Rabu, 06 April 2011

KAKAK KELASKU ITU BERNAMA FAY !! *part.6*

Pagi mulai beranjak siang tapi aku masih berada di dalam toilet.Papa sudah beberapa kali memanggilku dan aku berkali-kali juga tak mendengarkan panggilannya.
"Ndoonnn.. sudah mulai siang nih,nanti kesiangan kamu !!"teriak papaku lagi dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu toilet.Kali ini aku merespon panggilannya dengan segera bergegas keluar dari toilet.Ada masalah dengan perutku hari ini.
"Kenapa Ndon ?? Kok lama sekali di toilet ??"tanya papa setelah aku berdiri di depan pintu toilet.
"Mampet Pa !!"jawabku sambil memegangi perut.
"Kamu ini,bukannya bilang dari tadi.Tunggu,papa ambilin obatnya !!"papa ngeloyor ke kamarnya mengambil sesuatu di kotak obat.Tidak berselang lama dia sudah kembali di hadapanku yang masih memegangi perut.
"Nih.. !! Satu menit langsung bereaksi !!"papa menyodorkan obat serbuk dan menempelkannya di hidungku.Ku ambil obat itu dari tangan papa yang masih nemplok di hidung aku.
"Ah papa,kalau Ndon minum sekarang bisa kesiangan nih... nanti saja di sekolah !!"sahutku sambil ngibrit ke kamar untuk mengambil tas ranselku.
"Hey... !! jangan sembarangan minum obatnya.Nanti kamu lagi ngikutin pelajaran sakit perut lagi !!"kata papa sekembalinya aku di hadapannya.
"Iya Pa.. !! Brandon berangkat dulu ya.. udah siang nih,ntar telat !!"aku mencium tangan papa dan dia mencoba mencium pipiku.Tapi aku menghindari ciumannya.
"Ih papa.. Brandon kan udah gede.. malu ah.. !!"kataku sambil memegangi pipiku.
"Kamu ini,sama papa sendiri malu.Memangnya ada aturan kalau orang tua nggak boleh nyium anaknya yang udah gede ??"tanya papa sambil mencubit hidungku.Akupun mencium pipi papa.
"Tuh.. Brandon aja yang nyium !! Udah ya Pa.. Brandon berangkat .. !!"aku berlari keluar rumah.
"Eh.. curang kamu ya.. !!"teriak papa dari dalam.Aku hanya tertawa mendengar teriakan papa.
Wah... hari memang sudah mulai siang,sebentar lagi pasti bel masuk berbunyi.Tapi aku baru seperempat jalan.Gimana nih ?? Syukurlah,di sebuah tikungan menuju sekolahku,aku bertemu teman sekelasku yang sedang bersepeda.
"Brandoonn.. !! Ayo naik... ntar kesiangan lho !!"Adhie mengajakku.Kamipun berboncengan menuju sekolah.Aku berdiri di belakang Adhie yang dengan cepat mengayuh sepedanya membuatku sedikit ngeri karena jalanan ini mulai memasuki gang yang yang sempit.Aku takut ada orang tiba-tiba muncul dan bisa tertabrak sepeda Adhie.
"Woy.. woy.. woy.. !!"aku berteriak-teriak mengisyaratkan Adhie supaya memperlambat laju sepedanya.
"Tenang aja Ndon .. !! Pasti ndak bakalan telat deh .. ini kan jalan pintas menuju sekolah kita!!"katanya sambil terus mengayuh sepeda tanpa mengurangi kecepatannya.
"Iya aku tahu.. !!tapi kalau tiba-tiba ada orang yang muncul dari kanan atau kiri gang,bisa nabrak nih !!"kataku saat sepeda itu mulai berbelok dan masuk ke jalan yang lebih lebar.Wah.. gerbang sekolah sudah terlihat tak jauh dari jarak kami.Adhie dan akupun telah sampai di dalam lingkungan sekolah.
"Nah.. sudah sampai,ndak telat kan ??masih 5 menit lagi belnya!!"katanya sambil melihat jam tangan yang dipakainya.Aku turun dari sepeda Adhie.
"Cepet sih cepet.. tapi jantungku ikutan sport juga nih !!"kataku membuat Adhie terkekeh.
"Makasih ya Dhie .. !!"sahutku.Adhie hanya mengangguk dan diapun berlalu dari hadapanku untuk memarkir sepedanya di antara deretan sepeda-sepeda lain yang ada di parkiran.
Aku masuk ke kelasku dan tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi.Semua murid sudah duduk di kursinya masing-masing termasuk aku dan Andz.Adhie pun sudah ada di antara kami.Dia duduk di bangku tepat di depan bangkuku dan Andz.
Bu Rianti masuk dan seperti biasa,Agunk ( Agunk BNZ.. hehehe .. ) si Ketua Murid akan menyuruh kami berdiri dan memberi salam kepada Bu Rianti.Seteleh menjawab salamnya,Bu Rianti menyuruh kami kembali duduk.Ada yang berbeda di pagi ini,Bu Rianti membawa sebuah keyboard yang tidak begitu besar.Hari ini kami memang masih belum belajar dan akan berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba Kreatifitas antar kelas yang akan di laksanakan hari Senin depan.
"Anak-anak,hari ini kita akan berlatih lagi.Brandon.. ibu membawa ini buat kamu berlatih.Nanti kamu mengiringi teman-teman kamu yang bernyanyi ya ??" Bu Rianti memperlihatkan keyboardnya sambil tersenyum ke arahku.Aku balas dengan anggukan kepala dan tentunya dengan senyumanku pula.Mulailah kami berlatih,semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.Tapi karena kelas ini cukup sempit dipakai untuk berlatih sekaligus,Bu Rianti memutuskan memakai area depan kelas yang cukup luas untuk latihan bergantian antara menari dan menyanyi.Sedangkan yang sedang berlatih melukis bisa di lakukan di bangkunya masing-masing.Memang sih,tidak semua murid mengikuti latihan.Sebagian besar murid hanya menonton latihan kami.
Bu Rianti menyuruh Ayu, Niar, Elma dan Novita (semuanya BNZ.. hehehe.. ) untuk berlatih tarian tradisional di depan kelas.Mereka berempat memang sering les tari di sebuah sanggar di luar kegiatan sekolah.Dengan hanya di iringi musik dari pemutar musik yang ada di handphonenya bu Rianti,mereka menari dengan indahnya,membawakan tarian dari pulau Dewata,Bali.Kakiku mulai gatal ingin ikut menari.Tapi aku berhasil mengendalikan diri untuk tidak ikut menggerakan tubuhku.Hehehe... Bu Rianti merasa puas melihat penampilan mereka.
"Good Job.. !! I Like It.. !!!"pekiknya ketika semuanya telah menuntaskan tariannya.Kini giliran Andz,Adhie, Ziha, dan Anna maju ke depan untuk latihan menyanyi.
"Brandon.. !!! maju sini,kamu bisa kan mengiringi mereka dengan permainan pianomu ??"tanya Bu Rianti setelah aku berada di depan kelas.
"Akan saya coba Bu !!"jawabku sambil mengatur keyboard yang di bawa Bu Rianti,mencari-cari nada yang cocok untuk lagu yang akan di bawakan keempat temanku.Setelah selesai memprogram keyboardnya,aku mulai menekan toots demi toots papan keyboard,memainkan introduce lagu.Lalu Andz, Adhie, Anna dan Ziha pun mulai bernyanyi sesuai irama yang ku mainkan.Tidak ada kesulitan bagiku untuk mengiringi mereka bernyanyi,karena lagu yang dinyanyikan memang sangat familiar di telingaku.Lagu sebuah band terkenal yang salah satu personilnya jago main keyboard.Dia juga anak dari musisi terkenal yang mirip dengan papaku.Hayooo.. ada yang tahu nggak ?? yang personilnya 4 orang terus vokalisnya cewek ?? hehehe... :D
"Bu,boleh usul ndak ??"tanyaku setelah selesai membawakan lagu itu.
"Tentu sayang,usul apa ??"tanya Bu Rianti antusias.
"Menurut Brandon,lagunya kurang cocok di nyanyikan oleh anak seumuran kita.Lagunya terlalu dewasa.Bagaimana kalau diganti saja ??"tanyaku meminta persetujuan Bu Rianti.
"Boleh saja,apa Brandon punya usul kira-kira lagu apa yang cocok ??"Bu Rianti meminta pendapatku untuk pemilihan lagu.
"Coba ibu dengarkan lagu ini.Lagu ini memang aslinya di iringi dengan keyboard,vokalisnya juga 4 orang,2 laki-laki dan 2 perempuan.Lagu anak-anak ini populer tahun 2001.Mungkin aku baru lahir,tapi aku sangat suka sama lagunya"terangku sambil mengatur kembali keyboard yang di bawa Bu Rianti.
"Baiklah,coba kamu bawain lagunya !!"Bu Rianti menyuruhku membawakan lagu itu.Aku telah siap dengan keyboardku dan mulailah aku menekan toots demi toots papan keyboardnya.Suaraku pun terdengar di ruang kelasku yang hening.Semua mata seisi kelas terfokus padaku.

#Sahabatku bintang terang cemerlang
Bertebaran di angkasa
Sahabatku bulan terangi malam
Sang purnama mulai tiba

temani aku dalam lelap tidurku
temani aku dalam mimpi indahku
menari-nari di alam semesta

Sahabatku alam terima kasih
Esok ku jelang bersamamu#

By : Kak Trie Utami
Vocal : Kita-Kita (Monica, Bashira, Kevin, Willy)
Album : Untuk Anakku (2001)


Aku berhenti bernyanyi.Setelah intro terakhir,ku hentikan permainan keyboardku.Semua teman-teman baruku bertepuk tangan membuat aku tersenyum senang.Begitupun Bu Rianti,dengan gayanya yang khas dia langsung mengangkat 2 jempol tangannya sambil bilang...
"Brandonn.. !! Good Job.. !! I Like It !! "hehehe...
"Baiklah Brandon,ibu terima usul kamu !!"Bu Rianti antusias menerima saranku.
"Terima kasih Bu !!"sahutku bangga.
Kami berlatih hanya sampai jam istirahat,setelah itu pelajaran kosong.Bu Rianti juga tidak muncul lagi setelah bel tanda istirahat selesai berbunyi.Akhirnya aku hanya mengobrol saja dengan teman-teman baruku.Aku memanfaatkan hari kedua di sekolah baruku untuk mengenal mereka lebih dekat.Dari sana aku tahu kalau ternyata Andz, Adhie, dan Anna berteman sejak dari TK.Ayu, Niar, Elma dan Novita adalah teman satu sanggar.Empat sekawan ini memang kompak baik ketika menari maupun ketika sedang bermain bersama.Dulu waktu kelas 2 katanya mereka sempat berbeda kelas karena kelasnya harus di bagi dua.Kelas A dan B.Ayu dan Elma di kelas A sedangkan Novita dan Niar di kelas B.Karena mereka ingin tetap sekelas,Novita dan Niar pun sempat mogok sekolah dan hanya mau kembali ke sekolah kalau mereka di tempatkan di kelas A.Dan ternyata cara itu memang berhasil.Akhirnya mereka berempat bisa berkumpul bersama lagi.Wah.. ada-ada saja ulah mereka.
Ada Ziha yang selalu riang dan cepat akrab dengan siapapun.Atau Icha yang pemalu,sampai-sampai mau berkenalan denganku saja mesti di antar Agunk,si Ketua Murid.Hehehe…
Akupun bercerita tentang sekolah lamaku.Guru-guru di sana,teman-teman yang sayang sama aku.Tapi mereka paling senang mendengar cerita tentang keailanku yang bisa membuat mereka tertawa-tawa mendengarnya.
Sedang asyik-asyiknya bercerita,Bu Rianti masuk ke dalam kelas.Teman-temanku yang sedang asyik berkerumun di bangkuku akhirnya membubarkan diri dan kembali ke bangkunya masing-masing.Bu Rianti berdehem sejenak.
“Ehmm.. sudah cukup belum kenalannya ??”tanya Bu Rianti kepada seluruh muridnya.
“Beluumm.. !!”teriak semua murid berbarengan.
“Kamu senang di kelas ini Ndon ??”tanya Bu Rianti tanpa mananggapi jawaban murid-muridnya.
“Senang sekali Bu,semuanya baik dan menyenangkan”jawabku sambil memaandang sekeliling.
“Hmm… baguslah kalau begitu.Mudah-muahan ke depannya kamu kerasan tinggal di kelas ini!!”kata Bu Rianti.
“Wah aku ndak mau tinggal kelas Bu.Pengennya naik kelas.Masa di kelas ini terus ??Hehehe…” sifat isengku mulai muncul membuat seisi kelas terkikik.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Baiklah,sekarang kalian bisa pulang.Tapi… yang kebagian membersihkan ruangan kelas 5 jangan pulang dulu ya !!”Bu Rianti mengangkat telunjuknya.
“Ayo siapa yang belum kebagian ?? tunjuk tangan !!”Bu Rianti mengedarkan pandangannya.
Ternyata yang mengangkat tangan ada lima orang.Lho kok cewek semua ?? pikirku kurang senang.Anna,Ziha,Ayu,Niar dan Icha.
“Brandon.. !! nanti kamu bantuin mereka ya ??”kata Bu Rianti membuatku tak bersemangat.
“Kok nggak ada murid laki-lakinya Bu ?? masa Brandon sendirian ??”aku mulai berani protes.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Laki-laki atau perempuan kan teman kamu juga Ndon !!” Bu Rianti meyakinkanku.
“Yo wess lah.. “sahutku dengan nada lemah.Murid-murid mulai berhamburan ke luar kelas.Andz dan Adhie menghampiriku dan mulai menggodaku.
“Ndon,kita duluan ya… !! Met senang-senang dengan bidadari-bidadari kelas kita.Hehehe.. !!” Andz an Adhie membuatku cemberut.Huuhh.. kirain mau nemenin aku.
***

Ruang kelas 5 begitu kotor.Sepertinya sengaja di bikin menjadi sangat kotor.Huft… mentang-mentang kelas lain yang ngebersihin,seenaknya saja membuat kelasnya kotor.
Kurang dari setengah jam,pekerjaan kami hampir selesai.Ruangan kelas 5 sebagian besar sudah aku pel.Tinggal area depannya saja yang belum aku pel.Eh.. sedang cape-capenya ngepel,seorang murid perempuan seperti tak punya dosa seenaknya saja melewatiku.Meninggalkan jejak sepatu yang begitu tebal dengan tanah.
“Heyy… ndak lihat apa lagi di pel ??”bentakku membuat anak itu berbalik menatapku.Sejenak dia mengerutkan keningnya.OMG.. !! Ni anak yang ketemu di toilet kemarin.
“Kamu ??”murid perempuan itu menunjukku.Wajahnya tampak sedikit terkejut melihatku.Aku hanya nyengir saja mengingat kemarin dia memanggilku “kakak”.
“Ohh… jadi kemarin kamu bohongin aku ya ??Pake ngaku-ngaku kelas 6.Huuhh.. “anak itu memelet-meletkan lidahnya.
“Faayyy.. cepetan donk… !! sudah di ambil belum buku yang ketinggalannya ??”salah seorang temannya memanggilnya dari ambang pintu.Dia pun berlalu menuju bangkunya,mengambil buku di kolong meja,kemudian kembali ke arahku dan menatapku sejenak.Dengan judesnya dia memalingkan muka saat aku membalas tatapannya.
“Dasar jutek.. !!”bathinku kesal.
Anak itu menuju pintu kelas dan dengan sengaja menghentak-hentakan kakinya,meninggalkan bekas jejak sepatu yang… waduuuhh…. Nih anak habis nyangkul di mana ??bekas tanahnya banyak banget.Aku dan teman-temanku hanya bisa memandang kepergiannya dengan tatapan sebal.
Anna menghampiriku.
“Namanya Fay Nabila Ryzka Alexander !! Jago dance hip-hop,dia yang membuat kelasnya juara lomba antar kelas tahun lalu”terangnya tanpa ku minta.
“Iya Ndon,malah banyak yang mengidolakan dia.Dan fans-fans-nya itu menamai dirinya FAYNATIC”Ziha ikut menjelaskan.
“Bener tuh Ndon,bukan hanya dari kelas 5 saja yang suka sama dia,dari kelas lain juga banyak lho.. !!”tak mau kalah,Icha ikut menambahkan.
“Lihat saja,bendera BRANDONIZER juga akan berkibar di sekolah ini !!”tanpa kusadari,kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku membuat teman-temanku mengerutkan kening.
“BRANDONIZER ??”kata Anna, Ayu, Niar, Ziha dan Icha berbarengan.
“Eh… ndak.. ndak.. bukan apa-apa kok.. !!”sahutku meralat ucapanku sambil menggaruk-garuk kepalaku.
***

Aku berjalan menyusuri gang menuju rumahku.Kerja bakti tadi membuat tubuhku lemas dan ingin cepat-cepat sampai di rumah.Di tambah lagi uang jajanku sudah habis membuatku tidak bisa membeli makanan sebagai pengganjal perutku yang sudah kelaparan minta di isi.Sedang asyik-asyiknya berjalan,aku mendengar suara bising di belakangku.Spontan aku menolehkan wajahku ke belakang,ke arah sumber suara itu.Ternyata ada Kak Fay dan tiga orang temannya sedang balapan sepeda.
“Huuhh.. di gang sempit kayak gini masih saja balapan”gerutuku.
Di perempatan gang aku berbelok ke arah jalur gang yang menuju ke rumahku.
“Ayo kejar aku !!”teriak Kak Fay sambil berbelok ke arah gang yang sama denganku.Teriakannya begitu jelas terdengar menandakan kalau jarak kami sudah sangat dekat.Dan…
“Awaasss… !!”teriak Kak Fay mengagetkanku.Aku segera merapat ke dinding gang sebelah kanan.Sedangkan Kak Fay membelokkan sepedanya ke sebelah kiri untuk menghindari supaya sepedanya tidak menabrakku.Tapi..
“Brukk… !!”sepeda Kak Fay tidak sempat di rem dan membentur dinding gang.Kak Fay sendiri terjatuh dari sepedanya.
“Aww… !!”Kak Fay meringis kesakitan sambil memegangi lututnya.Akupun segera menghampirinya.
“Kakak ndak apa-apa ??”tanyaku sambil mencoba membantu dia berdiri.Tapi Kak Fay menepis tanganku,menolak bantuanku.
“Kamu lagi… kamu lagi… ndak apa-apa gundulmu ??sakit tahu !!”bentaknya sambil tetap meringis dan memegangi lututnya.
“Rambut sekeren ini di bilang gundul !!”bathinku.
“Maaf Kak.. !! Lagian kenapa di gang sempit begini Kakak malah kebut-kebutan.Kan bahaya !!”aku mencoba membela diri.Tak lama teman-teman Kak Fay sudah berada di antara kami.
“Kamu ndak apa-apa Fay ??”seorang teman Kak Fay yang bernama Kak Ratih (Ratih BNZ .. hehehe.. ) mencoba membantu kak Fay.
“Sakit nih Rat.. gimana aku bisa ngayuh sepeda kalau kakiku kayak gini ??”keluh kak Fay.
“Lututmu ndak berdarah kok !!”sahutku menjawab keluhannya.
“Iya ndak berdarah… tapi sakit tahu.. !!”Kak Fay dan ketiga temannya yang semuanya cewek memelototiku.
“Pokoknya kamu harus tanggung jawab !! kamu anterin Fay sampai ke rumahnya.Boncengin dia pakai sepedanya Fay!!”kak Ratih menuntutku.
“Enak aja.. wong dia yang salah kok aku yang mesti tanggung jawab ??”aku menolaknya membuat Kak Fay meringis semakin kencang.
“Yo wess yo wess.. aku anterin !!”akhirnya aku mengalah.Aku ambil sepedanya kak Fay,dengan di bantu temannya,kak Fay berdiri dan duduk di boncengan belakang sepeda yang telah siap aku kemudikan.
“Sudah belum ??”tanyaku.
“Udaahh.. ayo jalan.. !! nanti aku tunjukkin jalannya”akuoun menjalankan sepedanya dan kak Fay berpegangan pada pinggangku.
“Jangan pegang-pegang pinggangku !! Geli tahu.. !!”aku mencoba menyingkirkan tangan kak Fay dari pinggangku.
“Pegangan kemana donk ?? takut jatuh nih.. !!”Kak Fay kembali berpegangan pada pinggangku.Huuhh…
“Pegang hidungmu !!”teriakku membuat kak Fay mencubitku.
“Aww.. !!” pekikku kesakitan.
“Sekali lagi ngeledek aku kayak tadi,aku cubitin pinggangmu !!”ancamnya.
“Iya.. iya.. Bawell.. “kak Fay kembali mencubitiku.
“Aduhh.. Iya.. deh ndak lagi !!”sahutku sambil terus mengayuh sepeda.
Sudah hampir setengah jam aku berboncengan dengan kak Fay tapi belum sampai juga di rumahnya.
“Rumahnya di mana sih ?? jauh banget !!”keluhku mulai kecapean.
“Lurus aja terus.. nanti sampai di depan pertigaan jalan besar belok kiri !!”terangnya.
“Lha.. teman-teman kakak mana ??”aku baru sadar kalau teman-temannya kak Fay yang dari tadi membuntuti sudah tidak ada di belakang kami.Aku tidak tahu sejak kapan mereka menghilang.Sepeda yang ku kayuh mulai menyusuri jalanan besar.
“Tuh.. rumahku .. !!”kak Fay menunjuk salah satu rumah dengan halamannya yang begitu asri berpagar besi dan pagarnya tidak begitu tinggi.Sederhana tapi cukup luas.
“Kak.. bukannya tadi kita sudah ngelewatin rumah ini ??”tanyaku setelah kami tiba di halaman rumahnya dan ternyata sepeda teman-teman kak Fay juga sudah terparkir di sana.
“Emang tadi sudah kita lewatin.. !!sengaja.. ngajak kamu keliling-keliling dulu.. olahraga dikit.. !!Hehehe… !!”aku turun dari sepeda dan menatap kak Fay yang masih duduk di boncengan sepeda dengan tatapan kesal.
“Nggak Lucu.. !! Kakak tahu nggak sih ??aku bisa di marahin papaku gara-gara pulang telat.Dari tadi aku ingin cepat-cepat sampai rumah,perutku sudah lapar.Aku cape latihan buat lomba.Belum lagi ngebersihin kelas kakak.Mikir nggak sih kak ??”aku benar-benar kesal sama kak Fay.
Kak Fay turun dari boncengan dan aku menjatuhkan sepedanya.Aku berjalan menuju pintu pagar,meninggalkan kak Fay dengan sepedanya yang tergeletak di sampingnya.
“Bercanda yang nggak tepat waktu !!”rutukku kesal.
“Tunggu… !!”kak Fay berlari mengejarku yang sudah sampai di luar pintu pagar rumahnya.Aku berbalik memandangnya heran.
“Kaki kakak sudah ndak sakit ??”tanyaku kaget.
“Maaf.. tadi aku ngerjain kamu,kaki aku sebenarnya nggak apa-apa !!”kak Fay menatapku.
“Oh begitu .. ??”aku bertambah dongkol.Kembali aku langkahkan kakiku meninggalkan kak Fay.Tapi dengan cepat kak Fay menggamit lenganku.
“Maafin aku ya… jangan marah donk.. !!Lagian kamu duluan yang ngerjain aku.Kemarin pake ngaku-ngaku kelas 6 segala !!”kak Fay mencoba menahanku.Aku hanya terdiam dan sepertinya dia tulus minta maaf ke aku.
“Ya udah.. kamu katanya cape terus laper juga kan ?? sebagai permintaan maaf aku,kamu istirahat saja di rumahku dulu!!Oke ?? oh iya,aku belum tahu nama kamu !!”katanya sambil mengulurkan tangan.
“Brandon !!”sahutku pendek.
“Fay !!”balasnya meskipun aku sudah tahu namanya.
“Ayo masuk !!”ajaknya.Aku ragu-ragu.Kak Fay menarikku lagi dan akupun mengikuti dia memasuki rumahnya.Di sana sudah ada ketiga temannya yang sedang duduk di kursi tamu.
”Ehmm… gimana Fay jalan-jalannya ??seru ndak ??”tanya kak Ratih.Aku cemberut menatap teman-teman kak Fay yang sedang cekikikan.
“Lucu banget sih kalau lagi cemberut gitu !!”goda teman kak Fay yang belakangan aku ketahui bernama kak Yanti dan yang satu lagi namanya kak Eulli (dua-duanya BNZ.. hahaha .. ) Kami semua duduk di kursi ruang tamu.Kak Fay ngeloyor ke dapur dan hanya beberapa menit dia sudah kembali ke ruang tamu membawa nampan berisi minuman berwarna orange dengan gelas berukuran besar.Ada es nya pula.Waahh.. pasti seger banget tuhh.. !! Kak Fay meletakannya di meja.Aku, kak Eulli, kak Ratih, dan kak Yanti serta kak Fay sendiri segera mengambil jatah minuman masing-masing.Aku minum sampai habis.Tinggal menyisakan es nya yang belum mencair di dalam gelas.
“Wah… haus sekali rupanya .. !!”ledek kak Eulli.Aku tersenyum kecil.Kak Fay terkekeh melihat aku yang sudah menghabiskan satu gelas besar minuman yang di suguhkannya.Sementara minuman mereka masih tersisa banyak.Kak Fay pun kembali ke dapur.
“Wooyy.. bantuin donk .. !!”Kak Fay berteriak dari dapur.Entah apa yang sedang di lakukannya.Serentak ketiga teman kak Fay beranjak dari kursinya menuju dapur,sedangkan aku di tinggal sendirian di ruang tamu.Aku melirik minuman mereka yang ada di meja dan tiba-tiba saja aku teringat sesuatu.
Aku membuka tas ranselku,merogoh-rogoh bagian tas yang biasanya tempat aku menaruh uang recehan.
"Aha.. !!"pekikku ketika aku sudah menemukan benda yang aku cari.Yaa.. obat pengocok perut pemberian papaku yang belum sempat aku minum tadi pagi.Ku masukan obat serbuk itu ke dalam minuman mereka sambil sesekali melirik ke arah pintu yang menuju dapur,takut kalau mereka tiba-tiba muncul.Hmm... bagus !! obatnya cepat larut.Ku masukan bekas bungkus obatnya ke dalam tasku supaya tidak ketahuan.Hehehe...
Aku sedikit terkejut saat mereka datang membawa makanan di toples.Masing-masing dari mereka membawa satu toples berisi macam-macam kue dan cemilan.
"Nih.. makan ini dulu ya .. !! katanya laper ?? oh iya,aku ambil minuman lagi ya buat kamu !!"Kak Fay mengambil gelasku tapi aku segera mencegahnya.
"Ndak usah Kak,aku mau pulang saja.Sudah sore nih .. takut di marahin papaku !!"sahutku memberikan alasan sambil menggendong tas ranselku.Aku lihat kak Fay dan teman-temannya kembali mengambil dan meminum minuman mereka masing-masing.
"Yess.. berhasil .. !!"bathinku sambil terkikik.
"Kenapa Ndon ??"tanya kak Ratih curiga melihat aku tertawa sendirian.
"Ora opo-opo.. !! Yo wess... aku pulang dulu yo.. !! Makasih ya kak Fay.. !!"kak Fay mengangguk dan aku beranjak dari kursiku lalu berjalan keluar pintu depan rumah kak Fay.
"Hmm.. satu menit bereaksi.. satu... dua.. !!"aku berhitung dalam hati dan...
"BRANNDOOONNN... !!"terdengar teriakan dari dalam rumah kak Fay.Aku berlari dengan cepat sambil tertawa-tawa .
"Rasaiinn... makanya jangan coba-coba jail sama aku !!"aku tertawa senang dan berlari menjauh dari rumah kak Fay.Tapi setelah beberapa ratus meter dari rumah kak Fay,aku menepuk jidatku.
"Waduhh.. gimana caranya aku pulang ?? jauh bangett... mana ndak punya uang lagi.. !!"aku kebingungan sendiri sambil celingak-celinguk entah apa yang aku cari.Jalanan sepi tak ada orang.Huuhh... Terpaksa aku berjalan kaki menuju rumahku.
"Wah kalau begini caranya nyampe rumahku bisa sore banget nih !!"aku membalikkan badanku menatap ke belakang.
"Ah.. ndak.. ndak... masa balik lagi ke rumah kak Fay buat minjem sepeda sih ?? bisa habis aku !!"aku mengurungkan niatku dan... Heeyy.. ada motor polisi yang sedang berpatroli menuju ke arahku.Segera ku buka tas ranselku,ku ambil botol minuman yang hanya berisi air beberapa tetes.Ku tuang air itu dan ku teteskan ke mataku.Setelah polisi itu mendekat,aku pura-pura menangis sekencang-kencangnya untuk menarik perhatian pak Polisi.
"Huuaaaa... hiks.. hiks.. hiks.. !!"dan berhasil,polisi itu berhenti di depanku.
"Kenapa De ??"tanyanya tanpa turun dari motornya.
"Mau pulang.... tapi ndak tahu jalan... !!"aku pura-pura tersesat sambil mengusap air mata gadunganku.
"Memangnya rumah ade di mana ??"tanya pak polisi itu lagi.Ku sebutkan alamat rumahku dan tanpa banyak bertanya lagi seperti polisi-polisi yang lainnya,dia bersedia mengantarkan aku pulang.
"Ya sudah.. Bapak antar kamu pulang,ayo naik !!"ajak pak polisi sambil menggeser duduknya agak ke depan,memberi tempat duduk untukku.
"Yeeaahh... berhasil lagi misiku.. hehehe... !!"hatiku melonjak senang.
"Berangkat paaakk... !!"teriakku setelah siap dan nyaman dengan posisi dudukku.Motor pak polisi pun meluncur menuju ke rumahku.Hehehe..
***

"Ini rumahnya ??"tanya pak polisi setelah sampai di depan pagar rumahku.
"Iya Pak !!"jawabku sambil turun dari motornya.
"Makasih ya pak !! oh iya,mampir dulu Pak !!"aku menawari pak polisi itu untuk singgah.
"Nggak usah De.. bapak sedang tugas.. lain kali saja !!"jawabnya menolak tawaranku sambil menghidupkan kembali mesin motornya.
"Ya sudah.. bapak pergi dulu ya.. !!"pamit pak polisi.
"Oh iya pak.. makasih ya paaaaak... !!"teriakku karena motor yang di kendarai pak polisi sudah berlalu dari hadapanku.
Rupanya papa dari tadi memperhatikanku dari teras rumah.Dia segera menghampiriku dengan wajah cemas.
"Ada apa Ndon ?? kok di antar polisi ??"papa bertanya.Ku cium tangannya dan aku hanya tersenyum menatapnya.Tanpa menjawab pertanyaannya aku berlari ke dalam rumah membuat papa menggeleng-gelengkan kepala bercampur penasaran.
"Nih anak.. di tanya malah ngeloyor !!"gerutu papa sambil berjalan masuk ke dalam rumah.Papa sudah paham dengan sifatku.Kalau aku sedang cape,aku bakalan susah di tanya.Hehehe...
***

Papa membangunkan aku yang tidur sejak dari tadi sore.Aku sangat kelelahan dan sore tadi setelah mandi aku tertidur di kasur kesayanganku.
"Ndoonn.. !!Bangun sayang.. makan malam dulu... ntar kurus lho.. !!"papa mengguncang tubuhku lembut.
"Nggak ah Pa... Ndon ngantuukk.. !!"jawabku lemas sembari merubah posisi tidurku jadi membelakangi papa.Papa merangkul tubuhku dan menggendongku ke kamar mandi.
"Cuci muka dulu biar nggak ngantuk .. !!"katanya sambil membasuh mukaku dengan air.Terpaksa deh aku melek.Huuhh.. papa rese.Rupanya dia masih penasaran dengan kejadian tadi sore saat aku di antar pak polisi.Makanya dia memaksaku untuk bangun.Dasar papa..
"Ndon.. kamu belum menjawab pertanyaan papa.Kenapa tadi kamu sampai di antar polisi ?? memangnya kamu habis dari mana ??"tanya papa memulai perbincangan saat aku menyelesaikan makan malamku.
"Tadi Ndon di kerjain kakak kelas Ndon Pa.. !!"sahutku dan ceritaku meluncur dari mulutku membuat papa manggut-manggut sambil tertawa mendengar kisahku.Apalagi saat aku bercerita ketika aku pura-pura nangis di jalanan.Hehehehe...
"Ya sudah kalau begitu,sekarang bantuin papa nyuci piring yuuk.. !!"papa beranjak dari kursinya sambil membawa peralatan makan yang kotor bekas makan malam kami ke wastafel tempat cuci piring.
"Ndak mau ahh... Brandon ngantuk Pa .. !!"sahutku sambil menguap.Akupun beranjak dari kursi menuju kamarku.Tapi papa segera menangkap dan mengangkat tubuhku.
"Enak saja kamu hemh.. !!"papa mencubit hidungku.
"Masa makan berdua nyuci piringnya papa sendirian ??"papa protes.
"Biariinn.. !!"jawabku yang masih di gendongnya.
"Dasarr nakall... !!"papa mencubit pipiku gemas.
"Lha,turunan dari papanya tuh.. !!"jawabku.
"Huu.. jelek.. !!"ledeknya lagi.
"Papanya lebih jelek !!"sahutku juga.
"Wew.. papanya mah ganteng !!"papa mengelak.
"Anaknya lebih ganteng !!"jawabku lagi nggak mau kalah.
"Huuu... anak papa ndak kreatif nih.. bisanya cuma ngebalik-balikin!!"
"Lha,kalau ndak di balikin gosong dong Pa.. !!!"kami terdiam sejenak lalu tertawa berbarengan.Hahahaha...
"Kamu ini.. pinter banget sih ngejawabnya .. papa lempar nih hemhh.. !!"papa mmengangkat badanku tinggi-tinggi membuat aku tertawa kegirangan.
"Pa.. pa.. Ndon bisikkin sesuatu deh.. !!"papa menghentikan kegiatan mengangkat-angkat tubuhku.Sekarang aku sudah di gendong seperti tadi.
"Ndak mau ah.. !!"papa menolak tapi aku sudah merapatkan bibirku di kupingnya.
"Di saku celana Ndon ada lintah mainan baru lho.. !!"bisikku membuat papa langsung menurunkan tubuhku.
"Haahh... kamu ini... cepetan buang !!"teriak papa ketakutan.Akupun berlari menuju kamarku sambil tertawa terbahak-bahak.Hahaha...
Sebelum menutup pintu kamar aku berteriak.
"Bercanda Pa... !! Ndon ndak punya mainan itu.Sekarang papa nyuci piring sendiri ya... !! Soalnya Ndon ngantuukk.. !!"teriakku.
"Heeyyy..... !!"papa berlari mendekati pintu kamarku.Tapi sebelum papa sampai di depan pintu,aku sudah menguncinya dari dalam.
"KLIKK.. !!"hahahaha....
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar