Minggu, 12 Juni 2011

MASALAH BARU *part.19*


 Jalanan kota Jakarta jam lima pagi masih lumayan lengang.Tante Adel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.Waahh.. ternyata dia jago ngebut.Aku dan kak Fay sampai ngeri dibuatnya.Sedangkan kak JP hanya senyam-senyum saja melihat wajahku dan kak Fay yang tampak was-was.
Mobil tante Adel berhenti sejenak di sebuah restaurant siap saji yang buka 24 jam nonstop.Dia membeli menu paket nasi,ayam goreng,kentang goreng,serta sayur sop untuk sarapan kami di rumahnya nanti.Setelah dia kembali dengan bungkusan besar di tangannya,mobil tante Adel kembali meluncur menembus angin dingin di pagi hari.Jalanan sudah mulai dipadati kendaraan,tante Adel pun sudah mengurangi kecepatan mobilnya.Aku membuka kaca jendela mobil itu lalu melongokkan kepalaku keluar kaca jendela dan terpampanglah gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa,seolah berlomba untuk mencapai tempat yang paling tinggi di langit itu.Cahaya lampu dari gedung-gedung megah tersebut sebagian masih tampak menyala.Aku tidak tahu ini di daerah mana,kelihatannya aktifitas di kota ini mulai hidup.Wajah Jakarta mulai kelihatan aslinya.Padat,macet dan jika hari sudah menjelang siang,kemacetan parah akan terjadi dimana-mana,hampir di setiap ruas jalan raya pusat kota Jakarta.
Setelah mobil tante Adel berbelok ke jalan yang lebih kecil dan memasuki kompleks perumahan,mobilnya pun berhenti di depan sebuah rumah bertingkat yang cukup besar ber-cat hijau muda dan orange.Tante Adel mengajak kami turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.
"Kalian sarapan dulu ya!Pastinya sudah pada lapar kan?Habis itu kalian mandi,kalau habis mandi terserah mau ngapain.Kalau mau istirahat,nanti JP yang tunjukin kamarnya,oke sayang?"katanya saat kami sudah berada di ruang makan dengan bungkusan yang tadi tante Adel beli.Tante Adel membuka tas ransel kak Fay dan mengeluarkan satu buah baju milik kak Fay dari sana.
"Oh iya Brandon,tante minta baju kamu dulu ya.Tante kan nggak tahu ukurannya,jadi baju kamu buat contoh biar nanti tante nggak salah ukuran,"jelasnya.
Akupun membuka bajuku yang sudah kotor dan lusuh ke tangan tante Adel.
"Nah JP,Brandon,Fay,tante pergi dulu ya,tante mau ke toko baju nyari pakaian buat kalian.Nanti pas tante pulang,kalian harus sudah mandi dan rapi.Jangan pada ribut ya.Nanti oma bangun,beliau bisa marah-marah kalau mendengar suara-suara bising,"tante Adel bersiap-siap untuk pergi lagi.
"Iya tante,hati-hati ya,kalau bisa bajuku yang warna hijau dan bergambar spongebob.Hehehehe...,"kataku membuat kak Fay mendaratkan cubitannya di lenganku.
"Aww..."pekikku.
"Kamu ini,sudah di beliin nawar pula,"sungut kak Fay.
"Yee.. Brandon kan cuma bercanda kak,"sahutku.Tante Adel dan kak JP hanya terkekeh melihat ulahku dan kak Fay.
*B*
Sampai aku selesai mandi,tante Adel belum juga kembali membawa pakaian untukku.Kak JP sih enak bisa pinjam bajunya kak Fay.
"Nih,pakai baju kak Fay saja dulu Ndon,"kak Fay mengeluarkan baju kaos dari dalam tasnya.Aku menerima kaos itu dan membentangkannya.
"Idiihh.. nggak ada baju yang lain kak?Warnanya pink,gambarnya barbie pula.Brandon nggak mau,"aku melemparkan baju itu ke kursi.
"Nggak ada yang lain Ndon,cuma itu yang tersisa.Ya,itu sih terserah kamu,kalau kamu nyaman pakai handuk doang,ya sudah jangan dipakai.Hahaha.."kak Fay dan kak JP tertawa berbarengan.Dengan terpaksa,aku pakai juga baju kak Fay dan itu membuat kak Fay dan kak JP semakin terpingkal-pingkal.Sudah bajunya kegedean,warnanya pink,gambar barbie pula.Haduuuh.. habis aku di godain mereka berdua.
"Aduhh.. ganteng-ganteng kok bajunya barbie?"goda kak JP.
"Hmm.. jangan-jangan tomboy nih,"kak Fay ikut-ikutan meledekku.
"Hai cewek ganteng.. godain kita donngg... wkwkwkwk.."mereka terus menggodaku membuat aku mendelik sewot ke arah mereka berdua.Wah,kalau aku ladenin bisa tambah parah tuh.Mendingan aku diem aja deh.Huuhh..
"Kak JP,tante Adel kira-kira masih lama nggak ke toko bajunya?jangan-jangan tokonya masih tutup,"tanyaku.
"Kapanpun tante Adel mau,dia bisa keluar masuk toko baju.Kan dia yang punya tokonya.Hehehe... tante Adel punya butik,distro,toko sepatu,salon,sewa pakaian pengantin,baju tradisional buat ikut parade 17 Agustusan juga ada lho,"terang kak JP.
"Wow.. usaha tante Adel banyak ya?Aku juga nanti pengen ah kayak tante Adel,berwiraswasta... hehehe..."bangga kak Fay.
"Huuhh.. ikut-ikutan aja,"sungutku.
"Biarin.. wew..."kak Fay memeletkan lidahnya ke arahku.
"Ya sudahlah,Brandon ngantuk nih,tunjukin kamarnya dong kak,"pintaku ke kak JP.Kamipun meninggalkan ruang tengah dan berjalan mendekati sebuah kamar.Kak JP membuka pintunya kemudian mengajak kami untuk masuk ke dalamnya.Aku langsung berlari dan menghempaskan badanku di tempat tidur yang besar dan empuk itu.
"Huaahhhh... nyamannya..."gumamku mulai menguap.
"Kamu nggak tidur Fay?"tanya kak JP.
"Aku belum ngantuk nih,"jawab kak Fay.
"Ya sudah,kita main di taman belakang yuk,"ajak kak JP.Sebenarnya aku pengen banget ikutan maen sama mereka.Tapi rasa kantukku sudah tidak bisa aku tahan lagi.
"Ayo.."sahut kak Fay antusias.Mereka berdua pergi meninggalkanku sendirian di kamar tamu.Aku langsung tertidur nyenyaaaakkk banget..Hehehehe..
*B*
Tante Adel mebangunkanku dan menyuruhku untuk mengenakan pakaian yang di bawanya.Wah.. ternyata hari sudah beranjak siang,cukup lama juga aku tertidur.
"Yang baju merah buat perform kamu besok sayang.Bajunya sudah tante serasiin dengan baju Fay,"terang tante Adel ketika aku sedang memilih-milih baju.
"Bajunya banyak banget tante,kan Brandon sama kak Fay nggak lama-lama tinggal di sini,"
"Seminggu lebih lumayan lama lho Ndon,Grandfinalnya kan Sabtu depan,"jawab tante Adel membuatku tertawa.
"Hahaha.. tante ini,belum tentu juga kita lolos sampai Grandfinal.Saingannya kan banyak banget,"sahutku pesimis.
"Tante yakin kalian pasti lolos.Tante akan terus do'ain kamu dan Fay supaya lolos sampai ke final,"
"Amiinn..."sahutku mengamini do'anya.
"Oh iya,kak Fay sama kak JP nya mana tante?"tanyaku sambil celingak-celinguk ke arah pintu kamar.
"Kak JP sudah pulang,tadi dia dijemput sama om Andre,papanya JP waktu kamu lagi tidur.Kalau kak Fay lagi latihan tuh di ruangan tempat tante biasa latihan latin dance,"jelasnya.
"Wahh.. aku juga mau latihan,"seruku seraya mengambil satu stel pakaian kemudian ngibrit ke kamar mandi.
Selesai berpakaian lengkap,aku menuju ruang dimana kak berlatih.Wow.. ruangannya seperti di sanggar tempatku latihan menari dulu bareng Kak Edo,John sama Brian.Ada cermin besar yang menutupi hampir sebagian dinding sebelah kanan dari pintu masuk.Aku lihat kak Fay sedang asyik melakukan pemanasan.Aku pun langsung mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukan kak Fay.Tidak lama berselang,tante Adel masuk membawakan kami minuman segar.
"Tante mau ikut latihan?"tanyaku ketika melihat tante Adel juga ikut-ikutan pemanasan.
"Iya dong,tante mau ngajarin kalian nari,mau salsa apa tango?"sahutnya.Aku dan kak Fay saling berpandangan sambil cekikikan.Hihihi...
Setelah pemanasannya kami rasa cukup,kak Fay menyalakan musiknya.Lagu hip-hop pun mulai terdengar di ruangan ini.
"Kencengin aja Fay,ruangan ini kedap suara kok,"kata tante Adel.Kak Fay kembali menaikkan volume suaranya.Woww.. suara dari tiga speaker besar yang di pasang di ruangan ini membuat dadaku terasa ikut bergetar.Aku dan kak Fay pun semakin bersemangat untuk berlatih.Dua perform telah kami siapkan buat lomba ini.Gerakan-gerakanku dan kak Fay membuat tante Adel beberapa kali berdecak kagum.
"Wahh.. kalian hebat... Wow.. kereenn... bagus bangett... hahahaha..."teriak tante Adel mengganggu konsentrasi.Tapi aku dan kak Fay tetap fokus dengan gerakan-gerakan yang telah kami latih di gudang sekolah dulu.Semuanya berjalan lancar dan tak ada masalah.
"Yeahh.. hebatt.."tante Adel mencubit pipiku dan kak Fay gemas.
"Melihat gerakan kalian,bikin tante gemas.Hehehehe.. Tapi,tante boleh ngasih saran nggak?"lanjutnya.
"Boleh dong tante,tante kan juga dancer,pasti tahu yang terbaik buat kita,"jawab kak Fay antusias.
"Hmm.. begini,tadi kan gerakan kalian dari awal sampai akhir sama semua tuh,kompak.Bagaimana kalau ada bagian dimana kalian perform sendiri-sendiri.Misal,yang pertama masuk stage Fay dulu,perform sebentar,nah habis itu baru deh Brandon datang.Atau di tengah-tengah perform,kalian melakukan gerakan sendiri-sendiri.Jadi nggak sama gerakannya tapi tetap terlihat keren dan menarik,"
"Wah.. boleh dicoba tuh,"teriakku dan kami kembali berlatih dibantu oleh tante Adel yang ternyata selain jago menari latin dance,dia juga bisa nari hip-hop walaupun gerakannya terlihat kurang matching (jiahahaha... kurang matching?? bahasa aneh,tapi nggak apa-apalah,maksud saya gerakannya kurang cocok karena dia lebih menguasai latin dance.Hehehehe.. )
Setelah mengulang beberapa kali,akhirnya kami menemukan gerakan yang pas untuk perform ini.Kami beristirahat sejenak dan langsung menyeruput minuman segar yang telah di siapkan tante Adel.
"Oke,tampaknya kalian sudah siap untuk menghadapi perform besok,"ujar tante Adel yang sedang mengelap keringat dengan handuk kecilnya.Kamipun duduk di lantai,meregangkan otot-otot kami supaya tidak kram dan kaku.
"Rasanya seperti mimpi aku bakalan ikut lomba ini,"sahut kak Fay yang duduk di sampingku sambil menselonjorkan kakinya.Tak bisa di pungkiri,hatiku juga sebenarnya was-was menunggu hari esok.Menghadapi lomba yang sesungguhnya di mana seluruh penari terbaik dari seluruh pelosok negeri berkumpul untuk mengikuti acara itu.Aku tidak tahu apakah aku bisa melewatinya?Semoga aku dan kak Fay bisa memberikan yang terbaik di hari esok nanti.
"Kak Fay percaya sama kamu Ndon,"bisik kak Fay di telingaku.Tangannya menggenggam erat tanganku seperti sedang menyalurkan energi semangat ke dalam tubuhku.
*B*
Kamis pagi hari,suasana meriah di sebuah pusat perbelanjaan menyambut kami.Ya,sebuah panggung yang cukup megah telah berdiri di area lapangan parkir pusat perbelanjaan itu karena saking membludaknya penonton dan peserta yang datang membuat area dalam gedung tidak cukup untuk menampung semuanya.Hmm.. padahal ini baru babak penyisihan.
Aku,kak Fay,kak JP dan tante Adel segera menuju area lomba,mencari panitia lomba untuk daftar ulang.Tetapi kami tidak juga menemukan tempat pendaftarannya.
"Kalian tunggu di sini ya,tante mau ke toilet dulu sebentar,"kami bertiga mengangguk,sementara tante Adel masuk ke dalam gedung untuk mencari toilet.Aku dan yang lainnya celingak-celinguk menatap orang-orang yang berlalu lalang.
"Eh kak,kayaknya itu panitianya,kita tanya yuk!"aku mengajak kak Fay dan kak JP untuk menghampiri orang itu.
"Maaf kak,kakak tahu tempat daftar ulang lombanya nggak?"tanya kak Fay setelah kami berada di hadapan seorang pemuda yang memakai ID Card.Di ID Card yang di kalungkan itu tertulis kata panitia dan sebuah nama Dimas Fajar R (Kak Dimas admin BNZ official.. hehehe..)tampak jelas tertulis di ID Card-nya.Sejenak dia tertegun dan mengerutkan kening,menatap kami bertiga dengan tatapan heran.
"Waduh,maaf ya De,pendaftarannya sudah ditutup,seharusnya kalian daftar ulangnya kemarin,"jelasnya membuat kami terkejut.Apalagi ketika aku melihat wajah kak Fay,mukanya langsung pucat mendengar berita itu.
"Maaf kak,tapi kami nggak tahu kalau daftar ulangnya kemarin,"terang kak Fay dengan suaranya yang mulai serak karena khawatir.Dia spertinya sedang berusaha menahan tangis.
"Begini De,menurut peraturan,peserta yang telat daftar ulang akan di diskualifikasi.Lagipula panitianya bukan cuma kakak saja,masih banyak yang lainnya.Ini sudah menjadi kesepakatan semua pihak.Bukannya kalian sudah menerima surat pemberitahuannya?"tanyanya.Aku dan kak Fay saling berpandangan.
"Kami belum menerima suratnya kak.Perubahan jadwal lomba saja kami dikasih tahu tante kami,"jawabku.
"Lho kok bisa?Apa kalian tidak mencantumkan nomor telepon rumah?"kami menggelengkan kepala.
"Kami hanya menerima surat pemberitahuan kalau kami lolos seleksi dan diminta datang ke Jakarta,"mata kak Fay mulai berkaca-kaca.
Bagaimana mungkin semuanya akan berakhir sampai di sini?Setelah begitu banyak cobaan yang kami hadapi.Apa perjuangan aku dan kak Fay harus berakhir sia-sia?Aku jadi teringat papa dan kak Nayla.Papa,mungkin benar yang di katakan orang,sesuatu yang dikerjakan tanpa restu orang tua itu akan selalu mendapatkan hasil yang tidak memuaskan dan tidak akan berjalan lancar.Apa usahaku akan sia-sia karena tidak adanya restu papa?Tapi kak Nayla,dia membutuhkan semua ini,do'a-do'anya setiap hari selalu membangkitkan semangat aku dan kak Fay.Ya Tuhan,do'a yang mana yang Engkau dengar?Semoga Engkau memberikan yang terbaik untuk kami semua.
"Begini De,awalnya lomba ini hanya akan di gelar satu hari saja.Jadi hari itu juga kita akan menentukan pemenangnya.Tapi ternyata sponsor kami terus bertambah dan di antaranya ada yang dari sebuah stasiun televisi swasta lokal.Mereka berani menaikan nominal hadiahnya dan meminta kami untuk mengadakan Grand Final secara live di stsiun TV nya.Makanya,hari ini akan di tentukan dua Grand Finalis yang berhak tampil hari Sabtu depan.Tapi maaf,sepertinya kalian terlambat untuk ikut lomba,"kata-kata kak Dimas membuat kak Fay tak kuasa menahan air mata kekecewaannya.Perasaanku juga menjadi tak karuan.Kak JP hanya bisa memeluk kak Fay sambil berusaha untuk menghiburnya.
"Nggak bisa di usahain kak?Tolongin kami kak,kami ingin sekali ikut lomba ini.Kami sudah datang jauh-jauh dari Surabaya kak,"mohonku sama kak Dimas.Kak Dimas menatap kami iba.
"Kakak nggak bisa berbuat apa-apa,ini diluar kewenangan kakak,"lirihnya seraya mengusap rambutku.
"Kak Sam !!"teriak kak Dimas memanggil seseorang yang ternyata panitia juga.
"Kenapa Dim?"tanya kak Sam (Sammuel Sandjaja admin BNZ Bandung.. hehehe.. ) menghampiri kami.
"Siapa mereka?"tanya kak Sam ke kak Dimas.Dari balik kacamata beningnya,kak Sam menatap kami satu-persatu.
"Mereka peserta dari Surabaya,tapi telat daftar ulang.Bagaimana kak?Bisa di usahain nggak supaya mereka bisa ikut lomba?"tanya kak Dimas.
"Maaf kak,yang ikut lomba cuma Brandon dan Fay,aku hanya mengantar saja,"ralat kak JP.
"Orang tua kalian mana?"tanya kak Sam.
"Mmh.. kami di antar tante kami,dia lagi ke toilet dulu kak,"jawab kak JP.
"Ada surat pemberitahuannya?"tanya kak Sam lagi.Kak Fay segera membuka tas ranselnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih yang cukup lebar,amplop yang pernah di perlihatkan kak Fay kepadaku sewaktu di gudang sekolahku dulu.Kak Fay menyerahkan amplop itu ke tangan kak Sam lalu kak Sam langsung membuka amplop itu dan membaca isinya.
"Hmm.. kalian tunggu di sini ya,kami akan bicarakan dulu dengan yang lain,"kak Dimas dan kak Sam berlalu dari hadapan kami.
"Kalau kita nggak bisa ikut lomba bagaimana Ndon?"tanya kak Fay lirih.Aku tahu,dia sangat berharap bisa ikut lomba ini.Tapi mendengar penjelasan kak Dimas tadi,aku jadi pesimis.
"Kita pulang saja kak,lagipula aku sudah kangen banget sama papa dan Surabaya,"sahutku.
"Bukannya papa kamu masih di Bandung?"tanya kak Fay lagi.Aku menghela nafas sejenak,mencoba menenangkan hatiku yang sedang galau.
"Seenggaknya aku bisa pulang ke rumah kak,aku kangen sama suasana rumah,"
"Jadi itu yang kamu inginkan Ndon?Kak Fay tahu,dari awal kamu nggak pernah berniat serius buat ikut lomba ini.Iya kan?"kata-kata kak Fay mendadak kasar.
"Kok kak Fay ngomong gitu sih?kak Fay dengar sendiri kan apa kata kak Dimas tadi?Kita telat daftar ulang dan terancam di diskualifikasi.Jadi kita di sini mau ngapain lagi kak?"jawabku berusaha untuk tetap tenang.Aku nggak tahu kenapa kak Fay bisa ngomong kayak tadi.Apa dia begitu kecewa karena terancam nggak bisa ikut lomba?Entahlah..
"Tapi kamu senang kan kalau kita di diskualifikasi?makanya kamu pengen cepat-cepat pulang ke Surabaya,"
"Kak !!"bentakku menghentikan ocehannya.
"Aku juga pengen ikut lomba,aku juga mau nolongin kak Nayla.Tapi sekarang kita berpikir realistis saja kak.Kita telat daftar dan konsekuensinya kita bisa di diskualifikasi.Lagipula dari awal aku sudah nyaranin kak Fay buat nyari orang lain saja untuk menemani kak Fay lomba.Jadinya kak Fay nggak perlu repot-repot pergi ke Jakarta secara sembunyi-sembunyi dan aku juga nggak perlu ngebohongin papa.Tapi apa yang kak Fay selalu bilang sama aku? 'KAK FAY CUMA PERCAYA SAMA KAMU NDON',mana bukti ucapan kak Fay itu?"bentakku kesal.
"Hehh.. kok kalian jadi pada berantem sih?Aku pusing dengernya tahu nggak !!"bentak kak JP ke arah kami berdua.
"Kak Fay tuh yang mulai,"cetusku membuat kak Fay tertunduk sedih.
"Kak Fay tahu,dari awal kamu ragu,dan sampai sekarang pun kamu masih setengah hati ikut lomba ini.Kenapa Ndon?Kamu ingat kan?Dulu pikiran kamu selalu berubah-ubah.Kemarin bilang iya,besoknya bilang nggak bisa ikut,besoknya lagi iya lagi.Begitu seterusnya,dan sekarang masih begitu juga kan?"tanya kak Fay seperti memojokanku.
Ya,kemarin tekadku memang sudah bulat untuk ikut lomba ini.Tapi setelah mendengar penjelasan kak Dimas tadi,hatiku kembali bimbang.Aku takut papa tahu.Aku takut dia marah sama aku.Acara ini pasti diliput sama televisi swasta itu.Bagaimana kalau papa menontonnya?Bagaimana kalau dia tahu aku ikut lomba dance di Jakarta?Bagaimana kalau papa menyusulku ke sini dan menyeretku pulang?Aku takut,aku benar-benar takut papa marah.Aku nggak mau dia tahu kalau aku ada di sini ikut lomba dance bareng kak Fay.
"Kak,aku sudah ngikutin kemauan kak Fay sejauh ini,sampai di tempat ini.Apa itu belum cukup buat ngebuktiin kalau aku benar-benar ingin ikut lomba dance ini kak?"aku berusaha menyembunyikan perasaan galauku walaupun sebenarnya hatiku sedang berperang hebat antara ingin ikut lomba dan takut ketahuan papa.Bagaimana kalau panitia memberikan dispensasi buat kami?Aaarrgghh.. aku binguunng...
"Maafin kak Fay Ndon,kakak nggak tahu kenapa tadi kak Fay bisa ngomong kayak gitu.Mungkin kak Fay belum bisa nerima kalau kita sampai di diskualifikasi.Kak Fay pengen banget ikut lomba,kak Fay pengen Nayla sembuh.Kakak selalu di bayangi perasaan bersalah terus Ndon.. hiks.. hiks.. hiks..,"
"Maafin Brandon juga kak,Brandon tadi juga sudah ngebentak kakak,marah-marahin kakak.Kak Fay sabar ya,kita harus kuat menerima keputusan panitia nanti walaupun hasil akhirnya kita menerima keputusan paling buruk,"aku merasa seperti menjadi orang tua yang sedang menasehati anaknya.Hehehe...
"Iya Ndon,kak Fay bakalan coba untuk kuat,"kak Fay tersenyum kecil ke arahku.
"Akhirnya kalian baikan juga.Nah gitu dong,sekarang aku kan jadi nggak pusing lagi.Jangan berantem kayak anak kecil lagi,malu tahu !!"sungut kak JP sambil menepuk pundakku dan kak Fay.Aku melirik kak Fay dan dia juga melirikku,lalu kami berdua tertawa berbarengan membuat kak JP menggaruk-garuk kepalanya tak mengerti.
"Kok pada ketawa sih?Emangnya ada yang lucu apa?"tanyanya bingung.
"Kak JP ini,kita kan memang masih kecil.Ya,jadinya masih suka berantem kayak gini.Memang aku sama kak Fay kelihatannya sudah pada tua apa?"aku dan kak Fay kembali terkikik.
"Oalaaahh.. bener juga ya?Aku tadi ngerasa sudah dewasa aja.Pasti nih gara-gara aku sering gaul sama tante Adel,"
"Hahahaha..."kami bertiga tertawa berbarengan.Tak perduli dengan orang-orang di sekeliling kami yang menatap kami heran.Semoga kami semua mendapatkan keputusan yang terbaik dari panitia nanti.Amin. :D
*B*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar