Rabu, 06 April 2011

PERPISAHAN BRANDON *part.5*

Hari Senin yang tak ku harapkan akhirnya tiba juga.Semangat yang biasanya muncul ketika akan menerima raport hasil ujian kini tak ku rasakan.Aku masih tidak percaya kalau besok aku benar-benar akan meninggalkan SD Permata Hati 1,sahabat-sahabatku,guru-guruku.Aku sudah tidak marah lagi sama papa karena aku pikir aku pantas menerima semua ini.Aku sudah membohongi papaku.Tapi apa aku salah kalau aku ingin melakukan sesuatu yang sangat aku sukai ?? kenapa papa melarangku nge-dance ?? mengapa dia tidak bangga seperti orang tua Brian ataupun John ?? Papa bilang ini buat kebaikanku,kebaikan apa ?? justru semua ini membuat aku menjadi merasa lebih buruk.Ah .. sudahlah.. benar kata Kak Reny,toh aku masih bisa bertemu sahabat-sahabatku jika aku mau.Tapi,apa aku masih bisa nge-dance ??
Ruang kelasku sudah ramai dihuni oleh para orang tua siswa.Kami sendiri,para murid menunggu di luar kelas sambil menguping Bu Sarah yang sedang memanggil nama-nama muridnya.Ketika nama salah seorang siswa di panggil maka si orang tua akan maju ke depan untuk mengambil raport hasil ujian semester anaknya.Aku duduk di bangku yang ada di koridor kelas.Sayup-sayup aku mendengar Bu Sarah memanggil nama-nama murid sesuai absen.
Oh iya,sedikit saran buat para BNZ,nanti kalau sudah punya momongan ngasih namanya jangan dari abjad A atau Z karena biasanya di sekolah guru akan mengabsen murid dari abjad A atau Z duluan,mending kalau ngabsen buat di bagi duit.Lha ini.. di suruh ngerjain tugas atau soal ke depan kelas.Kan nggak enak kalau langsung maju ke depan tanpa ada persiapan terlebih dahulu...Hehehehe... GUBRAKK !! Gak penting ya ?? :D
Tidak berselang lama papaku sudah keluar kelas sambil menenteng raportku yang bersampul merah.Papa menghampiriku,Aku berdiri menunggu berita dari papa.
"Selamat sayang,juara kelas masih sama kamu !!"papa memelukku sambil mengelus rambutku.Aku hanya diam mematung,tak membalas pelukannya.
"Papa mau ke ruangan kepala sekolah dulu,mengurus kepindahan kamu" papa melepaskan pelukannya.Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa.Aku tidak tahu perasaan apa yang timbul di benakku.Senang, sedih, kecewa, risau... entahlah .. aku bingung !! Aku menatap papa yang sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah tanpa ekspresi.Setelah sosok papa hilang di koridor kelas,aku kembali duduk di bangku tadi.
"Wooyyy ... !!! Ngelamun aja !! Mikirin opo toh ??"Brian membuatku tersentak.
"Selamat yoo.. Rangking 1 maning.. Koncoku iki emang paling T.O.P !! Supper Abbeess.. !!"Brian menirukan iklanku.Hehehe...
"Kamu rangking berapa ??"tanyaku.Brian mengangkat tangannya, memperlihatkan lima jarinya.
"Lima ??"tanyaku lagi.Brian menggeleng dan dia mengangkat kembali tiga jari dengan tangan yang satunya.
"Delapan !!"teriaknya sebelum aku sempat menjawabnya sambil tersenyum.
"Lumayan.. naik dua peringkat dari semester kemarin. Hehehe.. !!"Brian tertawa senang membuat aku ikut tersenyum.
"John bagaimana ?? " tanyaku setelah Brian menempatkan badannya di samping tempat dudukku.
"Belum tuh .. masih ngantri !! yang di panggil baru sampai abjad E !!"katanya lagi.
"Hai Ndoonnn.. !!! Selamat ya.. !! Wah .. aku ndak bisa ngerebut posisi kamu !!" Kartika dan teman-temannya Mita, Nissty, dan Nanda (semuanya BNZ.. Hehehe .. ) menghampiriku memberikan selamat atas keberhasilanku.
"Lho.. kok murung Ndon ?? biasanya kamu langsung ngajak teman-teman kamu buat minta di traktirin. Hehehe... !!" Nissty menggodaku.
"Ndon.. !! minta nomor HP kamu dong.. !! Nanti kan kalau ada PR bisa calling-callingan!"Mita memainkan tangannya seperti sedang menelepon yang langsung mendapat teriakan "Huu..." dari Kartika,Nissty dan Nanda.
"Aku ndak punya HP,papaku ndak mau mbeliin.. !!"jawabku masih tanpa ekspresi.
"Nomor aku aja mau ndak ??" tawar Brian.
"Hmm... boleh deh buat nambah-nambah nomor,soalnya kontakku baru sedikit. Hehehe... !"Mita tertawa di ikuti ketiga temannya.
"Yee.. percuma kalau buat pajangan doank !!" Brian memonyongkan bibirnya.
"Yo wess kalau kalian mau aku traktir. Kita ke kantin nyookk .. !! tuh si John udah nerima raport !!" aku beranjak dari kursi dan mengajak mereka ke kantin.Eh yang di ajak malah diam sambil berpandangan satu sama lain.
"Serius Ndon ??"tanya Nanda, Mita, Nissty dan Kartika berbarengan.
"Ndak mau ??? Ya sudah ndak jadi .. !!"aku kembali duduk di bangku.
"Eh... bukan gitu.. tumben saja kamu mau nraktir,biasanya minta di traktir. Hehehe ... !!" Nanda terkekeh dan akupun ikut tertawa.
"Sekali-kali ndak apa-apa kan ??"kataku.
"Ya udah... Berang-berang ikutan Indonesia Mencari Bakat ... Berangkaattt ... !!!"Nissty berpantun.
"Ndak nyambuuung... !!"teriak aku dan yang lainnya kompak.
Yah.. mungkin ini terakhir kalinya aku bisa bersama mereka di sekolah ini.Menyenangkan hati teman-temanku.Kami bergerak menuju kantin dengan langkah seperti sedang mengikuti lomba baris-berbaris.
PROKK.. PROKK.. PROKK !!
GUBRAK ... !!!
Brian terjatuh karena tali sepatunya terinjak olehku. Hahahaha...
***

Pulang dari sekolah,aku langsung melemparkan tas ku ke tempat tidur.Tanpa mengganti seragam,ku rebahkan tubuhku.. pikiranku masih melayang entah kemana.Berkumpul dengan teman-temanku tadi cukup membuatku tersenyum sendirian.Moment terakhir di SD PH 1.
"Brandoonnn.. !!! ke sini sebentar.. !!" panggilan papa membuyarkan lamunanku.Aku langsung beranjak menuju ruang kerja papa.Oh iya,ruang kerja papa tuh seperti studio .Ruangannya kedap suara.Ada peralatan musik yang lengkap sekali di sini.Dari mulai sound system, drum, bass, guitar, keyboard, gendang, seruling bambu, saxophone, ukulele, harpa, gamelan, sasando sampai alat musik yang biasa di pake buat ngamen di lampu merah,yang terbuat dari tutup botol minuman di pakuin ke kayu juga ada lho... Halaaahh... ada-ada saja koleksi si papa.Tapi aku hanya menguasai piano saja.Sesekali belajar drum,lumayan lah hasilnya kalau gebukin kasur yang lagi di jemur jadi ada ritme-nya.Hehehehe...
"Ada apa Pa ??"tanyaku setelah duduk di kursi seberang meja papa.
"Lho.. kok belum ganti seragam ?? besok kan masih dipakai !!"kata papa sambil membuka kacamatanya.
"Memangnya Brandon ndak jadi pindah Pa ??"tanyaku bersemangat.
"Jadi.. tapi kamu kan belum dapat seragam jadi untuk sementara kamu pakai seragam yang itu dulu !!"jawaban papa membuatku kembali lemas.
"Kamu masih marah ya sama papa ??"tanya papa sambil memandangku.
"Ndak kok pa,cuma Brandon masih bingung kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance !!"jawabku sambil menunduk menatap kolong meja.Papa menghela nafas panjang.
"Ndon,papa minta maaf,untuk saat ini papa tidak bisa bercerita sama kamu,tapi yang pasti papa ngelakuin ini karena papa sayang sama Brandon!!" papa menggenggam tanganku di atas meja,mencoba meyakinkan aku.
"Selalu saja bilang kayak gitu!" bathinku bergumam. "Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri,apa ini ada hubungannya dengan mama ??" pikiranku mulai menjalar kemana-mana.
***

Aku berjalan di koridor sekolahku yang baru.SD Permata Hati 2,di temani wali kelasku yang cantik.Bu Rianti namanya (Rianti Cartwright .. Hehehe bener gak sih nulis namanya ?? :D ). Oh iya,SD Permata Hati 2 ini letaknya lebih dekat dengan rumahku,sekitar setengah kilometer.Kalau SD Permata Hati 1 tiga kali lipat jaraknya.Jadi aku bisa berangkat ke sekolah ini dengan berjalan kaki ataupun naik sepeda.Sebagian besar murid-murid di sini berangkat dan pulang sekolah dengan bersepeda.
Bu Rianti menuntunku memasuki salah satu ruang kelas.Kelas 4.Suasana yang sangat berbeda dari kelasku sebelumnya langsung ku rasakan.Biasanya,di SD PH 1 para murid sedang asyik-asyiknya beraktifitas tidak karuan.Di sini,semua murid telah rapi dan siap mengikuti pelajaran walaupun bel masuk baru saja berbunyi.
"Berdiri .. !!"teriak salah seorang siswa saat aku dan Bu Rianti baru saja masuk ke ruang kelas.Semua murid serentak berdiri dari kursinya masing-masing.
"Beri salam.. !!" teriak siswa tadi lagi,mungkin itu sang ketua murid (KM).
"Selamat Pagi Bu.. !!" seluruh siswa-siswi memberikan salam denganm kompak.
"Pagi anak-anak !! Silahkan duduk !!"jawab Bu Rianti dan semua murid pun kembali duduk di kursinya masing-masing.
"Pagi ini kita kedatangan teman baru pindahan dari SD 1 Permata Hati.Ayo Brandon,perkenalkan diri kamu ke teman-teman baru kamu !!"Bu Rianti mempersilahkan aku.Semua murid berbisik-bisik,tertawa kecil,entah apa yang mereka bicarakan.
"Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun, saya suka nge-dance dari umur 6 tahun.Eh... salah ya ?? hehehe.. kenalin, nama lengkapku Brandon De Angelo, panggil saja Brandon.Pindahan dari SD 1 Permata Hati.Senang bertemu kalian !!"sapaku yang langsung di sambut cekikikan murid-murid.
"Silahkan ada yang mau di tanyakan sama Brandon ??"Bu Rianti memberikan kesempatan kepada semua muridnya untuk bertanya padaku.Sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku.
"Alamat rumah Bu !!" celetuk anak perempuan yang duduk di sudut ruangan.
"Nomor HP !!" teriak teman yang duduk di depan anak tadi.
"Nomor sepatu !!" teriak yang lain.Semua anak mulai ikut berteriak.
"Hobinya apa ??"-
"Makanan favorit ??"-
"Tanggal lahirr ... !!" pertanyaan yang tak satupun ku jawab terus terlontar dari seisi kelas.
"Sudah punya pacar beluumm ??"teriak salah seorang siswi.
"Huuuu.... hihihihi... "semua tertawa cekikikan.
"Hey.. sudah.. sudah.. !! kalian ini ya .. Maaf ya Brandon, di sini memang seperti ini!"Bu Rianti hanya tersenyum menanggapi ulah murid-muridnya.Wahh.. kalau Bu Sarah pasti hancur meja guru di gebraknya.Hehehe... ternyata suasana di kelas ini mulai terasa sama dengan kelasku di sekolah sebelumnya.
"Ndak apa-apa Bu !! Aku senang bisa cepat akrab !!"sahutku di sambut senyuman manis Bu Rianti.
"Ya sudah,sekarang kamu duduk di samping Andz ya .. !!" (Andz BNZ... Tuh.. udah w kabulin permintaan lo Andz.. jangan ngomel-ngomel lagi.. Hahahaha... ).
Aku berjalan menuju bangku yang di tunjuk Bu Rianti.Agak ke belakang.Seorang murid menyambutku dengan senyumnya yang langsun ku balas dengan senyumku pula.Setelah berkenalan dengan Andz,teman sebangkuku,kami tak sempat lagi berbicara banyak karena Bu Rianti sudah mulai berpidato.
"Anak-anak,hari ini kita belajar belum efektif,kepala sekolah memberikan kesempatan kepada semua murid untuk mempersiapkan diri mengikuti acara 'KREATIFITAS ANTAR KELAS' yang akan di laksanakan hari Senin depan.Tahun lalu kita kalah dan kelas 5 yang mendapat predikat juara.Tahun ini kita harus merebut predikat itu".Bu Rianti menjelaskan apa yang tidak aku mengerti.Aku berbisik pada Andz.
"Acara apa sih ??" tanyaku mencolek lengan Andz.
"Di sini setiap tahun di adakan lomba kreatifitas,bisa menyanyi, menari, melukis, main musik,pokoknya dari setiap kelas menampilkan kesenian yang beragam.Dan yang mendapat nilai terbaik dari seluruh para guru akan menjadi pemenangnya.Bagi yang kalah ada hukumannya yaitu membersihkan kelas pemenang seminggu sekali selama satu semester" Andz menjelaskan.
"Wah kasian donk kelas 1 atau 2 !!"aku memotong penjelasan Andz.
"Kelas 1 dan 2 tidak ikut.Cuma kelas 3,4 dan 5 sedangkan kelas 6 kan sedang sibuk mempersiapkan diri buat ujian kelulusan"aku manggut-manggut mendengar keterangan dari Andz.
"Brandoonn.. !!" panggil Bu Rianti mengagetkanku.Tapi dia tidak membentak,suaranya tetap lembut,kalau Bu Sarah.. Wahh.. suaranya bisa bikin gempa lokal.Hehehe..
"Iy... iya Bu !!" jawabku gugup.
"Kamu mau ikut sayang ?? mungkin kamu bisa main musik, menyanyi, menari, menggambar, atau apa saja ??"tanya Bu Rianti.
"Main piano Bu !!"jawabku membuat Bu Rianti melemparkan senyum manisnya.
"Woww.. baiklah . Kamu ikut ya ??"Bu Rianti tampak senang.
"Iya Bu !!"sahutku mantap.
"Oh iya anak-anak,besok kita kebagian tugas membersihkan ruangan kelas 5 pemenang tahun kemarin untuk yang terakhir kalinya (tentunya tahun kemarin masih kelas 4).Jadi yang belum kebagian membersihkan ruangan kelas 5 besok jangan pulang dulu ya !! termasuk Brandon. Oke sayang ??"tanya Bu Rianti menatapku.Aku ingin protes tapi aku merasa nggak enak.Masa baru masuk sekolah ini sudah berani memprotes guru ?? dan akhirnya ku "iya" kan saja dengan anggukan kepalaku.
Mulailah kami sibuk berlatih untuk persiapan lomba senin depan.Ada yang menyanyi, menari, menggambar, aku hanya memperhatikan saja karena di sini tidak ada keyboard atau piano yang bisa ku mainkan.
"Andz.. !!"panggilku. Andz yang sedang sibuk menghafal sebuah lagu menoleh ke arahku.
"Ono opo ??"tanyanya.
"Toilet di mana ya ?? aku kebelet !!"jawabku menahan pipis.
"Di dekat kelas 5 !! Mau ku antar ??"Andz menawarkan.
"Ndak usah.. aku tahu kok !! tadi sempat lewatin kelas 5" aku beranjak dari bangkuku.Setelah meminta izin kepada Bu Rianti,aku berlari menuju toilet siswa.
Setelah melewati beberapa koridor akhirnya aku sampai di koridor kelas 5.Dari sana aku berbelok ke sebuah lorong dan di situ berjejer toilet murid.Dua toilet putra dan dua toilet putri.Tapi...
"Aduhh.. kok toilet siswa terkunci semua sih ??"gerutuku masih menahan pipis.
"Hmm... toilet putri ada yang kosong nih satu"gumamku. Aku celingak-celinguk melihat keadaan sekeliling. Aman !!! Aku masuk saja ah.... hehehe...
Tak lama berselang aku keluar dari toilet dan di saat bersamaan seorang murid perempuan juga baru keluar dari toilet yang satunya.Dia pun kaget melihat aku yang baru saja keluar dari toilet murid perempuan.
"Hey.. !! itu kan toilet putri,kenapa kamu masuk ke situ ??"tanyanya memandangku heran.Aku menjadi gugup dan salah tingkah.
"Sorry , tadi aku kebelet jadi ndak lihat tulisannya !!"aku menunjuk tulisan "Toilet Putri" di pintu toilet yang tadi aku masuki.Dia memandangku dari ujung rambut sampai sepatu.
"Kamu murid baru ya ?? seragam kamu lain !!" katanya dengan muka jutek.Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia sudah melanjutkan omongannya.
"Baru masuk sudah melanggar aturan !! Aku laporin kepala sekolah nih !!"ancamnya.
"Eh jangan dong.. !! aku kan ndak tahu !!"jawabku berbohong.
"Memangnya kamu kelas berapa ??"tanyanya lagi.
"Huh .. bawel banget sih .. !!" bisikku dalam hati. "Kelas 6, kenapa memangnya ??"tanyaku dengan nada ketus.
"Oh.. maaf deh kak !!" giliran dia yang jadi salah tingkah.Aku tersenyum geli ketika dia memanggilku "kakak".
"Ya sudah .. aku masuk dulu ..!! jangan bilang-bilang lho !! Awas kalau bilang!" anak itu hanya mengangguk takut.Akupun berjalan meninggalkannya.Tapi ketika aku berbelok ke arah koridor menuju kelasku,dia berteriak.
"Heyy Kak !! kelas 6 kan ke arah kiri kok ke kanan ??"teriaknya heran.Aku membalikkan badanku dan tidak kehilangan akal akupun menjawab.
"Terserah kakak dong mau kemana dulu,bukan urusan kamu !!"teriakku juga.Aku bergegas meninggalkan dia yang masih mematung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kakak ?? Hihihi... !!" gumamku geli.
Aku langsung masuk ke dalam kelas karena pintunya memang di biarkan terbuka lebar.Ku lihat teman-teman baruku sedang sibuk membereskan buku masing-masing.Tidak tampak Bu Rianti di kelas ini.Aku bertanya pada salah satu teman baruku yang belakangan ku ketahui bernama Adhie (Adhie BNZ ... hehehe )
"Eh.. kok pada beres-beres ? Bu Rianti kemana ??tanyaku pada Adhie yang sudah menggendong tas ranselnya.
"Hari ini ada rapat guru,jadi kita di suruh pulang lebih awal !! Aku duluan ya .. !!"Adhie berlari menuju pintu kelas.Aku berjalan menuju bangkuku dan di sana sudah tidak ada tas ransel Andz.
"Hmm.. sudah pulang duluan rupanya .. !!" gumamku.Ku bereskan bukuku dan setelah yakin tidak ada yang ketinggalan,aku bergegas mengikuti yang lain menuju pintu keluar kelas.Aku jadi teringat sekolah lamaku.
"Wah bagaimana ya suasana di kelas 4 SD 1 tanpa aku ?? pasti tenang dan nyaman .. !! Hihihi ... "aku terkikik sendirian.Wah untung nggak ada yang lihat.Hahaha.. "Hmm.. mungkin sekarang waktu yang tepat untuk berpamitan sama teman-teman di SD 1,aku mau ke sana dulu ah.. !!"pikirku mantap.
Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang sekolah,aku tiba di jalan raya.Ku hentikan sebuah kendaraan umum dan aku duduk di depan,di samping Pak Supir yang tampaknya sedang asyik menikmati lagu dangdut yang di putarnya lewat sebuah tape mobil.Pandanganku lurus ke depan memandang jalan tapi telingaku ikut mencerna bait demi bait lagu dangdut yang di putar Pak Supir.

#Mengapa kau datang lalu pergi lagi
Hati sudah gembira kini sunyi lagi
Mengapa kau datang hanya dalam mimpi
Hingga bayanganmu terlintas di hati

Datanglah oh datanglah
akan ku sambut mesra
Janganlah oh janganlah
Kau biarkan ku merana
Idaman hati….#


“De,kok senyam-senyum sendiri ??Hayoo.. lagunya enak ya ??”pertanyaan Pak Supir mengagetkanku.
“Eh… n.. ndak apa-apa kok pa !!”jawabku gugup sambil membenarkan posisi dudukku.
“Nih mau berangkat sekolah apa pulang ??di bilang berangkat,udah siang,pulang juga kepagian”pak Supir mulai mengajakku ngobrol.
“Baru mau berangkat Pak !!”jawabku asal.
“Hayoo.. kesiangan ya ??di SD Permata Hati 1 ya ??”Tanya Pak Supir lagi sambil membelokkan mobilnya membuat badanku sedikit terguncang.
“Kok tahu Pak??”aku balik bertanya sama si bapak itu.
“Kelihatan dari seragamnya,anak bapak kan sekolah di sana juga.Kelas 4.. Namanya … !!”Pak Supir menyebutkan nama salah seorang murid perempuan yang tentu saja aku kenal.
“Oh iya,saya tahu Pak,saya juga kelas 4 kok !!”jawabku.
“Wah.. teman sekelas rupanya… anak saya sering bilang kalau dia punya teman sekelas yang jail dan nakal,aduh saya lupa nama anak itu.Tapi menurut dia anak itu pintar dan ganteng.Anak saya memang senang bercerita tentang sekolahnya”aku hanya manggut-manggut mendengar si Bapak bercerita.
“Terus anak itu juga kadang baik banget,kalu nggak salah,nama anaknya Ndon apa Nden ya ??Aduhh.. pasti kamu kenal !!”si Bapak garuk-garuk kepala mengingat-ingat cerita anaknya.
“Iya Pak kenal.. namanya Brandon De.. !!”
“Naahhh.. bener Brandon !!”teriaknya memotong ucapanku.
“Nak Brandon itu pernah ngasih tas ke anak saya.Waktu itu Bapak ndak punya uang buat beli tas sekolah anak Bapak yang mulai rusak.Eh waktu sepulang sekolah dia senang sekali punya tas baru.Katanya di kasih sama nak Brandon !! wah kalau ketemu nak Brandon,bapak ingin ngucapin terimakasih sama dia !!” cerita si Bapak ini membuatku tersenyum sendirian,lalu memoriku berjalan pada kejadian sebulan yang lalu.Hehehe…
Saat aku ulang tahun,aku dapat hadiah lumayan banyak.Salah satunya tas yang aku kasih temanku.Aku kasihan saat melihat tasnya yang sudah usang dan mulai sobek.Waktu aku ngasihin tas itu,awalnya dia sempat menolak,mungkin dia merasa malu dan minder.Tapi akhirnya dia mau juga menerima tas pemberianku setelah aku berjanji tidak akan bercerita kepada siapapun.Tas itu pemberian dari Om Jun,papanya Baim.Sampai sekarang tas itu masih di pakai sama temanku.Senang sekali rasanya bisa membantu orang lain.
“De.. kok ngelamun ?? sudah sampai nih !!”pak Supir mengagetkanku.
“Oh iya.. ini Pak ongkosnya !!”aku menyodorkan selembar uang lima ribuan.
“Ndak usah De,sudah ambil saja buat jajan”Bapak itu menolak uangku.
“Jangan Pak !! ini rezeky anak Bapak,Bapak kan nyari uang !!”aku memaksanya dan dia tetap menolak.Ku tinggalkan saja uangku di dekat kaca depan lalu aku sendiri langsung keluar dari mobil.
“De.. kembaliannya… !!”teriak Pak Supir.
“Ambil saja buat Bapak .. !!”teriakku juga sambil berlari masuk ke gerbang sekolah.Aku berjalan di koridor kelasku yang dulu.Suara Bu Sarah mulai terdengar sedang berdialog dengan teman-temanku.Aku ragu untuk masuk,aku hanya mematung di depan pintu kelas,menguping pembicaraan mereka.
“Ah… ndak mungkin Brandon pindah Bu !! dia kemarin ndak cerita sama saya Bu !!“itu suara Brian.
“Ibu juga baru tahu tadi pagi dari kepala sekolah !!”jawab Bu Sarah.
“Kok dia ndak pamitan sama kita sih Bu ??”aku kenal itu suara siapa,Nissty.
“Iya Bu,padahal kemarin kita makan bareng-bareng di kantin!!”Nanda melanjutkan.
“Brandon sakit kali Bu !!”Mita ikut menambahkan.
“Sudah berapa kali ibu bilang,Brandon benar-benar sudah pindah sekolah.Bukan kalian saja yang merasa kehilangan Brandon,tapi ibu juga.Mungkin kalian melihat ibu selama ini sering marah-marahin dia,menghukum dia,itu karena ibu sayang sama Brandon.Ibu ingin Brandon menjadi anak yang baik,nggak jail,penurut.Tapi.. yah mungkin itu sudah sifatnya Brandon.Ibu tahu dia anak yang baik,rajin, apalagi membantu papanya.Dulu ibu pernah ke rumah Brandon,niat ibu buat ngadu ke papanya kalau Brandon nakal sekali di sekolah.Sampai di rumahnya ibu hanya bertemu dengan papanya.Pas ibu tanya kemana Brandonnya,papanya bilang kalau dia sedang nyuci piring.Ibu sedikit kurang percaya sama yang di bilang papanya Brandon.Tapi nggak lama kemudian,Brandon keluar dari dapur sambil menenteng ember berisi air dan kain pel.Eh.. melihat ibu sedang mengobrol dengan papanya,Brandon kaget sampai-sampai ember yang penuh dengan air di jatuhkannya.Hahaha.. mukanya langsung merah karena malu.Mungkin dia gengsi,masa anak yang terkenal nakal dan jail ngepel rumah ??”Bu Sarah mengakhiri ceritanya.Di balik pintu kelas aku tersipu malu mengingat kejadian itu.
“Bu,kira-kira ibu tahu ndak kenapa Brandon pindah sekolah ??”suara Mita,bertanya pada Bu Sarah.
“Ibu tidak tahu,tiba-tiba saja tadi pagi Pak Kepsek ngasih tahu ibu kalau Brandon sudah pindah sekolah.Hari ini mungkin dia sudah masuk di sekolah barunya”Bu Sarah berkata lirih.Di balik pintu aku tidak bisa melihat ekspresi Bu Sarah.Apa Bu Sarah benar-benar merasa kehilangan aku ?? Ah… aku juga sebenarnya tidak mau pindah dari sini meninggalkan kalian semua.
Papa,kenapa papa pisahin Brandon dengan teman-teman Brandon?? Guru Brandon ?? siapa yang sebenarnya salah ?? samapai kapan papa mengekang Brandon seperti ini ?? Brandon hanya ingin papa mengerti kemauan Brandon.Apa Brandon yang terlalu egois ?? Terlalu memaksakan keinginan Brandon ?? Brandon bingung dengan semua ini.Brandon ingin penjelasan dari papa kenapa Brandon nggak boleh nge-dance ?? Aarrghh… ku pejamkan mataku,emosiku mulai timbul dan tanpa sadar aku memukul pintu kelas.
“BRUKK… !!!”
“Siapa itu ??” suara Bu Sarah mengagetkanku.Segera saja ku hapus air mata yang terasa sudah ada di sudut mataku dengan cepat.Terdengar langkah Bu Sarah mendekati pintu.
“Brandonn.. !!”Bu Sarah tampak terkejut melihatku.Aku memberikan senyumku.Sejenak dia menatapku dan tiba-tiba saja Bu Sarah memelukku.
“Kamu tidak jadi pindah kan sayang ??”tanyanya sambil mengelus rambutku.Aku merasa nyaman di pelukannya.Ini pertama kalinya Bu Sarah memelukku.Aku seperti mempunyai… mama !!
“Justru Brandon ke sini mau pamitan sama ibu dan teman-teman Brandon Bu!!”Bu Sarah melepaskan pelukannya,kembali menatapku sejenak lalu menuntunku berjalan ke depan kelas.Teman-temanku masih terpaku menatapku.Aku berusaha untuk tersenyum.
“Kenapa pindah Ndon ??”belum sempat aku berkata-kata,Nissty sudah melemparkan pertanyaan kepadaku.Aku menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
“Papaku sibuk,jadi dia ndak bisa nganterin aku setiap hari ke sekolah.Papa selalu khawatir kalau aku pulang sendirian.Jadi,papa memutuskan aku untuk pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah supaya aku bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa di antar jemput.Mukaku ‘kan unyu dan imut,jadi papa takut ada yang nyulik aku.Hehehe… !!”aku mencoba berkelakar membuat teman-temanku tersenyum kecil.
“Kelas ini bakalan sepi tanpa kamu Ndon !!”Nanda menatapku seolah-olah mengisyaratkan supaya aku tetap di sekolah ini.
“Maksudnya sepi tuh tenang ??Ndak ada yang bikin keributan ?? Hehehe… !!”aku mencoba kembali bercanda tapi kali ini tak ada yang tertawa.Huuhh… percuma saja aku melawak.Hahaha…
“Ndon kamu inget ndak ??kamu sudah merubah aku seperti sekarang ini !!”suara Mita berapi-api membuat rambut Nanda yang duduk di depannya hangus terbakar.Haa.. ?? (Hiperbola paling Lebomm !!)
“Sudahlah Mit jangan di bahas.Aku ke sini cuma mau minta maaf sama kalian semua atas kejailanku selama ini !!”aku memotong ucapan Mita yang arah pembicaraannya sudah aku ketahui.Tapi rupanya dia ingin terus melanjutkan ceritanya.
“Teman-teman,kalian tahu aku baru 6 bulan berada di sini bersama kalian.Tentu kalian masih ingat pertama kali aku masuk ke kelas ini sifatku seperti apa.Pemalu,minder, lebih senang sendiri daripada berbaur dengan kalian.Aku tidak peduli dengan semua yang ada di kelas ini.Tidak peduli kalian memahami atau tidak pelajaran yang diberikan Bu Sarah.Aku selalu menolak jika kalian meminta bantuanku untuk menerangkan soal.Sampai akhirnya Brandon menyadarkan aku dengan kejailannya.Setiap hari dia menjailiku.Menaruh permen karet di kursiku, menyembunyikan makan siangku dan menggantung tasku di tiang bendera.Semua itu membuatku benci sama dia.Aku sempat berpikir untuk pindah sekolah lagi.Aku takut di jailin terus sama Brandon.Membuatku takut ternyata itu tujuan dia.Sampai suatu hari aku di paksa Brandon untuk membantu teman-teman mengerjakan soal-soal.Hal yang paling aku benci.Aku sempat menolak kemauannya,tapi Brandon mengancam akan terus menjailiku kalau aku menolak perintahnya.Akhirnya dengan terpaksa aku membantu kalian mengerjakan soal, mengajari kalian rumus-rumus yang tidak kalian mengerti.Awalnya aku memang kesal,tapi lama kelamaan aku merasa senang bisa membantu kalian semua.Sejak saat itu dengan senang hati aku siap menolong kalian yang meminta bantuanku.Begitu juga sebaliknya,aku juga tidak segan meminta bantuan kalian.sekarang aku punya Nissty,Nanda,Kartika, sahabat-sahabat baikku yang selalu ada saat aku senang dan sedih.Sampai sekarang Brandon tidak pernah menjailiku lagi.Sungguh cara yang tidak terpikirkan olehku,dengan kejailannya dia bisa merubahku menjadi seorang penolong dan lebih baik di mata teman-teman semua.Aku berterima kasih sama kamu Ndon !!”Mita mengakhiri ceritanya.
“Ah.. Mita terlalu berlebihan,kamu berubah ya itu karena kemauan kamu sendiri,bukan karena aku.Iya kan Bu ??”aku menengok Bu Sarah,meminta dukungannya.
“Iya.. tapi kamu juga berperan besar lho.. !! Eh tapi ibu bingung kenapa kamu sendiri dari dulu nggak berubah-berubah ??Tetap nakal dan jail.Ibu jadi heran !!”Bu Sarah mengerutkan keningnya.
“Ndak usah heran Bu,seperti yang Brandon bilang tadi,harus ada keinginan untuk berubah.Nah, sayangnya sampai sekarang Brandon belum mau berubah Bu.Hehehehe… !!”aku terkekeh dan teman-temanku mulai bisa ikut tertawa bersamaku.
“Kamu ini,pinter banget ya ngejawabnya.. !!”Bu Sarah mengacak-acak rambutku.
“Ndon,kamu inget ndak insiden kaca pecah ?? Tentu teman-teman masih ingat kejadian itu.Sebenarnya yang mecahin kaca jendela itu aku,bukan Brandon !!” Nissty mulai bercerita.
“Niss… !!”sahutku mencoba melarang Nissty melanjutkan ceritanya.Tapi Nissty lebih dulu memotong ucapanku.
“Tunggu Ndon,aku belum selesai cerita,mungkin ini saatnya untuk aku mengakui kesalahanku setelah sekian lama kita rahasiakan”semua mata tertuju sama Nissty,termasuk Bu Sarah.
“Waktu itu,pagi-pagi sekali aku sudah sampai di sekolah.Saat masuk ke dalam kelas,aku lihat Brandon sudah berada di bangkunya.Dia sedang asyik menulis,mungkin sedang mengerjakan PR.Setelah aku menyimpan tasku,aku keluar menuju toilet dan hanya ada Brandon di kelas ini.Sampai aku kembali ke kelas,teman-teman yang lain belum juga berdatangan.Kuputuskan untuk kembali memeriksa PR ku.Tapi saat ku buka tasku,aku terkejut karena buku PR ku tidak ada.Padahal aku yakin tadi pagi buku itu telah aku masukkan ke dalam tas.Ku lihat Brandon masih asyik dengan kegiatannya.Mengacuhkan aku seolah-olah aku tidak ada di sana.Dia tetap menulis sambil bersiul-siul membuat aku langsung mencurigai dia.Tanpa beranjak dari bangkuku,aku berteriak dan langsung menuduhnya.Tentu saja Brandon tidak mengaku,dia bilang tidak tahu menahu dengan buku PR ku.Setelah berdebat cukup lama aku menjadi kesal dan mengambil penghapus papan tulis.Aku mengancam akan melempar dia dengan penghapus kalau tetap tidak mau mengaku kalau dia sudah mengambil buku PR ku.Tapi percuma saja,dia tetap bersikeras dan tidak mengaku.Aku yang sudah kesal segera melempar penghapus itu ke arahnya.Tapi dia berhasil menghindar dan.. penghapus itu malah mengenai kaca jendela yang ada di sampingnya sampai membuat kaca itu pecah berantakan.Waktu itu aku sangat ketakutan,takut dimarahi Bu Sarah.Aku menangis saking takutnya.Brandon hanya terdiam memandangi pecahan kaca jendela,sesekali dia menatapku yang masih menangis.Satu persatu teman-teman mulai berdatangan.Tentu saja semuanya langsung heboh melihat kaca jendela sudah pecah dan Brandon menjadi sasarannya.Semua menyangka Brandonlah yang memecahkan kaca jendela itu.Aku pikir Brandon pantas menerima tuduhan itu karena gara-gara dia juga aku memecahkan kaca jendela.Tapi aku menjadi sangat merasa bersalah saat adik kelasku yang dekat dengan rumahku datang membawa buku PR ku.Kata dia,ibuku menitipkannya karena buku PR ku ketinggalan di meja makan.Saat itu rasanya aku ingin pulang saja.Aku malu sama Brandon.Tapi belum sempat aku beranjak meninggalkan kelas,Bu Sarah sudah berada di dalam kelas dan langsung bertanya siapa yang memecahkan kaca jendela.aku ingin mengaku,tapi aku takut,bibirku terkunci rapat,aku takut di hukum.Tentu saja semua mata tertuju sama Brandon yang terkenal nakal dan jail,aku melirik Brandon.Dia tertunduk,tidak berani menatap Bu Sarah dan saat itulah Bu Sarah membentaknya.Dan ah… kenapa sih Ndon,saat itu kamu ndak terus terang saja sama Bu Sarah dan bilang kalau aku pelakunya.Kamu malah mengakui perbuatan yang ndak kamu lakuin.Kamu rela di hukum lari 20 putaran lapangan basket demi aku yang sudah menuduhmu.Kamu itu… “Nissty berhenti bercerita ,mencoba menahan air mata yang mulai menghiasi sudut matanya.Aku tertunduk mendengar pengakuannya.Kejadian yang sama sekali sudah lama aku lupakan kini mulai menjadi cerita yang utuh di memoriku.
“Niss… sudahlah,aku sudah ngelupain kejadian itu.Aku juga sudah terbiasa kok di hukum sama guru,bukan cuma sama Bu Sarah saja.Justru saat itu aku kasihan sama kamu.Aku pikir,kalau kamu mengakui itu perbuatan kamu,kamu bakalan punya dua masalah.Memecahkan kaca jendela dan tidak membawa buku PR”Bu Sarah kembali mengelus rambutku.Ku lirik Bu Sarah dan ternyata matanya juga sudah berkaca-kaca.
“Aku juga pernah di tolong sama Brandon.Waktu itu aku tidak membawa buku pelajaran Bahasa Inggris.Tentu kalian tahu hukumannya jika tidak sampai membawa buku pelajaran itu. Dikeluarkan dari kelas dan dua kali pertemuan tidak boleh mengikuti pelajarannya.Lagi-lagi Brandon yang nolongin.Brandon meminjamkanku buku pelajarannya dan dia sendiri di hukum sama ibu.Dikeluarin dari kelas dan dua kali pertemuan tidak bisa ikut mata pelajaran Bahasa Inggris”cerita Nanda memang singkat tapi cukup mebuatku semakin terharu.
“Kalau aku… “John akan memulai bercerita tapi aku segera memotong ucapannya.
“Hey… sudahlah… jangan diteruskan lagi.Kalian pikir dengan kalian bercerita seperti itu akan membuat aku bertahan di sini dan tidak jadi pindah ?? Aku ngelakuin semua itu karena aku sayang sama kalian”aku memandang berkeliling,menatap satu persatu teman-temanku yang telah sekian lama bersamaku,merangkai kenangan indah bersama.Aku menunduk sedih.
“Dengan kalian bercerita seperti ini,itu hanya akan membuatku sangat sedih dan semakin berat untuk meninggalkan kalian.Aku senang membantu kalian,aku juga senang di marahin Bu Sarah”sejenak ku tatap wali kelasku itu.
“Kata ibu,marah adalah salah satu ungkapan sayang dari orang tua kita.Di kelas ini,ibu adalah orang tua kita.Ibu adalah mama Brandon.Brandon ndak pernah di marahin sama mama,Brandon ingin ngerasain bagaimana rasanya di marahin seorang mama.Makanya Brandon sering membuat Bu Sarah marah-marah sama Brandon.Dan itu tandanya ibu sayang sama Brandon,memperhatikan Brandon,berusaha membuat Brandon menjadi anak yang baik dan penurut seperti keinginan seorang mama terhadap anaknya.Brandon minta maaf sama ibu,Brandon sering membuat ibu kesal dengan kenakalan Brandon yang kadang keterlaluan.Brandon… “Bu Sarah memelukku sambil terisak.
“Iya Ndon,ibu sayang sama kamu,ibu juga minta maaf,ibu sering membentak-bentak kamu,marah-marahin kamu.. !!”setelah beberapa saat,Bu Sarah melepaskan pelukannya.Sejenak suasana kelas menjadi hening tanpa suara.Aku lihat Brian beranjak dari kursinya,berjalan ke arahku dan kami saling berangkulan.
“Maafin aku ya.. !!”katanya lirih.Aku melepaskan pelukannya.
“Aku yang minta maaf,kamu dan John yang paling sering aku jailin”aku tersenyum ke arah Brian.Teman-temanku yang lain ikut beranjak dari bangkunya mengerubungi aku dan Bu Sarah.Semua berdesak-desakan di depan kelas membuat aku yang berada di tengah-tengah kerumunan merasa sesak nafas.Aku mencoba keluar dari kerumunan teman-temanku yang masih larut dalam suasana haru.Aku merangkak di antara kaki-kaki teman sekelasku.Dan.. Huuaaaa…. Bebas juga akhirnya.Aku duduk di sebuah kursi di belakang teman-temanku sambil memperhatikan mereka yang masih berkerumun.Mereka tidak sadar kalau aku sudah menghilang di antara kerumunan itu.Beberapa saat kemudian satu persatu mereka melepaskan pelukannya.
“Ehmm… sudah selesai nih ceritanya ??”sahutku dari bangkuku membuat semua mata temanku menoleh padaku.
“Branndoonnn… !!! Dalam suasana kayak gini kamu masih saja ya… Dasar nakaalll… !!”teriak Bu Sarah sambil menahan tawanya tapi matanya masih terlihat sembab.Hehehe…
Teman-temanku mengejarku dan habislah aku di gelitikin dan di cubitin rame-rame .. Hehehehe….
***

Teman,Kawan dan Sahabat

Teman,dengarkanlah suara itu,
Suara angin menerpa ujung dedaunan
Menimbulkan gemerisik seolah menyanyikan
Indahnya lagu persahabatan

Kawan,dengarkanlah alunan itu,
Alunan ombak menyeruak pantai.
Menimbulkan suara gemuruh seperti melantunkan
indahnya cerita tentang kesetia kawanan

Sahabat,akankah aku selalu ada di hatimu ??
Ataukah akan terkubur seiring berjalannya waktu ??
Biarkanlah hati kita tetap bersatu dan saling merindu

Teman,Kau memberikan rasa tentram dan aman
Membuat hatiku tenang dan nyaman
Kawan,
Kasihmu tak habis di telan waktu dan zaman
Bagiku engkau adalah seorang pahlawan
Sahabat,
Satu hati pembangkit semangat
Menyembuhkan laksana obat,
Lebih dari sekedar teman dekat ataupun kerabat

Teman,meski nanti kita sudah tidak lagi bersama,
Namun biarkanlah hati kita tetap beriringan.
Kawan,walaupun esok hari kita tidak lagi bertemu,
Tetapi engkau akan selalu ada dalam ingatan
Sahabat,biarpun kita tak mungkin lagi berjumpa,
Namun biarkanlah jiwa kita terikat erat tanpa karat

Bersama kita bisa dan tetaplah berusaha untuk meraih impian.


By: Brandonizer Station
Special to : Brandon De Angelo and all Brandonizer !!
Tetep kompak yaa… !!!
Inget motto kita !!!
BNZ … !!! KOMPAK ABBEEZZZ… !!!
Hehehe…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar