Pagi mulai beranjak siang tapi aku masih berada di dalam toilet.Papa sudah beberapa kali memanggilku dan aku berkali-kali juga tak mendengarkan panggilannya.
"Ndoonnn.. sudah mulai siang nih,nanti kesiangan kamu !!"teriak papaku lagi dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu toilet.Kali ini aku merespon panggilannya dengan segera bergegas keluar dari toilet.Ada masalah dengan perutku hari ini.
"Kenapa Ndon ?? Kok lama sekali di toilet ??"tanya papa setelah aku berdiri di depan pintu toilet.
"Mampet Pa !!"jawabku sambil memegangi perut.
"Kamu ini,bukannya bilang dari tadi.Tunggu,papa ambilin obatnya !!"papa ngeloyor ke kamarnya mengambil sesuatu di kotak obat.Tidak berselang lama dia sudah kembali di hadapanku yang masih memegangi perut.
"Nih.. !! Satu menit langsung bereaksi !!"papa menyodorkan obat serbuk dan menempelkannya di hidungku.Ku ambil obat itu dari tangan papa yang masih nemplok di hidung aku.
"Ah papa,kalau Ndon minum sekarang bisa kesiangan nih... nanti saja di sekolah !!"sahutku sambil ngibrit ke kamar untuk mengambil tas ranselku.
"Hey... !! jangan sembarangan minum obatnya.Nanti kamu lagi ngikutin pelajaran sakit perut lagi !!"kata papa sekembalinya aku di hadapannya.
"Iya Pa.. !! Brandon berangkat dulu ya.. udah siang nih,ntar telat !!"aku mencium tangan papa dan dia mencoba mencium pipiku.Tapi aku menghindari ciumannya.
"Ih papa.. Brandon kan udah gede.. malu ah.. !!"kataku sambil memegangi pipiku.
"Kamu ini,sama papa sendiri malu.Memangnya ada aturan kalau orang tua nggak boleh nyium anaknya yang udah gede ??"tanya papa sambil mencubit hidungku.Akupun mencium pipi papa.
"Tuh.. Brandon aja yang nyium !! Udah ya Pa.. Brandon berangkat .. !!"aku berlari keluar rumah.
"Eh.. curang kamu ya.. !!"teriak papa dari dalam.Aku hanya tertawa mendengar teriakan papa.
Wah... hari memang sudah mulai siang,sebentar lagi pasti bel masuk berbunyi.Tapi aku baru seperempat jalan.Gimana nih ?? Syukurlah,di sebuah tikungan menuju sekolahku,aku bertemu teman sekelasku yang sedang bersepeda.
"Brandoonn.. !! Ayo naik... ntar kesiangan lho !!"Adhie mengajakku.Kamipun berboncengan menuju sekolah.Aku berdiri di belakang Adhie yang dengan cepat mengayuh sepedanya membuatku sedikit ngeri karena jalanan ini mulai memasuki gang yang yang sempit.Aku takut ada orang tiba-tiba muncul dan bisa tertabrak sepeda Adhie.
"Woy.. woy.. woy.. !!"aku berteriak-teriak mengisyaratkan Adhie supaya memperlambat laju sepedanya.
"Tenang aja Ndon .. !! Pasti ndak bakalan telat deh .. ini kan jalan pintas menuju sekolah kita!!"katanya sambil terus mengayuh sepeda tanpa mengurangi kecepatannya.
"Iya aku tahu.. !!tapi kalau tiba-tiba ada orang yang muncul dari kanan atau kiri gang,bisa nabrak nih !!"kataku saat sepeda itu mulai berbelok dan masuk ke jalan yang lebih lebar.Wah.. gerbang sekolah sudah terlihat tak jauh dari jarak kami.Adhie dan akupun telah sampai di dalam lingkungan sekolah.
"Nah.. sudah sampai,ndak telat kan ??masih 5 menit lagi belnya!!"katanya sambil melihat jam tangan yang dipakainya.Aku turun dari sepeda Adhie.
"Cepet sih cepet.. tapi jantungku ikutan sport juga nih !!"kataku membuat Adhie terkekeh.
"Makasih ya Dhie .. !!"sahutku.Adhie hanya mengangguk dan diapun berlalu dari hadapanku untuk memarkir sepedanya di antara deretan sepeda-sepeda lain yang ada di parkiran.
Aku masuk ke kelasku dan tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi.Semua murid sudah duduk di kursinya masing-masing termasuk aku dan Andz.Adhie pun sudah ada di antara kami.Dia duduk di bangku tepat di depan bangkuku dan Andz.
Bu Rianti masuk dan seperti biasa,Agunk ( Agunk BNZ.. hehehe .. ) si Ketua Murid akan menyuruh kami berdiri dan memberi salam kepada Bu Rianti.Seteleh menjawab salamnya,Bu Rianti menyuruh kami kembali duduk.Ada yang berbeda di pagi ini,Bu Rianti membawa sebuah keyboard yang tidak begitu besar.Hari ini kami memang masih belum belajar dan akan berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba Kreatifitas antar kelas yang akan di laksanakan hari Senin depan.
"Anak-anak,hari ini kita akan berlatih lagi.Brandon.. ibu membawa ini buat kamu berlatih.Nanti kamu mengiringi teman-teman kamu yang bernyanyi ya ??" Bu Rianti memperlihatkan keyboardnya sambil tersenyum ke arahku.Aku balas dengan anggukan kepala dan tentunya dengan senyumanku pula.Mulailah kami berlatih,semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.Tapi karena kelas ini cukup sempit dipakai untuk berlatih sekaligus,Bu Rianti memutuskan memakai area depan kelas yang cukup luas untuk latihan bergantian antara menari dan menyanyi.Sedangkan yang sedang berlatih melukis bisa di lakukan di bangkunya masing-masing.Memang sih,tidak semua murid mengikuti latihan.Sebagian besar murid hanya menonton latihan kami.
Bu Rianti menyuruh Ayu, Niar, Elma dan Novita (semuanya BNZ.. hehehe.. ) untuk berlatih tarian tradisional di depan kelas.Mereka berempat memang sering les tari di sebuah sanggar di luar kegiatan sekolah.Dengan hanya di iringi musik dari pemutar musik yang ada di handphonenya bu Rianti,mereka menari dengan indahnya,membawakan tarian dari pulau Dewata,Bali.Kakiku mulai gatal ingin ikut menari.Tapi aku berhasil mengendalikan diri untuk tidak ikut menggerakan tubuhku.Hehehe... Bu Rianti merasa puas melihat penampilan mereka.
"Good Job.. !! I Like It.. !!!"pekiknya ketika semuanya telah menuntaskan tariannya.Kini giliran Andz,Adhie, Ziha, dan Anna maju ke depan untuk latihan menyanyi.
"Brandon.. !!! maju sini,kamu bisa kan mengiringi mereka dengan permainan pianomu ??"tanya Bu Rianti setelah aku berada di depan kelas.
"Akan saya coba Bu !!"jawabku sambil mengatur keyboard yang di bawa Bu Rianti,mencari-cari nada yang cocok untuk lagu yang akan di bawakan keempat temanku.Setelah selesai memprogram keyboardnya,aku mulai menekan toots demi toots papan keyboard,memainkan introduce lagu.Lalu Andz, Adhie, Anna dan Ziha pun mulai bernyanyi sesuai irama yang ku mainkan.Tidak ada kesulitan bagiku untuk mengiringi mereka bernyanyi,karena lagu yang dinyanyikan memang sangat familiar di telingaku.Lagu sebuah band terkenal yang salah satu personilnya jago main keyboard.Dia juga anak dari musisi terkenal yang mirip dengan papaku.Hayooo.. ada yang tahu nggak ?? yang personilnya 4 orang terus vokalisnya cewek ?? hehehe... :D
"Bu,boleh usul ndak ??"tanyaku setelah selesai membawakan lagu itu.
"Tentu sayang,usul apa ??"tanya Bu Rianti antusias.
"Menurut Brandon,lagunya kurang cocok di nyanyikan oleh anak seumuran kita.Lagunya terlalu dewasa.Bagaimana kalau diganti saja ??"tanyaku meminta persetujuan Bu Rianti.
"Boleh saja,apa Brandon punya usul kira-kira lagu apa yang cocok ??"Bu Rianti meminta pendapatku untuk pemilihan lagu.
"Coba ibu dengarkan lagu ini.Lagu ini memang aslinya di iringi dengan keyboard,vokalisnya juga 4 orang,2 laki-laki dan 2 perempuan.Lagu anak-anak ini populer tahun 2001.Mungkin aku baru lahir,tapi aku sangat suka sama lagunya"terangku sambil mengatur kembali keyboard yang di bawa Bu Rianti.
"Baiklah,coba kamu bawain lagunya !!"Bu Rianti menyuruhku membawakan lagu itu.Aku telah siap dengan keyboardku dan mulailah aku menekan toots demi toots papan keyboardnya.Suaraku pun terdengar di ruang kelasku yang hening.Semua mata seisi kelas terfokus padaku.
#Sahabatku bintang terang cemerlang
Bertebaran di angkasa
Sahabatku bulan terangi malam
Sang purnama mulai tiba
temani aku dalam lelap tidurku
temani aku dalam mimpi indahku
menari-nari di alam semesta
Sahabatku alam terima kasih
Esok ku jelang bersamamu#
By : Kak Trie Utami
Vocal : Kita-Kita (Monica, Bashira, Kevin, Willy)
Album : Untuk Anakku (2001)
Aku berhenti bernyanyi.Setelah intro terakhir,ku hentikan permainan keyboardku.Semua teman-teman baruku bertepuk tangan membuat aku tersenyum senang.Begitupun Bu Rianti,dengan gayanya yang khas dia langsung mengangkat 2 jempol tangannya sambil bilang...
"Brandonn.. !! Good Job.. !! I Like It !! "hehehe...
"Baiklah Brandon,ibu terima usul kamu !!"Bu Rianti antusias menerima saranku.
"Terima kasih Bu !!"sahutku bangga.
Kami berlatih hanya sampai jam istirahat,setelah itu pelajaran kosong.Bu Rianti juga tidak muncul lagi setelah bel tanda istirahat selesai berbunyi.Akhirnya aku hanya mengobrol saja dengan teman-teman baruku.Aku memanfaatkan hari kedua di sekolah baruku untuk mengenal mereka lebih dekat.Dari sana aku tahu kalau ternyata Andz, Adhie, dan Anna berteman sejak dari TK.Ayu, Niar, Elma dan Novita adalah teman satu sanggar.Empat sekawan ini memang kompak baik ketika menari maupun ketika sedang bermain bersama.Dulu waktu kelas 2 katanya mereka sempat berbeda kelas karena kelasnya harus di bagi dua.Kelas A dan B.Ayu dan Elma di kelas A sedangkan Novita dan Niar di kelas B.Karena mereka ingin tetap sekelas,Novita dan Niar pun sempat mogok sekolah dan hanya mau kembali ke sekolah kalau mereka di tempatkan di kelas A.Dan ternyata cara itu memang berhasil.Akhirnya mereka berempat bisa berkumpul bersama lagi.Wah.. ada-ada saja ulah mereka.
Ada Ziha yang selalu riang dan cepat akrab dengan siapapun.Atau Icha yang pemalu,sampai-sampai mau berkenalan denganku saja mesti di antar Agunk,si Ketua Murid.Hehehe…
Akupun bercerita tentang sekolah lamaku.Guru-guru di sana,teman-teman yang sayang sama aku.Tapi mereka paling senang mendengar cerita tentang keailanku yang bisa membuat mereka tertawa-tawa mendengarnya.
Sedang asyik-asyiknya bercerita,Bu Rianti masuk ke dalam kelas.Teman-temanku yang sedang asyik berkerumun di bangkuku akhirnya membubarkan diri dan kembali ke bangkunya masing-masing.Bu Rianti berdehem sejenak.
“Ehmm.. sudah cukup belum kenalannya ??”tanya Bu Rianti kepada seluruh muridnya.
“Beluumm.. !!”teriak semua murid berbarengan.
“Kamu senang di kelas ini Ndon ??”tanya Bu Rianti tanpa mananggapi jawaban murid-muridnya.
“Senang sekali Bu,semuanya baik dan menyenangkan”jawabku sambil memaandang sekeliling.
“Hmm… baguslah kalau begitu.Mudah-muahan ke depannya kamu kerasan tinggal di kelas ini!!”kata Bu Rianti.
“Wah aku ndak mau tinggal kelas Bu.Pengennya naik kelas.Masa di kelas ini terus ??Hehehe…” sifat isengku mulai muncul membuat seisi kelas terkikik.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Baiklah,sekarang kalian bisa pulang.Tapi… yang kebagian membersihkan ruangan kelas 5 jangan pulang dulu ya !!”Bu Rianti mengangkat telunjuknya.
“Ayo siapa yang belum kebagian ?? tunjuk tangan !!”Bu Rianti mengedarkan pandangannya.
Ternyata yang mengangkat tangan ada lima orang.Lho kok cewek semua ?? pikirku kurang senang.Anna,Ziha,Ayu,Niar dan Icha.
“Brandon.. !! nanti kamu bantuin mereka ya ??”kata Bu Rianti membuatku tak bersemangat.
“Kok nggak ada murid laki-lakinya Bu ?? masa Brandon sendirian ??”aku mulai berani protes.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Laki-laki atau perempuan kan teman kamu juga Ndon !!” Bu Rianti meyakinkanku.
“Yo wess lah.. “sahutku dengan nada lemah.Murid-murid mulai berhamburan ke luar kelas.Andz dan Adhie menghampiriku dan mulai menggodaku.
“Ndon,kita duluan ya… !! Met senang-senang dengan bidadari-bidadari kelas kita.Hehehe.. !!” Andz an Adhie membuatku cemberut.Huuhh.. kirain mau nemenin aku.
***
Ruang kelas 5 begitu kotor.Sepertinya sengaja di bikin menjadi sangat kotor.Huft… mentang-mentang kelas lain yang ngebersihin,seenaknya saja membuat kelasnya kotor.
Kurang dari setengah jam,pekerjaan kami hampir selesai.Ruangan kelas 5 sebagian besar sudah aku pel.Tinggal area depannya saja yang belum aku pel.Eh.. sedang cape-capenya ngepel,seorang murid perempuan seperti tak punya dosa seenaknya saja melewatiku.Meninggalkan jejak sepatu yang begitu tebal dengan tanah.
“Heyy… ndak lihat apa lagi di pel ??”bentakku membuat anak itu berbalik menatapku.Sejenak dia mengerutkan keningnya.OMG.. !! Ni anak yang ketemu di toilet kemarin.
“Kamu ??”murid perempuan itu menunjukku.Wajahnya tampak sedikit terkejut melihatku.Aku hanya nyengir saja mengingat kemarin dia memanggilku “kakak”.
“Ohh… jadi kemarin kamu bohongin aku ya ??Pake ngaku-ngaku kelas 6.Huuhh.. “anak itu memelet-meletkan lidahnya.
“Faayyy.. cepetan donk… !! sudah di ambil belum buku yang ketinggalannya ??”salah seorang temannya memanggilnya dari ambang pintu.Dia pun berlalu menuju bangkunya,mengambil buku di kolong meja,kemudian kembali ke arahku dan menatapku sejenak.Dengan judesnya dia memalingkan muka saat aku membalas tatapannya.
“Dasar jutek.. !!”bathinku kesal.
Anak itu menuju pintu kelas dan dengan sengaja menghentak-hentakan kakinya,meninggalkan bekas jejak sepatu yang… waduuuhh…. Nih anak habis nyangkul di mana ??bekas tanahnya banyak banget.Aku dan teman-temanku hanya bisa memandang kepergiannya dengan tatapan sebal.
Anna menghampiriku.
“Namanya Fay Nabila Ryzka Alexander !! Jago dance hip-hop,dia yang membuat kelasnya juara lomba antar kelas tahun lalu”terangnya tanpa ku minta.
“Iya Ndon,malah banyak yang mengidolakan dia.Dan fans-fans-nya itu menamai dirinya FAYNATIC”Ziha ikut menjelaskan.
“Bener tuh Ndon,bukan hanya dari kelas 5 saja yang suka sama dia,dari kelas lain juga banyak lho.. !!”tak mau kalah,Icha ikut menambahkan.
“Lihat saja,bendera BRANDONIZER juga akan berkibar di sekolah ini !!”tanpa kusadari,kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku membuat teman-temanku mengerutkan kening.
“BRANDONIZER ??”kata Anna, Ayu, Niar, Ziha dan Icha berbarengan.
“Eh… ndak.. ndak.. bukan apa-apa kok.. !!”sahutku meralat ucapanku sambil menggaruk-garuk kepalaku.
***
Aku berjalan menyusuri gang menuju rumahku.Kerja bakti tadi membuat tubuhku lemas dan ingin cepat-cepat sampai di rumah.Di tambah lagi uang jajanku sudah habis membuatku tidak bisa membeli makanan sebagai pengganjal perutku yang sudah kelaparan minta di isi.Sedang asyik-asyiknya berjalan,aku mendengar suara bising di belakangku.Spontan aku menolehkan wajahku ke belakang,ke arah sumber suara itu.Ternyata ada Kak Fay dan tiga orang temannya sedang balapan sepeda.
“Huuhh.. di gang sempit kayak gini masih saja balapan”gerutuku.
Di perempatan gang aku berbelok ke arah jalur gang yang menuju ke rumahku.
“Ayo kejar aku !!”teriak Kak Fay sambil berbelok ke arah gang yang sama denganku.Teriakannya begitu jelas terdengar menandakan kalau jarak kami sudah sangat dekat.Dan…
“Awaasss… !!”teriak Kak Fay mengagetkanku.Aku segera merapat ke dinding gang sebelah kanan.Sedangkan Kak Fay membelokkan sepedanya ke sebelah kiri untuk menghindari supaya sepedanya tidak menabrakku.Tapi..
“Brukk… !!”sepeda Kak Fay tidak sempat di rem dan membentur dinding gang.Kak Fay sendiri terjatuh dari sepedanya.
“Aww… !!”Kak Fay meringis kesakitan sambil memegangi lututnya.Akupun segera menghampirinya.
“Kakak ndak apa-apa ??”tanyaku sambil mencoba membantu dia berdiri.Tapi Kak Fay menepis tanganku,menolak bantuanku.
“Kamu lagi… kamu lagi… ndak apa-apa gundulmu ??sakit tahu !!”bentaknya sambil tetap meringis dan memegangi lututnya.
“Rambut sekeren ini di bilang gundul !!”bathinku.
“Maaf Kak.. !! Lagian kenapa di gang sempit begini Kakak malah kebut-kebutan.Kan bahaya !!”aku mencoba membela diri.Tak lama teman-teman Kak Fay sudah berada di antara kami.
“Kamu ndak apa-apa Fay ??”seorang teman Kak Fay yang bernama Kak Ratih (Ratih BNZ .. hehehe.. ) mencoba membantu kak Fay.
“Sakit nih Rat.. gimana aku bisa ngayuh sepeda kalau kakiku kayak gini ??”keluh kak Fay.
“Lututmu ndak berdarah kok !!”sahutku menjawab keluhannya.
“Iya ndak berdarah… tapi sakit tahu.. !!”Kak Fay dan ketiga temannya yang semuanya cewek memelototiku.
“Pokoknya kamu harus tanggung jawab !! kamu anterin Fay sampai ke rumahnya.Boncengin dia pakai sepedanya Fay!!”kak Ratih menuntutku.
“Enak aja.. wong dia yang salah kok aku yang mesti tanggung jawab ??”aku menolaknya membuat Kak Fay meringis semakin kencang.
“Yo wess yo wess.. aku anterin !!”akhirnya aku mengalah.Aku ambil sepedanya kak Fay,dengan di bantu temannya,kak Fay berdiri dan duduk di boncengan belakang sepeda yang telah siap aku kemudikan.
“Sudah belum ??”tanyaku.
“Udaahh.. ayo jalan.. !! nanti aku tunjukkin jalannya”akuoun menjalankan sepedanya dan kak Fay berpegangan pada pinggangku.
“Jangan pegang-pegang pinggangku !! Geli tahu.. !!”aku mencoba menyingkirkan tangan kak Fay dari pinggangku.
“Pegangan kemana donk ?? takut jatuh nih.. !!”Kak Fay kembali berpegangan pada pinggangku.Huuhh…
“Pegang hidungmu !!”teriakku membuat kak Fay mencubitku.
“Aww.. !!” pekikku kesakitan.
“Sekali lagi ngeledek aku kayak tadi,aku cubitin pinggangmu !!”ancamnya.
“Iya.. iya.. Bawell.. “kak Fay kembali mencubitiku.
“Aduhh.. Iya.. deh ndak lagi !!”sahutku sambil terus mengayuh sepeda.
Sudah hampir setengah jam aku berboncengan dengan kak Fay tapi belum sampai juga di rumahnya.
“Rumahnya di mana sih ?? jauh banget !!”keluhku mulai kecapean.
“Lurus aja terus.. nanti sampai di depan pertigaan jalan besar belok kiri !!”terangnya.
“Lha.. teman-teman kakak mana ??”aku baru sadar kalau teman-temannya kak Fay yang dari tadi membuntuti sudah tidak ada di belakang kami.Aku tidak tahu sejak kapan mereka menghilang.Sepeda yang ku kayuh mulai menyusuri jalanan besar.
“Tuh.. rumahku .. !!”kak Fay menunjuk salah satu rumah dengan halamannya yang begitu asri berpagar besi dan pagarnya tidak begitu tinggi.Sederhana tapi cukup luas.
“Kak.. bukannya tadi kita sudah ngelewatin rumah ini ??”tanyaku setelah kami tiba di halaman rumahnya dan ternyata sepeda teman-teman kak Fay juga sudah terparkir di sana.
“Emang tadi sudah kita lewatin.. !!sengaja.. ngajak kamu keliling-keliling dulu.. olahraga dikit.. !!Hehehe… !!”aku turun dari sepeda dan menatap kak Fay yang masih duduk di boncengan sepeda dengan tatapan kesal.
“Nggak Lucu.. !! Kakak tahu nggak sih ??aku bisa di marahin papaku gara-gara pulang telat.Dari tadi aku ingin cepat-cepat sampai rumah,perutku sudah lapar.Aku cape latihan buat lomba.Belum lagi ngebersihin kelas kakak.Mikir nggak sih kak ??”aku benar-benar kesal sama kak Fay.
Kak Fay turun dari boncengan dan aku menjatuhkan sepedanya.Aku berjalan menuju pintu pagar,meninggalkan kak Fay dengan sepedanya yang tergeletak di sampingnya.
“Bercanda yang nggak tepat waktu !!”rutukku kesal.
“Tunggu… !!”kak Fay berlari mengejarku yang sudah sampai di luar pintu pagar rumahnya.Aku berbalik memandangnya heran.
“Kaki kakak sudah ndak sakit ??”tanyaku kaget.
“Maaf.. tadi aku ngerjain kamu,kaki aku sebenarnya nggak apa-apa !!”kak Fay menatapku.
“Oh begitu .. ??”aku bertambah dongkol.Kembali aku langkahkan kakiku meninggalkan kak Fay.Tapi dengan cepat kak Fay menggamit lenganku.
“Maafin aku ya… jangan marah donk.. !!Lagian kamu duluan yang ngerjain aku.Kemarin pake ngaku-ngaku kelas 6 segala !!”kak Fay mencoba menahanku.Aku hanya terdiam dan sepertinya dia tulus minta maaf ke aku.
“Ya udah.. kamu katanya cape terus laper juga kan ?? sebagai permintaan maaf aku,kamu istirahat saja di rumahku dulu!!Oke ?? oh iya,aku belum tahu nama kamu !!”katanya sambil mengulurkan tangan.
“Brandon !!”sahutku pendek.
“Fay !!”balasnya meskipun aku sudah tahu namanya.
“Ayo masuk !!”ajaknya.Aku ragu-ragu.Kak Fay menarikku lagi dan akupun mengikuti dia memasuki rumahnya.Di sana sudah ada ketiga temannya yang sedang duduk di kursi tamu.
”Ehmm… gimana Fay jalan-jalannya ??seru ndak ??”tanya kak Ratih.Aku cemberut menatap teman-teman kak Fay yang sedang cekikikan.
“Lucu banget sih kalau lagi cemberut gitu !!”goda teman kak Fay yang belakangan aku ketahui bernama kak Yanti dan yang satu lagi namanya kak Eulli (dua-duanya BNZ.. hahaha .. ) Kami semua duduk di kursi ruang tamu.Kak Fay ngeloyor ke dapur dan hanya beberapa menit dia sudah kembali ke ruang tamu membawa nampan berisi minuman berwarna orange dengan gelas berukuran besar.Ada es nya pula.Waahh.. pasti seger banget tuhh.. !! Kak Fay meletakannya di meja.Aku, kak Eulli, kak Ratih, dan kak Yanti serta kak Fay sendiri segera mengambil jatah minuman masing-masing.Aku minum sampai habis.Tinggal menyisakan es nya yang belum mencair di dalam gelas.
“Wah… haus sekali rupanya .. !!”ledek kak Eulli.Aku tersenyum kecil.Kak Fay terkekeh melihat aku yang sudah menghabiskan satu gelas besar minuman yang di suguhkannya.Sementara minuman mereka masih tersisa banyak.Kak Fay pun kembali ke dapur.
“Wooyy.. bantuin donk .. !!”Kak Fay berteriak dari dapur.Entah apa yang sedang di lakukannya.Serentak ketiga teman kak Fay beranjak dari kursinya menuju dapur,sedangkan aku di tinggal sendirian di ruang tamu.Aku melirik minuman mereka yang ada di meja dan tiba-tiba saja aku teringat sesuatu.
Aku membuka tas ranselku,merogoh-rogoh bagian tas yang biasanya tempat aku menaruh uang recehan.
"Aha.. !!"pekikku ketika aku sudah menemukan benda yang aku cari.Yaa.. obat pengocok perut pemberian papaku yang belum sempat aku minum tadi pagi.Ku masukan obat serbuk itu ke dalam minuman mereka sambil sesekali melirik ke arah pintu yang menuju dapur,takut kalau mereka tiba-tiba muncul.Hmm... bagus !! obatnya cepat larut.Ku masukan bekas bungkus obatnya ke dalam tasku supaya tidak ketahuan.Hehehe...
Aku sedikit terkejut saat mereka datang membawa makanan di toples.Masing-masing dari mereka membawa satu toples berisi macam-macam kue dan cemilan.
"Nih.. makan ini dulu ya .. !! katanya laper ?? oh iya,aku ambil minuman lagi ya buat kamu !!"Kak Fay mengambil gelasku tapi aku segera mencegahnya.
"Ndak usah Kak,aku mau pulang saja.Sudah sore nih .. takut di marahin papaku !!"sahutku memberikan alasan sambil menggendong tas ranselku.Aku lihat kak Fay dan teman-temannya kembali mengambil dan meminum minuman mereka masing-masing.
"Yess.. berhasil .. !!"bathinku sambil terkikik.
"Kenapa Ndon ??"tanya kak Ratih curiga melihat aku tertawa sendirian.
"Ora opo-opo.. !! Yo wess... aku pulang dulu yo.. !! Makasih ya kak Fay.. !!"kak Fay mengangguk dan aku beranjak dari kursiku lalu berjalan keluar pintu depan rumah kak Fay.
"Hmm.. satu menit bereaksi.. satu... dua.. !!"aku berhitung dalam hati dan...
"BRANNDOOONNN... !!"terdengar teriakan dari dalam rumah kak Fay.Aku berlari dengan cepat sambil tertawa-tawa .
"Rasaiinn... makanya jangan coba-coba jail sama aku !!"aku tertawa senang dan berlari menjauh dari rumah kak Fay.Tapi setelah beberapa ratus meter dari rumah kak Fay,aku menepuk jidatku.
"Waduhh.. gimana caranya aku pulang ?? jauh bangett... mana ndak punya uang lagi.. !!"aku kebingungan sendiri sambil celingak-celinguk entah apa yang aku cari.Jalanan sepi tak ada orang.Huuhh... Terpaksa aku berjalan kaki menuju rumahku.
"Wah kalau begini caranya nyampe rumahku bisa sore banget nih !!"aku membalikkan badanku menatap ke belakang.
"Ah.. ndak.. ndak... masa balik lagi ke rumah kak Fay buat minjem sepeda sih ?? bisa habis aku !!"aku mengurungkan niatku dan... Heeyy.. ada motor polisi yang sedang berpatroli menuju ke arahku.Segera ku buka tas ranselku,ku ambil botol minuman yang hanya berisi air beberapa tetes.Ku tuang air itu dan ku teteskan ke mataku.Setelah polisi itu mendekat,aku pura-pura menangis sekencang-kencangnya untuk menarik perhatian pak Polisi.
"Huuaaaa... hiks.. hiks.. hiks.. !!"dan berhasil,polisi itu berhenti di depanku.
"Kenapa De ??"tanyanya tanpa turun dari motornya.
"Mau pulang.... tapi ndak tahu jalan... !!"aku pura-pura tersesat sambil mengusap air mata gadunganku.
"Memangnya rumah ade di mana ??"tanya pak polisi itu lagi.Ku sebutkan alamat rumahku dan tanpa banyak bertanya lagi seperti polisi-polisi yang lainnya,dia bersedia mengantarkan aku pulang.
"Ya sudah.. Bapak antar kamu pulang,ayo naik !!"ajak pak polisi sambil menggeser duduknya agak ke depan,memberi tempat duduk untukku.
"Yeeaahh... berhasil lagi misiku.. hehehe... !!"hatiku melonjak senang.
"Berangkat paaakk... !!"teriakku setelah siap dan nyaman dengan posisi dudukku.Motor pak polisi pun meluncur menuju ke rumahku.Hehehe..
***
"Ini rumahnya ??"tanya pak polisi setelah sampai di depan pagar rumahku.
"Iya Pak !!"jawabku sambil turun dari motornya.
"Makasih ya pak !! oh iya,mampir dulu Pak !!"aku menawari pak polisi itu untuk singgah.
"Nggak usah De.. bapak sedang tugas.. lain kali saja !!"jawabnya menolak tawaranku sambil menghidupkan kembali mesin motornya.
"Ya sudah.. bapak pergi dulu ya.. !!"pamit pak polisi.
"Oh iya pak.. makasih ya paaaaak... !!"teriakku karena motor yang di kendarai pak polisi sudah berlalu dari hadapanku.
Rupanya papa dari tadi memperhatikanku dari teras rumah.Dia segera menghampiriku dengan wajah cemas.
"Ada apa Ndon ?? kok di antar polisi ??"papa bertanya.Ku cium tangannya dan aku hanya tersenyum menatapnya.Tanpa menjawab pertanyaannya aku berlari ke dalam rumah membuat papa menggeleng-gelengkan kepala bercampur penasaran.
"Nih anak.. di tanya malah ngeloyor !!"gerutu papa sambil berjalan masuk ke dalam rumah.Papa sudah paham dengan sifatku.Kalau aku sedang cape,aku bakalan susah di tanya.Hehehe...
***
Papa membangunkan aku yang tidur sejak dari tadi sore.Aku sangat kelelahan dan sore tadi setelah mandi aku tertidur di kasur kesayanganku.
"Ndoonn.. !!Bangun sayang.. makan malam dulu... ntar kurus lho.. !!"papa mengguncang tubuhku lembut.
"Nggak ah Pa... Ndon ngantuukk.. !!"jawabku lemas sembari merubah posisi tidurku jadi membelakangi papa.Papa merangkul tubuhku dan menggendongku ke kamar mandi.
"Cuci muka dulu biar nggak ngantuk .. !!"katanya sambil membasuh mukaku dengan air.Terpaksa deh aku melek.Huuhh.. papa rese.Rupanya dia masih penasaran dengan kejadian tadi sore saat aku di antar pak polisi.Makanya dia memaksaku untuk bangun.Dasar papa..
"Ndon.. kamu belum menjawab pertanyaan papa.Kenapa tadi kamu sampai di antar polisi ?? memangnya kamu habis dari mana ??"tanya papa memulai perbincangan saat aku menyelesaikan makan malamku.
"Tadi Ndon di kerjain kakak kelas Ndon Pa.. !!"sahutku dan ceritaku meluncur dari mulutku membuat papa manggut-manggut sambil tertawa mendengar kisahku.Apalagi saat aku bercerita ketika aku pura-pura nangis di jalanan.Hehehehe...
"Ya sudah kalau begitu,sekarang bantuin papa nyuci piring yuuk.. !!"papa beranjak dari kursinya sambil membawa peralatan makan yang kotor bekas makan malam kami ke wastafel tempat cuci piring.
"Ndak mau ahh... Brandon ngantuk Pa .. !!"sahutku sambil menguap.Akupun beranjak dari kursi menuju kamarku.Tapi papa segera menangkap dan mengangkat tubuhku.
"Enak saja kamu hemh.. !!"papa mencubit hidungku.
"Masa makan berdua nyuci piringnya papa sendirian ??"papa protes.
"Biariinn.. !!"jawabku yang masih di gendongnya.
"Dasarr nakall... !!"papa mencubit pipiku gemas.
"Lha,turunan dari papanya tuh.. !!"jawabku.
"Huu.. jelek.. !!"ledeknya lagi.
"Papanya lebih jelek !!"sahutku juga.
"Wew.. papanya mah ganteng !!"papa mengelak.
"Anaknya lebih ganteng !!"jawabku lagi nggak mau kalah.
"Huuu... anak papa ndak kreatif nih.. bisanya cuma ngebalik-balikin!!"
"Lha,kalau ndak di balikin gosong dong Pa.. !!!"kami terdiam sejenak lalu tertawa berbarengan.Hahahaha...
"Kamu ini.. pinter banget sih ngejawabnya .. papa lempar nih hemhh.. !!"papa mmengangkat badanku tinggi-tinggi membuat aku tertawa kegirangan.
"Pa.. pa.. Ndon bisikkin sesuatu deh.. !!"papa menghentikan kegiatan mengangkat-angkat tubuhku.Sekarang aku sudah di gendong seperti tadi.
"Ndak mau ah.. !!"papa menolak tapi aku sudah merapatkan bibirku di kupingnya.
"Di saku celana Ndon ada lintah mainan baru lho.. !!"bisikku membuat papa langsung menurunkan tubuhku.
"Haahh... kamu ini... cepetan buang !!"teriak papa ketakutan.Akupun berlari menuju kamarku sambil tertawa terbahak-bahak.Hahaha...
Sebelum menutup pintu kamar aku berteriak.
"Bercanda Pa... !! Ndon ndak punya mainan itu.Sekarang papa nyuci piring sendiri ya... !! Soalnya Ndon ngantuukk.. !!"teriakku.
"Heeyyy..... !!"papa berlari mendekati pintu kamarku.Tapi sebelum papa sampai di depan pintu,aku sudah menguncinya dari dalam.
"KLIKK.. !!"hahahaha....
***
Rabu, 06 April 2011
PERPISAHAN BRANDON *part.5*
Hari Senin yang tak ku harapkan akhirnya tiba juga.Semangat yang biasanya muncul ketika akan menerima raport hasil ujian kini tak ku rasakan.Aku masih tidak percaya kalau besok aku benar-benar akan meninggalkan SD Permata Hati 1,sahabat-sahabatku,guru-guruku.Aku sudah tidak marah lagi sama papa karena aku pikir aku pantas menerima semua ini.Aku sudah membohongi papaku.Tapi apa aku salah kalau aku ingin melakukan sesuatu yang sangat aku sukai ?? kenapa papa melarangku nge-dance ?? mengapa dia tidak bangga seperti orang tua Brian ataupun John ?? Papa bilang ini buat kebaikanku,kebaikan apa ?? justru semua ini membuat aku menjadi merasa lebih buruk.Ah .. sudahlah.. benar kata Kak Reny,toh aku masih bisa bertemu sahabat-sahabatku jika aku mau.Tapi,apa aku masih bisa nge-dance ??
Ruang kelasku sudah ramai dihuni oleh para orang tua siswa.Kami sendiri,para murid menunggu di luar kelas sambil menguping Bu Sarah yang sedang memanggil nama-nama muridnya.Ketika nama salah seorang siswa di panggil maka si orang tua akan maju ke depan untuk mengambil raport hasil ujian semester anaknya.Aku duduk di bangku yang ada di koridor kelas.Sayup-sayup aku mendengar Bu Sarah memanggil nama-nama murid sesuai absen.
Oh iya,sedikit saran buat para BNZ,nanti kalau sudah punya momongan ngasih namanya jangan dari abjad A atau Z karena biasanya di sekolah guru akan mengabsen murid dari abjad A atau Z duluan,mending kalau ngabsen buat di bagi duit.Lha ini.. di suruh ngerjain tugas atau soal ke depan kelas.Kan nggak enak kalau langsung maju ke depan tanpa ada persiapan terlebih dahulu...Hehehehe... GUBRAKK !! Gak penting ya ?? :D
Tidak berselang lama papaku sudah keluar kelas sambil menenteng raportku yang bersampul merah.Papa menghampiriku,Aku berdiri menunggu berita dari papa.
"Selamat sayang,juara kelas masih sama kamu !!"papa memelukku sambil mengelus rambutku.Aku hanya diam mematung,tak membalas pelukannya.
"Papa mau ke ruangan kepala sekolah dulu,mengurus kepindahan kamu" papa melepaskan pelukannya.Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa.Aku tidak tahu perasaan apa yang timbul di benakku.Senang, sedih, kecewa, risau... entahlah .. aku bingung !! Aku menatap papa yang sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah tanpa ekspresi.Setelah sosok papa hilang di koridor kelas,aku kembali duduk di bangku tadi.
"Wooyyy ... !!! Ngelamun aja !! Mikirin opo toh ??"Brian membuatku tersentak.
"Selamat yoo.. Rangking 1 maning.. Koncoku iki emang paling T.O.P !! Supper Abbeess.. !!"Brian menirukan iklanku.Hehehe...
"Kamu rangking berapa ??"tanyaku.Brian mengangkat tangannya, memperlihatkan lima jarinya.
"Lima ??"tanyaku lagi.Brian menggeleng dan dia mengangkat kembali tiga jari dengan tangan yang satunya.
"Delapan !!"teriaknya sebelum aku sempat menjawabnya sambil tersenyum.
"Lumayan.. naik dua peringkat dari semester kemarin. Hehehe.. !!"Brian tertawa senang membuat aku ikut tersenyum.
"John bagaimana ?? " tanyaku setelah Brian menempatkan badannya di samping tempat dudukku.
"Belum tuh .. masih ngantri !! yang di panggil baru sampai abjad E !!"katanya lagi.
"Hai Ndoonnn.. !!! Selamat ya.. !! Wah .. aku ndak bisa ngerebut posisi kamu !!" Kartika dan teman-temannya Mita, Nissty, dan Nanda (semuanya BNZ.. Hehehe .. ) menghampiriku memberikan selamat atas keberhasilanku.
"Lho.. kok murung Ndon ?? biasanya kamu langsung ngajak teman-teman kamu buat minta di traktirin. Hehehe... !!" Nissty menggodaku.
"Ndon.. !! minta nomor HP kamu dong.. !! Nanti kan kalau ada PR bisa calling-callingan!"Mita memainkan tangannya seperti sedang menelepon yang langsung mendapat teriakan "Huu..." dari Kartika,Nissty dan Nanda.
"Aku ndak punya HP,papaku ndak mau mbeliin.. !!"jawabku masih tanpa ekspresi.
"Nomor aku aja mau ndak ??" tawar Brian.
"Hmm... boleh deh buat nambah-nambah nomor,soalnya kontakku baru sedikit. Hehehe... !"Mita tertawa di ikuti ketiga temannya.
"Yee.. percuma kalau buat pajangan doank !!" Brian memonyongkan bibirnya.
"Yo wess kalau kalian mau aku traktir. Kita ke kantin nyookk .. !! tuh si John udah nerima raport !!" aku beranjak dari kursi dan mengajak mereka ke kantin.Eh yang di ajak malah diam sambil berpandangan satu sama lain.
"Serius Ndon ??"tanya Nanda, Mita, Nissty dan Kartika berbarengan.
"Ndak mau ??? Ya sudah ndak jadi .. !!"aku kembali duduk di bangku.
"Eh... bukan gitu.. tumben saja kamu mau nraktir,biasanya minta di traktir. Hehehe ... !!" Nanda terkekeh dan akupun ikut tertawa.
"Sekali-kali ndak apa-apa kan ??"kataku.
"Ya udah... Berang-berang ikutan Indonesia Mencari Bakat ... Berangkaattt ... !!!"Nissty berpantun.
"Ndak nyambuuung... !!"teriak aku dan yang lainnya kompak.
Yah.. mungkin ini terakhir kalinya aku bisa bersama mereka di sekolah ini.Menyenangkan hati teman-temanku.Kami bergerak menuju kantin dengan langkah seperti sedang mengikuti lomba baris-berbaris.
PROKK.. PROKK.. PROKK !!
GUBRAK ... !!!
Brian terjatuh karena tali sepatunya terinjak olehku. Hahahaha...
***
Pulang dari sekolah,aku langsung melemparkan tas ku ke tempat tidur.Tanpa mengganti seragam,ku rebahkan tubuhku.. pikiranku masih melayang entah kemana.Berkumpul dengan teman-temanku tadi cukup membuatku tersenyum sendirian.Moment terakhir di SD PH 1.
"Brandoonnn.. !!! ke sini sebentar.. !!" panggilan papa membuyarkan lamunanku.Aku langsung beranjak menuju ruang kerja papa.Oh iya,ruang kerja papa tuh seperti studio .Ruangannya kedap suara.Ada peralatan musik yang lengkap sekali di sini.Dari mulai sound system, drum, bass, guitar, keyboard, gendang, seruling bambu, saxophone, ukulele, harpa, gamelan, sasando sampai alat musik yang biasa di pake buat ngamen di lampu merah,yang terbuat dari tutup botol minuman di pakuin ke kayu juga ada lho... Halaaahh... ada-ada saja koleksi si papa.Tapi aku hanya menguasai piano saja.Sesekali belajar drum,lumayan lah hasilnya kalau gebukin kasur yang lagi di jemur jadi ada ritme-nya.Hehehehe...
"Ada apa Pa ??"tanyaku setelah duduk di kursi seberang meja papa.
"Lho.. kok belum ganti seragam ?? besok kan masih dipakai !!"kata papa sambil membuka kacamatanya.
"Memangnya Brandon ndak jadi pindah Pa ??"tanyaku bersemangat.
"Jadi.. tapi kamu kan belum dapat seragam jadi untuk sementara kamu pakai seragam yang itu dulu !!"jawaban papa membuatku kembali lemas.
"Kamu masih marah ya sama papa ??"tanya papa sambil memandangku.
"Ndak kok pa,cuma Brandon masih bingung kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance !!"jawabku sambil menunduk menatap kolong meja.Papa menghela nafas panjang.
"Ndon,papa minta maaf,untuk saat ini papa tidak bisa bercerita sama kamu,tapi yang pasti papa ngelakuin ini karena papa sayang sama Brandon!!" papa menggenggam tanganku di atas meja,mencoba meyakinkan aku.
"Selalu saja bilang kayak gitu!" bathinku bergumam. "Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri,apa ini ada hubungannya dengan mama ??" pikiranku mulai menjalar kemana-mana.
***
Aku berjalan di koridor sekolahku yang baru.SD Permata Hati 2,di temani wali kelasku yang cantik.Bu Rianti namanya (Rianti Cartwright .. Hehehe bener gak sih nulis namanya ?? :D ). Oh iya,SD Permata Hati 2 ini letaknya lebih dekat dengan rumahku,sekitar setengah kilometer.Kalau SD Permata Hati 1 tiga kali lipat jaraknya.Jadi aku bisa berangkat ke sekolah ini dengan berjalan kaki ataupun naik sepeda.Sebagian besar murid-murid di sini berangkat dan pulang sekolah dengan bersepeda.
Bu Rianti menuntunku memasuki salah satu ruang kelas.Kelas 4.Suasana yang sangat berbeda dari kelasku sebelumnya langsung ku rasakan.Biasanya,di SD PH 1 para murid sedang asyik-asyiknya beraktifitas tidak karuan.Di sini,semua murid telah rapi dan siap mengikuti pelajaran walaupun bel masuk baru saja berbunyi.
"Berdiri .. !!"teriak salah seorang siswa saat aku dan Bu Rianti baru saja masuk ke ruang kelas.Semua murid serentak berdiri dari kursinya masing-masing.
"Beri salam.. !!" teriak siswa tadi lagi,mungkin itu sang ketua murid (KM).
"Selamat Pagi Bu.. !!" seluruh siswa-siswi memberikan salam denganm kompak.
"Pagi anak-anak !! Silahkan duduk !!"jawab Bu Rianti dan semua murid pun kembali duduk di kursinya masing-masing.
"Pagi ini kita kedatangan teman baru pindahan dari SD 1 Permata Hati.Ayo Brandon,perkenalkan diri kamu ke teman-teman baru kamu !!"Bu Rianti mempersilahkan aku.Semua murid berbisik-bisik,tertawa kecil,entah apa yang mereka bicarakan.
"Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun, saya suka nge-dance dari umur 6 tahun.Eh... salah ya ?? hehehe.. kenalin, nama lengkapku Brandon De Angelo, panggil saja Brandon.Pindahan dari SD 1 Permata Hati.Senang bertemu kalian !!"sapaku yang langsung di sambut cekikikan murid-murid.
"Silahkan ada yang mau di tanyakan sama Brandon ??"Bu Rianti memberikan kesempatan kepada semua muridnya untuk bertanya padaku.Sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku.
"Alamat rumah Bu !!" celetuk anak perempuan yang duduk di sudut ruangan.
"Nomor HP !!" teriak teman yang duduk di depan anak tadi.
"Nomor sepatu !!" teriak yang lain.Semua anak mulai ikut berteriak.
"Hobinya apa ??"-
"Makanan favorit ??"-
"Tanggal lahirr ... !!" pertanyaan yang tak satupun ku jawab terus terlontar dari seisi kelas.
"Sudah punya pacar beluumm ??"teriak salah seorang siswi.
"Huuuu.... hihihihi... "semua tertawa cekikikan.
"Hey.. sudah.. sudah.. !! kalian ini ya .. Maaf ya Brandon, di sini memang seperti ini!"Bu Rianti hanya tersenyum menanggapi ulah murid-muridnya.Wahh.. kalau Bu Sarah pasti hancur meja guru di gebraknya.Hehehe... ternyata suasana di kelas ini mulai terasa sama dengan kelasku di sekolah sebelumnya.
"Ndak apa-apa Bu !! Aku senang bisa cepat akrab !!"sahutku di sambut senyuman manis Bu Rianti.
"Ya sudah,sekarang kamu duduk di samping Andz ya .. !!" (Andz BNZ... Tuh.. udah w kabulin permintaan lo Andz.. jangan ngomel-ngomel lagi.. Hahahaha... ).
Aku berjalan menuju bangku yang di tunjuk Bu Rianti.Agak ke belakang.Seorang murid menyambutku dengan senyumnya yang langsun ku balas dengan senyumku pula.Setelah berkenalan dengan Andz,teman sebangkuku,kami tak sempat lagi berbicara banyak karena Bu Rianti sudah mulai berpidato.
"Anak-anak,hari ini kita belajar belum efektif,kepala sekolah memberikan kesempatan kepada semua murid untuk mempersiapkan diri mengikuti acara 'KREATIFITAS ANTAR KELAS' yang akan di laksanakan hari Senin depan.Tahun lalu kita kalah dan kelas 5 yang mendapat predikat juara.Tahun ini kita harus merebut predikat itu".Bu Rianti menjelaskan apa yang tidak aku mengerti.Aku berbisik pada Andz.
"Acara apa sih ??" tanyaku mencolek lengan Andz.
"Di sini setiap tahun di adakan lomba kreatifitas,bisa menyanyi, menari, melukis, main musik,pokoknya dari setiap kelas menampilkan kesenian yang beragam.Dan yang mendapat nilai terbaik dari seluruh para guru akan menjadi pemenangnya.Bagi yang kalah ada hukumannya yaitu membersihkan kelas pemenang seminggu sekali selama satu semester" Andz menjelaskan.
"Wah kasian donk kelas 1 atau 2 !!"aku memotong penjelasan Andz.
"Kelas 1 dan 2 tidak ikut.Cuma kelas 3,4 dan 5 sedangkan kelas 6 kan sedang sibuk mempersiapkan diri buat ujian kelulusan"aku manggut-manggut mendengar keterangan dari Andz.
"Brandoonn.. !!" panggil Bu Rianti mengagetkanku.Tapi dia tidak membentak,suaranya tetap lembut,kalau Bu Sarah.. Wahh.. suaranya bisa bikin gempa lokal.Hehehe..
"Iy... iya Bu !!" jawabku gugup.
"Kamu mau ikut sayang ?? mungkin kamu bisa main musik, menyanyi, menari, menggambar, atau apa saja ??"tanya Bu Rianti.
"Main piano Bu !!"jawabku membuat Bu Rianti melemparkan senyum manisnya.
"Woww.. baiklah . Kamu ikut ya ??"Bu Rianti tampak senang.
"Iya Bu !!"sahutku mantap.
"Oh iya anak-anak,besok kita kebagian tugas membersihkan ruangan kelas 5 pemenang tahun kemarin untuk yang terakhir kalinya (tentunya tahun kemarin masih kelas 4).Jadi yang belum kebagian membersihkan ruangan kelas 5 besok jangan pulang dulu ya !! termasuk Brandon. Oke sayang ??"tanya Bu Rianti menatapku.Aku ingin protes tapi aku merasa nggak enak.Masa baru masuk sekolah ini sudah berani memprotes guru ?? dan akhirnya ku "iya" kan saja dengan anggukan kepalaku.
Mulailah kami sibuk berlatih untuk persiapan lomba senin depan.Ada yang menyanyi, menari, menggambar, aku hanya memperhatikan saja karena di sini tidak ada keyboard atau piano yang bisa ku mainkan.
"Andz.. !!"panggilku. Andz yang sedang sibuk menghafal sebuah lagu menoleh ke arahku.
"Ono opo ??"tanyanya.
"Toilet di mana ya ?? aku kebelet !!"jawabku menahan pipis.
"Di dekat kelas 5 !! Mau ku antar ??"Andz menawarkan.
"Ndak usah.. aku tahu kok !! tadi sempat lewatin kelas 5" aku beranjak dari bangkuku.Setelah meminta izin kepada Bu Rianti,aku berlari menuju toilet siswa.
Setelah melewati beberapa koridor akhirnya aku sampai di koridor kelas 5.Dari sana aku berbelok ke sebuah lorong dan di situ berjejer toilet murid.Dua toilet putra dan dua toilet putri.Tapi...
"Aduhh.. kok toilet siswa terkunci semua sih ??"gerutuku masih menahan pipis.
"Hmm... toilet putri ada yang kosong nih satu"gumamku. Aku celingak-celinguk melihat keadaan sekeliling. Aman !!! Aku masuk saja ah.... hehehe...
Tak lama berselang aku keluar dari toilet dan di saat bersamaan seorang murid perempuan juga baru keluar dari toilet yang satunya.Dia pun kaget melihat aku yang baru saja keluar dari toilet murid perempuan.
"Hey.. !! itu kan toilet putri,kenapa kamu masuk ke situ ??"tanyanya memandangku heran.Aku menjadi gugup dan salah tingkah.
"Sorry , tadi aku kebelet jadi ndak lihat tulisannya !!"aku menunjuk tulisan "Toilet Putri" di pintu toilet yang tadi aku masuki.Dia memandangku dari ujung rambut sampai sepatu.
"Kamu murid baru ya ?? seragam kamu lain !!" katanya dengan muka jutek.Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia sudah melanjutkan omongannya.
"Baru masuk sudah melanggar aturan !! Aku laporin kepala sekolah nih !!"ancamnya.
"Eh jangan dong.. !! aku kan ndak tahu !!"jawabku berbohong.
"Memangnya kamu kelas berapa ??"tanyanya lagi.
"Huh .. bawel banget sih .. !!" bisikku dalam hati. "Kelas 6, kenapa memangnya ??"tanyaku dengan nada ketus.
"Oh.. maaf deh kak !!" giliran dia yang jadi salah tingkah.Aku tersenyum geli ketika dia memanggilku "kakak".
"Ya sudah .. aku masuk dulu ..!! jangan bilang-bilang lho !! Awas kalau bilang!" anak itu hanya mengangguk takut.Akupun berjalan meninggalkannya.Tapi ketika aku berbelok ke arah koridor menuju kelasku,dia berteriak.
"Heyy Kak !! kelas 6 kan ke arah kiri kok ke kanan ??"teriaknya heran.Aku membalikkan badanku dan tidak kehilangan akal akupun menjawab.
"Terserah kakak dong mau kemana dulu,bukan urusan kamu !!"teriakku juga.Aku bergegas meninggalkan dia yang masih mematung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kakak ?? Hihihi... !!" gumamku geli.
Aku langsung masuk ke dalam kelas karena pintunya memang di biarkan terbuka lebar.Ku lihat teman-teman baruku sedang sibuk membereskan buku masing-masing.Tidak tampak Bu Rianti di kelas ini.Aku bertanya pada salah satu teman baruku yang belakangan ku ketahui bernama Adhie (Adhie BNZ ... hehehe )
"Eh.. kok pada beres-beres ? Bu Rianti kemana ??tanyaku pada Adhie yang sudah menggendong tas ranselnya.
"Hari ini ada rapat guru,jadi kita di suruh pulang lebih awal !! Aku duluan ya .. !!"Adhie berlari menuju pintu kelas.Aku berjalan menuju bangkuku dan di sana sudah tidak ada tas ransel Andz.
"Hmm.. sudah pulang duluan rupanya .. !!" gumamku.Ku bereskan bukuku dan setelah yakin tidak ada yang ketinggalan,aku bergegas mengikuti yang lain menuju pintu keluar kelas.Aku jadi teringat sekolah lamaku.
"Wah bagaimana ya suasana di kelas 4 SD 1 tanpa aku ?? pasti tenang dan nyaman .. !! Hihihi ... "aku terkikik sendirian.Wah untung nggak ada yang lihat.Hahaha.. "Hmm.. mungkin sekarang waktu yang tepat untuk berpamitan sama teman-teman di SD 1,aku mau ke sana dulu ah.. !!"pikirku mantap.
Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang sekolah,aku tiba di jalan raya.Ku hentikan sebuah kendaraan umum dan aku duduk di depan,di samping Pak Supir yang tampaknya sedang asyik menikmati lagu dangdut yang di putarnya lewat sebuah tape mobil.Pandanganku lurus ke depan memandang jalan tapi telingaku ikut mencerna bait demi bait lagu dangdut yang di putar Pak Supir.
#Mengapa kau datang lalu pergi lagi
Hati sudah gembira kini sunyi lagi
Mengapa kau datang hanya dalam mimpi
Hingga bayanganmu terlintas di hati
Datanglah oh datanglah
akan ku sambut mesra
Janganlah oh janganlah
Kau biarkan ku merana
Idaman hati….#
“De,kok senyam-senyum sendiri ??Hayoo.. lagunya enak ya ??”pertanyaan Pak Supir mengagetkanku.
“Eh… n.. ndak apa-apa kok pa !!”jawabku gugup sambil membenarkan posisi dudukku.
“Nih mau berangkat sekolah apa pulang ??di bilang berangkat,udah siang,pulang juga kepagian”pak Supir mulai mengajakku ngobrol.
“Baru mau berangkat Pak !!”jawabku asal.
“Hayoo.. kesiangan ya ??di SD Permata Hati 1 ya ??”Tanya Pak Supir lagi sambil membelokkan mobilnya membuat badanku sedikit terguncang.
“Kok tahu Pak??”aku balik bertanya sama si bapak itu.
“Kelihatan dari seragamnya,anak bapak kan sekolah di sana juga.Kelas 4.. Namanya … !!”Pak Supir menyebutkan nama salah seorang murid perempuan yang tentu saja aku kenal.
“Oh iya,saya tahu Pak,saya juga kelas 4 kok !!”jawabku.
“Wah.. teman sekelas rupanya… anak saya sering bilang kalau dia punya teman sekelas yang jail dan nakal,aduh saya lupa nama anak itu.Tapi menurut dia anak itu pintar dan ganteng.Anak saya memang senang bercerita tentang sekolahnya”aku hanya manggut-manggut mendengar si Bapak bercerita.
“Terus anak itu juga kadang baik banget,kalu nggak salah,nama anaknya Ndon apa Nden ya ??Aduhh.. pasti kamu kenal !!”si Bapak garuk-garuk kepala mengingat-ingat cerita anaknya.
“Iya Pak kenal.. namanya Brandon De.. !!”
“Naahhh.. bener Brandon !!”teriaknya memotong ucapanku.
“Nak Brandon itu pernah ngasih tas ke anak saya.Waktu itu Bapak ndak punya uang buat beli tas sekolah anak Bapak yang mulai rusak.Eh waktu sepulang sekolah dia senang sekali punya tas baru.Katanya di kasih sama nak Brandon !! wah kalau ketemu nak Brandon,bapak ingin ngucapin terimakasih sama dia !!” cerita si Bapak ini membuatku tersenyum sendirian,lalu memoriku berjalan pada kejadian sebulan yang lalu.Hehehe…
Saat aku ulang tahun,aku dapat hadiah lumayan banyak.Salah satunya tas yang aku kasih temanku.Aku kasihan saat melihat tasnya yang sudah usang dan mulai sobek.Waktu aku ngasihin tas itu,awalnya dia sempat menolak,mungkin dia merasa malu dan minder.Tapi akhirnya dia mau juga menerima tas pemberianku setelah aku berjanji tidak akan bercerita kepada siapapun.Tas itu pemberian dari Om Jun,papanya Baim.Sampai sekarang tas itu masih di pakai sama temanku.Senang sekali rasanya bisa membantu orang lain.
“De.. kok ngelamun ?? sudah sampai nih !!”pak Supir mengagetkanku.
“Oh iya.. ini Pak ongkosnya !!”aku menyodorkan selembar uang lima ribuan.
“Ndak usah De,sudah ambil saja buat jajan”Bapak itu menolak uangku.
“Jangan Pak !! ini rezeky anak Bapak,Bapak kan nyari uang !!”aku memaksanya dan dia tetap menolak.Ku tinggalkan saja uangku di dekat kaca depan lalu aku sendiri langsung keluar dari mobil.
“De.. kembaliannya… !!”teriak Pak Supir.
“Ambil saja buat Bapak .. !!”teriakku juga sambil berlari masuk ke gerbang sekolah.Aku berjalan di koridor kelasku yang dulu.Suara Bu Sarah mulai terdengar sedang berdialog dengan teman-temanku.Aku ragu untuk masuk,aku hanya mematung di depan pintu kelas,menguping pembicaraan mereka.
“Ah… ndak mungkin Brandon pindah Bu !! dia kemarin ndak cerita sama saya Bu !!“itu suara Brian.
“Ibu juga baru tahu tadi pagi dari kepala sekolah !!”jawab Bu Sarah.
“Kok dia ndak pamitan sama kita sih Bu ??”aku kenal itu suara siapa,Nissty.
“Iya Bu,padahal kemarin kita makan bareng-bareng di kantin!!”Nanda melanjutkan.
“Brandon sakit kali Bu !!”Mita ikut menambahkan.
“Sudah berapa kali ibu bilang,Brandon benar-benar sudah pindah sekolah.Bukan kalian saja yang merasa kehilangan Brandon,tapi ibu juga.Mungkin kalian melihat ibu selama ini sering marah-marahin dia,menghukum dia,itu karena ibu sayang sama Brandon.Ibu ingin Brandon menjadi anak yang baik,nggak jail,penurut.Tapi.. yah mungkin itu sudah sifatnya Brandon.Ibu tahu dia anak yang baik,rajin, apalagi membantu papanya.Dulu ibu pernah ke rumah Brandon,niat ibu buat ngadu ke papanya kalau Brandon nakal sekali di sekolah.Sampai di rumahnya ibu hanya bertemu dengan papanya.Pas ibu tanya kemana Brandonnya,papanya bilang kalau dia sedang nyuci piring.Ibu sedikit kurang percaya sama yang di bilang papanya Brandon.Tapi nggak lama kemudian,Brandon keluar dari dapur sambil menenteng ember berisi air dan kain pel.Eh.. melihat ibu sedang mengobrol dengan papanya,Brandon kaget sampai-sampai ember yang penuh dengan air di jatuhkannya.Hahaha.. mukanya langsung merah karena malu.Mungkin dia gengsi,masa anak yang terkenal nakal dan jail ngepel rumah ??”Bu Sarah mengakhiri ceritanya.Di balik pintu kelas aku tersipu malu mengingat kejadian itu.
“Bu,kira-kira ibu tahu ndak kenapa Brandon pindah sekolah ??”suara Mita,bertanya pada Bu Sarah.
“Ibu tidak tahu,tiba-tiba saja tadi pagi Pak Kepsek ngasih tahu ibu kalau Brandon sudah pindah sekolah.Hari ini mungkin dia sudah masuk di sekolah barunya”Bu Sarah berkata lirih.Di balik pintu aku tidak bisa melihat ekspresi Bu Sarah.Apa Bu Sarah benar-benar merasa kehilangan aku ?? Ah… aku juga sebenarnya tidak mau pindah dari sini meninggalkan kalian semua.
Papa,kenapa papa pisahin Brandon dengan teman-teman Brandon?? Guru Brandon ?? siapa yang sebenarnya salah ?? samapai kapan papa mengekang Brandon seperti ini ?? Brandon hanya ingin papa mengerti kemauan Brandon.Apa Brandon yang terlalu egois ?? Terlalu memaksakan keinginan Brandon ?? Brandon bingung dengan semua ini.Brandon ingin penjelasan dari papa kenapa Brandon nggak boleh nge-dance ?? Aarrghh… ku pejamkan mataku,emosiku mulai timbul dan tanpa sadar aku memukul pintu kelas.
“BRUKK… !!!”
“Siapa itu ??” suara Bu Sarah mengagetkanku.Segera saja ku hapus air mata yang terasa sudah ada di sudut mataku dengan cepat.Terdengar langkah Bu Sarah mendekati pintu.
“Brandonn.. !!”Bu Sarah tampak terkejut melihatku.Aku memberikan senyumku.Sejenak dia menatapku dan tiba-tiba saja Bu Sarah memelukku.
“Kamu tidak jadi pindah kan sayang ??”tanyanya sambil mengelus rambutku.Aku merasa nyaman di pelukannya.Ini pertama kalinya Bu Sarah memelukku.Aku seperti mempunyai… mama !!
“Justru Brandon ke sini mau pamitan sama ibu dan teman-teman Brandon Bu!!”Bu Sarah melepaskan pelukannya,kembali menatapku sejenak lalu menuntunku berjalan ke depan kelas.Teman-temanku masih terpaku menatapku.Aku berusaha untuk tersenyum.
“Kenapa pindah Ndon ??”belum sempat aku berkata-kata,Nissty sudah melemparkan pertanyaan kepadaku.Aku menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
“Papaku sibuk,jadi dia ndak bisa nganterin aku setiap hari ke sekolah.Papa selalu khawatir kalau aku pulang sendirian.Jadi,papa memutuskan aku untuk pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah supaya aku bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa di antar jemput.Mukaku ‘kan unyu dan imut,jadi papa takut ada yang nyulik aku.Hehehe… !!”aku mencoba berkelakar membuat teman-temanku tersenyum kecil.
“Kelas ini bakalan sepi tanpa kamu Ndon !!”Nanda menatapku seolah-olah mengisyaratkan supaya aku tetap di sekolah ini.
“Maksudnya sepi tuh tenang ??Ndak ada yang bikin keributan ?? Hehehe… !!”aku mencoba kembali bercanda tapi kali ini tak ada yang tertawa.Huuhh… percuma saja aku melawak.Hahaha…
“Ndon kamu inget ndak ??kamu sudah merubah aku seperti sekarang ini !!”suara Mita berapi-api membuat rambut Nanda yang duduk di depannya hangus terbakar.Haa.. ?? (Hiperbola paling Lebomm !!)
“Sudahlah Mit jangan di bahas.Aku ke sini cuma mau minta maaf sama kalian semua atas kejailanku selama ini !!”aku memotong ucapan Mita yang arah pembicaraannya sudah aku ketahui.Tapi rupanya dia ingin terus melanjutkan ceritanya.
“Teman-teman,kalian tahu aku baru 6 bulan berada di sini bersama kalian.Tentu kalian masih ingat pertama kali aku masuk ke kelas ini sifatku seperti apa.Pemalu,minder, lebih senang sendiri daripada berbaur dengan kalian.Aku tidak peduli dengan semua yang ada di kelas ini.Tidak peduli kalian memahami atau tidak pelajaran yang diberikan Bu Sarah.Aku selalu menolak jika kalian meminta bantuanku untuk menerangkan soal.Sampai akhirnya Brandon menyadarkan aku dengan kejailannya.Setiap hari dia menjailiku.Menaruh permen karet di kursiku, menyembunyikan makan siangku dan menggantung tasku di tiang bendera.Semua itu membuatku benci sama dia.Aku sempat berpikir untuk pindah sekolah lagi.Aku takut di jailin terus sama Brandon.Membuatku takut ternyata itu tujuan dia.Sampai suatu hari aku di paksa Brandon untuk membantu teman-teman mengerjakan soal-soal.Hal yang paling aku benci.Aku sempat menolak kemauannya,tapi Brandon mengancam akan terus menjailiku kalau aku menolak perintahnya.Akhirnya dengan terpaksa aku membantu kalian mengerjakan soal, mengajari kalian rumus-rumus yang tidak kalian mengerti.Awalnya aku memang kesal,tapi lama kelamaan aku merasa senang bisa membantu kalian semua.Sejak saat itu dengan senang hati aku siap menolong kalian yang meminta bantuanku.Begitu juga sebaliknya,aku juga tidak segan meminta bantuan kalian.sekarang aku punya Nissty,Nanda,Kartika, sahabat-sahabat baikku yang selalu ada saat aku senang dan sedih.Sampai sekarang Brandon tidak pernah menjailiku lagi.Sungguh cara yang tidak terpikirkan olehku,dengan kejailannya dia bisa merubahku menjadi seorang penolong dan lebih baik di mata teman-teman semua.Aku berterima kasih sama kamu Ndon !!”Mita mengakhiri ceritanya.
“Ah.. Mita terlalu berlebihan,kamu berubah ya itu karena kemauan kamu sendiri,bukan karena aku.Iya kan Bu ??”aku menengok Bu Sarah,meminta dukungannya.
“Iya.. tapi kamu juga berperan besar lho.. !! Eh tapi ibu bingung kenapa kamu sendiri dari dulu nggak berubah-berubah ??Tetap nakal dan jail.Ibu jadi heran !!”Bu Sarah mengerutkan keningnya.
“Ndak usah heran Bu,seperti yang Brandon bilang tadi,harus ada keinginan untuk berubah.Nah, sayangnya sampai sekarang Brandon belum mau berubah Bu.Hehehehe… !!”aku terkekeh dan teman-temanku mulai bisa ikut tertawa bersamaku.
“Kamu ini,pinter banget ya ngejawabnya.. !!”Bu Sarah mengacak-acak rambutku.
“Ndon,kamu inget ndak insiden kaca pecah ?? Tentu teman-teman masih ingat kejadian itu.Sebenarnya yang mecahin kaca jendela itu aku,bukan Brandon !!” Nissty mulai bercerita.
“Niss… !!”sahutku mencoba melarang Nissty melanjutkan ceritanya.Tapi Nissty lebih dulu memotong ucapanku.
“Tunggu Ndon,aku belum selesai cerita,mungkin ini saatnya untuk aku mengakui kesalahanku setelah sekian lama kita rahasiakan”semua mata tertuju sama Nissty,termasuk Bu Sarah.
“Waktu itu,pagi-pagi sekali aku sudah sampai di sekolah.Saat masuk ke dalam kelas,aku lihat Brandon sudah berada di bangkunya.Dia sedang asyik menulis,mungkin sedang mengerjakan PR.Setelah aku menyimpan tasku,aku keluar menuju toilet dan hanya ada Brandon di kelas ini.Sampai aku kembali ke kelas,teman-teman yang lain belum juga berdatangan.Kuputuskan untuk kembali memeriksa PR ku.Tapi saat ku buka tasku,aku terkejut karena buku PR ku tidak ada.Padahal aku yakin tadi pagi buku itu telah aku masukkan ke dalam tas.Ku lihat Brandon masih asyik dengan kegiatannya.Mengacuhkan aku seolah-olah aku tidak ada di sana.Dia tetap menulis sambil bersiul-siul membuat aku langsung mencurigai dia.Tanpa beranjak dari bangkuku,aku berteriak dan langsung menuduhnya.Tentu saja Brandon tidak mengaku,dia bilang tidak tahu menahu dengan buku PR ku.Setelah berdebat cukup lama aku menjadi kesal dan mengambil penghapus papan tulis.Aku mengancam akan melempar dia dengan penghapus kalau tetap tidak mau mengaku kalau dia sudah mengambil buku PR ku.Tapi percuma saja,dia tetap bersikeras dan tidak mengaku.Aku yang sudah kesal segera melempar penghapus itu ke arahnya.Tapi dia berhasil menghindar dan.. penghapus itu malah mengenai kaca jendela yang ada di sampingnya sampai membuat kaca itu pecah berantakan.Waktu itu aku sangat ketakutan,takut dimarahi Bu Sarah.Aku menangis saking takutnya.Brandon hanya terdiam memandangi pecahan kaca jendela,sesekali dia menatapku yang masih menangis.Satu persatu teman-teman mulai berdatangan.Tentu saja semuanya langsung heboh melihat kaca jendela sudah pecah dan Brandon menjadi sasarannya.Semua menyangka Brandonlah yang memecahkan kaca jendela itu.Aku pikir Brandon pantas menerima tuduhan itu karena gara-gara dia juga aku memecahkan kaca jendela.Tapi aku menjadi sangat merasa bersalah saat adik kelasku yang dekat dengan rumahku datang membawa buku PR ku.Kata dia,ibuku menitipkannya karena buku PR ku ketinggalan di meja makan.Saat itu rasanya aku ingin pulang saja.Aku malu sama Brandon.Tapi belum sempat aku beranjak meninggalkan kelas,Bu Sarah sudah berada di dalam kelas dan langsung bertanya siapa yang memecahkan kaca jendela.aku ingin mengaku,tapi aku takut,bibirku terkunci rapat,aku takut di hukum.Tentu saja semua mata tertuju sama Brandon yang terkenal nakal dan jail,aku melirik Brandon.Dia tertunduk,tidak berani menatap Bu Sarah dan saat itulah Bu Sarah membentaknya.Dan ah… kenapa sih Ndon,saat itu kamu ndak terus terang saja sama Bu Sarah dan bilang kalau aku pelakunya.Kamu malah mengakui perbuatan yang ndak kamu lakuin.Kamu rela di hukum lari 20 putaran lapangan basket demi aku yang sudah menuduhmu.Kamu itu… “Nissty berhenti bercerita ,mencoba menahan air mata yang mulai menghiasi sudut matanya.Aku tertunduk mendengar pengakuannya.Kejadian yang sama sekali sudah lama aku lupakan kini mulai menjadi cerita yang utuh di memoriku.
“Niss… sudahlah,aku sudah ngelupain kejadian itu.Aku juga sudah terbiasa kok di hukum sama guru,bukan cuma sama Bu Sarah saja.Justru saat itu aku kasihan sama kamu.Aku pikir,kalau kamu mengakui itu perbuatan kamu,kamu bakalan punya dua masalah.Memecahkan kaca jendela dan tidak membawa buku PR”Bu Sarah kembali mengelus rambutku.Ku lirik Bu Sarah dan ternyata matanya juga sudah berkaca-kaca.
“Aku juga pernah di tolong sama Brandon.Waktu itu aku tidak membawa buku pelajaran Bahasa Inggris.Tentu kalian tahu hukumannya jika tidak sampai membawa buku pelajaran itu. Dikeluarkan dari kelas dan dua kali pertemuan tidak boleh mengikuti pelajarannya.Lagi-lagi Brandon yang nolongin.Brandon meminjamkanku buku pelajarannya dan dia sendiri di hukum sama ibu.Dikeluarin dari kelas dan dua kali pertemuan tidak bisa ikut mata pelajaran Bahasa Inggris”cerita Nanda memang singkat tapi cukup mebuatku semakin terharu.
“Kalau aku… “John akan memulai bercerita tapi aku segera memotong ucapannya.
“Hey… sudahlah… jangan diteruskan lagi.Kalian pikir dengan kalian bercerita seperti itu akan membuat aku bertahan di sini dan tidak jadi pindah ?? Aku ngelakuin semua itu karena aku sayang sama kalian”aku memandang berkeliling,menatap satu persatu teman-temanku yang telah sekian lama bersamaku,merangkai kenangan indah bersama.Aku menunduk sedih.
“Dengan kalian bercerita seperti ini,itu hanya akan membuatku sangat sedih dan semakin berat untuk meninggalkan kalian.Aku senang membantu kalian,aku juga senang di marahin Bu Sarah”sejenak ku tatap wali kelasku itu.
“Kata ibu,marah adalah salah satu ungkapan sayang dari orang tua kita.Di kelas ini,ibu adalah orang tua kita.Ibu adalah mama Brandon.Brandon ndak pernah di marahin sama mama,Brandon ingin ngerasain bagaimana rasanya di marahin seorang mama.Makanya Brandon sering membuat Bu Sarah marah-marah sama Brandon.Dan itu tandanya ibu sayang sama Brandon,memperhatikan Brandon,berusaha membuat Brandon menjadi anak yang baik dan penurut seperti keinginan seorang mama terhadap anaknya.Brandon minta maaf sama ibu,Brandon sering membuat ibu kesal dengan kenakalan Brandon yang kadang keterlaluan.Brandon… “Bu Sarah memelukku sambil terisak.
“Iya Ndon,ibu sayang sama kamu,ibu juga minta maaf,ibu sering membentak-bentak kamu,marah-marahin kamu.. !!”setelah beberapa saat,Bu Sarah melepaskan pelukannya.Sejenak suasana kelas menjadi hening tanpa suara.Aku lihat Brian beranjak dari kursinya,berjalan ke arahku dan kami saling berangkulan.
“Maafin aku ya.. !!”katanya lirih.Aku melepaskan pelukannya.
“Aku yang minta maaf,kamu dan John yang paling sering aku jailin”aku tersenyum ke arah Brian.Teman-temanku yang lain ikut beranjak dari bangkunya mengerubungi aku dan Bu Sarah.Semua berdesak-desakan di depan kelas membuat aku yang berada di tengah-tengah kerumunan merasa sesak nafas.Aku mencoba keluar dari kerumunan teman-temanku yang masih larut dalam suasana haru.Aku merangkak di antara kaki-kaki teman sekelasku.Dan.. Huuaaaa…. Bebas juga akhirnya.Aku duduk di sebuah kursi di belakang teman-temanku sambil memperhatikan mereka yang masih berkerumun.Mereka tidak sadar kalau aku sudah menghilang di antara kerumunan itu.Beberapa saat kemudian satu persatu mereka melepaskan pelukannya.
“Ehmm… sudah selesai nih ceritanya ??”sahutku dari bangkuku membuat semua mata temanku menoleh padaku.
“Branndoonnn… !!! Dalam suasana kayak gini kamu masih saja ya… Dasar nakaalll… !!”teriak Bu Sarah sambil menahan tawanya tapi matanya masih terlihat sembab.Hehehe…
Teman-temanku mengejarku dan habislah aku di gelitikin dan di cubitin rame-rame .. Hehehehe….
***
Teman,Kawan dan Sahabat
Teman,dengarkanlah suara itu,
Suara angin menerpa ujung dedaunan
Menimbulkan gemerisik seolah menyanyikan
Indahnya lagu persahabatan
Kawan,dengarkanlah alunan itu,
Alunan ombak menyeruak pantai.
Menimbulkan suara gemuruh seperti melantunkan
indahnya cerita tentang kesetia kawanan
Sahabat,akankah aku selalu ada di hatimu ??
Ataukah akan terkubur seiring berjalannya waktu ??
Biarkanlah hati kita tetap bersatu dan saling merindu
Teman,Kau memberikan rasa tentram dan aman
Membuat hatiku tenang dan nyaman
Kawan,
Kasihmu tak habis di telan waktu dan zaman
Bagiku engkau adalah seorang pahlawan
Sahabat,
Satu hati pembangkit semangat
Menyembuhkan laksana obat,
Lebih dari sekedar teman dekat ataupun kerabat
Teman,meski nanti kita sudah tidak lagi bersama,
Namun biarkanlah hati kita tetap beriringan.
Kawan,walaupun esok hari kita tidak lagi bertemu,
Tetapi engkau akan selalu ada dalam ingatan
Sahabat,biarpun kita tak mungkin lagi berjumpa,
Namun biarkanlah jiwa kita terikat erat tanpa karat
Bersama kita bisa dan tetaplah berusaha untuk meraih impian.
By: Brandonizer Station
Special to : Brandon De Angelo and all Brandonizer !!
Tetep kompak yaa… !!!
Inget motto kita !!!
BNZ … !!! KOMPAK ABBEEZZZ… !!!
Hehehe…
Ruang kelasku sudah ramai dihuni oleh para orang tua siswa.Kami sendiri,para murid menunggu di luar kelas sambil menguping Bu Sarah yang sedang memanggil nama-nama muridnya.Ketika nama salah seorang siswa di panggil maka si orang tua akan maju ke depan untuk mengambil raport hasil ujian semester anaknya.Aku duduk di bangku yang ada di koridor kelas.Sayup-sayup aku mendengar Bu Sarah memanggil nama-nama murid sesuai absen.
Oh iya,sedikit saran buat para BNZ,nanti kalau sudah punya momongan ngasih namanya jangan dari abjad A atau Z karena biasanya di sekolah guru akan mengabsen murid dari abjad A atau Z duluan,mending kalau ngabsen buat di bagi duit.Lha ini.. di suruh ngerjain tugas atau soal ke depan kelas.Kan nggak enak kalau langsung maju ke depan tanpa ada persiapan terlebih dahulu...Hehehehe... GUBRAKK !! Gak penting ya ?? :D
Tidak berselang lama papaku sudah keluar kelas sambil menenteng raportku yang bersampul merah.Papa menghampiriku,Aku berdiri menunggu berita dari papa.
"Selamat sayang,juara kelas masih sama kamu !!"papa memelukku sambil mengelus rambutku.Aku hanya diam mematung,tak membalas pelukannya.
"Papa mau ke ruangan kepala sekolah dulu,mengurus kepindahan kamu" papa melepaskan pelukannya.Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa.Aku tidak tahu perasaan apa yang timbul di benakku.Senang, sedih, kecewa, risau... entahlah .. aku bingung !! Aku menatap papa yang sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah tanpa ekspresi.Setelah sosok papa hilang di koridor kelas,aku kembali duduk di bangku tadi.
"Wooyyy ... !!! Ngelamun aja !! Mikirin opo toh ??"Brian membuatku tersentak.
"Selamat yoo.. Rangking 1 maning.. Koncoku iki emang paling T.O.P !! Supper Abbeess.. !!"Brian menirukan iklanku.Hehehe...
"Kamu rangking berapa ??"tanyaku.Brian mengangkat tangannya, memperlihatkan lima jarinya.
"Lima ??"tanyaku lagi.Brian menggeleng dan dia mengangkat kembali tiga jari dengan tangan yang satunya.
"Delapan !!"teriaknya sebelum aku sempat menjawabnya sambil tersenyum.
"Lumayan.. naik dua peringkat dari semester kemarin. Hehehe.. !!"Brian tertawa senang membuat aku ikut tersenyum.
"John bagaimana ?? " tanyaku setelah Brian menempatkan badannya di samping tempat dudukku.
"Belum tuh .. masih ngantri !! yang di panggil baru sampai abjad E !!"katanya lagi.
"Hai Ndoonnn.. !!! Selamat ya.. !! Wah .. aku ndak bisa ngerebut posisi kamu !!" Kartika dan teman-temannya Mita, Nissty, dan Nanda (semuanya BNZ.. Hehehe .. ) menghampiriku memberikan selamat atas keberhasilanku.
"Lho.. kok murung Ndon ?? biasanya kamu langsung ngajak teman-teman kamu buat minta di traktirin. Hehehe... !!" Nissty menggodaku.
"Ndon.. !! minta nomor HP kamu dong.. !! Nanti kan kalau ada PR bisa calling-callingan!"Mita memainkan tangannya seperti sedang menelepon yang langsung mendapat teriakan "Huu..." dari Kartika,Nissty dan Nanda.
"Aku ndak punya HP,papaku ndak mau mbeliin.. !!"jawabku masih tanpa ekspresi.
"Nomor aku aja mau ndak ??" tawar Brian.
"Hmm... boleh deh buat nambah-nambah nomor,soalnya kontakku baru sedikit. Hehehe... !"Mita tertawa di ikuti ketiga temannya.
"Yee.. percuma kalau buat pajangan doank !!" Brian memonyongkan bibirnya.
"Yo wess kalau kalian mau aku traktir. Kita ke kantin nyookk .. !! tuh si John udah nerima raport !!" aku beranjak dari kursi dan mengajak mereka ke kantin.Eh yang di ajak malah diam sambil berpandangan satu sama lain.
"Serius Ndon ??"tanya Nanda, Mita, Nissty dan Kartika berbarengan.
"Ndak mau ??? Ya sudah ndak jadi .. !!"aku kembali duduk di bangku.
"Eh... bukan gitu.. tumben saja kamu mau nraktir,biasanya minta di traktir. Hehehe ... !!" Nanda terkekeh dan akupun ikut tertawa.
"Sekali-kali ndak apa-apa kan ??"kataku.
"Ya udah... Berang-berang ikutan Indonesia Mencari Bakat ... Berangkaattt ... !!!"Nissty berpantun.
"Ndak nyambuuung... !!"teriak aku dan yang lainnya kompak.
Yah.. mungkin ini terakhir kalinya aku bisa bersama mereka di sekolah ini.Menyenangkan hati teman-temanku.Kami bergerak menuju kantin dengan langkah seperti sedang mengikuti lomba baris-berbaris.
PROKK.. PROKK.. PROKK !!
GUBRAK ... !!!
Brian terjatuh karena tali sepatunya terinjak olehku. Hahahaha...
***
Pulang dari sekolah,aku langsung melemparkan tas ku ke tempat tidur.Tanpa mengganti seragam,ku rebahkan tubuhku.. pikiranku masih melayang entah kemana.Berkumpul dengan teman-temanku tadi cukup membuatku tersenyum sendirian.Moment terakhir di SD PH 1.
"Brandoonnn.. !!! ke sini sebentar.. !!" panggilan papa membuyarkan lamunanku.Aku langsung beranjak menuju ruang kerja papa.Oh iya,ruang kerja papa tuh seperti studio .Ruangannya kedap suara.Ada peralatan musik yang lengkap sekali di sini.Dari mulai sound system, drum, bass, guitar, keyboard, gendang, seruling bambu, saxophone, ukulele, harpa, gamelan, sasando sampai alat musik yang biasa di pake buat ngamen di lampu merah,yang terbuat dari tutup botol minuman di pakuin ke kayu juga ada lho... Halaaahh... ada-ada saja koleksi si papa.Tapi aku hanya menguasai piano saja.Sesekali belajar drum,lumayan lah hasilnya kalau gebukin kasur yang lagi di jemur jadi ada ritme-nya.Hehehehe...
"Ada apa Pa ??"tanyaku setelah duduk di kursi seberang meja papa.
"Lho.. kok belum ganti seragam ?? besok kan masih dipakai !!"kata papa sambil membuka kacamatanya.
"Memangnya Brandon ndak jadi pindah Pa ??"tanyaku bersemangat.
"Jadi.. tapi kamu kan belum dapat seragam jadi untuk sementara kamu pakai seragam yang itu dulu !!"jawaban papa membuatku kembali lemas.
"Kamu masih marah ya sama papa ??"tanya papa sambil memandangku.
"Ndak kok pa,cuma Brandon masih bingung kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance !!"jawabku sambil menunduk menatap kolong meja.Papa menghela nafas panjang.
"Ndon,papa minta maaf,untuk saat ini papa tidak bisa bercerita sama kamu,tapi yang pasti papa ngelakuin ini karena papa sayang sama Brandon!!" papa menggenggam tanganku di atas meja,mencoba meyakinkan aku.
"Selalu saja bilang kayak gitu!" bathinku bergumam. "Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri,apa ini ada hubungannya dengan mama ??" pikiranku mulai menjalar kemana-mana.
***
Aku berjalan di koridor sekolahku yang baru.SD Permata Hati 2,di temani wali kelasku yang cantik.Bu Rianti namanya (Rianti Cartwright .. Hehehe bener gak sih nulis namanya ?? :D ). Oh iya,SD Permata Hati 2 ini letaknya lebih dekat dengan rumahku,sekitar setengah kilometer.Kalau SD Permata Hati 1 tiga kali lipat jaraknya.Jadi aku bisa berangkat ke sekolah ini dengan berjalan kaki ataupun naik sepeda.Sebagian besar murid-murid di sini berangkat dan pulang sekolah dengan bersepeda.
Bu Rianti menuntunku memasuki salah satu ruang kelas.Kelas 4.Suasana yang sangat berbeda dari kelasku sebelumnya langsung ku rasakan.Biasanya,di SD PH 1 para murid sedang asyik-asyiknya beraktifitas tidak karuan.Di sini,semua murid telah rapi dan siap mengikuti pelajaran walaupun bel masuk baru saja berbunyi.
"Berdiri .. !!"teriak salah seorang siswa saat aku dan Bu Rianti baru saja masuk ke ruang kelas.Semua murid serentak berdiri dari kursinya masing-masing.
"Beri salam.. !!" teriak siswa tadi lagi,mungkin itu sang ketua murid (KM).
"Selamat Pagi Bu.. !!" seluruh siswa-siswi memberikan salam denganm kompak.
"Pagi anak-anak !! Silahkan duduk !!"jawab Bu Rianti dan semua murid pun kembali duduk di kursinya masing-masing.
"Pagi ini kita kedatangan teman baru pindahan dari SD 1 Permata Hati.Ayo Brandon,perkenalkan diri kamu ke teman-teman baru kamu !!"Bu Rianti mempersilahkan aku.Semua murid berbisik-bisik,tertawa kecil,entah apa yang mereka bicarakan.
"Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun, saya suka nge-dance dari umur 6 tahun.Eh... salah ya ?? hehehe.. kenalin, nama lengkapku Brandon De Angelo, panggil saja Brandon.Pindahan dari SD 1 Permata Hati.Senang bertemu kalian !!"sapaku yang langsung di sambut cekikikan murid-murid.
"Silahkan ada yang mau di tanyakan sama Brandon ??"Bu Rianti memberikan kesempatan kepada semua muridnya untuk bertanya padaku.Sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku.
"Alamat rumah Bu !!" celetuk anak perempuan yang duduk di sudut ruangan.
"Nomor HP !!" teriak teman yang duduk di depan anak tadi.
"Nomor sepatu !!" teriak yang lain.Semua anak mulai ikut berteriak.
"Hobinya apa ??"-
"Makanan favorit ??"-
"Tanggal lahirr ... !!" pertanyaan yang tak satupun ku jawab terus terlontar dari seisi kelas.
"Sudah punya pacar beluumm ??"teriak salah seorang siswi.
"Huuuu.... hihihihi... "semua tertawa cekikikan.
"Hey.. sudah.. sudah.. !! kalian ini ya .. Maaf ya Brandon, di sini memang seperti ini!"Bu Rianti hanya tersenyum menanggapi ulah murid-muridnya.Wahh.. kalau Bu Sarah pasti hancur meja guru di gebraknya.Hehehe... ternyata suasana di kelas ini mulai terasa sama dengan kelasku di sekolah sebelumnya.
"Ndak apa-apa Bu !! Aku senang bisa cepat akrab !!"sahutku di sambut senyuman manis Bu Rianti.
"Ya sudah,sekarang kamu duduk di samping Andz ya .. !!" (Andz BNZ... Tuh.. udah w kabulin permintaan lo Andz.. jangan ngomel-ngomel lagi.. Hahahaha... ).
Aku berjalan menuju bangku yang di tunjuk Bu Rianti.Agak ke belakang.Seorang murid menyambutku dengan senyumnya yang langsun ku balas dengan senyumku pula.Setelah berkenalan dengan Andz,teman sebangkuku,kami tak sempat lagi berbicara banyak karena Bu Rianti sudah mulai berpidato.
"Anak-anak,hari ini kita belajar belum efektif,kepala sekolah memberikan kesempatan kepada semua murid untuk mempersiapkan diri mengikuti acara 'KREATIFITAS ANTAR KELAS' yang akan di laksanakan hari Senin depan.Tahun lalu kita kalah dan kelas 5 yang mendapat predikat juara.Tahun ini kita harus merebut predikat itu".Bu Rianti menjelaskan apa yang tidak aku mengerti.Aku berbisik pada Andz.
"Acara apa sih ??" tanyaku mencolek lengan Andz.
"Di sini setiap tahun di adakan lomba kreatifitas,bisa menyanyi, menari, melukis, main musik,pokoknya dari setiap kelas menampilkan kesenian yang beragam.Dan yang mendapat nilai terbaik dari seluruh para guru akan menjadi pemenangnya.Bagi yang kalah ada hukumannya yaitu membersihkan kelas pemenang seminggu sekali selama satu semester" Andz menjelaskan.
"Wah kasian donk kelas 1 atau 2 !!"aku memotong penjelasan Andz.
"Kelas 1 dan 2 tidak ikut.Cuma kelas 3,4 dan 5 sedangkan kelas 6 kan sedang sibuk mempersiapkan diri buat ujian kelulusan"aku manggut-manggut mendengar keterangan dari Andz.
"Brandoonn.. !!" panggil Bu Rianti mengagetkanku.Tapi dia tidak membentak,suaranya tetap lembut,kalau Bu Sarah.. Wahh.. suaranya bisa bikin gempa lokal.Hehehe..
"Iy... iya Bu !!" jawabku gugup.
"Kamu mau ikut sayang ?? mungkin kamu bisa main musik, menyanyi, menari, menggambar, atau apa saja ??"tanya Bu Rianti.
"Main piano Bu !!"jawabku membuat Bu Rianti melemparkan senyum manisnya.
"Woww.. baiklah . Kamu ikut ya ??"Bu Rianti tampak senang.
"Iya Bu !!"sahutku mantap.
"Oh iya anak-anak,besok kita kebagian tugas membersihkan ruangan kelas 5 pemenang tahun kemarin untuk yang terakhir kalinya (tentunya tahun kemarin masih kelas 4).Jadi yang belum kebagian membersihkan ruangan kelas 5 besok jangan pulang dulu ya !! termasuk Brandon. Oke sayang ??"tanya Bu Rianti menatapku.Aku ingin protes tapi aku merasa nggak enak.Masa baru masuk sekolah ini sudah berani memprotes guru ?? dan akhirnya ku "iya" kan saja dengan anggukan kepalaku.
Mulailah kami sibuk berlatih untuk persiapan lomba senin depan.Ada yang menyanyi, menari, menggambar, aku hanya memperhatikan saja karena di sini tidak ada keyboard atau piano yang bisa ku mainkan.
"Andz.. !!"panggilku. Andz yang sedang sibuk menghafal sebuah lagu menoleh ke arahku.
"Ono opo ??"tanyanya.
"Toilet di mana ya ?? aku kebelet !!"jawabku menahan pipis.
"Di dekat kelas 5 !! Mau ku antar ??"Andz menawarkan.
"Ndak usah.. aku tahu kok !! tadi sempat lewatin kelas 5" aku beranjak dari bangkuku.Setelah meminta izin kepada Bu Rianti,aku berlari menuju toilet siswa.
Setelah melewati beberapa koridor akhirnya aku sampai di koridor kelas 5.Dari sana aku berbelok ke sebuah lorong dan di situ berjejer toilet murid.Dua toilet putra dan dua toilet putri.Tapi...
"Aduhh.. kok toilet siswa terkunci semua sih ??"gerutuku masih menahan pipis.
"Hmm... toilet putri ada yang kosong nih satu"gumamku. Aku celingak-celinguk melihat keadaan sekeliling. Aman !!! Aku masuk saja ah.... hehehe...
Tak lama berselang aku keluar dari toilet dan di saat bersamaan seorang murid perempuan juga baru keluar dari toilet yang satunya.Dia pun kaget melihat aku yang baru saja keluar dari toilet murid perempuan.
"Hey.. !! itu kan toilet putri,kenapa kamu masuk ke situ ??"tanyanya memandangku heran.Aku menjadi gugup dan salah tingkah.
"Sorry , tadi aku kebelet jadi ndak lihat tulisannya !!"aku menunjuk tulisan "Toilet Putri" di pintu toilet yang tadi aku masuki.Dia memandangku dari ujung rambut sampai sepatu.
"Kamu murid baru ya ?? seragam kamu lain !!" katanya dengan muka jutek.Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia sudah melanjutkan omongannya.
"Baru masuk sudah melanggar aturan !! Aku laporin kepala sekolah nih !!"ancamnya.
"Eh jangan dong.. !! aku kan ndak tahu !!"jawabku berbohong.
"Memangnya kamu kelas berapa ??"tanyanya lagi.
"Huh .. bawel banget sih .. !!" bisikku dalam hati. "Kelas 6, kenapa memangnya ??"tanyaku dengan nada ketus.
"Oh.. maaf deh kak !!" giliran dia yang jadi salah tingkah.Aku tersenyum geli ketika dia memanggilku "kakak".
"Ya sudah .. aku masuk dulu ..!! jangan bilang-bilang lho !! Awas kalau bilang!" anak itu hanya mengangguk takut.Akupun berjalan meninggalkannya.Tapi ketika aku berbelok ke arah koridor menuju kelasku,dia berteriak.
"Heyy Kak !! kelas 6 kan ke arah kiri kok ke kanan ??"teriaknya heran.Aku membalikkan badanku dan tidak kehilangan akal akupun menjawab.
"Terserah kakak dong mau kemana dulu,bukan urusan kamu !!"teriakku juga.Aku bergegas meninggalkan dia yang masih mematung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kakak ?? Hihihi... !!" gumamku geli.
Aku langsung masuk ke dalam kelas karena pintunya memang di biarkan terbuka lebar.Ku lihat teman-teman baruku sedang sibuk membereskan buku masing-masing.Tidak tampak Bu Rianti di kelas ini.Aku bertanya pada salah satu teman baruku yang belakangan ku ketahui bernama Adhie (Adhie BNZ ... hehehe )
"Eh.. kok pada beres-beres ? Bu Rianti kemana ??tanyaku pada Adhie yang sudah menggendong tas ranselnya.
"Hari ini ada rapat guru,jadi kita di suruh pulang lebih awal !! Aku duluan ya .. !!"Adhie berlari menuju pintu kelas.Aku berjalan menuju bangkuku dan di sana sudah tidak ada tas ransel Andz.
"Hmm.. sudah pulang duluan rupanya .. !!" gumamku.Ku bereskan bukuku dan setelah yakin tidak ada yang ketinggalan,aku bergegas mengikuti yang lain menuju pintu keluar kelas.Aku jadi teringat sekolah lamaku.
"Wah bagaimana ya suasana di kelas 4 SD 1 tanpa aku ?? pasti tenang dan nyaman .. !! Hihihi ... "aku terkikik sendirian.Wah untung nggak ada yang lihat.Hahaha.. "Hmm.. mungkin sekarang waktu yang tepat untuk berpamitan sama teman-teman di SD 1,aku mau ke sana dulu ah.. !!"pikirku mantap.
Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang sekolah,aku tiba di jalan raya.Ku hentikan sebuah kendaraan umum dan aku duduk di depan,di samping Pak Supir yang tampaknya sedang asyik menikmati lagu dangdut yang di putarnya lewat sebuah tape mobil.Pandanganku lurus ke depan memandang jalan tapi telingaku ikut mencerna bait demi bait lagu dangdut yang di putar Pak Supir.
#Mengapa kau datang lalu pergi lagi
Hati sudah gembira kini sunyi lagi
Mengapa kau datang hanya dalam mimpi
Hingga bayanganmu terlintas di hati
Datanglah oh datanglah
akan ku sambut mesra
Janganlah oh janganlah
Kau biarkan ku merana
Idaman hati….#
“De,kok senyam-senyum sendiri ??Hayoo.. lagunya enak ya ??”pertanyaan Pak Supir mengagetkanku.
“Eh… n.. ndak apa-apa kok pa !!”jawabku gugup sambil membenarkan posisi dudukku.
“Nih mau berangkat sekolah apa pulang ??di bilang berangkat,udah siang,pulang juga kepagian”pak Supir mulai mengajakku ngobrol.
“Baru mau berangkat Pak !!”jawabku asal.
“Hayoo.. kesiangan ya ??di SD Permata Hati 1 ya ??”Tanya Pak Supir lagi sambil membelokkan mobilnya membuat badanku sedikit terguncang.
“Kok tahu Pak??”aku balik bertanya sama si bapak itu.
“Kelihatan dari seragamnya,anak bapak kan sekolah di sana juga.Kelas 4.. Namanya … !!”Pak Supir menyebutkan nama salah seorang murid perempuan yang tentu saja aku kenal.
“Oh iya,saya tahu Pak,saya juga kelas 4 kok !!”jawabku.
“Wah.. teman sekelas rupanya… anak saya sering bilang kalau dia punya teman sekelas yang jail dan nakal,aduh saya lupa nama anak itu.Tapi menurut dia anak itu pintar dan ganteng.Anak saya memang senang bercerita tentang sekolahnya”aku hanya manggut-manggut mendengar si Bapak bercerita.
“Terus anak itu juga kadang baik banget,kalu nggak salah,nama anaknya Ndon apa Nden ya ??Aduhh.. pasti kamu kenal !!”si Bapak garuk-garuk kepala mengingat-ingat cerita anaknya.
“Iya Pak kenal.. namanya Brandon De.. !!”
“Naahhh.. bener Brandon !!”teriaknya memotong ucapanku.
“Nak Brandon itu pernah ngasih tas ke anak saya.Waktu itu Bapak ndak punya uang buat beli tas sekolah anak Bapak yang mulai rusak.Eh waktu sepulang sekolah dia senang sekali punya tas baru.Katanya di kasih sama nak Brandon !! wah kalau ketemu nak Brandon,bapak ingin ngucapin terimakasih sama dia !!” cerita si Bapak ini membuatku tersenyum sendirian,lalu memoriku berjalan pada kejadian sebulan yang lalu.Hehehe…
Saat aku ulang tahun,aku dapat hadiah lumayan banyak.Salah satunya tas yang aku kasih temanku.Aku kasihan saat melihat tasnya yang sudah usang dan mulai sobek.Waktu aku ngasihin tas itu,awalnya dia sempat menolak,mungkin dia merasa malu dan minder.Tapi akhirnya dia mau juga menerima tas pemberianku setelah aku berjanji tidak akan bercerita kepada siapapun.Tas itu pemberian dari Om Jun,papanya Baim.Sampai sekarang tas itu masih di pakai sama temanku.Senang sekali rasanya bisa membantu orang lain.
“De.. kok ngelamun ?? sudah sampai nih !!”pak Supir mengagetkanku.
“Oh iya.. ini Pak ongkosnya !!”aku menyodorkan selembar uang lima ribuan.
“Ndak usah De,sudah ambil saja buat jajan”Bapak itu menolak uangku.
“Jangan Pak !! ini rezeky anak Bapak,Bapak kan nyari uang !!”aku memaksanya dan dia tetap menolak.Ku tinggalkan saja uangku di dekat kaca depan lalu aku sendiri langsung keluar dari mobil.
“De.. kembaliannya… !!”teriak Pak Supir.
“Ambil saja buat Bapak .. !!”teriakku juga sambil berlari masuk ke gerbang sekolah.Aku berjalan di koridor kelasku yang dulu.Suara Bu Sarah mulai terdengar sedang berdialog dengan teman-temanku.Aku ragu untuk masuk,aku hanya mematung di depan pintu kelas,menguping pembicaraan mereka.
“Ah… ndak mungkin Brandon pindah Bu !! dia kemarin ndak cerita sama saya Bu !!“itu suara Brian.
“Ibu juga baru tahu tadi pagi dari kepala sekolah !!”jawab Bu Sarah.
“Kok dia ndak pamitan sama kita sih Bu ??”aku kenal itu suara siapa,Nissty.
“Iya Bu,padahal kemarin kita makan bareng-bareng di kantin!!”Nanda melanjutkan.
“Brandon sakit kali Bu !!”Mita ikut menambahkan.
“Sudah berapa kali ibu bilang,Brandon benar-benar sudah pindah sekolah.Bukan kalian saja yang merasa kehilangan Brandon,tapi ibu juga.Mungkin kalian melihat ibu selama ini sering marah-marahin dia,menghukum dia,itu karena ibu sayang sama Brandon.Ibu ingin Brandon menjadi anak yang baik,nggak jail,penurut.Tapi.. yah mungkin itu sudah sifatnya Brandon.Ibu tahu dia anak yang baik,rajin, apalagi membantu papanya.Dulu ibu pernah ke rumah Brandon,niat ibu buat ngadu ke papanya kalau Brandon nakal sekali di sekolah.Sampai di rumahnya ibu hanya bertemu dengan papanya.Pas ibu tanya kemana Brandonnya,papanya bilang kalau dia sedang nyuci piring.Ibu sedikit kurang percaya sama yang di bilang papanya Brandon.Tapi nggak lama kemudian,Brandon keluar dari dapur sambil menenteng ember berisi air dan kain pel.Eh.. melihat ibu sedang mengobrol dengan papanya,Brandon kaget sampai-sampai ember yang penuh dengan air di jatuhkannya.Hahaha.. mukanya langsung merah karena malu.Mungkin dia gengsi,masa anak yang terkenal nakal dan jail ngepel rumah ??”Bu Sarah mengakhiri ceritanya.Di balik pintu kelas aku tersipu malu mengingat kejadian itu.
“Bu,kira-kira ibu tahu ndak kenapa Brandon pindah sekolah ??”suara Mita,bertanya pada Bu Sarah.
“Ibu tidak tahu,tiba-tiba saja tadi pagi Pak Kepsek ngasih tahu ibu kalau Brandon sudah pindah sekolah.Hari ini mungkin dia sudah masuk di sekolah barunya”Bu Sarah berkata lirih.Di balik pintu aku tidak bisa melihat ekspresi Bu Sarah.Apa Bu Sarah benar-benar merasa kehilangan aku ?? Ah… aku juga sebenarnya tidak mau pindah dari sini meninggalkan kalian semua.
Papa,kenapa papa pisahin Brandon dengan teman-teman Brandon?? Guru Brandon ?? siapa yang sebenarnya salah ?? samapai kapan papa mengekang Brandon seperti ini ?? Brandon hanya ingin papa mengerti kemauan Brandon.Apa Brandon yang terlalu egois ?? Terlalu memaksakan keinginan Brandon ?? Brandon bingung dengan semua ini.Brandon ingin penjelasan dari papa kenapa Brandon nggak boleh nge-dance ?? Aarrghh… ku pejamkan mataku,emosiku mulai timbul dan tanpa sadar aku memukul pintu kelas.
“BRUKK… !!!”
“Siapa itu ??” suara Bu Sarah mengagetkanku.Segera saja ku hapus air mata yang terasa sudah ada di sudut mataku dengan cepat.Terdengar langkah Bu Sarah mendekati pintu.
“Brandonn.. !!”Bu Sarah tampak terkejut melihatku.Aku memberikan senyumku.Sejenak dia menatapku dan tiba-tiba saja Bu Sarah memelukku.
“Kamu tidak jadi pindah kan sayang ??”tanyanya sambil mengelus rambutku.Aku merasa nyaman di pelukannya.Ini pertama kalinya Bu Sarah memelukku.Aku seperti mempunyai… mama !!
“Justru Brandon ke sini mau pamitan sama ibu dan teman-teman Brandon Bu!!”Bu Sarah melepaskan pelukannya,kembali menatapku sejenak lalu menuntunku berjalan ke depan kelas.Teman-temanku masih terpaku menatapku.Aku berusaha untuk tersenyum.
“Kenapa pindah Ndon ??”belum sempat aku berkata-kata,Nissty sudah melemparkan pertanyaan kepadaku.Aku menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
“Papaku sibuk,jadi dia ndak bisa nganterin aku setiap hari ke sekolah.Papa selalu khawatir kalau aku pulang sendirian.Jadi,papa memutuskan aku untuk pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah supaya aku bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa di antar jemput.Mukaku ‘kan unyu dan imut,jadi papa takut ada yang nyulik aku.Hehehe… !!”aku mencoba berkelakar membuat teman-temanku tersenyum kecil.
“Kelas ini bakalan sepi tanpa kamu Ndon !!”Nanda menatapku seolah-olah mengisyaratkan supaya aku tetap di sekolah ini.
“Maksudnya sepi tuh tenang ??Ndak ada yang bikin keributan ?? Hehehe… !!”aku mencoba kembali bercanda tapi kali ini tak ada yang tertawa.Huuhh… percuma saja aku melawak.Hahaha…
“Ndon kamu inget ndak ??kamu sudah merubah aku seperti sekarang ini !!”suara Mita berapi-api membuat rambut Nanda yang duduk di depannya hangus terbakar.Haa.. ?? (Hiperbola paling Lebomm !!)
“Sudahlah Mit jangan di bahas.Aku ke sini cuma mau minta maaf sama kalian semua atas kejailanku selama ini !!”aku memotong ucapan Mita yang arah pembicaraannya sudah aku ketahui.Tapi rupanya dia ingin terus melanjutkan ceritanya.
“Teman-teman,kalian tahu aku baru 6 bulan berada di sini bersama kalian.Tentu kalian masih ingat pertama kali aku masuk ke kelas ini sifatku seperti apa.Pemalu,minder, lebih senang sendiri daripada berbaur dengan kalian.Aku tidak peduli dengan semua yang ada di kelas ini.Tidak peduli kalian memahami atau tidak pelajaran yang diberikan Bu Sarah.Aku selalu menolak jika kalian meminta bantuanku untuk menerangkan soal.Sampai akhirnya Brandon menyadarkan aku dengan kejailannya.Setiap hari dia menjailiku.Menaruh permen karet di kursiku, menyembunyikan makan siangku dan menggantung tasku di tiang bendera.Semua itu membuatku benci sama dia.Aku sempat berpikir untuk pindah sekolah lagi.Aku takut di jailin terus sama Brandon.Membuatku takut ternyata itu tujuan dia.Sampai suatu hari aku di paksa Brandon untuk membantu teman-teman mengerjakan soal-soal.Hal yang paling aku benci.Aku sempat menolak kemauannya,tapi Brandon mengancam akan terus menjailiku kalau aku menolak perintahnya.Akhirnya dengan terpaksa aku membantu kalian mengerjakan soal, mengajari kalian rumus-rumus yang tidak kalian mengerti.Awalnya aku memang kesal,tapi lama kelamaan aku merasa senang bisa membantu kalian semua.Sejak saat itu dengan senang hati aku siap menolong kalian yang meminta bantuanku.Begitu juga sebaliknya,aku juga tidak segan meminta bantuan kalian.sekarang aku punya Nissty,Nanda,Kartika, sahabat-sahabat baikku yang selalu ada saat aku senang dan sedih.Sampai sekarang Brandon tidak pernah menjailiku lagi.Sungguh cara yang tidak terpikirkan olehku,dengan kejailannya dia bisa merubahku menjadi seorang penolong dan lebih baik di mata teman-teman semua.Aku berterima kasih sama kamu Ndon !!”Mita mengakhiri ceritanya.
“Ah.. Mita terlalu berlebihan,kamu berubah ya itu karena kemauan kamu sendiri,bukan karena aku.Iya kan Bu ??”aku menengok Bu Sarah,meminta dukungannya.
“Iya.. tapi kamu juga berperan besar lho.. !! Eh tapi ibu bingung kenapa kamu sendiri dari dulu nggak berubah-berubah ??Tetap nakal dan jail.Ibu jadi heran !!”Bu Sarah mengerutkan keningnya.
“Ndak usah heran Bu,seperti yang Brandon bilang tadi,harus ada keinginan untuk berubah.Nah, sayangnya sampai sekarang Brandon belum mau berubah Bu.Hehehehe… !!”aku terkekeh dan teman-temanku mulai bisa ikut tertawa bersamaku.
“Kamu ini,pinter banget ya ngejawabnya.. !!”Bu Sarah mengacak-acak rambutku.
“Ndon,kamu inget ndak insiden kaca pecah ?? Tentu teman-teman masih ingat kejadian itu.Sebenarnya yang mecahin kaca jendela itu aku,bukan Brandon !!” Nissty mulai bercerita.
“Niss… !!”sahutku mencoba melarang Nissty melanjutkan ceritanya.Tapi Nissty lebih dulu memotong ucapanku.
“Tunggu Ndon,aku belum selesai cerita,mungkin ini saatnya untuk aku mengakui kesalahanku setelah sekian lama kita rahasiakan”semua mata tertuju sama Nissty,termasuk Bu Sarah.
“Waktu itu,pagi-pagi sekali aku sudah sampai di sekolah.Saat masuk ke dalam kelas,aku lihat Brandon sudah berada di bangkunya.Dia sedang asyik menulis,mungkin sedang mengerjakan PR.Setelah aku menyimpan tasku,aku keluar menuju toilet dan hanya ada Brandon di kelas ini.Sampai aku kembali ke kelas,teman-teman yang lain belum juga berdatangan.Kuputuskan untuk kembali memeriksa PR ku.Tapi saat ku buka tasku,aku terkejut karena buku PR ku tidak ada.Padahal aku yakin tadi pagi buku itu telah aku masukkan ke dalam tas.Ku lihat Brandon masih asyik dengan kegiatannya.Mengacuhkan aku seolah-olah aku tidak ada di sana.Dia tetap menulis sambil bersiul-siul membuat aku langsung mencurigai dia.Tanpa beranjak dari bangkuku,aku berteriak dan langsung menuduhnya.Tentu saja Brandon tidak mengaku,dia bilang tidak tahu menahu dengan buku PR ku.Setelah berdebat cukup lama aku menjadi kesal dan mengambil penghapus papan tulis.Aku mengancam akan melempar dia dengan penghapus kalau tetap tidak mau mengaku kalau dia sudah mengambil buku PR ku.Tapi percuma saja,dia tetap bersikeras dan tidak mengaku.Aku yang sudah kesal segera melempar penghapus itu ke arahnya.Tapi dia berhasil menghindar dan.. penghapus itu malah mengenai kaca jendela yang ada di sampingnya sampai membuat kaca itu pecah berantakan.Waktu itu aku sangat ketakutan,takut dimarahi Bu Sarah.Aku menangis saking takutnya.Brandon hanya terdiam memandangi pecahan kaca jendela,sesekali dia menatapku yang masih menangis.Satu persatu teman-teman mulai berdatangan.Tentu saja semuanya langsung heboh melihat kaca jendela sudah pecah dan Brandon menjadi sasarannya.Semua menyangka Brandonlah yang memecahkan kaca jendela itu.Aku pikir Brandon pantas menerima tuduhan itu karena gara-gara dia juga aku memecahkan kaca jendela.Tapi aku menjadi sangat merasa bersalah saat adik kelasku yang dekat dengan rumahku datang membawa buku PR ku.Kata dia,ibuku menitipkannya karena buku PR ku ketinggalan di meja makan.Saat itu rasanya aku ingin pulang saja.Aku malu sama Brandon.Tapi belum sempat aku beranjak meninggalkan kelas,Bu Sarah sudah berada di dalam kelas dan langsung bertanya siapa yang memecahkan kaca jendela.aku ingin mengaku,tapi aku takut,bibirku terkunci rapat,aku takut di hukum.Tentu saja semua mata tertuju sama Brandon yang terkenal nakal dan jail,aku melirik Brandon.Dia tertunduk,tidak berani menatap Bu Sarah dan saat itulah Bu Sarah membentaknya.Dan ah… kenapa sih Ndon,saat itu kamu ndak terus terang saja sama Bu Sarah dan bilang kalau aku pelakunya.Kamu malah mengakui perbuatan yang ndak kamu lakuin.Kamu rela di hukum lari 20 putaran lapangan basket demi aku yang sudah menuduhmu.Kamu itu… “Nissty berhenti bercerita ,mencoba menahan air mata yang mulai menghiasi sudut matanya.Aku tertunduk mendengar pengakuannya.Kejadian yang sama sekali sudah lama aku lupakan kini mulai menjadi cerita yang utuh di memoriku.
“Niss… sudahlah,aku sudah ngelupain kejadian itu.Aku juga sudah terbiasa kok di hukum sama guru,bukan cuma sama Bu Sarah saja.Justru saat itu aku kasihan sama kamu.Aku pikir,kalau kamu mengakui itu perbuatan kamu,kamu bakalan punya dua masalah.Memecahkan kaca jendela dan tidak membawa buku PR”Bu Sarah kembali mengelus rambutku.Ku lirik Bu Sarah dan ternyata matanya juga sudah berkaca-kaca.
“Aku juga pernah di tolong sama Brandon.Waktu itu aku tidak membawa buku pelajaran Bahasa Inggris.Tentu kalian tahu hukumannya jika tidak sampai membawa buku pelajaran itu. Dikeluarkan dari kelas dan dua kali pertemuan tidak boleh mengikuti pelajarannya.Lagi-lagi Brandon yang nolongin.Brandon meminjamkanku buku pelajarannya dan dia sendiri di hukum sama ibu.Dikeluarin dari kelas dan dua kali pertemuan tidak bisa ikut mata pelajaran Bahasa Inggris”cerita Nanda memang singkat tapi cukup mebuatku semakin terharu.
“Kalau aku… “John akan memulai bercerita tapi aku segera memotong ucapannya.
“Hey… sudahlah… jangan diteruskan lagi.Kalian pikir dengan kalian bercerita seperti itu akan membuat aku bertahan di sini dan tidak jadi pindah ?? Aku ngelakuin semua itu karena aku sayang sama kalian”aku memandang berkeliling,menatap satu persatu teman-temanku yang telah sekian lama bersamaku,merangkai kenangan indah bersama.Aku menunduk sedih.
“Dengan kalian bercerita seperti ini,itu hanya akan membuatku sangat sedih dan semakin berat untuk meninggalkan kalian.Aku senang membantu kalian,aku juga senang di marahin Bu Sarah”sejenak ku tatap wali kelasku itu.
“Kata ibu,marah adalah salah satu ungkapan sayang dari orang tua kita.Di kelas ini,ibu adalah orang tua kita.Ibu adalah mama Brandon.Brandon ndak pernah di marahin sama mama,Brandon ingin ngerasain bagaimana rasanya di marahin seorang mama.Makanya Brandon sering membuat Bu Sarah marah-marah sama Brandon.Dan itu tandanya ibu sayang sama Brandon,memperhatikan Brandon,berusaha membuat Brandon menjadi anak yang baik dan penurut seperti keinginan seorang mama terhadap anaknya.Brandon minta maaf sama ibu,Brandon sering membuat ibu kesal dengan kenakalan Brandon yang kadang keterlaluan.Brandon… “Bu Sarah memelukku sambil terisak.
“Iya Ndon,ibu sayang sama kamu,ibu juga minta maaf,ibu sering membentak-bentak kamu,marah-marahin kamu.. !!”setelah beberapa saat,Bu Sarah melepaskan pelukannya.Sejenak suasana kelas menjadi hening tanpa suara.Aku lihat Brian beranjak dari kursinya,berjalan ke arahku dan kami saling berangkulan.
“Maafin aku ya.. !!”katanya lirih.Aku melepaskan pelukannya.
“Aku yang minta maaf,kamu dan John yang paling sering aku jailin”aku tersenyum ke arah Brian.Teman-temanku yang lain ikut beranjak dari bangkunya mengerubungi aku dan Bu Sarah.Semua berdesak-desakan di depan kelas membuat aku yang berada di tengah-tengah kerumunan merasa sesak nafas.Aku mencoba keluar dari kerumunan teman-temanku yang masih larut dalam suasana haru.Aku merangkak di antara kaki-kaki teman sekelasku.Dan.. Huuaaaa…. Bebas juga akhirnya.Aku duduk di sebuah kursi di belakang teman-temanku sambil memperhatikan mereka yang masih berkerumun.Mereka tidak sadar kalau aku sudah menghilang di antara kerumunan itu.Beberapa saat kemudian satu persatu mereka melepaskan pelukannya.
“Ehmm… sudah selesai nih ceritanya ??”sahutku dari bangkuku membuat semua mata temanku menoleh padaku.
“Branndoonnn… !!! Dalam suasana kayak gini kamu masih saja ya… Dasar nakaalll… !!”teriak Bu Sarah sambil menahan tawanya tapi matanya masih terlihat sembab.Hehehe…
Teman-temanku mengejarku dan habislah aku di gelitikin dan di cubitin rame-rame .. Hehehehe….
***
Teman,Kawan dan Sahabat
Teman,dengarkanlah suara itu,
Suara angin menerpa ujung dedaunan
Menimbulkan gemerisik seolah menyanyikan
Indahnya lagu persahabatan
Kawan,dengarkanlah alunan itu,
Alunan ombak menyeruak pantai.
Menimbulkan suara gemuruh seperti melantunkan
indahnya cerita tentang kesetia kawanan
Sahabat,akankah aku selalu ada di hatimu ??
Ataukah akan terkubur seiring berjalannya waktu ??
Biarkanlah hati kita tetap bersatu dan saling merindu
Teman,Kau memberikan rasa tentram dan aman
Membuat hatiku tenang dan nyaman
Kawan,
Kasihmu tak habis di telan waktu dan zaman
Bagiku engkau adalah seorang pahlawan
Sahabat,
Satu hati pembangkit semangat
Menyembuhkan laksana obat,
Lebih dari sekedar teman dekat ataupun kerabat
Teman,meski nanti kita sudah tidak lagi bersama,
Namun biarkanlah hati kita tetap beriringan.
Kawan,walaupun esok hari kita tidak lagi bertemu,
Tetapi engkau akan selalu ada dalam ingatan
Sahabat,biarpun kita tak mungkin lagi berjumpa,
Namun biarkanlah jiwa kita terikat erat tanpa karat
Bersama kita bisa dan tetaplah berusaha untuk meraih impian.
By: Brandonizer Station
Special to : Brandon De Angelo and all Brandonizer !!
Tetep kompak yaa… !!!
Inget motto kita !!!
BNZ … !!! KOMPAK ABBEEZZZ… !!!
Hehehe…
MAAFIN BRANDON PA !! *part.4*
Pulang latihan dari rumah Brian hari sudah gelap.Sekitar pukul setengah delapan malam aku baru sampai di depan gerbang rumahku.Ku parkir sepedaku di halaman depan.Rumahku tampak sepi,lampunya juga belum dinyalain.Pada kemana ya papa sama Baim?Ku coba membuka pintu rumah.Terkunci !!.Wah benar nih papa dan Baim sedang pergi.Akupun berjalan menuju rumah Kak Reny.Setelah mengetuk pintu rumahnya dan memberi salam,kak Reny membukakan pintu.
"Kak,papa nitip kunci ndak ?"tanyaku.
"Oh iya,tadi papa kamu pergi sama saudara kamu itu,Brandon mau nungguin di sini dulu?"Kak Reny menawarkan.
"Ndak usah Kak,aku nungguin papa di rumah saja,nanti kalau jam 9 papa belum pulang juga,Brandon nginap ya ??"sahutku.
"Yo wess.. sebentar ya,kakak ambil kuncinya dulu!!"Kak Reny berlalu ke dalam rumah.Aku menunggu di kursi teras rumahnya.Tidak sampai satu menit,Kak Reny sudah kembali di hadapanku.Akupun beranjak dari kursi.
"Nih kuncinya... nanti ke sini saja ya !! Sudah lama Ndon ndak menginap di rumah Kak Reny".ktanya sambil menyerahkan kunci rumahku.
"Hehehe... iya Kak,nanti kalau papa ndak pulang aku ke sini.Matur nuwun Kak,sugeng ndalu ..!!!"akupun pamit pulang menuju rumahku.
Ku nyalakan lampu ruang tengah,teras rumah,dapur,semuanya aku nyalakan.Setelah itu aku masuk ke kamarku.
"Hmmm... mumpung tidak ada papa,aku mau nonton videoku lagi ah...!!"aku bergegas membuka lemari bajuku,mencari DVD waktu aku pertama kalinya perform di depan orang banyak.Oh iya,DVD ini hadiah ulang tahunku yang ke-9 lho.Bulan kemarin aku ulang tahun,jadi sekaramg umurku sudah 9 tahun.Hehehehe... DVD ini hadiah dari Kak Edo,Brian sama John.Aku tidak pernah bosan melihat DVD ini.
Aku mencarinya dengan teliti.Tapi DVD itu tidak kunjung ku temukan.DVD itu tidak ada.Padahal aku yakin kalau DVD itu ku simpan di lemari pakaianku.Aku cari lagi di laci, meja belajar, kolong kasur, rak-rak buku namun DVD itu tidak juga ku temukan.Aku mencoba lagi mencari di rak DVD di ruang tengah,tidak ada juga.Aku mulai kesal,aku mulai putus asa untuk mencari.
"Pasti kerjaan Baim nih ngumpetin DVD ku!"pikirku mencurigai Baim.
Aku masuk lagi ke kamarku dan aku masih penasaran dengan DVD ku.Ku cari lagi di lipatan-lipatan baju,tidak ada.Ku acak-acak isi lemari dan ku keluarkan juga semua isi laci.Tetap tidak ada.
"Aarrrgghhh...!!!" aku mulai kesal dan berhenti mencari.Ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aku pukul-pukul bantal gulingku.
"Di mana sihh .. ??"teriakku kesal.Tanpa ku sadari papa sudah berdiri di pintu kamarku.
"Mencari ini ??"aku tersentak kaget.Papaku mengacungkan sebuah kaset DVD bersampul biru.Ya,itu DVD yang aku cari,bagaimana bisa ada di tangan papa?? wajah papa terlihat merah menahan marah.Aku menunduk,tidak berani untuk menatapnya.
"Brandonn !! bisa kamu jelaskan apa maksud dari DVD ini??"tanya papa membentakku.Aku hanya diam membisu,tanganku memainkan ujung bantal yang ada di pangkuanku.
"Jawab Brandonn !!"bentaknya lagi.Aku tak bisa menahan air mataku yang mulai menetes membasahi bantal.Papa menghampiriku,memegang kedua pipiku lalu mengangkat wajahku.Aku di paksa untuk menatap wajahnya.Di balik kacamatanya,mata papa menatap tajam mataku yang masih mengeluarkan air mata.
"Jawab Brandonn !! jangan bisanya hanya menangis !!"
"Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. "suaraku parau,sambil terisak,aku mencoba meminta maaf sama papa.
"Maaf ?? selama ini kamu sudah bohongin papa Brandon !!
sudah berapa lama kamu mengikuti kegiatan ini ??"tanya papa lagi.Aku tahu papa sedang berusaha menahan amarahnya.
"Jawab Brandon !!"papa mengguncang-guncang badanku,membuatku semakin menangis.
"Dua bulan Pa !!"kata ku berbohong.
"Jangan bohong !! Tidak mungkin hanya dua bulan kamu bisa seperti di kaset ini !!"bentaknya lagi.
"Dua tahun Pa !! Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. !!"
"Dua tahun ?? Dua tahun kamu bohongin papa ?? berani sekali kamu !!!".
"Pa ... !!! papa boleh maksa Brandon belajar musik,papa boleh maksa Brandon les ini itu,tapi Brandon mohon sama papa,izinin Brandon nge-dance juga Pa ... !!! Hiks..hiks .. hiks.. !!!"aku mulai berani menatap papa.
"Tidak bisa Brandon !! Papa nggak akan pernah ngizinin kamu nge-dance !!"papa tetap pada pendiriannya.
"Kenapa Pa ?? papa egois, papa nggak ngerti perasaan Brandon, Brandon pengen nge-dance Pa .. !!"
"Nggak bisa !! Sekali papa bilang nggak bisa ya nggak bisa.Titik !!"papa memotong protesku.
"Papa jahat !! Brandon benci papa,biarin Brandon mati saja.Brandon mau ikut mama .. !! Hiks.. hiks.. !!"teriakku meracau.
"Brandon !!! jangan sekali-kali bicara seperti itu lagi.Papa sayang sama kamu,papa ngelarang kamu buat kebaikan kamu juga.Ngerti kamu ??"aku menunduk,perasaanku tidak karuan.Marah, sedih, kecewa, benci.Aarrgh....
"Hari Senin pembagian raport,dan hari itu hari terakhir kamu sekolah di sana.Papa akan memindahkan sekolah kamu".lanjutnya.Aku seperti di hantam benda keras.Hatiku perih,papa sungguh tidak adil.
"Brandon nggak mau pindah Pa !!"aku memprotes keputusan papa.
"Kamu sudah tidak terkontrol Brandon !! jangan membantah lagi !! Papa tidak mau lagi di bohongin sama kamu !!"suaranya menusukku.Papa jahat,tadi papa melarangku nge-dance,sekarang??memaksaku untuk pindah sekolah,meninggalkan sahabat-sahabatku, guru-guruku, kenangan-kenangan indahku ?? aku nggak mau... bagaimanapun juga aku nggak boleh pindah.Papa beranjak dari tempat tidurku.
"Pa.. !! Brandon mohon Pa,jangan pindahin Brandon !!Hiks.. hiks.. "aku mencoba memelas.Papa yang sudah berdiri membalikan badannya.
"Keputusan papa sudah bulat dan kamu jangan membantahnya !!!"papa berjalan menuju pintu keluar kamarku.Aku mengejarnya,memeluk kakinya,memohon sambil terisak.
"Pa ... Brandon mohon Pa.. Brandon mohon sama Papa ... Hiks.. hiks.. !!"
"Lepasin papa Brandon !! percuma kamu memohon seperti itu !!"papa bersikeras.
"Brandon tidak mau lepasin papa,sebelum papa ngebatalin keputusan papa !! Hiks.. hiks.. !!"aku tidak mau kalah.Papa memaksaku berdiri,aku berontak melawannya.Tapi tenagaku tidak sebanding dengan papa.Papa menggendongku masuk ke kamar,membaringkan aku di tempat tidur dan aku masih tetap menangis,berharap hati papa melunak.Tapi tidak ada tanda dari papa untuk menarik ucapannya.Dia hanya mencium keningku.
"Tidurlah.. !! Papa sayang Brandon !!"kata papa mengusap air mataku.Aku tak bisa protes lagi.Tubuhku sudah lelah untuk melawan papa.Papa meninggalkanku sendirian di kamar.Hujan di luar semakin deras seolah tahu akan kesedihanku.Entah jam berapa aku baru bisa memejamkan mataku.Dalam kelelahanku,aku terlelap dan berharap mimpi bertemu mama.
"Mama... tenangkan hatiku,berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini.Aku masih terlalu kecil untuk memaksakan kehendak.Aku masih butuh papa,aku sayang papa,aku harap papa berubah !!"bathinku berbisik di sambut hawa dingin membelai wajahku.Ku tarik selimut untuk menutupi tubuh dan wajahku.Semua menjadi gelap dan aku meninggalkan sejenak dunia nyata yang membuatku merasa terpuruk.
***
Seandainya saja kami ada di sana,
Tak 'kan kami biarkan kamu terpuruk.
Seandainya saja kami ada di sampingmu,
Tak ingin kami melihatmu menjatuhkan air matamu
Lilhero,kadang harapan hanyalah sebuah impian
Dan ada kalanya juga impian menjadi kenyataan
Teruslah bermimpi dan berusaha meraihnya
Kami yakin kamu bisa,kami yakin kamu kuat menghadapi semua
Di belakangmu ada kami yang selalu mendukungmu
Kami berjanji,tak akan pernah meninggalkanmu
Kami tak akan berpaling darimu
Kami ingin menghapus air mata yang ada di pipimu
Our Lilhero,tunjukkanlah pada dunia,
Bahwa kamu seorang anak yang kuat dan berhati emas
Berikanlah yang terbaik untuk kami semua
Bangkitlah dari tidurmu,usaplah air matamu
Dengan semangat baru,kami yakin,
Kamu akan menjadi yang terbaik dan bisa meraih impianmu.
By : BNZ Station & BNZ Indonesia !!
***
Minggu pagi terasa suram,padahal hari cukup cerah setelah semalam di guyur hujan.Embun pagi yang tertimpa cahaya mentari pagi begitu indah berkilauan,bergelayut di ujung daun,mencoba bertahan agar tidak terjatuh dan di serap bumi.Aku melamun di teras rumahku sambil memperhatikan embun-embun itu.Aku masih marah sama papa,dan tadi ketika sarapan pagi pun kami tidak saling bicara.Papa dan aku memilih untuk berdiam diri.Padahal aku berharap papa akan berbicara kalau perkataannya semalam itu tidak sungguh-sungguh.Tapi aku hanya bisa berharap dan sepertinya omongan papa semalam benar-benar akan menjadi kenyataan.Aku sedih mengingat semua itu.Aku tidak mau berpisah dengan sahabat-sahabatku.
Huufft... daripada aku terus bersedih seperti ini mungkin sebaiknya aku pergi ke rumah Kak Reny,siapa tahu dia bisa menghiburku.Akupun beranjak dari teras rumah dan bergegas menuju rumah Kak Reny,tetanggaku.
"Tumben pagi-pagi sudah main Ndon !!"sapa Kak Reny sesampainya aku di teras rumahnya.Kak Reny tampak sedang membaca buku sambil duduk di kursi teras,ditemani secangkir teh hangat.
"Lagi sibuk ya Kak ??"tanyaku sambil duduk di kursi yang satunya.
"Ndak.. memangnya kenapa Ndon ??Hmm.. mata kamu bengkak.Hayooo... habis nangis ya ??"Kak Reny menggodaku membuat aku tersenyum malu.
"Iya Kak,semalam Brandon berantem sama papa!!"ceritaku terus terang.
"Kenapa ??"tanyanya heran.
"Papa mau mindahin Brandon ke sekolah baru.Tapi Brandon ndak mau !!!"
"Alasan papa kamu mindahin kamu kenapa Ndon ??"Kak Reny memotong omonganku.
"Papa ngelarang aku nge-dance !!"paparku.
"Nge-dance ?? memangnya kamu bisa nge-dance ??"Kak Reny tampak nggak percaya.
"Iya Kak,Brandon sudah 2 tahun belajar nge-dance.Selama ini Brandon bohongin papa karena papa nggak pernah ngizinin Brandon nge-dance".ceritaku membuat Kak Reny manggut-manggut seperti burung perkutut yang sedang makan rumput sambil kentut kalang kabut dut... dut.. dut.. Halaaahhh... (*serius mode on !!)
"Kira-kira Kak Reny tahu ndak kenapa papa ngelarang aku nge-dance ??"tanyaku.
"Kakak ndak tahu Ndon,tapi papa kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa kamu ndak dikasih izin buat belajar nge-dance.Ndon,setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.Begitu juga papa kamu!"Kak Reny membela papa.
"Kalau mama Brandon masih ada,kira-kira ngelarang juga ndak ??"tanyaku ngelantur.Kak Reny menatapku iba.
"Kak Reny ndak tahu,Kak Reny ndak pernah kenal sama mama kamu.Waktu kamu tingal di sini,usia kamu sudah 3 tahun,kata papa kamu,mama Ndon meninggal waktu Ndon baru berusia 2 tahun !!"Kak Reny menutup bukunya dan meletakkannya di samping teh hangatnya yang mulai dingin.
"Waktu kecil Kak Reny sering ngasuh kamu.Kamu pipis di celana,Kak Reny gantiin.Kak Reny suapin kamu,mandiin kamu... Sekarang kamu sudah sebesar ini.Brandon masih inget ndak ?? kalau ada yang nanya siapa pacar Ndon ? Ndon jawab Kak Reny !! Hahaha..."Kak Reny tertawa membuat aku garuk-garuk kepala.
"Ah.. Kak Reny bikin malu Brandon saja nih !!"sahutku membuat Kak Reny meneruskan tertawanya.
"Apakah mama Brandon seperti Kak Reny ??"tanyaku sungguh-sungguh.
"Pasti mama kamu orangnya baik,perhatian dan sayang sama kamu.Brandon kalau Brandon mau,panggil aja Kak Reny 'mama'.Mau ndak ??"Kak Reny menawarkan.
"Wah Kak Reny nikah dulu donk sama papa Ndon.Mau ndak ??"aku menggodanya.
"Yee... ndak mau ah... papa Ndon udah tua,ntar mau di kemanain pacar Kak Reny ??Hehehe..."aku dan Kak Reny tertawa.
"Brandon bilangin papa lho,papa Brandon di bilang tua.Ter... La... Lu... !!"ancamku sambil menirukan gaya Raja Dangdut.
"Jangan dong..!!Nanti papa Brandon marah sama Kak Reny,kalo papa Ndon marah-marah jadi cepet tambah tua donk.. !!Hahahaha... "Kak Reny dan aku kembali tertawa.
"Ndon,jangan marah lagi ya sama papa Ndon,dia sayang sama kamu.Kalaupun Ndon harus pindah sekolah,kan masih bisa main ke sekolah lama Ndon kalau kangen sama teman-teman lama Brandon !!"Kak Reny menghiburku.
"Iya Kak !!"kataku walaupun aku masih ragu dan belum bisa menerima kalau aku benar-benar harus pindah sekolah.
"Makasih,Kak Reny sudah menghibur Brandon.Brandon pamit pulang dulu ya... !!"dengan cepat aku meminum teh hangat Kak Reny yang sudah dingin dan berlari meninggalkannya.
"Brandoonnn.. !!! Teh Kak Reny kok di habisin sih ?? Dasarr nakaalll... !!" teriaknya sambil tertawa.
"Biariinnnn... habisnya dari tadi Brandon ndak di suguhin tehnya !!"teriakku dari pintu gerbang rumah Kak Reny.
"Awas ya kalau ke sini Kak Reny gelitikin kamu !!"aku tertawa dan masuk ke pekarangan rumahku.Takut di kejar Kak Reny.Hehehehe...
***
Malam harinya aku tidak bisa tidur.Ku lihat jam di kamarku sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.Tadi aku menolak ajakan papa untuk makan malam dengan alasan sudah kenyang.Berharap papa membujukku,memaksaku untuk makan.Tapi ternyata dia tidak melakukan itu sama aku,membuatku menjadi bertambah kesal.
Aku duduk di depan piano yang terletak di sudut kamarku.Ku mainkan toots-nya asal-asalan.Aku hafal sebuah lagu anak-anak yang sudah lama sekali,bahkan aku sendiri belum lahir.Aku tahu lagu ini dari VCD nya.Lagu Sherina yang berjudul "Lihatlah Lebih Dekat".Ku mainkan pianonya dan aku bernyanyi dengan lirih....
#Hatiku sedih,Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya,Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman,kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih,pergilah resah
Jauhkanlah aku dari,sgala prasangka
Pergilah gundah,jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai,lebih bijaksana
Tanpa sepengetahuanku,papa sudah berdiri di sampingku lalu dia ikut memainkan piano.Dia bernyanyi melanjutkan syair yang belum selesai ku nyanyikan.
#mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya,lebih dekat
Dan kau akan mengerti#
***
Papa dan aku mengakhiri permainan pianonya.Papa menatapku sendu.Dengan tangannya yang masih kekar dia merangkulku.Menempatkan kepalaku di pundaknya.
“Maafin papa Ndon,papa sedih kalau Brandon marah terus sama papa.Papa nggak mau Ndon marah sama papa,maafin papa sayang !!”dalam pangkuannya papa mencium pipiku.
“Brandon yang minta maaf Pa,Brandon sudah bohong sama papa,Brandon sudah nyusahin papa,bikin papa sedih… Brandon.. hiks.. hiks .. !!”aku terisak di pundaknya.
“Sudahlah sayang,papa nggak pernah bisa marah sama kamu.Papa terlalu sayang sama kamu.Malam ini papa mau tidur sama Brandon.Brandon mau kan ??”tanyanya sambil membelai rambutku.Aku mengangguk dalam dekapannya.Terasa hangat dan menenangkan hatiku.Aku seperti menemukan papaku yang telah lama hilang.
“Tapi jangan ngompol ya !!”katanya membuatku cemberut.
“Idiihh… Brandon sudah nggak ngompol lagi.Papa kali nih masih suka ngompol !!”kataku mulai bisa tertawa.
“Enak saja kamu hehm.. !!”papa mencubit hidungku.Aku turun dari pangkuannya,dan dari atas kursi aku naik ke punggungnya.
“Sekarang kita menuju kamar papa… Berangkaaattt… !!”papa menggendongku sambil berlari membuatku terguncang-guncang.Aku tertawa-tawa saat dia menjatuhkan tubuhku di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.Hmm… malam ini aku merasa sangat bahagia.
I LOVE YOU PAPA
I LOVE YOU BNZ
Good nite all !!! :D
***
"Kak,papa nitip kunci ndak ?"tanyaku.
"Oh iya,tadi papa kamu pergi sama saudara kamu itu,Brandon mau nungguin di sini dulu?"Kak Reny menawarkan.
"Ndak usah Kak,aku nungguin papa di rumah saja,nanti kalau jam 9 papa belum pulang juga,Brandon nginap ya ??"sahutku.
"Yo wess.. sebentar ya,kakak ambil kuncinya dulu!!"Kak Reny berlalu ke dalam rumah.Aku menunggu di kursi teras rumahnya.Tidak sampai satu menit,Kak Reny sudah kembali di hadapanku.Akupun beranjak dari kursi.
"Nih kuncinya... nanti ke sini saja ya !! Sudah lama Ndon ndak menginap di rumah Kak Reny".ktanya sambil menyerahkan kunci rumahku.
"Hehehe... iya Kak,nanti kalau papa ndak pulang aku ke sini.Matur nuwun Kak,sugeng ndalu ..!!!"akupun pamit pulang menuju rumahku.
Ku nyalakan lampu ruang tengah,teras rumah,dapur,semuanya aku nyalakan.Setelah itu aku masuk ke kamarku.
"Hmmm... mumpung tidak ada papa,aku mau nonton videoku lagi ah...!!"aku bergegas membuka lemari bajuku,mencari DVD waktu aku pertama kalinya perform di depan orang banyak.Oh iya,DVD ini hadiah ulang tahunku yang ke-9 lho.Bulan kemarin aku ulang tahun,jadi sekaramg umurku sudah 9 tahun.Hehehehe... DVD ini hadiah dari Kak Edo,Brian sama John.Aku tidak pernah bosan melihat DVD ini.
Aku mencarinya dengan teliti.Tapi DVD itu tidak kunjung ku temukan.DVD itu tidak ada.Padahal aku yakin kalau DVD itu ku simpan di lemari pakaianku.Aku cari lagi di laci, meja belajar, kolong kasur, rak-rak buku namun DVD itu tidak juga ku temukan.Aku mencoba lagi mencari di rak DVD di ruang tengah,tidak ada juga.Aku mulai kesal,aku mulai putus asa untuk mencari.
"Pasti kerjaan Baim nih ngumpetin DVD ku!"pikirku mencurigai Baim.
Aku masuk lagi ke kamarku dan aku masih penasaran dengan DVD ku.Ku cari lagi di lipatan-lipatan baju,tidak ada.Ku acak-acak isi lemari dan ku keluarkan juga semua isi laci.Tetap tidak ada.
"Aarrrgghhh...!!!" aku mulai kesal dan berhenti mencari.Ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aku pukul-pukul bantal gulingku.
"Di mana sihh .. ??"teriakku kesal.Tanpa ku sadari papa sudah berdiri di pintu kamarku.
"Mencari ini ??"aku tersentak kaget.Papaku mengacungkan sebuah kaset DVD bersampul biru.Ya,itu DVD yang aku cari,bagaimana bisa ada di tangan papa?? wajah papa terlihat merah menahan marah.Aku menunduk,tidak berani untuk menatapnya.
"Brandonn !! bisa kamu jelaskan apa maksud dari DVD ini??"tanya papa membentakku.Aku hanya diam membisu,tanganku memainkan ujung bantal yang ada di pangkuanku.
"Jawab Brandonn !!"bentaknya lagi.Aku tak bisa menahan air mataku yang mulai menetes membasahi bantal.Papa menghampiriku,memegang kedua pipiku lalu mengangkat wajahku.Aku di paksa untuk menatap wajahnya.Di balik kacamatanya,mata papa menatap tajam mataku yang masih mengeluarkan air mata.
"Jawab Brandonn !! jangan bisanya hanya menangis !!"
"Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. "suaraku parau,sambil terisak,aku mencoba meminta maaf sama papa.
"Maaf ?? selama ini kamu sudah bohongin papa Brandon !!
sudah berapa lama kamu mengikuti kegiatan ini ??"tanya papa lagi.Aku tahu papa sedang berusaha menahan amarahnya.
"Jawab Brandon !!"papa mengguncang-guncang badanku,membuatku semakin menangis.
"Dua bulan Pa !!"kata ku berbohong.
"Jangan bohong !! Tidak mungkin hanya dua bulan kamu bisa seperti di kaset ini !!"bentaknya lagi.
"Dua tahun Pa !! Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. !!"
"Dua tahun ?? Dua tahun kamu bohongin papa ?? berani sekali kamu !!!".
"Pa ... !!! papa boleh maksa Brandon belajar musik,papa boleh maksa Brandon les ini itu,tapi Brandon mohon sama papa,izinin Brandon nge-dance juga Pa ... !!! Hiks..hiks .. hiks.. !!!"aku mulai berani menatap papa.
"Tidak bisa Brandon !! Papa nggak akan pernah ngizinin kamu nge-dance !!"papa tetap pada pendiriannya.
"Kenapa Pa ?? papa egois, papa nggak ngerti perasaan Brandon, Brandon pengen nge-dance Pa .. !!"
"Nggak bisa !! Sekali papa bilang nggak bisa ya nggak bisa.Titik !!"papa memotong protesku.
"Papa jahat !! Brandon benci papa,biarin Brandon mati saja.Brandon mau ikut mama .. !! Hiks.. hiks.. !!"teriakku meracau.
"Brandon !!! jangan sekali-kali bicara seperti itu lagi.Papa sayang sama kamu,papa ngelarang kamu buat kebaikan kamu juga.Ngerti kamu ??"aku menunduk,perasaanku tidak karuan.Marah, sedih, kecewa, benci.Aarrgh....
"Hari Senin pembagian raport,dan hari itu hari terakhir kamu sekolah di sana.Papa akan memindahkan sekolah kamu".lanjutnya.Aku seperti di hantam benda keras.Hatiku perih,papa sungguh tidak adil.
"Brandon nggak mau pindah Pa !!"aku memprotes keputusan papa.
"Kamu sudah tidak terkontrol Brandon !! jangan membantah lagi !! Papa tidak mau lagi di bohongin sama kamu !!"suaranya menusukku.Papa jahat,tadi papa melarangku nge-dance,sekarang??memaksaku untuk pindah sekolah,meninggalkan sahabat-sahabatku, guru-guruku, kenangan-kenangan indahku ?? aku nggak mau... bagaimanapun juga aku nggak boleh pindah.Papa beranjak dari tempat tidurku.
"Pa.. !! Brandon mohon Pa,jangan pindahin Brandon !!Hiks.. hiks.. "aku mencoba memelas.Papa yang sudah berdiri membalikan badannya.
"Keputusan papa sudah bulat dan kamu jangan membantahnya !!!"papa berjalan menuju pintu keluar kamarku.Aku mengejarnya,memeluk kakinya,memohon sambil terisak.
"Pa ... Brandon mohon Pa.. Brandon mohon sama Papa ... Hiks.. hiks.. !!"
"Lepasin papa Brandon !! percuma kamu memohon seperti itu !!"papa bersikeras.
"Brandon tidak mau lepasin papa,sebelum papa ngebatalin keputusan papa !! Hiks.. hiks.. !!"aku tidak mau kalah.Papa memaksaku berdiri,aku berontak melawannya.Tapi tenagaku tidak sebanding dengan papa.Papa menggendongku masuk ke kamar,membaringkan aku di tempat tidur dan aku masih tetap menangis,berharap hati papa melunak.Tapi tidak ada tanda dari papa untuk menarik ucapannya.Dia hanya mencium keningku.
"Tidurlah.. !! Papa sayang Brandon !!"kata papa mengusap air mataku.Aku tak bisa protes lagi.Tubuhku sudah lelah untuk melawan papa.Papa meninggalkanku sendirian di kamar.Hujan di luar semakin deras seolah tahu akan kesedihanku.Entah jam berapa aku baru bisa memejamkan mataku.Dalam kelelahanku,aku terlelap dan berharap mimpi bertemu mama.
"Mama... tenangkan hatiku,berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini.Aku masih terlalu kecil untuk memaksakan kehendak.Aku masih butuh papa,aku sayang papa,aku harap papa berubah !!"bathinku berbisik di sambut hawa dingin membelai wajahku.Ku tarik selimut untuk menutupi tubuh dan wajahku.Semua menjadi gelap dan aku meninggalkan sejenak dunia nyata yang membuatku merasa terpuruk.
***
Seandainya saja kami ada di sana,
Tak 'kan kami biarkan kamu terpuruk.
Seandainya saja kami ada di sampingmu,
Tak ingin kami melihatmu menjatuhkan air matamu
Lilhero,kadang harapan hanyalah sebuah impian
Dan ada kalanya juga impian menjadi kenyataan
Teruslah bermimpi dan berusaha meraihnya
Kami yakin kamu bisa,kami yakin kamu kuat menghadapi semua
Di belakangmu ada kami yang selalu mendukungmu
Kami berjanji,tak akan pernah meninggalkanmu
Kami tak akan berpaling darimu
Kami ingin menghapus air mata yang ada di pipimu
Our Lilhero,tunjukkanlah pada dunia,
Bahwa kamu seorang anak yang kuat dan berhati emas
Berikanlah yang terbaik untuk kami semua
Bangkitlah dari tidurmu,usaplah air matamu
Dengan semangat baru,kami yakin,
Kamu akan menjadi yang terbaik dan bisa meraih impianmu.
By : BNZ Station & BNZ Indonesia !!
***
Minggu pagi terasa suram,padahal hari cukup cerah setelah semalam di guyur hujan.Embun pagi yang tertimpa cahaya mentari pagi begitu indah berkilauan,bergelayut di ujung daun,mencoba bertahan agar tidak terjatuh dan di serap bumi.Aku melamun di teras rumahku sambil memperhatikan embun-embun itu.Aku masih marah sama papa,dan tadi ketika sarapan pagi pun kami tidak saling bicara.Papa dan aku memilih untuk berdiam diri.Padahal aku berharap papa akan berbicara kalau perkataannya semalam itu tidak sungguh-sungguh.Tapi aku hanya bisa berharap dan sepertinya omongan papa semalam benar-benar akan menjadi kenyataan.Aku sedih mengingat semua itu.Aku tidak mau berpisah dengan sahabat-sahabatku.
Huufft... daripada aku terus bersedih seperti ini mungkin sebaiknya aku pergi ke rumah Kak Reny,siapa tahu dia bisa menghiburku.Akupun beranjak dari teras rumah dan bergegas menuju rumah Kak Reny,tetanggaku.
"Tumben pagi-pagi sudah main Ndon !!"sapa Kak Reny sesampainya aku di teras rumahnya.Kak Reny tampak sedang membaca buku sambil duduk di kursi teras,ditemani secangkir teh hangat.
"Lagi sibuk ya Kak ??"tanyaku sambil duduk di kursi yang satunya.
"Ndak.. memangnya kenapa Ndon ??Hmm.. mata kamu bengkak.Hayooo... habis nangis ya ??"Kak Reny menggodaku membuat aku tersenyum malu.
"Iya Kak,semalam Brandon berantem sama papa!!"ceritaku terus terang.
"Kenapa ??"tanyanya heran.
"Papa mau mindahin Brandon ke sekolah baru.Tapi Brandon ndak mau !!!"
"Alasan papa kamu mindahin kamu kenapa Ndon ??"Kak Reny memotong omonganku.
"Papa ngelarang aku nge-dance !!"paparku.
"Nge-dance ?? memangnya kamu bisa nge-dance ??"Kak Reny tampak nggak percaya.
"Iya Kak,Brandon sudah 2 tahun belajar nge-dance.Selama ini Brandon bohongin papa karena papa nggak pernah ngizinin Brandon nge-dance".ceritaku membuat Kak Reny manggut-manggut seperti burung perkutut yang sedang makan rumput sambil kentut kalang kabut dut... dut.. dut.. Halaaahhh... (*serius mode on !!)
"Kira-kira Kak Reny tahu ndak kenapa papa ngelarang aku nge-dance ??"tanyaku.
"Kakak ndak tahu Ndon,tapi papa kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa kamu ndak dikasih izin buat belajar nge-dance.Ndon,setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.Begitu juga papa kamu!"Kak Reny membela papa.
"Kalau mama Brandon masih ada,kira-kira ngelarang juga ndak ??"tanyaku ngelantur.Kak Reny menatapku iba.
"Kak Reny ndak tahu,Kak Reny ndak pernah kenal sama mama kamu.Waktu kamu tingal di sini,usia kamu sudah 3 tahun,kata papa kamu,mama Ndon meninggal waktu Ndon baru berusia 2 tahun !!"Kak Reny menutup bukunya dan meletakkannya di samping teh hangatnya yang mulai dingin.
"Waktu kecil Kak Reny sering ngasuh kamu.Kamu pipis di celana,Kak Reny gantiin.Kak Reny suapin kamu,mandiin kamu... Sekarang kamu sudah sebesar ini.Brandon masih inget ndak ?? kalau ada yang nanya siapa pacar Ndon ? Ndon jawab Kak Reny !! Hahaha..."Kak Reny tertawa membuat aku garuk-garuk kepala.
"Ah.. Kak Reny bikin malu Brandon saja nih !!"sahutku membuat Kak Reny meneruskan tertawanya.
"Apakah mama Brandon seperti Kak Reny ??"tanyaku sungguh-sungguh.
"Pasti mama kamu orangnya baik,perhatian dan sayang sama kamu.Brandon kalau Brandon mau,panggil aja Kak Reny 'mama'.Mau ndak ??"Kak Reny menawarkan.
"Wah Kak Reny nikah dulu donk sama papa Ndon.Mau ndak ??"aku menggodanya.
"Yee... ndak mau ah... papa Ndon udah tua,ntar mau di kemanain pacar Kak Reny ??Hehehe..."aku dan Kak Reny tertawa.
"Brandon bilangin papa lho,papa Brandon di bilang tua.Ter... La... Lu... !!"ancamku sambil menirukan gaya Raja Dangdut.
"Jangan dong..!!Nanti papa Brandon marah sama Kak Reny,kalo papa Ndon marah-marah jadi cepet tambah tua donk.. !!Hahahaha... "Kak Reny dan aku kembali tertawa.
"Ndon,jangan marah lagi ya sama papa Ndon,dia sayang sama kamu.Kalaupun Ndon harus pindah sekolah,kan masih bisa main ke sekolah lama Ndon kalau kangen sama teman-teman lama Brandon !!"Kak Reny menghiburku.
"Iya Kak !!"kataku walaupun aku masih ragu dan belum bisa menerima kalau aku benar-benar harus pindah sekolah.
"Makasih,Kak Reny sudah menghibur Brandon.Brandon pamit pulang dulu ya... !!"dengan cepat aku meminum teh hangat Kak Reny yang sudah dingin dan berlari meninggalkannya.
"Brandoonnn.. !!! Teh Kak Reny kok di habisin sih ?? Dasarr nakaalll... !!" teriaknya sambil tertawa.
"Biariinnnn... habisnya dari tadi Brandon ndak di suguhin tehnya !!"teriakku dari pintu gerbang rumah Kak Reny.
"Awas ya kalau ke sini Kak Reny gelitikin kamu !!"aku tertawa dan masuk ke pekarangan rumahku.Takut di kejar Kak Reny.Hehehehe...
***
Malam harinya aku tidak bisa tidur.Ku lihat jam di kamarku sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.Tadi aku menolak ajakan papa untuk makan malam dengan alasan sudah kenyang.Berharap papa membujukku,memaksaku untuk makan.Tapi ternyata dia tidak melakukan itu sama aku,membuatku menjadi bertambah kesal.
Aku duduk di depan piano yang terletak di sudut kamarku.Ku mainkan toots-nya asal-asalan.Aku hafal sebuah lagu anak-anak yang sudah lama sekali,bahkan aku sendiri belum lahir.Aku tahu lagu ini dari VCD nya.Lagu Sherina yang berjudul "Lihatlah Lebih Dekat".Ku mainkan pianonya dan aku bernyanyi dengan lirih....
#Hatiku sedih,Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya,Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman,kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih,pergilah resah
Jauhkanlah aku dari,sgala prasangka
Pergilah gundah,jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai,lebih bijaksana
Tanpa sepengetahuanku,papa sudah berdiri di sampingku lalu dia ikut memainkan piano.Dia bernyanyi melanjutkan syair yang belum selesai ku nyanyikan.
#mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya,lebih dekat
Dan kau akan mengerti#
***
Papa dan aku mengakhiri permainan pianonya.Papa menatapku sendu.Dengan tangannya yang masih kekar dia merangkulku.Menempatkan kepalaku di pundaknya.
“Maafin papa Ndon,papa sedih kalau Brandon marah terus sama papa.Papa nggak mau Ndon marah sama papa,maafin papa sayang !!”dalam pangkuannya papa mencium pipiku.
“Brandon yang minta maaf Pa,Brandon sudah bohong sama papa,Brandon sudah nyusahin papa,bikin papa sedih… Brandon.. hiks.. hiks .. !!”aku terisak di pundaknya.
“Sudahlah sayang,papa nggak pernah bisa marah sama kamu.Papa terlalu sayang sama kamu.Malam ini papa mau tidur sama Brandon.Brandon mau kan ??”tanyanya sambil membelai rambutku.Aku mengangguk dalam dekapannya.Terasa hangat dan menenangkan hatiku.Aku seperti menemukan papaku yang telah lama hilang.
“Tapi jangan ngompol ya !!”katanya membuatku cemberut.
“Idiihh… Brandon sudah nggak ngompol lagi.Papa kali nih masih suka ngompol !!”kataku mulai bisa tertawa.
“Enak saja kamu hehm.. !!”papa mencubit hidungku.Aku turun dari pangkuannya,dan dari atas kursi aku naik ke punggungnya.
“Sekarang kita menuju kamar papa… Berangkaaattt… !!”papa menggendongku sambil berlari membuatku terguncang-guncang.Aku tertawa-tawa saat dia menjatuhkan tubuhku di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.Hmm… malam ini aku merasa sangat bahagia.
I LOVE YOU PAPA
I LOVE YOU BNZ
Good nite all !!! :D
***
LIBURAN BRANDON *part.3*
Ujian Tengah Semester (UTS) telah tiba.Kami semua belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai terbaik.Walaupun begitu aku sudah sangat siap menghadapi soal-soal ujian.Papaku memang memberikan waktu belajar yang ekstra disiplin setiap hari.Raport aku selalu masuk tiga besar bahkan aku sering mendapat peringkat pertama walaupun sesekali Kartika membuat aku harus merelakan predikat juara kelas kepada dia.Meskipun aku sering juara kelas,namun guru-guruku dari mulai kelas satu sampai sekarang mereka lebih respect sama Kartika.Mungkin karena aku nakal dan jail.Hehehehehe….
Ujian membuat kami pulang lebih awal dan aku senang karena sepulang sekolah aku bisa langsung berlatih dance dengan waktu yang lebih banyak tanpa dicurigai papa.Biasanya papa akan bertanya-tanya jika aku pulang terlambat sampai di rumah.Tentu saja aku akan berbohong dengan berbagai alasan.Kegiatan sekolah lah,kerja kelompok lah,tugas membersihkan kelas dulu lah … apa saja yang membuat papa hanya mengeluarkan kata “Ohh….”.
Tidak terasa UTS telah selesai.Seminggu penuh aku merasa senang sekali bisa berlatih dance lebih lama.Selanjutnya dua minggu kami diliburkan.Hari pertama libur aku dan papa sibuk merapikan rumah.Walaupun melelahkan,tapi bagiku kegiatan ini sangat menyenangkan.Biasanya kami bekerja sambil bercanda.Misalnya,ketika kami akan mengelap kaca yang sudah tebal dengan debu,papa akan mencolek debu itu dengan telunjuknya,lalu mengoleskannya ke hidungku.Aku tidak mau kalah mengikuti ulahnya.Ku oleskan debu kaca itu ke pipi papa.Kamipun tertawa-tawa dan kekonyolan ini akan berhenti sampai papa minta ampun karena aku tidak hanya mencolek debu dengan telunjukku,tapi mengusapnya dengan telapak tanganku dan ku usapkan lagi ke pipi papa.Kegiatan membersihkan rumah pun jadi menyenangkan dan tidak terasa capai.
Aku paling suka membersihkan mobil papa.Aku akan naik ke atap mobil dan papa akan menyemprotku dengan air keran.Akhirnya aku dan papa akan main basah-basahan sampai aku menggigil kedinginan.Itulah kegiatan di hari pertama liburanku.
“Ndon,nanti sore papa mau ke rumah sakit,tante Diant (Dian BNZ hahaha…) kecelakaan,dia di rawat di sana.Kamu mau ikut?”terangnya ketika kami sedang makan siang.
“Mmhh.. nggak deh Pa,Brandon di rumah saja”.jawabku sambil menyuapkan sup ayam.
“Papa pulangnya besok pagi lho… kamu yakin nggak mau ikut?”tanyanya meyakinkan aku.
“Kan biasanya juga kalau ada job manggung Brandon sendirian di rumah,kan ada Kak Reny (Reny Sry Siregar BNZ okokokok…)”aku meyakinkan papa.Oh iya,kak Reny ini tetanggaku.Sekarang dia duduk di bangku kuliah semester akhir.Kata papa waktu kecil aku dekat sekali sama Kak Reny.Malah sering di asuh sama dia kalau papa sedang tidak ada di rumah.Kak Reny sudah seperti kakak kandungku sendiri.Makanya kalau papa ada job manggung dan harus pulang larut malam,aku lebih memilih untuk menginap di rumah kak Reny.
“Yo wess lah … tapi kalau kamu takut sendirian ajak saja teman-teman kamu menginap di sini.Mereka kan pada libur juga tuh !!”
“Justru itu yang bakal Brandon lakuin”bisikku dalam hati.
“Tapi ingat !! jangan membuat keributan !!”papa mengangkat telunjuknya ke arahku.
“Iya papaku sayang !” jawabku merajuk yang langsung membuat papa mengacak-acak rambutku.
Hmmm… tante Diant adik papa,suaminya tante Diant,om Jun (Juny BNZ wkwkwk….) seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan besar di Surabaya ini.Kerjanya sering pergi ke luar kota.Katanya mau memantau kantor cabang bersama boss-nya.Mereka mempunyai seorang anak laki-laki.Namanya Baim (Baim cilik) hehehe… Anaknya lucu banget deh.Usianya berbeda 3 tahun denganku.Makanya sekarang papa ke RS nungguin tante Diant sekalian menjenguk Baim karena om Jun masih berada di luar kota.
Jam dua siang papa berangkat,aku mengantarkannya sampai pagar rumah.Setelah mobil papa menghilang di tikungan jalan,aku segera berlari ke dalam rumah dan langsung menelpon teman-temanku,Brian dan John.Aku suruh mereka membawa CD hip-hop untuk latihan.Sambil menunggu mereka,aku menyalakan DVD di ruang tengah,menonton rekamanku sendiri yang sedang perform di depan banyak orang untuk pertama kalinya.Saat itu kami perform di tempat kuliahnya Kak Edo,kakaknya Brian.Aku sangat senang sekali ketika kami selesai tampil teman-temannya Kak Edo langsung mengerubungi AKU,Brian dan John.Mengajak foto-foto bersama,nyubit-nyubitin aku… Wahh… aku hanya bisa pasrah saja diperlakukan seperti itu.Hehehehe….
Video itupun telah selesai ku putar.Aku masukkan kembali ke dalam lemari di kamarku lalu ku kunci rapat-rapat (soalnya kalau ketahuan sama papa pasti dia bakalan marah besar).Tak sampai menunggu lama,Brian dan John tiba di rumahku dengan naik sepeda.
“Wah.. tumben kamu ngundang kita ke rumah,di suruh bawa CD Hip-hop pula lagi.Memangnya papa kamu sudah ngizinin?”tanya Brian sesampainya di teras rumahku,di ikuti John di belakangnya.
“Papaku sedang pergi,pulangnya besok pagi,jadi kita bisa latihan sepuasnya.Kalian menginap di sini saja ya !!”kataku sambil mengajak mereka masuk.
“Wah.. ndak bisa Ndon,lagian kamu di telpon tadi ndak nyuruh kita menginap !!” John mulai meregangkan badan untuk pemanasan.
“Aku juga ndak bisa Ndon !! Nanti malam aku mau pergi ke rumah sodaraku yang di Banyuwangi.Aku bakalan liburan di sana!!”kata Brian membuat aku kecewa.
“Yo wess lah… kalo kalian ndak bisa … !!!”jawabku cemberut.
“Yo jangan marah toh Ndon !!!”Brian merajuk.
“Aku ndak marah… cuma kecewa !!!”
“Sama saja Brandon !!”John menimpali.
Kami berlatih di ruang tengah karena ruangan inilah yang paling luas.Jadi kami bebas melakukan gerakan-gerakan apapun.Selagi latihan,kami mencari-cari gerakan baru atau menyempurnakan gerakan-gerakan yang di ajari sama Kak Edo.Oh iya,di dekat rumah Kak Edo ada sanggar tari tradisional lho…Aku sering memperhatikan para penari tradisional itu waktu latihan.Hmm… aku mencoba mengikuti gerakan mereka,menggabungkannya dengan tarian Hip-hop.Ini membuat Brian dan John tertawa cekikikan saat aku menggoyang-goyangkan pantatku seperti penari jaipong.Tapi mereka suka dan mengikuti gerakanku juga.Hahahaha….
Dua jam berlatih membuat aku dan teman-temanku kelelahan.Ku biarkan Brian dan John istirahat sambil menikmati minuman yang ku suguhkan.Sementara mereka beristirahat,aku melangkah menuju dapur,membuka kulkas dan ternyata masih ada mie Super Abbeezzz… Lumayan nih,latihan membuatku lapar.
“Lagi ngopo Ndon ??”John menghampiri aku.
“Masak mie !! kalian lapar kan ??”tanyaku sambil memanaskan air.John membantuku membuka bumbu mie-nya.
“Huuuhh… mentang-mentang bintang iklannya mirip kamu,makan-nya mie Supperr Abbeezzz mulu….!!” Aku terkekeh.
Setengah enam sore mereka pulang.Huft… sendirian lagi deh di rumah.Meskipun mereka tidak bisa menginap tapi hari ini mereka semua membuatku merasa senang.Setelah mereka pergi aku kembali ke dalam rumah.Aku cium badanku … hmmm… tetep wangi walaupun keringetan .. hehehehe… tapi terasa lengket dan gatal nih.Sekarang saatnya berendam di air hangat.
“Brandon mandi dulu yaa…. Dadagh semua … Hayooo .. Brandonizer ada yang mau mandiin Brandon ndak ?? Tapi jangan sama tante Asri Ngulik ya… ntar rambut Brandon di sabunin bukan di pakein shampoo.Hehehehe….”
***
Sambil menunggu Brandon mandi,kita menuju Jakarta dulu.Di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah,seorang anak perempuan,kira-kira usianya 10 tahun tampak sedang berbicara dengan ayahnya.Dari keningnya mengalir keringat,menandakan bahwa dia kelelahan.Ya,JP baru saja pulang dari tempat latihan drum bersama papanya.Obrolan mereka di mobil tadi berlanjut sampai ke kamr JP.
“Pokoknya JP nggak mau papa menikah lagi meskipun itu dengan tante Adel ( Adel Lia BNZ hahaha … )”semprot JP sambil menghempaskan badannya di tempat tidur.
“JP,tante Adel orangnya baik,kamu tahu sendiri kan?selama ini tante Adel sangat perhatian dan sayang sama kamu!”om Andre (Andre BNZ.. wkwkwkwk)mencoba membujuk JP.
“JP tahu Pa,tante Adel sangat baik sama JP,tapi tetap saja Jp nggak terima kalau papa sampai menikah lagi dengan tante Adel”JP tetap bersikeras pada pendiriannya.Om Andre hanya bisa menghela nafas panjang.
“Papa percaya,suatu saat nanti pikiranmu akan berubah,mungkin kamu hanya butuh waktu untuk bisa menerima kehadiran tante Adel” bathin om Andre.
***
Surabaya pagi hari,aku beranjak dari tempat tidurku.Ini pertama kalinya aku tidur sendirian di rumah.Biasanya aku menginap di rumahnya Kak Reny.Soalnya papa suka khawatir kalau aku tinggal sendirian di rumah tanpa ada yang menjagaku.Masih setengah mengantuk aku keluar dari kamarku menuju kamar mandi.Ternyata eh ternyata .. papaku sudah pulang,aku lihat dia sedang menyiapkan sarapan pagi dan tidak sendirian.Ada anak kecil yang menemaninya menghidangkan makanan untuk sarapan di meja makan.Aku menghampiri mereka.
“Baimm… !!!”teriakku sambil berjalan menuju kursi tempat Baim sedang duduk.
“Kakak Ndonn… !!”teriaknya juga menyambutku.Aku memeluk Baim dan mencubit pipinya.
“Makin gemuk saja kamu !!”kataku membuat Baim mengusap-usap pipinya.
“Iyaa… Kakak Ndon makin kurus tuh…!!!”Baim meledekku.
“Ehh… Brandon…!!! Mandi dulu sana… belum mandi sudah meluk-meluk orang.Kasihan kan ntar yang dipeluknya pingsan!”papa mengejekku.
“Huuhh… badan Ndon tuh mau habis mandi ataupun belum mandi tetap saja wangi.Iya kan Im .. ???”tanyaku meminta dukungan Baim.
“Iya wangi… wangi parfum kambing !! Hehehehe…” Baim dan papa terkekeh.
“Ohh…. Sudah pinter ngeledek nih ceritanya ??Awas ya,Kak Ndon balas nanti!”sahutku sambil ngibrit ke kamar mandi.
Selesai mandi aku,Baim dan papaku sarapan bareng.Sarapan pagi ini terasa nikmat sekali.Aku sampai nambah lagi membuat papa tampak heran.
“Semalam kamu nggak makan ya ??”tanya papa ketika aku menyendok nasi.
“Makan Pa,semalam Kak Reny ke sini nganterin makanan buat makan malam Brandon !!”jawabku sambil mengambil lauknya.
“Terus kenapa kamu tidak menginap?semalam papa telpon Kak Reny katanya kamu tidak mau menginap di rumahnya.Terus papa telpon ke sini nggak di angkat-angkat sama kamu”terang papa setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
“Brandon udah gede Pa,sudah berani sendirian di rumah”jawabku sambil menepuk dada.Papa hanya tersenyum.
“Iya,tapi papa khawatir,makanya jam dua pagi tadi papa sama Baim langsung pulang ke sini.Memangnya teman kamu nggak ada yang mau menginap di sini??”tanya papa lagi.
“Teman-teman Brandon sedang sibuk mempersiapkan liburan Pa,jadi kemarin mereka pada pulang sore-sore”aku membantu papa membereskan meja makan.Sedangkan Baim langsung pergi ke ruang tengah,menyalakan TV dan nonton film kesukaanku, Spongebob.Hehehehe…
“Om Jun belum pulang juga dari luar kota,jadi untuk sementara Baim bakal liburan di sini nemenin kamu”papa dan aku mulai mencuci piring dan gelas kotor.
“Wah Brandon jadi nggak kesepian dong… soalnya temen-teman Brandon pada liburan ke luar kota Pa”sahutku senang sambil meletakkan piring yang telah di bilas sampai bersih ke rak piring yang ada di sampingku.
“Hmmm… ya bagus lah kalau begitu.. !!”
***
Tidak terasa liburan sudah hampir usai.Tinggal menyisakan dua hari lagi.Suasana di rumahku menjadi ramai karena adanya Baim.Awal-awalnya aku dan Baim kompak sekali kalau sudah bermain bersama.Tapi lama-kelamaan pasti ada saja yang kami ributin.Rebutan mainan lah... makanan .. remote TV... atau apa saja yang membuat kami berselisih paham.Papa cuma bisa geleng-geleng kepala melihat ulah kami berdua.
"Katanya udah gede,masa ndak mau ngalah sama anak kecil?"selalu itu yang dibilang papa kalau aku sudah membuat Baim menangis.Membuat aku pasang muka cemberut.
Hmmm...hari Sabtu,pagi-pagi sekali Baim sudah berteriak-teriak memanggilku untuk sarapan.Aku masih terbaring di tempat tidur.Malas sekali aku untuk bangun pagi ini.Aku putuskan untuk kembali tidur.Mumpung masih libur,kalau sudah masuk sekolah mana bisa aku bermalas-malasan seperti ini.Mataku mulai terpejam kembali sampai akhirnya tak ku dengar lagi suara radio bututnya Baim.
"Huuaaaa......!!!"nikmat sekali aku bangun.Ku gosok-gosok mataku,masih terbaring di tempat tidur pandanganku tertuju pada jam dinding di kamarku.
"Pukul 09.00 ... Hmm..Saatnya mandi dan pergi ke rumah Brian untuk latihan,soalnya kemarin dia sudah kembali dari rumah sodaranya yang di Banyuwangi.Sekalian minta oleh-oleh... Hehehehe...!!!"bathinku sambil beranjak dari tempat tidur.Akupun membuka seluruh pakaianku dan dengan hanya melilitkan handuk di pinggang,aku menuju pintu keluar kamar.Tapi baru beberapa langkah aku melihat sesuatu yang aneh di cermin yang ku lewati.Aku melihat bayanganku sendiri di cermin dan aku langsung berteriak.
"BAIIMMMMM........!!!!"
Ternyata mukaku sudah di coret-coret sama Baim.Di gambarin kumis,pipiku ada bulatan merahnya,mirip Jeng Kelin.Ada jambangnya pula mirip Raja Dangdut.
"Siaallll... awas saja nanti aku balas!!"gumamku geram.
Aku keluar kamar mencari-cari Baim.Tapi dia tidak ada di manapun.Hanya ada papa yang sedang mandi di kamar mandi yang terletak di kamarnya.Wah pasti Baim sudah ngumpet nih.Lihat saja nanti kalau ketemu.Akupun segera menuju kamar mandi.Namun belum sampai di depan kamar mandi,seseorang berlari mendahuluiku dan mengambil handuk yang ada di pinggangku.
"JAMBREEETTTT.....!!!!"teriakku dan aku langsung jongkok di depan kamar mandi yang sudah di kunci Baim dari dalam.Terdengar suara tertawanya dari dalam kamar mandi.Hahahahaha....
Mendengar teriakan,papa yang sudah selesai mandi dan kini sedang mengeringkan rambut dengan handuknya segera keluar dari kamarnya.
"Brandon ... ada apa teriak-teriak??terus ngapain juga kamu pup disitu??"tanyanya.Pandangan papa beralih ke wajahku dan langsung membuatnya tertawa-tawa.
"Hahahaha... habis kabaret di mana kamu?"lanjutnya masih terkekeh.
"Baim nih kerjaannya,handuk Brandon di ambil pula sama dia!"gerutuku kesal.
"Nih pakai handuk papa,mandi di kamar mandi papa saja sana.Makanya bangun pagi tuh jangan siang-siang!!"papa memberikan handuknya dan langsung saja aku ngibrit ke kamar mandi yang ada di kamar papa.
"Baim...!!!Awas kamu ya,berani ngerjain anak jail.Lihat saja nanti.Pasti aku balas!!!"gumamku sambil membersihkan mukaku.Brrrr.... mandi pagi ini terasa menyegarkan.
***
Aku mencari-cari sesuatu di gudang.Setelah menyingkirkan beberapa kardus akhirnya aku temukan juga kotak mainanku.Ku buka kotak itu dan ku keluarkan salah satu isinya.
"Hmmm.... ini dia ...!!!"pekikku sambil tersenyum.Mainan ini yang membuat papa geli,jijik dan takut.Hehehehe... Mainan ini terbuat dari karet yang kenyal dan seperti berair menyerupai lintah dengan warna hitam kecoklatan.Mainan ini bisa menempel di mana saja.Di lantai, kayu, kaca, kulit, besi, bahkan di baju juga. Ku bawa mainan itu keluar dari gudang dan langsung mencari target.Hehehehe...
Baim sedang asyik menonton TV di ruang tengah.Aku hampiri dia dan dia langsung menyembunyikan remote TV di balik badannya.Mungkin dikiranya aku mau memindahkan channelnya.Hehehehe...
"Baim,kakak Ndon punya sesuatu nih buat kamu.Mau ndak??"tanyaku sambil menyembunyikan lintah mainanku di belakang badanku.
"Ndak mau ah,paling juga mau ngerjain Baim!"katanya sambil memainkan remote TV.
"Nih buat kamu!!"aku menempelkan lintah mainan di tangannya.
"Huaaaa......!!!"Baim melempar remote TV dan menggerak-gerakan tangannya,mencoba menyingkirkan mainanku dari lengannya.Tapi lintah mainan itu tetap menempel di punggung tangannya.Baim tidak berani memegang mainanku.Diapun berlari ke kamar papa dan itu membuat aku tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahahahaha.... emang enak ????"teriakku kegirangan.
"Pak De... Pak De... tolongin Baim!"teriaknya sambil menangis ketakutan membuat papa yang sedang tidur siang terperanjat kaget.
"Brandooonnnn...!! papa kan sudah bilang mainan ini harus di buang.Kenapa masih ada di sini??"teriaknya papa dari dalam kamar.Rupanya papa tidak berani pula menyingkirkan mainanku dari tangan Baim.Hihihihi....
Setelah papa mulai marah akupun mendatangi mereka.Ku ambil mainanku dari tangan Baim.
"Makanya... jangan jail sama Kakak Ndon!"kataku sambil berlalu dari kamar papa.
"Buang jauh-jauh...!!!"teriak papa lagi.
Tapi rupanya Baim belum kapok juga.Buktinya saat aku ketiduran di ruang tengah,dia mencoba mengambil mainanku dengan cara memakai sumpit.Aksi ini berhasil aku gagalkan.Ku ambil mainanku,Baim berusaha menjauh dariku.Aku tidak tinggal diam,ku lemparkan saja mainanku ke arah Baim dan...
"PLOOKKK...!!!"lintah mainan itu menempel di pundak Baim membuat Baim menjerit-jerit.
"Pak De.... Pak De...!!"teriak Baim sambil berlari kesana-kemari mencari papa.Tawaku tak bisa ku tahan lagi.Hahahaha.....
"Branndooonnn....!!!"ternyata papa ada di dapur.Aku langsung kabur menuju garasi,mengambil sepedaku lalu mengayuhnya cepat-cepat menuju rumah Brian.Entah bagaimana nasib Baim dan lintah mainanku.Pasti nanti papa akan membuangnya.Tapi ndak masalah,toh aku bisa beli lintah mainan yang baru.Hehehehehe.....
***
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Ujian membuat kami pulang lebih awal dan aku senang karena sepulang sekolah aku bisa langsung berlatih dance dengan waktu yang lebih banyak tanpa dicurigai papa.Biasanya papa akan bertanya-tanya jika aku pulang terlambat sampai di rumah.Tentu saja aku akan berbohong dengan berbagai alasan.Kegiatan sekolah lah,kerja kelompok lah,tugas membersihkan kelas dulu lah … apa saja yang membuat papa hanya mengeluarkan kata “Ohh….”.
Tidak terasa UTS telah selesai.Seminggu penuh aku merasa senang sekali bisa berlatih dance lebih lama.Selanjutnya dua minggu kami diliburkan.Hari pertama libur aku dan papa sibuk merapikan rumah.Walaupun melelahkan,tapi bagiku kegiatan ini sangat menyenangkan.Biasanya kami bekerja sambil bercanda.Misalnya,ketika kami akan mengelap kaca yang sudah tebal dengan debu,papa akan mencolek debu itu dengan telunjuknya,lalu mengoleskannya ke hidungku.Aku tidak mau kalah mengikuti ulahnya.Ku oleskan debu kaca itu ke pipi papa.Kamipun tertawa-tawa dan kekonyolan ini akan berhenti sampai papa minta ampun karena aku tidak hanya mencolek debu dengan telunjukku,tapi mengusapnya dengan telapak tanganku dan ku usapkan lagi ke pipi papa.Kegiatan membersihkan rumah pun jadi menyenangkan dan tidak terasa capai.
Aku paling suka membersihkan mobil papa.Aku akan naik ke atap mobil dan papa akan menyemprotku dengan air keran.Akhirnya aku dan papa akan main basah-basahan sampai aku menggigil kedinginan.Itulah kegiatan di hari pertama liburanku.
“Ndon,nanti sore papa mau ke rumah sakit,tante Diant (Dian BNZ hahaha…) kecelakaan,dia di rawat di sana.Kamu mau ikut?”terangnya ketika kami sedang makan siang.
“Mmhh.. nggak deh Pa,Brandon di rumah saja”.jawabku sambil menyuapkan sup ayam.
“Papa pulangnya besok pagi lho… kamu yakin nggak mau ikut?”tanyanya meyakinkan aku.
“Kan biasanya juga kalau ada job manggung Brandon sendirian di rumah,kan ada Kak Reny (Reny Sry Siregar BNZ okokokok…)”aku meyakinkan papa.Oh iya,kak Reny ini tetanggaku.Sekarang dia duduk di bangku kuliah semester akhir.Kata papa waktu kecil aku dekat sekali sama Kak Reny.Malah sering di asuh sama dia kalau papa sedang tidak ada di rumah.Kak Reny sudah seperti kakak kandungku sendiri.Makanya kalau papa ada job manggung dan harus pulang larut malam,aku lebih memilih untuk menginap di rumah kak Reny.
“Yo wess lah … tapi kalau kamu takut sendirian ajak saja teman-teman kamu menginap di sini.Mereka kan pada libur juga tuh !!”
“Justru itu yang bakal Brandon lakuin”bisikku dalam hati.
“Tapi ingat !! jangan membuat keributan !!”papa mengangkat telunjuknya ke arahku.
“Iya papaku sayang !” jawabku merajuk yang langsung membuat papa mengacak-acak rambutku.
Hmmm… tante Diant adik papa,suaminya tante Diant,om Jun (Juny BNZ wkwkwk….) seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan besar di Surabaya ini.Kerjanya sering pergi ke luar kota.Katanya mau memantau kantor cabang bersama boss-nya.Mereka mempunyai seorang anak laki-laki.Namanya Baim (Baim cilik) hehehe… Anaknya lucu banget deh.Usianya berbeda 3 tahun denganku.Makanya sekarang papa ke RS nungguin tante Diant sekalian menjenguk Baim karena om Jun masih berada di luar kota.
Jam dua siang papa berangkat,aku mengantarkannya sampai pagar rumah.Setelah mobil papa menghilang di tikungan jalan,aku segera berlari ke dalam rumah dan langsung menelpon teman-temanku,Brian dan John.Aku suruh mereka membawa CD hip-hop untuk latihan.Sambil menunggu mereka,aku menyalakan DVD di ruang tengah,menonton rekamanku sendiri yang sedang perform di depan banyak orang untuk pertama kalinya.Saat itu kami perform di tempat kuliahnya Kak Edo,kakaknya Brian.Aku sangat senang sekali ketika kami selesai tampil teman-temannya Kak Edo langsung mengerubungi AKU,Brian dan John.Mengajak foto-foto bersama,nyubit-nyubitin aku… Wahh… aku hanya bisa pasrah saja diperlakukan seperti itu.Hehehehe….
Video itupun telah selesai ku putar.Aku masukkan kembali ke dalam lemari di kamarku lalu ku kunci rapat-rapat (soalnya kalau ketahuan sama papa pasti dia bakalan marah besar).Tak sampai menunggu lama,Brian dan John tiba di rumahku dengan naik sepeda.
“Wah.. tumben kamu ngundang kita ke rumah,di suruh bawa CD Hip-hop pula lagi.Memangnya papa kamu sudah ngizinin?”tanya Brian sesampainya di teras rumahku,di ikuti John di belakangnya.
“Papaku sedang pergi,pulangnya besok pagi,jadi kita bisa latihan sepuasnya.Kalian menginap di sini saja ya !!”kataku sambil mengajak mereka masuk.
“Wah.. ndak bisa Ndon,lagian kamu di telpon tadi ndak nyuruh kita menginap !!” John mulai meregangkan badan untuk pemanasan.
“Aku juga ndak bisa Ndon !! Nanti malam aku mau pergi ke rumah sodaraku yang di Banyuwangi.Aku bakalan liburan di sana!!”kata Brian membuat aku kecewa.
“Yo wess lah… kalo kalian ndak bisa … !!!”jawabku cemberut.
“Yo jangan marah toh Ndon !!!”Brian merajuk.
“Aku ndak marah… cuma kecewa !!!”
“Sama saja Brandon !!”John menimpali.
Kami berlatih di ruang tengah karena ruangan inilah yang paling luas.Jadi kami bebas melakukan gerakan-gerakan apapun.Selagi latihan,kami mencari-cari gerakan baru atau menyempurnakan gerakan-gerakan yang di ajari sama Kak Edo.Oh iya,di dekat rumah Kak Edo ada sanggar tari tradisional lho…Aku sering memperhatikan para penari tradisional itu waktu latihan.Hmm… aku mencoba mengikuti gerakan mereka,menggabungkannya dengan tarian Hip-hop.Ini membuat Brian dan John tertawa cekikikan saat aku menggoyang-goyangkan pantatku seperti penari jaipong.Tapi mereka suka dan mengikuti gerakanku juga.Hahahaha….
Dua jam berlatih membuat aku dan teman-temanku kelelahan.Ku biarkan Brian dan John istirahat sambil menikmati minuman yang ku suguhkan.Sementara mereka beristirahat,aku melangkah menuju dapur,membuka kulkas dan ternyata masih ada mie Super Abbeezzz… Lumayan nih,latihan membuatku lapar.
“Lagi ngopo Ndon ??”John menghampiri aku.
“Masak mie !! kalian lapar kan ??”tanyaku sambil memanaskan air.John membantuku membuka bumbu mie-nya.
“Huuuhh… mentang-mentang bintang iklannya mirip kamu,makan-nya mie Supperr Abbeezzz mulu….!!” Aku terkekeh.
Setengah enam sore mereka pulang.Huft… sendirian lagi deh di rumah.Meskipun mereka tidak bisa menginap tapi hari ini mereka semua membuatku merasa senang.Setelah mereka pergi aku kembali ke dalam rumah.Aku cium badanku … hmmm… tetep wangi walaupun keringetan .. hehehehe… tapi terasa lengket dan gatal nih.Sekarang saatnya berendam di air hangat.
“Brandon mandi dulu yaa…. Dadagh semua … Hayooo .. Brandonizer ada yang mau mandiin Brandon ndak ?? Tapi jangan sama tante Asri Ngulik ya… ntar rambut Brandon di sabunin bukan di pakein shampoo.Hehehehe….”
***
Sambil menunggu Brandon mandi,kita menuju Jakarta dulu.Di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah,seorang anak perempuan,kira-kira usianya 10 tahun tampak sedang berbicara dengan ayahnya.Dari keningnya mengalir keringat,menandakan bahwa dia kelelahan.Ya,JP baru saja pulang dari tempat latihan drum bersama papanya.Obrolan mereka di mobil tadi berlanjut sampai ke kamr JP.
“Pokoknya JP nggak mau papa menikah lagi meskipun itu dengan tante Adel ( Adel Lia BNZ hahaha … )”semprot JP sambil menghempaskan badannya di tempat tidur.
“JP,tante Adel orangnya baik,kamu tahu sendiri kan?selama ini tante Adel sangat perhatian dan sayang sama kamu!”om Andre (Andre BNZ.. wkwkwkwk)mencoba membujuk JP.
“JP tahu Pa,tante Adel sangat baik sama JP,tapi tetap saja Jp nggak terima kalau papa sampai menikah lagi dengan tante Adel”JP tetap bersikeras pada pendiriannya.Om Andre hanya bisa menghela nafas panjang.
“Papa percaya,suatu saat nanti pikiranmu akan berubah,mungkin kamu hanya butuh waktu untuk bisa menerima kehadiran tante Adel” bathin om Andre.
***
Surabaya pagi hari,aku beranjak dari tempat tidurku.Ini pertama kalinya aku tidur sendirian di rumah.Biasanya aku menginap di rumahnya Kak Reny.Soalnya papa suka khawatir kalau aku tinggal sendirian di rumah tanpa ada yang menjagaku.Masih setengah mengantuk aku keluar dari kamarku menuju kamar mandi.Ternyata eh ternyata .. papaku sudah pulang,aku lihat dia sedang menyiapkan sarapan pagi dan tidak sendirian.Ada anak kecil yang menemaninya menghidangkan makanan untuk sarapan di meja makan.Aku menghampiri mereka.
“Baimm… !!!”teriakku sambil berjalan menuju kursi tempat Baim sedang duduk.
“Kakak Ndonn… !!”teriaknya juga menyambutku.Aku memeluk Baim dan mencubit pipinya.
“Makin gemuk saja kamu !!”kataku membuat Baim mengusap-usap pipinya.
“Iyaa… Kakak Ndon makin kurus tuh…!!!”Baim meledekku.
“Ehh… Brandon…!!! Mandi dulu sana… belum mandi sudah meluk-meluk orang.Kasihan kan ntar yang dipeluknya pingsan!”papa mengejekku.
“Huuhh… badan Ndon tuh mau habis mandi ataupun belum mandi tetap saja wangi.Iya kan Im .. ???”tanyaku meminta dukungan Baim.
“Iya wangi… wangi parfum kambing !! Hehehehe…” Baim dan papa terkekeh.
“Ohh…. Sudah pinter ngeledek nih ceritanya ??Awas ya,Kak Ndon balas nanti!”sahutku sambil ngibrit ke kamar mandi.
Selesai mandi aku,Baim dan papaku sarapan bareng.Sarapan pagi ini terasa nikmat sekali.Aku sampai nambah lagi membuat papa tampak heran.
“Semalam kamu nggak makan ya ??”tanya papa ketika aku menyendok nasi.
“Makan Pa,semalam Kak Reny ke sini nganterin makanan buat makan malam Brandon !!”jawabku sambil mengambil lauknya.
“Terus kenapa kamu tidak menginap?semalam papa telpon Kak Reny katanya kamu tidak mau menginap di rumahnya.Terus papa telpon ke sini nggak di angkat-angkat sama kamu”terang papa setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
“Brandon udah gede Pa,sudah berani sendirian di rumah”jawabku sambil menepuk dada.Papa hanya tersenyum.
“Iya,tapi papa khawatir,makanya jam dua pagi tadi papa sama Baim langsung pulang ke sini.Memangnya teman kamu nggak ada yang mau menginap di sini??”tanya papa lagi.
“Teman-teman Brandon sedang sibuk mempersiapkan liburan Pa,jadi kemarin mereka pada pulang sore-sore”aku membantu papa membereskan meja makan.Sedangkan Baim langsung pergi ke ruang tengah,menyalakan TV dan nonton film kesukaanku, Spongebob.Hehehehe…
“Om Jun belum pulang juga dari luar kota,jadi untuk sementara Baim bakal liburan di sini nemenin kamu”papa dan aku mulai mencuci piring dan gelas kotor.
“Wah Brandon jadi nggak kesepian dong… soalnya temen-teman Brandon pada liburan ke luar kota Pa”sahutku senang sambil meletakkan piring yang telah di bilas sampai bersih ke rak piring yang ada di sampingku.
“Hmmm… ya bagus lah kalau begitu.. !!”
***
Tidak terasa liburan sudah hampir usai.Tinggal menyisakan dua hari lagi.Suasana di rumahku menjadi ramai karena adanya Baim.Awal-awalnya aku dan Baim kompak sekali kalau sudah bermain bersama.Tapi lama-kelamaan pasti ada saja yang kami ributin.Rebutan mainan lah... makanan .. remote TV... atau apa saja yang membuat kami berselisih paham.Papa cuma bisa geleng-geleng kepala melihat ulah kami berdua.
"Katanya udah gede,masa ndak mau ngalah sama anak kecil?"selalu itu yang dibilang papa kalau aku sudah membuat Baim menangis.Membuat aku pasang muka cemberut.
Hmmm...hari Sabtu,pagi-pagi sekali Baim sudah berteriak-teriak memanggilku untuk sarapan.Aku masih terbaring di tempat tidur.Malas sekali aku untuk bangun pagi ini.Aku putuskan untuk kembali tidur.Mumpung masih libur,kalau sudah masuk sekolah mana bisa aku bermalas-malasan seperti ini.Mataku mulai terpejam kembali sampai akhirnya tak ku dengar lagi suara radio bututnya Baim.
"Huuaaaa......!!!"nikmat sekali aku bangun.Ku gosok-gosok mataku,masih terbaring di tempat tidur pandanganku tertuju pada jam dinding di kamarku.
"Pukul 09.00 ... Hmm..Saatnya mandi dan pergi ke rumah Brian untuk latihan,soalnya kemarin dia sudah kembali dari rumah sodaranya yang di Banyuwangi.Sekalian minta oleh-oleh... Hehehehe...!!!"bathinku sambil beranjak dari tempat tidur.Akupun membuka seluruh pakaianku dan dengan hanya melilitkan handuk di pinggang,aku menuju pintu keluar kamar.Tapi baru beberapa langkah aku melihat sesuatu yang aneh di cermin yang ku lewati.Aku melihat bayanganku sendiri di cermin dan aku langsung berteriak.
"BAIIMMMMM........!!!!"
Ternyata mukaku sudah di coret-coret sama Baim.Di gambarin kumis,pipiku ada bulatan merahnya,mirip Jeng Kelin.Ada jambangnya pula mirip Raja Dangdut.
"Siaallll... awas saja nanti aku balas!!"gumamku geram.
Aku keluar kamar mencari-cari Baim.Tapi dia tidak ada di manapun.Hanya ada papa yang sedang mandi di kamar mandi yang terletak di kamarnya.Wah pasti Baim sudah ngumpet nih.Lihat saja nanti kalau ketemu.Akupun segera menuju kamar mandi.Namun belum sampai di depan kamar mandi,seseorang berlari mendahuluiku dan mengambil handuk yang ada di pinggangku.
"JAMBREEETTTT.....!!!!"teriakku dan aku langsung jongkok di depan kamar mandi yang sudah di kunci Baim dari dalam.Terdengar suara tertawanya dari dalam kamar mandi.Hahahahaha....
Mendengar teriakan,papa yang sudah selesai mandi dan kini sedang mengeringkan rambut dengan handuknya segera keluar dari kamarnya.
"Brandon ... ada apa teriak-teriak??terus ngapain juga kamu pup disitu??"tanyanya.Pandangan papa beralih ke wajahku dan langsung membuatnya tertawa-tawa.
"Hahahaha... habis kabaret di mana kamu?"lanjutnya masih terkekeh.
"Baim nih kerjaannya,handuk Brandon di ambil pula sama dia!"gerutuku kesal.
"Nih pakai handuk papa,mandi di kamar mandi papa saja sana.Makanya bangun pagi tuh jangan siang-siang!!"papa memberikan handuknya dan langsung saja aku ngibrit ke kamar mandi yang ada di kamar papa.
"Baim...!!!Awas kamu ya,berani ngerjain anak jail.Lihat saja nanti.Pasti aku balas!!!"gumamku sambil membersihkan mukaku.Brrrr.... mandi pagi ini terasa menyegarkan.
***
Aku mencari-cari sesuatu di gudang.Setelah menyingkirkan beberapa kardus akhirnya aku temukan juga kotak mainanku.Ku buka kotak itu dan ku keluarkan salah satu isinya.
"Hmmm.... ini dia ...!!!"pekikku sambil tersenyum.Mainan ini yang membuat papa geli,jijik dan takut.Hehehehe... Mainan ini terbuat dari karet yang kenyal dan seperti berair menyerupai lintah dengan warna hitam kecoklatan.Mainan ini bisa menempel di mana saja.Di lantai, kayu, kaca, kulit, besi, bahkan di baju juga. Ku bawa mainan itu keluar dari gudang dan langsung mencari target.Hehehehe...
Baim sedang asyik menonton TV di ruang tengah.Aku hampiri dia dan dia langsung menyembunyikan remote TV di balik badannya.Mungkin dikiranya aku mau memindahkan channelnya.Hehehehe...
"Baim,kakak Ndon punya sesuatu nih buat kamu.Mau ndak??"tanyaku sambil menyembunyikan lintah mainanku di belakang badanku.
"Ndak mau ah,paling juga mau ngerjain Baim!"katanya sambil memainkan remote TV.
"Nih buat kamu!!"aku menempelkan lintah mainan di tangannya.
"Huaaaa......!!!"Baim melempar remote TV dan menggerak-gerakan tangannya,mencoba menyingkirkan mainanku dari lengannya.Tapi lintah mainan itu tetap menempel di punggung tangannya.Baim tidak berani memegang mainanku.Diapun berlari ke kamar papa dan itu membuat aku tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahahahaha.... emang enak ????"teriakku kegirangan.
"Pak De... Pak De... tolongin Baim!"teriaknya sambil menangis ketakutan membuat papa yang sedang tidur siang terperanjat kaget.
"Brandooonnnn...!! papa kan sudah bilang mainan ini harus di buang.Kenapa masih ada di sini??"teriaknya papa dari dalam kamar.Rupanya papa tidak berani pula menyingkirkan mainanku dari tangan Baim.Hihihihi....
Setelah papa mulai marah akupun mendatangi mereka.Ku ambil mainanku dari tangan Baim.
"Makanya... jangan jail sama Kakak Ndon!"kataku sambil berlalu dari kamar papa.
"Buang jauh-jauh...!!!"teriak papa lagi.
Tapi rupanya Baim belum kapok juga.Buktinya saat aku ketiduran di ruang tengah,dia mencoba mengambil mainanku dengan cara memakai sumpit.Aksi ini berhasil aku gagalkan.Ku ambil mainanku,Baim berusaha menjauh dariku.Aku tidak tinggal diam,ku lemparkan saja mainanku ke arah Baim dan...
"PLOOKKK...!!!"lintah mainan itu menempel di pundak Baim membuat Baim menjerit-jerit.
"Pak De.... Pak De...!!"teriak Baim sambil berlari kesana-kemari mencari papa.Tawaku tak bisa ku tahan lagi.Hahahaha.....
"Branndooonnn....!!!"ternyata papa ada di dapur.Aku langsung kabur menuju garasi,mengambil sepedaku lalu mengayuhnya cepat-cepat menuju rumah Brian.Entah bagaimana nasib Baim dan lintah mainanku.Pasti nanti papa akan membuangnya.Tapi ndak masalah,toh aku bisa beli lintah mainan yang baru.Hehehehehe.....
***
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
SD PERMATA HATI 1 *part.2*
Hari masih pagi tapi kelasku sudah ramai.Kebiasaan buruk,mengerjakan pekerjaan rumah sebelum bel masuk berbunyi.Seperti biasa,aku akan membuat kekacauan dengan melempar-lempar kertas kesana kemari.Membuat anak-anak perempuan berteriak-teriak memprotesku.Justru teriakan mereka itu membuatku semakin liar menjalankan aksiku.Setelah bosan melempar-lempar kertas,aku beralih untuk mengerjai teman-temanku yang sedang mengerjakan PR.Ada Brian (Brian BNZ wkwkwk) dan John (John BNZ okokok) lagi asyik menyalin PR Matematika dari bukunya Kartika (Kartika BNZ juga hehehe ) murid kesayangan Bu Sarah (Sarah Sechan hahaha) wali kelasku.Aku mendekati mereka berdua,berjalan seperti orang yang akan terjatuh lalu dengan sengaja menabrak mereka berdua yang sedang asyik menulis.Walhasil membuat buku mereka tercoret karena doronganku.
"BRANDOOONNN ... !!!"John dan Brian berteriak bareng.Aku berlari dan mereka tidak tinggal diam dengan mengejarku berputar-putar di dalam kelas,melompati kursi,naik ke atas meja,menabrak siapa saja yang menghalangi lariku.Aku tak bisa menghindar ketika mereka mengepungku.Biasanya jika aku tertangkap mereka akan menggelitik pinggangku sampai aku lemas karena tertawa.Kali ini aku harus lolos,jalan satu-satunya adalah menaiki meja dan berlari menuju pintu keluar kelas.Dengan begitu aku akan terbebas dari mereka berdua.
"Hayooo... mau kemana heh ???"
Mereka berdua semakin dekat.Dengan gerakan cepat aku menaiki meja,menginjak buku entah buku siapa lalu melompat turun dan berlari menuju pintu keluar.
"Akhirnya selamat juga"bathinku.Tapiii...
BRUUKKK...!!!
Di pintu kelas aku bertabrakan dengan seseorang.Membuat aku dan dia terjatuh.
"Brraanndooonnn ... !!!" Bu Sarah membentakku.
"Maaf Bu nggak sengaja"maafku sambil memunguti buku Bu Sarah.
"Sekali lagi ibu melihat kamu berlari-lari di kelas,kamu ibu hukum berlari 10 putaran lapangan bola".Bu Sarah tampak marah.Huuh... wali kelasku ini memang killer.
"Mengerti kamu Brandon?"bentaknya lagi membuatku tersentak kaget.
"Iy...iya Bu!!"jawabku gugup.
"Sekarang masuk dan persiapkan buku pelajaranmu!!"Bu Sarah menuju mejanya dan aku melangkah menuju bangkuku.John yang duduk di belakangku terkikik.
"Emang enak di omelin??"ejeknya.
"Huuu... jelekkk... "umpatku kesal.
"Makanya jangan suka jail,kena batunya deh".Brian yang duduk di sebelahku ikut-ikutan meledek aku.Aku langsung mencubit lengannya,Brian terpekik.
"Aww... Sakit dodol ... !!!"teriaknya kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Dodol tuh manis bukan sakit !!! Hahahaha ... "jawabku puas.
"Brandooonnn...!!!"suara Bu Sarah kembali melengking.
"Kamu ini ya,nakal banget!!!Apa perlu ibu ikat kamu supaya kamu diam??"ocehannya membuatku menunduk menatap kolong meja.
"Iya Bu ikat aja terus gelitikin rame-rame sampai pingsan!"celetuk Brian membuat seluruh penghuni kelas tertawa berbarengan.
"Sudah..sudah.. sekarang keluarkan buku PR Bahasa Indonesia kalian!"Bu Sarah menenangkan.
"Lho bukannya pelajaran Bhs.Indonesia setelah jam istirahat?"protesku.
"Tidak usah protes,lagipula pelajaran Matematika dan kesenian materinya sudah habis,jadi tinggal menunggu ulangan tengah semester minggu depan"cetusnya galak.
"Waduh bagaimana nih?mati aku!bisa kena damprat lagi nih gara-gara belum mengerjakan PR"bathinku mulai panik.
"Yang namanya ibu panggil maju ke depan kelas dan bacakan PR kalian"teriaknya lantang memecah keheningan kelas.
Dua minggu yang lalu Bu Sarah memang memberikan tugas Bhs.Indonesia yaitu membuat puisi tentang kasih sayang seorang ibu.Aku bukannya malas mengerjakan tapi aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya.Aku memutar otak,aku tidak mau lagi di omelin Bu Sarah.Kali ini dia pasti akan menghukumku karena serangkaian ulahku dari tadi pagi membuatnya harus mengeluarkan urat marahnya.Satu persatu nama-nama temanku dipanggil.Membacakan puisi mereka dengan lantang dan setelah selesai membaca puisi mereka masing-masing,mereka akan mendapatkan tepukan tangan yang sangat meriah dari seisi kelas.Sampai akhirnya tinggal menyisakan namaku dan Kartika.
"Selanjutnya.... Kartika!!Silahkan maju dan bacakan puisimu!"
Dengan percaya diri Kartika melangkah ke depan kelas,membuka bukunya dan dengan semangat '45 seperti petugas upacara yang sedang membacakan teks Proklamasi di acara 17 Agustusan,dia membawakan puisinya dengan lantang.
"Judulnya apa sayang?"tanya BU Sarah.
"Judul puisiku 'Ibu,Izinkan Aku Berbakti Padamu'!"jawab Kartika.
"Oke...!!!Silahkan tunjukan bakatmu !!!"kata Bu Sarah. (emang IMB ?) hahahaha....
Ibu Izinkan Aku Berbakti Padamu
Pagi hari kau bangunkan aku
Suara lembutmu mengalun mengajakku bangkit dari pembaringanku
Dengan sabar kau bimbing aku yang malas bangun meninggalkan mimpiku
Kau sibak jendela kamarku
Kau biarkan sejuknya udara pagi menyapa kulitku
Namun sejuknya angin itu tak sesejuk kasih sayangmu
Terimakasih ibu,
Engkau selalu memberikan semangat di saat aku senang dan sedih
Kau selalu ada untukku,membangunkan aku saat ku jatuh dan terpuruk
Ibu,maafkan aku yang kadang mengabaikan nasihatmu
Maafkan aku yang kadang menyakitimu
Aku ingin membahagiakanmu…
Kelak jika aku besar nanti,aku berjanji
Akan membuat bangga dirimu
Ibu,kasihmu tak ternilai,tak kan habis di makan waktu,
Ditelan masa,diburu usia
Engkaulah panutanku,engkaulah pahlawanku
Izinkan aku berbakti padamu …
Terimakasih.
Seluruh kelas bertepuk tangan.
“Wah,puisi yang sangat bagus !!”puji Bu Sarah.”Silahkan duduk kembali Kartika !!! Dan yang terakhir Brandon !! Ayo maju ke depan dan bacakan puisi kamu !!!”
Ragu-ragu aku beranjak dari kursiku.Brian dan John masih terkikik.Semua mata memandangku,mengantarkanku menuju ke depan kelas.Bisa ku tebak,mereka pasti berbisik “Wah siap-siap di omelin Bu Sarah lagi nih!!”.
“Brandon,mana buku tugasmu ??”tanya Bu Sarah setibanya aku berdiri di depan kelas.Mukanya sudah pasang tampang killer.
“Tidak perlu lihat buku Bu,aku sudah hafal!!”jawabku enteng membuat Bu Sarah mengerutkan kening,tampak meragukanku.
“Oh begitu,apa judul puisi kamu,BRANDUUOONN??”tanyanya dengan suara yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan namaku,membuat seisi kelas tertawa.Menertawakan aku atau Bu Sarah??Entahlah….
“Maaf Bu,puisiku belum ada judulnya,mungkin nanti ibu bisa kasih judul puisi saya”.jawabku dengan mimik serius.Mungkin Bu Sarah menganggapku sok polos.Hihi…
“Bagaimana kamu ini,ngasih judul puisi sendiri saja tidak bisa.Yo wess lah …. Nanti puisi kamu ibu kasih judul,tapi nanti nilai kamu bagi dua dong sama ibu!!”celotehnya.
“Iya Bu nggak apa-apa,nanti ibu saya bagi nilai dua,buat saya delapan ya Bu,kan pas tuh jadi sepuluh!!Hehehehe…!!!”
“Grrrrrrrrrrrrrr…….”kelasku mulai ribut.Bu Sarah mengetuk-ngetuk meja,menenangkan suasana yang mulai tidak kondusif.
“Pinter sekali ya kamu melawaknya”.senyumnya seperti mengejekku.”Nah anak-anak,teman kalian Brandon akan membacakan puisi yang sudah di hafalnya yang berjudul : ‘Kasih Judul Aja Sendiri’ !!Oke Brandon,tunjukan bakatmu !! Eh… maksud ibu,bacakan puisimu !!!”
“Sekarang Bu ??”tanyaku ragu-ragu.
“Bessoookkkk…..!!!”teriak teman-teman sekelasku membuat Bu Sarah melotot ke arahku.Hiiiii…. sereeemmm…wajahnya mirip tante Jessica waktu membawakan konsep Gothic ala Indonesia alias jadi kuntilanak.Hahahahaha…..
Fiiuuuhhh…..aku menghela nafas panjang dan mulailah aku dengan puisiku.
Saat ku lelah,tak ada yang mengusap keringatku.
Saat ku sedih,tak ada yang menghapus air mataku.
Lihatlah…!!
Rintik hujan berusaha merobek jendela kamarku.
Di saat itu,aku terpekur sendiri menahan rindu.
Bagaimana aku bisa membayangkan wajahmu?
Sedangkan aku tak sedetikpun menatapmu.
Bagaimana aku bisa melukis senyummu?
Sedangkan aku tak sekalipun merasakan hangatnya kecupanmu.
Mama…aku rindu…
Apakah mama juga merindukan aku?
Beritahu aku,bagaimana cara aku menyampaikan rindu ini padamu.
Mama..
Mengapa tak sekalipun engkau hadir dalam mimpiku?
Mama…
Mengapa tak kau sapa aku walau hanya dalam lelapku?
Aku rindu mama…
Aku ingin bertemu meskipun hanya sebatas mimpiku.
Rinduku padamu tak terbatas waktu.
Bawa aku mama…ajak aku terbang bersamamu.
Tuhan,ambilah hidupku…
Pertemukan aku dengan mamaku,di Surga-Mu !!!
Hening,tak ada suara tepuk tangan,tak ada suara cekikikan pula,semua memandangku dengan pandangan aneh.Aku menunduk,”Siall..pasti puisiku jelek ..!!”bathinku.
“Teng…teng…teng…”bel istirahat berbunyi,aku berlari keluar pintu kelas.Meninggalkan teman-temanku dan Bu Sarah yang masih diam terpaku.Entah bagaimana ekspresi Bu Sarah…
Masih bisa ku dengar Brian berteriak memanggilku.
“Brraanndooonnnn….!!!”
Panggilannya tak ku pedulikan.Aku terus berlari menuju toilet siswa.Tapi sepertinya dia mengejarku.Aku sudah masuk toilet dan tidak lama kemudian...
“Bruk..bruk..bruk..!!!”pasti Brian yang menggedor-gedor pintu.
“Brandonn…!!kamu nggak apa-apa kan?”teriaknya memanggilku.
“Buka pintunya dong…!!”teriaknya lagi.Aku segera menuju pintu dan membukanya.Tampak Brian dengan raut muka khawatir.
“Ada apa sih kamu teriak-teriak?kamu mau pipis juga?Ya sudah sana masuk !!”cetusku sewot.
“Lho kamu nggak apa-apa?”mukanya tampak keheranan.
“Udah lega … udah di buang pipisnya …!!”jawabku sambil meregangkan tanganku.
“Jadi kamu ke sini cuma mau pipis?bukan nangis?”tanyanya masih terheran-heran.Giliran aku yang mengerutkan kening.
“Nangis?kenapa mesti nangis?masa anak sekeren ini nangis?Lihat mata aku kayak habis nangis nggak?”aku memelototkan mataku.Tapi percuma,mataku nggak bisa melotot.Hehehehe…
“Lha tadi lari-lari habis baca puisi?”ekspresi wajah Brian membuatku tertawa.
“Hahahaha…emang kenapa puisiku?bagus ya?”godaku.
“Jadi beneran nggak apa-apa?”tanyanya masih penasaran.
“Kamu kenapa sih?puisi aku tadi itu spontan keluar dari mulutku,kalo di suruh lagi bacain puisi tadi mana aku hafal.Apa karena puisi tadi sesuai dengan hidup aku yang nggak punya mama makanya membuat kalian terharu?aku sendiri saja nggak nyangka bisa mengarang puisi seperti itu.Hahaha…”
“Huuhh… Semprull.. Cuma dolanan toh?kamu nggak lihat Bu Sarah sampai mau nangis denger kamu baca puisi tadi?”katanya serius.
“Nggak tuhh…kan keburu bel,waktunya keluar kelas,lagian kamu tahu sendiri kan kalo aku suka nggak kuat nahan pipis?hehehehe…sudahlah…mending kita ke kantin nyookk… Laappeerrrr…”aku menyeret Brian ke kantin.
Sesampainya di kantin kami celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.Kantin lumayan penuh juga.Mungkin hampir semua penghuni sekolah lagi pada kelaparan.
“Nah meja Kartika kosong tuh.Duduk di sana saja yuukk..!!!”ajak Brian yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.Kami berdua pun berjalan mendekati meja Kartika yang masih kosong.
“Halo anaknya Bu Sarah!!”godaku sesampainya di dekat Kartika yang langsung pasang tampang jutek.
“Numpang duduk yaa…”kataku dan tanpa menunggu jawaban Kartika aku dan Brian langsung duduk di sampingnya.
“Pesan apa Ndon?”tanya Brian.
“Biasa…Supperr Abbeezzz…!!hehehe…”jawabku menirukan iklan yang bintang iklannya mirip aku.Wkwkwkwkwkwk….Brian langsung berteriak.”Bu De … !!!Pesen mie,karo es the manis telu !!”teriaknya medok.
“Lha,kok pesen tiga?”tanyaku heran.
“Itu si John lagi nyamperin ke sini,sekalian kita pesenin!”jawabnya sok setia kawan.
“Okelah kalo begetoo…!”jawabku sambil menggoyang-goyangkan dua jempol tanganku,kayak lagi dangdutan,membuat Kartika yang duduk di sebelahku tersenyum.
“Eh Kartika,kamu kok sendirian saja sih?memangnya teman-teman kamu pada kemana?”basa-basi aku bertanya,kan nggak enak di anggurin.Hehehe…
“Mereka lagi ke perpus,oh iya,tadi puisi kamu bagus banget,aku sampai terharu!Kamu kangen mama kamu ya?”tanyanya membuat aku sedikit tersentak.
“Maaf ya Ndon…!”lanjutnya nggak enak hati.
“Nggak apa-apa…bagi aku papaku itu sekaligus mamaku…hehehe…nggak kalah lho sama mama kamu.Tiap hari papa bangunin aku,siapin sarapan,nganterin aku ke sekolah,masak,ngepel rumah,nyiram tanaman…”
“Waduuhh…papa kamu apa pembantu?”potong Brian membuat kami tertawa.
“Di rumah aku,nggak ada pembantu,paling yang di kerjakan sama orang lain tuh cuma nyuci.Makanya tiap hari Minggu aku dan papaku suka beresin rumah bareng-bareng”.terangku bangga.
“Wah nggak nyangka ya anak jail dan nakal kayak kamu ternyata rajin bantu-bantu papanya”.kata Kartika sungguh-sungguh.
"Kok cuma jail dan nakal aja sih?Pintar,baik hati dan tidak sombongnya dikemanain?"candaku membuat Brian tertawa terbahak-bahak sampai batuk-batuk.
Tidak berselang lama pesanan kami pun datang,3 mangkuk mie Supper Abbeezz sama 3 gelas besar es teh manis hangat.Lho??? :D es teh manis nggak pake hangat kalee... hehehe... Tapi kok si John belum nongol juga ya ??? Wah mesti di kasih surprise ney... Hahahahaha....
"Eh Kartika,mau lihat yang lucu nggak?Tapi taruhan,kalo aku berhasil ngerjain John,kamu bayarin makananku ya,soalnya aku nggak bawa uang.Mau nggak?"tantangku.
"Lha kalo nggak punya uang ngapain kamu ngajak aku makan di kantin?"Brian bengong. "Uangku juga sudah habis nih".lanjutnya bingung.
"Ya sudah begini saja,nanti kalau Brandon berhasil ngerjain John,makanan kalian aku yang bayar semuanya".Kartika menengahi.
"Hoorreee...eh,boleh nambah nggak makanannya?"tanyaku memancing.
"Waahh... rugi bandar donk !!"protesnya tidak setuju.
"Bercanda Tik,lagian mana habis aku makan 2 mangkok?kalo Brian sih 5 mangkok habis sama mangkok-mangkoknya".aku dan Kartika terkikik.
"Enak aja!!"semprot Brian nggak terima.
"Nih lihat ya,aku bakalan ngerjain si John!"aku memasukan garam ke minumanku.
"Lho kok bukan ke minumannya si John sih?"Brian dan Kartika heran.
"Lihat saja nanti!"sahutku sambil tersenyum jail.
Tidak sampai menunngu lama,yang ditunggu akhirnya datang juga.Kami bersikap wajar,makan seperti biasa.
"Lama sekali kamu John!dari mana saja sih?sudah mulai dingin tuh mie-nya".celetuk Brian dengan mie masih bergelantungan di mulutnya.
"Wah sudah dari tadi ya?Sory deh,ada bisnis sedikit.Hehehe..".sahutnya sok sibuk sambil menempatkan badannya di depan mie dan es teh manis "asli" nggak pake garam.
"Minum dulu John,kamu cape kan?"sahutku mempersilahkan dia minum.
"Hmm.. tumben anak jail perhatian sama aku.Wah dasar anak jail,pasti minumanku sudah di kasih racun nih!"katanya curiga.
"Wew...Berburuk sangka itu tidak baik John".protesku membela diri.
"Aku tuh nggak percaya sama yang namanya Brandon De Angelo anak paling jail sedunia per-jailan.Halaaaahh Lebay.Hahahaha..!"kelakarnya nggak lucu."Aku mau minta tuker minumanku sama minuman kamu.Gimana?"pintanya sambil menggerakan alisnya naik turun.
"Yess...!!Kena juga kamu John!!"bisikku dalam hati.Aku melirik Kartika,sepertinya dia sudah mulai tidak kuat menahan tertawanya.
"Enak saja minta tuker!!"aku berpura-pura menolak permintaannya dan ini membuat dia semakin yakin kalau minumannya sudah aku masukin sesuatu.
"Tuh kan bener udah di kasih racun!!"katanya bersikeras minta tukaran minuman.
"Ya sudah kalo kamu nggak percaya nih aku buktiin,aku minum ya minuman kamu!"aku mengambil es teh manis John dan dia segera mengambil punyaku juga.Lalu aku dan dia minum sama-sama..
"Buuaahhhhhh...!!!"John membuang minuman di mulutnya ke kolong meja.Aku,Brian dan Kartika langsung ngakak guling-gulingan membuat seisi kantin menoleh ke arah kami.Tapi kami tidak perduli,malah tawa kami semakin meledak-ledak.
"Huahahahaha...... dor..dor..dorrr...!"
"Huahahahaha...... jeder... jeder... jeder....!!"
:D
"BRANDOOONNN ... !!!"John dan Brian berteriak bareng.Aku berlari dan mereka tidak tinggal diam dengan mengejarku berputar-putar di dalam kelas,melompati kursi,naik ke atas meja,menabrak siapa saja yang menghalangi lariku.Aku tak bisa menghindar ketika mereka mengepungku.Biasanya jika aku tertangkap mereka akan menggelitik pinggangku sampai aku lemas karena tertawa.Kali ini aku harus lolos,jalan satu-satunya adalah menaiki meja dan berlari menuju pintu keluar kelas.Dengan begitu aku akan terbebas dari mereka berdua.
"Hayooo... mau kemana heh ???"
Mereka berdua semakin dekat.Dengan gerakan cepat aku menaiki meja,menginjak buku entah buku siapa lalu melompat turun dan berlari menuju pintu keluar.
"Akhirnya selamat juga"bathinku.Tapiii...
BRUUKKK...!!!
Di pintu kelas aku bertabrakan dengan seseorang.Membuat aku dan dia terjatuh.
"Brraanndooonnn ... !!!" Bu Sarah membentakku.
"Maaf Bu nggak sengaja"maafku sambil memunguti buku Bu Sarah.
"Sekali lagi ibu melihat kamu berlari-lari di kelas,kamu ibu hukum berlari 10 putaran lapangan bola".Bu Sarah tampak marah.Huuh... wali kelasku ini memang killer.
"Mengerti kamu Brandon?"bentaknya lagi membuatku tersentak kaget.
"Iy...iya Bu!!"jawabku gugup.
"Sekarang masuk dan persiapkan buku pelajaranmu!!"Bu Sarah menuju mejanya dan aku melangkah menuju bangkuku.John yang duduk di belakangku terkikik.
"Emang enak di omelin??"ejeknya.
"Huuu... jelekkk... "umpatku kesal.
"Makanya jangan suka jail,kena batunya deh".Brian yang duduk di sebelahku ikut-ikutan meledek aku.Aku langsung mencubit lengannya,Brian terpekik.
"Aww... Sakit dodol ... !!!"teriaknya kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Dodol tuh manis bukan sakit !!! Hahahaha ... "jawabku puas.
"Brandooonnn...!!!"suara Bu Sarah kembali melengking.
"Kamu ini ya,nakal banget!!!Apa perlu ibu ikat kamu supaya kamu diam??"ocehannya membuatku menunduk menatap kolong meja.
"Iya Bu ikat aja terus gelitikin rame-rame sampai pingsan!"celetuk Brian membuat seluruh penghuni kelas tertawa berbarengan.
"Sudah..sudah.. sekarang keluarkan buku PR Bahasa Indonesia kalian!"Bu Sarah menenangkan.
"Lho bukannya pelajaran Bhs.Indonesia setelah jam istirahat?"protesku.
"Tidak usah protes,lagipula pelajaran Matematika dan kesenian materinya sudah habis,jadi tinggal menunggu ulangan tengah semester minggu depan"cetusnya galak.
"Waduh bagaimana nih?mati aku!bisa kena damprat lagi nih gara-gara belum mengerjakan PR"bathinku mulai panik.
"Yang namanya ibu panggil maju ke depan kelas dan bacakan PR kalian"teriaknya lantang memecah keheningan kelas.
Dua minggu yang lalu Bu Sarah memang memberikan tugas Bhs.Indonesia yaitu membuat puisi tentang kasih sayang seorang ibu.Aku bukannya malas mengerjakan tapi aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya.Aku memutar otak,aku tidak mau lagi di omelin Bu Sarah.Kali ini dia pasti akan menghukumku karena serangkaian ulahku dari tadi pagi membuatnya harus mengeluarkan urat marahnya.Satu persatu nama-nama temanku dipanggil.Membacakan puisi mereka dengan lantang dan setelah selesai membaca puisi mereka masing-masing,mereka akan mendapatkan tepukan tangan yang sangat meriah dari seisi kelas.Sampai akhirnya tinggal menyisakan namaku dan Kartika.
"Selanjutnya.... Kartika!!Silahkan maju dan bacakan puisimu!"
Dengan percaya diri Kartika melangkah ke depan kelas,membuka bukunya dan dengan semangat '45 seperti petugas upacara yang sedang membacakan teks Proklamasi di acara 17 Agustusan,dia membawakan puisinya dengan lantang.
"Judulnya apa sayang?"tanya BU Sarah.
"Judul puisiku 'Ibu,Izinkan Aku Berbakti Padamu'!"jawab Kartika.
"Oke...!!!Silahkan tunjukan bakatmu !!!"kata Bu Sarah. (emang IMB ?) hahahaha....
Ibu Izinkan Aku Berbakti Padamu
Pagi hari kau bangunkan aku
Suara lembutmu mengalun mengajakku bangkit dari pembaringanku
Dengan sabar kau bimbing aku yang malas bangun meninggalkan mimpiku
Kau sibak jendela kamarku
Kau biarkan sejuknya udara pagi menyapa kulitku
Namun sejuknya angin itu tak sesejuk kasih sayangmu
Terimakasih ibu,
Engkau selalu memberikan semangat di saat aku senang dan sedih
Kau selalu ada untukku,membangunkan aku saat ku jatuh dan terpuruk
Ibu,maafkan aku yang kadang mengabaikan nasihatmu
Maafkan aku yang kadang menyakitimu
Aku ingin membahagiakanmu…
Kelak jika aku besar nanti,aku berjanji
Akan membuat bangga dirimu
Ibu,kasihmu tak ternilai,tak kan habis di makan waktu,
Ditelan masa,diburu usia
Engkaulah panutanku,engkaulah pahlawanku
Izinkan aku berbakti padamu …
Terimakasih.
Seluruh kelas bertepuk tangan.
“Wah,puisi yang sangat bagus !!”puji Bu Sarah.”Silahkan duduk kembali Kartika !!! Dan yang terakhir Brandon !! Ayo maju ke depan dan bacakan puisi kamu !!!”
Ragu-ragu aku beranjak dari kursiku.Brian dan John masih terkikik.Semua mata memandangku,mengantarkanku menuju ke depan kelas.Bisa ku tebak,mereka pasti berbisik “Wah siap-siap di omelin Bu Sarah lagi nih!!”.
“Brandon,mana buku tugasmu ??”tanya Bu Sarah setibanya aku berdiri di depan kelas.Mukanya sudah pasang tampang killer.
“Tidak perlu lihat buku Bu,aku sudah hafal!!”jawabku enteng membuat Bu Sarah mengerutkan kening,tampak meragukanku.
“Oh begitu,apa judul puisi kamu,BRANDUUOONN??”tanyanya dengan suara yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan namaku,membuat seisi kelas tertawa.Menertawakan aku atau Bu Sarah??Entahlah….
“Maaf Bu,puisiku belum ada judulnya,mungkin nanti ibu bisa kasih judul puisi saya”.jawabku dengan mimik serius.Mungkin Bu Sarah menganggapku sok polos.Hihi…
“Bagaimana kamu ini,ngasih judul puisi sendiri saja tidak bisa.Yo wess lah …. Nanti puisi kamu ibu kasih judul,tapi nanti nilai kamu bagi dua dong sama ibu!!”celotehnya.
“Iya Bu nggak apa-apa,nanti ibu saya bagi nilai dua,buat saya delapan ya Bu,kan pas tuh jadi sepuluh!!Hehehehe…!!!”
“Grrrrrrrrrrrrrr…….”kelasku mulai ribut.Bu Sarah mengetuk-ngetuk meja,menenangkan suasana yang mulai tidak kondusif.
“Pinter sekali ya kamu melawaknya”.senyumnya seperti mengejekku.”Nah anak-anak,teman kalian Brandon akan membacakan puisi yang sudah di hafalnya yang berjudul : ‘Kasih Judul Aja Sendiri’ !!Oke Brandon,tunjukan bakatmu !! Eh… maksud ibu,bacakan puisimu !!!”
“Sekarang Bu ??”tanyaku ragu-ragu.
“Bessoookkkk…..!!!”teriak teman-teman sekelasku membuat Bu Sarah melotot ke arahku.Hiiiii…. sereeemmm…wajahnya mirip tante Jessica waktu membawakan konsep Gothic ala Indonesia alias jadi kuntilanak.Hahahahaha…..
Fiiuuuhhh…..aku menghela nafas panjang dan mulailah aku dengan puisiku.
Saat ku lelah,tak ada yang mengusap keringatku.
Saat ku sedih,tak ada yang menghapus air mataku.
Lihatlah…!!
Rintik hujan berusaha merobek jendela kamarku.
Di saat itu,aku terpekur sendiri menahan rindu.
Bagaimana aku bisa membayangkan wajahmu?
Sedangkan aku tak sedetikpun menatapmu.
Bagaimana aku bisa melukis senyummu?
Sedangkan aku tak sekalipun merasakan hangatnya kecupanmu.
Mama…aku rindu…
Apakah mama juga merindukan aku?
Beritahu aku,bagaimana cara aku menyampaikan rindu ini padamu.
Mama..
Mengapa tak sekalipun engkau hadir dalam mimpiku?
Mama…
Mengapa tak kau sapa aku walau hanya dalam lelapku?
Aku rindu mama…
Aku ingin bertemu meskipun hanya sebatas mimpiku.
Rinduku padamu tak terbatas waktu.
Bawa aku mama…ajak aku terbang bersamamu.
Tuhan,ambilah hidupku…
Pertemukan aku dengan mamaku,di Surga-Mu !!!
Hening,tak ada suara tepuk tangan,tak ada suara cekikikan pula,semua memandangku dengan pandangan aneh.Aku menunduk,”Siall..pasti puisiku jelek ..!!”bathinku.
“Teng…teng…teng…”bel istirahat berbunyi,aku berlari keluar pintu kelas.Meninggalkan teman-temanku dan Bu Sarah yang masih diam terpaku.Entah bagaimana ekspresi Bu Sarah…
Masih bisa ku dengar Brian berteriak memanggilku.
“Brraanndooonnnn….!!!”
Panggilannya tak ku pedulikan.Aku terus berlari menuju toilet siswa.Tapi sepertinya dia mengejarku.Aku sudah masuk toilet dan tidak lama kemudian...
“Bruk..bruk..bruk..!!!”pasti Brian yang menggedor-gedor pintu.
“Brandonn…!!kamu nggak apa-apa kan?”teriaknya memanggilku.
“Buka pintunya dong…!!”teriaknya lagi.Aku segera menuju pintu dan membukanya.Tampak Brian dengan raut muka khawatir.
“Ada apa sih kamu teriak-teriak?kamu mau pipis juga?Ya sudah sana masuk !!”cetusku sewot.
“Lho kamu nggak apa-apa?”mukanya tampak keheranan.
“Udah lega … udah di buang pipisnya …!!”jawabku sambil meregangkan tanganku.
“Jadi kamu ke sini cuma mau pipis?bukan nangis?”tanyanya masih terheran-heran.Giliran aku yang mengerutkan kening.
“Nangis?kenapa mesti nangis?masa anak sekeren ini nangis?Lihat mata aku kayak habis nangis nggak?”aku memelototkan mataku.Tapi percuma,mataku nggak bisa melotot.Hehehehe…
“Lha tadi lari-lari habis baca puisi?”ekspresi wajah Brian membuatku tertawa.
“Hahahaha…emang kenapa puisiku?bagus ya?”godaku.
“Jadi beneran nggak apa-apa?”tanyanya masih penasaran.
“Kamu kenapa sih?puisi aku tadi itu spontan keluar dari mulutku,kalo di suruh lagi bacain puisi tadi mana aku hafal.Apa karena puisi tadi sesuai dengan hidup aku yang nggak punya mama makanya membuat kalian terharu?aku sendiri saja nggak nyangka bisa mengarang puisi seperti itu.Hahaha…”
“Huuhh… Semprull.. Cuma dolanan toh?kamu nggak lihat Bu Sarah sampai mau nangis denger kamu baca puisi tadi?”katanya serius.
“Nggak tuhh…kan keburu bel,waktunya keluar kelas,lagian kamu tahu sendiri kan kalo aku suka nggak kuat nahan pipis?hehehehe…sudahlah…mending kita ke kantin nyookk… Laappeerrrr…”aku menyeret Brian ke kantin.
Sesampainya di kantin kami celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.Kantin lumayan penuh juga.Mungkin hampir semua penghuni sekolah lagi pada kelaparan.
“Nah meja Kartika kosong tuh.Duduk di sana saja yuukk..!!!”ajak Brian yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.Kami berdua pun berjalan mendekati meja Kartika yang masih kosong.
“Halo anaknya Bu Sarah!!”godaku sesampainya di dekat Kartika yang langsung pasang tampang jutek.
“Numpang duduk yaa…”kataku dan tanpa menunggu jawaban Kartika aku dan Brian langsung duduk di sampingnya.
“Pesan apa Ndon?”tanya Brian.
“Biasa…Supperr Abbeezzz…!!hehehe…”jawabku menirukan iklan yang bintang iklannya mirip aku.Wkwkwkwkwkwk….Brian langsung berteriak.”Bu De … !!!Pesen mie,karo es the manis telu !!”teriaknya medok.
“Lha,kok pesen tiga?”tanyaku heran.
“Itu si John lagi nyamperin ke sini,sekalian kita pesenin!”jawabnya sok setia kawan.
“Okelah kalo begetoo…!”jawabku sambil menggoyang-goyangkan dua jempol tanganku,kayak lagi dangdutan,membuat Kartika yang duduk di sebelahku tersenyum.
“Eh Kartika,kamu kok sendirian saja sih?memangnya teman-teman kamu pada kemana?”basa-basi aku bertanya,kan nggak enak di anggurin.Hehehe…
“Mereka lagi ke perpus,oh iya,tadi puisi kamu bagus banget,aku sampai terharu!Kamu kangen mama kamu ya?”tanyanya membuat aku sedikit tersentak.
“Maaf ya Ndon…!”lanjutnya nggak enak hati.
“Nggak apa-apa…bagi aku papaku itu sekaligus mamaku…hehehe…nggak kalah lho sama mama kamu.Tiap hari papa bangunin aku,siapin sarapan,nganterin aku ke sekolah,masak,ngepel rumah,nyiram tanaman…”
“Waduuhh…papa kamu apa pembantu?”potong Brian membuat kami tertawa.
“Di rumah aku,nggak ada pembantu,paling yang di kerjakan sama orang lain tuh cuma nyuci.Makanya tiap hari Minggu aku dan papaku suka beresin rumah bareng-bareng”.terangku bangga.
“Wah nggak nyangka ya anak jail dan nakal kayak kamu ternyata rajin bantu-bantu papanya”.kata Kartika sungguh-sungguh.
"Kok cuma jail dan nakal aja sih?Pintar,baik hati dan tidak sombongnya dikemanain?"candaku membuat Brian tertawa terbahak-bahak sampai batuk-batuk.
Tidak berselang lama pesanan kami pun datang,3 mangkuk mie Supper Abbeezz sama 3 gelas besar es teh manis hangat.Lho??? :D es teh manis nggak pake hangat kalee... hehehe... Tapi kok si John belum nongol juga ya ??? Wah mesti di kasih surprise ney... Hahahahaha....
"Eh Kartika,mau lihat yang lucu nggak?Tapi taruhan,kalo aku berhasil ngerjain John,kamu bayarin makananku ya,soalnya aku nggak bawa uang.Mau nggak?"tantangku.
"Lha kalo nggak punya uang ngapain kamu ngajak aku makan di kantin?"Brian bengong. "Uangku juga sudah habis nih".lanjutnya bingung.
"Ya sudah begini saja,nanti kalau Brandon berhasil ngerjain John,makanan kalian aku yang bayar semuanya".Kartika menengahi.
"Hoorreee...eh,boleh nambah nggak makanannya?"tanyaku memancing.
"Waahh... rugi bandar donk !!"protesnya tidak setuju.
"Bercanda Tik,lagian mana habis aku makan 2 mangkok?kalo Brian sih 5 mangkok habis sama mangkok-mangkoknya".aku dan Kartika terkikik.
"Enak aja!!"semprot Brian nggak terima.
"Nih lihat ya,aku bakalan ngerjain si John!"aku memasukan garam ke minumanku.
"Lho kok bukan ke minumannya si John sih?"Brian dan Kartika heran.
"Lihat saja nanti!"sahutku sambil tersenyum jail.
Tidak sampai menunngu lama,yang ditunggu akhirnya datang juga.Kami bersikap wajar,makan seperti biasa.
"Lama sekali kamu John!dari mana saja sih?sudah mulai dingin tuh mie-nya".celetuk Brian dengan mie masih bergelantungan di mulutnya.
"Wah sudah dari tadi ya?Sory deh,ada bisnis sedikit.Hehehe..".sahutnya sok sibuk sambil menempatkan badannya di depan mie dan es teh manis "asli" nggak pake garam.
"Minum dulu John,kamu cape kan?"sahutku mempersilahkan dia minum.
"Hmm.. tumben anak jail perhatian sama aku.Wah dasar anak jail,pasti minumanku sudah di kasih racun nih!"katanya curiga.
"Wew...Berburuk sangka itu tidak baik John".protesku membela diri.
"Aku tuh nggak percaya sama yang namanya Brandon De Angelo anak paling jail sedunia per-jailan.Halaaaahh Lebay.Hahahaha..!"kelakarnya nggak lucu."Aku mau minta tuker minumanku sama minuman kamu.Gimana?"pintanya sambil menggerakan alisnya naik turun.
"Yess...!!Kena juga kamu John!!"bisikku dalam hati.Aku melirik Kartika,sepertinya dia sudah mulai tidak kuat menahan tertawanya.
"Enak saja minta tuker!!"aku berpura-pura menolak permintaannya dan ini membuat dia semakin yakin kalau minumannya sudah aku masukin sesuatu.
"Tuh kan bener udah di kasih racun!!"katanya bersikeras minta tukaran minuman.
"Ya sudah kalo kamu nggak percaya nih aku buktiin,aku minum ya minuman kamu!"aku mengambil es teh manis John dan dia segera mengambil punyaku juga.Lalu aku dan dia minum sama-sama..
"Buuaahhhhhh...!!!"John membuang minuman di mulutnya ke kolong meja.Aku,Brian dan Kartika langsung ngakak guling-gulingan membuat seisi kantin menoleh ke arah kami.Tapi kami tidak perduli,malah tawa kami semakin meledak-ledak.
"Huahahahaha...... dor..dor..dorrr...!"
"Huahahahaha...... jeder... jeder... jeder....!!"
:D
AWAL CERITA *part.1*
Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun,saya suka nge-dance dari umur 6 tahun ... hehehe... itu perkenalanku di audisi IMB,tapi ceritaku kali ini berbeda sekali dengan kehidupanku yang sebenarnya.Jadi cerita ini hanyalah fiktif belaka.Just for fun ... Di sini aku akan menceritakan tentang perjuanganku meraih impian menjadi seorang dancer profesional.Saat ini umurku 8tahun dan bersekolah di SD Permata Hati 1 kelas 4.Papaku (Mas Addie MS hehehe) adalah seorang musisi ,mempunyai sekolah musik yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.Mamaku sudah meninggal,kata papa mama wafat ketika aku baru berumur 2 tahun.Walaupun terkadang aku suka iri melihat teman-temanku dengan mamanya,tapi aku bahagia sekali punya papa yang sangat menyayangiku.Namun papaku tidak suka kalau aku belajar nge-dance.Aku sendiri tidak tahu alasannya kenapa.Dia lebih menginginkan aku kelak menjadi seorang musisi.Di sinilah kisah ini berawal.Aku secara diam-diam belajar nge-dance dengan 2 sahabatku.Kami di ajari Kak Edo (Ko Edo LMSC hehehe ),kakak dari salah satu teman dance-ku.Sudah 2 tahun aku dan teman-temanku di ajari dance sama Kak Edo.Sekarang aku sudah pintar nge-dance dan menguasai bermacam-macam tekhnik dance.Crumping,Popping,Locking,Hand Hop,dll.Hehehehe ... Nah Brandonizer,ikuti ceritaku yaa..... Semoga kalian terhibur .... I LOVE YOU ALL ... :-D
Minggu, 03 April 2011
Prakata
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah sudi meng-add FB saya (Chu-x Interisti Lilhero) dan follow twitter saya (chuxkocax).
Cerita ini terinspirasi dari sebuah ajang pencarian bakat (IMB) Trans Tv dan hanya fiktif belaka hanya untuk kepentingan hiburan semata.
Special thanks to :
-Brandon De Angelo dan Brandonizernya,
-Fay Nabila Ryzka dan Faynaticnya,
-JP Millenix dan Millenixernya,
-IMB dan IMB Lovers nya,
-Seluruh BNZ yg sudah mensupport saya sehingga tulisan ini bisa di nikmati oleh kalian semua.
Semoga cerita ini bisa diterima dengan baik oleh kalian semua.
Kritik dan saran tetap saya butuhkan agar ke depannya bisa lebih baik lagi.
Kritik dan saran bisa langsung lewat FB,twitter atau email kocax_pisan@rocketmail.com.
Terimakasih dan selamat membaca.
Salam Brandonizer ....
(Chu-x)
Langganan:
Postingan (Atom)
