Jumat, 05 Juli 2013

TEMAN MISTERIUS ( Cerpen Langsung End )

      Hari  pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas memang merupakan hari dimana murid-murid mencari-cari tempat duduk yang diinginkan. Tak terkecuali Brandon & Fay. Dua bocah yang jago nge-dance hip hop ini sengaja datang ke sekolah pagi-pagi sekali supaya bisa  dapat tempat duduk yang mereka mau. Sekarang mereka sudah duduk di kelas 1 SMP.
"Yaah,tas siapa nih?"Brandon melemparkan sebuah tas yang ada di bangku pojok paling belakang ke bangku lain.
"Brandon! Enak aja maen lempar-lempar. Itu bangku aku!"omel Fay langsung memungut tasnya.
"Yee,ini bangku aku! Kamu cari yang lain aja tuh!"Brandon mempertahankan bangku yg tadi sudah ditempati Fay.
"Dasar gundul! Km aja yang nyari lagi. Itu msh banyak tau! Ini kan aku duluan yang nempatin,"Fay tak mau kalah sambil menarik-narik tangan Brandon supaya keluar dari  bangkunya. Tapi Brandon tak bergeming.Tangan yang satunya berpegangan pada  bangku membuat Fay tak mampu menarik keluar Brandon dari sana.
"NYEBELIIINN!!"teriak Fay manyun.

      Tidak lama berselang, murid-murid lain mulai berdatangan. Mereka juga berebutan tempat duduk. Rata-rata memang nggak ada yang mau duduk paling depan. Hahaha, walaupn sudah banyak yang datang, tapi  Brandon & Fay belum mau berhenti bertengkar. Mereka terus memperebutkan bangku tadi.
"Ya sudah, kita sebangku aja Fay!"tawar Brandon.
"WHAT? Sebangku aama kamu? OGEENGGG . . . "-
"Terserah, emang aku juga mau sebangku sama cewek rese kayak kamu? Weee . . ."Brandon tak mau kalah.
"Iihh.. Dasarr.. Awas donk! Ini bangku akui, aku yang pertama nempatin tau!"Fay kembali menarik tangan Brandon.
"Salah sendiri nggak didudukin!"-
"Aaarrggghh Brandon! Kamu nyebelin banget sih!"sungut Fay kesal.
"Eh,maaf aku boleh duduk sama kamu nggak?"tanya seorang murid laki-laki membuat Fay & Brandon berhenti bertengkar.
"Boleh.. boleh.. Duduk aja. Daripada aku sebangku sama cewek rese,"sambut Brandon gembira. Fay melotot ke arah Brandon. Kini dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Brandon & anak baru itu telah duduk manis di bangku yang sehrusnya menjadi tempat duduknya.
"AWAS KAMU NDON!"Fay mengacungkan kepalan tangannya. Brandon hanya tertawa sambil memeletkan lidah ke arah Fay.
"NGGAK TAKUUUT! WEEEKK..."ledeknya girang.
      Hari  itu proses belajar mengajar belum efektif. Baru jam 10 pagi saja mereka sudah diperbolehkn pulang. Brandon melenggang menuju gerbang dengan langkah berirama. Kedua tangannya dimasukan ke saku celana.
"Eh, yang tadi sebangku sama aku namanya siapa ya? Aku sampai lupa kenalan gara-gara berantem mulu sama si Fay! Hahaha,"pikirnya seraya menggaruk-garuk kepala.
Belum sampai keluar gerbang, tiba-tiba Fay menarik tubuh Brandon sehingga anak itu mundur & jatuh terduduk.
"AWW !!"pekiknya kesakitan. Dia langsung bangkit, menghampiri Fay. Niatnya mau membalas, tapi dia mengurungkan maksudnya itu. Dia hanya menatap mata Fay tajam. Fay balik memelototinya. Kini keduanya saling berhadapan, beradu mata dan tak lama kemudian, salah satu teman yang melihat adegan itu menyalakan mp3 dari  HPnya. Terdengarlah musik hip hop dari sana. Battle dance pun dimulai dan berlangsung seru. Fay dan Brandon bergantian menari hip hop membuat semua murid asyik menyaksikan tontonan gratis itu. Sebagian mengelukan Brandon dan sebagian lagi memberi semangat buat Fay.
"BRANDON BRANDON BRANDON!!"
"ABING ABING ABING!!"
Wah wah, kira-kira yang menang siapa ya? :D
      Lagi seru-serunya Brandon dan Fay battle dance tiba-tiba...
"JLEPP!!"musik hip hop berhenti gara-gara baterai HP nya lowbat.
"HUUHHH!"penonton pun kecewa dan membubarkan diri.
"Lain kali aku pasti ngalahin kamu Ndon!"Fay melipat tangan di dada.
"Nggak semudah itu Fay!"Brandon nggak mau kalah. Dia memasukan kedua tangan di saku celana seragamnya. Keduany tampak basah oleh keringat yang membanjiri tubuh masing-masing.
"Ayo Fay!"ajak teman-teman cewek Fay mengajak dia prgi. Brandon mengatur nafas sejenak. Hmm... Battle tadi cukup membuat dia ngos-ngosan. Brandon celingak celinguk mencari sesuatu.
"Ini tas kamu!"seseorang menyerahkan benda yang dia cari. Ternyata teman sebangkunya tadi.
"Kamu hebat ya. Dance kamu keren. Kapan-kapan ajarin aku donk!"keduanya berjalan beriringan.
"Boleh aja, tapi tarifnya sebulan 500rb! Hehehe"-
"Mahal bener! Kurangin dikit lah"-
"Oke 499rb! Itu sudah dikurangin dikit," Anak baru itu manyun.
"Bercanda lah, lagian aku jugs masih belajar. Kalo mau belajar di sanggar aja bareng aku. Tapi hati-hati sama si Fay. Dia itu cewek rese, tapi cantik juga sih. Hahaha,"Brandon dan temannya tertawa riang.
"Eh iya, nama kamu siapa?"tanya Brandon hampir lupa lagi.
"Latif!"-"Brandon!" keduanya brsalaman.
***
      Di sekolah, lama-lama Brandon dan Latif jadi teman baik. Latif yang tadinya pendiam jadi ketularan jailnya Brandon. Dia sering ikut-ikutan Brandon ngerjain Fay. Tapi  ada yang aneh dengan Latif, kadang anak itu suka ngomong sendrian secara tiba-tiba, seperti orang yang sedang ketakutan. Misalnya, ketika kelas lagi hening-heningnya, waktu semua murid sibuk mikirin soal ulangan yang ada di depannya, Latif berteriak histeris.
"Jangan! Jangan bunuh aku! Kamu jahat! Kamu harus matii.. Kamu  akan matii.. Jangaann!!" tentu saja teriakannya ini membuat seisi kelas ketakutan. Apalagi Brandon, teman sbangkunya. Dia sampai melompat dari tempat duduknya dan meringkuk di pojokan.
"Tif... Tif.. Latiiff..."Brandon mencoba menyadarkan Latif, Latif menoleh ke arah Brandon.
"KYAAAA..."Brandon semakin ketakutan melihat mata Latif yg nggak ada hitamnya. Seperti orang kesurupan. Tapi itu tak pernah berlangsung lama karena Latif akan sadar sendiri. Anehnya, dia tidak pernah ingat dengan apa yang terjadi padanya barusan.
"Ndon, ken.. kenapa kamu takut sama aku?"katanya bingung.
"Ng.. Nggak kok Tif, aku nggak tskut!"jawab Brandon berbohong.
"Sudahlah kita belajar lagi,"sahut Brandon cepat dengan wajah pucat.
***
      Suatu hari, murid-murid diberi PR, tapi secara berkelompok. Brandon, Latif, Fay dan dua orang lainnya tergabung dalam satu kelompok.
"Aduh! Kenapa satu kelompok sama si jail sih?"gerutu Fay kurang suka.
"Jail.. Jail.. Tapi kamu suka kan Fay?"sahut Brandon kepedean.
"Idiih.. Kamu tuh ya! Aku tuh nggak suka kalo km dekat-dekat sama murid cewek lain! Ehh.... Keceplosan! Aku tuh nggak suka sama km! Jadi jangan ge-er ya!"sewot Fay nggak terima.
"Ya mau gimana lagi dong? Kita sudah satu kelompok. Ntar ngerjain tugasnya di rumah siapa nih?"tanya Brandon sama keempat teman kelompoknya.
Semua mata tertuju ke arah Latif.
"Ja.. Jangan di rumahku ya!"Latif menggoyangkan tangannya, memberi tanda kalau dia nggak setuju.
"Lho, emang kenapa? Kita kan belum tau rumah kamu Tif,"kata-kata Fay disambut anggukan teman-teman yang lainnya.
"Pokoknya nggak bisa deh, aku nggak bisa cerita sekarang,"tolak Latif lagi.
"Ya udah deh, terus...??"
Kini smua mata tertuju ke Brandon.
"Jang.. Aww!!"belum sempat protes, Fay sudah mencubit pinggang Brandon.
"Oke.. Oke.. Di rumahku deh! Tar aku suguhin BATU!"sungut Brandon mengalah dan semuanya setuju kalau nanti malam mereka akan belajar kelompok di rumah Brandon.
***
      Tepat jam 7 malam, semuanya sudah berkumpul di rumah Brandon, kecuali si Latif.
"Eh Ndon, teman kamu kemana tuh? Kok belum datang?" tanya Fay.
"Nggak tau tuh. Palingan juga telat. Denger-denger rumahnya kan jauh Fay,"sahut Brandon cuek. Dia mulai mengeluarkan semua mkanan yang ada di lemari.
"Emang kamu tau rumahnya?"lanjut Fay yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Brandon.
"Nomor HP? Telepon rumah?"Fay masih penasaran.
"Nggak ada Fay, aku nggak pernah nanya. Mending aku minta nomor HP kamu aja Fay,"jawab Brandon lagi.
"Dasar!"Fay mencubit lengan Brandon membuat anak itu terpekik.
      Meskipun tanpa Latif, mereka tetap mengerjakan tugas klompok yang diberikan gurunya. Sampai jam 9 malam, Latif nggak datang juga. Fay dan kedua temannya pun pamit pulang.
"Ndon, kita pulang dulu ya. Eh besok kita omelin saja tuh si Latif,"cetus Fay.
"Sudahlah, paling dia ada urusan,"Brandon mencoba berpikir positif.
Setelah semuanya pulang, Brandon membereskan ruangan bekas belajar kelompok yang berantakan sendrian. Lalu setelah itu, dia masuk kamar. Hmm.. Di luar mulai terdengar suara petir dan tetesan air hujan.
"Hujan2 begini, enakny tidur,"gumamnya sambil menutupi tubuh mungilnya dengan selimut tebal.
      Baru saja mata Brandon terpejam, beberapa ketukan dari arah pintu rumahnya membuat dia kembali terbangun. Meski samar karena beradu dengan suara hujan di luar, tapi Brandon masih bisa mendengarnya.
"Aduh.. Siapa sih malam-malam?"gerutunya seraya bangkit dari tempat tidur.
"Mama sama papa kemana ya? Apa mereka nggak denger?"dengan malas dya membuka pintu ruang tamu.
"HOAAMPPPH,,"anak itu menutup mulutnya yang kembali menguap.
"Latif?!"Brandon kaget melihat Latif sudah berdiri di depannya dengan tubuh basah kuyup mirip kucing kecemplung got mampet.
"Maaf Ndon, aku telat. Di jalan kehujanan,"ucapnya sambil menggigil kepanasan. Lho? Hahaha . . Kedinginan lah..
"Yee.. Udah pada pulang kali Tif! Yaudah yuk masuk!"ajak Brandon nggak tega melihat temannya itu. Pakaian dan buku-buku yang dibawanya basah semua. Brandon kembali ke  kamarnya lalu keluar membawa handuk dan pakaian yang sekiranya muat buat Latif ( gue yakin nggak bakalan ada yang muat dah, tapi kita bikin ceritanya muat aja dah, wkwkwkwk). Setelah Latif berganti pakaian, keduanya asyik ngobrol di ruang tengah.
"Aduh gimana nih Ndon? Buku aku basah semua. Mana udah malam banget lagi"-
"Ya mau gimana lagi Tif. Malam ini kamu nginep aja, besok pagi-pagi sekali aku antar kamu  pulang sekalian papaku berangkat ke kantor naik mobilnya,"usul Brandon. Latif berpikir sejenak.
      Latif setuju malam ini menginap di rumah Brandon.
      Tik tok tik tok tik tok
Jarum jam di kamar Brandon terus berdetak. Keduanya tertidur lelap sampai akhirnya, tepat jam dua malam...
"Tolongg.. Jangan.. Jangan bunuh aku!! Jangan.. Kamu jahat!!" Latif berteriak-teriak nggak karuan. Brandon yang kaget sampai terjatuh dari tempat tidurnya.
"GUBRAKK!"
"Wadaww..."pekik anak jail itu terbangun. Dia mngusap-ngusap kepalanya yang terasa sakit.
"Huuh, untung nggak sampe benjol,"lirihnya. Brandon beranjak dari lantai dan langsung berusaha membangunkan Latif meskipun dia merasa sedikit takut melihat wajah temannya yang seperti orang kesurupan itu.
      "Tif.. Bangun Tif! Kamu nggak apa-apa kan?"Brandon mengguncang-guncang tubuh temannya. Perlahan, keadaan Latif mulai sadar.
"Bran.. Brandon? Ada apa?"tanyanya tak mengerti.
"Mmh.. Nggak, nggak apa-apa. Yaudah tidur lagi,"sahut Brandon berbohong. Dia pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
Kini mata keduanya sulit terpejam. Mereka masih larut dalam pikiran masing-masing. Sebenarnya Brandon ingin bertanya lebih jauh tentang kejadian yang selalu menimpa temannya itu. Tapi dia tidak tega jika harus memaksa Latif mengingat-ingat apa yang sama sekali tidak diingat olehnya.
"Kamu belum tidur Ndon?"suara Latif memecah kebisuan. Brandon memalingkan wajahnya ke arah Latif.
"Belum,"jawabnya singkat.
"Apa kamu ingin bertanya sesuatu padaku?"tanya Latif membuat Brandon terperangah.
"Aku juga nggsk tau kenapa bisa kayak gitu. Aku sama sekali nggak ingat Ndon,"terang Latif sebelum Brandon bertanya. Matanya menatap sedih ke arah Brandon.
"Ya sudahlah Tif, nggak usah dipikirin,"Brandon menenangkan temannya.
"Kamu malu punya temen aneh kayak aku?"-
"Aneh gimana? Muka kamu nggak kayak alien kok,"-
"Ndon, kamu nih. Aku serius!"timpal Latif.
"Nggak Tif, aku seneng kok temenan sama kamu,"
Latif tersenyum mendengar jawaban Brandon. Keduanya kembali membisu, berusaha untuk kembali tidur.
***
       Pagi harinya, Brandon tidak menemukan Latif berada di kamarnya.
"Hmm.. Mungkin di kamar mandi,"pikirnya seraya bangkit menuju kamar mandi pribadinya.
"Nggak ada! Apa udah pulang dluan?"gumamnya sendirian. Waktu dia mau beresin buku pelajarannya buat hari ini, tiba-tiba dia menemukan sebuah tulisan di atas secarik kertas. Brandon langsung memungut kertas itu dari atas meja belajarnya.
"Brandon, maaf nggak ngasih tau kamu dulu, aku harus pergi Ndon. Maafin aku juga kalau selama ini punya salah sama kamu dan semua teman-teman di kelas. Makasih ya sudah mau temenan sama aku. Nggak kerasa, sudah hampir satu tahun! Hehe.. Aku seneng banget bisa temenan sama kamu, Fay dan yang lainnya. Aku bakalan pergi Ndon, mungkin kita nggak bakalan ketemu lagi. Oh iya, km jangan jailin Fay lagi ya! Kasian.. Aku tau kamu sebenernya suka sama Fay. Begitu juga sebaliknya. Hahaha, becanda! Kalian kan masih kecil. Pokoknya kamu  berdua tuh bisa jadi sahabat baik dan mungkin bisa ngalahin Spongebob dan Patrick! Kalau kamu pengen tau yang sebenarnya, pulang sekolah nanti kamu datang saja ke rumahku. Alamatny di  Jln.Rusak Gg.Buntu dan nggak ada nomornya.
Sekali lagi, makasih buat semuanya. Salam buat yang lain ya Ndon. By.Latif."
Brandon tertegun membaca surat itu.
      Pulg sekolah, Brandon dan Fay sudah berjalan beriringan menuju rumah Latif yang lumayan jauh itu.
"Ndon! Beneran itu tulisan Latif? Jangan-jangan kamu sama dia sekongkol mau ngerjain aku lagi,"semprot Fay seperti tak percaya.
"Beneran Fay. Kamu nih nggak percaya banget sih sama aku,"ketus Brandon sambil terus melihat-lihat rumah yang berderet di sepanjang lorong gang yang sepi dan sempit.
"Kamu tuh emang patut dicurigai Ndon!"-
"Huuhh.. Enak aja! Emang aku penjahat? Eh Fay, kayakny yang ini deh rumahnya,"Brandon dan Fay menghentikan langkah mereka di  depan sebuah rumah yang tampak tak terawat. Rumput-rumput di depan rumah itu tumbuh subur seperti setahun tak pernah dipotong. Di depan pintu pagarnya juga melintang garis polisi brtuliskan "DILARANG BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN!" hahaha.. Ya nggak lah..
"DILARANG MELINTASI GARIS POLISI"
"Beneran yang ini rumahnya?"tanya Fay kurang yakin.
"Di kertasnya sih begutu!"jawab Brandon yakin.
"Jangan-jangan ALAMAT PALSU Ndon!"celetuk Fay.
"Kemana.. Kemana.. Kemana.. Ku harus mencari kemana.."
Brandon berjoget ria sambil nyanyiin lagu Ayu Ting-Ting.
*nggak kbayang Nden joget dangdut, pasti keren banget tuh matanya sampe merem melek! Hahaha..
      "Lagi  ngapain De? Ngamen? Percuma, rumahnya kosong nggak ada orang,"tegur seseorang dari  belakang. Brandon dan Fay membalikan badan, membelakangi pintu gerbang rumah itu. Ternyata disana telah berdiri seorang bapak-bapak yang kira-kira usianya menginjak 50 tahun.
"Eh bapak, nggak Pak! Kita lagi nyari rumah teman kami yang namanya Latif. Bapak kenal nggak?"Brandon menggaruk-garuk kepalanya. Dia merasa malu karena ketahuan joget dangdut. Hahaha . .
"Ka.. Kalian siapanya Den Latif?"Bapak itu tampak terkejut.
"Kita teman sekolahnya Pak,"Fay yang menjawab. Si Bapak mengerutkan kening, tampak tak percaya.
"Bapak pernah kerja di rumah Den Latif. Tapi satu tahun yang lalu rumahnya dimasuki kawanan perampok. Semua penghuni rumah itu dibantai, termsuk para pembantunya,"terang si Bapak.
"Terus Latif gimana? Dia selamat?"Brandon dan Fay tak percaya dengan cerita si Bapak yang mereka dengar barusan.
"Dia.. Dia juga DIBUNUH! Hari ini jenazahnya akan dikuburkan,"Brandon dan Fay semakin bingung. Kalau memang Latif terbunuh satu tahun lalu, terus yang selama ini bersama mereka sebenarnya siapa?
Brandon dan Fay bergidik.
      "Ter.. Terus.. Ken.. Kenapa dikuburnya baru sekarang Pak?"muka Brandon dan Fay semakin terlihat pucat. Rasa takut mulai menjalar di tubuh mereka.
"Begini De, mayat Den Latif baru ditemukan tadi malam di ruang bawah tanah. Jadi  penguburannya baru dilakukan tadi pagi. Oh iya, Den Latif meninggal sambil memeluk foto ini,"Bapak itu menyerahkan selembar foto kepada Brandon.
"In.. Ini kan?! Foto aku, Latif sama kamu Fay! Bagaimana bisa?"-
"Ini nggak masuk akal Ndon! Bapak... Lho? Bapak tadi kemana?"Fay mencari-cari si Bapak tadi. Dari ujung gang ke ujung gang yang satunya. NGGAK ADA!
"Fay, bukankah kata dya semua penghuni rumah ini dibantai semua? Termasuk PEMBANTU-PEMBANTUNYA? Jangan-jangan Bapak-bapak yang tadi..."
DEG DEG DEG DEG DEG...
Jantung mereka berdetak kencang. Bulu kuduk semuanya berdiri. Apalagi suasana di gang sempit itu sepi dan nggak ada orang lewat.
"Brandon.. Fay.. Makasih ya.. Kalian udah mau jadi temen aku! Hihihihi..." suara Latif dr arah belakang di balik pintu gerbang rumah membuat jantung Fay & Brandon terasa mau copot.
Tanpa pikir panjang, keduanya mengambil langkah seribu.
"KYAAAAA.... LARI FAAYY...!!"
"WOOYY TUNGGUIN NDOONNN.. HUAAA...!" Fay berusaha mengejar Brandon yg AJAIB! Lari tuh bocah jail mendadak jadi cepet banget! Hahaha..

"SELESAI"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar