Sambil menunggu kabar dari panitia lomba di Jakarta,aku dan kak Fay tetap latihan di gudang walaupun tidak serutin saat sebelum membuat video untuk lomba.Paling seminggu kami latihan dua sampai tiga kali.Setiap hari Minggu,kak Fay dan aku tetap mencari uang dengan menari di taman tempat orang-orang berolahraga pagi.Kata kak Fay sih buat bekal ke Jakarta.Itu juga kalau lolos,kalau nggak ?? Hehehe.. habisnya sudah satu bulan nunggu,belum dapat kabar juga.
"Kok belum dapat kabar ya Ndon ?? Padahal sebentar lagi sudah mau ulangan semester,"kata kak Fay ketika kami telah selesai ngamen di taman kompleks yang jaraknya jauh dari rumahku.Kami memang selalu berpindah-pindah tempat supaya orang-orang yang melihat tidak bosan.
"Kalau nggak dikabarin berarti kita nggak lolos kak,"jawabku pesimis sambil menyeruput jus mangga di bangku taman.
"Nggak mungkin Ndon,kakak yakin kita pasti lolos.Jangan-jangan videonya nggak nyampe ya Ndon,"sangkalnya dengan raut muka khawatir.
"Ya bisa jadi kak.Kak Fay jangan terlalu optimis,ntar kalau gagal bisa kecewa banget kak,"jawabku berpikir realistis untuk menenangkan kak Fay.
"Tapi kak Fay yakin Ndon,soalnya kakak pernah mimpiin kamu,"terangnya membuatku tersedak jus mangga yang sedang aku minum.
"Lha,apa hubungannya kak??"tanyaku tak mengerti dan sedikit malu mendengar kata-kata kak Fay kalau aku ternyata pernah hadir di mimpinya dia. (Ehmm.. :D)
"Iya Ndon,kak Fay mimpi kita jadi juara di lomba itu.Kak Fay seneeenngg... bangett.. kakak merasa mimpi itu pertanda kalau kita lolos seleksi Ndon,"kata kak Fay yakin.
"Huuhh.. kak Fay ada-ada saja.Eh tapi,aku juga pernah mimpiin kak Fay lho..,"lanjutku serius.
"Waahh.. mimpinya bagaimana Ndon??"tanya kak Fay penasaran sambil menghabiskan jus strawberry-nya.
"Brandon mimpi kita berdua ada di taman yang indaaahh.. bangett.Banyak bunga-bunga berwarna-warni tumbuh di sana.Ada yang putih dan ada yang merah,setiap hari kusiram semua,mawar melati semuanya indah.Hehehehe.."
"Yee.. itu mah lagu Look at My Garden.. "potong kak Fay manyun.
"Eh tapi beneran kak.Aku mimpi kita tuh ada di taman yang indah banget.Di sana kita main sama-sama,ngejar kupu-kupu yang berterbangan.Terus aku bercanda-canda sama kak Fay,bikin kak Fay gemas sama aku dan aku berlari-lari untuk menghindari cubitan kak Fay.Seru deh pokoknya.."
"Terus..terus..," kak Fay mulai senang dengan ceritaku.
"Aku terus berlari dan kak Fay juga terus membuntuti Brandon di belakang.Tapi nggak lama,Brandon nggak ngedenger lagi suara langkah kaki kak Fay.Eh,pas Brandon nengok ke belakang,kak Fay sudah nggak ada,hilang entah kemana dan itu membuat Brandon kebingungan kak,"aku berhenti sejenak untuk menghabiskan jus manggaku.
"Nah lho.. memangnya kak Fay hilang kemana Ndon?"tanyanya tidak sabar ingin mendengarkan kelanjutan mimpiku.
"Nggak tahunya,kak Fay terjatuh gara-gara nginjek kotoran sapi.Hahahaha..."
"Iiihh... jorok banget sih...Hmm.. kamu pasti bohong.Ya kan ?? Ayo ngaku.. hemmph ??"kak Fay mencubit lenganku gemas.
"Ad.. aduh.. aduh.. kak am.. ampuunn kak.. !!"aku meringis kesakitan.Akhirnya kak Fay pun melepaskan cubitannya.
"Huuhh.. dasar rese.. !!"gerutu kak Fay ngambek membuatku tertawa geli.Hihihihi...
"Lagian,ini kan mimpinya Brandon,kok kak Fay protes sih??Kan bukan keinginan Brandon mimpiin kak Fay nginjek kotoran sapi.Emang mimpi bisa request ?? Hahahaha... "kak Fay semakin cemberut dan memelet-meletkan lidahnya ke arahku.
"Kak Fay juga pernah mimpi,kak Fay mimpi kamu nginjek..."
"Enggak dengeerrr.. enggak dengerrr... enggak dengeerr.. "aku menutup kupingku sambil bernyanyi-nyanyi ria.Ku goyang-goyangkan juga kepalaku untuk mengacuhkan cerita kak Fay.
"Iiihh.. nyebelin.. nyebelin.. nyebeliiinn.. "kesal kak Fay sambil mencoba melepaskan tangan yang ku gunakan untuk menutup kedua telingaku.Hahahaha.. aku tertawa melihat wajah kak Fay yang semakin kesal.Aku terus berusaha menghindari tangan kak Fay dan ketika ada kesempatan,aku berlari meninggalkannya menuju sepedaku.
"Heyy.. anak nyebeliinn.. tungguiinn.."teriak kak Fay sambil menenteng mini compo dan karpet gulungnya.Kalau nggak kasihan,sudah aku tinggalin tuh.Hehehehe...
***
Aku duduk di kursi ruang tengah sambil cekakakan.Aku lagi baca buku Olga karangan om Hilman Hariwijaya yang super kocak.Buku ini aku dapat dari rak buku yang ada di ruang kerja papaku.Eitss.. bukan Olga Syahputra lho.. tapi Olga di sini tuh cewek tomboy yang masih SMA,punya hoby maen sepatu roda dan karakternya kocak banget.Apalagi kalau sudah ketemu sahabatnya yang bernama Wina.Waahh.. kekonyolan-kekonyolan pun akan terjadi di situ.Kata papa,dulu pernah ada filmnya.Tokoh Olga di peranin sama tante Desi Ratnasari sedangkan tokoh Wina di peranin sama teteh Nike Ardilla (almh).
Aku cekakakan sendirian ketika membaca ulah Olga yang lagi latihan sepatu roda di dalam rumahnya.Walhasil,barang-barang kesayangan maminya yang ada di dalam rumah pada pecah berantakan kena senggol Olga sampai-sampai dia di lempar sendal jepit sama maminya yang tepat mendarat di jidatnya.Hahaha... Olga sengaja latihan di dalam rumah soalnya dia mau ikutan lomba balapan sepatu roda.Supaya lebih lihai mainnya,dia ngelakuin apapun tanpa melepaskan sepatu rodanya.Nyuci,nimba,ke sekolah,ke kamar mandi,walaaahh.. sampai tidurpun pake sepatu roda.Wkwkwkwkwk.. Gokiilll...
Papa yang dari tadi sedang milih-milih channel TV melirik ke arahku.Mungkin dia bingung dengan acara TV yang kebanyakan sinetron semua.
"Heeh.. jangan berisik !! Cekakakan sendirian,"sewot papa ke arahku.
"Biarin.. huuh.. papa ngiri aja nih,"sahutku tanpa melepaskan pandanganku ke buku yang kertasnya sudah kuning itu.
"Tidur sana,sudah malam banget Ndon,"kata papa menyuruhku beranjak ke kamar.
"Tanggung pa,sebentar lagi bacaannya selesai nih,"tolakku.Papa merebut bukuku dan menjauhkannya dariku.
"Ah.. papa nggak asyik nih,"rutukku kesal.
"Besok lagi sayang,ini sudah jam setengah sebelas malam.Nanti kamu kesiangan lagi,"kata papa sambil memencet hidungku.
"Eh pa,sebentar lagi kan ujian semester,kalau Brandon juara,Brandon boleh minta sesuatu nggak??"tanyaku sama papa.
"Hmm.. memangnya kamu mau minta apa Ndon ??"sahutnya penasaran.
"Nanti saja pa,kalau aku juara.Hehehehe.. "
"Huuhh.. ya sudah,papa usahain ya sayang,"kata papa sambil merangkulku dan menidurkanku di pangkuannya.
"Papa marah nggak kalau Brandon pengen belajar nge-dance lagi ??"aku bertanya dengan hati-hati,takut papa marah sama aku.Papa menghela nafas panjang sejenak dan mengusap kepalaku yang berada di pahanya dengan lembut.
"Maafin papa sayang,papa belum siap melihat kamu nge-dance,"jawab papa lirih.
“Iya pa,maafin Brandon ya pa,Brandon ngerti kok,papa pasti teringat mama kalau Brandon nge-dance dan itu bikin papa sedih karena Brandon tahu,papa sangat sayaaang sekali sama mama…”
“Dan juga kamu Ndon..”potong papa sambil mencium keningku.Aku tersenyum ke arahnya dan dia mengusap kepalaku lembut.
“Ya sudah,kamu tidur ya,sudah malam nih,”papa kembali menyuruhku pergi ke pulau kapuk.
“Gendoong…,”rengekku manja.
“Wuidiihh.. udah gede masih minta gendong,”
“Biarin,”aku merentangkan tanganku meminta papa untuk menggendongku.Papa pun mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar.
“Dasar manja.. papa laporin kak Fay lho,”ancam papa ketika merebahkan tubuhku di kasur.
“Jangan pa.. ntar Brandon di ledekin sama dia,”cegahku membuat papa terkekeh.
“Hahaha…”papa tertawa sejenak lalu menyelimuti tubuhku.
“Met tidur sayang,”papa mencium keningku dan berlalu meninggalkan kamarku setelah mematikan lampunya terlebih dahulu.
“KLIK!!”
***
“Brandoonn !!”panggil kak Fay saat aku berada di kantin sekolah.Aku menoleh ke arah pintu kantin dan dari sana kak Fay berlari ke arahku.
“Maaf ya,Brandon nya kakak pinjam dulu.Hehehe..”izin kak Fay sama teman-temanku yang ada di sana.Anna,Ziha, Andz dan Adhie.
“Ada apaan sih kak ??”tanyaku melepaskan sendok dan garpu yang aku gunakan untuk makan mie bakso.
“Ayo ikut kakak,kak Fay mau ngomong sesuatu,”kak Fay menarik lenganku tak sabar.
“Tapi kak..”aku berusaha menolak karena makanan dan minumanku belum habis.Mana sudah janji mau nraktirin lagi.
“Ayo Ndonn..”paksa kak Fay.Aku buru-buru menyeruput es teh manis yang ada di meja.Teman-temanku hanya menatap ulah kami dengan senyuman penuh selidik.
“Maaf ya teman-teman,aku pergi dulu.Makanannya talangin dulu ya.. NANTI AKU GANTII…”sahutku berteriak karena kak Fay telah menyeretku menjauhi meja kantin yang di huni teman-temanku.
“Yaahh… masa aku lagi sih yang bayarin?”teriak Anna sambil cemberut.
“Ada apaan sih kak?”tanyaku setelah kami sampai di gudang yang biasa kami gunakan untuk latihan.Kak Fay melepaskan cengkraman tangannya dan menatapku dengan senyuman yang tak seperti biasanya.
“Brandonn!!”tiba-tiba kak Fay memelukku erat sambil menangis membuat aku menjadi kebingungan.Tadi kak Fay senyam-senyum,sekarang malah nangis.
“Kenapa nangis kak?jangan bikin Brandon bingung dong,”sahutku.Kak Fay melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata yang ada di sudut matanya sambil tertawa.
“Kak Fay nangis karena seneng Ndon.Kamu lihat ini !!”kak Fay memperlihatkan amplop putih di tangannya.
“Amplop apaan itu kak ?? isinya uang Gayus ya??”tanyaku penasaran. (hahaha… GUBRAKK!!)
“Surat dari Jakarta Ndon.. kita LOLOSS !!”teriaknya sambil kembali memelukku.Aku seperti tak percaya dan hanya diam mematung sambil mencerna rasa apa sebenarnya yang sedang aku rasakan saat ini.
“Lolos?Benarkah?Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini?Kenapa jantungku malah berdetak begitu kencang?Selain senang,ada perasaan lain yang menyelusup di benakku.Rasa was-was sepertinya lebih besar daripada rasa senang yang menyeruak di hatiku.
“Kenapa Ndon??Kamu nggak seneng??”tanya kak Fay curiga dengan ekspresiku.
“Seneng sih kak,tapi Brandon juga bingung kak.Bagaimana caranya kita pergi ke Jakarta??”tanyaku membuat kak Fay berhenti tersenyum.
“Ndon,kakak kan punya kakak yang tinggal di Jakarta,kita bisa tinggal di sana.Kita pergi dari sini dengan kereta.Sampai di stasiun Jakarta,kak Fay tinggal telepon kakakku buat jemput kita di sana.Kita berdua pasti nyampe kok,”
“Berdua??”tanyaku lagi.
“Iya berdua,memang kenapa?kamu takut??”tanya kak Fay seperti meremehkanku.
“Kak,aku nggak pernah pergi jauh tanpa di dampingi orang yang lebih dewasa.Apalagi ke luar kota.Inget kak,JAKARTA !!”aku menekankan kata Jakarta untuk memperingatkan kak Fay karena aku sering mendengar banyak orang yang merantau ke sana dan hanya menambah beban kota Jakarta saja walaupun tak sedikit pula yang meraih sukses di kota terpadat itu.
“Ndon,kita ke sana punya tujuan,yaitu mengikuti lomba dance,dan disana juga kita punya orang yang seratus persen dapat di percaya,yaitu kakakku.Lagipula tahun lalu kak Fay liburan ke sana kok.Jadi kak Fay yakin kita nggak bakalan nyasar,”penjelasan kak Fay membuatku sedikit lega.
“Bener kak Fay pernah ke sana??”tanyaku kurang percaya.
“Iya Ndon,tahun kemarin kak Fay liburan di Jakarta selama dua minggu.Jadi kamu nggak usah khawatir ya??”kak Fay menepuk pundakku mencoba meyakinkanku dan aku pun tersenyum ke arahnya.
“Tapi kak,aku juga masih bingung,gimana caranya bilang sama papa??Papa pasti nggak bakalan ngijinin aku pergi kak,”pertanyaanku kali ini membuat kak Fay harus berpikir agak lama.
“Begini saja Ndon,nenek kak Fay tinggal di desa Randutawang di Jombang sana.Kamu bilang saja sama papa kamu kalau kamu mau liburan ke sana bareng kak Fay.Nanti kakak juga bakalan bilang begitu sama orangtua kak Fay.Jadi nggak bakalan ada yang curiga.Mereka tahunya kita pergi ke sana.Padahal kita berdua ke Jakarta,gimana Ndon??”kak Fay meminta persetujuanku.
“Randutawang?? Jombang??”aku mengerutkan kening,merasa asing dengan nama daerah itu.
“Ndon,untuk saat ini cuma itu cara satu-satunya.Nanti kalau ada ide yang lebih bagus,kak Fay cari solusi lain.Tapi menurut kakak,itu jalan terbaik.Di sana nggak ada telepon,jadi nggak ada yang bisa mengecek ke tempat nenek kak Fay,”ujarnya bersemangat.
“Iya kak,aku bakalan coba ngomong sama papa,”sahutku lagi walaupun aku masih ragu dengan jawaban papa nanti.Rasanya mustahil papa ngijinin aku pergi ke luar kota,ke rumah om Jun yang jaraknya hanya enam kilometer saja,aku mesti ada yang nganterin.Gimana ke luar kota??Walaahh…
Aku kembali lagi ke kantin dan ternyata di sana masih ada teman-temanku yang sudah selesai makan dan lagi asyik mengobrol.
“Yess.. nggak jadi aku yang bayar,”teriak Anna girang menyambut kedatanganku.Aku lihat mie baksoku masih ada dan posisinya masih sama seperti saat aku tinggalkan tadi.Setengah melamun,aku menyendok mie baksoku beserta kuahnya banyak-banyak dan…
“Buaahhh…”aku mengeluarkan kembali semua makanan yang ada di mulutku ke dalam mangkok karena mie baksoku rasanya sudah berubah menjadi mie bakso pedas abbeezz…
“Hahh.. sshh.. hah.. ssh..”aku mengipas-ngipas mulutku sambil mencari-cari air minum.Tapi semua minuman teman-temanku termasuk minumanku yang ada di atas meja telah habis tanpa tersisa setetespun.
“Hahahaha.. teman-temanku menertawaiku membuat aku melotot ke arah mereka. (memangnya Brandon bisa melotot ya?? Hahaha…PLETAKK !!).Aku berlari menemui si bibi kantin dan diapun segera memberikanku segelas air putih yang langsung aku tenggak sampai habis.
“Siapa nih yang sudah ngerjain aku??”tanyaku saat kembali ke meja kantin sambil menenteng minuman dingin di plastik yang masih banyak es batunya.Aku menatap satu persatu teman-temanku yang sedang cekikikan.
“Bukan aku Ndon,”Anna mengangkat kedua tangannya.
“Aku juga bukan Ndon,”sangkal Ziha dan kini mataku tertuju ke arah Andz dan Adhie.
“Bukan aku Ndon,”sergah Andz.
“Aku juga ndak ngerjain kamu kok,”mereka semua nggak ada yang mau mengaku.
“Bukan aku bukan aku,terus siapa anakku ?? anakku tertukar !! eh… terus siapa yang ngerjain aku?? Hantu ??”bentakku kesal.
“Meneketehe… !!”teriak teman-temanku kompak.
“Hmm.. awas saja kalau ketahuan siapa pelakunya,pasti aku balas,”gerutuku dalam hati.
“Setelah aku membayar semuanya,kami kembali menuju kelas.Aku membawa minumanku di plastik karena mulutku masih terasa pedas dan panas.Aku masuk ke dalam kelas tanpa di ikuti Andz dan Adhie yang tadi membuntuti di belakangku.
“Huuhh.. kemana sih mereka??Padahal bel masuk sudah bunyi tuh,”rutukku mulai curiga dengan mereka berdua.
Aku duduk di kursiku di dekat jendela dan dari sana aku bisa menatap koridor di luar kelas.
“Lha,itu Andz sama Adhie,lagi ngapain tuh berduaan berdiri di koridor dekat jendela??”aku merapatkan telingaku di dinding yang dekat dengan mereka untuk mendengarkan percakapan keduanya.Mereka tidak tahu kalau dari dalam kelas aku bisa menguping pembicaraan mereka yang ada di balik dinding luar kelas.
“Sini dua ribu,aku kan udah berhasil ngejailin Brandon,”kata Adhie.
“Hmm.. oke deh.. kali ini kamu yang menag,”jawab Andz membuat aku manggut-manggut.
“Sial,aku di jadiin bahan taruhan,awas saja ya,mau ngelawan anak jail?hahaha..”aku kembali ke bangkuku dan segera melancarkan serangan balasan.Ku taruh es batu dari minumanku di kursi teman sebangkuku Andz dan di kursi Adhie yang duduk di depanku.Hmm… bagus.. es nya cepat mencair,tinggal selangkah lagi.Hehehe…
Tidak lama kemudian,aku melihat Andz dan Adhie masuk dari pintu kelas dan berjalan ke arahku sambil cekikikan.
“Wooyy… ada pak Kepsek.. cepetan duduk !!”teriakku membuat seluruh penghuni kelas yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing segera menuju bangkunya dan duduk dengan rapi,termasuk Andz dan Adhie yang langsung duduk di kursinya tanpa melihat-lihat dulu.
“Mana pak Kepsek nya Ndon??”tanya Agunk,si ketua murid membuat aku tertawa cekakakan.Bukan hanya karena aku berhasil ngerjain teman-teman sekelasku,tapi karena Andz dan Adhie juga yang telah berhasil aku balas.Teriakan “Huu..” menggema memenuhi seisi kelas.
“Eh kok pantatku dingin ya??”celoteh Andz,teman sebangkuku membuat aku semakin terpingkal-pingkal.Andz beranjak dari kursi dan melihat celananya sudah basah,begitu pula dengan Adhie,keduanya langsung melotot ke arahku.Hahahaha…
“Wooyy.. teman-teman,ada yang ngompol di kelas nih !! Tuh lihat,celananya sampai basah gara-gara takut sama pak Kepsek.Hahaha…”teriakku membuat mata teman-teman sekelasku tertuju ke arah celana Andz dan Adhie yang sudah basah.
“Hahahaha….”seluruh kelas kembali riuh dengan tawa cekakakan.Ledekan-ledekan pun terlontar untuk Andz dan Adhie.
“Lain kali bawa pampers biar nggak bocorr.. hahaha..”teriak Arya.
“Bawa pispot aja ke dalam kelas,”lanjut Novita membuat suasana semakin meriah.Wkwkwkwkwk…
“Makanya,jangan jail sama aku,”sungutku ke arah Andz dan Adhie dengan senyum kemenangan.
Hehehehe…
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar