Sabtu, 14 Mei 2011

BRANDON IS BACK *part.9*

Hari minggu memang hari libur yang selalu ku tunggu.Hehehe... Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan sudah siap dengan pakaian olahragaku.Ya,di pagi yang cerah ini aku mau olahraga pagi dengan bersepeda ke taman yang ada di ujung kompleks sebelah.Wah.. sudah lama sekali aku tidak pernah olahraga dan hari ini aku berjanji akan rutin berolahraga setiap hari Minggu pagi.
"Tumben sudah bangun !! Memangnya kamu mau pergi kemana pagi-pagi sekali ??"tanya papa keheranan melihat aku sudah ngejogrok di meja makan dengan segelas susu di hadapanku.
"Brandon mau olahraga Pa !!!"sahutku bersemangat.
"Olahraga ?? Ngulet-ngulet di kasur maksudnya ?? Hahaha... "papa meledekku membuat aku memajukan bibirku.
"Papa nih... !! Anaknya rajin di ledekiinnn.. terus !!"aku merengut membuat papa terkekeh dan ikut duduk di kursi sebelahku.
"Lagian nggak biasanya kamu olahraga pagi !! Ohh... papa tahu, jangan-jangan anak papa ini sudah janjian sama kakak Fay yang cantik itu.Hehehe... !!"kata-kata papa membuat aku melongo.
"Wah.. papa sok tahu nih.. !! kayak papa sudah ketemu kak Fay aja,Brandon olahraga sendiri kok,nggak janjian sama kak Fay atau siapapun !!"cetusku.
"Iya juga nggak apa-apa kok.Hahaha..!!"papa semakin gencar meledekku membuat aku ingin cepat-cepat pergi dari sana.
"Seneng ngeledek Brandonn.... !!"aku beranjak dari kursiku dan berniat untuk meninggalkan papa.Tapi papaku malah menggamit lenganku membuat aku berhenti sejenak.
"Papa tahu,kamu jadi rajin olahraga supaya perut kamu yang mulai membesar ini bisa kempes lagi.Hahahaha... !!"papa mengusap-usap perutku sambil tak henti-hentinya tertawa.
"Memangnya Brandon hamil ?? Huuhh... udah ah pa,Brandon berangkat dulu!"aku mencium lengan papa.
"Ciyee... ada yang marah nih ??"papa mengacak-acak rambutku.
"Siapa yang marah ?? lihat tuh sudah mulai siang nih !!" jawabku sambil menunjuk jam dinding yang ada di atas pintu dapur.
"Ya sudah,ntar kakak kamu marah-marah gara-gara kamu telat !!"kata papa masih dengan senyum lebarnya.
"Kakak siapa sih ??"tanyaku sewot.
"Kakak Fay dong.. !! Hahaha... " Aaarrgghh... papa nih bikin aku keki saja.
"Biasa saja dong mukanya.Kok jadi merah gitu ??Hihihi... "papa belum mau berhenti meledekku.
"Ya.. ya.. ya.. terserah papa aja deh !! Udah ah pa, Brandon berangkat dulu"aku berlalu dari hadapan papa menuju garasi untuk mengambil sepedaku.Saat berlalu,aku masih sempat mendengar celotehan papa yang masih terus meledekku.
"Salamin buat kakak Fay ya... !! Ajak main ke sini biar lebih akrab gitu .. Hehehehe... !!"teriak papa dari dapur.
"Iya ... nanti aku suruh kak Fay sekalian bawa oleh-oleh lintah mainan buat papa"teriakku juga dari garasi.Huuhh.. siapa juga yang janjian sama kak Fay.
Aku segera meluncur dengan sepedaku menuju taman yang letaknya cukup jauh dari rumahku.Udara pagi yang segar membuat aku bersemangat mengayuh sepeda supaya bisa cepat sampai di tempat tujuan.
Kak Fay,akhir-akhir ini dia seperti berusaha menjauh dariku.Terakhir kali aku mengobrol dengannya yaitu ketika dia mengembalikan jaketku.Saat itu kak Fay masih berusaha membujukku untuk mengikuti lomba dance di Jakarta.Tapi aku tetap pada pendirianku.Aku takut sama papa,aku takut merusak kepercayaan papaku.Aku tidak bisa bebas lagi seperti dulu.Yahh.. memang sih,papa memberikan kebebasan sama aku untuk melakukan kegiatan di luar sekolah.Tapi,kegiatan itu harus benar-benar di bawah pengawasan papa sendiri dan harus di pastikan pula bahwa semua kegiatanku sama sekali tidak ada hubungannya dengan nge-dance.Aku bingung dengan sikap kak Fay akhir-akhir ini,setiap aku berpapasan dengannya di koridor kelas,dia pasti pura-pura tidak melihatku.Atau saat aku tegur di kantin,dia hanya menjawab sekedarnya dan kak Fay akan buru-buru pergi dari kantin dengan alasan mau ke toilet lah.. ada yang ketinggalan di kelas lah... ke perpustakaan, belum ngerjain PR.. Huufft.. kak Fay sudah berubah menjadi orang yang sangat menyebalkan.Tapi setelah aku pikir-pikir ternyata memang aku sendiri yang bodoh.Sudah tahu kak Fay nyebelin,kenapa aku masih mau ngedeketin dia.Huuhh... mungkin kemarin dia baik sama aku karena ada maunya.Setelah tahu aku tidak bisa membantunya,dia menjauhi aku.Ya sudahlah... mungkin kak Fay kecewa sekali sama keputusanku yang tetap menolak ajakannya untuk ikut lomba dance.Mungkin kak Fay kecewa karena harapannya terhadapku lenyap begitu saja oleh sikapku.Lagipula kenapa aku masih mau berteman dengan kak Fay ?? terus mencoba bersikap baik sama kak Fay ?? toh masih ada teman-teman sekelasku seperti Anna, Ziha, Andz, Adhie dan yang lainnya.Hmm....
Sesampainya di taman aku langsung memarkir sepeda biru hitamku.Ku titipkan kepada petugas parkir yang ada di sana.Setelah itu aku mulai berlari-lari kecil mengelilingi taman yang ukurannya sama dengan lapangan sepakbola.Aku mengikuti jalanan kecil di pinggir taman yang sengaja dibuat mengelilingi taman itu.Tanaman yang indah,pohon-pohon pinus yang subur,tertata rapi membuat udara sekitar terasa menyegarkan.Di tambah lagi dengan berbagai jenis bunga yang di tanam menghiasi taman itu membuat semua yang datang bisa betah berlama-lama di sana.Cukup banyak yang berolahraga di hari Minggu pagi ini.Adapula yang hanya sekedar duduk-duduk di bangku taman atau bercanda dengan teman-temannya di atas rumput yang tumbuh di tengah-tengah taman.Pedagang-pedagang kecilpun tidak mau ketinggalan memanfaatkan keramaian untuk mencari keuntungan.Huft... BT juga nggak ada teman yang bisa di ajak ngobrol sambil olahraga.
Baru berlari tiga perempat putaran,aku di kejutkan oleh sosok seseorang yang duduk di salah satu bangku taman.Hanya beberapa meter jaraknya dari tempat aku berdiri sekarang.Aku berlari menghampiri orang itu dan segera duduk di sampingnya.
"Kak Nayla ??"tegurku membuat orang yang ku sapa sedikit tersentak.
"Siapa ??"tanyanya sambil mengerutkan kening dengan wajah tampak menatap lurus ke depan walaupun aku tahu dia tidak dapat melihat apa yang ada di hadapannya.
"Aku Brandon , masih ingat kan ??"tanyaku.Terlihat kak Nayla tersenyum setelah mendengar namaku.
"Ingat donk.. !! apa kabar Ndon ??"tanya kak Nayla basa-basi.
"Baik kak,kakak sendiri bagaimana ?? kak Nayla sendirian ?? kenapa bisa ada di sini ??"aku mencecarnya dengan tiga pertanyaan sekaligus.
"Yahh.. kakak masih begini saja Ndon,kakak ke sini nggak sendirian kok,Kak Nayla bareng sama kak Fay !!"jawabnya lengkap.
"Kak Fay ?? Lha sekarang kak Fay nya di mana ?? kok ninggalin kakak sendirian ??"tanyaku lagi.
"Tuh.. kak Fay di tengah taman lagi di kerubungin orang-orang!!"katanya tanpa menunjuk.Walaupun kak Nayla tidak melihat tapi apa yang di katakannya memang benar.Di tengah-tengah taman tampak orang-orang sedang ramai berkerumun.
"Memangnya kak Fay lagi ngapain kak ??"aku mengerutkan keningku mencari-cari kak Fay.Tapi sosoknya tidak tampak oleh mataku karena terhalang oleh banyaknya orang-orang yang berkerumun.
"Kak Fay .. lagi ngamen Ndon !!"jawaban kak Nayla membuat aku terkejut bercampur heran.
"Apa kak ?? Ngamen ??"tanyaku kurang yakin dengan kata-kata yang kudengar dari bibir kak Nayla.Kak Nayla menghela nafas panjang membuat aku harus menunngu penjelasannya.
"Iya Ndon,dia ngamen demi kakak.Dia ingin sekali kak Nayla sembuh.Dia mau kakak menjalani operasi mata.Kak Nayla sudah mencoba melarang dia untuk ngamen karena kakak pikir semuanya akan sia-sia dan memakan waktu yang sangat lama untuk mengumpulkan uang buat operasi kak Nayla.Tapi kak Fay tetap bersikeras.Dia percaya dengan pepatah lama, 'sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit'. Yahh... kak Fay memang orangnya pantang menyerah.Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Dia tetap berjuang terus walaupun kakak menganggap apa yang dia lakuin itu semuanya percuma dan hanya akan membuang-buang waktunya saja"kata-kata kak Nayla seperti menyindirku.Aku yang menyerah begitu saja tidak mau berusaha untuk memperjuangkan apa yang aku inginkan.Aku yang langsung ciut hanya karena satu kali gertakan papa saja.Aku malu sama diriku sendiri dan kak Fay.Dia begitu gigih, begitu tulus dan sayang terhadap sahabatnya.Ah.. kenapa keraguan ini muncul kembali ?? Rasa ingin menolong kak Nayla mulai timbul lagi di benakku.Aku ingin membuktikan sama kak Fay kalau aku juga tidak akan mudah menyerah dan benar-benar ingin menolong kak Nayla.Keberanianku mulai timbul.Yahh... aku harus mencari jalan untuk bisa ikut lomba dance di Jakarta.Aku harus menolong kak Nayla.Aku harus membantu kak Fay untuk mewujudkan impian dia dan sahabatnya.Oke.. !! aku tahu setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan aku berharap jalan keluar itu bisa aku temukan secepatnya.
"Nay... !! hari ini aku dapat lumayan banyak nih .. !!"kak Fay berlari ke arah kami sambil menenteng mini compo dan karpet yang di gulungnya.Tubuhnya tampak basah di banjiri keringat.Dia terkejut saat melihatku duduk di samping kak Nayla.
"Brandonn .. ??"matanya melotot ke arahku.Aku mencoba mengajaknya tersenyum.Tapi dia tidak meresponnya,malah kak Fay langsung meminta kak Nayla beranjak dari bangkunya dan mengajaknya untuk segera pulang.
“Ayo Nay kita pulang !!”ajaknya tanpa memperdulikan aku.
“Tapi Fay… !! aku lagi ngobrol dulu sama Brandon !!”jawab kak Nayla yang masih enggan untuk meninggalkan bangkunya.
“Ngapain sih ngobrol sama dia ?? Sudahlah.. kita pulang yuuk.. sudah mulai siang nih.. !!”kak Fay memegang tangan kak Nayla.
“Tapi Fay… !!”kak Nayla masih berusaha menolak.
“Ayolah Nay… nggak penting ngobrol sama dia .. !!”jawaban kak Fay membuat kupingku panas.
“Kak Fay kenapa sih ??kok marah sama aku ??memangnya Brandon salah apa kak ??”aku berdiri sambil menatap kak Fay yang masih berusaha membujuk kak Nayla untuk segera pulang.
“Tanya saja sama diri kamu sendiri !!”jawabnya ketus.
“Ohh… kak Fay kecewa ya sama Brandon karena Brandon nggak bisa nolong kak Nayla gitu ?? kenapa sih kak ?? Dulu kak Fay ingin mengenalku lebih dekat tapi… “aku menghentikan ucapanku karena dengan cepat kak Fay sudah memotong perkataanku.
“Aku sudah mengenalmu dan ternyata kamu cemen !!”cetusnya membuat hatiku mulai panas juga.
“Ohh… jadi kak Fay kalau ngedeketin orang ada maunya gitu ??kak Fay boleh saja kecewa sama aku tapi sikap kakak seharusnya tidak seperti itu sama aku !!”aku menatap tajam ke arah kak Fay.
“Terserah aku !! Ayo Nay.. cape aku ngeladenin dia !!”kak Fay mulai memaksa kak Nayla beranjak dari bangkunya.
“Aku juga sebenarnya ingin menolong kak Nayla.Tapi aku nggak tahu caranya kak !!”aku mencoba untuk tetap bersikap tenang menghadapi kak Fay.
“Jangan banyak ngomong deh.. !! toh aku juga nggak maksa kamu buat nolong kak Nayla,”suara kak Fay masih galak.
“Hey… sudah .. sudah… kok jadi pada berantem sih ?? nggak malu apa ??”kak Nayla mencoba melerai kami.
“Maaf Ndon,kak Nayla pulang duluan ya.. !!”kak Nayla mulai menuruti kak Fay,mungkin untuk menghindari supaya pertengkaranku dengan kak Fay tidak berlanjut.
“Kak Fay tunggu .. !!”kak Fay yang sudah berjalan sambil manuntun kak Nayla berhenti dan membalikkan badannya,kemudian matanya menatap tajam ke arahku.
“Ada apa lagi ??”tanyanya sewot.
“Aku tantang kak Fay buat battle.. Berani nggak??” tantangku membuat kak Fay kembali mendekat ke arahku dan mendudukan kak Nayla di bangku tadi.Kak Fay menghampiriku.Wajahnya di dekatkan ke wajahku.Kini muka kami hanya berjarak beberapa senti saja.Mataku dan mata kak Fay saling menatap tajam.
“Siapa takut !!”jawabnya.
Kak Fay menggelar karpet yang di bawanya.Kemudian menyalakan mini componya dan dari sana terdengar lagu hip-hop yang judulnya Let Me C It miliknya Get Cool (enak banget nih lagu.. BNZ silahkan donlot lagunya .. !! :D ) hehehe…
Aku dan kak Fay mulai beraksi.Ku keluarkan gerakan-gerakan dance ku bergiliran dengan kak Fay.Ternyata aksi kami mengundang perhatian orang-orang yang ada di taman.Mereka mulai berkerumun mengelilingi kami dan bertepuk tangan untuk memberikan dukungan.Aku dan kak Fay semakin bersemangat untuk nge dance karena orang-orang yang berkerumun begitu ramai berteriak-teriak memberikan support untukku maupun kak Fay.Sampai akhirnya aku dan kak Fay mulai kelelahan.Kami berhenti menari sampai lagu kedua yaitu lagu Best Best miliknya Missy Elliot selesai di putar.Kak Fay mematikan componya dan tepuk tangan yang sangat meriah terdengar di sekeliling kami yang sesekali diselingi dengan suara suitan dari beberapa orang yang melihat.Kak Fay mengambil topinya dan memunguti uang dari penonton.Setelah terkumpul semua,kak Fay mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah memberikan uangnya.Satu persatu merekapun membubarkan diri dengan wajah puas.
“Waahhh.. kita dapat banyak Ndonn.. !!”kak Fay melihat tumpukan uang yang ada di topinya.Senyumnya yang ceria membuat aku tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalaku.
“Kok jadi ikutan ngamen sih ??”bathinku sambil tersenyum geli.
“Kak Fay.. aku… “aku mengambil nafas sejenak.Kak Fay menatapku,menunggu kelanjutannya.
“Aku mau menolong kak Nayla.Aku mau ikut lomba dance di Jakarta bareng kak Fay .. !!”sahutku mantap.
“Bener Ndon ??”tanyanya ragu.Aku mengangguk untuk meyakinkannya dan itu membuat kak Fay spontan memelukku erat.
“Makasih Ndonn… !! makasih banget ya.. maafin kak Fay,”ucapnya tanpa melepaskan pelukannya.Kak Fay tidak perduli dengan keringat yang melekat di tubuhku dan tubuhnya.
Untung saja kak Nayla tidak tahu kalau kami sedang berpelukan.Wahh… kalau dia sampai tahu,malu sekali aku.Hehehe…
“Iya kak.. !! nanti kita sama-sama pikirkan gimana caranya supaya aku bisa latihan nge-dance dan bisa pergi ke Jakarta tanpa sepengetahuan papa!!”kak Fay melepaskan pelukannya dan mengangguk ke arahku dengan senyum sumringah di wajahnya.
“Tentu Ndon,kita pasti menemukan jalan keluarnya !!”sahutnya yakin.
***
Setelah mengantarkan kak Nayla pulang,aku dan kak Fay bersepeda menuju rumah masing-masing.Seperti hari sebelumnya,rute jalan yang kami lewati adalah kompleks perumahanku.Aku dan kak Fay berhenti sejenak di depan gerbang rumahku yang terbuka.Di sana ada papa yang sedang mencuci mobilnya.
“Kak Fay mampir dulu yuukk.. !!”ajakku.
“Kayaknya kakak langsung pulang saja deh Ndon,kak Fay sudah lapar banget nih.. !!”kak Fay menolak ajakanku.
“Kan kita bisa sarapan bareng sama papaku.Gimana ??”tawarku lagi.
“Nggak ah… malu aku,baju kakak kotor banget nih gara-gara keringetan.Lain kali saja ya !! Salam saja buat papa kamu,bilang sama papa kamu,maaf belum bisa mampir !!” kak Fay bersiap-siap mengayuh sepedanya.
“Yo wes lah… hati-hati ya kak !!”kataku tak bisa menahan lagi kemauan kak Fay untuk segera pulang.
“Makasih Ndonn !! Inget ya… pokoknya kamu harus ikut lomba itu” kak Fay kembali memperingatkanku.Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya.
“Ya sudah… kak Fay pulang dulu ya.. !! sampai ketemu lagi di sekolah !!”katanya sambil berlalu dari hadapanku.Setelah kak Fay dan sepedanya telah jauh,aku masuk ke halaman rumahku dan di sana papa yang telah selesai mencuci mobilnya senyam-senyum menyambutku.
“Kok nggak di ajak masuk sih Ndon ??”tanya papa ketika aku sudah sampai di hadapan papa dan mencium tangannya tanpa turun dari sepedaku.
“Malu katanya,bajunya kotor.Salamnya saja buat papa !!”sahutku malas.Papa hanya tertawa kecil mendengar jawabanku.
“Katanya nggak janjian ??kok bareng-bareng ??”papa mulai menggodaku.
“Tadi waktu lari pagi kebetulan ketemu di sana pa.Rumahnya kan satu arah sama rumah Brandon,ya udah pulangnya bareng-bareng deh .. !!”jawabku mulai merasakan gelagat tidak menyenangkan dengan sikap papa.
“Kok bisa kebetulan ya ?? Wahh… !!”papa mulai gencar melancarkan serangannya.
“Mulai lagi deh… !!”sahutku sambil berlalu meninggalkan papa untuk menaruh sepedaku di garasi.
“Ngambek nih yee… !!”teriak papa membuat aku hampir menabrak tembok garasi.Huuhh… Rese… !!!.
Hari itu papa tidak henti-hentinya menggodaku.Aku benar-benar BT di buatnya.Nggak di meja makan,di ruang tamu,di kamarku,di ruang tengah,di dapur.Hufft… bikin gondok aja nih papa.Dan puncaknya ketika aku telah selesai makan malam.Aku kira papa sudah bosan meledekku,tapi ternyata kegiatan itu terus berlanjut.
Saat telepon rumah yang ada di ruang tengah berdering,papa segera mengangkatnya.Aku yang sedang menonton TV di ruangan yang sama bisa dengan jelas mendengar percakapan papa di telepon.
“Hallo… malam juga… iya benar… ada tuh lagi nonton TV… ini siapa ?? ohh… kamu Fay … !!”mendengar nama kak Fay di sebut membuat aku menatap ke arah papa.Begitupun papa,dia menatapku juga.
“Wahh.. pasti papa mau ngerjain aku nih .. !!”pikirku tak yakin kalau yang menelpon itu benar-benar kak Fay.Soalnya seingatku,aku nggak pernah ngasih nomor telepon rumahku ke kak Fay.Ku dengar papa melanjutkan obrolannya.
“Bentar ya Fay… sebelum ngomong sama Brandon,om mau nanya dulu… boleh nggak ?? … mmh.. Brandon nakal nggak di sekolah ?? … oh… jail ya ?? … hahaha… iya… iya… di rumah juga begitu… sering ngerjain om… wah masa sih Fay ?? … nggak apa-apa… sering-sering saja ngerjain Brandon… hahaha…. Oh iya Fay, mau tahu nggak cerita Brandon waktu kecil ??”kata-kata papa membuat aku segera meloncat dari sofa.
“Bahaya nih kalau sampai papa nyeritain kekonyolan-kekonyolanku waktu kecil,bisa habis aku di ledekkin sama kak Fay di sekolah !!”bathinku sambil mendekati papa dan merebut gagang telepon yang masih menempel di kupingnya.
“Hallo… kak Fay … ?? Ono opo yo .. ??”aku langsung berbicara di telepon.Tapi yang terdengar dari speaker telepon cuma bunyi tuut… tuutt.. tuutt.. tanda sibuk dari operator jaringan.Benar dugaanku,ternyata papa sudah ngerjain aku.
“Arrrgghhhh…. Papa resseeeee….. !!!”teriakku membuat papa yang sudah kabur ke kamarnya tertawa terbahak-bahak sampai kedengaran ke seluruh penjuru kompleks.
“Buahahahahahahaha………. !!!” :D
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar