Hari Senin,suasana sekolahku sangat meriah.Setelah satu minggu latihan,akhirnya tiba saatnya buat kami untuk menampilkan yang terbaik di depan semua para guru dan murid.Semua penghuni sekolah berkumpul di lapangan basket karena di sana sudah tersedia panggung dan sound systemnya yang lengkap.Semua lomba dengan kategori menari dan menyanyi akan di laksanakan di panggung itu.Sedangkan untuk kategori melukis atau menggambar di sediakan ruang kelas khusus untuk mereka dan lombanya sudah di mulai sejak dari pagi tadi.Masing-masing kelas mengirimkan tiga orang perwakilan untuk kategori ini.Dari kelasku ada Arya,Icha dan Risca (BNZ .. :D).Mereka memang sangat berbakat untuk menjadi seorang pelukis.
Aku sendiri sudah menyiapkan kejutan buat semua teman-teman dan wali kelasku.Ya.. tanpa sepengetahuan mereka,aku akan menampilkan tari hip-hop dengan konsep koki.Makanya hari minggu kemarin pas latihan gladi bersih aku paksa Arya,Icha dan Risca untuk melukis makanan seperti tempe,daging ayam dan sayuran yang akan berguna buatku sebagai properti saat aku tampil nanti.Tak lupa aku membawa celemek dan topi koki.Aku pinjam semua itu dari Kak Reny yang terheran-heran saat aku datang ke rumahnya meminjam perlengkapan masak itu.Aku bilang saja buat lomba masak di sekolah.Hehehe…
Lomba lukis telah selesai dan gambarnya sudah diberi nilai oleh para guru yang di tunjuk kepala sekolah sebagai guru penilai.Para guru yang menilai sampai heran karena hanya kelasku yang melukis makanan.Sedangkan kelas lain rata-rata gambar pemandangan atau bunga.Bu Rianti pun menjelaskan kalau tema gambar kami 4 sehat 5 sempurna.Hahaha… Ternyata para guru penilai suka dan cukup puas dengan hasil karya Icha,Arya dan Risca.
Kini saatnya kategori menyanyi dan menari di perlombakan.Untuk menjga agar lomba berlangsung “fair” maka setiap wali kelas mengambil nomor urut tampil.Ternyata Bu Rianti dapat nomor 3 yaitu nomor terakhir.Sedangkan kelas kak Fay,yaitu kelas 5 mendapatkan nomor urut 2 dan sisanya kelas 3 tampil menjadi yang pertama.Susana semakin meriah saat kelas tiga menampilkan paduan suara dan nge-band.Tak lupa tarian tradisional juga mereka hadirkan.Walaupun masih banyak yang grogi tapi cukup bagus untuk penampilan pertama mereka.
Selanjutnya dari kelas 5,hampir sama seperti kelas 3.Ada tarian tradisional dari Aceh.Di sini kak Fay dan teman-temannya ikut menari.Anak-anak kelas 5 bersorak-sorak dan memberikan dukungan buat teman-teman mereka.Untuk kategori menyanyi,kelas 5 tampil dengan solo vokalnya.Suara kak Lystia (BNZ juga.. :D) yang merdu membawakan lagu pop yang sedang nge-hits mampu membuat para guru penilai terpukau.Dan penampilan terakhir mereka ditutup dengan penampilan kak Fay dengan tari hip-hop nya yang keren.Ternyata penampilan dia sangat di tunggu-tunggu oleh semua yang hadir di sini.Poster “Faynatic” terbentang di sana-sini.Bukan hanya dari kelas 5 saja yang membawa poster yang terbuat dari karton bertuliskan “Faynatic” itu.Tapi dari kelas lain juga ada.Namun tetap saja di kerumunan kelas 5 yang paling banyak posternya.
Kak Fay menutup penampilan kelas 5 yang membuat hampir semua yang ada di lapangan ini bertepuk tangan meriah,mengeluk-elukan namanya.
“Fay is the best.. !! Go Fay Go.. !!”teriak teman-temannya heboh.
“Nah itulah penampilan terakhir kami,murid-muridku dari kelas 5,”pak Wawan (Wawan Klantink.. hehehe.. )dengan bangganya menutup penampilan mereka.
Selanjutnya giliran kelasku.Di buka dengan penampilan dari si empat sekawan dengan tari Bali-nya Ayu, Niar, Elma dan Novita.Kostumnya yang cantik dan tariannya yang sangat indah membuat guru penilai terkagum-kagum melihatnya.Penampilan selanjutnya adalah group vocal kuartet dari Adhie, Andz, Anna dan Ziha.Dengan di iringi oleh keyboardku mereka bernyanyi dengan merdunya.Ada bagian dimana mereka masing-masing bernyanyi solo dan bareng-bareng membuat harmonisasi yang sangat indah.Lagunya pun ringan dan mudah di pahami oleh semua orang,termasuk anak-anak kecil dari kelas 1 dan 2.
Ku tutup lantunan merdu suara mereka dengan dentingan keyboardku.Dan… berhasil !! Semua berjalan sempurna sehingga membuat para guru penilai kembali berdecak kagum.Aku turun dari panggung menuju kerumunan kelasku.Tapi pas aku melewati kerumunan kelas 5,terdengar suara kak Fay bergumam.
“Cuma segitu ?? ya jelas dong lebih unggul kita .. !!”katanya dengan nada sombong kepada teman-temannya.Tentu saja kata-kata itu sebenarnya di tujukan kepadaku.Aku tak meladeni ucapannya dan segera berjalan menuju kursiku.Di sana tas ranselku tergeletak.Ku keluarkan isinya. Cassete CD Hip-hop , celemek dan topi koki.Tak lupa aku panggil Andz, Adhie, Anna dan Ziha.Aku meminta bantuan mereka untuk mendukung penampilanku.Awalnya mereka tampak meragukanku.Ku yakinkan mereka dan akhirnya mereka semua siap membantuku.
“Adhie, Andz dan Ziha , tugas kalian hanya mengangkat gambar-gambar yang telah di buat Arya, Icha dan Risca.Terus Anna,tugas kamu nanti memakaikan celemek dan topi koki ini ya !!” aku memberikan instruksi .
“Pokoknya nanti pas pergantian lagu aku kasih aba-aba sama kalian untuk naik ke atas panggung.Oke ??”tanyaku dan mereka mengangguk mantap.Ku lihat Bu Rianti sudah naik ke atas pentas untuk menutup penampilan kelas 4.Aku berlari ke atas panggung menghampiri dia dan meminta Bu Rianti untuk menyerahkan microphone yang di pegangnya.Akupun mulai berbicara.
“Maaf,mungkin Bu Rianti lupa.Sebenarnya masih ada satu penampilan lagi dari kami,”aku melirik ke arah Bu Rianti yang memasang wajah kebingungan.Ku kedipkan sebelah mataku untuk meyakinkannya.Dia pun tersenyum melihat ulahku.
“Penampilan terakhir kami adalah tari hip-hop dengan konsep koki.Makanya gambar yang kami buat untuk lomba menggambar tadi bertema “makanan” karena itu akan membantu penampilan terakhir kami,”kataku dengan penuh percaya diri.
Aku berikan microphone kepada Bu Rianti dan dia pun turun dari panggung meninggalkan aku sendirian di sana.Andz menyerahkan cd hip-hop ku kepada operator yang bertugas mengatur sound system dan aku mengangkat jempolku kea arah operator itu sebagai tanda kalau aku sudah siap tampil.Dan terdengarlah “Intro” miliknya “Crazy Frog” dari speaker yang terpasang di depan dan belakang panggung. (BNZ bisa lihat gerakan-gerakanku di konsep koki.Hehehe…)
Gerakanku mampu membuat seluruh yang hadir di lapangan tertegun.Apalagi saat aku lihat ekspresi Kak Fay.Hahahaha… sampai mangap-mangap.Adhie, Andz, Anna dan Ziha tampil dengan sempurna walaupun tanpa latihan terlebih dahulu.Mereka melaksanakan instruksiku dengan baik.Dan hari itu aku menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah.
“Yee… go Brandon… !! Go Brandonizer.. !!”teriak teman-temanku sambil mengangkat tubuhku rame-rame menuju ke kelas kami.Bu Rianti memegang trophy juara 1 di depan kelas dengan bangga.
“Brandon … !! Good Job.. !! I like it.. !!” entah sudah berapa kali Bu Rianti mengucapkan kalimat itu.Setelah beberapa saat aku minta teman-temanku menurunkan aku.
“Brandon !! benar kata kamu,bendera Brandonizer akan berkibar di sekolah ini”Anna menatapku dengan tatapan senang.Aku hanya tersenyum mendengr ocehan teman-temanku.Wahh.. rupanya Anna masih ingat kata-kataku sewaktu kami sama-sama membersihkan ruang kelas 5.Hehehe..
“Ini semua berkat kalian juga.Kalian tampil sangat bagus !!”kataku tak kalah antusias.
Tiba-tiba ada yang berdiri di pintu kelas yang terbuka.Ternyata salah seorang dari murid dari kelas 3.Bu Rianti berbicara sejenak dengan anak itu.Setelah murid kelas 3 itu pergi,Bu Rianti berteriak memanggilku.
“Brandoonn !! kamu dipanggil Bapak Kepala sekolah ke ruangannya !!”teriaknya dari ambang pintu.Aku segera menghampiri Bu Rianti.
“Ada apa ya Bu ??”tanyaku ketika sampai di hadapannya.
“Ibu juga nggak tahu.Ya sudah,cepetan gih kamu temuin pak Kepsek di ruangannya!!”aku mengangguk dan segera berlari menuju ruang kepala sekolah.
“Wah.. ada apa ya ??”hatiku bertanya-tanya.
Setelah mengetuk pintu ruangan kepala sekolah,aku di persilahkan masuk.Hanya ada pak Kepsek di ruangan ini yang sedang duduk di kursinya.Setelah duduk di kursi seberang mejanya,tanpa basa-basi aku langsung ke pertanyaan yang ada di otakku.
“Ada apa pak ??”tanyaku.Pak Kepsek mengambil nafas sejenak.
“Brandon, sebelumnya Bapak minta maaf sama kamu.Penampilan kamu tadi memang sangat bagus.Tapi bapak harap itu penampilan kamu untuk yang pertama dan terakhir,”pak Kepsek menghentikn sejenak perkataannya.
“Lho memangnya kenapa pak ??”tanyaku mengerutkan kening tak mengerti.
“Brandon,kamu harus tahu Bapak ini teman semasa SMA papa kamu.Dia sudah berpesan sama bapak,kalau melihat kamu nge-dance,bapak harus memberitahu papa kamu !!”kata-kata pak Kepsek membuatku terkejut.
“Papa ?? jadi Bapak temannya papa ??”tanyaku tak percaya.
“Iya Ndon,dia menitipkan kamu sama Bapak supaya Bapak mengawasi kamu.Papa kamu juga sudah bercerita kenapa kamu sampai di pindahkan ke sekolah ini,”keterangan pak Kepsek membuat hatiku sakit.
“Papa… kenapa pa ?? papa keterlaluan !! Pantas saja Brandon di pindahkan ke sekolah ini.Papa sudah benar-benar mengekang Brandon.Tak ada lagi ruang untuk Brandon.Tak ada lagi kesemptan bagi Brandon untuk melampiaskan hoby Brandon.Papa… aarrrghh…”hatiku menjerit menerima semua ini.
“Pak,apa Brandon salah kalau nge-dance ??”tanyaku kepada pak Kepsek dan dia hanya mengambil nafas panjang.
“Bapak bangga nggak kalau Bapak punya anak yang pintar nge-dance ??”tanyaku lagi membuat pak Kepsek beranjak dari kursinya dan menghampiriku.
“Brandon,Bapak tidak tahu kenapa papa kamu ngelarang kamu nge-dance.Dia hanya berpesan sama Bapak jangan sampai di sekolah ini kamu ikut kegiatan dance yang menurut papa kamu kegiatan itu tidak penting.Bapak tidak bisa bertanya lebih jauh”pak Kepsek menepuk bahuku.
“Tolongin Brandon Pak !! biarin Brandon nge-dance di sekolah ini”mohonku sama pak Kepsek.
“Maaf Brandon,Bapak nggak bisa.Bapak tidak mau merusak kepercayaan papa kamu,teman baik Bapak.Dia sudah mengamanatkan kamu sama Bapak.Bagaimanapun juga,Bapak mohon sama kamu jangan nge-dance lagi.Kalau Bapak nutup-nutupin,Bapak yakin,suatu saat akan ketahuan juga dan itu akan membuat papa kamu tidak percaya lagi sama Bapak,”Pak Kepsek mengusap rambutku.Aku menunduk sambil menggeleng tak mengerti.
“Papa.. kenapa pa ?? Hanya satu pertanyaan Brandon.Kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance ?? itu saja.Kenapa nggak pernah mau papa jawab ?? Kenapa papa membuat Brandon bingung ?? kenapa papa membuat Brandon hidup dalam sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab ??Pa,Brandon sayang sama papa dan Brandon juga tahu papa sangat sayang sama Brandon.Tapi kenapa papa bersikap seperti ini sama Brandon ??”bathinku kesal menghadapi semua ini.
“Brandon,sekarang kamu boleh kembali ke kelas kamu.Ingat pesan Bapak ya ??”kata-kata pak Kepsek membuyarkan lamunanku.Aku beranjak dari kursi.Dengan kebisuan aku keluar dari ruang kepala sekolah tanpa mengucapkan salam.Ku langkahkan kakiku dengan gontai menuju ke kelasku.Perkataan pak Kepsek tadi terus terngiang di telingaku.Baru setengah jalan menuju kelas,teman-temanku sudah menghadangku.Andz, Adhie, Ziha, Anna, Ayu, Niar, Icha, Elma, Novita, dan si ketua murid Agunk serta Arya dan Risca menyongsongku.
“Ndon,kamu harus ikut kita ke lapangan basket sekarang !!”Agunk menyeretku.
“Eh ada apa memangnya ??”tanyaku yang masih tak bersemangat.
“Sudah ikut saja !! wis ‘ra ono waktu iki !!”Andz menyeret tanganku yang satunya.
“Iya.. iya.. tapi jangan di seret-seret dong.. !! Emangnya aku serbet ??”jawabku sewot membuat Agunk dan Andz melepaskan pegangannya.Ternyata dilapangan basket sudah berkumpul anak-anak dari kelas 5.Sebagian besar murid kelas 4 juga sudah ada di sana.Tidak hanya dari kelas 4 dan 5,banyak juga dari kelas lain ikut berkerumun.
“Ono opo iki ??”tanyaku pada Anna.Tetapi dia tidak menjawabnya,malah aku di ajak menyeruak ke tengah-tengah kerumunan.Semua bertepuk tangan menydari kedatanganku.
“Ayo Brandoonn .. !! Lawan Fay.. !! Kamu pasti bisa !!”teriak salah seorang murid kelas 6.Kini aku sudah berada di tengah-tengah kerumunan dan di sana juga telah berdiri Kak Fay dengan senyum sinisnya.
“Brandoonn.. !!Aku tantang kamu untuk battle !!”tantangnya sambil menyilangkan tangan di dada.Aku terdiam tak menggubris tantangannya.
“Kenapa kayak patung gitu ?? Takut ??”katanya lagi membuat kupingku sedikit panas karena di bilang takut.
“Nggak mau,”jawabku ketus.Kak Fay dan teman-temannya tertawa.
“Wah.. jagoan kalian ternyata pengecut ya ??”ledek kak Fay lagi membuat aku menatap tajam ke arahnya.
“Ayo Brandon terima saja,kasih pelajaran sama dia kalau kamu lebih hebat dari dia,”teriak Adhie menyemangatiku.Wah.. kalau aku sampai menerima tantangan Kak Fay bisa habis aku di marahin papa.Kali ini pasti pak Kepsek bakalan ngelaporin aku sama papa.Sebelum aku menolak lebih jauh,kak Ratih sudah berteriak kepada si Bibi kantin yang memang letak kantinnya berada di dekat lapangan basket.
“Bu Le.. musiknya… !!!”teriak kak Ratih.Lalu terdengar lantunan lagu “Keong Racun” dari speaker activenya si Bibi Kantin.
“Bukan yang ini… !!”teriak kak Eulli.
“Maaf.. maaf.. salah tekhnis.. !!”teriak si Bibi dari dalam kantin.Diapun segera mengganti kasetnya dan kini terdengar lagunya Susis miliknya Sule.
“SuLee… eh.. Bu Lee… !!”teriak kak Yanti membuat si Bibi kantin kembali mengganti CD yang dipakainya ehh.. maksudnya yang di putarnya. (parno dikit dah.. hahaha.. ) Teriakan “Huu.. “ terdengar dari seluruh sudut lapangan.Kini terdengarlah lagu Jessey McCartney dengan lagu “Up” nya (Ost. Step Up 3D).Begitu kencang terdengar dari dalam kantin.
Kak Fay memulai gerakannya.Aku diam mematung melihat dance-nya yang keren.Dia crumping di depanku.Menantangku, mengisyaratkan supaya aku membalas dance-nya.Aku melihat ke pinggir lapangan basket.Tampak Pak Kepsek berdiri menatap ke arahku.Dia menggelengkan kepalanya, memberi tanda kalau aku jangan membalas tantangan kak Fay.
Semua murid yang hadir di lapangan berteriak-teriak tak karuan.Mereka mengeluk-elukan nama kak Fay dan aku.Aku lihat kak Fay sudah berhenti menari dan memberi kesempatan kepadaku untuk membalas dance-nya.Aku ragu,aku takut dengan pak Kepsek.Tapi badanku juga mulai gatal ingin membalas dance kak Fay.
“Ayoo Ndoonn.. !!”teriak Anna dan Ziha.Kak Fay memandangku sambil tersenyum kecut.Teman-temanku semakin gencar menyemangatiku.
“Brandon !! Brandon !! Brandon !! Hidup Brandonizer … !!”teriak teman –teman sekelasku semakin mendorongku untuk nge-dance.Aku kembali melirik ke arah tempat di mana pak Kepsek tadi berdiri.Ternyata dia sudah tidak ada di sana.
“Ini kesempatanku untuk membalas Kak Fay”pikirku.Aku mengambil nafas dan aku memulai gerakan dance-ku dengan mengangkat kedua tanganku.Tapi…
“Tuing.. !!”suara musik dari kantin berhenti membuat kak Fay, kak Ratih, kak Eulli dan kak Yanti serta yang hadir di lapangan spontan berteriak kesal memanggil si Bibi Kantin.Eh.. ternyata bukan si Bibi yang mematikan musiknya.Tapi pak Kepsek dengan wajah garangnya.Satu persatu yang hadir di lapangan membubarkan diri.Kak Fay menghampiriku dan menatapku tajam.
“Lain kali aku akan menantangmu lagi !!”katanya sambil berlalu meninggalkan lapangan basket bersama teman-temannya.Akhirnya aku bisa bernafas lega.Ku tatap pak Kepsek yang masih berdiri di pinggir lapangan,di pun menatapku seolah mengingatkan aku akan peringatan yang di sampaikannya tadi saat aku berada di ruangannya.Aku pun berlalu menuju kelasku di ikuti teman-teman sekelasku yang masih saja menyerukan nama “Brandonizer !!”.
***
Bel pulang telah selesai berbunyi.Aku dan teman-temanku berlarian keluar kelas saling mendahului.Tak perduli sama Bu Rianti yang masih membereskan bukunya di dalam kelas.Sampai di parkiran,ku ambil sepeda biru hitamku yang terparkir di antara deretan sepeda-sepeda yang lainnya.Hari ini aku memang membawa sepeda karena tadi pagi aku nyaris saja kesiangan.
Aku terbangun saat waktu telah menunjukkan angka 06.45 WIB.Padahal aku akan mengikuti perlombaan di sekolah.Tapi untungnya papa sangat memperhatikanku.Sepedaku yang dari kemarin-kemarin rodanya kempes,pagi tadi sudah terparkir di halaman rumah dalam keadaan siap pakai.
“Makanya kalau tidur jangan pakai ngunci-ngunci pintu kamar segala.Papa kan jadi nggak bisa masuk buat ngebangunin kamu!!”omelnya padaku tadi pagi saat aku kesal sendiri karena bangun kesiangan.
Memang,semalam aku mengunci pintu kamarku karena aku takut papa memeriksa tasku yang penuh dengan peralatan dance,terutama kaset CD hip-hop yang sengaja aku pinjam hari Minggu kemarin dari Kak Edo.Kalau papa tahu entah bagaimana jadinya nasibku.Huuhh.. Mengingat kejadian tadi pagi,kesalku pada papa hilang begitu saja.Aku sudah ngelupain kejadian saat aku di panggil pak Kepsek.
Ku kayuh sepedaku meninggalkan gerbang sekolah yang mulai sepi.Aku masuk ke gang yang biasa aku lewati.Di situ aku melambatkan laju sepedaku karena di depanku ada gerombolan sepeda kak Fay dan teman-temannya.Tumben kak Fay berada paling belakang.Biasanya dia selalu berada di depan teman-temannya,memimpin mereka.Tapi hey…
“PLUKK.. !!”sebuah buku bersampul biru muda terjatuh dari tas kak Fay yang terbuka.Aku berteriak memanggil kak Fay,tapi jarak kami cukup jauh jadi dia tak mendengar teriakanku.Malah dia semakin kencang mengayuh sepedanya,menyusul teman-teman dia yang telah jauh dari kak Fay.
Aku turun dari sepedaku dan mengambil buku itu.Ingin ku kejar Kak Fay tapi..
“Ah.. besok saja deh di sekolah !!”gumamku sambil memasukkan buku itu ke dalam tas ranselku.Ku kayuh lagi sepedaku menuju rumahku yang jaraknya sudah tak begitu jauh.
***
Aku selesai belajar saat waktu telah menunjukan pukul sembilan malam.
“Hooaammm…!! Saatnya tidurr.. !!” gumamku.Eitss… tiba-tiba aku teringat sesuatu .Ku ambil buku bersampul biru muda milik kak Fay dari tas ranselku.Wahh… ternyata ini buku diary.Hatiku tergelitik untuk membacanya.
“Baca.. nggak.. baca.. nggak.. baca… nggak.. !!”aku bimbang.Akhirnya rasa penasaranku membuat aku nekat untuk membuka buku itu.Ku beranikan diri untuk membacanya.Aku baca halaman terakhir buku itu dan sepertinya catatan ini baru di tulis tadi siang pas jam pelajaran terakhir.Hmm…
“Diary,aku nggak nyangka ternyata dia jago nge-dance.Dia berhasil mengalahkan kelas kami.Aku kecewa sekali dengan kekalahan ini.Tapi dia memberikan harapan baru untukku.Aku ingin tahu sejauh mana dia bisa nge-dance.Makanya tadi aku ngajak dia battle.Sayang,pak Kepsek mengacaukan semuanya.Padahal dia sudah berancang-ancang untuk membalas dance-ku.Aku baru tahu nama lengkap dia BRANDON DE ANGELO.Keren ya ?? hehehe… pantas kalau dia menjadi idola baru di sekolahku.Aku tahu,teman-teman dekatku juga sebenarnya “care” sama dia.Tapi mungkin mereka merasa nggak enak sama aku.Padahal buatku nggak masalah kok,karena aku juga sebenarnya ingin mengenal dia lebih dekat.Masalahnya, apa dia mau berteman denganku ?? Aku nggak tahu cara mendekatinya.Diary.. bantu aku ya !! Dia satu-satunya harapanku”.
Ku tutup buku diary kak Fay dengan muka merah.
“Kak Fay ingin mengenalku lebih dekat ??”aku tersipu sendirian.
“Aku kan masih kecil.Nah lho… ?? kok aku jadi GR sih ??” ku garuk-garuk kepalaku yang tak gatal.Otakku penuh dengan tanda tanya tentang kak Fay.Aku ingin membaca diary kak Fay lagi.
“Nggak.. nggak.. seharusnya tadi aku tidak membacanya !!” aku mengurungkan niatku.Ku masukkan kembali buku itu di antara buku-buku pelajaran yang ada di tas ranselku.Isi diary tadi membuatku sulit memejamkan mataku.Entah jam berapa aku terlelap.
“Fiuuhh… !! kak Fay ada-ada saja nih !!”aku tersenyum sendirian.
***
Kantin sekolah begitu ramai.Aku memandang sekeliling kantin mencari-cari sosok murid yang tak lain adalah kak Fay.Tapi tidak kutemukan sosok dia di sana.Hanya ada 3 sahabatnya yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati makanannya.Ku beranikan diri untuk mendekati mereka dan menanyakan keberadaan kak Fay.
“Eh.. Brandon,tumben… ada apa ya ??mau ikut gabung ??”tanya kak Ratih setelah aku berdiri di dekat mereka yang sedang asyik menikmati makanan yang terhidang di meja kantin.
“Maaf kak,kak Fay nya kemana ya ??”tanyaku tanpa menjawab pertanyaan kak Ratih.
“Wahh… ada apa nih nyari kak Fay ?? ehm.. jadi curiga nih.. !!”kak Eulli keheranan.
“Duduk dulu Ndon,kita ngobrolnya sambil duduk,biar lebih enak ngomongnya !!”kak Yanti mengajakku duduk sambil menepuk bangku kosong di sebelahnya.
“Maaf kak,penting banget nih.Tolong dong.. kasih tahu kak Fay sekarang ada di mana ??”tanyaku memohon membuat mereka bertiga tersenyum kecil melihat ekspresi mukaku yang kelihatan seperti memelas.
“Kak Fay ke kelas,katanya uang dia ketinggalan,jadi dia balik lagi ke kelas buat ngambil,”kak Ratih menjelaskan sambil menatapku dengan tatapan aneh.
“Makasih kak,” aku berlalu meninggalkan mereka yang masih bengong saling berpandangan.Aku tidak melihat lagi wajah bingung mereka yang terus memperhatikan langkahku menuju ruang kelas 5.
Sampai di pintu kelas 5 yang terbuka,aku hampir saja menabrak kak Fay yang hendak keluar dari ruang kelas.
“Brandon !!”kak Fay terkejut melihatku.
“Maaf kak,aku cuma mau ngembaliin ini !!”aku menyodorkan diary kak Fay.Ekspresi kak Fay biasa saja saat mengambil buku itu dari tanganku.
“Kamu.. ?? apa kamu sudah membaca isinya ??”tanyanya menatapku penuh selidik.
“Aku…. Ma.. maaf kak.. aku sudah membacanya.Tapi hanya halaman terakhir saja kok, nggak semuanya !!”aku meminta maaf atas kelancanganku.Kak Fay berjalan menuju bangku yang ada di koridor kelas.Aku mengikutinya dan kami duduk berdua di sana.
“Tumben nggak ngomel-ngomel !!”bathinku.
“Kak Fay marah ya ??”tanyaklu memecah keheningan.
“Jadi kamu nggak baca semuanya ??”tanyanya lagi seperti tak percaya tanpa memperdulikan pertanyaan yang aku lontarkan sebelumnya.
“Suuerr kak !! Aku ndak bohong !!” aku mengangkat jariku membentuk huruf “V” untuk meyakinkan kak Fay,berharap dia tidak marah padaku.Kak Fay memandang ke arah mataku dan tatapannya itu membuat aku risih.Segera saja aku memalingkan wajahku menatap ke depan.
“Ndonn… !! sebenarnya kemarin kak Fay sengaja menjatuhkan diary ini supaya kamu membacanya !!”penjelasan kak Fay membuatku terkejut dan kembali menatapnya.
“A.. apa kak ?? Sengaja .. ?? Maksudnya apa ??”pertanyaanku membuat kak Fay menarik nafas sejenak.
“Di buku ini aku menulis tentang salah satu sahabat terbaik kak Fay.Ah.. kalau kamu membacanya pasti kakak nggak perlu menjelaskannya lagi sama kamu.Begini saja,nanti sepulang sekolah kakak tunggu di parkiran sepeda.Temui kakak di sana.Kakak ingin mengajak kamu ke suatu tempat.Hanya kamu dan kakak.Kamu mau kan ??”tanyanya membuatku semakin bingung sekaligus makin penasaran juga.
“Tapi aku ndak bisa lama-lama Kak,kenapa ndak sekarang saja ceritanya ?? atau aku pinjam lagi buku kak Fay !!”aku mencoba memberikan alternatif lain.
“Nggak bakal keburu Ndon !! Sebentar lagi bel masuk.Pokoknya nanti kak Fay tunggu ya !! jangan sampai ndak datang.Kak Fay berharap banyak sama kamu!”katanya sambil beranjak dari bangku menuju ke kelasnya tanpa memperdulikan lagi aku yang masih larut dalam kebingungan.
“Harapan ?? apa yang kak Fay harapkan dari aku ? kenapa dia memilihku ?apa yang sebenarnya di sembunyikan kak Fay ?? kenapa juga kak Fay sengaja menjatuhkan buku diary nya dan berharap aku membaca isi diary itu yang katanya bercerita tentang salah satu sahabat terdekatnya.Siapa sih sebenarnya sahabat yang di maksud ?? Kak Ratih ?? Kak Eulli ?? atau kak Yanti ?? Aarrgghh.. aku jadi merasa amat sangat menyesal tidak membaca isi diary kak Fay.
Bel masuk membuyarkan pikiranku.Aku bergegas beranjak dari bangku dan dengan setengah berlari aku menuju ke kelasku.Kepalaku masih diliputi sejuta pertanyaan tentang kak Fay.Aku semakin penasaran dan ingin cepat-cepat mendengar bel pulang berbunyi.
***
Rabu, 06 April 2011
KAKAK KELASKU ITU BERNAMA FAY !! *part.6*
Pagi mulai beranjak siang tapi aku masih berada di dalam toilet.Papa sudah beberapa kali memanggilku dan aku berkali-kali juga tak mendengarkan panggilannya.
"Ndoonnn.. sudah mulai siang nih,nanti kesiangan kamu !!"teriak papaku lagi dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu toilet.Kali ini aku merespon panggilannya dengan segera bergegas keluar dari toilet.Ada masalah dengan perutku hari ini.
"Kenapa Ndon ?? Kok lama sekali di toilet ??"tanya papa setelah aku berdiri di depan pintu toilet.
"Mampet Pa !!"jawabku sambil memegangi perut.
"Kamu ini,bukannya bilang dari tadi.Tunggu,papa ambilin obatnya !!"papa ngeloyor ke kamarnya mengambil sesuatu di kotak obat.Tidak berselang lama dia sudah kembali di hadapanku yang masih memegangi perut.
"Nih.. !! Satu menit langsung bereaksi !!"papa menyodorkan obat serbuk dan menempelkannya di hidungku.Ku ambil obat itu dari tangan papa yang masih nemplok di hidung aku.
"Ah papa,kalau Ndon minum sekarang bisa kesiangan nih... nanti saja di sekolah !!"sahutku sambil ngibrit ke kamar untuk mengambil tas ranselku.
"Hey... !! jangan sembarangan minum obatnya.Nanti kamu lagi ngikutin pelajaran sakit perut lagi !!"kata papa sekembalinya aku di hadapannya.
"Iya Pa.. !! Brandon berangkat dulu ya.. udah siang nih,ntar telat !!"aku mencium tangan papa dan dia mencoba mencium pipiku.Tapi aku menghindari ciumannya.
"Ih papa.. Brandon kan udah gede.. malu ah.. !!"kataku sambil memegangi pipiku.
"Kamu ini,sama papa sendiri malu.Memangnya ada aturan kalau orang tua nggak boleh nyium anaknya yang udah gede ??"tanya papa sambil mencubit hidungku.Akupun mencium pipi papa.
"Tuh.. Brandon aja yang nyium !! Udah ya Pa.. Brandon berangkat .. !!"aku berlari keluar rumah.
"Eh.. curang kamu ya.. !!"teriak papa dari dalam.Aku hanya tertawa mendengar teriakan papa.
Wah... hari memang sudah mulai siang,sebentar lagi pasti bel masuk berbunyi.Tapi aku baru seperempat jalan.Gimana nih ?? Syukurlah,di sebuah tikungan menuju sekolahku,aku bertemu teman sekelasku yang sedang bersepeda.
"Brandoonn.. !! Ayo naik... ntar kesiangan lho !!"Adhie mengajakku.Kamipun berboncengan menuju sekolah.Aku berdiri di belakang Adhie yang dengan cepat mengayuh sepedanya membuatku sedikit ngeri karena jalanan ini mulai memasuki gang yang yang sempit.Aku takut ada orang tiba-tiba muncul dan bisa tertabrak sepeda Adhie.
"Woy.. woy.. woy.. !!"aku berteriak-teriak mengisyaratkan Adhie supaya memperlambat laju sepedanya.
"Tenang aja Ndon .. !! Pasti ndak bakalan telat deh .. ini kan jalan pintas menuju sekolah kita!!"katanya sambil terus mengayuh sepeda tanpa mengurangi kecepatannya.
"Iya aku tahu.. !!tapi kalau tiba-tiba ada orang yang muncul dari kanan atau kiri gang,bisa nabrak nih !!"kataku saat sepeda itu mulai berbelok dan masuk ke jalan yang lebih lebar.Wah.. gerbang sekolah sudah terlihat tak jauh dari jarak kami.Adhie dan akupun telah sampai di dalam lingkungan sekolah.
"Nah.. sudah sampai,ndak telat kan ??masih 5 menit lagi belnya!!"katanya sambil melihat jam tangan yang dipakainya.Aku turun dari sepeda Adhie.
"Cepet sih cepet.. tapi jantungku ikutan sport juga nih !!"kataku membuat Adhie terkekeh.
"Makasih ya Dhie .. !!"sahutku.Adhie hanya mengangguk dan diapun berlalu dari hadapanku untuk memarkir sepedanya di antara deretan sepeda-sepeda lain yang ada di parkiran.
Aku masuk ke kelasku dan tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi.Semua murid sudah duduk di kursinya masing-masing termasuk aku dan Andz.Adhie pun sudah ada di antara kami.Dia duduk di bangku tepat di depan bangkuku dan Andz.
Bu Rianti masuk dan seperti biasa,Agunk ( Agunk BNZ.. hehehe .. ) si Ketua Murid akan menyuruh kami berdiri dan memberi salam kepada Bu Rianti.Seteleh menjawab salamnya,Bu Rianti menyuruh kami kembali duduk.Ada yang berbeda di pagi ini,Bu Rianti membawa sebuah keyboard yang tidak begitu besar.Hari ini kami memang masih belum belajar dan akan berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba Kreatifitas antar kelas yang akan di laksanakan hari Senin depan.
"Anak-anak,hari ini kita akan berlatih lagi.Brandon.. ibu membawa ini buat kamu berlatih.Nanti kamu mengiringi teman-teman kamu yang bernyanyi ya ??" Bu Rianti memperlihatkan keyboardnya sambil tersenyum ke arahku.Aku balas dengan anggukan kepala dan tentunya dengan senyumanku pula.Mulailah kami berlatih,semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.Tapi karena kelas ini cukup sempit dipakai untuk berlatih sekaligus,Bu Rianti memutuskan memakai area depan kelas yang cukup luas untuk latihan bergantian antara menari dan menyanyi.Sedangkan yang sedang berlatih melukis bisa di lakukan di bangkunya masing-masing.Memang sih,tidak semua murid mengikuti latihan.Sebagian besar murid hanya menonton latihan kami.
Bu Rianti menyuruh Ayu, Niar, Elma dan Novita (semuanya BNZ.. hehehe.. ) untuk berlatih tarian tradisional di depan kelas.Mereka berempat memang sering les tari di sebuah sanggar di luar kegiatan sekolah.Dengan hanya di iringi musik dari pemutar musik yang ada di handphonenya bu Rianti,mereka menari dengan indahnya,membawakan tarian dari pulau Dewata,Bali.Kakiku mulai gatal ingin ikut menari.Tapi aku berhasil mengendalikan diri untuk tidak ikut menggerakan tubuhku.Hehehe... Bu Rianti merasa puas melihat penampilan mereka.
"Good Job.. !! I Like It.. !!!"pekiknya ketika semuanya telah menuntaskan tariannya.Kini giliran Andz,Adhie, Ziha, dan Anna maju ke depan untuk latihan menyanyi.
"Brandon.. !!! maju sini,kamu bisa kan mengiringi mereka dengan permainan pianomu ??"tanya Bu Rianti setelah aku berada di depan kelas.
"Akan saya coba Bu !!"jawabku sambil mengatur keyboard yang di bawa Bu Rianti,mencari-cari nada yang cocok untuk lagu yang akan di bawakan keempat temanku.Setelah selesai memprogram keyboardnya,aku mulai menekan toots demi toots papan keyboard,memainkan introduce lagu.Lalu Andz, Adhie, Anna dan Ziha pun mulai bernyanyi sesuai irama yang ku mainkan.Tidak ada kesulitan bagiku untuk mengiringi mereka bernyanyi,karena lagu yang dinyanyikan memang sangat familiar di telingaku.Lagu sebuah band terkenal yang salah satu personilnya jago main keyboard.Dia juga anak dari musisi terkenal yang mirip dengan papaku.Hayooo.. ada yang tahu nggak ?? yang personilnya 4 orang terus vokalisnya cewek ?? hehehe... :D
"Bu,boleh usul ndak ??"tanyaku setelah selesai membawakan lagu itu.
"Tentu sayang,usul apa ??"tanya Bu Rianti antusias.
"Menurut Brandon,lagunya kurang cocok di nyanyikan oleh anak seumuran kita.Lagunya terlalu dewasa.Bagaimana kalau diganti saja ??"tanyaku meminta persetujuan Bu Rianti.
"Boleh saja,apa Brandon punya usul kira-kira lagu apa yang cocok ??"Bu Rianti meminta pendapatku untuk pemilihan lagu.
"Coba ibu dengarkan lagu ini.Lagu ini memang aslinya di iringi dengan keyboard,vokalisnya juga 4 orang,2 laki-laki dan 2 perempuan.Lagu anak-anak ini populer tahun 2001.Mungkin aku baru lahir,tapi aku sangat suka sama lagunya"terangku sambil mengatur kembali keyboard yang di bawa Bu Rianti.
"Baiklah,coba kamu bawain lagunya !!"Bu Rianti menyuruhku membawakan lagu itu.Aku telah siap dengan keyboardku dan mulailah aku menekan toots demi toots papan keyboardnya.Suaraku pun terdengar di ruang kelasku yang hening.Semua mata seisi kelas terfokus padaku.
#Sahabatku bintang terang cemerlang
Bertebaran di angkasa
Sahabatku bulan terangi malam
Sang purnama mulai tiba
temani aku dalam lelap tidurku
temani aku dalam mimpi indahku
menari-nari di alam semesta
Sahabatku alam terima kasih
Esok ku jelang bersamamu#
By : Kak Trie Utami
Vocal : Kita-Kita (Monica, Bashira, Kevin, Willy)
Album : Untuk Anakku (2001)
Aku berhenti bernyanyi.Setelah intro terakhir,ku hentikan permainan keyboardku.Semua teman-teman baruku bertepuk tangan membuat aku tersenyum senang.Begitupun Bu Rianti,dengan gayanya yang khas dia langsung mengangkat 2 jempol tangannya sambil bilang...
"Brandonn.. !! Good Job.. !! I Like It !! "hehehe...
"Baiklah Brandon,ibu terima usul kamu !!"Bu Rianti antusias menerima saranku.
"Terima kasih Bu !!"sahutku bangga.
Kami berlatih hanya sampai jam istirahat,setelah itu pelajaran kosong.Bu Rianti juga tidak muncul lagi setelah bel tanda istirahat selesai berbunyi.Akhirnya aku hanya mengobrol saja dengan teman-teman baruku.Aku memanfaatkan hari kedua di sekolah baruku untuk mengenal mereka lebih dekat.Dari sana aku tahu kalau ternyata Andz, Adhie, dan Anna berteman sejak dari TK.Ayu, Niar, Elma dan Novita adalah teman satu sanggar.Empat sekawan ini memang kompak baik ketika menari maupun ketika sedang bermain bersama.Dulu waktu kelas 2 katanya mereka sempat berbeda kelas karena kelasnya harus di bagi dua.Kelas A dan B.Ayu dan Elma di kelas A sedangkan Novita dan Niar di kelas B.Karena mereka ingin tetap sekelas,Novita dan Niar pun sempat mogok sekolah dan hanya mau kembali ke sekolah kalau mereka di tempatkan di kelas A.Dan ternyata cara itu memang berhasil.Akhirnya mereka berempat bisa berkumpul bersama lagi.Wah.. ada-ada saja ulah mereka.
Ada Ziha yang selalu riang dan cepat akrab dengan siapapun.Atau Icha yang pemalu,sampai-sampai mau berkenalan denganku saja mesti di antar Agunk,si Ketua Murid.Hehehe…
Akupun bercerita tentang sekolah lamaku.Guru-guru di sana,teman-teman yang sayang sama aku.Tapi mereka paling senang mendengar cerita tentang keailanku yang bisa membuat mereka tertawa-tawa mendengarnya.
Sedang asyik-asyiknya bercerita,Bu Rianti masuk ke dalam kelas.Teman-temanku yang sedang asyik berkerumun di bangkuku akhirnya membubarkan diri dan kembali ke bangkunya masing-masing.Bu Rianti berdehem sejenak.
“Ehmm.. sudah cukup belum kenalannya ??”tanya Bu Rianti kepada seluruh muridnya.
“Beluumm.. !!”teriak semua murid berbarengan.
“Kamu senang di kelas ini Ndon ??”tanya Bu Rianti tanpa mananggapi jawaban murid-muridnya.
“Senang sekali Bu,semuanya baik dan menyenangkan”jawabku sambil memaandang sekeliling.
“Hmm… baguslah kalau begitu.Mudah-muahan ke depannya kamu kerasan tinggal di kelas ini!!”kata Bu Rianti.
“Wah aku ndak mau tinggal kelas Bu.Pengennya naik kelas.Masa di kelas ini terus ??Hehehe…” sifat isengku mulai muncul membuat seisi kelas terkikik.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Baiklah,sekarang kalian bisa pulang.Tapi… yang kebagian membersihkan ruangan kelas 5 jangan pulang dulu ya !!”Bu Rianti mengangkat telunjuknya.
“Ayo siapa yang belum kebagian ?? tunjuk tangan !!”Bu Rianti mengedarkan pandangannya.
Ternyata yang mengangkat tangan ada lima orang.Lho kok cewek semua ?? pikirku kurang senang.Anna,Ziha,Ayu,Niar dan Icha.
“Brandon.. !! nanti kamu bantuin mereka ya ??”kata Bu Rianti membuatku tak bersemangat.
“Kok nggak ada murid laki-lakinya Bu ?? masa Brandon sendirian ??”aku mulai berani protes.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Laki-laki atau perempuan kan teman kamu juga Ndon !!” Bu Rianti meyakinkanku.
“Yo wess lah.. “sahutku dengan nada lemah.Murid-murid mulai berhamburan ke luar kelas.Andz dan Adhie menghampiriku dan mulai menggodaku.
“Ndon,kita duluan ya… !! Met senang-senang dengan bidadari-bidadari kelas kita.Hehehe.. !!” Andz an Adhie membuatku cemberut.Huuhh.. kirain mau nemenin aku.
***
Ruang kelas 5 begitu kotor.Sepertinya sengaja di bikin menjadi sangat kotor.Huft… mentang-mentang kelas lain yang ngebersihin,seenaknya saja membuat kelasnya kotor.
Kurang dari setengah jam,pekerjaan kami hampir selesai.Ruangan kelas 5 sebagian besar sudah aku pel.Tinggal area depannya saja yang belum aku pel.Eh.. sedang cape-capenya ngepel,seorang murid perempuan seperti tak punya dosa seenaknya saja melewatiku.Meninggalkan jejak sepatu yang begitu tebal dengan tanah.
“Heyy… ndak lihat apa lagi di pel ??”bentakku membuat anak itu berbalik menatapku.Sejenak dia mengerutkan keningnya.OMG.. !! Ni anak yang ketemu di toilet kemarin.
“Kamu ??”murid perempuan itu menunjukku.Wajahnya tampak sedikit terkejut melihatku.Aku hanya nyengir saja mengingat kemarin dia memanggilku “kakak”.
“Ohh… jadi kemarin kamu bohongin aku ya ??Pake ngaku-ngaku kelas 6.Huuhh.. “anak itu memelet-meletkan lidahnya.
“Faayyy.. cepetan donk… !! sudah di ambil belum buku yang ketinggalannya ??”salah seorang temannya memanggilnya dari ambang pintu.Dia pun berlalu menuju bangkunya,mengambil buku di kolong meja,kemudian kembali ke arahku dan menatapku sejenak.Dengan judesnya dia memalingkan muka saat aku membalas tatapannya.
“Dasar jutek.. !!”bathinku kesal.
Anak itu menuju pintu kelas dan dengan sengaja menghentak-hentakan kakinya,meninggalkan bekas jejak sepatu yang… waduuuhh…. Nih anak habis nyangkul di mana ??bekas tanahnya banyak banget.Aku dan teman-temanku hanya bisa memandang kepergiannya dengan tatapan sebal.
Anna menghampiriku.
“Namanya Fay Nabila Ryzka Alexander !! Jago dance hip-hop,dia yang membuat kelasnya juara lomba antar kelas tahun lalu”terangnya tanpa ku minta.
“Iya Ndon,malah banyak yang mengidolakan dia.Dan fans-fans-nya itu menamai dirinya FAYNATIC”Ziha ikut menjelaskan.
“Bener tuh Ndon,bukan hanya dari kelas 5 saja yang suka sama dia,dari kelas lain juga banyak lho.. !!”tak mau kalah,Icha ikut menambahkan.
“Lihat saja,bendera BRANDONIZER juga akan berkibar di sekolah ini !!”tanpa kusadari,kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku membuat teman-temanku mengerutkan kening.
“BRANDONIZER ??”kata Anna, Ayu, Niar, Ziha dan Icha berbarengan.
“Eh… ndak.. ndak.. bukan apa-apa kok.. !!”sahutku meralat ucapanku sambil menggaruk-garuk kepalaku.
***
Aku berjalan menyusuri gang menuju rumahku.Kerja bakti tadi membuat tubuhku lemas dan ingin cepat-cepat sampai di rumah.Di tambah lagi uang jajanku sudah habis membuatku tidak bisa membeli makanan sebagai pengganjal perutku yang sudah kelaparan minta di isi.Sedang asyik-asyiknya berjalan,aku mendengar suara bising di belakangku.Spontan aku menolehkan wajahku ke belakang,ke arah sumber suara itu.Ternyata ada Kak Fay dan tiga orang temannya sedang balapan sepeda.
“Huuhh.. di gang sempit kayak gini masih saja balapan”gerutuku.
Di perempatan gang aku berbelok ke arah jalur gang yang menuju ke rumahku.
“Ayo kejar aku !!”teriak Kak Fay sambil berbelok ke arah gang yang sama denganku.Teriakannya begitu jelas terdengar menandakan kalau jarak kami sudah sangat dekat.Dan…
“Awaasss… !!”teriak Kak Fay mengagetkanku.Aku segera merapat ke dinding gang sebelah kanan.Sedangkan Kak Fay membelokkan sepedanya ke sebelah kiri untuk menghindari supaya sepedanya tidak menabrakku.Tapi..
“Brukk… !!”sepeda Kak Fay tidak sempat di rem dan membentur dinding gang.Kak Fay sendiri terjatuh dari sepedanya.
“Aww… !!”Kak Fay meringis kesakitan sambil memegangi lututnya.Akupun segera menghampirinya.
“Kakak ndak apa-apa ??”tanyaku sambil mencoba membantu dia berdiri.Tapi Kak Fay menepis tanganku,menolak bantuanku.
“Kamu lagi… kamu lagi… ndak apa-apa gundulmu ??sakit tahu !!”bentaknya sambil tetap meringis dan memegangi lututnya.
“Rambut sekeren ini di bilang gundul !!”bathinku.
“Maaf Kak.. !! Lagian kenapa di gang sempit begini Kakak malah kebut-kebutan.Kan bahaya !!”aku mencoba membela diri.Tak lama teman-teman Kak Fay sudah berada di antara kami.
“Kamu ndak apa-apa Fay ??”seorang teman Kak Fay yang bernama Kak Ratih (Ratih BNZ .. hehehe.. ) mencoba membantu kak Fay.
“Sakit nih Rat.. gimana aku bisa ngayuh sepeda kalau kakiku kayak gini ??”keluh kak Fay.
“Lututmu ndak berdarah kok !!”sahutku menjawab keluhannya.
“Iya ndak berdarah… tapi sakit tahu.. !!”Kak Fay dan ketiga temannya yang semuanya cewek memelototiku.
“Pokoknya kamu harus tanggung jawab !! kamu anterin Fay sampai ke rumahnya.Boncengin dia pakai sepedanya Fay!!”kak Ratih menuntutku.
“Enak aja.. wong dia yang salah kok aku yang mesti tanggung jawab ??”aku menolaknya membuat Kak Fay meringis semakin kencang.
“Yo wess yo wess.. aku anterin !!”akhirnya aku mengalah.Aku ambil sepedanya kak Fay,dengan di bantu temannya,kak Fay berdiri dan duduk di boncengan belakang sepeda yang telah siap aku kemudikan.
“Sudah belum ??”tanyaku.
“Udaahh.. ayo jalan.. !! nanti aku tunjukkin jalannya”akuoun menjalankan sepedanya dan kak Fay berpegangan pada pinggangku.
“Jangan pegang-pegang pinggangku !! Geli tahu.. !!”aku mencoba menyingkirkan tangan kak Fay dari pinggangku.
“Pegangan kemana donk ?? takut jatuh nih.. !!”Kak Fay kembali berpegangan pada pinggangku.Huuhh…
“Pegang hidungmu !!”teriakku membuat kak Fay mencubitku.
“Aww.. !!” pekikku kesakitan.
“Sekali lagi ngeledek aku kayak tadi,aku cubitin pinggangmu !!”ancamnya.
“Iya.. iya.. Bawell.. “kak Fay kembali mencubitiku.
“Aduhh.. Iya.. deh ndak lagi !!”sahutku sambil terus mengayuh sepeda.
Sudah hampir setengah jam aku berboncengan dengan kak Fay tapi belum sampai juga di rumahnya.
“Rumahnya di mana sih ?? jauh banget !!”keluhku mulai kecapean.
“Lurus aja terus.. nanti sampai di depan pertigaan jalan besar belok kiri !!”terangnya.
“Lha.. teman-teman kakak mana ??”aku baru sadar kalau teman-temannya kak Fay yang dari tadi membuntuti sudah tidak ada di belakang kami.Aku tidak tahu sejak kapan mereka menghilang.Sepeda yang ku kayuh mulai menyusuri jalanan besar.
“Tuh.. rumahku .. !!”kak Fay menunjuk salah satu rumah dengan halamannya yang begitu asri berpagar besi dan pagarnya tidak begitu tinggi.Sederhana tapi cukup luas.
“Kak.. bukannya tadi kita sudah ngelewatin rumah ini ??”tanyaku setelah kami tiba di halaman rumahnya dan ternyata sepeda teman-teman kak Fay juga sudah terparkir di sana.
“Emang tadi sudah kita lewatin.. !!sengaja.. ngajak kamu keliling-keliling dulu.. olahraga dikit.. !!Hehehe… !!”aku turun dari sepeda dan menatap kak Fay yang masih duduk di boncengan sepeda dengan tatapan kesal.
“Nggak Lucu.. !! Kakak tahu nggak sih ??aku bisa di marahin papaku gara-gara pulang telat.Dari tadi aku ingin cepat-cepat sampai rumah,perutku sudah lapar.Aku cape latihan buat lomba.Belum lagi ngebersihin kelas kakak.Mikir nggak sih kak ??”aku benar-benar kesal sama kak Fay.
Kak Fay turun dari boncengan dan aku menjatuhkan sepedanya.Aku berjalan menuju pintu pagar,meninggalkan kak Fay dengan sepedanya yang tergeletak di sampingnya.
“Bercanda yang nggak tepat waktu !!”rutukku kesal.
“Tunggu… !!”kak Fay berlari mengejarku yang sudah sampai di luar pintu pagar rumahnya.Aku berbalik memandangnya heran.
“Kaki kakak sudah ndak sakit ??”tanyaku kaget.
“Maaf.. tadi aku ngerjain kamu,kaki aku sebenarnya nggak apa-apa !!”kak Fay menatapku.
“Oh begitu .. ??”aku bertambah dongkol.Kembali aku langkahkan kakiku meninggalkan kak Fay.Tapi dengan cepat kak Fay menggamit lenganku.
“Maafin aku ya… jangan marah donk.. !!Lagian kamu duluan yang ngerjain aku.Kemarin pake ngaku-ngaku kelas 6 segala !!”kak Fay mencoba menahanku.Aku hanya terdiam dan sepertinya dia tulus minta maaf ke aku.
“Ya udah.. kamu katanya cape terus laper juga kan ?? sebagai permintaan maaf aku,kamu istirahat saja di rumahku dulu!!Oke ?? oh iya,aku belum tahu nama kamu !!”katanya sambil mengulurkan tangan.
“Brandon !!”sahutku pendek.
“Fay !!”balasnya meskipun aku sudah tahu namanya.
“Ayo masuk !!”ajaknya.Aku ragu-ragu.Kak Fay menarikku lagi dan akupun mengikuti dia memasuki rumahnya.Di sana sudah ada ketiga temannya yang sedang duduk di kursi tamu.
”Ehmm… gimana Fay jalan-jalannya ??seru ndak ??”tanya kak Ratih.Aku cemberut menatap teman-teman kak Fay yang sedang cekikikan.
“Lucu banget sih kalau lagi cemberut gitu !!”goda teman kak Fay yang belakangan aku ketahui bernama kak Yanti dan yang satu lagi namanya kak Eulli (dua-duanya BNZ.. hahaha .. ) Kami semua duduk di kursi ruang tamu.Kak Fay ngeloyor ke dapur dan hanya beberapa menit dia sudah kembali ke ruang tamu membawa nampan berisi minuman berwarna orange dengan gelas berukuran besar.Ada es nya pula.Waahh.. pasti seger banget tuhh.. !! Kak Fay meletakannya di meja.Aku, kak Eulli, kak Ratih, dan kak Yanti serta kak Fay sendiri segera mengambil jatah minuman masing-masing.Aku minum sampai habis.Tinggal menyisakan es nya yang belum mencair di dalam gelas.
“Wah… haus sekali rupanya .. !!”ledek kak Eulli.Aku tersenyum kecil.Kak Fay terkekeh melihat aku yang sudah menghabiskan satu gelas besar minuman yang di suguhkannya.Sementara minuman mereka masih tersisa banyak.Kak Fay pun kembali ke dapur.
“Wooyy.. bantuin donk .. !!”Kak Fay berteriak dari dapur.Entah apa yang sedang di lakukannya.Serentak ketiga teman kak Fay beranjak dari kursinya menuju dapur,sedangkan aku di tinggal sendirian di ruang tamu.Aku melirik minuman mereka yang ada di meja dan tiba-tiba saja aku teringat sesuatu.
Aku membuka tas ranselku,merogoh-rogoh bagian tas yang biasanya tempat aku menaruh uang recehan.
"Aha.. !!"pekikku ketika aku sudah menemukan benda yang aku cari.Yaa.. obat pengocok perut pemberian papaku yang belum sempat aku minum tadi pagi.Ku masukan obat serbuk itu ke dalam minuman mereka sambil sesekali melirik ke arah pintu yang menuju dapur,takut kalau mereka tiba-tiba muncul.Hmm... bagus !! obatnya cepat larut.Ku masukan bekas bungkus obatnya ke dalam tasku supaya tidak ketahuan.Hehehe...
Aku sedikit terkejut saat mereka datang membawa makanan di toples.Masing-masing dari mereka membawa satu toples berisi macam-macam kue dan cemilan.
"Nih.. makan ini dulu ya .. !! katanya laper ?? oh iya,aku ambil minuman lagi ya buat kamu !!"Kak Fay mengambil gelasku tapi aku segera mencegahnya.
"Ndak usah Kak,aku mau pulang saja.Sudah sore nih .. takut di marahin papaku !!"sahutku memberikan alasan sambil menggendong tas ranselku.Aku lihat kak Fay dan teman-temannya kembali mengambil dan meminum minuman mereka masing-masing.
"Yess.. berhasil .. !!"bathinku sambil terkikik.
"Kenapa Ndon ??"tanya kak Ratih curiga melihat aku tertawa sendirian.
"Ora opo-opo.. !! Yo wess... aku pulang dulu yo.. !! Makasih ya kak Fay.. !!"kak Fay mengangguk dan aku beranjak dari kursiku lalu berjalan keluar pintu depan rumah kak Fay.
"Hmm.. satu menit bereaksi.. satu... dua.. !!"aku berhitung dalam hati dan...
"BRANNDOOONNN... !!"terdengar teriakan dari dalam rumah kak Fay.Aku berlari dengan cepat sambil tertawa-tawa .
"Rasaiinn... makanya jangan coba-coba jail sama aku !!"aku tertawa senang dan berlari menjauh dari rumah kak Fay.Tapi setelah beberapa ratus meter dari rumah kak Fay,aku menepuk jidatku.
"Waduhh.. gimana caranya aku pulang ?? jauh bangett... mana ndak punya uang lagi.. !!"aku kebingungan sendiri sambil celingak-celinguk entah apa yang aku cari.Jalanan sepi tak ada orang.Huuhh... Terpaksa aku berjalan kaki menuju rumahku.
"Wah kalau begini caranya nyampe rumahku bisa sore banget nih !!"aku membalikkan badanku menatap ke belakang.
"Ah.. ndak.. ndak... masa balik lagi ke rumah kak Fay buat minjem sepeda sih ?? bisa habis aku !!"aku mengurungkan niatku dan... Heeyy.. ada motor polisi yang sedang berpatroli menuju ke arahku.Segera ku buka tas ranselku,ku ambil botol minuman yang hanya berisi air beberapa tetes.Ku tuang air itu dan ku teteskan ke mataku.Setelah polisi itu mendekat,aku pura-pura menangis sekencang-kencangnya untuk menarik perhatian pak Polisi.
"Huuaaaa... hiks.. hiks.. hiks.. !!"dan berhasil,polisi itu berhenti di depanku.
"Kenapa De ??"tanyanya tanpa turun dari motornya.
"Mau pulang.... tapi ndak tahu jalan... !!"aku pura-pura tersesat sambil mengusap air mata gadunganku.
"Memangnya rumah ade di mana ??"tanya pak polisi itu lagi.Ku sebutkan alamat rumahku dan tanpa banyak bertanya lagi seperti polisi-polisi yang lainnya,dia bersedia mengantarkan aku pulang.
"Ya sudah.. Bapak antar kamu pulang,ayo naik !!"ajak pak polisi sambil menggeser duduknya agak ke depan,memberi tempat duduk untukku.
"Yeeaahh... berhasil lagi misiku.. hehehe... !!"hatiku melonjak senang.
"Berangkat paaakk... !!"teriakku setelah siap dan nyaman dengan posisi dudukku.Motor pak polisi pun meluncur menuju ke rumahku.Hehehe..
***
"Ini rumahnya ??"tanya pak polisi setelah sampai di depan pagar rumahku.
"Iya Pak !!"jawabku sambil turun dari motornya.
"Makasih ya pak !! oh iya,mampir dulu Pak !!"aku menawari pak polisi itu untuk singgah.
"Nggak usah De.. bapak sedang tugas.. lain kali saja !!"jawabnya menolak tawaranku sambil menghidupkan kembali mesin motornya.
"Ya sudah.. bapak pergi dulu ya.. !!"pamit pak polisi.
"Oh iya pak.. makasih ya paaaaak... !!"teriakku karena motor yang di kendarai pak polisi sudah berlalu dari hadapanku.
Rupanya papa dari tadi memperhatikanku dari teras rumah.Dia segera menghampiriku dengan wajah cemas.
"Ada apa Ndon ?? kok di antar polisi ??"papa bertanya.Ku cium tangannya dan aku hanya tersenyum menatapnya.Tanpa menjawab pertanyaannya aku berlari ke dalam rumah membuat papa menggeleng-gelengkan kepala bercampur penasaran.
"Nih anak.. di tanya malah ngeloyor !!"gerutu papa sambil berjalan masuk ke dalam rumah.Papa sudah paham dengan sifatku.Kalau aku sedang cape,aku bakalan susah di tanya.Hehehe...
***
Papa membangunkan aku yang tidur sejak dari tadi sore.Aku sangat kelelahan dan sore tadi setelah mandi aku tertidur di kasur kesayanganku.
"Ndoonn.. !!Bangun sayang.. makan malam dulu... ntar kurus lho.. !!"papa mengguncang tubuhku lembut.
"Nggak ah Pa... Ndon ngantuukk.. !!"jawabku lemas sembari merubah posisi tidurku jadi membelakangi papa.Papa merangkul tubuhku dan menggendongku ke kamar mandi.
"Cuci muka dulu biar nggak ngantuk .. !!"katanya sambil membasuh mukaku dengan air.Terpaksa deh aku melek.Huuhh.. papa rese.Rupanya dia masih penasaran dengan kejadian tadi sore saat aku di antar pak polisi.Makanya dia memaksaku untuk bangun.Dasar papa..
"Ndon.. kamu belum menjawab pertanyaan papa.Kenapa tadi kamu sampai di antar polisi ?? memangnya kamu habis dari mana ??"tanya papa memulai perbincangan saat aku menyelesaikan makan malamku.
"Tadi Ndon di kerjain kakak kelas Ndon Pa.. !!"sahutku dan ceritaku meluncur dari mulutku membuat papa manggut-manggut sambil tertawa mendengar kisahku.Apalagi saat aku bercerita ketika aku pura-pura nangis di jalanan.Hehehehe...
"Ya sudah kalau begitu,sekarang bantuin papa nyuci piring yuuk.. !!"papa beranjak dari kursinya sambil membawa peralatan makan yang kotor bekas makan malam kami ke wastafel tempat cuci piring.
"Ndak mau ahh... Brandon ngantuk Pa .. !!"sahutku sambil menguap.Akupun beranjak dari kursi menuju kamarku.Tapi papa segera menangkap dan mengangkat tubuhku.
"Enak saja kamu hemh.. !!"papa mencubit hidungku.
"Masa makan berdua nyuci piringnya papa sendirian ??"papa protes.
"Biariinn.. !!"jawabku yang masih di gendongnya.
"Dasarr nakall... !!"papa mencubit pipiku gemas.
"Lha,turunan dari papanya tuh.. !!"jawabku.
"Huu.. jelek.. !!"ledeknya lagi.
"Papanya lebih jelek !!"sahutku juga.
"Wew.. papanya mah ganteng !!"papa mengelak.
"Anaknya lebih ganteng !!"jawabku lagi nggak mau kalah.
"Huuu... anak papa ndak kreatif nih.. bisanya cuma ngebalik-balikin!!"
"Lha,kalau ndak di balikin gosong dong Pa.. !!!"kami terdiam sejenak lalu tertawa berbarengan.Hahahaha...
"Kamu ini.. pinter banget sih ngejawabnya .. papa lempar nih hemhh.. !!"papa mmengangkat badanku tinggi-tinggi membuat aku tertawa kegirangan.
"Pa.. pa.. Ndon bisikkin sesuatu deh.. !!"papa menghentikan kegiatan mengangkat-angkat tubuhku.Sekarang aku sudah di gendong seperti tadi.
"Ndak mau ah.. !!"papa menolak tapi aku sudah merapatkan bibirku di kupingnya.
"Di saku celana Ndon ada lintah mainan baru lho.. !!"bisikku membuat papa langsung menurunkan tubuhku.
"Haahh... kamu ini... cepetan buang !!"teriak papa ketakutan.Akupun berlari menuju kamarku sambil tertawa terbahak-bahak.Hahaha...
Sebelum menutup pintu kamar aku berteriak.
"Bercanda Pa... !! Ndon ndak punya mainan itu.Sekarang papa nyuci piring sendiri ya... !! Soalnya Ndon ngantuukk.. !!"teriakku.
"Heeyyy..... !!"papa berlari mendekati pintu kamarku.Tapi sebelum papa sampai di depan pintu,aku sudah menguncinya dari dalam.
"KLIKK.. !!"hahahaha....
***
"Ndoonnn.. sudah mulai siang nih,nanti kesiangan kamu !!"teriak papaku lagi dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu toilet.Kali ini aku merespon panggilannya dengan segera bergegas keluar dari toilet.Ada masalah dengan perutku hari ini.
"Kenapa Ndon ?? Kok lama sekali di toilet ??"tanya papa setelah aku berdiri di depan pintu toilet.
"Mampet Pa !!"jawabku sambil memegangi perut.
"Kamu ini,bukannya bilang dari tadi.Tunggu,papa ambilin obatnya !!"papa ngeloyor ke kamarnya mengambil sesuatu di kotak obat.Tidak berselang lama dia sudah kembali di hadapanku yang masih memegangi perut.
"Nih.. !! Satu menit langsung bereaksi !!"papa menyodorkan obat serbuk dan menempelkannya di hidungku.Ku ambil obat itu dari tangan papa yang masih nemplok di hidung aku.
"Ah papa,kalau Ndon minum sekarang bisa kesiangan nih... nanti saja di sekolah !!"sahutku sambil ngibrit ke kamar untuk mengambil tas ranselku.
"Hey... !! jangan sembarangan minum obatnya.Nanti kamu lagi ngikutin pelajaran sakit perut lagi !!"kata papa sekembalinya aku di hadapannya.
"Iya Pa.. !! Brandon berangkat dulu ya.. udah siang nih,ntar telat !!"aku mencium tangan papa dan dia mencoba mencium pipiku.Tapi aku menghindari ciumannya.
"Ih papa.. Brandon kan udah gede.. malu ah.. !!"kataku sambil memegangi pipiku.
"Kamu ini,sama papa sendiri malu.Memangnya ada aturan kalau orang tua nggak boleh nyium anaknya yang udah gede ??"tanya papa sambil mencubit hidungku.Akupun mencium pipi papa.
"Tuh.. Brandon aja yang nyium !! Udah ya Pa.. Brandon berangkat .. !!"aku berlari keluar rumah.
"Eh.. curang kamu ya.. !!"teriak papa dari dalam.Aku hanya tertawa mendengar teriakan papa.
Wah... hari memang sudah mulai siang,sebentar lagi pasti bel masuk berbunyi.Tapi aku baru seperempat jalan.Gimana nih ?? Syukurlah,di sebuah tikungan menuju sekolahku,aku bertemu teman sekelasku yang sedang bersepeda.
"Brandoonn.. !! Ayo naik... ntar kesiangan lho !!"Adhie mengajakku.Kamipun berboncengan menuju sekolah.Aku berdiri di belakang Adhie yang dengan cepat mengayuh sepedanya membuatku sedikit ngeri karena jalanan ini mulai memasuki gang yang yang sempit.Aku takut ada orang tiba-tiba muncul dan bisa tertabrak sepeda Adhie.
"Woy.. woy.. woy.. !!"aku berteriak-teriak mengisyaratkan Adhie supaya memperlambat laju sepedanya.
"Tenang aja Ndon .. !! Pasti ndak bakalan telat deh .. ini kan jalan pintas menuju sekolah kita!!"katanya sambil terus mengayuh sepeda tanpa mengurangi kecepatannya.
"Iya aku tahu.. !!tapi kalau tiba-tiba ada orang yang muncul dari kanan atau kiri gang,bisa nabrak nih !!"kataku saat sepeda itu mulai berbelok dan masuk ke jalan yang lebih lebar.Wah.. gerbang sekolah sudah terlihat tak jauh dari jarak kami.Adhie dan akupun telah sampai di dalam lingkungan sekolah.
"Nah.. sudah sampai,ndak telat kan ??masih 5 menit lagi belnya!!"katanya sambil melihat jam tangan yang dipakainya.Aku turun dari sepeda Adhie.
"Cepet sih cepet.. tapi jantungku ikutan sport juga nih !!"kataku membuat Adhie terkekeh.
"Makasih ya Dhie .. !!"sahutku.Adhie hanya mengangguk dan diapun berlalu dari hadapanku untuk memarkir sepedanya di antara deretan sepeda-sepeda lain yang ada di parkiran.
Aku masuk ke kelasku dan tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi.Semua murid sudah duduk di kursinya masing-masing termasuk aku dan Andz.Adhie pun sudah ada di antara kami.Dia duduk di bangku tepat di depan bangkuku dan Andz.
Bu Rianti masuk dan seperti biasa,Agunk ( Agunk BNZ.. hehehe .. ) si Ketua Murid akan menyuruh kami berdiri dan memberi salam kepada Bu Rianti.Seteleh menjawab salamnya,Bu Rianti menyuruh kami kembali duduk.Ada yang berbeda di pagi ini,Bu Rianti membawa sebuah keyboard yang tidak begitu besar.Hari ini kami memang masih belum belajar dan akan berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba Kreatifitas antar kelas yang akan di laksanakan hari Senin depan.
"Anak-anak,hari ini kita akan berlatih lagi.Brandon.. ibu membawa ini buat kamu berlatih.Nanti kamu mengiringi teman-teman kamu yang bernyanyi ya ??" Bu Rianti memperlihatkan keyboardnya sambil tersenyum ke arahku.Aku balas dengan anggukan kepala dan tentunya dengan senyumanku pula.Mulailah kami berlatih,semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.Tapi karena kelas ini cukup sempit dipakai untuk berlatih sekaligus,Bu Rianti memutuskan memakai area depan kelas yang cukup luas untuk latihan bergantian antara menari dan menyanyi.Sedangkan yang sedang berlatih melukis bisa di lakukan di bangkunya masing-masing.Memang sih,tidak semua murid mengikuti latihan.Sebagian besar murid hanya menonton latihan kami.
Bu Rianti menyuruh Ayu, Niar, Elma dan Novita (semuanya BNZ.. hehehe.. ) untuk berlatih tarian tradisional di depan kelas.Mereka berempat memang sering les tari di sebuah sanggar di luar kegiatan sekolah.Dengan hanya di iringi musik dari pemutar musik yang ada di handphonenya bu Rianti,mereka menari dengan indahnya,membawakan tarian dari pulau Dewata,Bali.Kakiku mulai gatal ingin ikut menari.Tapi aku berhasil mengendalikan diri untuk tidak ikut menggerakan tubuhku.Hehehe... Bu Rianti merasa puas melihat penampilan mereka.
"Good Job.. !! I Like It.. !!!"pekiknya ketika semuanya telah menuntaskan tariannya.Kini giliran Andz,Adhie, Ziha, dan Anna maju ke depan untuk latihan menyanyi.
"Brandon.. !!! maju sini,kamu bisa kan mengiringi mereka dengan permainan pianomu ??"tanya Bu Rianti setelah aku berada di depan kelas.
"Akan saya coba Bu !!"jawabku sambil mengatur keyboard yang di bawa Bu Rianti,mencari-cari nada yang cocok untuk lagu yang akan di bawakan keempat temanku.Setelah selesai memprogram keyboardnya,aku mulai menekan toots demi toots papan keyboard,memainkan introduce lagu.Lalu Andz, Adhie, Anna dan Ziha pun mulai bernyanyi sesuai irama yang ku mainkan.Tidak ada kesulitan bagiku untuk mengiringi mereka bernyanyi,karena lagu yang dinyanyikan memang sangat familiar di telingaku.Lagu sebuah band terkenal yang salah satu personilnya jago main keyboard.Dia juga anak dari musisi terkenal yang mirip dengan papaku.Hayooo.. ada yang tahu nggak ?? yang personilnya 4 orang terus vokalisnya cewek ?? hehehe... :D
"Bu,boleh usul ndak ??"tanyaku setelah selesai membawakan lagu itu.
"Tentu sayang,usul apa ??"tanya Bu Rianti antusias.
"Menurut Brandon,lagunya kurang cocok di nyanyikan oleh anak seumuran kita.Lagunya terlalu dewasa.Bagaimana kalau diganti saja ??"tanyaku meminta persetujuan Bu Rianti.
"Boleh saja,apa Brandon punya usul kira-kira lagu apa yang cocok ??"Bu Rianti meminta pendapatku untuk pemilihan lagu.
"Coba ibu dengarkan lagu ini.Lagu ini memang aslinya di iringi dengan keyboard,vokalisnya juga 4 orang,2 laki-laki dan 2 perempuan.Lagu anak-anak ini populer tahun 2001.Mungkin aku baru lahir,tapi aku sangat suka sama lagunya"terangku sambil mengatur kembali keyboard yang di bawa Bu Rianti.
"Baiklah,coba kamu bawain lagunya !!"Bu Rianti menyuruhku membawakan lagu itu.Aku telah siap dengan keyboardku dan mulailah aku menekan toots demi toots papan keyboardnya.Suaraku pun terdengar di ruang kelasku yang hening.Semua mata seisi kelas terfokus padaku.
#Sahabatku bintang terang cemerlang
Bertebaran di angkasa
Sahabatku bulan terangi malam
Sang purnama mulai tiba
temani aku dalam lelap tidurku
temani aku dalam mimpi indahku
menari-nari di alam semesta
Sahabatku alam terima kasih
Esok ku jelang bersamamu#
By : Kak Trie Utami
Vocal : Kita-Kita (Monica, Bashira, Kevin, Willy)
Album : Untuk Anakku (2001)
Aku berhenti bernyanyi.Setelah intro terakhir,ku hentikan permainan keyboardku.Semua teman-teman baruku bertepuk tangan membuat aku tersenyum senang.Begitupun Bu Rianti,dengan gayanya yang khas dia langsung mengangkat 2 jempol tangannya sambil bilang...
"Brandonn.. !! Good Job.. !! I Like It !! "hehehe...
"Baiklah Brandon,ibu terima usul kamu !!"Bu Rianti antusias menerima saranku.
"Terima kasih Bu !!"sahutku bangga.
Kami berlatih hanya sampai jam istirahat,setelah itu pelajaran kosong.Bu Rianti juga tidak muncul lagi setelah bel tanda istirahat selesai berbunyi.Akhirnya aku hanya mengobrol saja dengan teman-teman baruku.Aku memanfaatkan hari kedua di sekolah baruku untuk mengenal mereka lebih dekat.Dari sana aku tahu kalau ternyata Andz, Adhie, dan Anna berteman sejak dari TK.Ayu, Niar, Elma dan Novita adalah teman satu sanggar.Empat sekawan ini memang kompak baik ketika menari maupun ketika sedang bermain bersama.Dulu waktu kelas 2 katanya mereka sempat berbeda kelas karena kelasnya harus di bagi dua.Kelas A dan B.Ayu dan Elma di kelas A sedangkan Novita dan Niar di kelas B.Karena mereka ingin tetap sekelas,Novita dan Niar pun sempat mogok sekolah dan hanya mau kembali ke sekolah kalau mereka di tempatkan di kelas A.Dan ternyata cara itu memang berhasil.Akhirnya mereka berempat bisa berkumpul bersama lagi.Wah.. ada-ada saja ulah mereka.
Ada Ziha yang selalu riang dan cepat akrab dengan siapapun.Atau Icha yang pemalu,sampai-sampai mau berkenalan denganku saja mesti di antar Agunk,si Ketua Murid.Hehehe…
Akupun bercerita tentang sekolah lamaku.Guru-guru di sana,teman-teman yang sayang sama aku.Tapi mereka paling senang mendengar cerita tentang keailanku yang bisa membuat mereka tertawa-tawa mendengarnya.
Sedang asyik-asyiknya bercerita,Bu Rianti masuk ke dalam kelas.Teman-temanku yang sedang asyik berkerumun di bangkuku akhirnya membubarkan diri dan kembali ke bangkunya masing-masing.Bu Rianti berdehem sejenak.
“Ehmm.. sudah cukup belum kenalannya ??”tanya Bu Rianti kepada seluruh muridnya.
“Beluumm.. !!”teriak semua murid berbarengan.
“Kamu senang di kelas ini Ndon ??”tanya Bu Rianti tanpa mananggapi jawaban murid-muridnya.
“Senang sekali Bu,semuanya baik dan menyenangkan”jawabku sambil memaandang sekeliling.
“Hmm… baguslah kalau begitu.Mudah-muahan ke depannya kamu kerasan tinggal di kelas ini!!”kata Bu Rianti.
“Wah aku ndak mau tinggal kelas Bu.Pengennya naik kelas.Masa di kelas ini terus ??Hehehe…” sifat isengku mulai muncul membuat seisi kelas terkikik.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Baiklah,sekarang kalian bisa pulang.Tapi… yang kebagian membersihkan ruangan kelas 5 jangan pulang dulu ya !!”Bu Rianti mengangkat telunjuknya.
“Ayo siapa yang belum kebagian ?? tunjuk tangan !!”Bu Rianti mengedarkan pandangannya.
Ternyata yang mengangkat tangan ada lima orang.Lho kok cewek semua ?? pikirku kurang senang.Anna,Ziha,Ayu,Niar dan Icha.
“Brandon.. !! nanti kamu bantuin mereka ya ??”kata Bu Rianti membuatku tak bersemangat.
“Kok nggak ada murid laki-lakinya Bu ?? masa Brandon sendirian ??”aku mulai berani protes.Bu Rianti tersenyum ke arahku.
“Laki-laki atau perempuan kan teman kamu juga Ndon !!” Bu Rianti meyakinkanku.
“Yo wess lah.. “sahutku dengan nada lemah.Murid-murid mulai berhamburan ke luar kelas.Andz dan Adhie menghampiriku dan mulai menggodaku.
“Ndon,kita duluan ya… !! Met senang-senang dengan bidadari-bidadari kelas kita.Hehehe.. !!” Andz an Adhie membuatku cemberut.Huuhh.. kirain mau nemenin aku.
***
Ruang kelas 5 begitu kotor.Sepertinya sengaja di bikin menjadi sangat kotor.Huft… mentang-mentang kelas lain yang ngebersihin,seenaknya saja membuat kelasnya kotor.
Kurang dari setengah jam,pekerjaan kami hampir selesai.Ruangan kelas 5 sebagian besar sudah aku pel.Tinggal area depannya saja yang belum aku pel.Eh.. sedang cape-capenya ngepel,seorang murid perempuan seperti tak punya dosa seenaknya saja melewatiku.Meninggalkan jejak sepatu yang begitu tebal dengan tanah.
“Heyy… ndak lihat apa lagi di pel ??”bentakku membuat anak itu berbalik menatapku.Sejenak dia mengerutkan keningnya.OMG.. !! Ni anak yang ketemu di toilet kemarin.
“Kamu ??”murid perempuan itu menunjukku.Wajahnya tampak sedikit terkejut melihatku.Aku hanya nyengir saja mengingat kemarin dia memanggilku “kakak”.
“Ohh… jadi kemarin kamu bohongin aku ya ??Pake ngaku-ngaku kelas 6.Huuhh.. “anak itu memelet-meletkan lidahnya.
“Faayyy.. cepetan donk… !! sudah di ambil belum buku yang ketinggalannya ??”salah seorang temannya memanggilnya dari ambang pintu.Dia pun berlalu menuju bangkunya,mengambil buku di kolong meja,kemudian kembali ke arahku dan menatapku sejenak.Dengan judesnya dia memalingkan muka saat aku membalas tatapannya.
“Dasar jutek.. !!”bathinku kesal.
Anak itu menuju pintu kelas dan dengan sengaja menghentak-hentakan kakinya,meninggalkan bekas jejak sepatu yang… waduuuhh…. Nih anak habis nyangkul di mana ??bekas tanahnya banyak banget.Aku dan teman-temanku hanya bisa memandang kepergiannya dengan tatapan sebal.
Anna menghampiriku.
“Namanya Fay Nabila Ryzka Alexander !! Jago dance hip-hop,dia yang membuat kelasnya juara lomba antar kelas tahun lalu”terangnya tanpa ku minta.
“Iya Ndon,malah banyak yang mengidolakan dia.Dan fans-fans-nya itu menamai dirinya FAYNATIC”Ziha ikut menjelaskan.
“Bener tuh Ndon,bukan hanya dari kelas 5 saja yang suka sama dia,dari kelas lain juga banyak lho.. !!”tak mau kalah,Icha ikut menambahkan.
“Lihat saja,bendera BRANDONIZER juga akan berkibar di sekolah ini !!”tanpa kusadari,kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku membuat teman-temanku mengerutkan kening.
“BRANDONIZER ??”kata Anna, Ayu, Niar, Ziha dan Icha berbarengan.
“Eh… ndak.. ndak.. bukan apa-apa kok.. !!”sahutku meralat ucapanku sambil menggaruk-garuk kepalaku.
***
Aku berjalan menyusuri gang menuju rumahku.Kerja bakti tadi membuat tubuhku lemas dan ingin cepat-cepat sampai di rumah.Di tambah lagi uang jajanku sudah habis membuatku tidak bisa membeli makanan sebagai pengganjal perutku yang sudah kelaparan minta di isi.Sedang asyik-asyiknya berjalan,aku mendengar suara bising di belakangku.Spontan aku menolehkan wajahku ke belakang,ke arah sumber suara itu.Ternyata ada Kak Fay dan tiga orang temannya sedang balapan sepeda.
“Huuhh.. di gang sempit kayak gini masih saja balapan”gerutuku.
Di perempatan gang aku berbelok ke arah jalur gang yang menuju ke rumahku.
“Ayo kejar aku !!”teriak Kak Fay sambil berbelok ke arah gang yang sama denganku.Teriakannya begitu jelas terdengar menandakan kalau jarak kami sudah sangat dekat.Dan…
“Awaasss… !!”teriak Kak Fay mengagetkanku.Aku segera merapat ke dinding gang sebelah kanan.Sedangkan Kak Fay membelokkan sepedanya ke sebelah kiri untuk menghindari supaya sepedanya tidak menabrakku.Tapi..
“Brukk… !!”sepeda Kak Fay tidak sempat di rem dan membentur dinding gang.Kak Fay sendiri terjatuh dari sepedanya.
“Aww… !!”Kak Fay meringis kesakitan sambil memegangi lututnya.Akupun segera menghampirinya.
“Kakak ndak apa-apa ??”tanyaku sambil mencoba membantu dia berdiri.Tapi Kak Fay menepis tanganku,menolak bantuanku.
“Kamu lagi… kamu lagi… ndak apa-apa gundulmu ??sakit tahu !!”bentaknya sambil tetap meringis dan memegangi lututnya.
“Rambut sekeren ini di bilang gundul !!”bathinku.
“Maaf Kak.. !! Lagian kenapa di gang sempit begini Kakak malah kebut-kebutan.Kan bahaya !!”aku mencoba membela diri.Tak lama teman-teman Kak Fay sudah berada di antara kami.
“Kamu ndak apa-apa Fay ??”seorang teman Kak Fay yang bernama Kak Ratih (Ratih BNZ .. hehehe.. ) mencoba membantu kak Fay.
“Sakit nih Rat.. gimana aku bisa ngayuh sepeda kalau kakiku kayak gini ??”keluh kak Fay.
“Lututmu ndak berdarah kok !!”sahutku menjawab keluhannya.
“Iya ndak berdarah… tapi sakit tahu.. !!”Kak Fay dan ketiga temannya yang semuanya cewek memelototiku.
“Pokoknya kamu harus tanggung jawab !! kamu anterin Fay sampai ke rumahnya.Boncengin dia pakai sepedanya Fay!!”kak Ratih menuntutku.
“Enak aja.. wong dia yang salah kok aku yang mesti tanggung jawab ??”aku menolaknya membuat Kak Fay meringis semakin kencang.
“Yo wess yo wess.. aku anterin !!”akhirnya aku mengalah.Aku ambil sepedanya kak Fay,dengan di bantu temannya,kak Fay berdiri dan duduk di boncengan belakang sepeda yang telah siap aku kemudikan.
“Sudah belum ??”tanyaku.
“Udaahh.. ayo jalan.. !! nanti aku tunjukkin jalannya”akuoun menjalankan sepedanya dan kak Fay berpegangan pada pinggangku.
“Jangan pegang-pegang pinggangku !! Geli tahu.. !!”aku mencoba menyingkirkan tangan kak Fay dari pinggangku.
“Pegangan kemana donk ?? takut jatuh nih.. !!”Kak Fay kembali berpegangan pada pinggangku.Huuhh…
“Pegang hidungmu !!”teriakku membuat kak Fay mencubitku.
“Aww.. !!” pekikku kesakitan.
“Sekali lagi ngeledek aku kayak tadi,aku cubitin pinggangmu !!”ancamnya.
“Iya.. iya.. Bawell.. “kak Fay kembali mencubitiku.
“Aduhh.. Iya.. deh ndak lagi !!”sahutku sambil terus mengayuh sepeda.
Sudah hampir setengah jam aku berboncengan dengan kak Fay tapi belum sampai juga di rumahnya.
“Rumahnya di mana sih ?? jauh banget !!”keluhku mulai kecapean.
“Lurus aja terus.. nanti sampai di depan pertigaan jalan besar belok kiri !!”terangnya.
“Lha.. teman-teman kakak mana ??”aku baru sadar kalau teman-temannya kak Fay yang dari tadi membuntuti sudah tidak ada di belakang kami.Aku tidak tahu sejak kapan mereka menghilang.Sepeda yang ku kayuh mulai menyusuri jalanan besar.
“Tuh.. rumahku .. !!”kak Fay menunjuk salah satu rumah dengan halamannya yang begitu asri berpagar besi dan pagarnya tidak begitu tinggi.Sederhana tapi cukup luas.
“Kak.. bukannya tadi kita sudah ngelewatin rumah ini ??”tanyaku setelah kami tiba di halaman rumahnya dan ternyata sepeda teman-teman kak Fay juga sudah terparkir di sana.
“Emang tadi sudah kita lewatin.. !!sengaja.. ngajak kamu keliling-keliling dulu.. olahraga dikit.. !!Hehehe… !!”aku turun dari sepeda dan menatap kak Fay yang masih duduk di boncengan sepeda dengan tatapan kesal.
“Nggak Lucu.. !! Kakak tahu nggak sih ??aku bisa di marahin papaku gara-gara pulang telat.Dari tadi aku ingin cepat-cepat sampai rumah,perutku sudah lapar.Aku cape latihan buat lomba.Belum lagi ngebersihin kelas kakak.Mikir nggak sih kak ??”aku benar-benar kesal sama kak Fay.
Kak Fay turun dari boncengan dan aku menjatuhkan sepedanya.Aku berjalan menuju pintu pagar,meninggalkan kak Fay dengan sepedanya yang tergeletak di sampingnya.
“Bercanda yang nggak tepat waktu !!”rutukku kesal.
“Tunggu… !!”kak Fay berlari mengejarku yang sudah sampai di luar pintu pagar rumahnya.Aku berbalik memandangnya heran.
“Kaki kakak sudah ndak sakit ??”tanyaku kaget.
“Maaf.. tadi aku ngerjain kamu,kaki aku sebenarnya nggak apa-apa !!”kak Fay menatapku.
“Oh begitu .. ??”aku bertambah dongkol.Kembali aku langkahkan kakiku meninggalkan kak Fay.Tapi dengan cepat kak Fay menggamit lenganku.
“Maafin aku ya… jangan marah donk.. !!Lagian kamu duluan yang ngerjain aku.Kemarin pake ngaku-ngaku kelas 6 segala !!”kak Fay mencoba menahanku.Aku hanya terdiam dan sepertinya dia tulus minta maaf ke aku.
“Ya udah.. kamu katanya cape terus laper juga kan ?? sebagai permintaan maaf aku,kamu istirahat saja di rumahku dulu!!Oke ?? oh iya,aku belum tahu nama kamu !!”katanya sambil mengulurkan tangan.
“Brandon !!”sahutku pendek.
“Fay !!”balasnya meskipun aku sudah tahu namanya.
“Ayo masuk !!”ajaknya.Aku ragu-ragu.Kak Fay menarikku lagi dan akupun mengikuti dia memasuki rumahnya.Di sana sudah ada ketiga temannya yang sedang duduk di kursi tamu.
”Ehmm… gimana Fay jalan-jalannya ??seru ndak ??”tanya kak Ratih.Aku cemberut menatap teman-teman kak Fay yang sedang cekikikan.
“Lucu banget sih kalau lagi cemberut gitu !!”goda teman kak Fay yang belakangan aku ketahui bernama kak Yanti dan yang satu lagi namanya kak Eulli (dua-duanya BNZ.. hahaha .. ) Kami semua duduk di kursi ruang tamu.Kak Fay ngeloyor ke dapur dan hanya beberapa menit dia sudah kembali ke ruang tamu membawa nampan berisi minuman berwarna orange dengan gelas berukuran besar.Ada es nya pula.Waahh.. pasti seger banget tuhh.. !! Kak Fay meletakannya di meja.Aku, kak Eulli, kak Ratih, dan kak Yanti serta kak Fay sendiri segera mengambil jatah minuman masing-masing.Aku minum sampai habis.Tinggal menyisakan es nya yang belum mencair di dalam gelas.
“Wah… haus sekali rupanya .. !!”ledek kak Eulli.Aku tersenyum kecil.Kak Fay terkekeh melihat aku yang sudah menghabiskan satu gelas besar minuman yang di suguhkannya.Sementara minuman mereka masih tersisa banyak.Kak Fay pun kembali ke dapur.
“Wooyy.. bantuin donk .. !!”Kak Fay berteriak dari dapur.Entah apa yang sedang di lakukannya.Serentak ketiga teman kak Fay beranjak dari kursinya menuju dapur,sedangkan aku di tinggal sendirian di ruang tamu.Aku melirik minuman mereka yang ada di meja dan tiba-tiba saja aku teringat sesuatu.
Aku membuka tas ranselku,merogoh-rogoh bagian tas yang biasanya tempat aku menaruh uang recehan.
"Aha.. !!"pekikku ketika aku sudah menemukan benda yang aku cari.Yaa.. obat pengocok perut pemberian papaku yang belum sempat aku minum tadi pagi.Ku masukan obat serbuk itu ke dalam minuman mereka sambil sesekali melirik ke arah pintu yang menuju dapur,takut kalau mereka tiba-tiba muncul.Hmm... bagus !! obatnya cepat larut.Ku masukan bekas bungkus obatnya ke dalam tasku supaya tidak ketahuan.Hehehe...
Aku sedikit terkejut saat mereka datang membawa makanan di toples.Masing-masing dari mereka membawa satu toples berisi macam-macam kue dan cemilan.
"Nih.. makan ini dulu ya .. !! katanya laper ?? oh iya,aku ambil minuman lagi ya buat kamu !!"Kak Fay mengambil gelasku tapi aku segera mencegahnya.
"Ndak usah Kak,aku mau pulang saja.Sudah sore nih .. takut di marahin papaku !!"sahutku memberikan alasan sambil menggendong tas ranselku.Aku lihat kak Fay dan teman-temannya kembali mengambil dan meminum minuman mereka masing-masing.
"Yess.. berhasil .. !!"bathinku sambil terkikik.
"Kenapa Ndon ??"tanya kak Ratih curiga melihat aku tertawa sendirian.
"Ora opo-opo.. !! Yo wess... aku pulang dulu yo.. !! Makasih ya kak Fay.. !!"kak Fay mengangguk dan aku beranjak dari kursiku lalu berjalan keluar pintu depan rumah kak Fay.
"Hmm.. satu menit bereaksi.. satu... dua.. !!"aku berhitung dalam hati dan...
"BRANNDOOONNN... !!"terdengar teriakan dari dalam rumah kak Fay.Aku berlari dengan cepat sambil tertawa-tawa .
"Rasaiinn... makanya jangan coba-coba jail sama aku !!"aku tertawa senang dan berlari menjauh dari rumah kak Fay.Tapi setelah beberapa ratus meter dari rumah kak Fay,aku menepuk jidatku.
"Waduhh.. gimana caranya aku pulang ?? jauh bangett... mana ndak punya uang lagi.. !!"aku kebingungan sendiri sambil celingak-celinguk entah apa yang aku cari.Jalanan sepi tak ada orang.Huuhh... Terpaksa aku berjalan kaki menuju rumahku.
"Wah kalau begini caranya nyampe rumahku bisa sore banget nih !!"aku membalikkan badanku menatap ke belakang.
"Ah.. ndak.. ndak... masa balik lagi ke rumah kak Fay buat minjem sepeda sih ?? bisa habis aku !!"aku mengurungkan niatku dan... Heeyy.. ada motor polisi yang sedang berpatroli menuju ke arahku.Segera ku buka tas ranselku,ku ambil botol minuman yang hanya berisi air beberapa tetes.Ku tuang air itu dan ku teteskan ke mataku.Setelah polisi itu mendekat,aku pura-pura menangis sekencang-kencangnya untuk menarik perhatian pak Polisi.
"Huuaaaa... hiks.. hiks.. hiks.. !!"dan berhasil,polisi itu berhenti di depanku.
"Kenapa De ??"tanyanya tanpa turun dari motornya.
"Mau pulang.... tapi ndak tahu jalan... !!"aku pura-pura tersesat sambil mengusap air mata gadunganku.
"Memangnya rumah ade di mana ??"tanya pak polisi itu lagi.Ku sebutkan alamat rumahku dan tanpa banyak bertanya lagi seperti polisi-polisi yang lainnya,dia bersedia mengantarkan aku pulang.
"Ya sudah.. Bapak antar kamu pulang,ayo naik !!"ajak pak polisi sambil menggeser duduknya agak ke depan,memberi tempat duduk untukku.
"Yeeaahh... berhasil lagi misiku.. hehehe... !!"hatiku melonjak senang.
"Berangkat paaakk... !!"teriakku setelah siap dan nyaman dengan posisi dudukku.Motor pak polisi pun meluncur menuju ke rumahku.Hehehe..
***
"Ini rumahnya ??"tanya pak polisi setelah sampai di depan pagar rumahku.
"Iya Pak !!"jawabku sambil turun dari motornya.
"Makasih ya pak !! oh iya,mampir dulu Pak !!"aku menawari pak polisi itu untuk singgah.
"Nggak usah De.. bapak sedang tugas.. lain kali saja !!"jawabnya menolak tawaranku sambil menghidupkan kembali mesin motornya.
"Ya sudah.. bapak pergi dulu ya.. !!"pamit pak polisi.
"Oh iya pak.. makasih ya paaaaak... !!"teriakku karena motor yang di kendarai pak polisi sudah berlalu dari hadapanku.
Rupanya papa dari tadi memperhatikanku dari teras rumah.Dia segera menghampiriku dengan wajah cemas.
"Ada apa Ndon ?? kok di antar polisi ??"papa bertanya.Ku cium tangannya dan aku hanya tersenyum menatapnya.Tanpa menjawab pertanyaannya aku berlari ke dalam rumah membuat papa menggeleng-gelengkan kepala bercampur penasaran.
"Nih anak.. di tanya malah ngeloyor !!"gerutu papa sambil berjalan masuk ke dalam rumah.Papa sudah paham dengan sifatku.Kalau aku sedang cape,aku bakalan susah di tanya.Hehehe...
***
Papa membangunkan aku yang tidur sejak dari tadi sore.Aku sangat kelelahan dan sore tadi setelah mandi aku tertidur di kasur kesayanganku.
"Ndoonn.. !!Bangun sayang.. makan malam dulu... ntar kurus lho.. !!"papa mengguncang tubuhku lembut.
"Nggak ah Pa... Ndon ngantuukk.. !!"jawabku lemas sembari merubah posisi tidurku jadi membelakangi papa.Papa merangkul tubuhku dan menggendongku ke kamar mandi.
"Cuci muka dulu biar nggak ngantuk .. !!"katanya sambil membasuh mukaku dengan air.Terpaksa deh aku melek.Huuhh.. papa rese.Rupanya dia masih penasaran dengan kejadian tadi sore saat aku di antar pak polisi.Makanya dia memaksaku untuk bangun.Dasar papa..
"Ndon.. kamu belum menjawab pertanyaan papa.Kenapa tadi kamu sampai di antar polisi ?? memangnya kamu habis dari mana ??"tanya papa memulai perbincangan saat aku menyelesaikan makan malamku.
"Tadi Ndon di kerjain kakak kelas Ndon Pa.. !!"sahutku dan ceritaku meluncur dari mulutku membuat papa manggut-manggut sambil tertawa mendengar kisahku.Apalagi saat aku bercerita ketika aku pura-pura nangis di jalanan.Hehehehe...
"Ya sudah kalau begitu,sekarang bantuin papa nyuci piring yuuk.. !!"papa beranjak dari kursinya sambil membawa peralatan makan yang kotor bekas makan malam kami ke wastafel tempat cuci piring.
"Ndak mau ahh... Brandon ngantuk Pa .. !!"sahutku sambil menguap.Akupun beranjak dari kursi menuju kamarku.Tapi papa segera menangkap dan mengangkat tubuhku.
"Enak saja kamu hemh.. !!"papa mencubit hidungku.
"Masa makan berdua nyuci piringnya papa sendirian ??"papa protes.
"Biariinn.. !!"jawabku yang masih di gendongnya.
"Dasarr nakall... !!"papa mencubit pipiku gemas.
"Lha,turunan dari papanya tuh.. !!"jawabku.
"Huu.. jelek.. !!"ledeknya lagi.
"Papanya lebih jelek !!"sahutku juga.
"Wew.. papanya mah ganteng !!"papa mengelak.
"Anaknya lebih ganteng !!"jawabku lagi nggak mau kalah.
"Huuu... anak papa ndak kreatif nih.. bisanya cuma ngebalik-balikin!!"
"Lha,kalau ndak di balikin gosong dong Pa.. !!!"kami terdiam sejenak lalu tertawa berbarengan.Hahahaha...
"Kamu ini.. pinter banget sih ngejawabnya .. papa lempar nih hemhh.. !!"papa mmengangkat badanku tinggi-tinggi membuat aku tertawa kegirangan.
"Pa.. pa.. Ndon bisikkin sesuatu deh.. !!"papa menghentikan kegiatan mengangkat-angkat tubuhku.Sekarang aku sudah di gendong seperti tadi.
"Ndak mau ah.. !!"papa menolak tapi aku sudah merapatkan bibirku di kupingnya.
"Di saku celana Ndon ada lintah mainan baru lho.. !!"bisikku membuat papa langsung menurunkan tubuhku.
"Haahh... kamu ini... cepetan buang !!"teriak papa ketakutan.Akupun berlari menuju kamarku sambil tertawa terbahak-bahak.Hahaha...
Sebelum menutup pintu kamar aku berteriak.
"Bercanda Pa... !! Ndon ndak punya mainan itu.Sekarang papa nyuci piring sendiri ya... !! Soalnya Ndon ngantuukk.. !!"teriakku.
"Heeyyy..... !!"papa berlari mendekati pintu kamarku.Tapi sebelum papa sampai di depan pintu,aku sudah menguncinya dari dalam.
"KLIKK.. !!"hahahaha....
***
PERPISAHAN BRANDON *part.5*
Hari Senin yang tak ku harapkan akhirnya tiba juga.Semangat yang biasanya muncul ketika akan menerima raport hasil ujian kini tak ku rasakan.Aku masih tidak percaya kalau besok aku benar-benar akan meninggalkan SD Permata Hati 1,sahabat-sahabatku,guru-guruku.Aku sudah tidak marah lagi sama papa karena aku pikir aku pantas menerima semua ini.Aku sudah membohongi papaku.Tapi apa aku salah kalau aku ingin melakukan sesuatu yang sangat aku sukai ?? kenapa papa melarangku nge-dance ?? mengapa dia tidak bangga seperti orang tua Brian ataupun John ?? Papa bilang ini buat kebaikanku,kebaikan apa ?? justru semua ini membuat aku menjadi merasa lebih buruk.Ah .. sudahlah.. benar kata Kak Reny,toh aku masih bisa bertemu sahabat-sahabatku jika aku mau.Tapi,apa aku masih bisa nge-dance ??
Ruang kelasku sudah ramai dihuni oleh para orang tua siswa.Kami sendiri,para murid menunggu di luar kelas sambil menguping Bu Sarah yang sedang memanggil nama-nama muridnya.Ketika nama salah seorang siswa di panggil maka si orang tua akan maju ke depan untuk mengambil raport hasil ujian semester anaknya.Aku duduk di bangku yang ada di koridor kelas.Sayup-sayup aku mendengar Bu Sarah memanggil nama-nama murid sesuai absen.
Oh iya,sedikit saran buat para BNZ,nanti kalau sudah punya momongan ngasih namanya jangan dari abjad A atau Z karena biasanya di sekolah guru akan mengabsen murid dari abjad A atau Z duluan,mending kalau ngabsen buat di bagi duit.Lha ini.. di suruh ngerjain tugas atau soal ke depan kelas.Kan nggak enak kalau langsung maju ke depan tanpa ada persiapan terlebih dahulu...Hehehehe... GUBRAKK !! Gak penting ya ?? :D
Tidak berselang lama papaku sudah keluar kelas sambil menenteng raportku yang bersampul merah.Papa menghampiriku,Aku berdiri menunggu berita dari papa.
"Selamat sayang,juara kelas masih sama kamu !!"papa memelukku sambil mengelus rambutku.Aku hanya diam mematung,tak membalas pelukannya.
"Papa mau ke ruangan kepala sekolah dulu,mengurus kepindahan kamu" papa melepaskan pelukannya.Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa.Aku tidak tahu perasaan apa yang timbul di benakku.Senang, sedih, kecewa, risau... entahlah .. aku bingung !! Aku menatap papa yang sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah tanpa ekspresi.Setelah sosok papa hilang di koridor kelas,aku kembali duduk di bangku tadi.
"Wooyyy ... !!! Ngelamun aja !! Mikirin opo toh ??"Brian membuatku tersentak.
"Selamat yoo.. Rangking 1 maning.. Koncoku iki emang paling T.O.P !! Supper Abbeess.. !!"Brian menirukan iklanku.Hehehe...
"Kamu rangking berapa ??"tanyaku.Brian mengangkat tangannya, memperlihatkan lima jarinya.
"Lima ??"tanyaku lagi.Brian menggeleng dan dia mengangkat kembali tiga jari dengan tangan yang satunya.
"Delapan !!"teriaknya sebelum aku sempat menjawabnya sambil tersenyum.
"Lumayan.. naik dua peringkat dari semester kemarin. Hehehe.. !!"Brian tertawa senang membuat aku ikut tersenyum.
"John bagaimana ?? " tanyaku setelah Brian menempatkan badannya di samping tempat dudukku.
"Belum tuh .. masih ngantri !! yang di panggil baru sampai abjad E !!"katanya lagi.
"Hai Ndoonnn.. !!! Selamat ya.. !! Wah .. aku ndak bisa ngerebut posisi kamu !!" Kartika dan teman-temannya Mita, Nissty, dan Nanda (semuanya BNZ.. Hehehe .. ) menghampiriku memberikan selamat atas keberhasilanku.
"Lho.. kok murung Ndon ?? biasanya kamu langsung ngajak teman-teman kamu buat minta di traktirin. Hehehe... !!" Nissty menggodaku.
"Ndon.. !! minta nomor HP kamu dong.. !! Nanti kan kalau ada PR bisa calling-callingan!"Mita memainkan tangannya seperti sedang menelepon yang langsung mendapat teriakan "Huu..." dari Kartika,Nissty dan Nanda.
"Aku ndak punya HP,papaku ndak mau mbeliin.. !!"jawabku masih tanpa ekspresi.
"Nomor aku aja mau ndak ??" tawar Brian.
"Hmm... boleh deh buat nambah-nambah nomor,soalnya kontakku baru sedikit. Hehehe... !"Mita tertawa di ikuti ketiga temannya.
"Yee.. percuma kalau buat pajangan doank !!" Brian memonyongkan bibirnya.
"Yo wess kalau kalian mau aku traktir. Kita ke kantin nyookk .. !! tuh si John udah nerima raport !!" aku beranjak dari kursi dan mengajak mereka ke kantin.Eh yang di ajak malah diam sambil berpandangan satu sama lain.
"Serius Ndon ??"tanya Nanda, Mita, Nissty dan Kartika berbarengan.
"Ndak mau ??? Ya sudah ndak jadi .. !!"aku kembali duduk di bangku.
"Eh... bukan gitu.. tumben saja kamu mau nraktir,biasanya minta di traktir. Hehehe ... !!" Nanda terkekeh dan akupun ikut tertawa.
"Sekali-kali ndak apa-apa kan ??"kataku.
"Ya udah... Berang-berang ikutan Indonesia Mencari Bakat ... Berangkaattt ... !!!"Nissty berpantun.
"Ndak nyambuuung... !!"teriak aku dan yang lainnya kompak.
Yah.. mungkin ini terakhir kalinya aku bisa bersama mereka di sekolah ini.Menyenangkan hati teman-temanku.Kami bergerak menuju kantin dengan langkah seperti sedang mengikuti lomba baris-berbaris.
PROKK.. PROKK.. PROKK !!
GUBRAK ... !!!
Brian terjatuh karena tali sepatunya terinjak olehku. Hahahaha...
***
Pulang dari sekolah,aku langsung melemparkan tas ku ke tempat tidur.Tanpa mengganti seragam,ku rebahkan tubuhku.. pikiranku masih melayang entah kemana.Berkumpul dengan teman-temanku tadi cukup membuatku tersenyum sendirian.Moment terakhir di SD PH 1.
"Brandoonnn.. !!! ke sini sebentar.. !!" panggilan papa membuyarkan lamunanku.Aku langsung beranjak menuju ruang kerja papa.Oh iya,ruang kerja papa tuh seperti studio .Ruangannya kedap suara.Ada peralatan musik yang lengkap sekali di sini.Dari mulai sound system, drum, bass, guitar, keyboard, gendang, seruling bambu, saxophone, ukulele, harpa, gamelan, sasando sampai alat musik yang biasa di pake buat ngamen di lampu merah,yang terbuat dari tutup botol minuman di pakuin ke kayu juga ada lho... Halaaahh... ada-ada saja koleksi si papa.Tapi aku hanya menguasai piano saja.Sesekali belajar drum,lumayan lah hasilnya kalau gebukin kasur yang lagi di jemur jadi ada ritme-nya.Hehehehe...
"Ada apa Pa ??"tanyaku setelah duduk di kursi seberang meja papa.
"Lho.. kok belum ganti seragam ?? besok kan masih dipakai !!"kata papa sambil membuka kacamatanya.
"Memangnya Brandon ndak jadi pindah Pa ??"tanyaku bersemangat.
"Jadi.. tapi kamu kan belum dapat seragam jadi untuk sementara kamu pakai seragam yang itu dulu !!"jawaban papa membuatku kembali lemas.
"Kamu masih marah ya sama papa ??"tanya papa sambil memandangku.
"Ndak kok pa,cuma Brandon masih bingung kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance !!"jawabku sambil menunduk menatap kolong meja.Papa menghela nafas panjang.
"Ndon,papa minta maaf,untuk saat ini papa tidak bisa bercerita sama kamu,tapi yang pasti papa ngelakuin ini karena papa sayang sama Brandon!!" papa menggenggam tanganku di atas meja,mencoba meyakinkan aku.
"Selalu saja bilang kayak gitu!" bathinku bergumam. "Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri,apa ini ada hubungannya dengan mama ??" pikiranku mulai menjalar kemana-mana.
***
Aku berjalan di koridor sekolahku yang baru.SD Permata Hati 2,di temani wali kelasku yang cantik.Bu Rianti namanya (Rianti Cartwright .. Hehehe bener gak sih nulis namanya ?? :D ). Oh iya,SD Permata Hati 2 ini letaknya lebih dekat dengan rumahku,sekitar setengah kilometer.Kalau SD Permata Hati 1 tiga kali lipat jaraknya.Jadi aku bisa berangkat ke sekolah ini dengan berjalan kaki ataupun naik sepeda.Sebagian besar murid-murid di sini berangkat dan pulang sekolah dengan bersepeda.
Bu Rianti menuntunku memasuki salah satu ruang kelas.Kelas 4.Suasana yang sangat berbeda dari kelasku sebelumnya langsung ku rasakan.Biasanya,di SD PH 1 para murid sedang asyik-asyiknya beraktifitas tidak karuan.Di sini,semua murid telah rapi dan siap mengikuti pelajaran walaupun bel masuk baru saja berbunyi.
"Berdiri .. !!"teriak salah seorang siswa saat aku dan Bu Rianti baru saja masuk ke ruang kelas.Semua murid serentak berdiri dari kursinya masing-masing.
"Beri salam.. !!" teriak siswa tadi lagi,mungkin itu sang ketua murid (KM).
"Selamat Pagi Bu.. !!" seluruh siswa-siswi memberikan salam denganm kompak.
"Pagi anak-anak !! Silahkan duduk !!"jawab Bu Rianti dan semua murid pun kembali duduk di kursinya masing-masing.
"Pagi ini kita kedatangan teman baru pindahan dari SD 1 Permata Hati.Ayo Brandon,perkenalkan diri kamu ke teman-teman baru kamu !!"Bu Rianti mempersilahkan aku.Semua murid berbisik-bisik,tertawa kecil,entah apa yang mereka bicarakan.
"Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun, saya suka nge-dance dari umur 6 tahun.Eh... salah ya ?? hehehe.. kenalin, nama lengkapku Brandon De Angelo, panggil saja Brandon.Pindahan dari SD 1 Permata Hati.Senang bertemu kalian !!"sapaku yang langsung di sambut cekikikan murid-murid.
"Silahkan ada yang mau di tanyakan sama Brandon ??"Bu Rianti memberikan kesempatan kepada semua muridnya untuk bertanya padaku.Sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku.
"Alamat rumah Bu !!" celetuk anak perempuan yang duduk di sudut ruangan.
"Nomor HP !!" teriak teman yang duduk di depan anak tadi.
"Nomor sepatu !!" teriak yang lain.Semua anak mulai ikut berteriak.
"Hobinya apa ??"-
"Makanan favorit ??"-
"Tanggal lahirr ... !!" pertanyaan yang tak satupun ku jawab terus terlontar dari seisi kelas.
"Sudah punya pacar beluumm ??"teriak salah seorang siswi.
"Huuuu.... hihihihi... "semua tertawa cekikikan.
"Hey.. sudah.. sudah.. !! kalian ini ya .. Maaf ya Brandon, di sini memang seperti ini!"Bu Rianti hanya tersenyum menanggapi ulah murid-muridnya.Wahh.. kalau Bu Sarah pasti hancur meja guru di gebraknya.Hehehe... ternyata suasana di kelas ini mulai terasa sama dengan kelasku di sekolah sebelumnya.
"Ndak apa-apa Bu !! Aku senang bisa cepat akrab !!"sahutku di sambut senyuman manis Bu Rianti.
"Ya sudah,sekarang kamu duduk di samping Andz ya .. !!" (Andz BNZ... Tuh.. udah w kabulin permintaan lo Andz.. jangan ngomel-ngomel lagi.. Hahahaha... ).
Aku berjalan menuju bangku yang di tunjuk Bu Rianti.Agak ke belakang.Seorang murid menyambutku dengan senyumnya yang langsun ku balas dengan senyumku pula.Setelah berkenalan dengan Andz,teman sebangkuku,kami tak sempat lagi berbicara banyak karena Bu Rianti sudah mulai berpidato.
"Anak-anak,hari ini kita belajar belum efektif,kepala sekolah memberikan kesempatan kepada semua murid untuk mempersiapkan diri mengikuti acara 'KREATIFITAS ANTAR KELAS' yang akan di laksanakan hari Senin depan.Tahun lalu kita kalah dan kelas 5 yang mendapat predikat juara.Tahun ini kita harus merebut predikat itu".Bu Rianti menjelaskan apa yang tidak aku mengerti.Aku berbisik pada Andz.
"Acara apa sih ??" tanyaku mencolek lengan Andz.
"Di sini setiap tahun di adakan lomba kreatifitas,bisa menyanyi, menari, melukis, main musik,pokoknya dari setiap kelas menampilkan kesenian yang beragam.Dan yang mendapat nilai terbaik dari seluruh para guru akan menjadi pemenangnya.Bagi yang kalah ada hukumannya yaitu membersihkan kelas pemenang seminggu sekali selama satu semester" Andz menjelaskan.
"Wah kasian donk kelas 1 atau 2 !!"aku memotong penjelasan Andz.
"Kelas 1 dan 2 tidak ikut.Cuma kelas 3,4 dan 5 sedangkan kelas 6 kan sedang sibuk mempersiapkan diri buat ujian kelulusan"aku manggut-manggut mendengar keterangan dari Andz.
"Brandoonn.. !!" panggil Bu Rianti mengagetkanku.Tapi dia tidak membentak,suaranya tetap lembut,kalau Bu Sarah.. Wahh.. suaranya bisa bikin gempa lokal.Hehehe..
"Iy... iya Bu !!" jawabku gugup.
"Kamu mau ikut sayang ?? mungkin kamu bisa main musik, menyanyi, menari, menggambar, atau apa saja ??"tanya Bu Rianti.
"Main piano Bu !!"jawabku membuat Bu Rianti melemparkan senyum manisnya.
"Woww.. baiklah . Kamu ikut ya ??"Bu Rianti tampak senang.
"Iya Bu !!"sahutku mantap.
"Oh iya anak-anak,besok kita kebagian tugas membersihkan ruangan kelas 5 pemenang tahun kemarin untuk yang terakhir kalinya (tentunya tahun kemarin masih kelas 4).Jadi yang belum kebagian membersihkan ruangan kelas 5 besok jangan pulang dulu ya !! termasuk Brandon. Oke sayang ??"tanya Bu Rianti menatapku.Aku ingin protes tapi aku merasa nggak enak.Masa baru masuk sekolah ini sudah berani memprotes guru ?? dan akhirnya ku "iya" kan saja dengan anggukan kepalaku.
Mulailah kami sibuk berlatih untuk persiapan lomba senin depan.Ada yang menyanyi, menari, menggambar, aku hanya memperhatikan saja karena di sini tidak ada keyboard atau piano yang bisa ku mainkan.
"Andz.. !!"panggilku. Andz yang sedang sibuk menghafal sebuah lagu menoleh ke arahku.
"Ono opo ??"tanyanya.
"Toilet di mana ya ?? aku kebelet !!"jawabku menahan pipis.
"Di dekat kelas 5 !! Mau ku antar ??"Andz menawarkan.
"Ndak usah.. aku tahu kok !! tadi sempat lewatin kelas 5" aku beranjak dari bangkuku.Setelah meminta izin kepada Bu Rianti,aku berlari menuju toilet siswa.
Setelah melewati beberapa koridor akhirnya aku sampai di koridor kelas 5.Dari sana aku berbelok ke sebuah lorong dan di situ berjejer toilet murid.Dua toilet putra dan dua toilet putri.Tapi...
"Aduhh.. kok toilet siswa terkunci semua sih ??"gerutuku masih menahan pipis.
"Hmm... toilet putri ada yang kosong nih satu"gumamku. Aku celingak-celinguk melihat keadaan sekeliling. Aman !!! Aku masuk saja ah.... hehehe...
Tak lama berselang aku keluar dari toilet dan di saat bersamaan seorang murid perempuan juga baru keluar dari toilet yang satunya.Dia pun kaget melihat aku yang baru saja keluar dari toilet murid perempuan.
"Hey.. !! itu kan toilet putri,kenapa kamu masuk ke situ ??"tanyanya memandangku heran.Aku menjadi gugup dan salah tingkah.
"Sorry , tadi aku kebelet jadi ndak lihat tulisannya !!"aku menunjuk tulisan "Toilet Putri" di pintu toilet yang tadi aku masuki.Dia memandangku dari ujung rambut sampai sepatu.
"Kamu murid baru ya ?? seragam kamu lain !!" katanya dengan muka jutek.Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia sudah melanjutkan omongannya.
"Baru masuk sudah melanggar aturan !! Aku laporin kepala sekolah nih !!"ancamnya.
"Eh jangan dong.. !! aku kan ndak tahu !!"jawabku berbohong.
"Memangnya kamu kelas berapa ??"tanyanya lagi.
"Huh .. bawel banget sih .. !!" bisikku dalam hati. "Kelas 6, kenapa memangnya ??"tanyaku dengan nada ketus.
"Oh.. maaf deh kak !!" giliran dia yang jadi salah tingkah.Aku tersenyum geli ketika dia memanggilku "kakak".
"Ya sudah .. aku masuk dulu ..!! jangan bilang-bilang lho !! Awas kalau bilang!" anak itu hanya mengangguk takut.Akupun berjalan meninggalkannya.Tapi ketika aku berbelok ke arah koridor menuju kelasku,dia berteriak.
"Heyy Kak !! kelas 6 kan ke arah kiri kok ke kanan ??"teriaknya heran.Aku membalikkan badanku dan tidak kehilangan akal akupun menjawab.
"Terserah kakak dong mau kemana dulu,bukan urusan kamu !!"teriakku juga.Aku bergegas meninggalkan dia yang masih mematung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kakak ?? Hihihi... !!" gumamku geli.
Aku langsung masuk ke dalam kelas karena pintunya memang di biarkan terbuka lebar.Ku lihat teman-teman baruku sedang sibuk membereskan buku masing-masing.Tidak tampak Bu Rianti di kelas ini.Aku bertanya pada salah satu teman baruku yang belakangan ku ketahui bernama Adhie (Adhie BNZ ... hehehe )
"Eh.. kok pada beres-beres ? Bu Rianti kemana ??tanyaku pada Adhie yang sudah menggendong tas ranselnya.
"Hari ini ada rapat guru,jadi kita di suruh pulang lebih awal !! Aku duluan ya .. !!"Adhie berlari menuju pintu kelas.Aku berjalan menuju bangkuku dan di sana sudah tidak ada tas ransel Andz.
"Hmm.. sudah pulang duluan rupanya .. !!" gumamku.Ku bereskan bukuku dan setelah yakin tidak ada yang ketinggalan,aku bergegas mengikuti yang lain menuju pintu keluar kelas.Aku jadi teringat sekolah lamaku.
"Wah bagaimana ya suasana di kelas 4 SD 1 tanpa aku ?? pasti tenang dan nyaman .. !! Hihihi ... "aku terkikik sendirian.Wah untung nggak ada yang lihat.Hahaha.. "Hmm.. mungkin sekarang waktu yang tepat untuk berpamitan sama teman-teman di SD 1,aku mau ke sana dulu ah.. !!"pikirku mantap.
Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang sekolah,aku tiba di jalan raya.Ku hentikan sebuah kendaraan umum dan aku duduk di depan,di samping Pak Supir yang tampaknya sedang asyik menikmati lagu dangdut yang di putarnya lewat sebuah tape mobil.Pandanganku lurus ke depan memandang jalan tapi telingaku ikut mencerna bait demi bait lagu dangdut yang di putar Pak Supir.
#Mengapa kau datang lalu pergi lagi
Hati sudah gembira kini sunyi lagi
Mengapa kau datang hanya dalam mimpi
Hingga bayanganmu terlintas di hati
Datanglah oh datanglah
akan ku sambut mesra
Janganlah oh janganlah
Kau biarkan ku merana
Idaman hati….#
“De,kok senyam-senyum sendiri ??Hayoo.. lagunya enak ya ??”pertanyaan Pak Supir mengagetkanku.
“Eh… n.. ndak apa-apa kok pa !!”jawabku gugup sambil membenarkan posisi dudukku.
“Nih mau berangkat sekolah apa pulang ??di bilang berangkat,udah siang,pulang juga kepagian”pak Supir mulai mengajakku ngobrol.
“Baru mau berangkat Pak !!”jawabku asal.
“Hayoo.. kesiangan ya ??di SD Permata Hati 1 ya ??”Tanya Pak Supir lagi sambil membelokkan mobilnya membuat badanku sedikit terguncang.
“Kok tahu Pak??”aku balik bertanya sama si bapak itu.
“Kelihatan dari seragamnya,anak bapak kan sekolah di sana juga.Kelas 4.. Namanya … !!”Pak Supir menyebutkan nama salah seorang murid perempuan yang tentu saja aku kenal.
“Oh iya,saya tahu Pak,saya juga kelas 4 kok !!”jawabku.
“Wah.. teman sekelas rupanya… anak saya sering bilang kalau dia punya teman sekelas yang jail dan nakal,aduh saya lupa nama anak itu.Tapi menurut dia anak itu pintar dan ganteng.Anak saya memang senang bercerita tentang sekolahnya”aku hanya manggut-manggut mendengar si Bapak bercerita.
“Terus anak itu juga kadang baik banget,kalu nggak salah,nama anaknya Ndon apa Nden ya ??Aduhh.. pasti kamu kenal !!”si Bapak garuk-garuk kepala mengingat-ingat cerita anaknya.
“Iya Pak kenal.. namanya Brandon De.. !!”
“Naahhh.. bener Brandon !!”teriaknya memotong ucapanku.
“Nak Brandon itu pernah ngasih tas ke anak saya.Waktu itu Bapak ndak punya uang buat beli tas sekolah anak Bapak yang mulai rusak.Eh waktu sepulang sekolah dia senang sekali punya tas baru.Katanya di kasih sama nak Brandon !! wah kalau ketemu nak Brandon,bapak ingin ngucapin terimakasih sama dia !!” cerita si Bapak ini membuatku tersenyum sendirian,lalu memoriku berjalan pada kejadian sebulan yang lalu.Hehehe…
Saat aku ulang tahun,aku dapat hadiah lumayan banyak.Salah satunya tas yang aku kasih temanku.Aku kasihan saat melihat tasnya yang sudah usang dan mulai sobek.Waktu aku ngasihin tas itu,awalnya dia sempat menolak,mungkin dia merasa malu dan minder.Tapi akhirnya dia mau juga menerima tas pemberianku setelah aku berjanji tidak akan bercerita kepada siapapun.Tas itu pemberian dari Om Jun,papanya Baim.Sampai sekarang tas itu masih di pakai sama temanku.Senang sekali rasanya bisa membantu orang lain.
“De.. kok ngelamun ?? sudah sampai nih !!”pak Supir mengagetkanku.
“Oh iya.. ini Pak ongkosnya !!”aku menyodorkan selembar uang lima ribuan.
“Ndak usah De,sudah ambil saja buat jajan”Bapak itu menolak uangku.
“Jangan Pak !! ini rezeky anak Bapak,Bapak kan nyari uang !!”aku memaksanya dan dia tetap menolak.Ku tinggalkan saja uangku di dekat kaca depan lalu aku sendiri langsung keluar dari mobil.
“De.. kembaliannya… !!”teriak Pak Supir.
“Ambil saja buat Bapak .. !!”teriakku juga sambil berlari masuk ke gerbang sekolah.Aku berjalan di koridor kelasku yang dulu.Suara Bu Sarah mulai terdengar sedang berdialog dengan teman-temanku.Aku ragu untuk masuk,aku hanya mematung di depan pintu kelas,menguping pembicaraan mereka.
“Ah… ndak mungkin Brandon pindah Bu !! dia kemarin ndak cerita sama saya Bu !!“itu suara Brian.
“Ibu juga baru tahu tadi pagi dari kepala sekolah !!”jawab Bu Sarah.
“Kok dia ndak pamitan sama kita sih Bu ??”aku kenal itu suara siapa,Nissty.
“Iya Bu,padahal kemarin kita makan bareng-bareng di kantin!!”Nanda melanjutkan.
“Brandon sakit kali Bu !!”Mita ikut menambahkan.
“Sudah berapa kali ibu bilang,Brandon benar-benar sudah pindah sekolah.Bukan kalian saja yang merasa kehilangan Brandon,tapi ibu juga.Mungkin kalian melihat ibu selama ini sering marah-marahin dia,menghukum dia,itu karena ibu sayang sama Brandon.Ibu ingin Brandon menjadi anak yang baik,nggak jail,penurut.Tapi.. yah mungkin itu sudah sifatnya Brandon.Ibu tahu dia anak yang baik,rajin, apalagi membantu papanya.Dulu ibu pernah ke rumah Brandon,niat ibu buat ngadu ke papanya kalau Brandon nakal sekali di sekolah.Sampai di rumahnya ibu hanya bertemu dengan papanya.Pas ibu tanya kemana Brandonnya,papanya bilang kalau dia sedang nyuci piring.Ibu sedikit kurang percaya sama yang di bilang papanya Brandon.Tapi nggak lama kemudian,Brandon keluar dari dapur sambil menenteng ember berisi air dan kain pel.Eh.. melihat ibu sedang mengobrol dengan papanya,Brandon kaget sampai-sampai ember yang penuh dengan air di jatuhkannya.Hahaha.. mukanya langsung merah karena malu.Mungkin dia gengsi,masa anak yang terkenal nakal dan jail ngepel rumah ??”Bu Sarah mengakhiri ceritanya.Di balik pintu kelas aku tersipu malu mengingat kejadian itu.
“Bu,kira-kira ibu tahu ndak kenapa Brandon pindah sekolah ??”suara Mita,bertanya pada Bu Sarah.
“Ibu tidak tahu,tiba-tiba saja tadi pagi Pak Kepsek ngasih tahu ibu kalau Brandon sudah pindah sekolah.Hari ini mungkin dia sudah masuk di sekolah barunya”Bu Sarah berkata lirih.Di balik pintu aku tidak bisa melihat ekspresi Bu Sarah.Apa Bu Sarah benar-benar merasa kehilangan aku ?? Ah… aku juga sebenarnya tidak mau pindah dari sini meninggalkan kalian semua.
Papa,kenapa papa pisahin Brandon dengan teman-teman Brandon?? Guru Brandon ?? siapa yang sebenarnya salah ?? samapai kapan papa mengekang Brandon seperti ini ?? Brandon hanya ingin papa mengerti kemauan Brandon.Apa Brandon yang terlalu egois ?? Terlalu memaksakan keinginan Brandon ?? Brandon bingung dengan semua ini.Brandon ingin penjelasan dari papa kenapa Brandon nggak boleh nge-dance ?? Aarrghh… ku pejamkan mataku,emosiku mulai timbul dan tanpa sadar aku memukul pintu kelas.
“BRUKK… !!!”
“Siapa itu ??” suara Bu Sarah mengagetkanku.Segera saja ku hapus air mata yang terasa sudah ada di sudut mataku dengan cepat.Terdengar langkah Bu Sarah mendekati pintu.
“Brandonn.. !!”Bu Sarah tampak terkejut melihatku.Aku memberikan senyumku.Sejenak dia menatapku dan tiba-tiba saja Bu Sarah memelukku.
“Kamu tidak jadi pindah kan sayang ??”tanyanya sambil mengelus rambutku.Aku merasa nyaman di pelukannya.Ini pertama kalinya Bu Sarah memelukku.Aku seperti mempunyai… mama !!
“Justru Brandon ke sini mau pamitan sama ibu dan teman-teman Brandon Bu!!”Bu Sarah melepaskan pelukannya,kembali menatapku sejenak lalu menuntunku berjalan ke depan kelas.Teman-temanku masih terpaku menatapku.Aku berusaha untuk tersenyum.
“Kenapa pindah Ndon ??”belum sempat aku berkata-kata,Nissty sudah melemparkan pertanyaan kepadaku.Aku menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
“Papaku sibuk,jadi dia ndak bisa nganterin aku setiap hari ke sekolah.Papa selalu khawatir kalau aku pulang sendirian.Jadi,papa memutuskan aku untuk pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah supaya aku bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa di antar jemput.Mukaku ‘kan unyu dan imut,jadi papa takut ada yang nyulik aku.Hehehe… !!”aku mencoba berkelakar membuat teman-temanku tersenyum kecil.
“Kelas ini bakalan sepi tanpa kamu Ndon !!”Nanda menatapku seolah-olah mengisyaratkan supaya aku tetap di sekolah ini.
“Maksudnya sepi tuh tenang ??Ndak ada yang bikin keributan ?? Hehehe… !!”aku mencoba kembali bercanda tapi kali ini tak ada yang tertawa.Huuhh… percuma saja aku melawak.Hahaha…
“Ndon kamu inget ndak ??kamu sudah merubah aku seperti sekarang ini !!”suara Mita berapi-api membuat rambut Nanda yang duduk di depannya hangus terbakar.Haa.. ?? (Hiperbola paling Lebomm !!)
“Sudahlah Mit jangan di bahas.Aku ke sini cuma mau minta maaf sama kalian semua atas kejailanku selama ini !!”aku memotong ucapan Mita yang arah pembicaraannya sudah aku ketahui.Tapi rupanya dia ingin terus melanjutkan ceritanya.
“Teman-teman,kalian tahu aku baru 6 bulan berada di sini bersama kalian.Tentu kalian masih ingat pertama kali aku masuk ke kelas ini sifatku seperti apa.Pemalu,minder, lebih senang sendiri daripada berbaur dengan kalian.Aku tidak peduli dengan semua yang ada di kelas ini.Tidak peduli kalian memahami atau tidak pelajaran yang diberikan Bu Sarah.Aku selalu menolak jika kalian meminta bantuanku untuk menerangkan soal.Sampai akhirnya Brandon menyadarkan aku dengan kejailannya.Setiap hari dia menjailiku.Menaruh permen karet di kursiku, menyembunyikan makan siangku dan menggantung tasku di tiang bendera.Semua itu membuatku benci sama dia.Aku sempat berpikir untuk pindah sekolah lagi.Aku takut di jailin terus sama Brandon.Membuatku takut ternyata itu tujuan dia.Sampai suatu hari aku di paksa Brandon untuk membantu teman-teman mengerjakan soal-soal.Hal yang paling aku benci.Aku sempat menolak kemauannya,tapi Brandon mengancam akan terus menjailiku kalau aku menolak perintahnya.Akhirnya dengan terpaksa aku membantu kalian mengerjakan soal, mengajari kalian rumus-rumus yang tidak kalian mengerti.Awalnya aku memang kesal,tapi lama kelamaan aku merasa senang bisa membantu kalian semua.Sejak saat itu dengan senang hati aku siap menolong kalian yang meminta bantuanku.Begitu juga sebaliknya,aku juga tidak segan meminta bantuan kalian.sekarang aku punya Nissty,Nanda,Kartika, sahabat-sahabat baikku yang selalu ada saat aku senang dan sedih.Sampai sekarang Brandon tidak pernah menjailiku lagi.Sungguh cara yang tidak terpikirkan olehku,dengan kejailannya dia bisa merubahku menjadi seorang penolong dan lebih baik di mata teman-teman semua.Aku berterima kasih sama kamu Ndon !!”Mita mengakhiri ceritanya.
“Ah.. Mita terlalu berlebihan,kamu berubah ya itu karena kemauan kamu sendiri,bukan karena aku.Iya kan Bu ??”aku menengok Bu Sarah,meminta dukungannya.
“Iya.. tapi kamu juga berperan besar lho.. !! Eh tapi ibu bingung kenapa kamu sendiri dari dulu nggak berubah-berubah ??Tetap nakal dan jail.Ibu jadi heran !!”Bu Sarah mengerutkan keningnya.
“Ndak usah heran Bu,seperti yang Brandon bilang tadi,harus ada keinginan untuk berubah.Nah, sayangnya sampai sekarang Brandon belum mau berubah Bu.Hehehehe… !!”aku terkekeh dan teman-temanku mulai bisa ikut tertawa bersamaku.
“Kamu ini,pinter banget ya ngejawabnya.. !!”Bu Sarah mengacak-acak rambutku.
“Ndon,kamu inget ndak insiden kaca pecah ?? Tentu teman-teman masih ingat kejadian itu.Sebenarnya yang mecahin kaca jendela itu aku,bukan Brandon !!” Nissty mulai bercerita.
“Niss… !!”sahutku mencoba melarang Nissty melanjutkan ceritanya.Tapi Nissty lebih dulu memotong ucapanku.
“Tunggu Ndon,aku belum selesai cerita,mungkin ini saatnya untuk aku mengakui kesalahanku setelah sekian lama kita rahasiakan”semua mata tertuju sama Nissty,termasuk Bu Sarah.
“Waktu itu,pagi-pagi sekali aku sudah sampai di sekolah.Saat masuk ke dalam kelas,aku lihat Brandon sudah berada di bangkunya.Dia sedang asyik menulis,mungkin sedang mengerjakan PR.Setelah aku menyimpan tasku,aku keluar menuju toilet dan hanya ada Brandon di kelas ini.Sampai aku kembali ke kelas,teman-teman yang lain belum juga berdatangan.Kuputuskan untuk kembali memeriksa PR ku.Tapi saat ku buka tasku,aku terkejut karena buku PR ku tidak ada.Padahal aku yakin tadi pagi buku itu telah aku masukkan ke dalam tas.Ku lihat Brandon masih asyik dengan kegiatannya.Mengacuhkan aku seolah-olah aku tidak ada di sana.Dia tetap menulis sambil bersiul-siul membuat aku langsung mencurigai dia.Tanpa beranjak dari bangkuku,aku berteriak dan langsung menuduhnya.Tentu saja Brandon tidak mengaku,dia bilang tidak tahu menahu dengan buku PR ku.Setelah berdebat cukup lama aku menjadi kesal dan mengambil penghapus papan tulis.Aku mengancam akan melempar dia dengan penghapus kalau tetap tidak mau mengaku kalau dia sudah mengambil buku PR ku.Tapi percuma saja,dia tetap bersikeras dan tidak mengaku.Aku yang sudah kesal segera melempar penghapus itu ke arahnya.Tapi dia berhasil menghindar dan.. penghapus itu malah mengenai kaca jendela yang ada di sampingnya sampai membuat kaca itu pecah berantakan.Waktu itu aku sangat ketakutan,takut dimarahi Bu Sarah.Aku menangis saking takutnya.Brandon hanya terdiam memandangi pecahan kaca jendela,sesekali dia menatapku yang masih menangis.Satu persatu teman-teman mulai berdatangan.Tentu saja semuanya langsung heboh melihat kaca jendela sudah pecah dan Brandon menjadi sasarannya.Semua menyangka Brandonlah yang memecahkan kaca jendela itu.Aku pikir Brandon pantas menerima tuduhan itu karena gara-gara dia juga aku memecahkan kaca jendela.Tapi aku menjadi sangat merasa bersalah saat adik kelasku yang dekat dengan rumahku datang membawa buku PR ku.Kata dia,ibuku menitipkannya karena buku PR ku ketinggalan di meja makan.Saat itu rasanya aku ingin pulang saja.Aku malu sama Brandon.Tapi belum sempat aku beranjak meninggalkan kelas,Bu Sarah sudah berada di dalam kelas dan langsung bertanya siapa yang memecahkan kaca jendela.aku ingin mengaku,tapi aku takut,bibirku terkunci rapat,aku takut di hukum.Tentu saja semua mata tertuju sama Brandon yang terkenal nakal dan jail,aku melirik Brandon.Dia tertunduk,tidak berani menatap Bu Sarah dan saat itulah Bu Sarah membentaknya.Dan ah… kenapa sih Ndon,saat itu kamu ndak terus terang saja sama Bu Sarah dan bilang kalau aku pelakunya.Kamu malah mengakui perbuatan yang ndak kamu lakuin.Kamu rela di hukum lari 20 putaran lapangan basket demi aku yang sudah menuduhmu.Kamu itu… “Nissty berhenti bercerita ,mencoba menahan air mata yang mulai menghiasi sudut matanya.Aku tertunduk mendengar pengakuannya.Kejadian yang sama sekali sudah lama aku lupakan kini mulai menjadi cerita yang utuh di memoriku.
“Niss… sudahlah,aku sudah ngelupain kejadian itu.Aku juga sudah terbiasa kok di hukum sama guru,bukan cuma sama Bu Sarah saja.Justru saat itu aku kasihan sama kamu.Aku pikir,kalau kamu mengakui itu perbuatan kamu,kamu bakalan punya dua masalah.Memecahkan kaca jendela dan tidak membawa buku PR”Bu Sarah kembali mengelus rambutku.Ku lirik Bu Sarah dan ternyata matanya juga sudah berkaca-kaca.
“Aku juga pernah di tolong sama Brandon.Waktu itu aku tidak membawa buku pelajaran Bahasa Inggris.Tentu kalian tahu hukumannya jika tidak sampai membawa buku pelajaran itu. Dikeluarkan dari kelas dan dua kali pertemuan tidak boleh mengikuti pelajarannya.Lagi-lagi Brandon yang nolongin.Brandon meminjamkanku buku pelajarannya dan dia sendiri di hukum sama ibu.Dikeluarin dari kelas dan dua kali pertemuan tidak bisa ikut mata pelajaran Bahasa Inggris”cerita Nanda memang singkat tapi cukup mebuatku semakin terharu.
“Kalau aku… “John akan memulai bercerita tapi aku segera memotong ucapannya.
“Hey… sudahlah… jangan diteruskan lagi.Kalian pikir dengan kalian bercerita seperti itu akan membuat aku bertahan di sini dan tidak jadi pindah ?? Aku ngelakuin semua itu karena aku sayang sama kalian”aku memandang berkeliling,menatap satu persatu teman-temanku yang telah sekian lama bersamaku,merangkai kenangan indah bersama.Aku menunduk sedih.
“Dengan kalian bercerita seperti ini,itu hanya akan membuatku sangat sedih dan semakin berat untuk meninggalkan kalian.Aku senang membantu kalian,aku juga senang di marahin Bu Sarah”sejenak ku tatap wali kelasku itu.
“Kata ibu,marah adalah salah satu ungkapan sayang dari orang tua kita.Di kelas ini,ibu adalah orang tua kita.Ibu adalah mama Brandon.Brandon ndak pernah di marahin sama mama,Brandon ingin ngerasain bagaimana rasanya di marahin seorang mama.Makanya Brandon sering membuat Bu Sarah marah-marah sama Brandon.Dan itu tandanya ibu sayang sama Brandon,memperhatikan Brandon,berusaha membuat Brandon menjadi anak yang baik dan penurut seperti keinginan seorang mama terhadap anaknya.Brandon minta maaf sama ibu,Brandon sering membuat ibu kesal dengan kenakalan Brandon yang kadang keterlaluan.Brandon… “Bu Sarah memelukku sambil terisak.
“Iya Ndon,ibu sayang sama kamu,ibu juga minta maaf,ibu sering membentak-bentak kamu,marah-marahin kamu.. !!”setelah beberapa saat,Bu Sarah melepaskan pelukannya.Sejenak suasana kelas menjadi hening tanpa suara.Aku lihat Brian beranjak dari kursinya,berjalan ke arahku dan kami saling berangkulan.
“Maafin aku ya.. !!”katanya lirih.Aku melepaskan pelukannya.
“Aku yang minta maaf,kamu dan John yang paling sering aku jailin”aku tersenyum ke arah Brian.Teman-temanku yang lain ikut beranjak dari bangkunya mengerubungi aku dan Bu Sarah.Semua berdesak-desakan di depan kelas membuat aku yang berada di tengah-tengah kerumunan merasa sesak nafas.Aku mencoba keluar dari kerumunan teman-temanku yang masih larut dalam suasana haru.Aku merangkak di antara kaki-kaki teman sekelasku.Dan.. Huuaaaa…. Bebas juga akhirnya.Aku duduk di sebuah kursi di belakang teman-temanku sambil memperhatikan mereka yang masih berkerumun.Mereka tidak sadar kalau aku sudah menghilang di antara kerumunan itu.Beberapa saat kemudian satu persatu mereka melepaskan pelukannya.
“Ehmm… sudah selesai nih ceritanya ??”sahutku dari bangkuku membuat semua mata temanku menoleh padaku.
“Branndoonnn… !!! Dalam suasana kayak gini kamu masih saja ya… Dasar nakaalll… !!”teriak Bu Sarah sambil menahan tawanya tapi matanya masih terlihat sembab.Hehehe…
Teman-temanku mengejarku dan habislah aku di gelitikin dan di cubitin rame-rame .. Hehehehe….
***
Teman,Kawan dan Sahabat
Teman,dengarkanlah suara itu,
Suara angin menerpa ujung dedaunan
Menimbulkan gemerisik seolah menyanyikan
Indahnya lagu persahabatan
Kawan,dengarkanlah alunan itu,
Alunan ombak menyeruak pantai.
Menimbulkan suara gemuruh seperti melantunkan
indahnya cerita tentang kesetia kawanan
Sahabat,akankah aku selalu ada di hatimu ??
Ataukah akan terkubur seiring berjalannya waktu ??
Biarkanlah hati kita tetap bersatu dan saling merindu
Teman,Kau memberikan rasa tentram dan aman
Membuat hatiku tenang dan nyaman
Kawan,
Kasihmu tak habis di telan waktu dan zaman
Bagiku engkau adalah seorang pahlawan
Sahabat,
Satu hati pembangkit semangat
Menyembuhkan laksana obat,
Lebih dari sekedar teman dekat ataupun kerabat
Teman,meski nanti kita sudah tidak lagi bersama,
Namun biarkanlah hati kita tetap beriringan.
Kawan,walaupun esok hari kita tidak lagi bertemu,
Tetapi engkau akan selalu ada dalam ingatan
Sahabat,biarpun kita tak mungkin lagi berjumpa,
Namun biarkanlah jiwa kita terikat erat tanpa karat
Bersama kita bisa dan tetaplah berusaha untuk meraih impian.
By: Brandonizer Station
Special to : Brandon De Angelo and all Brandonizer !!
Tetep kompak yaa… !!!
Inget motto kita !!!
BNZ … !!! KOMPAK ABBEEZZZ… !!!
Hehehe…
Ruang kelasku sudah ramai dihuni oleh para orang tua siswa.Kami sendiri,para murid menunggu di luar kelas sambil menguping Bu Sarah yang sedang memanggil nama-nama muridnya.Ketika nama salah seorang siswa di panggil maka si orang tua akan maju ke depan untuk mengambil raport hasil ujian semester anaknya.Aku duduk di bangku yang ada di koridor kelas.Sayup-sayup aku mendengar Bu Sarah memanggil nama-nama murid sesuai absen.
Oh iya,sedikit saran buat para BNZ,nanti kalau sudah punya momongan ngasih namanya jangan dari abjad A atau Z karena biasanya di sekolah guru akan mengabsen murid dari abjad A atau Z duluan,mending kalau ngabsen buat di bagi duit.Lha ini.. di suruh ngerjain tugas atau soal ke depan kelas.Kan nggak enak kalau langsung maju ke depan tanpa ada persiapan terlebih dahulu...Hehehehe... GUBRAKK !! Gak penting ya ?? :D
Tidak berselang lama papaku sudah keluar kelas sambil menenteng raportku yang bersampul merah.Papa menghampiriku,Aku berdiri menunggu berita dari papa.
"Selamat sayang,juara kelas masih sama kamu !!"papa memelukku sambil mengelus rambutku.Aku hanya diam mematung,tak membalas pelukannya.
"Papa mau ke ruangan kepala sekolah dulu,mengurus kepindahan kamu" papa melepaskan pelukannya.Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa.Aku tidak tahu perasaan apa yang timbul di benakku.Senang, sedih, kecewa, risau... entahlah .. aku bingung !! Aku menatap papa yang sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah tanpa ekspresi.Setelah sosok papa hilang di koridor kelas,aku kembali duduk di bangku tadi.
"Wooyyy ... !!! Ngelamun aja !! Mikirin opo toh ??"Brian membuatku tersentak.
"Selamat yoo.. Rangking 1 maning.. Koncoku iki emang paling T.O.P !! Supper Abbeess.. !!"Brian menirukan iklanku.Hehehe...
"Kamu rangking berapa ??"tanyaku.Brian mengangkat tangannya, memperlihatkan lima jarinya.
"Lima ??"tanyaku lagi.Brian menggeleng dan dia mengangkat kembali tiga jari dengan tangan yang satunya.
"Delapan !!"teriaknya sebelum aku sempat menjawabnya sambil tersenyum.
"Lumayan.. naik dua peringkat dari semester kemarin. Hehehe.. !!"Brian tertawa senang membuat aku ikut tersenyum.
"John bagaimana ?? " tanyaku setelah Brian menempatkan badannya di samping tempat dudukku.
"Belum tuh .. masih ngantri !! yang di panggil baru sampai abjad E !!"katanya lagi.
"Hai Ndoonnn.. !!! Selamat ya.. !! Wah .. aku ndak bisa ngerebut posisi kamu !!" Kartika dan teman-temannya Mita, Nissty, dan Nanda (semuanya BNZ.. Hehehe .. ) menghampiriku memberikan selamat atas keberhasilanku.
"Lho.. kok murung Ndon ?? biasanya kamu langsung ngajak teman-teman kamu buat minta di traktirin. Hehehe... !!" Nissty menggodaku.
"Ndon.. !! minta nomor HP kamu dong.. !! Nanti kan kalau ada PR bisa calling-callingan!"Mita memainkan tangannya seperti sedang menelepon yang langsung mendapat teriakan "Huu..." dari Kartika,Nissty dan Nanda.
"Aku ndak punya HP,papaku ndak mau mbeliin.. !!"jawabku masih tanpa ekspresi.
"Nomor aku aja mau ndak ??" tawar Brian.
"Hmm... boleh deh buat nambah-nambah nomor,soalnya kontakku baru sedikit. Hehehe... !"Mita tertawa di ikuti ketiga temannya.
"Yee.. percuma kalau buat pajangan doank !!" Brian memonyongkan bibirnya.
"Yo wess kalau kalian mau aku traktir. Kita ke kantin nyookk .. !! tuh si John udah nerima raport !!" aku beranjak dari kursi dan mengajak mereka ke kantin.Eh yang di ajak malah diam sambil berpandangan satu sama lain.
"Serius Ndon ??"tanya Nanda, Mita, Nissty dan Kartika berbarengan.
"Ndak mau ??? Ya sudah ndak jadi .. !!"aku kembali duduk di bangku.
"Eh... bukan gitu.. tumben saja kamu mau nraktir,biasanya minta di traktir. Hehehe ... !!" Nanda terkekeh dan akupun ikut tertawa.
"Sekali-kali ndak apa-apa kan ??"kataku.
"Ya udah... Berang-berang ikutan Indonesia Mencari Bakat ... Berangkaattt ... !!!"Nissty berpantun.
"Ndak nyambuuung... !!"teriak aku dan yang lainnya kompak.
Yah.. mungkin ini terakhir kalinya aku bisa bersama mereka di sekolah ini.Menyenangkan hati teman-temanku.Kami bergerak menuju kantin dengan langkah seperti sedang mengikuti lomba baris-berbaris.
PROKK.. PROKK.. PROKK !!
GUBRAK ... !!!
Brian terjatuh karena tali sepatunya terinjak olehku. Hahahaha...
***
Pulang dari sekolah,aku langsung melemparkan tas ku ke tempat tidur.Tanpa mengganti seragam,ku rebahkan tubuhku.. pikiranku masih melayang entah kemana.Berkumpul dengan teman-temanku tadi cukup membuatku tersenyum sendirian.Moment terakhir di SD PH 1.
"Brandoonnn.. !!! ke sini sebentar.. !!" panggilan papa membuyarkan lamunanku.Aku langsung beranjak menuju ruang kerja papa.Oh iya,ruang kerja papa tuh seperti studio .Ruangannya kedap suara.Ada peralatan musik yang lengkap sekali di sini.Dari mulai sound system, drum, bass, guitar, keyboard, gendang, seruling bambu, saxophone, ukulele, harpa, gamelan, sasando sampai alat musik yang biasa di pake buat ngamen di lampu merah,yang terbuat dari tutup botol minuman di pakuin ke kayu juga ada lho... Halaaahh... ada-ada saja koleksi si papa.Tapi aku hanya menguasai piano saja.Sesekali belajar drum,lumayan lah hasilnya kalau gebukin kasur yang lagi di jemur jadi ada ritme-nya.Hehehehe...
"Ada apa Pa ??"tanyaku setelah duduk di kursi seberang meja papa.
"Lho.. kok belum ganti seragam ?? besok kan masih dipakai !!"kata papa sambil membuka kacamatanya.
"Memangnya Brandon ndak jadi pindah Pa ??"tanyaku bersemangat.
"Jadi.. tapi kamu kan belum dapat seragam jadi untuk sementara kamu pakai seragam yang itu dulu !!"jawaban papa membuatku kembali lemas.
"Kamu masih marah ya sama papa ??"tanya papa sambil memandangku.
"Ndak kok pa,cuma Brandon masih bingung kenapa papa ngelarang Brandon nge-dance !!"jawabku sambil menunduk menatap kolong meja.Papa menghela nafas panjang.
"Ndon,papa minta maaf,untuk saat ini papa tidak bisa bercerita sama kamu,tapi yang pasti papa ngelakuin ini karena papa sayang sama Brandon!!" papa menggenggam tanganku di atas meja,mencoba meyakinkan aku.
"Selalu saja bilang kayak gitu!" bathinku bergumam. "Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri,apa ini ada hubungannya dengan mama ??" pikiranku mulai menjalar kemana-mana.
***
Aku berjalan di koridor sekolahku yang baru.SD Permata Hati 2,di temani wali kelasku yang cantik.Bu Rianti namanya (Rianti Cartwright .. Hehehe bener gak sih nulis namanya ?? :D ). Oh iya,SD Permata Hati 2 ini letaknya lebih dekat dengan rumahku,sekitar setengah kilometer.Kalau SD Permata Hati 1 tiga kali lipat jaraknya.Jadi aku bisa berangkat ke sekolah ini dengan berjalan kaki ataupun naik sepeda.Sebagian besar murid-murid di sini berangkat dan pulang sekolah dengan bersepeda.
Bu Rianti menuntunku memasuki salah satu ruang kelas.Kelas 4.Suasana yang sangat berbeda dari kelasku sebelumnya langsung ku rasakan.Biasanya,di SD PH 1 para murid sedang asyik-asyiknya beraktifitas tidak karuan.Di sini,semua murid telah rapi dan siap mengikuti pelajaran walaupun bel masuk baru saja berbunyi.
"Berdiri .. !!"teriak salah seorang siswa saat aku dan Bu Rianti baru saja masuk ke ruang kelas.Semua murid serentak berdiri dari kursinya masing-masing.
"Beri salam.. !!" teriak siswa tadi lagi,mungkin itu sang ketua murid (KM).
"Selamat Pagi Bu.. !!" seluruh siswa-siswi memberikan salam denganm kompak.
"Pagi anak-anak !! Silahkan duduk !!"jawab Bu Rianti dan semua murid pun kembali duduk di kursinya masing-masing.
"Pagi ini kita kedatangan teman baru pindahan dari SD 1 Permata Hati.Ayo Brandon,perkenalkan diri kamu ke teman-teman baru kamu !!"Bu Rianti mempersilahkan aku.Semua murid berbisik-bisik,tertawa kecil,entah apa yang mereka bicarakan.
"Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun, saya suka nge-dance dari umur 6 tahun.Eh... salah ya ?? hehehe.. kenalin, nama lengkapku Brandon De Angelo, panggil saja Brandon.Pindahan dari SD 1 Permata Hati.Senang bertemu kalian !!"sapaku yang langsung di sambut cekikikan murid-murid.
"Silahkan ada yang mau di tanyakan sama Brandon ??"Bu Rianti memberikan kesempatan kepada semua muridnya untuk bertanya padaku.Sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku.
"Alamat rumah Bu !!" celetuk anak perempuan yang duduk di sudut ruangan.
"Nomor HP !!" teriak teman yang duduk di depan anak tadi.
"Nomor sepatu !!" teriak yang lain.Semua anak mulai ikut berteriak.
"Hobinya apa ??"-
"Makanan favorit ??"-
"Tanggal lahirr ... !!" pertanyaan yang tak satupun ku jawab terus terlontar dari seisi kelas.
"Sudah punya pacar beluumm ??"teriak salah seorang siswi.
"Huuuu.... hihihihi... "semua tertawa cekikikan.
"Hey.. sudah.. sudah.. !! kalian ini ya .. Maaf ya Brandon, di sini memang seperti ini!"Bu Rianti hanya tersenyum menanggapi ulah murid-muridnya.Wahh.. kalau Bu Sarah pasti hancur meja guru di gebraknya.Hehehe... ternyata suasana di kelas ini mulai terasa sama dengan kelasku di sekolah sebelumnya.
"Ndak apa-apa Bu !! Aku senang bisa cepat akrab !!"sahutku di sambut senyuman manis Bu Rianti.
"Ya sudah,sekarang kamu duduk di samping Andz ya .. !!" (Andz BNZ... Tuh.. udah w kabulin permintaan lo Andz.. jangan ngomel-ngomel lagi.. Hahahaha... ).
Aku berjalan menuju bangku yang di tunjuk Bu Rianti.Agak ke belakang.Seorang murid menyambutku dengan senyumnya yang langsun ku balas dengan senyumku pula.Setelah berkenalan dengan Andz,teman sebangkuku,kami tak sempat lagi berbicara banyak karena Bu Rianti sudah mulai berpidato.
"Anak-anak,hari ini kita belajar belum efektif,kepala sekolah memberikan kesempatan kepada semua murid untuk mempersiapkan diri mengikuti acara 'KREATIFITAS ANTAR KELAS' yang akan di laksanakan hari Senin depan.Tahun lalu kita kalah dan kelas 5 yang mendapat predikat juara.Tahun ini kita harus merebut predikat itu".Bu Rianti menjelaskan apa yang tidak aku mengerti.Aku berbisik pada Andz.
"Acara apa sih ??" tanyaku mencolek lengan Andz.
"Di sini setiap tahun di adakan lomba kreatifitas,bisa menyanyi, menari, melukis, main musik,pokoknya dari setiap kelas menampilkan kesenian yang beragam.Dan yang mendapat nilai terbaik dari seluruh para guru akan menjadi pemenangnya.Bagi yang kalah ada hukumannya yaitu membersihkan kelas pemenang seminggu sekali selama satu semester" Andz menjelaskan.
"Wah kasian donk kelas 1 atau 2 !!"aku memotong penjelasan Andz.
"Kelas 1 dan 2 tidak ikut.Cuma kelas 3,4 dan 5 sedangkan kelas 6 kan sedang sibuk mempersiapkan diri buat ujian kelulusan"aku manggut-manggut mendengar keterangan dari Andz.
"Brandoonn.. !!" panggil Bu Rianti mengagetkanku.Tapi dia tidak membentak,suaranya tetap lembut,kalau Bu Sarah.. Wahh.. suaranya bisa bikin gempa lokal.Hehehe..
"Iy... iya Bu !!" jawabku gugup.
"Kamu mau ikut sayang ?? mungkin kamu bisa main musik, menyanyi, menari, menggambar, atau apa saja ??"tanya Bu Rianti.
"Main piano Bu !!"jawabku membuat Bu Rianti melemparkan senyum manisnya.
"Woww.. baiklah . Kamu ikut ya ??"Bu Rianti tampak senang.
"Iya Bu !!"sahutku mantap.
"Oh iya anak-anak,besok kita kebagian tugas membersihkan ruangan kelas 5 pemenang tahun kemarin untuk yang terakhir kalinya (tentunya tahun kemarin masih kelas 4).Jadi yang belum kebagian membersihkan ruangan kelas 5 besok jangan pulang dulu ya !! termasuk Brandon. Oke sayang ??"tanya Bu Rianti menatapku.Aku ingin protes tapi aku merasa nggak enak.Masa baru masuk sekolah ini sudah berani memprotes guru ?? dan akhirnya ku "iya" kan saja dengan anggukan kepalaku.
Mulailah kami sibuk berlatih untuk persiapan lomba senin depan.Ada yang menyanyi, menari, menggambar, aku hanya memperhatikan saja karena di sini tidak ada keyboard atau piano yang bisa ku mainkan.
"Andz.. !!"panggilku. Andz yang sedang sibuk menghafal sebuah lagu menoleh ke arahku.
"Ono opo ??"tanyanya.
"Toilet di mana ya ?? aku kebelet !!"jawabku menahan pipis.
"Di dekat kelas 5 !! Mau ku antar ??"Andz menawarkan.
"Ndak usah.. aku tahu kok !! tadi sempat lewatin kelas 5" aku beranjak dari bangkuku.Setelah meminta izin kepada Bu Rianti,aku berlari menuju toilet siswa.
Setelah melewati beberapa koridor akhirnya aku sampai di koridor kelas 5.Dari sana aku berbelok ke sebuah lorong dan di situ berjejer toilet murid.Dua toilet putra dan dua toilet putri.Tapi...
"Aduhh.. kok toilet siswa terkunci semua sih ??"gerutuku masih menahan pipis.
"Hmm... toilet putri ada yang kosong nih satu"gumamku. Aku celingak-celinguk melihat keadaan sekeliling. Aman !!! Aku masuk saja ah.... hehehe...
Tak lama berselang aku keluar dari toilet dan di saat bersamaan seorang murid perempuan juga baru keluar dari toilet yang satunya.Dia pun kaget melihat aku yang baru saja keluar dari toilet murid perempuan.
"Hey.. !! itu kan toilet putri,kenapa kamu masuk ke situ ??"tanyanya memandangku heran.Aku menjadi gugup dan salah tingkah.
"Sorry , tadi aku kebelet jadi ndak lihat tulisannya !!"aku menunjuk tulisan "Toilet Putri" di pintu toilet yang tadi aku masuki.Dia memandangku dari ujung rambut sampai sepatu.
"Kamu murid baru ya ?? seragam kamu lain !!" katanya dengan muka jutek.Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia sudah melanjutkan omongannya.
"Baru masuk sudah melanggar aturan !! Aku laporin kepala sekolah nih !!"ancamnya.
"Eh jangan dong.. !! aku kan ndak tahu !!"jawabku berbohong.
"Memangnya kamu kelas berapa ??"tanyanya lagi.
"Huh .. bawel banget sih .. !!" bisikku dalam hati. "Kelas 6, kenapa memangnya ??"tanyaku dengan nada ketus.
"Oh.. maaf deh kak !!" giliran dia yang jadi salah tingkah.Aku tersenyum geli ketika dia memanggilku "kakak".
"Ya sudah .. aku masuk dulu ..!! jangan bilang-bilang lho !! Awas kalau bilang!" anak itu hanya mengangguk takut.Akupun berjalan meninggalkannya.Tapi ketika aku berbelok ke arah koridor menuju kelasku,dia berteriak.
"Heyy Kak !! kelas 6 kan ke arah kiri kok ke kanan ??"teriaknya heran.Aku membalikkan badanku dan tidak kehilangan akal akupun menjawab.
"Terserah kakak dong mau kemana dulu,bukan urusan kamu !!"teriakku juga.Aku bergegas meninggalkan dia yang masih mematung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kakak ?? Hihihi... !!" gumamku geli.
Aku langsung masuk ke dalam kelas karena pintunya memang di biarkan terbuka lebar.Ku lihat teman-teman baruku sedang sibuk membereskan buku masing-masing.Tidak tampak Bu Rianti di kelas ini.Aku bertanya pada salah satu teman baruku yang belakangan ku ketahui bernama Adhie (Adhie BNZ ... hehehe )
"Eh.. kok pada beres-beres ? Bu Rianti kemana ??tanyaku pada Adhie yang sudah menggendong tas ranselnya.
"Hari ini ada rapat guru,jadi kita di suruh pulang lebih awal !! Aku duluan ya .. !!"Adhie berlari menuju pintu kelas.Aku berjalan menuju bangkuku dan di sana sudah tidak ada tas ransel Andz.
"Hmm.. sudah pulang duluan rupanya .. !!" gumamku.Ku bereskan bukuku dan setelah yakin tidak ada yang ketinggalan,aku bergegas mengikuti yang lain menuju pintu keluar kelas.Aku jadi teringat sekolah lamaku.
"Wah bagaimana ya suasana di kelas 4 SD 1 tanpa aku ?? pasti tenang dan nyaman .. !! Hihihi ... "aku terkikik sendirian.Wah untung nggak ada yang lihat.Hahaha.. "Hmm.. mungkin sekarang waktu yang tepat untuk berpamitan sama teman-teman di SD 1,aku mau ke sana dulu ah.. !!"pikirku mantap.
Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang sekolah,aku tiba di jalan raya.Ku hentikan sebuah kendaraan umum dan aku duduk di depan,di samping Pak Supir yang tampaknya sedang asyik menikmati lagu dangdut yang di putarnya lewat sebuah tape mobil.Pandanganku lurus ke depan memandang jalan tapi telingaku ikut mencerna bait demi bait lagu dangdut yang di putar Pak Supir.
#Mengapa kau datang lalu pergi lagi
Hati sudah gembira kini sunyi lagi
Mengapa kau datang hanya dalam mimpi
Hingga bayanganmu terlintas di hati
Datanglah oh datanglah
akan ku sambut mesra
Janganlah oh janganlah
Kau biarkan ku merana
Idaman hati….#
“De,kok senyam-senyum sendiri ??Hayoo.. lagunya enak ya ??”pertanyaan Pak Supir mengagetkanku.
“Eh… n.. ndak apa-apa kok pa !!”jawabku gugup sambil membenarkan posisi dudukku.
“Nih mau berangkat sekolah apa pulang ??di bilang berangkat,udah siang,pulang juga kepagian”pak Supir mulai mengajakku ngobrol.
“Baru mau berangkat Pak !!”jawabku asal.
“Hayoo.. kesiangan ya ??di SD Permata Hati 1 ya ??”Tanya Pak Supir lagi sambil membelokkan mobilnya membuat badanku sedikit terguncang.
“Kok tahu Pak??”aku balik bertanya sama si bapak itu.
“Kelihatan dari seragamnya,anak bapak kan sekolah di sana juga.Kelas 4.. Namanya … !!”Pak Supir menyebutkan nama salah seorang murid perempuan yang tentu saja aku kenal.
“Oh iya,saya tahu Pak,saya juga kelas 4 kok !!”jawabku.
“Wah.. teman sekelas rupanya… anak saya sering bilang kalau dia punya teman sekelas yang jail dan nakal,aduh saya lupa nama anak itu.Tapi menurut dia anak itu pintar dan ganteng.Anak saya memang senang bercerita tentang sekolahnya”aku hanya manggut-manggut mendengar si Bapak bercerita.
“Terus anak itu juga kadang baik banget,kalu nggak salah,nama anaknya Ndon apa Nden ya ??Aduhh.. pasti kamu kenal !!”si Bapak garuk-garuk kepala mengingat-ingat cerita anaknya.
“Iya Pak kenal.. namanya Brandon De.. !!”
“Naahhh.. bener Brandon !!”teriaknya memotong ucapanku.
“Nak Brandon itu pernah ngasih tas ke anak saya.Waktu itu Bapak ndak punya uang buat beli tas sekolah anak Bapak yang mulai rusak.Eh waktu sepulang sekolah dia senang sekali punya tas baru.Katanya di kasih sama nak Brandon !! wah kalau ketemu nak Brandon,bapak ingin ngucapin terimakasih sama dia !!” cerita si Bapak ini membuatku tersenyum sendirian,lalu memoriku berjalan pada kejadian sebulan yang lalu.Hehehe…
Saat aku ulang tahun,aku dapat hadiah lumayan banyak.Salah satunya tas yang aku kasih temanku.Aku kasihan saat melihat tasnya yang sudah usang dan mulai sobek.Waktu aku ngasihin tas itu,awalnya dia sempat menolak,mungkin dia merasa malu dan minder.Tapi akhirnya dia mau juga menerima tas pemberianku setelah aku berjanji tidak akan bercerita kepada siapapun.Tas itu pemberian dari Om Jun,papanya Baim.Sampai sekarang tas itu masih di pakai sama temanku.Senang sekali rasanya bisa membantu orang lain.
“De.. kok ngelamun ?? sudah sampai nih !!”pak Supir mengagetkanku.
“Oh iya.. ini Pak ongkosnya !!”aku menyodorkan selembar uang lima ribuan.
“Ndak usah De,sudah ambil saja buat jajan”Bapak itu menolak uangku.
“Jangan Pak !! ini rezeky anak Bapak,Bapak kan nyari uang !!”aku memaksanya dan dia tetap menolak.Ku tinggalkan saja uangku di dekat kaca depan lalu aku sendiri langsung keluar dari mobil.
“De.. kembaliannya… !!”teriak Pak Supir.
“Ambil saja buat Bapak .. !!”teriakku juga sambil berlari masuk ke gerbang sekolah.Aku berjalan di koridor kelasku yang dulu.Suara Bu Sarah mulai terdengar sedang berdialog dengan teman-temanku.Aku ragu untuk masuk,aku hanya mematung di depan pintu kelas,menguping pembicaraan mereka.
“Ah… ndak mungkin Brandon pindah Bu !! dia kemarin ndak cerita sama saya Bu !!“itu suara Brian.
“Ibu juga baru tahu tadi pagi dari kepala sekolah !!”jawab Bu Sarah.
“Kok dia ndak pamitan sama kita sih Bu ??”aku kenal itu suara siapa,Nissty.
“Iya Bu,padahal kemarin kita makan bareng-bareng di kantin!!”Nanda melanjutkan.
“Brandon sakit kali Bu !!”Mita ikut menambahkan.
“Sudah berapa kali ibu bilang,Brandon benar-benar sudah pindah sekolah.Bukan kalian saja yang merasa kehilangan Brandon,tapi ibu juga.Mungkin kalian melihat ibu selama ini sering marah-marahin dia,menghukum dia,itu karena ibu sayang sama Brandon.Ibu ingin Brandon menjadi anak yang baik,nggak jail,penurut.Tapi.. yah mungkin itu sudah sifatnya Brandon.Ibu tahu dia anak yang baik,rajin, apalagi membantu papanya.Dulu ibu pernah ke rumah Brandon,niat ibu buat ngadu ke papanya kalau Brandon nakal sekali di sekolah.Sampai di rumahnya ibu hanya bertemu dengan papanya.Pas ibu tanya kemana Brandonnya,papanya bilang kalau dia sedang nyuci piring.Ibu sedikit kurang percaya sama yang di bilang papanya Brandon.Tapi nggak lama kemudian,Brandon keluar dari dapur sambil menenteng ember berisi air dan kain pel.Eh.. melihat ibu sedang mengobrol dengan papanya,Brandon kaget sampai-sampai ember yang penuh dengan air di jatuhkannya.Hahaha.. mukanya langsung merah karena malu.Mungkin dia gengsi,masa anak yang terkenal nakal dan jail ngepel rumah ??”Bu Sarah mengakhiri ceritanya.Di balik pintu kelas aku tersipu malu mengingat kejadian itu.
“Bu,kira-kira ibu tahu ndak kenapa Brandon pindah sekolah ??”suara Mita,bertanya pada Bu Sarah.
“Ibu tidak tahu,tiba-tiba saja tadi pagi Pak Kepsek ngasih tahu ibu kalau Brandon sudah pindah sekolah.Hari ini mungkin dia sudah masuk di sekolah barunya”Bu Sarah berkata lirih.Di balik pintu aku tidak bisa melihat ekspresi Bu Sarah.Apa Bu Sarah benar-benar merasa kehilangan aku ?? Ah… aku juga sebenarnya tidak mau pindah dari sini meninggalkan kalian semua.
Papa,kenapa papa pisahin Brandon dengan teman-teman Brandon?? Guru Brandon ?? siapa yang sebenarnya salah ?? samapai kapan papa mengekang Brandon seperti ini ?? Brandon hanya ingin papa mengerti kemauan Brandon.Apa Brandon yang terlalu egois ?? Terlalu memaksakan keinginan Brandon ?? Brandon bingung dengan semua ini.Brandon ingin penjelasan dari papa kenapa Brandon nggak boleh nge-dance ?? Aarrghh… ku pejamkan mataku,emosiku mulai timbul dan tanpa sadar aku memukul pintu kelas.
“BRUKK… !!!”
“Siapa itu ??” suara Bu Sarah mengagetkanku.Segera saja ku hapus air mata yang terasa sudah ada di sudut mataku dengan cepat.Terdengar langkah Bu Sarah mendekati pintu.
“Brandonn.. !!”Bu Sarah tampak terkejut melihatku.Aku memberikan senyumku.Sejenak dia menatapku dan tiba-tiba saja Bu Sarah memelukku.
“Kamu tidak jadi pindah kan sayang ??”tanyanya sambil mengelus rambutku.Aku merasa nyaman di pelukannya.Ini pertama kalinya Bu Sarah memelukku.Aku seperti mempunyai… mama !!
“Justru Brandon ke sini mau pamitan sama ibu dan teman-teman Brandon Bu!!”Bu Sarah melepaskan pelukannya,kembali menatapku sejenak lalu menuntunku berjalan ke depan kelas.Teman-temanku masih terpaku menatapku.Aku berusaha untuk tersenyum.
“Kenapa pindah Ndon ??”belum sempat aku berkata-kata,Nissty sudah melemparkan pertanyaan kepadaku.Aku menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
“Papaku sibuk,jadi dia ndak bisa nganterin aku setiap hari ke sekolah.Papa selalu khawatir kalau aku pulang sendirian.Jadi,papa memutuskan aku untuk pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah supaya aku bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa di antar jemput.Mukaku ‘kan unyu dan imut,jadi papa takut ada yang nyulik aku.Hehehe… !!”aku mencoba berkelakar membuat teman-temanku tersenyum kecil.
“Kelas ini bakalan sepi tanpa kamu Ndon !!”Nanda menatapku seolah-olah mengisyaratkan supaya aku tetap di sekolah ini.
“Maksudnya sepi tuh tenang ??Ndak ada yang bikin keributan ?? Hehehe… !!”aku mencoba kembali bercanda tapi kali ini tak ada yang tertawa.Huuhh… percuma saja aku melawak.Hahaha…
“Ndon kamu inget ndak ??kamu sudah merubah aku seperti sekarang ini !!”suara Mita berapi-api membuat rambut Nanda yang duduk di depannya hangus terbakar.Haa.. ?? (Hiperbola paling Lebomm !!)
“Sudahlah Mit jangan di bahas.Aku ke sini cuma mau minta maaf sama kalian semua atas kejailanku selama ini !!”aku memotong ucapan Mita yang arah pembicaraannya sudah aku ketahui.Tapi rupanya dia ingin terus melanjutkan ceritanya.
“Teman-teman,kalian tahu aku baru 6 bulan berada di sini bersama kalian.Tentu kalian masih ingat pertama kali aku masuk ke kelas ini sifatku seperti apa.Pemalu,minder, lebih senang sendiri daripada berbaur dengan kalian.Aku tidak peduli dengan semua yang ada di kelas ini.Tidak peduli kalian memahami atau tidak pelajaran yang diberikan Bu Sarah.Aku selalu menolak jika kalian meminta bantuanku untuk menerangkan soal.Sampai akhirnya Brandon menyadarkan aku dengan kejailannya.Setiap hari dia menjailiku.Menaruh permen karet di kursiku, menyembunyikan makan siangku dan menggantung tasku di tiang bendera.Semua itu membuatku benci sama dia.Aku sempat berpikir untuk pindah sekolah lagi.Aku takut di jailin terus sama Brandon.Membuatku takut ternyata itu tujuan dia.Sampai suatu hari aku di paksa Brandon untuk membantu teman-teman mengerjakan soal-soal.Hal yang paling aku benci.Aku sempat menolak kemauannya,tapi Brandon mengancam akan terus menjailiku kalau aku menolak perintahnya.Akhirnya dengan terpaksa aku membantu kalian mengerjakan soal, mengajari kalian rumus-rumus yang tidak kalian mengerti.Awalnya aku memang kesal,tapi lama kelamaan aku merasa senang bisa membantu kalian semua.Sejak saat itu dengan senang hati aku siap menolong kalian yang meminta bantuanku.Begitu juga sebaliknya,aku juga tidak segan meminta bantuan kalian.sekarang aku punya Nissty,Nanda,Kartika, sahabat-sahabat baikku yang selalu ada saat aku senang dan sedih.Sampai sekarang Brandon tidak pernah menjailiku lagi.Sungguh cara yang tidak terpikirkan olehku,dengan kejailannya dia bisa merubahku menjadi seorang penolong dan lebih baik di mata teman-teman semua.Aku berterima kasih sama kamu Ndon !!”Mita mengakhiri ceritanya.
“Ah.. Mita terlalu berlebihan,kamu berubah ya itu karena kemauan kamu sendiri,bukan karena aku.Iya kan Bu ??”aku menengok Bu Sarah,meminta dukungannya.
“Iya.. tapi kamu juga berperan besar lho.. !! Eh tapi ibu bingung kenapa kamu sendiri dari dulu nggak berubah-berubah ??Tetap nakal dan jail.Ibu jadi heran !!”Bu Sarah mengerutkan keningnya.
“Ndak usah heran Bu,seperti yang Brandon bilang tadi,harus ada keinginan untuk berubah.Nah, sayangnya sampai sekarang Brandon belum mau berubah Bu.Hehehehe… !!”aku terkekeh dan teman-temanku mulai bisa ikut tertawa bersamaku.
“Kamu ini,pinter banget ya ngejawabnya.. !!”Bu Sarah mengacak-acak rambutku.
“Ndon,kamu inget ndak insiden kaca pecah ?? Tentu teman-teman masih ingat kejadian itu.Sebenarnya yang mecahin kaca jendela itu aku,bukan Brandon !!” Nissty mulai bercerita.
“Niss… !!”sahutku mencoba melarang Nissty melanjutkan ceritanya.Tapi Nissty lebih dulu memotong ucapanku.
“Tunggu Ndon,aku belum selesai cerita,mungkin ini saatnya untuk aku mengakui kesalahanku setelah sekian lama kita rahasiakan”semua mata tertuju sama Nissty,termasuk Bu Sarah.
“Waktu itu,pagi-pagi sekali aku sudah sampai di sekolah.Saat masuk ke dalam kelas,aku lihat Brandon sudah berada di bangkunya.Dia sedang asyik menulis,mungkin sedang mengerjakan PR.Setelah aku menyimpan tasku,aku keluar menuju toilet dan hanya ada Brandon di kelas ini.Sampai aku kembali ke kelas,teman-teman yang lain belum juga berdatangan.Kuputuskan untuk kembali memeriksa PR ku.Tapi saat ku buka tasku,aku terkejut karena buku PR ku tidak ada.Padahal aku yakin tadi pagi buku itu telah aku masukkan ke dalam tas.Ku lihat Brandon masih asyik dengan kegiatannya.Mengacuhkan aku seolah-olah aku tidak ada di sana.Dia tetap menulis sambil bersiul-siul membuat aku langsung mencurigai dia.Tanpa beranjak dari bangkuku,aku berteriak dan langsung menuduhnya.Tentu saja Brandon tidak mengaku,dia bilang tidak tahu menahu dengan buku PR ku.Setelah berdebat cukup lama aku menjadi kesal dan mengambil penghapus papan tulis.Aku mengancam akan melempar dia dengan penghapus kalau tetap tidak mau mengaku kalau dia sudah mengambil buku PR ku.Tapi percuma saja,dia tetap bersikeras dan tidak mengaku.Aku yang sudah kesal segera melempar penghapus itu ke arahnya.Tapi dia berhasil menghindar dan.. penghapus itu malah mengenai kaca jendela yang ada di sampingnya sampai membuat kaca itu pecah berantakan.Waktu itu aku sangat ketakutan,takut dimarahi Bu Sarah.Aku menangis saking takutnya.Brandon hanya terdiam memandangi pecahan kaca jendela,sesekali dia menatapku yang masih menangis.Satu persatu teman-teman mulai berdatangan.Tentu saja semuanya langsung heboh melihat kaca jendela sudah pecah dan Brandon menjadi sasarannya.Semua menyangka Brandonlah yang memecahkan kaca jendela itu.Aku pikir Brandon pantas menerima tuduhan itu karena gara-gara dia juga aku memecahkan kaca jendela.Tapi aku menjadi sangat merasa bersalah saat adik kelasku yang dekat dengan rumahku datang membawa buku PR ku.Kata dia,ibuku menitipkannya karena buku PR ku ketinggalan di meja makan.Saat itu rasanya aku ingin pulang saja.Aku malu sama Brandon.Tapi belum sempat aku beranjak meninggalkan kelas,Bu Sarah sudah berada di dalam kelas dan langsung bertanya siapa yang memecahkan kaca jendela.aku ingin mengaku,tapi aku takut,bibirku terkunci rapat,aku takut di hukum.Tentu saja semua mata tertuju sama Brandon yang terkenal nakal dan jail,aku melirik Brandon.Dia tertunduk,tidak berani menatap Bu Sarah dan saat itulah Bu Sarah membentaknya.Dan ah… kenapa sih Ndon,saat itu kamu ndak terus terang saja sama Bu Sarah dan bilang kalau aku pelakunya.Kamu malah mengakui perbuatan yang ndak kamu lakuin.Kamu rela di hukum lari 20 putaran lapangan basket demi aku yang sudah menuduhmu.Kamu itu… “Nissty berhenti bercerita ,mencoba menahan air mata yang mulai menghiasi sudut matanya.Aku tertunduk mendengar pengakuannya.Kejadian yang sama sekali sudah lama aku lupakan kini mulai menjadi cerita yang utuh di memoriku.
“Niss… sudahlah,aku sudah ngelupain kejadian itu.Aku juga sudah terbiasa kok di hukum sama guru,bukan cuma sama Bu Sarah saja.Justru saat itu aku kasihan sama kamu.Aku pikir,kalau kamu mengakui itu perbuatan kamu,kamu bakalan punya dua masalah.Memecahkan kaca jendela dan tidak membawa buku PR”Bu Sarah kembali mengelus rambutku.Ku lirik Bu Sarah dan ternyata matanya juga sudah berkaca-kaca.
“Aku juga pernah di tolong sama Brandon.Waktu itu aku tidak membawa buku pelajaran Bahasa Inggris.Tentu kalian tahu hukumannya jika tidak sampai membawa buku pelajaran itu. Dikeluarkan dari kelas dan dua kali pertemuan tidak boleh mengikuti pelajarannya.Lagi-lagi Brandon yang nolongin.Brandon meminjamkanku buku pelajarannya dan dia sendiri di hukum sama ibu.Dikeluarin dari kelas dan dua kali pertemuan tidak bisa ikut mata pelajaran Bahasa Inggris”cerita Nanda memang singkat tapi cukup mebuatku semakin terharu.
“Kalau aku… “John akan memulai bercerita tapi aku segera memotong ucapannya.
“Hey… sudahlah… jangan diteruskan lagi.Kalian pikir dengan kalian bercerita seperti itu akan membuat aku bertahan di sini dan tidak jadi pindah ?? Aku ngelakuin semua itu karena aku sayang sama kalian”aku memandang berkeliling,menatap satu persatu teman-temanku yang telah sekian lama bersamaku,merangkai kenangan indah bersama.Aku menunduk sedih.
“Dengan kalian bercerita seperti ini,itu hanya akan membuatku sangat sedih dan semakin berat untuk meninggalkan kalian.Aku senang membantu kalian,aku juga senang di marahin Bu Sarah”sejenak ku tatap wali kelasku itu.
“Kata ibu,marah adalah salah satu ungkapan sayang dari orang tua kita.Di kelas ini,ibu adalah orang tua kita.Ibu adalah mama Brandon.Brandon ndak pernah di marahin sama mama,Brandon ingin ngerasain bagaimana rasanya di marahin seorang mama.Makanya Brandon sering membuat Bu Sarah marah-marah sama Brandon.Dan itu tandanya ibu sayang sama Brandon,memperhatikan Brandon,berusaha membuat Brandon menjadi anak yang baik dan penurut seperti keinginan seorang mama terhadap anaknya.Brandon minta maaf sama ibu,Brandon sering membuat ibu kesal dengan kenakalan Brandon yang kadang keterlaluan.Brandon… “Bu Sarah memelukku sambil terisak.
“Iya Ndon,ibu sayang sama kamu,ibu juga minta maaf,ibu sering membentak-bentak kamu,marah-marahin kamu.. !!”setelah beberapa saat,Bu Sarah melepaskan pelukannya.Sejenak suasana kelas menjadi hening tanpa suara.Aku lihat Brian beranjak dari kursinya,berjalan ke arahku dan kami saling berangkulan.
“Maafin aku ya.. !!”katanya lirih.Aku melepaskan pelukannya.
“Aku yang minta maaf,kamu dan John yang paling sering aku jailin”aku tersenyum ke arah Brian.Teman-temanku yang lain ikut beranjak dari bangkunya mengerubungi aku dan Bu Sarah.Semua berdesak-desakan di depan kelas membuat aku yang berada di tengah-tengah kerumunan merasa sesak nafas.Aku mencoba keluar dari kerumunan teman-temanku yang masih larut dalam suasana haru.Aku merangkak di antara kaki-kaki teman sekelasku.Dan.. Huuaaaa…. Bebas juga akhirnya.Aku duduk di sebuah kursi di belakang teman-temanku sambil memperhatikan mereka yang masih berkerumun.Mereka tidak sadar kalau aku sudah menghilang di antara kerumunan itu.Beberapa saat kemudian satu persatu mereka melepaskan pelukannya.
“Ehmm… sudah selesai nih ceritanya ??”sahutku dari bangkuku membuat semua mata temanku menoleh padaku.
“Branndoonnn… !!! Dalam suasana kayak gini kamu masih saja ya… Dasar nakaalll… !!”teriak Bu Sarah sambil menahan tawanya tapi matanya masih terlihat sembab.Hehehe…
Teman-temanku mengejarku dan habislah aku di gelitikin dan di cubitin rame-rame .. Hehehehe….
***
Teman,Kawan dan Sahabat
Teman,dengarkanlah suara itu,
Suara angin menerpa ujung dedaunan
Menimbulkan gemerisik seolah menyanyikan
Indahnya lagu persahabatan
Kawan,dengarkanlah alunan itu,
Alunan ombak menyeruak pantai.
Menimbulkan suara gemuruh seperti melantunkan
indahnya cerita tentang kesetia kawanan
Sahabat,akankah aku selalu ada di hatimu ??
Ataukah akan terkubur seiring berjalannya waktu ??
Biarkanlah hati kita tetap bersatu dan saling merindu
Teman,Kau memberikan rasa tentram dan aman
Membuat hatiku tenang dan nyaman
Kawan,
Kasihmu tak habis di telan waktu dan zaman
Bagiku engkau adalah seorang pahlawan
Sahabat,
Satu hati pembangkit semangat
Menyembuhkan laksana obat,
Lebih dari sekedar teman dekat ataupun kerabat
Teman,meski nanti kita sudah tidak lagi bersama,
Namun biarkanlah hati kita tetap beriringan.
Kawan,walaupun esok hari kita tidak lagi bertemu,
Tetapi engkau akan selalu ada dalam ingatan
Sahabat,biarpun kita tak mungkin lagi berjumpa,
Namun biarkanlah jiwa kita terikat erat tanpa karat
Bersama kita bisa dan tetaplah berusaha untuk meraih impian.
By: Brandonizer Station
Special to : Brandon De Angelo and all Brandonizer !!
Tetep kompak yaa… !!!
Inget motto kita !!!
BNZ … !!! KOMPAK ABBEEZZZ… !!!
Hehehe…
MAAFIN BRANDON PA !! *part.4*
Pulang latihan dari rumah Brian hari sudah gelap.Sekitar pukul setengah delapan malam aku baru sampai di depan gerbang rumahku.Ku parkir sepedaku di halaman depan.Rumahku tampak sepi,lampunya juga belum dinyalain.Pada kemana ya papa sama Baim?Ku coba membuka pintu rumah.Terkunci !!.Wah benar nih papa dan Baim sedang pergi.Akupun berjalan menuju rumah Kak Reny.Setelah mengetuk pintu rumahnya dan memberi salam,kak Reny membukakan pintu.
"Kak,papa nitip kunci ndak ?"tanyaku.
"Oh iya,tadi papa kamu pergi sama saudara kamu itu,Brandon mau nungguin di sini dulu?"Kak Reny menawarkan.
"Ndak usah Kak,aku nungguin papa di rumah saja,nanti kalau jam 9 papa belum pulang juga,Brandon nginap ya ??"sahutku.
"Yo wess.. sebentar ya,kakak ambil kuncinya dulu!!"Kak Reny berlalu ke dalam rumah.Aku menunggu di kursi teras rumahnya.Tidak sampai satu menit,Kak Reny sudah kembali di hadapanku.Akupun beranjak dari kursi.
"Nih kuncinya... nanti ke sini saja ya !! Sudah lama Ndon ndak menginap di rumah Kak Reny".ktanya sambil menyerahkan kunci rumahku.
"Hehehe... iya Kak,nanti kalau papa ndak pulang aku ke sini.Matur nuwun Kak,sugeng ndalu ..!!!"akupun pamit pulang menuju rumahku.
Ku nyalakan lampu ruang tengah,teras rumah,dapur,semuanya aku nyalakan.Setelah itu aku masuk ke kamarku.
"Hmmm... mumpung tidak ada papa,aku mau nonton videoku lagi ah...!!"aku bergegas membuka lemari bajuku,mencari DVD waktu aku pertama kalinya perform di depan orang banyak.Oh iya,DVD ini hadiah ulang tahunku yang ke-9 lho.Bulan kemarin aku ulang tahun,jadi sekaramg umurku sudah 9 tahun.Hehehehe... DVD ini hadiah dari Kak Edo,Brian sama John.Aku tidak pernah bosan melihat DVD ini.
Aku mencarinya dengan teliti.Tapi DVD itu tidak kunjung ku temukan.DVD itu tidak ada.Padahal aku yakin kalau DVD itu ku simpan di lemari pakaianku.Aku cari lagi di laci, meja belajar, kolong kasur, rak-rak buku namun DVD itu tidak juga ku temukan.Aku mencoba lagi mencari di rak DVD di ruang tengah,tidak ada juga.Aku mulai kesal,aku mulai putus asa untuk mencari.
"Pasti kerjaan Baim nih ngumpetin DVD ku!"pikirku mencurigai Baim.
Aku masuk lagi ke kamarku dan aku masih penasaran dengan DVD ku.Ku cari lagi di lipatan-lipatan baju,tidak ada.Ku acak-acak isi lemari dan ku keluarkan juga semua isi laci.Tetap tidak ada.
"Aarrrgghhh...!!!" aku mulai kesal dan berhenti mencari.Ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aku pukul-pukul bantal gulingku.
"Di mana sihh .. ??"teriakku kesal.Tanpa ku sadari papa sudah berdiri di pintu kamarku.
"Mencari ini ??"aku tersentak kaget.Papaku mengacungkan sebuah kaset DVD bersampul biru.Ya,itu DVD yang aku cari,bagaimana bisa ada di tangan papa?? wajah papa terlihat merah menahan marah.Aku menunduk,tidak berani untuk menatapnya.
"Brandonn !! bisa kamu jelaskan apa maksud dari DVD ini??"tanya papa membentakku.Aku hanya diam membisu,tanganku memainkan ujung bantal yang ada di pangkuanku.
"Jawab Brandonn !!"bentaknya lagi.Aku tak bisa menahan air mataku yang mulai menetes membasahi bantal.Papa menghampiriku,memegang kedua pipiku lalu mengangkat wajahku.Aku di paksa untuk menatap wajahnya.Di balik kacamatanya,mata papa menatap tajam mataku yang masih mengeluarkan air mata.
"Jawab Brandonn !! jangan bisanya hanya menangis !!"
"Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. "suaraku parau,sambil terisak,aku mencoba meminta maaf sama papa.
"Maaf ?? selama ini kamu sudah bohongin papa Brandon !!
sudah berapa lama kamu mengikuti kegiatan ini ??"tanya papa lagi.Aku tahu papa sedang berusaha menahan amarahnya.
"Jawab Brandon !!"papa mengguncang-guncang badanku,membuatku semakin menangis.
"Dua bulan Pa !!"kata ku berbohong.
"Jangan bohong !! Tidak mungkin hanya dua bulan kamu bisa seperti di kaset ini !!"bentaknya lagi.
"Dua tahun Pa !! Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. !!"
"Dua tahun ?? Dua tahun kamu bohongin papa ?? berani sekali kamu !!!".
"Pa ... !!! papa boleh maksa Brandon belajar musik,papa boleh maksa Brandon les ini itu,tapi Brandon mohon sama papa,izinin Brandon nge-dance juga Pa ... !!! Hiks..hiks .. hiks.. !!!"aku mulai berani menatap papa.
"Tidak bisa Brandon !! Papa nggak akan pernah ngizinin kamu nge-dance !!"papa tetap pada pendiriannya.
"Kenapa Pa ?? papa egois, papa nggak ngerti perasaan Brandon, Brandon pengen nge-dance Pa .. !!"
"Nggak bisa !! Sekali papa bilang nggak bisa ya nggak bisa.Titik !!"papa memotong protesku.
"Papa jahat !! Brandon benci papa,biarin Brandon mati saja.Brandon mau ikut mama .. !! Hiks.. hiks.. !!"teriakku meracau.
"Brandon !!! jangan sekali-kali bicara seperti itu lagi.Papa sayang sama kamu,papa ngelarang kamu buat kebaikan kamu juga.Ngerti kamu ??"aku menunduk,perasaanku tidak karuan.Marah, sedih, kecewa, benci.Aarrgh....
"Hari Senin pembagian raport,dan hari itu hari terakhir kamu sekolah di sana.Papa akan memindahkan sekolah kamu".lanjutnya.Aku seperti di hantam benda keras.Hatiku perih,papa sungguh tidak adil.
"Brandon nggak mau pindah Pa !!"aku memprotes keputusan papa.
"Kamu sudah tidak terkontrol Brandon !! jangan membantah lagi !! Papa tidak mau lagi di bohongin sama kamu !!"suaranya menusukku.Papa jahat,tadi papa melarangku nge-dance,sekarang??memaksaku untuk pindah sekolah,meninggalkan sahabat-sahabatku, guru-guruku, kenangan-kenangan indahku ?? aku nggak mau... bagaimanapun juga aku nggak boleh pindah.Papa beranjak dari tempat tidurku.
"Pa.. !! Brandon mohon Pa,jangan pindahin Brandon !!Hiks.. hiks.. "aku mencoba memelas.Papa yang sudah berdiri membalikan badannya.
"Keputusan papa sudah bulat dan kamu jangan membantahnya !!!"papa berjalan menuju pintu keluar kamarku.Aku mengejarnya,memeluk kakinya,memohon sambil terisak.
"Pa ... Brandon mohon Pa.. Brandon mohon sama Papa ... Hiks.. hiks.. !!"
"Lepasin papa Brandon !! percuma kamu memohon seperti itu !!"papa bersikeras.
"Brandon tidak mau lepasin papa,sebelum papa ngebatalin keputusan papa !! Hiks.. hiks.. !!"aku tidak mau kalah.Papa memaksaku berdiri,aku berontak melawannya.Tapi tenagaku tidak sebanding dengan papa.Papa menggendongku masuk ke kamar,membaringkan aku di tempat tidur dan aku masih tetap menangis,berharap hati papa melunak.Tapi tidak ada tanda dari papa untuk menarik ucapannya.Dia hanya mencium keningku.
"Tidurlah.. !! Papa sayang Brandon !!"kata papa mengusap air mataku.Aku tak bisa protes lagi.Tubuhku sudah lelah untuk melawan papa.Papa meninggalkanku sendirian di kamar.Hujan di luar semakin deras seolah tahu akan kesedihanku.Entah jam berapa aku baru bisa memejamkan mataku.Dalam kelelahanku,aku terlelap dan berharap mimpi bertemu mama.
"Mama... tenangkan hatiku,berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini.Aku masih terlalu kecil untuk memaksakan kehendak.Aku masih butuh papa,aku sayang papa,aku harap papa berubah !!"bathinku berbisik di sambut hawa dingin membelai wajahku.Ku tarik selimut untuk menutupi tubuh dan wajahku.Semua menjadi gelap dan aku meninggalkan sejenak dunia nyata yang membuatku merasa terpuruk.
***
Seandainya saja kami ada di sana,
Tak 'kan kami biarkan kamu terpuruk.
Seandainya saja kami ada di sampingmu,
Tak ingin kami melihatmu menjatuhkan air matamu
Lilhero,kadang harapan hanyalah sebuah impian
Dan ada kalanya juga impian menjadi kenyataan
Teruslah bermimpi dan berusaha meraihnya
Kami yakin kamu bisa,kami yakin kamu kuat menghadapi semua
Di belakangmu ada kami yang selalu mendukungmu
Kami berjanji,tak akan pernah meninggalkanmu
Kami tak akan berpaling darimu
Kami ingin menghapus air mata yang ada di pipimu
Our Lilhero,tunjukkanlah pada dunia,
Bahwa kamu seorang anak yang kuat dan berhati emas
Berikanlah yang terbaik untuk kami semua
Bangkitlah dari tidurmu,usaplah air matamu
Dengan semangat baru,kami yakin,
Kamu akan menjadi yang terbaik dan bisa meraih impianmu.
By : BNZ Station & BNZ Indonesia !!
***
Minggu pagi terasa suram,padahal hari cukup cerah setelah semalam di guyur hujan.Embun pagi yang tertimpa cahaya mentari pagi begitu indah berkilauan,bergelayut di ujung daun,mencoba bertahan agar tidak terjatuh dan di serap bumi.Aku melamun di teras rumahku sambil memperhatikan embun-embun itu.Aku masih marah sama papa,dan tadi ketika sarapan pagi pun kami tidak saling bicara.Papa dan aku memilih untuk berdiam diri.Padahal aku berharap papa akan berbicara kalau perkataannya semalam itu tidak sungguh-sungguh.Tapi aku hanya bisa berharap dan sepertinya omongan papa semalam benar-benar akan menjadi kenyataan.Aku sedih mengingat semua itu.Aku tidak mau berpisah dengan sahabat-sahabatku.
Huufft... daripada aku terus bersedih seperti ini mungkin sebaiknya aku pergi ke rumah Kak Reny,siapa tahu dia bisa menghiburku.Akupun beranjak dari teras rumah dan bergegas menuju rumah Kak Reny,tetanggaku.
"Tumben pagi-pagi sudah main Ndon !!"sapa Kak Reny sesampainya aku di teras rumahnya.Kak Reny tampak sedang membaca buku sambil duduk di kursi teras,ditemani secangkir teh hangat.
"Lagi sibuk ya Kak ??"tanyaku sambil duduk di kursi yang satunya.
"Ndak.. memangnya kenapa Ndon ??Hmm.. mata kamu bengkak.Hayooo... habis nangis ya ??"Kak Reny menggodaku membuat aku tersenyum malu.
"Iya Kak,semalam Brandon berantem sama papa!!"ceritaku terus terang.
"Kenapa ??"tanyanya heran.
"Papa mau mindahin Brandon ke sekolah baru.Tapi Brandon ndak mau !!!"
"Alasan papa kamu mindahin kamu kenapa Ndon ??"Kak Reny memotong omonganku.
"Papa ngelarang aku nge-dance !!"paparku.
"Nge-dance ?? memangnya kamu bisa nge-dance ??"Kak Reny tampak nggak percaya.
"Iya Kak,Brandon sudah 2 tahun belajar nge-dance.Selama ini Brandon bohongin papa karena papa nggak pernah ngizinin Brandon nge-dance".ceritaku membuat Kak Reny manggut-manggut seperti burung perkutut yang sedang makan rumput sambil kentut kalang kabut dut... dut.. dut.. Halaaahhh... (*serius mode on !!)
"Kira-kira Kak Reny tahu ndak kenapa papa ngelarang aku nge-dance ??"tanyaku.
"Kakak ndak tahu Ndon,tapi papa kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa kamu ndak dikasih izin buat belajar nge-dance.Ndon,setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.Begitu juga papa kamu!"Kak Reny membela papa.
"Kalau mama Brandon masih ada,kira-kira ngelarang juga ndak ??"tanyaku ngelantur.Kak Reny menatapku iba.
"Kak Reny ndak tahu,Kak Reny ndak pernah kenal sama mama kamu.Waktu kamu tingal di sini,usia kamu sudah 3 tahun,kata papa kamu,mama Ndon meninggal waktu Ndon baru berusia 2 tahun !!"Kak Reny menutup bukunya dan meletakkannya di samping teh hangatnya yang mulai dingin.
"Waktu kecil Kak Reny sering ngasuh kamu.Kamu pipis di celana,Kak Reny gantiin.Kak Reny suapin kamu,mandiin kamu... Sekarang kamu sudah sebesar ini.Brandon masih inget ndak ?? kalau ada yang nanya siapa pacar Ndon ? Ndon jawab Kak Reny !! Hahaha..."Kak Reny tertawa membuat aku garuk-garuk kepala.
"Ah.. Kak Reny bikin malu Brandon saja nih !!"sahutku membuat Kak Reny meneruskan tertawanya.
"Apakah mama Brandon seperti Kak Reny ??"tanyaku sungguh-sungguh.
"Pasti mama kamu orangnya baik,perhatian dan sayang sama kamu.Brandon kalau Brandon mau,panggil aja Kak Reny 'mama'.Mau ndak ??"Kak Reny menawarkan.
"Wah Kak Reny nikah dulu donk sama papa Ndon.Mau ndak ??"aku menggodanya.
"Yee... ndak mau ah... papa Ndon udah tua,ntar mau di kemanain pacar Kak Reny ??Hehehe..."aku dan Kak Reny tertawa.
"Brandon bilangin papa lho,papa Brandon di bilang tua.Ter... La... Lu... !!"ancamku sambil menirukan gaya Raja Dangdut.
"Jangan dong..!!Nanti papa Brandon marah sama Kak Reny,kalo papa Ndon marah-marah jadi cepet tambah tua donk.. !!Hahahaha... "Kak Reny dan aku kembali tertawa.
"Ndon,jangan marah lagi ya sama papa Ndon,dia sayang sama kamu.Kalaupun Ndon harus pindah sekolah,kan masih bisa main ke sekolah lama Ndon kalau kangen sama teman-teman lama Brandon !!"Kak Reny menghiburku.
"Iya Kak !!"kataku walaupun aku masih ragu dan belum bisa menerima kalau aku benar-benar harus pindah sekolah.
"Makasih,Kak Reny sudah menghibur Brandon.Brandon pamit pulang dulu ya... !!"dengan cepat aku meminum teh hangat Kak Reny yang sudah dingin dan berlari meninggalkannya.
"Brandoonnn.. !!! Teh Kak Reny kok di habisin sih ?? Dasarr nakaalll... !!" teriaknya sambil tertawa.
"Biariinnnn... habisnya dari tadi Brandon ndak di suguhin tehnya !!"teriakku dari pintu gerbang rumah Kak Reny.
"Awas ya kalau ke sini Kak Reny gelitikin kamu !!"aku tertawa dan masuk ke pekarangan rumahku.Takut di kejar Kak Reny.Hehehehe...
***
Malam harinya aku tidak bisa tidur.Ku lihat jam di kamarku sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.Tadi aku menolak ajakan papa untuk makan malam dengan alasan sudah kenyang.Berharap papa membujukku,memaksaku untuk makan.Tapi ternyata dia tidak melakukan itu sama aku,membuatku menjadi bertambah kesal.
Aku duduk di depan piano yang terletak di sudut kamarku.Ku mainkan toots-nya asal-asalan.Aku hafal sebuah lagu anak-anak yang sudah lama sekali,bahkan aku sendiri belum lahir.Aku tahu lagu ini dari VCD nya.Lagu Sherina yang berjudul "Lihatlah Lebih Dekat".Ku mainkan pianonya dan aku bernyanyi dengan lirih....
#Hatiku sedih,Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya,Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman,kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih,pergilah resah
Jauhkanlah aku dari,sgala prasangka
Pergilah gundah,jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai,lebih bijaksana
Tanpa sepengetahuanku,papa sudah berdiri di sampingku lalu dia ikut memainkan piano.Dia bernyanyi melanjutkan syair yang belum selesai ku nyanyikan.
#mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya,lebih dekat
Dan kau akan mengerti#
***
Papa dan aku mengakhiri permainan pianonya.Papa menatapku sendu.Dengan tangannya yang masih kekar dia merangkulku.Menempatkan kepalaku di pundaknya.
“Maafin papa Ndon,papa sedih kalau Brandon marah terus sama papa.Papa nggak mau Ndon marah sama papa,maafin papa sayang !!”dalam pangkuannya papa mencium pipiku.
“Brandon yang minta maaf Pa,Brandon sudah bohong sama papa,Brandon sudah nyusahin papa,bikin papa sedih… Brandon.. hiks.. hiks .. !!”aku terisak di pundaknya.
“Sudahlah sayang,papa nggak pernah bisa marah sama kamu.Papa terlalu sayang sama kamu.Malam ini papa mau tidur sama Brandon.Brandon mau kan ??”tanyanya sambil membelai rambutku.Aku mengangguk dalam dekapannya.Terasa hangat dan menenangkan hatiku.Aku seperti menemukan papaku yang telah lama hilang.
“Tapi jangan ngompol ya !!”katanya membuatku cemberut.
“Idiihh… Brandon sudah nggak ngompol lagi.Papa kali nih masih suka ngompol !!”kataku mulai bisa tertawa.
“Enak saja kamu hehm.. !!”papa mencubit hidungku.Aku turun dari pangkuannya,dan dari atas kursi aku naik ke punggungnya.
“Sekarang kita menuju kamar papa… Berangkaaattt… !!”papa menggendongku sambil berlari membuatku terguncang-guncang.Aku tertawa-tawa saat dia menjatuhkan tubuhku di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.Hmm… malam ini aku merasa sangat bahagia.
I LOVE YOU PAPA
I LOVE YOU BNZ
Good nite all !!! :D
***
"Kak,papa nitip kunci ndak ?"tanyaku.
"Oh iya,tadi papa kamu pergi sama saudara kamu itu,Brandon mau nungguin di sini dulu?"Kak Reny menawarkan.
"Ndak usah Kak,aku nungguin papa di rumah saja,nanti kalau jam 9 papa belum pulang juga,Brandon nginap ya ??"sahutku.
"Yo wess.. sebentar ya,kakak ambil kuncinya dulu!!"Kak Reny berlalu ke dalam rumah.Aku menunggu di kursi teras rumahnya.Tidak sampai satu menit,Kak Reny sudah kembali di hadapanku.Akupun beranjak dari kursi.
"Nih kuncinya... nanti ke sini saja ya !! Sudah lama Ndon ndak menginap di rumah Kak Reny".ktanya sambil menyerahkan kunci rumahku.
"Hehehe... iya Kak,nanti kalau papa ndak pulang aku ke sini.Matur nuwun Kak,sugeng ndalu ..!!!"akupun pamit pulang menuju rumahku.
Ku nyalakan lampu ruang tengah,teras rumah,dapur,semuanya aku nyalakan.Setelah itu aku masuk ke kamarku.
"Hmmm... mumpung tidak ada papa,aku mau nonton videoku lagi ah...!!"aku bergegas membuka lemari bajuku,mencari DVD waktu aku pertama kalinya perform di depan orang banyak.Oh iya,DVD ini hadiah ulang tahunku yang ke-9 lho.Bulan kemarin aku ulang tahun,jadi sekaramg umurku sudah 9 tahun.Hehehehe... DVD ini hadiah dari Kak Edo,Brian sama John.Aku tidak pernah bosan melihat DVD ini.
Aku mencarinya dengan teliti.Tapi DVD itu tidak kunjung ku temukan.DVD itu tidak ada.Padahal aku yakin kalau DVD itu ku simpan di lemari pakaianku.Aku cari lagi di laci, meja belajar, kolong kasur, rak-rak buku namun DVD itu tidak juga ku temukan.Aku mencoba lagi mencari di rak DVD di ruang tengah,tidak ada juga.Aku mulai kesal,aku mulai putus asa untuk mencari.
"Pasti kerjaan Baim nih ngumpetin DVD ku!"pikirku mencurigai Baim.
Aku masuk lagi ke kamarku dan aku masih penasaran dengan DVD ku.Ku cari lagi di lipatan-lipatan baju,tidak ada.Ku acak-acak isi lemari dan ku keluarkan juga semua isi laci.Tetap tidak ada.
"Aarrrgghhh...!!!" aku mulai kesal dan berhenti mencari.Ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aku pukul-pukul bantal gulingku.
"Di mana sihh .. ??"teriakku kesal.Tanpa ku sadari papa sudah berdiri di pintu kamarku.
"Mencari ini ??"aku tersentak kaget.Papaku mengacungkan sebuah kaset DVD bersampul biru.Ya,itu DVD yang aku cari,bagaimana bisa ada di tangan papa?? wajah papa terlihat merah menahan marah.Aku menunduk,tidak berani untuk menatapnya.
"Brandonn !! bisa kamu jelaskan apa maksud dari DVD ini??"tanya papa membentakku.Aku hanya diam membisu,tanganku memainkan ujung bantal yang ada di pangkuanku.
"Jawab Brandonn !!"bentaknya lagi.Aku tak bisa menahan air mataku yang mulai menetes membasahi bantal.Papa menghampiriku,memegang kedua pipiku lalu mengangkat wajahku.Aku di paksa untuk menatap wajahnya.Di balik kacamatanya,mata papa menatap tajam mataku yang masih mengeluarkan air mata.
"Jawab Brandonn !! jangan bisanya hanya menangis !!"
"Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. "suaraku parau,sambil terisak,aku mencoba meminta maaf sama papa.
"Maaf ?? selama ini kamu sudah bohongin papa Brandon !!
sudah berapa lama kamu mengikuti kegiatan ini ??"tanya papa lagi.Aku tahu papa sedang berusaha menahan amarahnya.
"Jawab Brandon !!"papa mengguncang-guncang badanku,membuatku semakin menangis.
"Dua bulan Pa !!"kata ku berbohong.
"Jangan bohong !! Tidak mungkin hanya dua bulan kamu bisa seperti di kaset ini !!"bentaknya lagi.
"Dua tahun Pa !! Maafin Brandon Pa !! Hiks.. hiks.. !!"
"Dua tahun ?? Dua tahun kamu bohongin papa ?? berani sekali kamu !!!".
"Pa ... !!! papa boleh maksa Brandon belajar musik,papa boleh maksa Brandon les ini itu,tapi Brandon mohon sama papa,izinin Brandon nge-dance juga Pa ... !!! Hiks..hiks .. hiks.. !!!"aku mulai berani menatap papa.
"Tidak bisa Brandon !! Papa nggak akan pernah ngizinin kamu nge-dance !!"papa tetap pada pendiriannya.
"Kenapa Pa ?? papa egois, papa nggak ngerti perasaan Brandon, Brandon pengen nge-dance Pa .. !!"
"Nggak bisa !! Sekali papa bilang nggak bisa ya nggak bisa.Titik !!"papa memotong protesku.
"Papa jahat !! Brandon benci papa,biarin Brandon mati saja.Brandon mau ikut mama .. !! Hiks.. hiks.. !!"teriakku meracau.
"Brandon !!! jangan sekali-kali bicara seperti itu lagi.Papa sayang sama kamu,papa ngelarang kamu buat kebaikan kamu juga.Ngerti kamu ??"aku menunduk,perasaanku tidak karuan.Marah, sedih, kecewa, benci.Aarrgh....
"Hari Senin pembagian raport,dan hari itu hari terakhir kamu sekolah di sana.Papa akan memindahkan sekolah kamu".lanjutnya.Aku seperti di hantam benda keras.Hatiku perih,papa sungguh tidak adil.
"Brandon nggak mau pindah Pa !!"aku memprotes keputusan papa.
"Kamu sudah tidak terkontrol Brandon !! jangan membantah lagi !! Papa tidak mau lagi di bohongin sama kamu !!"suaranya menusukku.Papa jahat,tadi papa melarangku nge-dance,sekarang??memaksaku untuk pindah sekolah,meninggalkan sahabat-sahabatku, guru-guruku, kenangan-kenangan indahku ?? aku nggak mau... bagaimanapun juga aku nggak boleh pindah.Papa beranjak dari tempat tidurku.
"Pa.. !! Brandon mohon Pa,jangan pindahin Brandon !!Hiks.. hiks.. "aku mencoba memelas.Papa yang sudah berdiri membalikan badannya.
"Keputusan papa sudah bulat dan kamu jangan membantahnya !!!"papa berjalan menuju pintu keluar kamarku.Aku mengejarnya,memeluk kakinya,memohon sambil terisak.
"Pa ... Brandon mohon Pa.. Brandon mohon sama Papa ... Hiks.. hiks.. !!"
"Lepasin papa Brandon !! percuma kamu memohon seperti itu !!"papa bersikeras.
"Brandon tidak mau lepasin papa,sebelum papa ngebatalin keputusan papa !! Hiks.. hiks.. !!"aku tidak mau kalah.Papa memaksaku berdiri,aku berontak melawannya.Tapi tenagaku tidak sebanding dengan papa.Papa menggendongku masuk ke kamar,membaringkan aku di tempat tidur dan aku masih tetap menangis,berharap hati papa melunak.Tapi tidak ada tanda dari papa untuk menarik ucapannya.Dia hanya mencium keningku.
"Tidurlah.. !! Papa sayang Brandon !!"kata papa mengusap air mataku.Aku tak bisa protes lagi.Tubuhku sudah lelah untuk melawan papa.Papa meninggalkanku sendirian di kamar.Hujan di luar semakin deras seolah tahu akan kesedihanku.Entah jam berapa aku baru bisa memejamkan mataku.Dalam kelelahanku,aku terlelap dan berharap mimpi bertemu mama.
"Mama... tenangkan hatiku,berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini.Aku masih terlalu kecil untuk memaksakan kehendak.Aku masih butuh papa,aku sayang papa,aku harap papa berubah !!"bathinku berbisik di sambut hawa dingin membelai wajahku.Ku tarik selimut untuk menutupi tubuh dan wajahku.Semua menjadi gelap dan aku meninggalkan sejenak dunia nyata yang membuatku merasa terpuruk.
***
Seandainya saja kami ada di sana,
Tak 'kan kami biarkan kamu terpuruk.
Seandainya saja kami ada di sampingmu,
Tak ingin kami melihatmu menjatuhkan air matamu
Lilhero,kadang harapan hanyalah sebuah impian
Dan ada kalanya juga impian menjadi kenyataan
Teruslah bermimpi dan berusaha meraihnya
Kami yakin kamu bisa,kami yakin kamu kuat menghadapi semua
Di belakangmu ada kami yang selalu mendukungmu
Kami berjanji,tak akan pernah meninggalkanmu
Kami tak akan berpaling darimu
Kami ingin menghapus air mata yang ada di pipimu
Our Lilhero,tunjukkanlah pada dunia,
Bahwa kamu seorang anak yang kuat dan berhati emas
Berikanlah yang terbaik untuk kami semua
Bangkitlah dari tidurmu,usaplah air matamu
Dengan semangat baru,kami yakin,
Kamu akan menjadi yang terbaik dan bisa meraih impianmu.
By : BNZ Station & BNZ Indonesia !!
***
Minggu pagi terasa suram,padahal hari cukup cerah setelah semalam di guyur hujan.Embun pagi yang tertimpa cahaya mentari pagi begitu indah berkilauan,bergelayut di ujung daun,mencoba bertahan agar tidak terjatuh dan di serap bumi.Aku melamun di teras rumahku sambil memperhatikan embun-embun itu.Aku masih marah sama papa,dan tadi ketika sarapan pagi pun kami tidak saling bicara.Papa dan aku memilih untuk berdiam diri.Padahal aku berharap papa akan berbicara kalau perkataannya semalam itu tidak sungguh-sungguh.Tapi aku hanya bisa berharap dan sepertinya omongan papa semalam benar-benar akan menjadi kenyataan.Aku sedih mengingat semua itu.Aku tidak mau berpisah dengan sahabat-sahabatku.
Huufft... daripada aku terus bersedih seperti ini mungkin sebaiknya aku pergi ke rumah Kak Reny,siapa tahu dia bisa menghiburku.Akupun beranjak dari teras rumah dan bergegas menuju rumah Kak Reny,tetanggaku.
"Tumben pagi-pagi sudah main Ndon !!"sapa Kak Reny sesampainya aku di teras rumahnya.Kak Reny tampak sedang membaca buku sambil duduk di kursi teras,ditemani secangkir teh hangat.
"Lagi sibuk ya Kak ??"tanyaku sambil duduk di kursi yang satunya.
"Ndak.. memangnya kenapa Ndon ??Hmm.. mata kamu bengkak.Hayooo... habis nangis ya ??"Kak Reny menggodaku membuat aku tersenyum malu.
"Iya Kak,semalam Brandon berantem sama papa!!"ceritaku terus terang.
"Kenapa ??"tanyanya heran.
"Papa mau mindahin Brandon ke sekolah baru.Tapi Brandon ndak mau !!!"
"Alasan papa kamu mindahin kamu kenapa Ndon ??"Kak Reny memotong omonganku.
"Papa ngelarang aku nge-dance !!"paparku.
"Nge-dance ?? memangnya kamu bisa nge-dance ??"Kak Reny tampak nggak percaya.
"Iya Kak,Brandon sudah 2 tahun belajar nge-dance.Selama ini Brandon bohongin papa karena papa nggak pernah ngizinin Brandon nge-dance".ceritaku membuat Kak Reny manggut-manggut seperti burung perkutut yang sedang makan rumput sambil kentut kalang kabut dut... dut.. dut.. Halaaahhh... (*serius mode on !!)
"Kira-kira Kak Reny tahu ndak kenapa papa ngelarang aku nge-dance ??"tanyaku.
"Kakak ndak tahu Ndon,tapi papa kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa kamu ndak dikasih izin buat belajar nge-dance.Ndon,setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.Begitu juga papa kamu!"Kak Reny membela papa.
"Kalau mama Brandon masih ada,kira-kira ngelarang juga ndak ??"tanyaku ngelantur.Kak Reny menatapku iba.
"Kak Reny ndak tahu,Kak Reny ndak pernah kenal sama mama kamu.Waktu kamu tingal di sini,usia kamu sudah 3 tahun,kata papa kamu,mama Ndon meninggal waktu Ndon baru berusia 2 tahun !!"Kak Reny menutup bukunya dan meletakkannya di samping teh hangatnya yang mulai dingin.
"Waktu kecil Kak Reny sering ngasuh kamu.Kamu pipis di celana,Kak Reny gantiin.Kak Reny suapin kamu,mandiin kamu... Sekarang kamu sudah sebesar ini.Brandon masih inget ndak ?? kalau ada yang nanya siapa pacar Ndon ? Ndon jawab Kak Reny !! Hahaha..."Kak Reny tertawa membuat aku garuk-garuk kepala.
"Ah.. Kak Reny bikin malu Brandon saja nih !!"sahutku membuat Kak Reny meneruskan tertawanya.
"Apakah mama Brandon seperti Kak Reny ??"tanyaku sungguh-sungguh.
"Pasti mama kamu orangnya baik,perhatian dan sayang sama kamu.Brandon kalau Brandon mau,panggil aja Kak Reny 'mama'.Mau ndak ??"Kak Reny menawarkan.
"Wah Kak Reny nikah dulu donk sama papa Ndon.Mau ndak ??"aku menggodanya.
"Yee... ndak mau ah... papa Ndon udah tua,ntar mau di kemanain pacar Kak Reny ??Hehehe..."aku dan Kak Reny tertawa.
"Brandon bilangin papa lho,papa Brandon di bilang tua.Ter... La... Lu... !!"ancamku sambil menirukan gaya Raja Dangdut.
"Jangan dong..!!Nanti papa Brandon marah sama Kak Reny,kalo papa Ndon marah-marah jadi cepet tambah tua donk.. !!Hahahaha... "Kak Reny dan aku kembali tertawa.
"Ndon,jangan marah lagi ya sama papa Ndon,dia sayang sama kamu.Kalaupun Ndon harus pindah sekolah,kan masih bisa main ke sekolah lama Ndon kalau kangen sama teman-teman lama Brandon !!"Kak Reny menghiburku.
"Iya Kak !!"kataku walaupun aku masih ragu dan belum bisa menerima kalau aku benar-benar harus pindah sekolah.
"Makasih,Kak Reny sudah menghibur Brandon.Brandon pamit pulang dulu ya... !!"dengan cepat aku meminum teh hangat Kak Reny yang sudah dingin dan berlari meninggalkannya.
"Brandoonnn.. !!! Teh Kak Reny kok di habisin sih ?? Dasarr nakaalll... !!" teriaknya sambil tertawa.
"Biariinnnn... habisnya dari tadi Brandon ndak di suguhin tehnya !!"teriakku dari pintu gerbang rumah Kak Reny.
"Awas ya kalau ke sini Kak Reny gelitikin kamu !!"aku tertawa dan masuk ke pekarangan rumahku.Takut di kejar Kak Reny.Hehehehe...
***
Malam harinya aku tidak bisa tidur.Ku lihat jam di kamarku sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.Tadi aku menolak ajakan papa untuk makan malam dengan alasan sudah kenyang.Berharap papa membujukku,memaksaku untuk makan.Tapi ternyata dia tidak melakukan itu sama aku,membuatku menjadi bertambah kesal.
Aku duduk di depan piano yang terletak di sudut kamarku.Ku mainkan toots-nya asal-asalan.Aku hafal sebuah lagu anak-anak yang sudah lama sekali,bahkan aku sendiri belum lahir.Aku tahu lagu ini dari VCD nya.Lagu Sherina yang berjudul "Lihatlah Lebih Dekat".Ku mainkan pianonya dan aku bernyanyi dengan lirih....
#Hatiku sedih,Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya,Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada,dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman,kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih,pergilah resah
Jauhkanlah aku dari,sgala prasangka
Pergilah gundah,jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai,lebih bijaksana
Tanpa sepengetahuanku,papa sudah berdiri di sampingku lalu dia ikut memainkan piano.Dia bernyanyi melanjutkan syair yang belum selesai ku nyanyikan.
#mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya,lebih dekat
Dan kau akan mengerti#
***
Papa dan aku mengakhiri permainan pianonya.Papa menatapku sendu.Dengan tangannya yang masih kekar dia merangkulku.Menempatkan kepalaku di pundaknya.
“Maafin papa Ndon,papa sedih kalau Brandon marah terus sama papa.Papa nggak mau Ndon marah sama papa,maafin papa sayang !!”dalam pangkuannya papa mencium pipiku.
“Brandon yang minta maaf Pa,Brandon sudah bohong sama papa,Brandon sudah nyusahin papa,bikin papa sedih… Brandon.. hiks.. hiks .. !!”aku terisak di pundaknya.
“Sudahlah sayang,papa nggak pernah bisa marah sama kamu.Papa terlalu sayang sama kamu.Malam ini papa mau tidur sama Brandon.Brandon mau kan ??”tanyanya sambil membelai rambutku.Aku mengangguk dalam dekapannya.Terasa hangat dan menenangkan hatiku.Aku seperti menemukan papaku yang telah lama hilang.
“Tapi jangan ngompol ya !!”katanya membuatku cemberut.
“Idiihh… Brandon sudah nggak ngompol lagi.Papa kali nih masih suka ngompol !!”kataku mulai bisa tertawa.
“Enak saja kamu hehm.. !!”papa mencubit hidungku.Aku turun dari pangkuannya,dan dari atas kursi aku naik ke punggungnya.
“Sekarang kita menuju kamar papa… Berangkaaattt… !!”papa menggendongku sambil berlari membuatku terguncang-guncang.Aku tertawa-tawa saat dia menjatuhkan tubuhku di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.Hmm… malam ini aku merasa sangat bahagia.
I LOVE YOU PAPA
I LOVE YOU BNZ
Good nite all !!! :D
***
Langganan:
Postingan (Atom)