Hari masih pagi tapi kelasku sudah ramai.Kebiasaan buruk,mengerjakan pekerjaan rumah sebelum bel masuk berbunyi.Seperti biasa,aku akan membuat kekacauan dengan melempar-lempar kertas kesana kemari.Membuat anak-anak perempuan berteriak-teriak memprotesku.Justru teriakan mereka itu membuatku semakin liar menjalankan aksiku.Setelah bosan melempar-lempar kertas,aku beralih untuk mengerjai teman-temanku yang sedang mengerjakan PR.Ada Brian (Brian BNZ wkwkwk) dan John (John BNZ okokok) lagi asyik menyalin PR Matematika dari bukunya Kartika (Kartika BNZ juga hehehe ) murid kesayangan Bu Sarah (Sarah Sechan hahaha) wali kelasku.Aku mendekati mereka berdua,berjalan seperti orang yang akan terjatuh lalu dengan sengaja menabrak mereka berdua yang sedang asyik menulis.Walhasil membuat buku mereka tercoret karena doronganku.
"BRANDOOONNN ... !!!"John dan Brian berteriak bareng.Aku berlari dan mereka tidak tinggal diam dengan mengejarku berputar-putar di dalam kelas,melompati kursi,naik ke atas meja,menabrak siapa saja yang menghalangi lariku.Aku tak bisa menghindar ketika mereka mengepungku.Biasanya jika aku tertangkap mereka akan menggelitik pinggangku sampai aku lemas karena tertawa.Kali ini aku harus lolos,jalan satu-satunya adalah menaiki meja dan berlari menuju pintu keluar kelas.Dengan begitu aku akan terbebas dari mereka berdua.
"Hayooo... mau kemana heh ???"
Mereka berdua semakin dekat.Dengan gerakan cepat aku menaiki meja,menginjak buku entah buku siapa lalu melompat turun dan berlari menuju pintu keluar.
"Akhirnya selamat juga"bathinku.Tapiii...
BRUUKKK...!!!
Di pintu kelas aku bertabrakan dengan seseorang.Membuat aku dan dia terjatuh.
"Brraanndooonnn ... !!!" Bu Sarah membentakku.
"Maaf Bu nggak sengaja"maafku sambil memunguti buku Bu Sarah.
"Sekali lagi ibu melihat kamu berlari-lari di kelas,kamu ibu hukum berlari 10 putaran lapangan bola".Bu Sarah tampak marah.Huuh... wali kelasku ini memang killer.
"Mengerti kamu Brandon?"bentaknya lagi membuatku tersentak kaget.
"Iy...iya Bu!!"jawabku gugup.
"Sekarang masuk dan persiapkan buku pelajaranmu!!"Bu Sarah menuju mejanya dan aku melangkah menuju bangkuku.John yang duduk di belakangku terkikik.
"Emang enak di omelin??"ejeknya.
"Huuu... jelekkk... "umpatku kesal.
"Makanya jangan suka jail,kena batunya deh".Brian yang duduk di sebelahku ikut-ikutan meledek aku.Aku langsung mencubit lengannya,Brian terpekik.
"Aww... Sakit dodol ... !!!"teriaknya kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Dodol tuh manis bukan sakit !!! Hahahaha ... "jawabku puas.
"Brandooonnn...!!!"suara Bu Sarah kembali melengking.
"Kamu ini ya,nakal banget!!!Apa perlu ibu ikat kamu supaya kamu diam??"ocehannya membuatku menunduk menatap kolong meja.
"Iya Bu ikat aja terus gelitikin rame-rame sampai pingsan!"celetuk Brian membuat seluruh penghuni kelas tertawa berbarengan.
"Sudah..sudah.. sekarang keluarkan buku PR Bahasa Indonesia kalian!"Bu Sarah menenangkan.
"Lho bukannya pelajaran Bhs.Indonesia setelah jam istirahat?"protesku.
"Tidak usah protes,lagipula pelajaran Matematika dan kesenian materinya sudah habis,jadi tinggal menunggu ulangan tengah semester minggu depan"cetusnya galak.
"Waduh bagaimana nih?mati aku!bisa kena damprat lagi nih gara-gara belum mengerjakan PR"bathinku mulai panik.
"Yang namanya ibu panggil maju ke depan kelas dan bacakan PR kalian"teriaknya lantang memecah keheningan kelas.
Dua minggu yang lalu Bu Sarah memang memberikan tugas Bhs.Indonesia yaitu membuat puisi tentang kasih sayang seorang ibu.Aku bukannya malas mengerjakan tapi aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya.Aku memutar otak,aku tidak mau lagi di omelin Bu Sarah.Kali ini dia pasti akan menghukumku karena serangkaian ulahku dari tadi pagi membuatnya harus mengeluarkan urat marahnya.Satu persatu nama-nama temanku dipanggil.Membacakan puisi mereka dengan lantang dan setelah selesai membaca puisi mereka masing-masing,mereka akan mendapatkan tepukan tangan yang sangat meriah dari seisi kelas.Sampai akhirnya tinggal menyisakan namaku dan Kartika.
"Selanjutnya.... Kartika!!Silahkan maju dan bacakan puisimu!"
Dengan percaya diri Kartika melangkah ke depan kelas,membuka bukunya dan dengan semangat '45 seperti petugas upacara yang sedang membacakan teks Proklamasi di acara 17 Agustusan,dia membawakan puisinya dengan lantang.
"Judulnya apa sayang?"tanya BU Sarah.
"Judul puisiku 'Ibu,Izinkan Aku Berbakti Padamu'!"jawab Kartika.
"Oke...!!!Silahkan tunjukan bakatmu !!!"kata Bu Sarah. (emang IMB ?) hahahaha....
Ibu Izinkan Aku Berbakti Padamu
Pagi hari kau bangunkan aku
Suara lembutmu mengalun mengajakku bangkit dari pembaringanku
Dengan sabar kau bimbing aku yang malas bangun meninggalkan mimpiku
Kau sibak jendela kamarku
Kau biarkan sejuknya udara pagi menyapa kulitku
Namun sejuknya angin itu tak sesejuk kasih sayangmu
Terimakasih ibu,
Engkau selalu memberikan semangat di saat aku senang dan sedih
Kau selalu ada untukku,membangunkan aku saat ku jatuh dan terpuruk
Ibu,maafkan aku yang kadang mengabaikan nasihatmu
Maafkan aku yang kadang menyakitimu
Aku ingin membahagiakanmu…
Kelak jika aku besar nanti,aku berjanji
Akan membuat bangga dirimu
Ibu,kasihmu tak ternilai,tak kan habis di makan waktu,
Ditelan masa,diburu usia
Engkaulah panutanku,engkaulah pahlawanku
Izinkan aku berbakti padamu …
Terimakasih.
Seluruh kelas bertepuk tangan.
“Wah,puisi yang sangat bagus !!”puji Bu Sarah.”Silahkan duduk kembali Kartika !!! Dan yang terakhir Brandon !! Ayo maju ke depan dan bacakan puisi kamu !!!”
Ragu-ragu aku beranjak dari kursiku.Brian dan John masih terkikik.Semua mata memandangku,mengantarkanku menuju ke depan kelas.Bisa ku tebak,mereka pasti berbisik “Wah siap-siap di omelin Bu Sarah lagi nih!!”.
“Brandon,mana buku tugasmu ??”tanya Bu Sarah setibanya aku berdiri di depan kelas.Mukanya sudah pasang tampang killer.
“Tidak perlu lihat buku Bu,aku sudah hafal!!”jawabku enteng membuat Bu Sarah mengerutkan kening,tampak meragukanku.
“Oh begitu,apa judul puisi kamu,BRANDUUOONN??”tanyanya dengan suara yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan namaku,membuat seisi kelas tertawa.Menertawakan aku atau Bu Sarah??Entahlah….
“Maaf Bu,puisiku belum ada judulnya,mungkin nanti ibu bisa kasih judul puisi saya”.jawabku dengan mimik serius.Mungkin Bu Sarah menganggapku sok polos.Hihi…
“Bagaimana kamu ini,ngasih judul puisi sendiri saja tidak bisa.Yo wess lah …. Nanti puisi kamu ibu kasih judul,tapi nanti nilai kamu bagi dua dong sama ibu!!”celotehnya.
“Iya Bu nggak apa-apa,nanti ibu saya bagi nilai dua,buat saya delapan ya Bu,kan pas tuh jadi sepuluh!!Hehehehe…!!!”
“Grrrrrrrrrrrrrr…….”kelasku mulai ribut.Bu Sarah mengetuk-ngetuk meja,menenangkan suasana yang mulai tidak kondusif.
“Pinter sekali ya kamu melawaknya”.senyumnya seperti mengejekku.”Nah anak-anak,teman kalian Brandon akan membacakan puisi yang sudah di hafalnya yang berjudul : ‘Kasih Judul Aja Sendiri’ !!Oke Brandon,tunjukan bakatmu !! Eh… maksud ibu,bacakan puisimu !!!”
“Sekarang Bu ??”tanyaku ragu-ragu.
“Bessoookkkk…..!!!”teriak teman-teman sekelasku membuat Bu Sarah melotot ke arahku.Hiiiii…. sereeemmm…wajahnya mirip tante Jessica waktu membawakan konsep Gothic ala Indonesia alias jadi kuntilanak.Hahahahaha…..
Fiiuuuhhh…..aku menghela nafas panjang dan mulailah aku dengan puisiku.
Saat ku lelah,tak ada yang mengusap keringatku.
Saat ku sedih,tak ada yang menghapus air mataku.
Lihatlah…!!
Rintik hujan berusaha merobek jendela kamarku.
Di saat itu,aku terpekur sendiri menahan rindu.
Bagaimana aku bisa membayangkan wajahmu?
Sedangkan aku tak sedetikpun menatapmu.
Bagaimana aku bisa melukis senyummu?
Sedangkan aku tak sekalipun merasakan hangatnya kecupanmu.
Mama…aku rindu…
Apakah mama juga merindukan aku?
Beritahu aku,bagaimana cara aku menyampaikan rindu ini padamu.
Mama..
Mengapa tak sekalipun engkau hadir dalam mimpiku?
Mama…
Mengapa tak kau sapa aku walau hanya dalam lelapku?
Aku rindu mama…
Aku ingin bertemu meskipun hanya sebatas mimpiku.
Rinduku padamu tak terbatas waktu.
Bawa aku mama…ajak aku terbang bersamamu.
Tuhan,ambilah hidupku…
Pertemukan aku dengan mamaku,di Surga-Mu !!!
Hening,tak ada suara tepuk tangan,tak ada suara cekikikan pula,semua memandangku dengan pandangan aneh.Aku menunduk,”Siall..pasti puisiku jelek ..!!”bathinku.
“Teng…teng…teng…”bel istirahat berbunyi,aku berlari keluar pintu kelas.Meninggalkan teman-temanku dan Bu Sarah yang masih diam terpaku.Entah bagaimana ekspresi Bu Sarah…
Masih bisa ku dengar Brian berteriak memanggilku.
“Brraanndooonnnn….!!!”
Panggilannya tak ku pedulikan.Aku terus berlari menuju toilet siswa.Tapi sepertinya dia mengejarku.Aku sudah masuk toilet dan tidak lama kemudian...
“Bruk..bruk..bruk..!!!”pasti Brian yang menggedor-gedor pintu.
“Brandonn…!!kamu nggak apa-apa kan?”teriaknya memanggilku.
“Buka pintunya dong…!!”teriaknya lagi.Aku segera menuju pintu dan membukanya.Tampak Brian dengan raut muka khawatir.
“Ada apa sih kamu teriak-teriak?kamu mau pipis juga?Ya sudah sana masuk !!”cetusku sewot.
“Lho kamu nggak apa-apa?”mukanya tampak keheranan.
“Udah lega … udah di buang pipisnya …!!”jawabku sambil meregangkan tanganku.
“Jadi kamu ke sini cuma mau pipis?bukan nangis?”tanyanya masih terheran-heran.Giliran aku yang mengerutkan kening.
“Nangis?kenapa mesti nangis?masa anak sekeren ini nangis?Lihat mata aku kayak habis nangis nggak?”aku memelototkan mataku.Tapi percuma,mataku nggak bisa melotot.Hehehehe…
“Lha tadi lari-lari habis baca puisi?”ekspresi wajah Brian membuatku tertawa.
“Hahahaha…emang kenapa puisiku?bagus ya?”godaku.
“Jadi beneran nggak apa-apa?”tanyanya masih penasaran.
“Kamu kenapa sih?puisi aku tadi itu spontan keluar dari mulutku,kalo di suruh lagi bacain puisi tadi mana aku hafal.Apa karena puisi tadi sesuai dengan hidup aku yang nggak punya mama makanya membuat kalian terharu?aku sendiri saja nggak nyangka bisa mengarang puisi seperti itu.Hahaha…”
“Huuhh… Semprull.. Cuma dolanan toh?kamu nggak lihat Bu Sarah sampai mau nangis denger kamu baca puisi tadi?”katanya serius.
“Nggak tuhh…kan keburu bel,waktunya keluar kelas,lagian kamu tahu sendiri kan kalo aku suka nggak kuat nahan pipis?hehehehe…sudahlah…mending kita ke kantin nyookk… Laappeerrrr…”aku menyeret Brian ke kantin.
Sesampainya di kantin kami celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.Kantin lumayan penuh juga.Mungkin hampir semua penghuni sekolah lagi pada kelaparan.
“Nah meja Kartika kosong tuh.Duduk di sana saja yuukk..!!!”ajak Brian yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.Kami berdua pun berjalan mendekati meja Kartika yang masih kosong.
“Halo anaknya Bu Sarah!!”godaku sesampainya di dekat Kartika yang langsung pasang tampang jutek.
“Numpang duduk yaa…”kataku dan tanpa menunggu jawaban Kartika aku dan Brian langsung duduk di sampingnya.
“Pesan apa Ndon?”tanya Brian.
“Biasa…Supperr Abbeezzz…!!hehehe…”jawabku menirukan iklan yang bintang iklannya mirip aku.Wkwkwkwkwkwk….Brian langsung berteriak.”Bu De … !!!Pesen mie,karo es the manis telu !!”teriaknya medok.
“Lha,kok pesen tiga?”tanyaku heran.
“Itu si John lagi nyamperin ke sini,sekalian kita pesenin!”jawabnya sok setia kawan.
“Okelah kalo begetoo…!”jawabku sambil menggoyang-goyangkan dua jempol tanganku,kayak lagi dangdutan,membuat Kartika yang duduk di sebelahku tersenyum.
“Eh Kartika,kamu kok sendirian saja sih?memangnya teman-teman kamu pada kemana?”basa-basi aku bertanya,kan nggak enak di anggurin.Hehehe…
“Mereka lagi ke perpus,oh iya,tadi puisi kamu bagus banget,aku sampai terharu!Kamu kangen mama kamu ya?”tanyanya membuat aku sedikit tersentak.
“Maaf ya Ndon…!”lanjutnya nggak enak hati.
“Nggak apa-apa…bagi aku papaku itu sekaligus mamaku…hehehe…nggak kalah lho sama mama kamu.Tiap hari papa bangunin aku,siapin sarapan,nganterin aku ke sekolah,masak,ngepel rumah,nyiram tanaman…”
“Waduuhh…papa kamu apa pembantu?”potong Brian membuat kami tertawa.
“Di rumah aku,nggak ada pembantu,paling yang di kerjakan sama orang lain tuh cuma nyuci.Makanya tiap hari Minggu aku dan papaku suka beresin rumah bareng-bareng”.terangku bangga.
“Wah nggak nyangka ya anak jail dan nakal kayak kamu ternyata rajin bantu-bantu papanya”.kata Kartika sungguh-sungguh.
"Kok cuma jail dan nakal aja sih?Pintar,baik hati dan tidak sombongnya dikemanain?"candaku membuat Brian tertawa terbahak-bahak sampai batuk-batuk.
Tidak berselang lama pesanan kami pun datang,3 mangkuk mie Supper Abbeezz sama 3 gelas besar es teh manis hangat.Lho??? :D es teh manis nggak pake hangat kalee... hehehe... Tapi kok si John belum nongol juga ya ??? Wah mesti di kasih surprise ney... Hahahahaha....
"Eh Kartika,mau lihat yang lucu nggak?Tapi taruhan,kalo aku berhasil ngerjain John,kamu bayarin makananku ya,soalnya aku nggak bawa uang.Mau nggak?"tantangku.
"Lha kalo nggak punya uang ngapain kamu ngajak aku makan di kantin?"Brian bengong. "Uangku juga sudah habis nih".lanjutnya bingung.
"Ya sudah begini saja,nanti kalau Brandon berhasil ngerjain John,makanan kalian aku yang bayar semuanya".Kartika menengahi.
"Hoorreee...eh,boleh nambah nggak makanannya?"tanyaku memancing.
"Waahh... rugi bandar donk !!"protesnya tidak setuju.
"Bercanda Tik,lagian mana habis aku makan 2 mangkok?kalo Brian sih 5 mangkok habis sama mangkok-mangkoknya".aku dan Kartika terkikik.
"Enak aja!!"semprot Brian nggak terima.
"Nih lihat ya,aku bakalan ngerjain si John!"aku memasukan garam ke minumanku.
"Lho kok bukan ke minumannya si John sih?"Brian dan Kartika heran.
"Lihat saja nanti!"sahutku sambil tersenyum jail.
Tidak sampai menunngu lama,yang ditunggu akhirnya datang juga.Kami bersikap wajar,makan seperti biasa.
"Lama sekali kamu John!dari mana saja sih?sudah mulai dingin tuh mie-nya".celetuk Brian dengan mie masih bergelantungan di mulutnya.
"Wah sudah dari tadi ya?Sory deh,ada bisnis sedikit.Hehehe..".sahutnya sok sibuk sambil menempatkan badannya di depan mie dan es teh manis "asli" nggak pake garam.
"Minum dulu John,kamu cape kan?"sahutku mempersilahkan dia minum.
"Hmm.. tumben anak jail perhatian sama aku.Wah dasar anak jail,pasti minumanku sudah di kasih racun nih!"katanya curiga.
"Wew...Berburuk sangka itu tidak baik John".protesku membela diri.
"Aku tuh nggak percaya sama yang namanya Brandon De Angelo anak paling jail sedunia per-jailan.Halaaaahh Lebay.Hahahaha..!"kelakarnya nggak lucu."Aku mau minta tuker minumanku sama minuman kamu.Gimana?"pintanya sambil menggerakan alisnya naik turun.
"Yess...!!Kena juga kamu John!!"bisikku dalam hati.Aku melirik Kartika,sepertinya dia sudah mulai tidak kuat menahan tertawanya.
"Enak saja minta tuker!!"aku berpura-pura menolak permintaannya dan ini membuat dia semakin yakin kalau minumannya sudah aku masukin sesuatu.
"Tuh kan bener udah di kasih racun!!"katanya bersikeras minta tukaran minuman.
"Ya sudah kalo kamu nggak percaya nih aku buktiin,aku minum ya minuman kamu!"aku mengambil es teh manis John dan dia segera mengambil punyaku juga.Lalu aku dan dia minum sama-sama..
"Buuaahhhhhh...!!!"John membuang minuman di mulutnya ke kolong meja.Aku,Brian dan Kartika langsung ngakak guling-gulingan membuat seisi kantin menoleh ke arah kami.Tapi kami tidak perduli,malah tawa kami semakin meledak-ledak.
"Huahahahaha...... dor..dor..dorrr...!"
"Huahahahaha...... jeder... jeder... jeder....!!"
:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar