinin aku nge-dance !!"jawabanku membuat kak Fay mengerutkan keningnya.
"Lho.. memangnya kenapa ??"lagi-lagi pertanyaan itu.Pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu jawabannya.
"Entahlah kak,aku juga bingung kenapa papa ndak suka aku nge-dance.Aku juga sudah bosan bertanya sama papaku kenapa dia begitu kesal melihat aku nge-dance !!"aku menunduk lemah menatap titik-titik hujan yang jatuh di dekat kakiku.
"Ya sudah,nanti kak Fay bantuin kamu buat ngomong sama papa kamu supaya kamu di kasih izin buat.... "
"Jangan kak !!"aku memotong ucapannya.
"Kalau kak Fay ngomong sama papa,itu sama saja kak Fay ngejerumusin aku ke dalam masalah besar.Kakak harus tahu,aku di pindahin sekolah sama papa itu gara-garanya di sekolah aku yang dulu aku sering nge-dance sama teman-temanku tanpa sepengetahuan papa.Setiap aku telat pulang dari sekolah,aku terpaksa bohongin papa.Sampai akhirnya papa tahu,dia marah sama aku dan akibatnya aku di pindahkan ke sekolah kita sekarang !!"kata-kataku beradu dengan suara tetesan air hujan yang mulai mereda.
"Kita bisa latihan di sekolah Ndon !!"kak Fay terus mencoba membujukku.
"Sekolah ??"aku tertawa kecil.
"Kenapa kamu tertawa ?? di sekolah kita bisa latihan tanpa sepengetahuan papa kamu dan kamu juga nggak bakalan pulang telat.Untuk masalah izin papa kamu biar nanti kita pikirkan jalan keluarnya !! ucapnya sambil tersenyum meyakinkanku.
"Tanpa sepengetahuan kepala sekolah juga ?? Bisa ??"tanyaku sambil memandang kak Fay.
"Maksud kamu ??"tanyanya tak mengerti.
"Kak Fay... kak Fay... !!"aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
"Bapak kepala sekolah kita itu ternyata sahabatnya papaku tersayang !! Ngerti ?? papa sudah ngasih amanat sama dia,kalau sampai dia melihat aku nge-dance di sekolah,pak Kepsek harus melapor sama papaku.Kak Fay tahu ?? kemarin aku menolak tantangan kak Fay untuk battle karena sebelumnya aku sudah di peringatkan sama pak Kepsek.Dia bakalan ngelaporin aku kalau sampai dia melihatku nge-dance lagi.Sebelumnya dia memberikan toleransi atas penampilanku di lomba antar kelas!!"aku terdiam sejenak.
"Masih ada jalan lain ??"lanjutku dan pertanyaanku itu membuat kak Fay menunduk sedih.Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Sudahlah kak,lebih baik kak Fay cari orang lain saja.Masih banyak kok yang jago nge-dance di lingkungan kita ini.Apa perlu aku carikan ??"tawarku.Aku berniat mengenalkan kak Fay sama John dan Brian,teman dance ku di sekolahanku yang dulu.
"Nggak Ndon,kakak hanya percaya sama kamu.Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.Kak Fay yakin itu.Dan kita pasti bisa ngatasin masalah kamu dengan papa kamu itu.Kamu harus berani Ndon,kamu harus berani memperjuangkan apa yang kamu inginkan selama keinginan itu tidak bertentangan dengan kebaikan.Bantuin kak Fay untuk menolong kak Nayla.Kamu harus mau Ndon.. kamu harus mau.. !!"kak Fay memegang kedua pundakku dan mengguncang-guncang tubuhku.
"Kamu harus janji sama kakak,kamu bakalan nolongin kak Fay demi Nayla.Ayo Ndonn.. bilang 'iya'.Kak Fay mohon Ndonn.. !!"kata-kata kak Fay yang penuh harap membuat aku hanya menunduk dan menggeleng lemah.
"Maaf kak.. sebenarnya aku juga ingin sekali menolong kak Nayla.Tapi aku juga bingung kak.Aku nggak tahu gimana caranya.Aku sudah banyak membohongi papa.Masa aku harus kembali berbohong lagi?? kalau sampai ketahuan,bisa-bisa papaku nggak bakalan percaya lagi sama aku!!"mataku dan mata kak Fay saling bertatapan.Aku lihat di sudut matanya mengalir air bening dan aku yakin itu air mata Kak Fay.Aku memalingkan wajahku untuk menghindari wajah sendunya.Kak Fay melepaskan pegangan tangannya dari pundakku dan segera menghapus air mata yang mulai mengalir di pipinya.
"Maafin aku Ndon,aku terlalu banyak bermimpi.Benar kata kamu,seandainya kita ikut lomba itu,toh kita juga belum tentu menang!!"kak Fay berjalan meninggalkanku yang masih mematung.Perkataan terakhirnya tadi seolah-olah menyindirku.Menyerah sebelum berperang.Ah.. Kak Fay... aku jadi semakin bingung.Aku sebenarnya juga ingin sekali ikut lomba itu,tapi di sisi lain aku juga takut dengan reaksi papa kalau sampai papaku tahu.
Kak Fay sudah siap dengan sepedanya.Hujan sudah reda dan akupun segera menuju sepedaku.Di perjalanan pulang kami larut dalam keheningan,larut dalam pikiran masing-masing.Beberapa kali aku memanggil kak Fay yang berjalan di depanku.Tetapi dia tidak merespon,dia tetap diam dan mengacuhkanku.Sepertinya dia kecewa sama aku.Dia kecewa karena harapannya telah sirna.Aku yang di harapkan bisa menolongnya ternyata hanya menjadi harapan kosong baginya.Akhirnya aku beranikan diri untuk menyusulnya saat jarak sepeda kami sudah dekat dengan rumahku.Kini sepedaku sejajar dengan sepeda kak Fay.
"Kak,rumahku sudah dekat,Kak Fay mau mampir ??"tanyaku dengan suara yang sengaja aku buat sedikit kencang.
"Aku langsung pulang saja Ndon,udah sore banget !! Ngomongnya jangan teriak-teriak gitu dong.. !! memangnya kak Fay budek ??"sewotnya.
"Maaf kak,habisnya dari tadi aku panggil-panggil ndak mau nengok !"jawabku.
Aku berhenti di depan gerbang rumahku dan kak Fay ikut menghentikan laju sepedanya.Ku lihat kak Fay hendak membuka jaketku yang masih dipakainya tapi aku segera mencegahnya.
"Pakai saja dulu kak,besok kan masih bisa di balikin di sekolah.Lagian udaranya masih dingin,takutnya kak Fay masuk angin !!"jawabanku membuat kak Fay mengurungkan niatnya untuk membuka jaketku yang masih melekat di tubuhnya.
"Makasih Ndon,ya sudah.. kakak pulang dulu ya.. !!"tanpa menengok ke arahku lagi,kak Fay berlalu meninggalkan aku yang masih menatap kepergiannya.Setelah kak Fay dan sepedanya menghilang di tikungan jalan,aku segera masuk ke halaman rumahku.Waahh.. baru hari Senin bajuku sudah kotor begini.Mudah-mudahan saja papa ndak marah.Hehehe.. :D
***
Walaupun sudah waktunya terlelap,tetap saja aku tidak bisa segera memejamkan mataku.Kejadian tadi membuat aku benar-benar bingung dibuatnya.Hatiku ragu antara ingin menolong kak Nayla dan juga takut akan peringatan papa.Apa aku harus kembali nekat membohongi papa lagi ??Aahh.. kak Fay.. !! kenapa sih kakak ngelibatin aku ke dalam masalah ini ?? Seharusnya aku tidak perlu tahu dengan keadaan kak Nayla.Seharusnya aku menolak ajakan kak Fay untuk pergi ke rumah kak Nayla.
"Branndoonn.. !!! kenapa sih kamu mau saja di ajak sama kak Fay,orang yang baru kamu kenal ??"gerutuku pada diriku sendiri.Pikiran galauku ternyata mampu mengalahkan tempat tidur kesayanganku yang dari tadi berusaha untuk mengajakku pergi ke dunia mimpi.Aku masih terbaring dengan mata terbuka sambil menatap langit-langit kamar.Sampai akhirnya,papa masuk ke kamarku yang pintunya tak terkunci.Papa duduk di samping aku yang sedang berbaring.
"Anak papa kok belum tidur sih ??"tanyanya sambil mengusap-usap kening dan rambutku dengan tangan kanannya.
"Memangnya tadi habis dari mana??kok sampai kehujanan gitu ??"papa naik ke tempat tidurku.Dia duduk berselonjor kemudian mengangkat dan menempatkan kepalaku di pahanya.Setelah itu papa memijit-mijit kening dan pelipisku.Hmm... papa tahu saja kalau aku sedang pusing.Hehehe...
"Pulang sekolah hujan pa,Brandon ndak sempat neduh.. jadi basah deh.. !!"jawabku sambil menikmati pijatan papa.
"Masa sih ??Di sini hujannya baru turun tadi sore .. !!"kata papa membuat aku sedikit terkesiap.Aku nggak mungkin bercerita tentang kak Fay ataupun kak Nayla sama papa yang membuat aku menjadi bingung seperti sekarang ini.
"Ya beda dong Pa,kan jaraknya lumayan jauh,"jawabku asal.
"Ndon kamu kenapa sih ??dari tadi papa lihat kamu diam saja.Kamu sakit ??"papa melemparkan pertanyaan lain membuat aku merasa lega.
"Nggak kok pa,Brandon sehat-sehat saja,"jawabku.
"Habisnya kamu dari sepulang sekolah tadi sering bengong,makan juga cuma sedikit.Apa ada masalah di sekolah baru kamu ?? Ohh.. papa tahu,pasti kamu di jailin lagi sama kakak kelas kamu ya ??"tanya papa membuat aku menjadi teringat dengan kak Fay.
"Nggak kok pa,sekarang kak Fay sudah baik sama BRandon !!"secara tidak sengaja aku menyebutkan nama kak Fay membuat papa tersenyum ke arahku.
"Ohh.. namanya Fay toh ... kirain laki-laki.Waahh.. masa anak papa kalah sama anak perempuan.. ?? hmm.. hati-hati lho.. yang awalnya sering marah-marahan,jail-jailan, lama-lama bisa jadi ehm-ehman tuh.. !!"ledek papa sambil mencolek hidungku.
"Idiihh papa.. inget pa,Brandon tuh masih kecil.Masih kelas 4 SD.Huuh... !!"aku merengut diledek papa.
"Ah.. dulu waktu papa kelas 5 SD,banyak yang naksir papa lho.. !!"terangnya bangga membuat aku tersenyum geli.
"Masa sih pa ?? Brandon ndak percaya !!"jawabku.
"Beneran.. malah salah seorang kakak kelas papa bilang gini sama papa 'aku tunggu kamu 5 tahun lagi ya !! awas lho,jangan kemana-mana' hehehehe.. !!"papa menirukan suara perempuan membuat tertawaku tak bisa ku tahan lagi.
"Hahaha... kok dia mau sih sama papa ??"tanyaku meragukan ceritanya.
"Jadi kamu nggak percaya nih ??"papa balik bertanya sambil melotot ke arahku.
"Nggak tuh.. papa kan jelek.. hehehe... !!"ledekku.
"Seneng ya ngeledekin papa ??.. hemh... awas kamu ya... Rasain nih... rasain nih... !!"katanya sambil menggelitik pinggangku.Aku tertawa kegelian dan berusaha menghentikan aksi papa.Namun papa tidak mau berhenti walaupun aku sudah mencoba membohonginya dengan mengatakan kalau di saku celanaku ada lintah mainan yang ditakutinya.Tapi kali ini papa tidak mempercayaiku dan baru mau berhenti menggelitikku setelah aku meminta ampun.
"Hahaha... ampun pa.. ampun... hahahaa... udah pa.. hahaha... geli tahu... hahaha... iya deh Brandon akuin papa paling ganteng... hahaha... paling cakep deh pokoknya... hahahaha... !!"teriakku membuat papa berhenti menggelitik pinggangku.
"Bener .. ??"tanyanya sambil tersenyum ke arahku.
"Bener Pa .. !!Bener-bener terpaksa Brandon ngomong gitu.Hehehehe... !!!"ucapanku membuat papa kembali membuatku tertawa kegelian.
"Hahahaha.... ampun pa... hahahaha... ampuunn... !!"kali ini papa tidak menghiraukan permintaan ampunku.Dia terus menggelitikku sampai aku berhasil kabur ke kamar mandi karena kebelet pipis akibat tertawa terus.
"Hahaha... emang enak ??awas pipis di celana tuh... !!! hahahaha... !!"teriak papa tatkala melihat aku ngibrit ke dalam toilet.Huuhh... kayaknya papa seneng banget sudah berhasil ngerjain aku.
Ketika aku kembali ke kamarku,papa sudah membereskan tempat tidurku yang tadi sempat berantakan.Aku berbaring di atas kasur dan papa menyelimutiku dengan selimut tebal kesayanganku.
"Selamat tidur sayang... !!"papa mengecup keningku.
"Iya papaku sayaang.. !!"balasku sambil tersenyum ke arahnya.Papa hanya tertawa kecil mendengar celotehku.Papa mengusap-usap rambutku kemudian beranjak dari kasurku.Aku menatap papaku sampai dia keluar dan menutup pintu kamarku.Sejenak aku bisa melupakan kak Fay dan kak Nayla yang dari tadi membuat hatiku risau.Kini mataku mulai bisa aku kendalikan.Aku terlelap ke dalam hangatnya kasih sayang yang di berikan papaku.
"Papa,Brandon tidak mau mengecewakanmu lagi.Brandon nggak mau bohong lagi sama papa.Brandon ingin bersama papa.. selamanya.. Brandon sayaang sekali sama papa.. !! Good nite pa.. Good nite BNZ.. Met tidur all... BNZ .. KOMPAK ABBEEEZZ... Hehehehe... !!!"
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar