Ujian Tengah Semester (UTS) telah tiba.Kami semua belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai terbaik.Walaupun begitu aku sudah sangat siap menghadapi soal-soal ujian.Papaku memang memberikan waktu belajar yang ekstra disiplin setiap hari.Raport aku selalu masuk tiga besar bahkan aku sering mendapat peringkat pertama walaupun sesekali Kartika membuat aku harus merelakan predikat juara kelas kepada dia.Meskipun aku sering juara kelas,namun guru-guruku dari mulai kelas satu sampai sekarang mereka lebih respect sama Kartika.Mungkin karena aku nakal dan jail.Hehehehehe….
Ujian membuat kami pulang lebih awal dan aku senang karena sepulang sekolah aku bisa langsung berlatih dance dengan waktu yang lebih banyak tanpa dicurigai papa.Biasanya papa akan bertanya-tanya jika aku pulang terlambat sampai di rumah.Tentu saja aku akan berbohong dengan berbagai alasan.Kegiatan sekolah lah,kerja kelompok lah,tugas membersihkan kelas dulu lah … apa saja yang membuat papa hanya mengeluarkan kata “Ohh….”.
Tidak terasa UTS telah selesai.Seminggu penuh aku merasa senang sekali bisa berlatih dance lebih lama.Selanjutnya dua minggu kami diliburkan.Hari pertama libur aku dan papa sibuk merapikan rumah.Walaupun melelahkan,tapi bagiku kegiatan ini sangat menyenangkan.Biasanya kami bekerja sambil bercanda.Misalnya,ketika kami akan mengelap kaca yang sudah tebal dengan debu,papa akan mencolek debu itu dengan telunjuknya,lalu mengoleskannya ke hidungku.Aku tidak mau kalah mengikuti ulahnya.Ku oleskan debu kaca itu ke pipi papa.Kamipun tertawa-tawa dan kekonyolan ini akan berhenti sampai papa minta ampun karena aku tidak hanya mencolek debu dengan telunjukku,tapi mengusapnya dengan telapak tanganku dan ku usapkan lagi ke pipi papa.Kegiatan membersihkan rumah pun jadi menyenangkan dan tidak terasa capai.
Aku paling suka membersihkan mobil papa.Aku akan naik ke atap mobil dan papa akan menyemprotku dengan air keran.Akhirnya aku dan papa akan main basah-basahan sampai aku menggigil kedinginan.Itulah kegiatan di hari pertama liburanku.
“Ndon,nanti sore papa mau ke rumah sakit,tante Diant (Dian BNZ hahaha…) kecelakaan,dia di rawat di sana.Kamu mau ikut?”terangnya ketika kami sedang makan siang.
“Mmhh.. nggak deh Pa,Brandon di rumah saja”.jawabku sambil menyuapkan sup ayam.
“Papa pulangnya besok pagi lho… kamu yakin nggak mau ikut?”tanyanya meyakinkan aku.
“Kan biasanya juga kalau ada job manggung Brandon sendirian di rumah,kan ada Kak Reny (Reny Sry Siregar BNZ okokokok…)”aku meyakinkan papa.Oh iya,kak Reny ini tetanggaku.Sekarang dia duduk di bangku kuliah semester akhir.Kata papa waktu kecil aku dekat sekali sama Kak Reny.Malah sering di asuh sama dia kalau papa sedang tidak ada di rumah.Kak Reny sudah seperti kakak kandungku sendiri.Makanya kalau papa ada job manggung dan harus pulang larut malam,aku lebih memilih untuk menginap di rumah kak Reny.
“Yo wess lah … tapi kalau kamu takut sendirian ajak saja teman-teman kamu menginap di sini.Mereka kan pada libur juga tuh !!”
“Justru itu yang bakal Brandon lakuin”bisikku dalam hati.
“Tapi ingat !! jangan membuat keributan !!”papa mengangkat telunjuknya ke arahku.
“Iya papaku sayang !” jawabku merajuk yang langsung membuat papa mengacak-acak rambutku.
Hmmm… tante Diant adik papa,suaminya tante Diant,om Jun (Juny BNZ wkwkwk….) seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan besar di Surabaya ini.Kerjanya sering pergi ke luar kota.Katanya mau memantau kantor cabang bersama boss-nya.Mereka mempunyai seorang anak laki-laki.Namanya Baim (Baim cilik) hehehe… Anaknya lucu banget deh.Usianya berbeda 3 tahun denganku.Makanya sekarang papa ke RS nungguin tante Diant sekalian menjenguk Baim karena om Jun masih berada di luar kota.
Jam dua siang papa berangkat,aku mengantarkannya sampai pagar rumah.Setelah mobil papa menghilang di tikungan jalan,aku segera berlari ke dalam rumah dan langsung menelpon teman-temanku,Brian dan John.Aku suruh mereka membawa CD hip-hop untuk latihan.Sambil menunggu mereka,aku menyalakan DVD di ruang tengah,menonton rekamanku sendiri yang sedang perform di depan banyak orang untuk pertama kalinya.Saat itu kami perform di tempat kuliahnya Kak Edo,kakaknya Brian.Aku sangat senang sekali ketika kami selesai tampil teman-temannya Kak Edo langsung mengerubungi AKU,Brian dan John.Mengajak foto-foto bersama,nyubit-nyubitin aku… Wahh… aku hanya bisa pasrah saja diperlakukan seperti itu.Hehehehe….
Video itupun telah selesai ku putar.Aku masukkan kembali ke dalam lemari di kamarku lalu ku kunci rapat-rapat (soalnya kalau ketahuan sama papa pasti dia bakalan marah besar).Tak sampai menunggu lama,Brian dan John tiba di rumahku dengan naik sepeda.
“Wah.. tumben kamu ngundang kita ke rumah,di suruh bawa CD Hip-hop pula lagi.Memangnya papa kamu sudah ngizinin?”tanya Brian sesampainya di teras rumahku,di ikuti John di belakangnya.
“Papaku sedang pergi,pulangnya besok pagi,jadi kita bisa latihan sepuasnya.Kalian menginap di sini saja ya !!”kataku sambil mengajak mereka masuk.
“Wah.. ndak bisa Ndon,lagian kamu di telpon tadi ndak nyuruh kita menginap !!” John mulai meregangkan badan untuk pemanasan.
“Aku juga ndak bisa Ndon !! Nanti malam aku mau pergi ke rumah sodaraku yang di Banyuwangi.Aku bakalan liburan di sana!!”kata Brian membuat aku kecewa.
“Yo wess lah… kalo kalian ndak bisa … !!!”jawabku cemberut.
“Yo jangan marah toh Ndon !!!”Brian merajuk.
“Aku ndak marah… cuma kecewa !!!”
“Sama saja Brandon !!”John menimpali.
Kami berlatih di ruang tengah karena ruangan inilah yang paling luas.Jadi kami bebas melakukan gerakan-gerakan apapun.Selagi latihan,kami mencari-cari gerakan baru atau menyempurnakan gerakan-gerakan yang di ajari sama Kak Edo.Oh iya,di dekat rumah Kak Edo ada sanggar tari tradisional lho…Aku sering memperhatikan para penari tradisional itu waktu latihan.Hmm… aku mencoba mengikuti gerakan mereka,menggabungkannya dengan tarian Hip-hop.Ini membuat Brian dan John tertawa cekikikan saat aku menggoyang-goyangkan pantatku seperti penari jaipong.Tapi mereka suka dan mengikuti gerakanku juga.Hahahaha….
Dua jam berlatih membuat aku dan teman-temanku kelelahan.Ku biarkan Brian dan John istirahat sambil menikmati minuman yang ku suguhkan.Sementara mereka beristirahat,aku melangkah menuju dapur,membuka kulkas dan ternyata masih ada mie Super Abbeezzz… Lumayan nih,latihan membuatku lapar.
“Lagi ngopo Ndon ??”John menghampiri aku.
“Masak mie !! kalian lapar kan ??”tanyaku sambil memanaskan air.John membantuku membuka bumbu mie-nya.
“Huuuhh… mentang-mentang bintang iklannya mirip kamu,makan-nya mie Supperr Abbeezzz mulu….!!” Aku terkekeh.
Setengah enam sore mereka pulang.Huft… sendirian lagi deh di rumah.Meskipun mereka tidak bisa menginap tapi hari ini mereka semua membuatku merasa senang.Setelah mereka pergi aku kembali ke dalam rumah.Aku cium badanku … hmmm… tetep wangi walaupun keringetan .. hehehehe… tapi terasa lengket dan gatal nih.Sekarang saatnya berendam di air hangat.
“Brandon mandi dulu yaa…. Dadagh semua … Hayooo .. Brandonizer ada yang mau mandiin Brandon ndak ?? Tapi jangan sama tante Asri Ngulik ya… ntar rambut Brandon di sabunin bukan di pakein shampoo.Hehehehe….”
***
Sambil menunggu Brandon mandi,kita menuju Jakarta dulu.Di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah,seorang anak perempuan,kira-kira usianya 10 tahun tampak sedang berbicara dengan ayahnya.Dari keningnya mengalir keringat,menandakan bahwa dia kelelahan.Ya,JP baru saja pulang dari tempat latihan drum bersama papanya.Obrolan mereka di mobil tadi berlanjut sampai ke kamr JP.
“Pokoknya JP nggak mau papa menikah lagi meskipun itu dengan tante Adel ( Adel Lia BNZ hahaha … )”semprot JP sambil menghempaskan badannya di tempat tidur.
“JP,tante Adel orangnya baik,kamu tahu sendiri kan?selama ini tante Adel sangat perhatian dan sayang sama kamu!”om Andre (Andre BNZ.. wkwkwkwk)mencoba membujuk JP.
“JP tahu Pa,tante Adel sangat baik sama JP,tapi tetap saja Jp nggak terima kalau papa sampai menikah lagi dengan tante Adel”JP tetap bersikeras pada pendiriannya.Om Andre hanya bisa menghela nafas panjang.
“Papa percaya,suatu saat nanti pikiranmu akan berubah,mungkin kamu hanya butuh waktu untuk bisa menerima kehadiran tante Adel” bathin om Andre.
***
Surabaya pagi hari,aku beranjak dari tempat tidurku.Ini pertama kalinya aku tidur sendirian di rumah.Biasanya aku menginap di rumahnya Kak Reny.Soalnya papa suka khawatir kalau aku tinggal sendirian di rumah tanpa ada yang menjagaku.Masih setengah mengantuk aku keluar dari kamarku menuju kamar mandi.Ternyata eh ternyata .. papaku sudah pulang,aku lihat dia sedang menyiapkan sarapan pagi dan tidak sendirian.Ada anak kecil yang menemaninya menghidangkan makanan untuk sarapan di meja makan.Aku menghampiri mereka.
“Baimm… !!!”teriakku sambil berjalan menuju kursi tempat Baim sedang duduk.
“Kakak Ndonn… !!”teriaknya juga menyambutku.Aku memeluk Baim dan mencubit pipinya.
“Makin gemuk saja kamu !!”kataku membuat Baim mengusap-usap pipinya.
“Iyaa… Kakak Ndon makin kurus tuh…!!!”Baim meledekku.
“Ehh… Brandon…!!! Mandi dulu sana… belum mandi sudah meluk-meluk orang.Kasihan kan ntar yang dipeluknya pingsan!”papa mengejekku.
“Huuhh… badan Ndon tuh mau habis mandi ataupun belum mandi tetap saja wangi.Iya kan Im .. ???”tanyaku meminta dukungan Baim.
“Iya wangi… wangi parfum kambing !! Hehehehe…” Baim dan papa terkekeh.
“Ohh…. Sudah pinter ngeledek nih ceritanya ??Awas ya,Kak Ndon balas nanti!”sahutku sambil ngibrit ke kamar mandi.
Selesai mandi aku,Baim dan papaku sarapan bareng.Sarapan pagi ini terasa nikmat sekali.Aku sampai nambah lagi membuat papa tampak heran.
“Semalam kamu nggak makan ya ??”tanya papa ketika aku menyendok nasi.
“Makan Pa,semalam Kak Reny ke sini nganterin makanan buat makan malam Brandon !!”jawabku sambil mengambil lauknya.
“Terus kenapa kamu tidak menginap?semalam papa telpon Kak Reny katanya kamu tidak mau menginap di rumahnya.Terus papa telpon ke sini nggak di angkat-angkat sama kamu”terang papa setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
“Brandon udah gede Pa,sudah berani sendirian di rumah”jawabku sambil menepuk dada.Papa hanya tersenyum.
“Iya,tapi papa khawatir,makanya jam dua pagi tadi papa sama Baim langsung pulang ke sini.Memangnya teman kamu nggak ada yang mau menginap di sini??”tanya papa lagi.
“Teman-teman Brandon sedang sibuk mempersiapkan liburan Pa,jadi kemarin mereka pada pulang sore-sore”aku membantu papa membereskan meja makan.Sedangkan Baim langsung pergi ke ruang tengah,menyalakan TV dan nonton film kesukaanku, Spongebob.Hehehehe…
“Om Jun belum pulang juga dari luar kota,jadi untuk sementara Baim bakal liburan di sini nemenin kamu”papa dan aku mulai mencuci piring dan gelas kotor.
“Wah Brandon jadi nggak kesepian dong… soalnya temen-teman Brandon pada liburan ke luar kota Pa”sahutku senang sambil meletakkan piring yang telah di bilas sampai bersih ke rak piring yang ada di sampingku.
“Hmmm… ya bagus lah kalau begitu.. !!”
***
Tidak terasa liburan sudah hampir usai.Tinggal menyisakan dua hari lagi.Suasana di rumahku menjadi ramai karena adanya Baim.Awal-awalnya aku dan Baim kompak sekali kalau sudah bermain bersama.Tapi lama-kelamaan pasti ada saja yang kami ributin.Rebutan mainan lah... makanan .. remote TV... atau apa saja yang membuat kami berselisih paham.Papa cuma bisa geleng-geleng kepala melihat ulah kami berdua.
"Katanya udah gede,masa ndak mau ngalah sama anak kecil?"selalu itu yang dibilang papa kalau aku sudah membuat Baim menangis.Membuat aku pasang muka cemberut.
Hmmm...hari Sabtu,pagi-pagi sekali Baim sudah berteriak-teriak memanggilku untuk sarapan.Aku masih terbaring di tempat tidur.Malas sekali aku untuk bangun pagi ini.Aku putuskan untuk kembali tidur.Mumpung masih libur,kalau sudah masuk sekolah mana bisa aku bermalas-malasan seperti ini.Mataku mulai terpejam kembali sampai akhirnya tak ku dengar lagi suara radio bututnya Baim.
"Huuaaaa......!!!"nikmat sekali aku bangun.Ku gosok-gosok mataku,masih terbaring di tempat tidur pandanganku tertuju pada jam dinding di kamarku.
"Pukul 09.00 ... Hmm..Saatnya mandi dan pergi ke rumah Brian untuk latihan,soalnya kemarin dia sudah kembali dari rumah sodaranya yang di Banyuwangi.Sekalian minta oleh-oleh... Hehehehe...!!!"bathinku sambil beranjak dari tempat tidur.Akupun membuka seluruh pakaianku dan dengan hanya melilitkan handuk di pinggang,aku menuju pintu keluar kamar.Tapi baru beberapa langkah aku melihat sesuatu yang aneh di cermin yang ku lewati.Aku melihat bayanganku sendiri di cermin dan aku langsung berteriak.
"BAIIMMMMM........!!!!"
Ternyata mukaku sudah di coret-coret sama Baim.Di gambarin kumis,pipiku ada bulatan merahnya,mirip Jeng Kelin.Ada jambangnya pula mirip Raja Dangdut.
"Siaallll... awas saja nanti aku balas!!"gumamku geram.
Aku keluar kamar mencari-cari Baim.Tapi dia tidak ada di manapun.Hanya ada papa yang sedang mandi di kamar mandi yang terletak di kamarnya.Wah pasti Baim sudah ngumpet nih.Lihat saja nanti kalau ketemu.Akupun segera menuju kamar mandi.Namun belum sampai di depan kamar mandi,seseorang berlari mendahuluiku dan mengambil handuk yang ada di pinggangku.
"JAMBREEETTTT.....!!!!"teriakku dan aku langsung jongkok di depan kamar mandi yang sudah di kunci Baim dari dalam.Terdengar suara tertawanya dari dalam kamar mandi.Hahahahaha....
Mendengar teriakan,papa yang sudah selesai mandi dan kini sedang mengeringkan rambut dengan handuknya segera keluar dari kamarnya.
"Brandon ... ada apa teriak-teriak??terus ngapain juga kamu pup disitu??"tanyanya.Pandangan papa beralih ke wajahku dan langsung membuatnya tertawa-tawa.
"Hahahaha... habis kabaret di mana kamu?"lanjutnya masih terkekeh.
"Baim nih kerjaannya,handuk Brandon di ambil pula sama dia!"gerutuku kesal.
"Nih pakai handuk papa,mandi di kamar mandi papa saja sana.Makanya bangun pagi tuh jangan siang-siang!!"papa memberikan handuknya dan langsung saja aku ngibrit ke kamar mandi yang ada di kamar papa.
"Baim...!!!Awas kamu ya,berani ngerjain anak jail.Lihat saja nanti.Pasti aku balas!!!"gumamku sambil membersihkan mukaku.Brrrr.... mandi pagi ini terasa menyegarkan.
***
Aku mencari-cari sesuatu di gudang.Setelah menyingkirkan beberapa kardus akhirnya aku temukan juga kotak mainanku.Ku buka kotak itu dan ku keluarkan salah satu isinya.
"Hmmm.... ini dia ...!!!"pekikku sambil tersenyum.Mainan ini yang membuat papa geli,jijik dan takut.Hehehehe... Mainan ini terbuat dari karet yang kenyal dan seperti berair menyerupai lintah dengan warna hitam kecoklatan.Mainan ini bisa menempel di mana saja.Di lantai, kayu, kaca, kulit, besi, bahkan di baju juga. Ku bawa mainan itu keluar dari gudang dan langsung mencari target.Hehehehe...
Baim sedang asyik menonton TV di ruang tengah.Aku hampiri dia dan dia langsung menyembunyikan remote TV di balik badannya.Mungkin dikiranya aku mau memindahkan channelnya.Hehehehe...
"Baim,kakak Ndon punya sesuatu nih buat kamu.Mau ndak??"tanyaku sambil menyembunyikan lintah mainanku di belakang badanku.
"Ndak mau ah,paling juga mau ngerjain Baim!"katanya sambil memainkan remote TV.
"Nih buat kamu!!"aku menempelkan lintah mainan di tangannya.
"Huaaaa......!!!"Baim melempar remote TV dan menggerak-gerakan tangannya,mencoba menyingkirkan mainanku dari lengannya.Tapi lintah mainan itu tetap menempel di punggung tangannya.Baim tidak berani memegang mainanku.Diapun berlari ke kamar papa dan itu membuat aku tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahahahaha.... emang enak ????"teriakku kegirangan.
"Pak De... Pak De... tolongin Baim!"teriaknya sambil menangis ketakutan membuat papa yang sedang tidur siang terperanjat kaget.
"Brandooonnnn...!! papa kan sudah bilang mainan ini harus di buang.Kenapa masih ada di sini??"teriaknya papa dari dalam kamar.Rupanya papa tidak berani pula menyingkirkan mainanku dari tangan Baim.Hihihihi....
Setelah papa mulai marah akupun mendatangi mereka.Ku ambil mainanku dari tangan Baim.
"Makanya... jangan jail sama Kakak Ndon!"kataku sambil berlalu dari kamar papa.
"Buang jauh-jauh...!!!"teriak papa lagi.
Tapi rupanya Baim belum kapok juga.Buktinya saat aku ketiduran di ruang tengah,dia mencoba mengambil mainanku dengan cara memakai sumpit.Aksi ini berhasil aku gagalkan.Ku ambil mainanku,Baim berusaha menjauh dariku.Aku tidak tinggal diam,ku lemparkan saja mainanku ke arah Baim dan...
"PLOOKKK...!!!"lintah mainan itu menempel di pundak Baim membuat Baim menjerit-jerit.
"Pak De.... Pak De...!!"teriak Baim sambil berlari kesana-kemari mencari papa.Tawaku tak bisa ku tahan lagi.Hahahaha.....
"Branndooonnn....!!!"ternyata papa ada di dapur.Aku langsung kabur menuju garasi,mengambil sepedaku lalu mengayuhnya cepat-cepat menuju rumah Brian.Entah bagaimana nasib Baim dan lintah mainanku.Pasti nanti papa akan membuangnya.Tapi ndak masalah,toh aku bisa beli lintah mainan yang baru.Hehehehehe.....
***
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar