Rabu, 06 April 2011

DIARY KAK FAY *part.7*

Hari Senin,suasana sekolahku sangat meriah.Setelah satu minggu latihan,akhirnya tiba saatnya buat kami untuk menampilkan yang terbaik di depan semua para guru dan murid.Semua penghuni sekolah berkumpul di lapangan basket karena di sana sudah tersedia panggung dan sound systemnya yang lengkap.Semua lomba dengan kategori menari dan menyanyi akan di laksanakan di panggung itu.Sedangkan untuk kategori melukis atau menggambar di sediakan ruang kelas khusus untuk mereka dan lombanya sudah di mulai sejak dari pagi tadi.Masing-masing kelas mengirimkan tiga orang perwakilan untuk kategori ini.Dari kelasku ada Arya,Icha dan Risca (BNZ .. :D).Mereka memang sangat berbakat untuk menjadi seorang pelukis.
Aku sendiri sudah menyiapkan kejutan buat semua teman-teman dan wali kelasku.Ya.. tanpa sepengetahuan mereka,aku akan menampilkan tari hip-hop dengan konsep koki.Makanya hari minggu kemarin pas latihan gladi bersih aku paksa Arya,Icha dan Risca untuk melukis makanan seperti tempe,daging ayam dan sayuran yang akan berguna buatku sebagai properti saat aku tampil nanti.Tak lupa aku membawa celemek dan topi koki.Aku pinjam semua itu dari Kak Reny yang terheran-heran saat aku datang ke rumahnya meminjam perlengkapan masak itu.Aku bilang saja buat lomba masak di sekolah.Hehehe…
Lomba lukis telah selesai dan gambarnya sudah diberi nilai oleh para guru yang di tunjuk kepala sekolah sebagai guru penilai.Para guru yang menilai sampai heran karena hanya kelasku yang melukis makanan.Sedangkan kelas lain rata-rata gambar pemandangan atau bunga.Bu Rianti pun menjelaskan kalau tema gambar kami 4 sehat 5 sempurna.Hahaha… Ternyata para guru penilai suka dan cukup puas dengan hasil karya Icha,Arya dan Risca.
Kini saatnya kategori menyanyi dan menari di perlombakan.Untuk menjga agar lomba berlangsung “fair” maka setiap wali kelas mengambil nomor urut tampil.Ternyata Bu Rianti dapat nomor 3 yaitu nomor terakhir.Sedangkan kelas kak Fay,yaitu kelas 5 mendapatkan nomor urut 2 dan sisanya kelas 3 tampil menjadi yang pertama.Susana semakin meriah saat kelas tiga menampilkan paduan suara dan nge-band.Tak lupa tarian tradisional juga mereka hadirkan.Walaupun masih banyak yang grogi tapi cukup bagus untuk penampilan pertama mereka.
Selanjutnya dari kelas 5,hampir sama seperti kelas 3.Ada tarian tradisional dari Aceh.Di sini kak Fay dan teman-temannya ikut menari.Anak-anak kelas 5 bersorak-sorak dan memberikan dukungan buat teman-teman mereka.Untuk kategori menyanyi,kelas 5 tampil dengan solo vokalnya.Suara kak Lystia (BNZ juga.. :D) yang merdu membawakan lagu pop yang sedang nge-hits mampu membuat para guru penilai terpukau.Dan penampilan terakhir mereka ditutup dengan penampilan kak Fay dengan tari hip-hop nya yang keren.Ternyata penampilan dia sangat di tunggu-tunggu oleh semua yang hadir di sini.Poster “Faynatic” terbentang di sana-sini.Bukan hanya dari kelas 5 saja yang membawa poster yang terbuat dari karton bertuliskan “Faynatic” itu.Tapi dari kelas lain juga ada.Namun tetap saja di kerumunan kelas 5 yang paling banyak posternya.
Kak Fay menutup penampilan kelas 5 yang membuat hampir semua yang ada di lapangan ini bertepuk tangan meriah,mengeluk-elukan namanya.
“Fay is the best.. !! Go Fay Go.. !!”teriak teman-temannya heboh.
“Nah itulah penampilan terakhir kami,murid-muridku dari kelas 5,”pak Wawan (Wawan Klantink.. hehehe.. )dengan bangganya menutup penampilan mereka.
Selanjutnya giliran kelasku.Di buka dengan penampilan dari si empat sekawan dengan tari Bali-nya Ayu, Niar, Elma dan Novita.Kostumnya yang cantik dan tariannya yang sangat indah membuat guru penilai terkagum-kagum melihatnya.Penampilan selanjutnya adalah group vocal kuartet dari Adhie, Andz, Anna dan Ziha.Dengan di iringi oleh keyboardku mereka bernyanyi dengan merdunya.Ada bagian dimana mereka masing-masing bernyanyi solo dan bareng-bareng membuat harmonisasi yang sangat indah.Lagunya pun ringan dan mudah di pahami oleh semua orang,termasuk anak-anak kecil dari kelas 1 dan 2.
Ku tutup lantunan merdu suara mereka dengan dentingan keyboardku.Dan… berhasil !! Semua berjalan sempurna sehingga membuat para guru penilai kembali berdecak kagum.Aku turun dari panggung menuju kerumunan kelasku.Tapi pas aku melewati kerumunan kelas 5,terdengar suara kak Fay bergumam.
“Cuma segitu ?? ya jelas dong lebih unggul kita .. !!”katanya dengan nada sombong kepada teman-temannya.Tentu saja kata-kata itu sebenarnya di tujukan kepadaku.Aku tak meladeni ucapannya dan segera berjalan menuju kursiku.Di sana tas ranselku tergeletak.Ku keluarkan isinya. Cassete CD Hip-hop , celemek dan topi koki.Tak lupa aku panggil Andz, Adhie, Anna dan Ziha.Aku meminta bantuan mereka untuk mendukung penampilanku.Awalnya mereka tampak meragukanku.Ku yakinkan mereka dan akhirnya mereka semua siap membantuku.
“Adhie, Andz dan Ziha , tugas kalian hanya mengangkat gambar-gambar yang telah di buat Arya, Icha dan Risca.Terus Anna,tugas kamu nanti memakaikan celemek dan topi koki ini ya !!” aku memberikan instruksi .
“Pokoknya nanti pas pergantian lagu aku kasih aba-aba sama kalian untuk naik ke atas panggung.Oke ??”tanyaku dan mereka mengangguk mantap.Ku lihat Bu Rianti sudah naik ke atas pentas untuk menutup penampilan kelas 4.Aku berlari ke atas panggung menghampiri dia dan meminta Bu Rianti untuk menyerahkan microphone yang di pegangnya.Akupun mulai berbicara.
“Maaf,mungkin Bu Rianti lupa.Sebenarnya masih ada satu penampilan lagi dari kami,”aku melirik ke arah Bu Rianti yang memasang wajah kebingungan.Ku kedipkan sebelah mataku untuk meyakinkannya.Dia pun tersenyum melihat ulahku.
“Penampilan terakhir kami adalah tari hip-hop dengan konsep koki.Makanya gambar yang kami buat untuk lomba menggambar tadi bertema “makanan” karena itu akan membantu penampilan terakhir kami,”kataku dengan penuh percaya diri.
Aku berikan microphone kepada Bu Rianti dan dia pun turun dari panggung meninggalkan aku sendirian di sana.Andz menyerahkan cd hip-hop ku kepada operator yang bertugas mengatur sound system dan aku mengangkat jempolku kea arah operator itu sebagai tanda kalau aku sudah siap tampil.Dan terdengarlah “Intro” miliknya “Crazy Frog” dari speaker yang terpasang di depan dan belakang panggung. (BNZ bisa lihat gerakan-gerakanku di konsep koki.Hehehe…)
Gerakanku mampu membuat seluruh yang hadir di lapangan tertegun.Apalagi saat aku lihat ekspresi Kak Fay.Hahahaha… sampai mangap-mangap.Adhie, Andz, Anna dan Ziha tampil dengan sempurna walaupun tanpa latihan terlebih dahulu.Mereka melaksanakan instruksiku dengan baik.Dan hari itu aku menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah.
“Yee… go Brandon… !! Go Brandonizer.. !!”teriak teman-temanku sambil mengangkat tubuhku rame-rame menuju ke kelas kami.Bu Rianti memegang trophy juara 1 di depan kelas dengan bangga.
“Brandon … !! Good Job.. !! I like it.. !!” entah sudah berapa kali Bu Rianti mengucapkan kalimat itu.Setelah beberapa saat aku minta teman-temanku menurunkan aku.
“Brandon !! benar kata kamu,bendera Brandonizer akan berkibar di sekolah ini”Anna menatapku dengan tatapan senang.Aku hanya tersenyum mendengr ocehan teman-temanku.Wahh.. rupanya Anna masih ingat kata-kataku sewaktu kami sama-sama membersihkan ruang kelas 5.Hehehe..
“Ini semua berkat kalian juga.Kalian tampil sangat bagus !!”kataku tak kalah antusias.
Tiba-tiba ada yang berdiri di pintu kelas yang terbuka.Ternyata salah seorang dari murid dari kelas 3.Bu Rianti berbicara sejenak dengan anak itu.Setelah murid kelas 3 itu pergi,Bu Rianti berteriak memanggilku.
“Brandoonn !! kamu dipanggil Bapak Kepala sekolah ke ruangannya !!”teriaknya dari ambang pintu.Aku segera menghampiri Bu Rianti.
“Ada apa ya Bu ??”tanyaku ketika sampai di hadapannya.
“Ibu juga nggak tahu.Ya sudah,cepetan gih kamu temuin pak Kepsek di ruangannya!!”aku mengangguk dan segera berlari menuju ruang kepala sekolah.
“Wah.. ada apa ya ??”hatiku bertanya-tanya.
Setelah mengetuk pintu ruangan kepala sekolah,aku di persilahkan masuk.Hanya ada pak Kepsek di ruangan ini yang sedang duduk di kursinya.Setelah duduk di kursi seberang mejanya,tanpa basa-basi aku langsung ke pertanyaan yang ada di otakku.
“Ada apa pak ??”tanyaku.Pak Kepsek mengambil nafas sejenak.
“Brandon, sebelumnya Bapak minta maaf sama kamu.Penampilan kamu tadi memang sangat bagus.Tapi bapak harap itu penampilan kamu untuk yang pertama dan terakhir,”pak Kepsek menghentikn sejenak perkataannya.
“Lho memangnya kenapa pak ??”tanyaku mengerutkan kening tak mengerti.
“Brandon,kamu harus tahu Bapak ini teman semasa SMA papa kamu.Dia sudah berpesan sama bapak,kalau melihat kamu nge-dance,bapak harus memberitahu papa kamu !!”kata-kata pak Kepsek membuatku terkejut.
“Papa ?? jadi Bapak temannya papa ??”tanyaku tak percaya.
“Iya Ndon,dia menitipkan kamu sama Bapak supaya Bapak mengawasi kamu.Papa kamu juga sudah bercerita kenapa kamu sampai di pindahkan ke sekolah ini,”keterangan pak Kepsek membuat hatiku sakit.
“Papa… kenapa pa ?? papa keterlaluan !! Pantas saja Brandon di pindahkan ke sekolah ini.Papa sudah benar-benar mengekang Brandon.Tak ada lagi ruang untuk Brandon.Tak ada lagi kesemptan bagi Brandon untuk melampiaskan hoby Brandon.Papa… aarrrghh…”hatiku menjerit menerima semua ini.
“Pak,apa Brandon salah kalau nge-dance ??”tanyaku kepada pak Kepsek dan dia hanya mengambil nafas panjang.
“Bapak bangga nggak kalau Bapak punya anak yang pintar nge-dance ??”tanyaku lagi membuat pak Kepsek beranjak dari kursinya dan menghampiriku.
“Brandon,Bapak tidak tahu kenapa papa kamu ngelarang kamu nge-dance.Dia hanya berpesan sama Bapak jangan sampai di sekolah ini kamu ikut kegiatan dance yang menurut papa kamu kegiatan itu tidak penting.Bapak tidak bisa bertanya lebih jauh”pak Kepsek menepuk bahuku.
“Tolongin Brandon Pak !! biarin Brandon nge-dance di sekolah ini”mohonku sama pak Kepsek.
“Maaf Brandon,Bapak nggak bisa.Bapak tidak mau merusak kepercayaan papa kamu,teman baik Bapak.Dia sudah mengamanatkan kamu sama Bapak.Bagaimanapun juga,Bapak mohon sama kamu jangan nge-dance lagi.Kalau Bapak nutup-nutupin,Bapak yakin,suatu saat akan ketahuan juga dan itu akan membuat papa kamu tidak percaya lagi sama Bapak,”Pak Kepsek mengusap rambutku.Aku menunduk sambil menggeleng tak mengerti.
“Papa.. kenapa pa ?? Hanya satu pertanyaan Brandon.Kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance ?? itu saja.Kenapa nggak pernah mau papa jawab ?? Kenapa papa membuat Brandon bingung ?? kenapa papa membuat Brandon hidup dalam sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab ??Pa,Brandon sayang sama papa dan Brandon juga tahu papa sangat sayang sama Brandon.Tapi kenapa papa bersikap seperti ini sama Brandon ??”bathinku kesal menghadapi semua ini.
“Brandon,sekarang kamu boleh kembali ke kelas kamu.Ingat pesan Bapak ya ??”kata-kata pak Kepsek membuyarkan lamunanku.Aku beranjak dari kursi.Dengan kebisuan aku keluar dari ruang kepala sekolah tanpa mengucapkan salam.Ku langkahkan kakiku dengan gontai menuju ke kelasku.Perkataan pak Kepsek tadi terus terngiang di telingaku.Baru setengah jalan menuju kelas,teman-temanku sudah menghadangku.Andz, Adhie, Ziha, Anna, Ayu, Niar, Icha, Elma, Novita, dan si ketua murid Agunk serta Arya dan Risca menyongsongku.
“Ndon,kamu harus ikut kita ke lapangan basket sekarang !!”Agunk menyeretku.
“Eh ada apa memangnya ??”tanyaku yang masih tak bersemangat.
“Sudah ikut saja !! wis ‘ra ono waktu iki !!”Andz menyeret tanganku yang satunya.
“Iya.. iya.. tapi jangan di seret-seret dong.. !! Emangnya aku serbet ??”jawabku sewot membuat Agunk dan Andz melepaskan pegangannya.Ternyata dilapangan basket sudah berkumpul anak-anak dari kelas 5.Sebagian besar murid kelas 4 juga sudah ada di sana.Tidak hanya dari kelas 4 dan 5,banyak juga dari kelas lain ikut berkerumun.
“Ono opo iki ??”tanyaku pada Anna.Tetapi dia tidak menjawabnya,malah aku di ajak menyeruak ke tengah-tengah kerumunan.Semua bertepuk tangan menydari kedatanganku.
“Ayo Brandoonn .. !! Lawan Fay.. !! Kamu pasti bisa !!”teriak salah seorang murid kelas 6.Kini aku sudah berada di tengah-tengah kerumunan dan di sana juga telah berdiri Kak Fay dengan senyum sinisnya.
“Brandoonn.. !!Aku tantang kamu untuk battle !!”tantangnya sambil menyilangkan tangan di dada.Aku terdiam tak menggubris tantangannya.
“Kenapa kayak patung gitu ?? Takut ??”katanya lagi membuat kupingku sedikit panas karena di bilang takut.
“Nggak mau,”jawabku ketus.Kak Fay dan teman-temannya tertawa.
“Wah.. jagoan kalian ternyata pengecut ya ??”ledek kak Fay lagi membuat aku menatap tajam ke arahnya.
“Ayo Brandon terima saja,kasih pelajaran sama dia kalau kamu lebih hebat dari dia,”teriak Adhie menyemangatiku.Wah.. kalau aku sampai menerima tantangan Kak Fay bisa habis aku di marahin papa.Kali ini pasti pak Kepsek bakalan ngelaporin aku sama papa.Sebelum aku menolak lebih jauh,kak Ratih sudah berteriak kepada si Bibi kantin yang memang letak kantinnya berada di dekat lapangan basket.
“Bu Le.. musiknya… !!!”teriak kak Ratih.Lalu terdengar lantunan lagu “Keong Racun” dari speaker activenya si Bibi Kantin.
“Bukan yang ini… !!”teriak kak Eulli.
“Maaf.. maaf.. salah tekhnis.. !!”teriak si Bibi dari dalam kantin.Diapun segera mengganti kasetnya dan kini terdengar lagunya Susis miliknya Sule.
“SuLee… eh.. Bu Lee… !!”teriak kak Yanti membuat si Bibi kantin kembali mengganti CD yang dipakainya ehh.. maksudnya yang di putarnya. (parno dikit dah.. hahaha.. ) Teriakan “Huu.. “ terdengar dari seluruh sudut lapangan.Kini terdengarlah lagu Jessey McCartney dengan lagu “Up” nya (Ost. Step Up 3D).Begitu kencang terdengar dari dalam kantin.
Kak Fay memulai gerakannya.Aku diam mematung melihat dance-nya yang keren.Dia crumping di depanku.Menantangku, mengisyaratkan supaya aku membalas dance-nya.Aku melihat ke pinggir lapangan basket.Tampak Pak Kepsek berdiri menatap ke arahku.Dia menggelengkan kepalanya, memberi tanda kalau aku jangan membalas tantangan kak Fay.
Semua murid yang hadir di lapangan berteriak-teriak tak karuan.Mereka mengeluk-elukan nama kak Fay dan aku.Aku lihat kak Fay sudah berhenti menari dan memberi kesempatan kepadaku untuk membalas dance-nya.Aku ragu,aku takut dengan pak Kepsek.Tapi badanku juga mulai gatal ingin membalas dance kak Fay.
“Ayoo Ndoonn.. !!”teriak Anna dan Ziha.Kak Fay memandangku sambil tersenyum kecut.Teman-temanku semakin gencar menyemangatiku.
“Brandon !! Brandon !! Brandon !! Hidup Brandonizer … !!”teriak teman –teman sekelasku semakin mendorongku untuk nge-dance.Aku kembali melirik ke arah tempat di mana pak Kepsek tadi berdiri.Ternyata dia sudah tidak ada di sana.
“Ini kesempatanku untuk membalas Kak Fay”pikirku.Aku mengambil nafas dan aku memulai gerakan dance-ku dengan mengangkat kedua tanganku.Tapi…
“Tuing.. !!”suara musik dari kantin berhenti membuat kak Fay, kak Ratih, kak Eulli dan kak Yanti serta yang hadir di lapangan spontan berteriak kesal memanggil si Bibi Kantin.Eh.. ternyata bukan si Bibi yang mematikan musiknya.Tapi pak Kepsek dengan wajah garangnya.Satu persatu yang hadir di lapangan membubarkan diri.Kak Fay menghampiriku dan menatapku tajam.
“Lain kali aku akan menantangmu lagi !!”katanya sambil berlalu meninggalkan lapangan basket bersama teman-temannya.Akhirnya aku bisa bernafas lega.Ku tatap pak Kepsek yang masih berdiri di pinggir lapangan,di pun menatapku seolah mengingatkan aku akan peringatan yang di sampaikannya tadi saat aku berada di ruangannya.Aku pun berlalu menuju kelasku di ikuti teman-teman sekelasku yang masih saja menyerukan nama “Brandonizer !!”.
***
Bel pulang telah selesai berbunyi.Aku dan teman-temanku berlarian keluar kelas saling mendahului.Tak perduli sama Bu Rianti yang masih membereskan bukunya di dalam kelas.Sampai di parkiran,ku ambil sepeda biru hitamku yang terparkir di antara deretan sepeda-sepeda yang lainnya.Hari ini aku memang membawa sepeda karena tadi pagi aku nyaris saja kesiangan.
Aku terbangun saat waktu telah menunjukkan angka 06.45 WIB.Padahal aku akan mengikuti perlombaan di sekolah.Tapi untungnya papa sangat memperhatikanku.Sepedaku yang dari kemarin-kemarin rodanya kempes,pagi tadi sudah terparkir di halaman rumah dalam keadaan siap pakai.
“Makanya kalau tidur jangan pakai ngunci-ngunci pintu kamar segala.Papa kan jadi nggak bisa masuk buat ngebangunin kamu!!”omelnya padaku tadi pagi saat aku kesal sendiri karena bangun kesiangan.
Memang,semalam aku mengunci pintu kamarku karena aku takut papa memeriksa tasku yang penuh dengan peralatan dance,terutama kaset CD hip-hop yang sengaja aku pinjam hari Minggu kemarin dari Kak Edo.Kalau papa tahu entah bagaimana jadinya nasibku.Huuhh.. Mengingat kejadian tadi pagi,kesalku pada papa hilang begitu saja.Aku sudah ngelupain kejadian saat aku di panggil pak Kepsek.
Ku kayuh sepedaku meninggalkan gerbang sekolah yang mulai sepi.Aku masuk ke gang yang biasa aku lewati.Di situ aku melambatkan laju sepedaku karena di depanku ada gerombolan sepeda kak Fay dan teman-temannya.Tumben kak Fay berada paling belakang.Biasanya dia selalu berada di depan teman-temannya,memimpin mereka.Tapi hey…
“PLUKK.. !!”sebuah buku bersampul biru muda terjatuh dari tas kak Fay yang terbuka.Aku berteriak memanggil kak Fay,tapi jarak kami cukup jauh jadi dia tak mendengar teriakanku.Malah dia semakin kencang mengayuh sepedanya,menyusul teman-teman dia yang telah jauh dari kak Fay.
Aku turun dari sepedaku dan mengambil buku itu.Ingin ku kejar Kak Fay tapi..
“Ah.. besok saja deh di sekolah !!”gumamku sambil memasukkan buku itu ke dalam tas ranselku.Ku kayuh lagi sepedaku menuju rumahku yang jaraknya sudah tak begitu jauh.
***
Aku selesai belajar saat waktu telah menunjukan pukul sembilan malam.
“Hooaammm…!! Saatnya tidurr.. !!” gumamku.Eitss… tiba-tiba aku teringat sesuatu .Ku ambil buku bersampul biru muda milik kak Fay dari tas ranselku.Wahh… ternyata ini buku diary.Hatiku tergelitik untuk membacanya.
“Baca.. nggak.. baca.. nggak.. baca… nggak.. !!”aku bimbang.Akhirnya rasa penasaranku membuat aku nekat untuk membuka buku itu.Ku beranikan diri untuk membacanya.Aku baca halaman terakhir buku itu dan sepertinya catatan ini baru di tulis tadi siang pas jam pelajaran terakhir.Hmm…
“Diary,aku nggak nyangka ternyata dia jago nge-dance.Dia berhasil mengalahkan kelas kami.Aku kecewa sekali dengan kekalahan ini.Tapi dia memberikan harapan baru untukku.Aku ingin tahu sejauh mana dia bisa nge-dance.Makanya tadi aku ngajak dia battle.Sayang,pak Kepsek mengacaukan semuanya.Padahal dia sudah berancang-ancang untuk membalas dance-ku.Aku baru tahu nama lengkap dia BRANDON DE ANGELO.Keren ya ?? hehehe… pantas kalau dia menjadi idola baru di sekolahku.Aku tahu,teman-teman dekatku juga sebenarnya “care” sama dia.Tapi mungkin mereka merasa nggak enak sama aku.Padahal buatku nggak masalah kok,karena aku juga sebenarnya ingin mengenal dia lebih dekat.Masalahnya, apa dia mau berteman denganku ?? Aku nggak tahu cara mendekatinya.Diary.. bantu aku ya !! Dia satu-satunya harapanku”.
Ku tutup buku diary kak Fay dengan muka merah.
“Kak Fay ingin mengenalku lebih dekat ??”aku tersipu sendirian.
“Aku kan masih kecil.Nah lho… ?? kok aku jadi GR sih ??” ku garuk-garuk kepalaku yang tak gatal.Otakku penuh dengan tanda tanya tentang kak Fay.Aku ingin membaca diary kak Fay lagi.
“Nggak.. nggak.. seharusnya tadi aku tidak membacanya !!” aku mengurungkan niatku.Ku masukkan kembali buku itu di antara buku-buku pelajaran yang ada di tas ranselku.Isi diary tadi membuatku sulit memejamkan mataku.Entah jam berapa aku terlelap.
“Fiuuhh… !! kak Fay ada-ada saja nih !!”aku tersenyum sendirian.
***

Kantin sekolah begitu ramai.Aku memandang sekeliling kantin mencari-cari sosok murid yang tak lain adalah kak Fay.Tapi tidak kutemukan sosok dia di sana.Hanya ada 3 sahabatnya yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati makanannya.Ku beranikan diri untuk mendekati mereka dan menanyakan keberadaan kak Fay.
“Eh.. Brandon,tumben… ada apa ya ??mau ikut gabung ??”tanya kak Ratih setelah aku berdiri di dekat mereka yang sedang asyik menikmati makanan yang terhidang di meja kantin.
“Maaf kak,kak Fay nya kemana ya ??”tanyaku tanpa menjawab pertanyaan kak Ratih.
“Wahh… ada apa nih nyari kak Fay ?? ehm.. jadi curiga nih.. !!”kak Eulli keheranan.
“Duduk dulu Ndon,kita ngobrolnya sambil duduk,biar lebih enak ngomongnya !!”kak Yanti mengajakku duduk sambil menepuk bangku kosong di sebelahnya.
“Maaf kak,penting banget nih.Tolong dong.. kasih tahu kak Fay sekarang ada di mana ??”tanyaku memohon membuat mereka bertiga tersenyum kecil melihat ekspresi mukaku yang kelihatan seperti memelas.
“Kak Fay ke kelas,katanya uang dia ketinggalan,jadi dia balik lagi ke kelas buat ngambil,”kak Ratih menjelaskan sambil menatapku dengan tatapan aneh.
“Makasih kak,” aku berlalu meninggalkan mereka yang masih bengong saling berpandangan.Aku tidak melihat lagi wajah bingung mereka yang terus memperhatikan langkahku menuju ruang kelas 5.
Sampai di pintu kelas 5 yang terbuka,aku hampir saja menabrak kak Fay yang hendak keluar dari ruang kelas.
“Brandon !!”kak Fay terkejut melihatku.
“Maaf kak,aku cuma mau ngembaliin ini !!”aku menyodorkan diary kak Fay.Ekspresi kak Fay biasa saja saat mengambil buku itu dari tanganku.
“Kamu.. ?? apa kamu sudah membaca isinya ??”tanyanya menatapku penuh selidik.
“Aku…. Ma.. maaf kak.. aku sudah membacanya.Tapi hanya halaman terakhir saja kok, nggak semuanya !!”aku meminta maaf atas kelancanganku.Kak Fay berjalan menuju bangku yang ada di koridor kelas.Aku mengikutinya dan kami duduk berdua di sana.
“Tumben nggak ngomel-ngomel !!”bathinku.
“Kak Fay marah ya ??”tanyaklu memecah keheningan.
“Jadi kamu nggak baca semuanya ??”tanyanya lagi seperti tak percaya tanpa memperdulikan pertanyaan yang aku lontarkan sebelumnya.
“Suuerr kak !! Aku ndak bohong !!” aku mengangkat jariku membentuk huruf “V” untuk meyakinkan kak Fay,berharap dia tidak marah padaku.Kak Fay memandang ke arah mataku dan tatapannya itu membuat aku risih.Segera saja aku memalingkan wajahku menatap ke depan.
“Ndonn… !! sebenarnya kemarin kak Fay sengaja menjatuhkan diary ini supaya kamu membacanya !!”penjelasan kak Fay membuatku terkejut dan kembali menatapnya.
“A.. apa kak ?? Sengaja .. ?? Maksudnya apa ??”pertanyaanku membuat kak Fay menarik nafas sejenak.
“Di buku ini aku menulis tentang salah satu sahabat terbaik kak Fay.Ah.. kalau kamu membacanya pasti kakak nggak perlu menjelaskannya lagi sama kamu.Begini saja,nanti sepulang sekolah kakak tunggu di parkiran sepeda.Temui kakak di sana.Kakak ingin mengajak kamu ke suatu tempat.Hanya kamu dan kakak.Kamu mau kan ??”tanyanya membuatku semakin bingung sekaligus makin penasaran juga.
“Tapi aku ndak bisa lama-lama Kak,kenapa ndak sekarang saja ceritanya ?? atau aku pinjam lagi buku kak Fay !!”aku mencoba memberikan alternatif lain.
“Nggak bakal keburu Ndon !! Sebentar lagi bel masuk.Pokoknya nanti kak Fay tunggu ya !! jangan sampai ndak datang.Kak Fay berharap banyak sama kamu!”katanya sambil beranjak dari bangku menuju ke kelasnya tanpa memperdulikan lagi aku yang masih larut dalam kebingungan.
“Harapan ?? apa yang kak Fay harapkan dari aku ? kenapa dia memilihku ?apa yang sebenarnya di sembunyikan kak Fay ?? kenapa juga kak Fay sengaja menjatuhkan buku diary nya dan berharap aku membaca isi diary itu yang katanya bercerita tentang salah satu sahabat terdekatnya.Siapa sih sebenarnya sahabat yang di maksud ?? Kak Ratih ?? Kak Eulli ?? atau kak Yanti ?? Aarrgghh.. aku jadi merasa amat sangat menyesal tidak membaca isi diary kak Fay.
Bel masuk membuyarkan pikiranku.Aku bergegas beranjak dari bangku dan dengan setengah berlari aku menuju ke kelasku.Kepalaku masih diliputi sejuta pertanyaan tentang kak Fay.Aku semakin penasaran dan ingin cepat-cepat mendengar bel pulang berbunyi.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar