Rabu, 06 April 2011

MAAFIN BRANDON PA !! *part.4*

Pulang latihan dari rumah Brian hari sudah gelap.Sekitar pukul setengah delapan malam aku baru sampai di depan gerbang rumahku.Ku parkir sepedaku di halaman depan.Rumahku tampak sepi,lampunya juga belum dinyalain.Pada kemana ya papa sama Baim?Ku coba membuka pintu rumah.Terkunci !!.Wah benar nih papa dan Baim sedang pergi.Akupun berjalan menuju rumah Kak Reny.Setelah mengetuk pintu rumahnya dan memberi salam,kak Reny membukakan pintu.
"Kak,papa nitip kunci ndak ?"tanyaku.
"Oh iya,tadi papa kamu pergi sama saudara kamu itu,Brandon mau nungguin di sini dulu?"Kak Reny menawarkan.
"Ndak usah Kak,aku nungguin papa di rumah saja,nanti kalau jam 9 papa belum pulang juga,Brandon nginap ya ??"sahutku.
"Yo wess.. sebentar ya,kakak ambil kuncinya dulu!!"Kak Reny berlalu ke dalam rumah.Aku menunggu di kursi teras rumahnya.Tidak sampai satu menit,Kak Reny sudah kembali di hadapanku.Akupun beranjak dari kursi.
"Nih kuncinya... nanti ke sini saja ya !! Sudah lama Ndon ndak menginap di rumah Kak Reny".ktanya sambil menyerahkan kunci rumahku.
"Hehehe... iya Kak,nanti kalau papa ndak pulang aku ke sini.Matur nuwun Kak,sugeng ndalu ..!!!"akupun pamit pulang menuju rumahku.
Ku nyalakan lampu ruang tengah,teras rumah,dapur,semuanya aku nyalakan.Setelah itu aku masuk ke kamarku.
"Hmmm... mumpung tidak ada papa,aku mau nonton videoku lagi ah...!!"aku bergegas membuka lemari bajuku,mencari DVD waktu aku pertama kalinya perform di depan orang banyak.Oh iya,DVD ini hadiah ulang tahunku yang ke-9 lho.Bulan kemarin aku ulang tahun,jadi sekaramg umurku sudah 9 tahun.Hehehehe... DVD ini hadiah dari Kak Edo,Brian sama John.Aku tidak pernah bosan melihat DVD ini.
Aku mencarinya dengan teliti.Tapi DVD itu tidak kunjung ku temukan.DVD itu tidak ada.Padahal aku yakin kalau DVD itu ku simpan di lemari pakaianku.Aku cari lagi di laci, meja belajar, kolong kasur, rak-rak buku namun DVD itu tidak juga ku temukan.Aku mencoba lagi mencari di rak DVD di ruang tengah,tidak ada juga.Aku mulai kesal,aku mulai putus asa untuk mencari.
"Pasti kerjaan Baim nih ngumpetin DVD ku!"pikirku mencurigai Baim.
Aku masuk lagi ke kamarku dan aku masih penasaran dengan DVD ku.Ku cari lagi di lipatan-lipatan baju,tidak ada.Ku acak-acak isi lemari dan ku keluarkan juga semua isi laci.Tetap tidak ada.
"Aarrrgghhh...!!!" aku mulai kesal dan berhenti mencari.Ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aku pukul-pukul bantal gulingku.
"Di mana sihh .. ??"teriakku kesal.Tanpa ku sadari papa sudah berdiri di pintu kamarku.
"Mencari ini ??"aku tersentak kaget.Papaku mengacungkan sebuah kaset DVD bersampul biru.Ya,itu DVD yang aku cari,bagaimana bisa ada di tangan papa?? wajah papa terlihat merah menahan marah.Aku menunduk,tidak berani untuk menatapnya.
"Brandonn !! bisa kamu jelaskan apa maksud dari DVD ini??"tanya papa membentakku.Aku hanya diam membisu,tanganku memainkan ujung bantal yang ada di pangkuanku.
"Jawab Brandonn !!"bentaknya lagi.Aku tak bisa menahan air mataku yang mulai menetes membasahi bantal.Papa menghampiriku,memegang kedua pipiku lalu mengangkat wajahku.Aku di paksa untuk menatap wajahnya.Di balik kacamatanya,mata papa menatap tajam mataku yang masih mengeluarkan air mata.
"Jawab Brandonn !! jangan bisanya hanya menangis !!"
"Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. "suaraku parau,sambil terisak,aku mencoba meminta maaf sama papa.
"Maaf ?? selama ini kamu sudah bohongin papa Brandon !!
sudah berapa lama kamu mengikuti kegiatan ini ??"tanya papa lagi.Aku tahu papa sedang berusaha menahan amarahnya.
"Jawab Brandon !!"papa mengguncang-guncang badanku,membuatku semakin menangis.
"Dua bulan Pa !!"kata ku berbohong.
"Jangan bohong !! Tidak mungkin hanya dua bulan kamu bisa seperti di kaset ini !!"bentaknya lagi.
"Dua tahun Pa !! Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. !!"
"Dua tahun ?? Dua tahun kamu bohongin papa ?? berani sekali kamu !!!".
"Pa ... !!! papa boleh maksa Brandon belajar musik,papa boleh maksa Brandon les ini itu,tapi Brandon mohon sama papa,izinin Brandon nge-dance juga Pa ... !!! Hiks..hiks .. hiks.. !!!"aku mulai berani menatap papa.
"Tidak bisa Brandon !! Papa nggak akan pernah ngizinin kamu nge-dance !!"papa tetap pada pendiriannya.
"Kenapa Pa ?? papa egois, papa nggak ngerti perasaan Brandon, Brandon pengen nge-dance Pa .. !!"
"Nggak bisa !! Sekali papa bilang nggak bisa ya nggak bisa.Titik !!"papa memotong protesku.
"Papa jahat !! Brandon benci papa,biarin Brandon mati saja.Brandon mau ikut mama .. !! Hiks.. hiks.. !!"teriakku meracau.
"Brandon !!! jangan sekali-kali bicara seperti itu lagi.Papa sayang sama kamu,papa ngelarang kamu buat kebaikan kamu juga.Ngerti kamu ??"aku menunduk,perasaanku tidak karuan.Marah, sedih, kecewa, benci.Aarrgh....
"Hari Senin pembagian raport,dan hari itu hari terakhir kamu sekolah di sana.Papa akan memindahkan sekolah kamu".lanjutnya.Aku seperti di hantam benda keras.Hatiku perih,papa sungguh tidak adil.
"Brandon nggak mau pindah Pa !!"aku memprotes keputusan papa.
"Kamu sudah tidak terkontrol Brandon !! jangan membantah lagi !! Papa tidak mau lagi di bohongin sama kamu !!"suaranya menusukku.Papa jahat,tadi papa melarangku nge-dance,sekarang??memaksaku untuk pindah sekolah,meninggalkan sahabat-sahabatku, guru-guruku, kenangan-kenangan indahku ?? aku nggak mau... bagaimanapun juga aku nggak boleh pindah.Papa beranjak dari tempat tidurku.
"Pa.. !! Brandon mohon Pa,jangan pindahin Brandon !!Hiks.. hiks.. "aku mencoba memelas.Papa yang sudah berdiri membalikan badannya.
"Keputusan papa sudah bulat dan kamu jangan membantahnya !!!"papa berjalan menuju pintu keluar kamarku.Aku mengejarnya,memeluk kakinya,memohon sambil terisak.
"Pa ... Brandon mohon Pa.. Brandon mohon sama Papa ... Hiks.. hiks.. !!"
"Lepasin papa Brandon !! percuma kamu memohon seperti itu !!"papa bersikeras.
"Brandon tidak mau lepasin papa,sebelum papa ngebatalin keputusan papa !! Hiks.. hiks.. !!"aku tidak mau kalah.Papa memaksaku berdiri,aku berontak melawannya.Tapi tenagaku tidak sebanding dengan papa.Papa menggendongku masuk ke kamar,membaringkan aku di tempat tidur dan aku masih tetap menangis,berharap hati papa melunak.Tapi tidak ada tanda dari papa untuk menarik ucapannya.Dia hanya mencium keningku.
"Tidurlah.. !! Papa sayang Brandon !!"kata papa mengusap air mataku.Aku tak bisa protes lagi.Tubuhku sudah lelah untuk melawan papa.Papa meninggalkanku sendirian di kamar.Hujan di luar semakin deras seolah tahu akan kesedihanku.Entah jam berapa aku baru bisa memejamkan mataku.Dalam kelelahanku,aku terlelap dan berharap mimpi bertemu mama.
"Mama... tenangkan hatiku,berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini.Aku masih terlalu kecil untuk memaksakan kehendak.Aku masih butuh papa,aku sayang papa,aku harap papa berubah !!"bathinku berbisik di sambut hawa dingin membelai wajahku.Ku tarik selimut untuk menutupi tubuh dan wajahku.Semua menjadi gelap dan aku meninggalkan sejenak dunia nyata yang membuatku merasa terpuruk.
***
Seandainya saja kami ada di sana,
Tak 'kan kami biarkan kamu terpuruk.
Seandainya saja kami ada di sampingmu,
Tak ingin kami melihatmu menjatuhkan air matamu
Lilhero,kadang harapan hanyalah sebuah impian
Dan ada kalanya juga impian menjadi kenyataan
Teruslah bermimpi dan berusaha meraihnya
Kami yakin kamu bisa,kami yakin kamu kuat menghadapi semua
Di belakangmu ada kami yang selalu mendukungmu
Kami berjanji,tak akan pernah meninggalkanmu
Kami tak akan berpaling darimu
Kami ingin menghapus air mata yang ada di pipimu
Our Lilhero,tunjukkanlah pada dunia,
Bahwa kamu seorang anak yang kuat dan berhati emas
Berikanlah yang terbaik untuk kami semua
Bangkitlah dari tidurmu,usaplah air matamu
Dengan semangat baru,kami yakin,
Kamu akan menjadi yang terbaik dan bisa meraih impianmu.
By : BNZ Station & BNZ Indonesia !!

***

Minggu pagi terasa suram,padahal hari cukup cerah setelah semalam di guyur hujan.Embun pagi yang tertimpa cahaya mentari pagi begitu indah berkilauan,bergelayut di ujung daun,mencoba bertahan agar tidak terjatuh dan di serap bumi.Aku melamun di teras rumahku sambil memperhatikan embun-embun itu.Aku masih marah sama papa,dan tadi ketika sarapan pagi pun kami tidak saling bicara.Papa dan aku memilih untuk berdiam diri.Padahal aku berharap papa akan berbicara kalau perkataannya semalam itu tidak sungguh-sungguh.Tapi aku hanya bisa berharap dan sepertinya omongan papa semalam benar-benar akan menjadi kenyataan.Aku sedih mengingat semua itu.Aku tidak mau berpisah dengan sahabat-sahabatku.
Huufft... daripada aku terus bersedih seperti ini mungkin sebaiknya aku pergi ke rumah Kak Reny,siapa tahu dia bisa menghiburku.Akupun beranjak dari teras rumah dan bergegas menuju rumah Kak Reny,tetanggaku.
"Tumben pagi-pagi sudah main Ndon !!"sapa Kak Reny sesampainya aku di teras rumahnya.Kak Reny tampak sedang membaca buku sambil duduk di kursi teras,ditemani secangkir teh hangat.
"Lagi sibuk ya Kak ??"tanyaku sambil duduk di kursi yang satunya.
"Ndak.. memangnya kenapa Ndon ??Hmm.. mata kamu bengkak.Hayooo... habis nangis ya ??"Kak Reny menggodaku membuat aku tersenyum malu.
"Iya Kak,semalam Brandon berantem sama papa!!"ceritaku terus terang.
"Kenapa ??"tanyanya heran.
"Papa mau mindahin Brandon ke sekolah baru.Tapi Brandon ndak mau !!!"
"Alasan papa kamu mindahin kamu kenapa Ndon ??"Kak Reny memotong omonganku.
"Papa ngelarang aku nge-dance !!"paparku.
"Nge-dance ?? memangnya kamu bisa nge-dance ??"Kak Reny tampak nggak percaya.
"Iya Kak,Brandon sudah 2 tahun belajar nge-dance.Selama ini Brandon bohongin papa karena papa nggak pernah ngizinin Brandon nge-dance".ceritaku membuat Kak Reny manggut-manggut seperti burung perkutut yang sedang makan rumput sambil kentut kalang kabut dut... dut.. dut.. Halaaahhh... (*serius mode on !!)
"Kira-kira Kak Reny tahu ndak kenapa papa ngelarang aku nge-dance ??"tanyaku.
"Kakak ndak tahu Ndon,tapi papa kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa kamu ndak dikasih izin buat belajar nge-dance.Ndon,setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.Begitu juga papa kamu!"Kak Reny membela papa.
"Kalau mama Brandon masih ada,kira-kira ngelarang juga ndak ??"tanyaku ngelantur.Kak Reny menatapku iba.
"Kak Reny ndak tahu,Kak Reny ndak pernah kenal sama mama kamu.Waktu kamu tingal di sini,usia kamu sudah 3 tahun,kata papa kamu,mama Ndon meninggal waktu Ndon baru berusia 2 tahun !!"Kak Reny menutup bukunya dan meletakkannya di samping teh hangatnya yang mulai dingin.
"Waktu kecil Kak Reny sering ngasuh kamu.Kamu pipis di celana,Kak Reny gantiin.Kak Reny suapin kamu,mandiin kamu... Sekarang kamu sudah sebesar ini.Brandon masih inget ndak ?? kalau ada yang nanya siapa pacar Ndon ? Ndon jawab Kak Reny !! Hahaha..."Kak Reny tertawa membuat aku garuk-garuk kepala.
"Ah.. Kak Reny bikin malu Brandon saja nih !!"sahutku membuat Kak Reny meneruskan tertawanya.
"Apakah mama Brandon seperti Kak Reny ??"tanyaku sungguh-sungguh.
"Pasti mama kamu orangnya baik,perhatian dan sayang sama kamu.Brandon kalau Brandon mau,panggil aja Kak Reny 'mama'.Mau ndak ??"Kak Reny menawarkan.
"Wah Kak Reny nikah dulu donk sama papa Ndon.Mau ndak ??"aku menggodanya.
"Yee... ndak mau ah... papa Ndon udah tua,ntar mau di kemanain pacar Kak Reny ??Hehehe..."aku dan Kak Reny tertawa.
"Brandon bilangin papa lho,papa Brandon di bilang tua.Ter... La... Lu... !!"ancamku sambil menirukan gaya Raja Dangdut.
"Jangan dong..!!Nanti papa Brandon marah sama Kak Reny,kalo papa Ndon marah-marah jadi cepet tambah tua donk.. !!Hahahaha... "Kak Reny dan aku kembali tertawa.
"Ndon,jangan marah lagi ya sama papa Ndon,dia sayang sama kamu.Kalaupun Ndon harus pindah sekolah,kan masih bisa main ke sekolah lama Ndon kalau kangen sama teman-teman lama Brandon !!"Kak Reny menghiburku.
"Iya Kak !!"kataku walaupun aku masih ragu dan belum bisa menerima kalau aku benar-benar harus pindah sekolah.
"Makasih,Kak Reny sudah menghibur Brandon.Brandon pamit pulang dulu ya... !!"dengan cepat aku meminum teh hangat Kak Reny yang sudah dingin dan berlari meninggalkannya.
"Brandoonnn.. !!! Teh Kak Reny kok di habisin sih ?? Dasarr nakaalll... !!" teriaknya sambil tertawa.
"Biariinnnn... habisnya dari tadi Brandon ndak di suguhin tehnya !!"teriakku dari pintu gerbang rumah Kak Reny.
"Awas ya kalau ke sini Kak Reny gelitikin kamu !!"aku tertawa dan masuk ke pekarangan rumahku.Takut di kejar Kak Reny.Hehehehe...
***

Malam harinya aku tidak bisa tidur.Ku lihat jam di kamarku sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.Tadi aku menolak ajakan papa untuk makan malam dengan alasan sudah kenyang.Berharap papa membujukku,memaksaku untuk makan.Tapi ternyata dia tidak melakukan itu sama aku,membuatku menjadi bertambah kesal.
Aku duduk di depan piano yang terletak di sudut kamarku.Ku mainkan toots-nya asal-asalan.Aku hafal sebuah lagu anak-anak yang sudah lama sekali,bahkan aku sendiri belum lahir.Aku tahu lagu ini dari VCD nya.Lagu Sherina yang berjudul "Lihatlah Lebih Dekat".Ku mainkan pianonya dan aku bernyanyi dengan lirih....

#Hatiku sedih,Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya,Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini

Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman,kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih,pergilah resah
Jauhkanlah aku dari,sgala prasangka
Pergilah gundah,jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai,lebih bijaksana


Tanpa sepengetahuanku,papa sudah berdiri di sampingku lalu dia ikut memainkan piano.Dia bernyanyi melanjutkan syair yang belum selesai ku nyanyikan.

#mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya,lebih dekat
Dan kau akan mengerti#

***
Papa dan aku mengakhiri permainan pianonya.Papa menatapku sendu.Dengan tangannya yang masih kekar dia merangkulku.Menempatkan kepalaku di pundaknya.
“Maafin papa Ndon,papa sedih kalau Brandon marah terus sama papa.Papa nggak mau Ndon marah sama papa,maafin papa sayang !!”dalam pangkuannya papa mencium pipiku.
“Brandon yang minta maaf Pa,Brandon sudah bohong sama papa,Brandon sudah nyusahin papa,bikin papa sedih… Brandon.. hiks.. hiks .. !!”aku terisak di pundaknya.
“Sudahlah sayang,papa nggak pernah bisa marah sama kamu.Papa terlalu sayang sama kamu.Malam ini papa mau tidur sama Brandon.Brandon mau kan ??”tanyanya sambil membelai rambutku.Aku mengangguk dalam dekapannya.Terasa hangat dan menenangkan hatiku.Aku seperti menemukan papaku yang telah lama hilang.
“Tapi jangan ngompol ya !!”katanya membuatku cemberut.
“Idiihh… Brandon sudah nggak ngompol lagi.Papa kali nih masih suka ngompol !!”kataku mulai bisa tertawa.
“Enak saja kamu hehm.. !!”papa mencubit hidungku.Aku turun dari pangkuannya,dan dari atas kursi aku naik ke punggungnya.
“Sekarang kita menuju kamar papa… Berangkaaattt… !!”papa menggendongku sambil berlari membuatku terguncang-guncang.Aku tertawa-tawa saat dia menjatuhkan tubuhku di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.Hmm… malam ini aku merasa sangat bahagia.
I LOVE YOU PAPA
I LOVE YOU BNZ
Good nite all !!! :D
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar