Sabtu, 11 Juni 2011

PANGGIL AKU JP *part.18*

    Aku dan yang lainnya di bawa ke kantor polisi dan di sana,identitas kami di data satu persatu.Saat giliranku tiba,aku mencoba menjelaskan sama petugas yang mendata kami kalau aku bukan anak jalanan seperti yang mereka kira.
    "Saya tersesat pak,saya masih punya papa,"jelasku.
    "Terus di mana papa kamu?Kenapa kamu bisa terpisah sama papa kamu?"tanyanya seperti tak percaya.
    "Saya.. mmh.. saya ke Jakarta sama teman saya pak,tapi dia ninggalin saya di stasiun,"
    "Halaahh.. kecil-kecil sudah mau membohongi polisi.Bilang saja kamu mau kabur,iya kan?lagian mana mungkin anak kecil kayak kamu hanya pergi berdua ke Jakarta?Sudahlah,Bapak harus mendata yang lainnya,"
    "Pak,tolong pak!Kalau Bapak nggak percaya,telepon saja ke rumahku,"petugas itu menatapku.Aku memberikan nomor telepon rumahku yang ada di Surabaya.Lalu petugas itupun menghubunginya.Tapi tidak ada yang mengangkatnya.Aku baru ingat,kalau papa masih berada di Bandung dan belum pulang ke rumah.
    "Mana papa kamu?Nggak ada yang ngangkat,"petugas itu menutup teleponnya.
    "Papa saya sedang ke luar kota pak,dia baru pulang dua minggu lagi,"aku kembali menjelaskan.
    "Berarti kamu bakalan tinggal di sini selama dua minggu sampai papa kamu menjemput kamu,"petugas itu terlihat jengkel karena merasa telah dipermainkan olehku.
    "Sekarang kamu masuk ke dalam,Bapak harus mendata yang lainnya,"
    Ingin rasanya aku menangis saat itu juga.Bagaimana mungkin aku harus berada di sini selama dua minggu?Papa.. tolongin Brandon pa.. Brandon takut.. Brandon nggak mau ada di sini...
    Aku masuk ke sebuah ruangan.Bukan,bukan sel tahanan.Ini hanya sebuah ruangan yang cukup luas,mungkin bisa di bilang aula.Aku bersandar di pojokan sambil memegangi lutut.Di ruangan ini juga sudah banyak sekali anak-anak jalanan dengan kegiatannya masing-masing.Ada yang tiduran,mainin gitar,ataupun bercanda dengan temannya.Mereka seperti tak ada rasa takut di bawa ke sini.Apa mereka sudah terbiasa di tangkap seperti ini?Yang jelas,mereka tampak tenang,tidak seperti aku yang ketakutan dan rasanya ingin kabur saja dari tempat ini.
    "Kak Fay,aku nggak habis pikir,kenapa kakak ninggalin Brandon kayak gini?Brandon takut kak.. kak Fay tega ninggalin Brandon sendirian.Padahal ini semua gara-gara kak Fay.Kak Fay yang ngajak aku ikut lomba,kak Fay yang membuat aku terpaksa membohongi papa,kak Fay juga yang bikin aku tersesat dan di tangkap petugas trantib karena dikira anak jalanan.Aarrgghh.. kenapa sih,aku jadi kayak gini?Kenapa aku jadi nyalahin orang lain?kenapa aku jadi nyalahin kak Fay?toh ini bukan sepenuhnya salah dia,ini juga salahku,"air mataku mulai mengalir membasahi pipiku.
    Seandainya saja papa datang menjemputku,aku pasti senang sekali.Aku nggak peduli papa mau marah kayak gimana sama aku,yang penting aku bisa pulang ke rumah.
    "Papa.. tolongin Brandon.. Maafin Brandon pa.."aku semakin terpekur meratapi nasibku.Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau akhirnya akan menjadi seperti ini.Aku rindu papaku,aku ingin sekali bertemu sama papaku.Papa....
    "Anak cowok kok nangis?"seorang anak perempuan yang baru saja duduk di sampingku meledekku.Aku segera menghapus air mataku dan berusaha untuk tersenyum ke arahnya.Ternyata dia anak yang aku kira kak Fay di mobil truk tadi.
    "Maaf ya,aku cuma bercanda kok.Kalau kamu mau nangis,nangis aja.Namanya juga lagi sedih,siapapun boleh nangis.Jangankan kita yang masih kecil,orang dewasa saja pasti pengennya nangis kalau mereka lagi sedih,"sesaat dia tersenyum ke arahku lalu dia pun melanjutkan kata-katanya.
    "Oh iya,kenalin,namaku Jaanitra Priyanka Millenix.Panggil saja JP,"anak perempuan itu mengulurkan tangannya ke arahku.Aku menyambut uluran tangannya sambil memperkenalkan diriku juga.
    "Brandon,"jawabku pendek.
    "Brandon doang?"tanyanya.
    "Brandon De Angelo si unyu dari Sby... hehehe.. namaku Brandon De Angelo,panggil saja Brandon,"sahutku sambil melepaskan jabatan tanganku.
    "Masih sekolah?"tanyanya lagi.
    "Kelas empat,kamu?"aku balik bertanya.
    "Kelas lima.Hmm.. kenapa kamu bisa tertangkap kayak gini?kayaknya kamu berbeda dari mereka,"kak JP menunjuk anak-anak jalanan yang ada di ruangan ini.Pertanyaannya membuatku kembali menunduk sedih.
    "Upss.. maaf ya,aku nggak bermaksud..."
    "Nggak apa-apa kok,aku juga lagi pengen cerita.Siapa tahu bebanku bisa berkurang,"aku mencoba bersikap tenang dan diapun kembali tersenyum ke arahku.
    Aku mulai bercerita tentang sekolahku yang dulu,tentang belajar dance yang sembunyi-sembunyi,tentang papa yang melarangku nge-dance tapi sangat sayang sama aku,tentang mamaku yang sudah nggak ada,tentang kak Fay,kak Nayla,semuanya tak ada yang terlewatkan sampai akhirnya aku bercerita kenapa aku bisa berada di tempat yang tak terbayangkan ini.Aku nggak tahu kenapa aku ingin menceritakan kehidupanku sama kak JP,orang yang baru aku kenal.Mungkin saat ini aku memang sedang membutuhkan seseorang yang bisa menghiburku.Aku ingin berbagi dengan orang lain,siapa tahu dengan begitu aku bisa meringankan beban yang selama ini aku pendam sendiri.
    "Oh... jadi kalian berdua mau ikut lomba dance buat nolongin Nayla itu?"tanya kak JP setelah aku baru saja selesai bercerita.
    "Ya.. sebenarnya bukan karena itu saja.Aku juga pengen ngebuktiin sama papa kalau aku benar-benar suka nge-dance dan bisa sukses dengan nge-dance.Tapi ternyata semuanya harus berakhir kayak gini,"
    "Hmm.. tapi aku salut dengan perjuangan kamu yang sudah melangkah sejauh ini Ndon,kamu masih kecil,masih banyak kesempatan untuk mewujudkan semua itu dan masih banyak kesempatan juga buat ngebuktiin semuanya sama papa kamu,"terang kak JP yang sudah mulai akrab denganku.
    "Kak JP sendiri,kenapa bisa ada di sini?"mendengar pertanyannku,kak JP kembali menyandarkan tubuhnya ke dinding di sebelahku.
    "Aku kabur dari rumah,"jawabnya lirih.
    "Lho,memangnya kenapa kak?"tanyaku terkejut mendengar pernyataannya.
    "Papaku mau menikah lagi,aku nggak mau tante Adel,calon istri papa gantiin mamaku yang sudah nggak ada.Memang sih,tante Adel itu baik,baik banget malah sama aku.Tapi aku... aku nggak mau papaku menikah lagi,"
    "Kak,kalau tante Adel baik sama kakak,apa salahnya kak JP nerima dia jadi mama kakak?mungkin kak JP belum terbiasa,tapi lama-lama siapa tahu kakak merasa nyaman,"
    "Aku belum bisa Ndon,banyak kenangan sama mamaku dan aku nggak mau kenangan itu hilang dengan kehadiran tante Adel,"jawabnya sedih.
    "Kak,sampai kapanpun,kenangan itu nggak bakalan hilang.Kenangan akan selalu terbawa sampai kapanpun.Tapi buat apa kakak melihat ke belakang terus?Memang,masa lalu kak JP indah untuk dikenang,tapi ingat masa depan juga kak,kita nggak bisa kembali ke masa lalu,"kak JP tersenyum kecil mendengar kata-kataku.
    "Kenapa kamu bisa ngomong kayak gitu?"tanyanya heran.
    "Papaku yang ngajarin,dulu aku sering menuntut papa untuk bercerita tentang mama.Sekarang aku tahu kalau papa nggak mau mengingat-ingat masa lalunya.Dia bakalan sedih kalau bercerita tentang mamaku.Makanya aku nggak pernah bertanya-tanya lagi walaupun sebenarnya aku ingin tahu lebih banyak tentang mama,"aku tertunduk menatap lututku.Ingatanku mencoba menangkap sosok orang yang tak pernah kutemui.Namun sosok itu tak pernah terbayangkan.Bayangan mamaku selalu kembali buyar saat aku mulai menjadikannya gambar yang utuh.
    "Seandainya kamu ada di posisi aku gimana Ndon?"kak JP menatapku lekat-lekat,menunggu jawaban apa yang akan terlontar dari mulutku.
    "Apapun yang papa lakuin,aku yakin itu yang terbaik.Jadi,apapun keputusan papaku,entah dia mau menikah lagi atau tidak,aku akan selalu mendukungnya,"sahutku.
    "Jawabanmu seperti menyindirku,"kak JP memalingkan wajahnya.
    "Maaf,bukan begitu maksudku.Setiap orang punya prinsip dan kak JP berhak menentukan pilihan kakak,"aku mencoba menenangkan kak JP.
    "Kamu... kamu pinter banget ya ngomongnya,padahal masih kelas empat SD.Hehehe.. kakak kira kamu cuma anak manja yang tahunya cuma..."
    "Siapa bilang aku nggak manja?Aku juga masih butuh dimanjain kok.Hehehe..."potongku dan aku lihat kak JP mulai bisa kembali tertawa.
    Kamipun semakin asyik mengobrol kesana-kemari membuat aku dan kak JP semakin akrab,seperti sudah kenal lama saja.Ruangan inipun mulai penuh karena orang-orang yang terkena razia terus berdatangan.Bukan dari kalangan anak-anak saja,orang dewasa juga banyak yang kena razia ini.Aku dan kak JP hanya bisa terdiam saat memperhatikan penampilan mereka semua.Mulai dari yang bergaya anak punk sampai anak perempuan kecil seumuranku yang menggendong balita,entah adiknya atau siapanya.Hatiku terasa perih saat melihat anak kecil itu.Kenapa hidup ini begitu kejam?Kenapa orang tua mereka membiarkan anaknya hidup di jalanan?Di usia mereka yang tidak jauh berbeda denganku,seharusnya mereka bisa menikmati masa kecilnya,menikmati saat-saat indah bersama dunia kecilnya.Ah.. mengapa kehidupan mereka berbeda denganku?Di usiaku saat ini,aku hanya memikirkan pelajaran di sekolah,bermain bersama teman-temanku,mengejar apa yang aku mau dan tak pernah memikirkan bagaimana caranya supaya hari ini bisa makan karena aku pikir,hal itu merupakan kewajiban penuh papa sebagai orang tuaku.Sungguh,semua ini di luar akal pikiranku.Hari ini,aku mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan di luar dari tempat ini.
    "Pak,lepasin saya pak,saya bukan anak jalanan.. saya masih punya orang tua dan rumah.Percaya sama saya pak,saya sedang mencari teman saya.."suara seorang anak perempuan yang tak asing lagi di telingaku terdengar dari ruang pendataan.
    "Apa benar itu suara kak Fay?"bathinku sambil melirik ke arah pintu yang menghubungkan antara ruangan ini dan tempat untuk mendata.
    "Ya sudah,ade tunggu sampai orang tua ade datang menjemput ade di sini,"jawab seorang petugas dan tak lama kemudian sosok yang aku bayangkan telah berdiri di ambang pintu.Kedua bola matanya yang sembab langsung beradu dengan mataku.
    "Brandonn!!"teriaknya.
    "Kak Fay,"aku langsung berdiri sedangkan kak Fay berlari ke arahku dan memelukku erat.
    "Kak Fay.. kakak kemana saja?Brandon takut kak.. kenapa kak Fay tega ninggalin Brandon sendirian?"tanyaku di pelukan kak Fay.
    "Maafin kak Fay Ndon,kak Fay nggak bermaksud ninggalin kamu,"kak Fay melepaskan pelukannya lalu menatapku dalam-dalam.Tatapannya tampak seperti penuh penyesalan.
    "Tadi malam kak Fay nyari makanan buat kita Ndon.Kakak tahu kamu lapar.Tadinya kakak mau bangunin kamu buat sama-sama beli makanan.Tapi kak Fay nggak tega ngebanguninnya karena kak Fay lihat tidur kamu nyenyak banget Ndon.Jadi kak Fay putusin buat beli makan sendirian.Waktu kak Fay ke stasiun lagi,kamu udah nggak ada.Kak Fay panik lalu nyari-nyari kamu kemana-mana,tapi nggak ketemu juga.Kakak nyariin kamu sampai keluar stasiun,kak Fay malah di tangkap petugas trantib dan di bawa ke sini,"terangnya.
    "Beneran kakak nggak ninggalin aku?"
    "Tentu saja Ndon,apa gunanya kak Fay ninggalin kamu?Kakak sudah janji sama papa kamu kalau kak Fay bakalan selalu jagain kamu,"jawabnya meyakinkanku.
    "Kak Fay jangan tinggalin Brandon lagi kak.. Brandon takut.."
    "Iya Ndon,kak Fay janji.Kak Fay nggak bakalan jauh-jauh dari kamu.Kakak bakalan terus sama-sama kamu.Kita harus saling menjaga Ndon,"kata kak Fay lirih sambil tertunduk sedih.
    "Iya kak,yang penting sekarang Brandon sudah ketemu kak Fay,"aku menepuk pundak kak Fay dan itu membuat dia tersenyum manis ke arahku.Aku mengajak kak Fay untuk duduk sambil bersandar ke dinding dan aku hampir lupa kalau dari tadi kak JP memperhatikan ulah kami.
    "Kak Fay,kenalin teman baru Brandon,"aku mencolek lengan kak Fay.
    "Hmm.. baru ditinggal sebentar saja sudah dapat gebetan baru,"bisik kak Fay menggodaku.
    "Jaanitra Priyanka Millenix,panggil saja JP,"kak JP dan kak Fay saling berjabat tangan.
    "Fay Nabila Rizka Alexander,bisa panggil Fay atau Abiel,"balas kak Fay seraya melepaskan jabatan tangan mereka.
    "Oh iya,apa rencana kalian selanjutnya?mau terus ikut lomba?"tanya kak JP membuat kak Fay menoleh ke arahku.
    "Aku sudah cerita semuanya kak,"jelasku tanpa kak Fay minta.
    "Kami nggak tahu,mungkin kembali pulang ke Surabaya,"lirih kak Fay tampak sedih.Mungkin dia masih ingin sekali mengikuti lomba itu.
    "Sebentar lagi aku bakalan ada yang jemput.Bagaimana kalau kalian ke tempatku saja?Siapa tahu papaku bisa bantu,kalian masih berniat ikut lomba dance itu kan?"tawar kak JP membuat aku dan kak Fay saling berpandangan.
    "Apa nggak ngerepotin?Kami..."
    "Tenang aja,papaku baik kok,dia pasti mau nolongin kalian,"
    "Beneran?"tanya kak Fay mulai berbinar.
    "Tentu saja Fay,kalian mau kan?Memangnya kalian mau di sini terus sampai keluarga kalian menjemput kalian?Ayolah.. kalian mau ya?"bujuk kak JP lagi.
    "Baiklah,aku mau,"sambut kak Fay.Kini pandangan kak JP tertuju ke arahku.
    "Aku ikut kak Fay saja,"sahutku.Kak JP tertawa senang.
    "Kok ketawa sih?"tanyaku heran.
    "Habisnya Fay udah kayak Babby Sitter kamu Ndon.Hahahaha..."
    "Ah.. siaalll..."rutukku malu membuat kak JP dan kak Fay tertawa girang.
    "Bukan gitu kak,kak JP nggak tahu aja.Aku takut sama kak Fay.Dia itu galak banget.Kalau marah,wuiihh.. seremmm,"
    "Apan sih Ndon?"kak Fay mencubit pinggangku dengan keras.Akupun terpekik karena cubitannya.
    "Aww.. tuh kan galak?"kataku lagi sambil mengusap-usap bagian yang sakit.Kamipun kembali tertawa berbarengan.Hahahaha...
*B*
    "Tante,kenapa bukan papa yang jemput aku?"tanya kak JP sama tante Adel setelah kami berada di mobil tante Adel untuk menuju ke rumahnya.Aku dan kak Fay duduk di jok belakang,sedangkan kak JP duduk di depan,di samping tante Adel yang sedang mengemudikan mobilnya.
    "Papa kamu sibuk sayang,tadi dia yang nyuruh tante jemput kamu,soalnya papa kamu mesti nyiapin bahan meeting dengan klien dari Hongkong pagi ini,"jelas tante Adel yang sesekali melirik ke belakang lewat kaca spionnya.
    "Kenapa sih papa lebih mentingin kerjaannya daripada aku?Apa dia nggak kangen sama JP?Padahal JP udah dua hari kabur dari rumah,"kak JP tampak merengut kecewa.Aku dan kak Fay hanya bisa saling berpandangan dan menyimak percakapan keduanya.
    "Bukan begitu sayang,kamu tahu sendiri,perusahaan papa kamu sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat.Otomatis papa kamu akan semakin sibuk dengan kerjaannya.Tapi setelah selesai meeting nanti,papa kamu bakalan langsung ke rumah tante buat jemput kamu,"jawab tante Adel mencoba menghibur kak JP dan pandangannya kembali ke arahku dan kak Fay.Cara pandangnya membuatku sedikit takut.Akupun berbisik di telinga kak Fay.
    "Kak,dari tadi tante Adel ngeliatin kita terus.Aku jadi takut,jangan-jangan kita mau di jual,"bisikku.
    "Hush.. sembarangan aja.Jangan berburuk sangka dulu Ndon,nggak baik.Lagian kata JP juga tante Adel kan orangnya baik,"kak Fay menyanggah ucapanku.
    "Maaf kak,tapi aku kurang suka tante Adel mandangin kita kayak gitu.Bikin aku takut,"mendengar jawabanku,kak Fay hanya tersenyum kecil.Kamipun kembali fokus mendengarkan perbincangan kak JP dan tante Adel.
    "Tante,maafin JP ya,JP udah ngerepotin tante,padahal gara-gara JP tante batal menikah dengan papa,"tante Adel menghela nafas panjang sejenak.
    "JP,kamu tahu kan,dari dulu tante sudah menganggap kamu itu sebagai anak tante sendiri.Tante sayang sama kamu tulus,bukan karena papa kamu.Bukankah tante sudah mengenal kamu jauh sebelum tante kenalan sama papa kamu?Iya kan?Lagipula tante juga masih ragu dengan keputusan tante untuk menikah lagi.Jadi kamu jangan merasa bersalah kayak gitu.Oke sayang?"kak JP tersenyum ke arah tante Adel.
    "Makasih tante,tapi oma pasti kecewa banget sama tante dan aku.Dia pasti marah sama aku,"
    "JP,oma mungkin belum bisa menerima kalau tante batal menikah.Tapi bukan karena itu juga.Beliau masih sedih dengan meninggalnya opa sebulan yang lalu.Oma seperti kehilangan arah hidupnya.Setiap hari cuma bisa marah-marah tidak jelas.Tante juga sebenarnya bingung ngadepinnya,"lirih tante Adel.
    "Maafin JP tan.."
    "Sudahlah sayang,mama tante sebenarnya baik kok,cuma sekarang dia masih dalam masa berkabung atas meninggalnya opa,papa tante,"tutup tante Adel mengakhiri percakapan mereka.Dan sekarang,mata tante Adel kembali terlihat memandang ke arahku dari kaca spionnya.
    "Oh iya,Brandon samaa..."
    "Fay tante,"potong kak Fay.
    "Iya,Brandon sama Fay untuk sementara tinggal di rumah tante saja ya?kalian masih berniat ikut lomba dance kan?"tanya tante Adel.
    "Iya sih tan,tapi aku sudah nggak punya apa-apa.Baju buat performku hilang semua,"jawabku.
    "Tenang saja,itu masalah gampang,yang penting kalian masih berminat ikut lomba.Untuk masalah kostumnya,itu urusan tante,"terang tante Adel membuatku gembira.
    "Beneran tante?"sahutku tak percaya.
    "Iya.. tapi casette buat backsongnya masih ada kan?"tanyanya lagi.
    "Ada di tasku tante,"jawab kak Fay bersemangat sambil memperlihatkan tas ransel pink-nya.
    "Syukurlah,jadi kalian tinggal latihan doang.Oh iya,lombanya hari Kamis kan?berarti besok dong,"ingat tante Adel.
    "Lombanya hari Sabtu kok,"jawabku.
    "Lho,memangnya kalian nggak dikasih kabar?kan ada perubahan jadwal,untuk tahap awal,kalian besok akan di seleksi dari seratus group menjadi lima belas group.Dari lima belas,hanya ada dua group yang akan melaju ke babak grandfinal yang akan digelar hari Sabtu depan,"aku dan kak Fay saling berpandangan sambil mengerutkan kening tak mengerti.
    "Tante tahu dari mana?kok bisa tahu tentang lomba itu?"tanyaku penasaran.
    "Hmm.. tante dua tahun lalu sempat menjadi juri di lomba dua tahunan itu.Tapi tahun ini tante nggak ikut.Jadi tante tahu semua informasi tentang lomba,soalnya panitia lombanya kebanyakan orang-orang lama dan mereka masih sering berkomunikasi dengan tante.Tante kan juga jago nari.Tapi cuma jago nari Latin kayak salsa,tango,ya.. latin dance lah.Bisa hip-hop juga sih sedikit-sedikit.Hehehe.."
    "Waahh... hebaatt..."pekikku dan kak Fay berbarengan.Sedangkan kak JP dan tante Adel hanya tertawa melihat ekspresi kami yang kompak.
    "Mungkin surat yang dikirim panitia lomba telat sampainya ke tempat kalian,"terang kak JP.
    "Mungkin juga terselip di lipetan baju pengantar suratnya,"jawabku berkelakar membuat seisi mobil dipenuhi dengan suara tawa.
    Tiba-tiba terdengar suara aneh dari dalam mobil.
    "Bunyi apaan tuh?"tanya tante Adel.Aku mengangkat tanganku.
    "Perutku minta di isi... Hehehehe...."
    "Waduhh.. anak tante sudah pada kelaperan rupanya, hahaha..."seluruh penghuni mobilpun kembali tertawa riuh.Tante Adel menambah kecepatan mobilnya menembus angin kota Jakarta pagi hari yang begitu dingin menusuk kulit.Jika sudah beranjak siang,pasti udara kota Jakarta akan terasa panas karena kendaraan umum maupun pribadi akan keluar dari sarangnya dan menimbulkan polusi dimana-mana (emangnya burung keluar dari sarang?) hihihihi... Secercah harapan mulai menyeruak di hatiku.
    "Papa,maafin Brandon pa... Brandon pengen ngebuktiin sama papa,kalau Brandon sudah besar dan berhak menentukan pilihan Brandon sendiri.I Love you papa.. Brandon kangeennn sama papa,"aku tersenyum bahagia karena melihat wajah papa yang sedang tersenyum ke arahku.Rasanya aku ingin sekali memeluknya,tapi sosok papaku yang seperti nyata itu hanya ada dalam lamunanku saja. :D
*B*

BRANDON MAU PULANG *part.17*

    Hari Selasa jam tujuh pagi,kami sudah standby di stasiun Pasar Turi untuk menunggu kereta yang akan membawa kami menuju stasiun Jakarta Kota.Beberapa orang melihat kami dengan tatapan heran.Begitupula dengan petugas stasiun yang dari tadi memperhatikan kami curiga.Yahh.. mungkin karena kami hanya pergi berdua saja tanpa ada orang dewasa yang mendampingi.
    Satu jam lebih menunggu,akhirnya kereta yang kami tunggu tiba juga.Dari pengeras suara stasiun aku mendengar si petugas informasi sedang mengumumkan kedatangan kereta.
    “Kepada seluruh penumpang dengan jurusan Jakarta Kota,silahkan bersiap-siap di jalur dua.Periksa kembali barang bawaan anda,jangan sampai ada yang tertinggal.Kepada adik-adik kita,Brandon De Angelo dan Fay Nabila Rizka Alexander,selamat jalan,selamat berjuang,selamat sampai tujuan dan bisa memenangkan lomba di Jakarta.Untuk itu,mari kita sama-sama berdo'a terlebih dahulu untuk kesuksesan dan kesehatan mereka.Berdo'a dimulai.... berdo'a selesai !! Maaf ya adik-adik,kakak cuma bisa nganterin kalian sampai di sini saja.Dadagh adik-adikku yang ganteng,cantik,lucu and imut.Hehehehe... GUBRAKK!!.
    Aku dan kak Fay saling berpandangan sambil cekikikan.Kereta yang di tunggu telah berhenti di depan kami.Aku dan kak Fay serta penumpang yang lainnya berebutan untuk masuk ke dalam gerbong kereta.Setelah berada di dalam,kami langsung mencari-cari kursi duduk yang sesuai dengan nomor yang tertera di tiket yang kami beli.
    Waahh.. akhirnya ketemu juga tempat duduknya.Aku dan kak Fay duduk berdampingan.Ku keluarkan cemilan-cemilan dari dalam tas ranselku yang tidak terlalu besar.Isinya cuma tiga stel pakaian dan kebanyakan makanan serta dua botol minuman.
    “Kak,casette CD hip-hop buat perform kita di Jakarta nggak ketinggalan kan?”tanyaku sama kak Fay yang juga sedang asyik mengorek-ngorek isi tas ranselnya.
    “Tenang saja Ndon,semuanya sudah di persiapkan dengan matang.Semalam kak Fay sudah melakukan gladi bersih buat barang bawaan kita.Sampai berpuluh-puluh kali nge-cek lho,”katanya bangga.Aku hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalaku takjub.
    Kak Fay mengeluarkan i-pod nya dan dia menempelkan headset kecil di kedua telinganya.
    “Wow.. kak Fay punya i-pod ya?”pekikku.
    “Iya dong.. ini hadiah ulang tahun dari kakakku yang di Jakarta.Hehehe..”
    “Brandon pinjam dong kak,”rengekku.
    “Enak aja,dengerin aja tuh suara petugas di speaker kereta.Hahaha..”tolak kak Fay.
    “Huuhh.. kak Fay pelit,”rutukku kecewa.
    Kak Fay merapatkan duduknya di sebelahku lalu menempelkan sebelah headsetnya di kupingku membuat aku tersenyum ke arahnya.
    “Jangan ngambek dong.. tuh kak Fay bagi sebelah.Hehehehe..”kak Fay terkekeh.
    Hmm.. ini kan headset stereo,kurang enak kalau cuma ngedengerin lewat sebelah headset doang.Tapi nggak apa-apalah,daripada BT nggak ada hiburan.Apalagi kereta ekonomi ini mulai dipadati penumpang.Huuhh.. nyesel nggak beli tiket yang bisnis AC.Sudah panas,sumpek,padat,banyak yang ngamen,terus yang jualan juga.Hadeeehh.. pusiiinng..
    Beberapa saat kemudian,keretapun mulai merangkak meninggalkan stasiun Pasar Turi.Aku melongok ke jendela.Hatiku rasanya was-was bercampur senang saat kereta ini mulai merangkak meninggalkan kota kelahiranku.Aku seakan tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.Seperti mimpi.Surabaya,selamat jalan kota Pahlawanku.Semoga aku bisa mengharumkan namamu di ibukota Jakarta yang padat itu.Aku ingin membawa kemenangan ke kota asalku.Semangat 10 November bergejolak di dadaku.Ku palingkan wajahku ke arah kak Fay dan mataku terbelalak kaget sampai-sampai mulutkupun ternganga melihat pemandangan aneh di depanku.Dandanan kak Fay sudah berubah drastis.Kini dia mirip seperti tokoh pahlawan R.A Kartini.Sepertinya kak Fay mau ikutan parade tujuh belas Agustusan tuh.Hahaha...
    “Wooyy.. kok bengong?”bentak kak Fay membuatku tersentak kaget.Aku mengucek-ngucek mataku dan sekarang keadaan kak Fay sudah kembali normal seperti sebelumnya.Oalaaahh.. ternyata cuma halusinasiku saja toh.Hihihihi.. aku terkikik mengingat imajinasiku tadi.
    Kereta terus melaju dengan kecepatan maksimal.Rumah-rumah di pinggir rel seperti berlarian.Ku nikmati pemandangan itu dari kaca jendela yang setengah terbuka.Kak Fay pun mulai mengajakku bernyanyi-nyanyi mengikuti irama lagu hip-hop yang diputar lewat i-pod nya.
Florida feat. Wynter Gordon yang judulnya Sugar.

#da double dee double di (7x)
My lips like sugar (2x)
This candy got you sprung (2x)
So call me your sugar (2x)
You love you some (2x)
I'm sweet like,
Da double dee double di double dee double di.... #

    Aku dan kak Fay terus bernyanyi-nyanyi ria,tak perduli dengan dua sejoli yang duduk di hadapan kami.Atau seorang perempuan muda dengan anaknya yang ada di sebelah kursi kami serta para pedagang yang lalu lalang menawarkan dagangannya.Para pengamen pun tak ketinggalan menyanyikan lagu sesuka hatinya.Dari mulai lagu pop,dangdut,punk rock,atau lagu ciptaan mereka sendiri yang rata-rata bertemakan nasib anak jalanan.Entah sudah berapa ribu uang yang aku keluarkan untuk para pengamen itu.Ada pengamen cilik,remaja,dewasa.Haduuhh...
    Oh iya,di dompetku ada banyak sekali uang.Baru kali ini aku memegang uang sebanyak ini.Papaku memang memberikan bekal yang cukup banyak (menurut ukuran anak-anak) yang seyogyanya aku gunakan untuk bekal liburan ke Jombang.Hehehe.. mungkin uangku hampir mencapai angka satu juta.
    Lama-lama,aku dan kak Fay merasa kelelahan dan kamipun tertidur dengan posisi duduk serta kepala kak Fay yang bersandar di bahuku.Cihuuyy.. :D
*B*
    Setelah melewati perjalanan panjang yang sangat melelahkan,akhirnya kami tiba juga di stasiun yang kami tuju.Aku dan kak Fay tiba di stasiun Jakarta Kota saat waktu sudah menunjukan pukul sembilan lewat tiga puluh menit.Wahh.. badanku sampai pegal-pegal gara-gara perjalanan tadi.
    “Kak,sudah sampai nih,”aku membangunkan kak Fay yang masih tertidur pulas.Setengah mengantuk,kak Fay pun terbangun dan mengikutiku keluar dari gerbong kereta.Kami berdesak-desakan dengan penumpang lainnya yang juga hendak turun.
    “Aduhh.. jangan dorong-dorong dong kak!”pekikku sambil melirik kak Fay yang ada di belakangku.
    “Kakak juga di dorong Ndon,”jawab kak Fay membela diri sambil mengikutiku melompat turun ke peron stasiun.
    Kami berdiri di dekat kursi tunggu penumpang.Mataku tak henti-hentinya berkeliling melihat-lihat keadaan stasiun.
    “Inikah Jakarta??Benar-benar ramai..”aku berdecak kagum.
    "Ndon,kita cari wartel yuk!Aku mau nelepon kakakku nih,”ajak kak Fay.Kamipun berjalan hampir keluar dari stasiun dan beberapa meter di depan kami,sebuah wartel yang masih buka tampak terlihat dari kejauhan.
    “Kak Fay,aku nunggu di mini market itu ya,mau beli cemilan sama air minum,”aku menunjuk sebuah minimarket yang ada di area stasiun.
    "Ya sudah,kak Fay nelepon dulu ya,kamu jangan kemana-mana sebelum kak Fay datang!"ingatnya sambil menunjuk ke arahku.
    "Iya kak,Brandon tungguin di sini lagi ya,"aku dan kak Fay pun berpisah.Ku langkahkan kakiku menuju minimarket sedangkan kak Fay bergegas menuju wartel untuk menelepon kakaknya supaya kami dijemput di sini.
    Setelah beberapa menit belanja dan mengantri di kasir,akupun cepat-cepat keluar dari minimarket dan ternyata kak Fay sudah menungguku di tempat tadi kami berpisah.
    "Ndon,kata kakakku,dia jemputnya di stasiun Cawang saja,jadi kita mesti naik kereta lagi yang jurusan Bogor,"terang kak Fay tampak ragu-ragu.
    "Lha terus bagaimana kak?"tanyaku bingung.
    "Kita beli karcis lagi yuuk!"kak Fay kembali menyeretku menuju loket penjualan karcis.Aku hanya bisa menurut saja mengikutinya.
    "Cawang dua Pak,"kata kak Fay ke petugas penjual karcis.
    "Tiga ribu De,"sahut si penjual karcis itu.
    "Ndon,ada tiga ribu nggak?kak Fay nggak ada uang kecil,"aku mengeluarkan dompetku dari dalam tas ranselku dan memberikan selembar uang lima ribuan ke tangan kak Fay.Setelah itu,kumasukan kembali dompetku ke dalam tas.
    "Ayo naik!"ajak kak Fay dan tanpa banyak bicara,aku mengikuti kak Fay menuju kereta ekonomi jurusan Bogor yang sudah standby di sana.
    Di dalam kereta ternyata sudah penuh sesak dengan penumpang.Jam segini memang rata-rata waktunya orang-orang pada pulang kerja.Kami terpaksa berdiri karena sudah tidak kebagian tempat duduk.
    "Mau di taruh di atas De tasnya?"tawar seorang Bapak kepadaku saat kereta ekonomi ini mulai melaju meninggalkan stasiun Jakarta Kota.Aku tersenyum dan memberikan tas ranselku yang terasa berat karena tasnya sudah ku isi dengan barang belanjaan yang aku beli dari minimarket tadi.
    "Terimakasih pak,"ucapku setelah Bapak itu menaruh tasku di tempat penyimpanan barang yang letaknya tepat berada di atas tempat duduk penumpang.Aku berdiri di dekat pintu di belakang kak Fay yang masih menggendong tas ranselnya.Mungkin dari tadi dia tidak memperhatikanku.Beberapa kali aku ajak bicara,kak Fay hanya terdiam dan mengacuhkanku.Apa kak Fay nggak denger karena bisingnya suara di dalam kereta?atau mungkin  juga dia sedang melamun?entahalah..
    "Kak,sudah sampai mana nih?"tanyaku mulai khawatir.Mendengar pertanyaanku,lagi-lagi kak Fay hanya terdiam dan tetap menatap lurus ke luar pintu kereta yang terbuka.
    Oh iya,bagi kalian yang belum tahu kereta ekonomi jurusan Jakarta-Bogor,kondisinya sangat memprihatinkan.Pintu kereta tidak bisa terbuka atau tertutup secara otomatis.Jadi pintunya di biarkan terbuka begitu saja.Sangat berbahaya memang,tapi membludaknya penumpang membuat petugas kereta api tidak bisa berbuat apa-apa.Bahkan banyak penumpang yang nekat bergelantungan di pintu,sambungan kereta dan juga naik di atap gerbong.Entah sudah berapa korban jiwa yang berjatuhan akibat ulah para penumpang yang nekat itu.
    Penumpang semakin padat saat kereta beberapa kali berhenti di setiap stasiun.Aku semakin terjepit dan tampaknya kak Fay juga sulit untuk bergerak.
    "Pak,stasiun Cawang berapa kali berhenti lagi ya?"tanya kak Fay kepada salah seorang penumpang yang berdiri di dekatnya.
    "Wah.. stasiun Cawang sudah kelewat De,"jawab penumpang itu membuat wajah kak Fay tampak pucat.Akhirnya di stasiun berikutnya kak Fay mengajakku turun dari kereta.
    "Kak,tunggu dulu kak!"aku teringat dengan tas ranselku yang masih ada di tempat penyimpanan barang.Tapi kak Fay tetap menarik lenganku untuk segera keluar dari gerbong kereta.
    "Sebentar kak tas Bran..."
    "Cepetan Ndon,keretanya berhenti cuma sebentar,"akhirnya dengan susah payah aku dan kak Fay berhasil keluar dari gerbong.
    "Tas ku masih di dalam kak,"bentakku sambil melepaskan cengkeramannya.
    "Kak,tolong ambilin tas ku kak!"aku meminta tolong kepada salah seorang penumpang yang berada di dekat pintu.
    "Tas yang mana De?"tanyanya santai.
    "Tas yang hitam di atas itu kak," teriakku.
    "Susah De penuh banget nggak bisa gerak,"jawabnya enteng membuatku panik dan kesal.
    "Kak tolongin kak,tolong ambilin  tas ku kak,"aku terus mencoba meminta pertolongan tapi pemuda itu tetap tidak melakukan apa-apa sampai kereta mulai kembali merangkak meninggalkan stasiun dengan tas ranselku masih berada di dalamnya.
    "Kak tolongin kak...!!"teriakku sambil mengejar kereta yang berjalan semakin cepat.Tapi percuma saja,aku tidak bisa mengejarnya dan aku hanya bisa menjatuhkan lututku di peron sambil terisak meratapi tas ranselku.
    "Tas ku.. hiks.. hiks.. hiks.."
    "Ndon,maafin kakak,kak Fay nggak tahu kalau kamu nyimpen tas di bagasi,kakak kira tas kamu masih kamu gendong,"kak Fay menghampiriku dengan perasaan bersalah.
    "Terus gimana kak?Sekarang Brandon sudah nggak punya apa-apa.Hiks.. hiks.. hiks.. Kenapa kita nggak di jemput di stasiun Jakarta Kota saja kak?"tanyaku kesal.
    "Maaf Ndon,sebenarnya.. mmhh.."
    "Kenapa kak?"tanyaku nggak sabar.
    "Sebenarnya kak Fay nggak jadi nelepon kakakku yang ada di Jakarta,"lirihnya sambil tertunduk sedih.
    "Lho,memangnya kenapa kak?"
    "Brandon... hiks.. hiks.. hiks.."tiba-tiba saja kak Fay ikut menangis lalu memelukku membuatku semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan kak Fay.
    "Maafin kakak,kak Fay sudah bohong sama kamu.Tadi waktu kakak mau masuk ke wartel,kakak nyari dompet kakak tapi nggak ada di saku celana kak Fay.Padahal di dalamnya ada uang sama nomor telepon kakakku.Kakak yakin tadi sebelum turun dari kereta yang dari Surabaya tadi,dompet kakak masih ada.Kakak nggak tahu kapan hilangnya.Mungkin sewaktu kita desak-desakan pas mau turun dari kereta Ndon.Hiks.. hiks.. hiks.."aku menggeleng-gelengkan kepalaku mendengar ceritanya.
    "Kenapa kak Fay nggak bilang dari tadi kak?Kenapa baru bilang sekarang?Tahu dompet kak Fay hilang,aku bisa ngehubungin kak Reny,"bentakku sama kak Fay.
    "Kak Fay lupa Ndon,kakak nggak enak sama kamu.Kak Fay... ah... ya sudah,sekarang kita telepon kak Reny saja,"ujarnya menyesal.
    "Memangnya kak Fay hafal nomor kak Reny?"tanyaku.
    "Lho,kamu nyimpen nomornya kak Reny kan?"kak Fay balik bertanya.
    "Nomor kak Reny dan papaku ada di dompet kak,dan dompet itu aku simpan di tas ranselku yang terbawa kereta.Aku nggak hafal nomornya,"terangku membuat kami bertambah bingung.Sesaat kami hanya bisa terdiam.Malam semakin larut dan stasiun ini,entah stsiun apa namanya,sudah sepi di tinggalkan penumpang dan petugasnya.
    "Sekarang bagaimana kak?"tanyaku memecah kebisuan.
    "Kak Fay nggak tahu Ndon,kak Fay juga bingung.Seharusnya kita turun di stasiun Cawang dan dari sana kita tinggal naik angkutan umum satu kali,"lirihnya.
    "Kenapa jadi kayak gini sih kak?Brandon bingung kak.Pokoknya Brandon mau pulang ke Surabaya,"
    "Ndon.. tapi kita sudah sampai di Jakarta...."
    "dan tersesat !!"aku memotong ucapan kak Fay.
    "Sudahlah kak,lupain semuanya.Sekarang kita sudah nggak punya apa-apa lagi,uang kita udah nggak ada,bajuku,semuanya nggak ada.Mau ngapain lagi kita di sini?Kita udah nggak bisa ikut lomba itu.Besok pagi kita bilang sama petugas stasiun kalau kita tersesat atau kalau perlu kita cari kantor polisi saja,"kesalku.
    "Tapi Ndon.. kak Fay ingin ikut lombaa.. hiks.. hiks.. hiks.."kata kak Fay mulai kembali terisak.
    "Brandon sudah nggak peduli kak.Brandon sudah nggak punya apa-apa lagi !! Bagaimana mungkin kita bisa ikut lomba itu?"aku terdiam sejenak melihat kak Fay yang sedang menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
    "Sudahlah kak,lupain semuanya,lupain perjuangan kita.Brandon sudah nggak peduli lagi dengan lomba itu!!"bentakku bertambah kesal.
    "Kita pasti nemuin tempat kakakku Ndon,kak Fay masih ingat jalannya,"kak Fay tetap pada pendiriannya.
    "Terserah kak Fay!! Brandon mau pulang dengan atau tanpa kak Fay,"aku beranjak dari peron dan duduk di bangku yang ada di sana.
    "Ndonn..."kak Fay mengikutiku dan ikut duduk di sampingku.Dia terus membujukku supaya tidak pulang dulu.Kali ini aku tidak menghiraukan kata-katanya lagi.Aku benar-benar kesal sama kak Fay.Aku tak perduli dia bicara apa,mulutku sudah lelah untuk bicara.Rasa lapar yang tadi aku rasakan lenyap begitu saja karena kejadian ini.
    Aku tertidur di bangku stasiun,membiarkan kak Fay yang masih terisak sambil memandang sekeliling stasiun yang telah berhenti beroperasi.Di beberapa bangku stasiun juga tampak anak-anak jalanan sedang melepas lelah.Ada juga yang tidur di peron dengan hanya beralas kardus dan selimut dari spanduk bekas.Pakaian mereka begitu lusuh dan kotor,bahkan beberapa anak tampak bertelanjang dada.Tapi apa bedanya mereka dan aku sekarang?Bajuku juga tampak kotor dan lusuh.
    Aku terlelap dalam tidur tanpa berhias mimpi.Tak peduli lagi dengan kak Fay yang masih asyik memperhatikan anak-anak jalanan itu.Malam semakin larut menuju dini hari.Entah berapa lama aku terlelap di bangku peron.Yang jelas,aku kembali terjaga ketika mendengar suara teriakan yang menyerukan kata "Satpol PP" dan "Trantib" dari anak-anak jalanan yang ada di stasiun.Dengan setengah sadar dan mata yang masih berat,aku terduduk di bangku peron sambil mengucek-ngucek mataku dengan santai.
    "Huuhh.. ternyata aku masih berada di sini,"rutukku setelah kesadaranku pulih.
    Hari masih sangat gelap,mungkin baru sekitar jam tiga dini hari.
    "Ada satpol PP,cepetan lari !!"seorang anak jalanan yang berlari melewatiku menyuruhku untuk segera meninggalkan area stasiun.Aku mengacuhkannya dan kembali tersadar kalau seseorang yang semalam masih berada di sampingku kini telah hilang dari hadapanku.
    “Kak Fay !!”aku melihat sekeliling.Tidak ada siapa-siapa selain beberapa anak jalanan yang masih berlarian.Kemana dia?
    “Kak Faayy... !!”aku berteriak memanggilnya sambil berlari kesana-kemari,berharap menemukan sosoknya dan merespon teriakanku.Namun,tak ada sahutan dari orang yang aku panggil-panggil namanya.Hanya desau angin yang begitu dingin menusuk kulit yang menjawab teriakanku.
    “Kak Fay.. hiks.. hiks.. hiks..”aku menangis sendirian tak tahu harus berbuat apa lagi selain berteriak memanggil kak Fay.
    “Kak Fay,kenapa kak Fay tega ninggalin Brandon kak?Apakah kak Fay marah sama Brandon?seharusnya Brandon yang marah kak.. Kak Fay bohong.. Kak Fay bilang sama papa katanya kakak mau ngejagain Brandon,tapi apa buktinya?kak Fay ninggalin aku sendirian.Kak Fay jahat.. aku benci kak Fay!! Jangan harap aku bisa maafin kak Fay.Aku nggak mau kenal lagi sama kak Fay... hiks.. hiks.. hiks..”hatiku terus meracau merutuk kak Fay.Aku hanya bisa diam mematung sendirian di peron stasiun sambil terisak.
    Beberapa petugas satpol PP mulai mendekatiku dan tanpa perlawanan,aku di bawa ke sebuah mobil truk yang sudah terparkir tak jauh dari stasiun.Akupun mengikuti anak-anak jalanan lainnya naik ke atas truk yang di dalamnya juga sudah banyak yang tertangkap.Mataku berkeliling menatap mereka satu-persatu dan pandanganku berhenti pada sosok salah seorang anak perempuan yang aku kira itu adalah kak Fay.Tapi ternyata bukan,kak Fay tidak ada di truk ini.Kak Fay tidak tertangkap,kak Fay tidak terkena razia.Apa dia kabur saat mendengar teriakan ada satpol PP?kenapa dia tidak membangunkanku?Kenapa dia tega ninggalin aku sendirian?Kak Fay keterlaluan.. kak Fay sudah menelantarkanku sendirian di stasiun.
    Aku tertunduk di dalam mobil satpol PP dengan perasaan kesal yang bertumpuk terhadap kak Fay.Aku bingung dan perasaan ingin cepat pulang ke rumahku di Surabaya semakin kuat.Aku rindu kampung halamanku.. terutama sama papaku.Papa,maafin Brandon pa,mungkin Brandon pantas menerima semua ini karena Brandon sudah membohongi papa.Tolongin Brandon pa.. Brandon takut.. Brandon pengen pulang... Brandon kangen sama papa...
    Sosok papa hadir di otakku dan saat ini aku benar-benar sangat merindukan dan membutuhkannya.Aku berharap papa hadir di sisiku.
    “Pa... Brandon menyesal.Tolongin Brandon.. !!”hatiku menjerit menahan tangis.Namun air mataku tak terbendung dan mulai menetes di pipiku.
    Udara dini hari yang begitu dingin menusuk kulit tak bisa ku rasakan lagi.Aku seperti mati rasa.Hatiku kosong dan hampa.Entah apa yang akan terjadi esok hari,aku harap aku bisa pulang ke Surabaya secepatnya.
*B*

APAKAH INI KEBOHONGAN TERAKHIRKU? *part.16*

            Liburan semester kali ini aku benar-benar bertekad untuk mendapatkan predikat juara kelas.Ya,tadinya jika aku menjadi juara,aku ingin meminta papa supaya membelikanku i-pod.Tapi sepertinya keinginanku itu harus aku pending dulu mengingat ada hal lain yang lebih penting,yaitu ijin dari papa supaya aku bisa pergi ke Jombang (padahal sebenarnya ke Jakarta) hehehe..
            Empat hari mengerjakan soal-soal ulangan akhirnya aku bisa bernafas lega dan hari ini,hari Sabtu,papa sedang ke sekolahanku untuk mengambil raport karena hari Senin depan,kami sudah mulai di liburkan.Hmm.. aku di rumah sendirian.Sambil menunggu papa,aku membaca buku-buku gokil Lupus di ruang tengah.Sekarang aku memang rajin mengobrak-abrik lemari buku papa.Hehehe.. Lagi asyik cekakakan sendirian di kursi ruang tengah,tiba-tiba seseorang menutupi mataku dengan tangannya.Aku sontak melepaskan buku yang sedang aku baca dan memegangi tangan yang menempel menutupi mataku.
            “Siapa nih?”teriakku.
            “Papa ya?”tangan itu tetap tidak lepas.
            “Siapa sih?”aku terus mencoba menarik tangan itu tetapi tetap tidak berhasil.
            “Kalau ndak ketebak,ndak bakalan lepas,”bisik orang itu dengan suara yang dibuat-buat supaya aku tidak mengenalinya,jadi mirip suara Shin Chan.Hahaha..
            “Kak Reny!!”teriakku membuat orang itu melepaskan tangannya dari mataku.
            “Hahaha.. kok tahu sih?”
            “Ya iyalah,biar suaranya di rubah juga,tetep aja ketahuan,”sahutku membuat kak Reny mencubit pipiku gemas.
            “Tumben ke sini,ada apaan nih kak?mau nagih hutang ya?hehehe..”sahutku iseng.
            “Huuhh.. ndak seneng ya kak Reny maen ke sini?kakak ke sini tuh mau minta kamu buat nemenin kakak ke mall.Sekalian nagih janji kamu.hehehe..”jawabnya cengengesan.
            “Memangnya Brandon pernah ngejanjiin apa kak?”tanyaku nggak ingat.
            “Tuh kan lupa.Huuhh,”kak Reny merengut.
            “Brandon beneran lupa kak,”jawabku serius.
            “Kamu janji mau beliin kak Reny boneka.Hayoo.. kamu ingat ndak pas kak Reny ngasih kado buat ultah kamu?'tanya kak Reny membuatku ternganga.
            “Huaaa.. kak Reny ulang tahun ya?Hehehe.. maaf ya kak,gara-gara ujian,Brandon sampai lupa kalau hari ini Kak Reny ultah,”aku terkekeh sambil menggaruk-garuk kepalaku tanpa dosa.
            “Nyebelin nih.. Hmm.. minta do'anya dong Ndonn,”rengek kak Reny.
            “Do'anya apa ya?Semoga makin baik sama Brandon,makin sayang sama papa Brandon,makin sering nraktirin Brandon,makin perhatian sama Brandon,makin...”
            “Stopp!!Lha,itu do'anya nguntungin kamu semua.Huuhh,”potong kak Reny protes.
            “Hahaha.. semoga kak Reny nikah sama papa Brandon,wkwkwkwk...”
            “Ndak mauu... dasar nyebeliinn..”kak Reny menggelitikku mebuatku minta ampun.
            “Hahaha.. ampun kak .. ampun.. hahaha..”kak Reny menghentikan aksinya.
            “Ya udah,cepetan ganti baju gih,kakak tunggu di rumah ya,soalnya kakak juga mau siap-siap dulu.Awas,jangan lama-lama lho,”katanya sambil beranjak dari kursi.
            “Yee.. yang ada juga Brandon yang ngomong jangan lama-lama.Kak Reny kan dandannya seabad,”ledekku membuat kak Reny mendelik ke arahku.
            “Kak,Brandon boleh ngajak kak Fay nggak?”tanyaku meminta ijin sama kak Reny.
            “Pacar kamu ya? Boleh kok di ajak,”jawabnya sambil ngibrit ninggalin aku sendirian.
            “Bukan pacar tauu.. kak Reny nyebeliinn..”teriakku.Kak Reny tertawa terbahak-bahak sampai-sampai nabrak pintu pagar rumahku.
            “GABRUKK!!” hahaha..
*B*
            Setelah muter-muter di mall,belanja ini itu,akhirnya kami di traktir kak Reny makan di sebuah restoran siap saji.Kak Reny membeli beberapa pakaian sedangkan aku dan kak Fay membelikan kak Reny boneka sapi berukuran sedang.Awalnya kak Reny minta di beliin boneka dengan ukuran sebesar badanku.Tapi aku dan kak Fay dengan senang hati menolaknya gosong-gosong (mentah mulu bosen.. hahaha..) mengingat uang tabunganku dan kak Fay bisa jebol dibuatnya.
            Aku dan kak Fay juga membeli baju baru buat perform di Jakarta nanti.Kak Reny yang milihin.Warnanya hijau terang sama dengan warna baju kak Fay juga,supaya kelihatan serasi.Hehehe..
            “Jadi keputusan kamu sudah bulat Ndon?”tanya kak Reny ketika kami telah selesai makan.Kini kami asyik menikmati suasana mall yang semakin ramai mengingat hari ini hari weekend. (Waahh.. apa asyiknya? Malah sumpek lihatnya.Huuhh..)
            “Keputusan Brandon bukan bulat lagi kak,tapi sudah lonjong kayak telor amoeba,”sahutku.
            “Ah.. terserah kamu Ndon mau kayak telor jerapah juga,”sungut kak Reny.
            “Ndon,nanti malam kak Reny mau ke Jakarta juga nih,kak Reny ke sana mau lihat-lihat skripsi yang ada di salah satu perpustakaan universitas ternama di sana.Kalian bareng kakak saja berangkatnya,”lanjut kak Reny.Aku dan kak Fay saling berpandangan.
            “Aku sih mau saja kak,tapi Brandon kan belum minta ijin sama papanya,”kak Fay menanggapi ajakan kak Reny.
            “Gimana kalau kak Reny batalin saja dulu berangkatnya,”usulku.
            “Ndak bisa Ndon,kak Reny ke sana barengan sama teman-teman kak Reny.Jadi ndak bisa di cancel lagi.Begini saja deh,nih kamu simpen nomor HP kak Reny,nanti kalau sudah sampai di Jakarta,kalian hubungi kakak ya,”kak Reny menyerahkan nomor HP nya dan aku segera menyimpannya di dompet yang baru saja aku beli.
            “Oke deh kak,kalau Brandon sama kak Fay sudah sampai di Jakarta,nanti Brandon kabarin deh,”sahutku senang.Waahh.. berarti nanti di Jakarta aku masih bisa ketemu kak Reny dong.. hehehe..
            “Awas ya kalau sampai lupa ngehubungin,kak Reny bisa khawatir terus sama kalian,”ancam kak Reny.
            “Iya kakakku yang bawel,”ledekku geli melihat ekspresi wajahnya yang tampak khawatir.
*B*
            Sampai di rumah,hari sudah sore.Aku langsung menaruh barang-barang belanjaanku di kamar.Setelah itu aku mencari-cari papaku.Kutemukan dia sedang duduk di teras sambil menikmati secangkir kopi dan cahaya matahari senja.Padahal waktu aku masuk tadi,papa nggak ada di sana.
            “Dari mana Ndon?”tanya papa ketika aku telah duduk di pangkuannya.
            “Dari mall pa,habis nganterin kak Reny,”sahutku.
            “Memangnya habis ngapain ke mall?”
            “Habis beliin kado buat kak Reny,dia kan hari ini ultah pa.Waktu Brandon ultah,Brandon janji mau ngasih kado buat dia,eh.. tadi kak Reny nagih tuh,”
            “Lha,traktiran buat papa mana?”tagih papa.
            “Minta sama kak Reny dong pa.Lagian kalau mau di traktir,papa ngasih kado dulu buat kak Reny,”jawabku.
            “Ya sudah,nanti papa kasih deh kadonya,”
            “Wahh.. memangnya papa mau ngasih kado apaan?”tanyaku penasaran.
            “Papa mau bungkusin kamu buat kado,soalnya kata kak Reny kamu tuh lucu kayak boneka Dakocan.Hahaha..”ledek papa membuatku cemberut.
            “Boneka Dakochan yang kayak gimana sih pa?”tanyaku sambil menggaruk-garuk kepalaku karena bingung.Di tanya kayak gitu,papa malah semakin tertawa geli.
            “Hahaha.. jadi kamu nggak tahu boneka Dakocan?”
            “Nggak,”aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
            “Syukur deh kalau nggak tahu.Hahaha..”tawa papa lagi.
            “Pasti boneka zaman papa lagi ingusan tuh,”ledekku membuat tawa papa semakin terpingkal-pingkal.
            “Pa,Brandon punya tebakan nih,orang apa yang kalau di pukul nggak sakit?”tanyaku.
            “Orang nggak kena,wew..”
            “Ih.. kok tahu sih pa?”kataku kecewa.
            “Ada lagi nih,apa bedanya Pemurung sama Pemulung?”
            “Pemurung artinya orang yang tidak pernah ceria,kalau Pemulung altinya olang yang tidak pelnah celia.Hehehe,”jawab papa dengan suara cadelnya.
            “Ah.. papa nggak asyik nih,”celotehku membuat papa terkekeh karena sudah berhasil menjawab tebak-tebakanku.
            “Lagian ngasih tebakan yang ada di buku bacaan papa semua,jadinya papa tahu jawabannya.Kreatif dong.. Nih sekarang papa yang ngasih tebakan sama kamu.Kecil,gerak-gerak,berair. Apaan hayoo??”tanya papa.
            “Semut lagi push-up,keringetan deh.Hehehe.. Iya kan??pasti betul jawaban Brandon,”
            “Oh tidak bisa.Salah itu,”sangkalnya.
            “Lha terus apaan dong jawabannya?”tanyaku menyerah.
            “Jawabannya,anak papa lagi tidur terus ngompol,hahaha..”tawanya senang.
            “Huhh.. nyebeliiinn.. siapa juga yang masih ngompol,”jawabku cemberut.
            “Oh iya pa,gimana raport Brandon?”aku baru teringat dengan raportku yang sudah di ambil papa tadi pagi.
            “Hmm.. juara kelas masih sama kamu sayang,”katanya sambil mengacak-acak rambutku bangga.Aha.. ini saatnya aku minta ijin sama papaku buat pergi ke Jakarta eh.. ke Jombang.Hehehe.. Belum sempat aku membuka suara,papa sudah berbicara terlebih dahulu.
            “Ndon,papa punya kabar gembira sekaligus kejutan buat kamu,”papa menatapku lekat-lekat.
            “Kejutan apa pa?Wah.. jadi penasaran,ayo bilang pa,”kataku nggak sabar ingin mendengar kabar apa yang akan di sampaikan papa.
            “Besok sore,papa,om Jun,tante Diant,Baim dan juga kamu bakalan berangkat liburan ke Bandung,”terang papa sambil memencet hidungku.Aku bukannya senang,malah bengong sambil mengerutkan kening.
            “Bandung pa?”
            “Iya Ndon,papa dapat job di beberapa tempat di kota Bandung.Kebetulan om Jun lagi ngambil cuti,terus sekolah Baim juga sudah libur.Kamu juga kan besok sudah mulai libur juga.Nah,jadinya mereka mau ikut liburan sama kita.Sekalian papa nengokin sekolah musik kita yang ada di sana,”keterangan papa tetap tidak bisa merubah ekspresi wajahku.
            “Pa,papa ingat nggak?Waktu itu Brandon pernah bilang,kalau Brandon juara kelas,Brandon mau minta sesuatu sama papa,”
            “Iya papa ingat,terus?”
            “Sebenarnya Brandon sudah punya rencana sendiri buat ngisi liburan kali ini.Brandon cuma mau minta ijin sama papa supaya Brandon bisa liburan bareng teman-teman Brandon ke rumah neneknya kak Fay yang ada di Jombang,”jelasku.
            “Tapi Ndon..”
            “Pa,Brandon pengeenn banget ke sana.Kak Fay sering cerita tentang tempat-tempat yang ada di sana.Brandon jadi penasaran pa.Please pa.. ijinin Brandon ya,”aku menyatukan kedua telapak tanganku,memohon sama papa.
            “Tapi Ndon,kamu kan nggak pernah liburan sendirian ke luar kota..”
            “Brandon nggak sendirian kok pa,”potongku.
            “Iy..iya.. maksud papa,kamu nggak pernah pergi jauh tanpa papa,”lanjutnya.
            “Pa,Brandon sudah besar,lagipula Brandon di sana pasti ada yang jagain kok.Ada neneknya kak Fay,Bu De nya, Pak De nya,dan masih banyak lagi sodara-sodara kak Fay yang siap ngejagain Brandon dan teman-teman Brandon,”
            “Tapi Ndon.. papa juga pengen liburan bareng kamu,”sergahnya lagi.
            “Pa,cuma itu yang Brandon minta buat hadiah juara kelas Brandon kali ini.Selama ini,Brandon berusaha keras dengan belajar sungguh-sungguh cuma buat ngedapetin ijin dari papa,”sahutku lagi membuat papa bimbang.Tangan kekarnya mengelus-elus rambutku lembut.
            “Papa bingung Ndon,papa khawatir sama kamu,”
            “Pa,sebenarnya Brandon juga pengen liburan sama papa ke Bandung.Tapi ini kesempatan Brandon untuk pergi ke tempat yang selama ini Brandon inginkan pa.Kak Fay selalu bercerita tentang tempat-tempat yang menarik di sana dan Brandon pengen tahu pa,”terangku terus mencoba meyakinkan papa.
            “Memangnya di sana ada apa Ndon?”tanyanya lagi.
            “Iy.. iya pokoknya banyak tempat yang nggak Brandon temuin di sini,”papa menghela nafas panjang.Pandangannya tertuju ke arah cahaya matahari senja yang mulai sembunyi di balik pepohonan.Terlihat jelas sekali dari raut wajah papa kalau dia sedang bimbang.
            “Siapa saja yang ikut?terus siapa yang nganter kalian ke sana?”
            “Yang ikut banyak pa,ada kak Fay sama teman-teman sekelasnya,kalau dari kelas Brandon ada empat orang.Terus yang nganter kita ke sana papanya kak Fay,”jawabku berbohong.
            “Kalau begitu,besok papa mau ke rumah kak Fay buat ngomong sama papanya,”kata papa membuatku terkejut.
            “Ja..ja.. jangan pa,papanya kak Fay kan guru,jadi dia besok mesti ngajar,”cegahku.
            “Lho,besok kan hari Minggu,sekolahan libur kan?”papa mulai curiga.
            “An..anu pa.. maksud Brandon bukan ngajar di sekolahan,tapi ngajar murid les private-nya,”jawabku gugup.
            “Hmm.. kalau begitu papa telepon saja ke rumahnya,”
            “Pa,di rumah kak Fay nggak ada telepon,”sahutku lagi.Kak Fay memang nggak pasang telepon rumah.
            “Ya sudah,besok kamu panggil kak Fay ke sini.Papa mau bicara dulu sama dia sebelum papa berangkat ke Bandung,”pinta papa.
            “Iya pa,besok Brandon ajak kak fay ke sini deh buat nemuin papa,”hatiku terasa lega.
            “Kapan berangkatnya Ndon?”
            “Hari selasa pa,”jawabku mantap.
            Papa hanya tersenyum mendengar jawabanku.Aku memeluknya erat.Dalam pelukannya aku semakin merasa bersalah sama papaku.Aku sudah banyak membohongi dia.
            “Pa,maafin Brandon pa,Brandon janji,setelah semua ini selesai,Brandon bakalan nurut sama papa dan nggak bakalan bohong lagi.Brandon nggak tahu,apakah mama bangga sama Brandon atau malah sedih karena Brandon sudah berani bohongin papa?Brandon bingung pa.. Brandon sayaaannngg.. banget sama papa.Tapi Brandon juga nggak bisa mundur dari semua yang telah terjadi sama Brandon saat ini,”bathinku terus menyesali kebohongan yang ku lakukan terhadap papa.
            Mentari senja mulai hilang,semburat cahaya indahnya mulai redup.Kehangatannya pun semakin berkurang menandakan bahwa hari akan segera digantikan malam.Namun,hangatnya pelukan papaku tak pernah berkurang sedikitpun.Malah semakin hangat menyelusup ke dalam aliran darahku sampai menyebar ke dalam jantung hatiku.Aku merasa damai,tenang,sejuk dan nyaman di pelukannya.Ah papa.. kasih sayangmu yang begitu besar dan tulus membuatku terpuruk ke dalam lembah penyesalan atas semua kebohonganku padamu selama ini.Sekali lagi,maafin Brandon pa.. Brandon sayaaanng banget sama papa.I Love You Pa... :D
*B*
            Sebelum papa berangkat ke Bandung,keesokan harinya kak Fay datang ke rumahku.Papa dan kak Fay mengobrol empat mata di ruang tamu sedangkan aku di suruh papa untuk tidak ikut campur dalam perbincangan mereka.Huuh.. nyebelin.Aku hanya bisa duduk di ruang tengah dengan perasaan was-was dan ingin tahu apa sebenarnya yang sedang di bicarakan papa dan kak Fay.
            Hampir satu jam kak Fay di interogasi sama papa.Akhirnya papa beranjak ke ruanganku dan menatapku dengan matanya yang tersembunyi di balik kaca mata beningnya.
            “Ndon,papa berangkat dulu ya,kamu hati-hati di sana.Jangan nakal dan jangan nyusahin orang lain,”papa menasehatiku.Hmm.. sepertinya kak Fay sudah berhasil meyakinkan papaku.
            “Iya pa,Brandon bakalan baik-baik saja kok.Papa juga hati-hati ya pa.Jangan lupa kalau pulang bawa oleh-oleh buat Brandon.Hehehe..”
            “Papa di Bandung sampai masa liburan kamu habis Ndon.Kalu kamu pulang terus papa belum ada di rumah,kamu menginap saja dulu di rumah kak Reny,”papa kembali mengingatkanku.
            “Iya pa,pokoknya beres deh.. kalau nggak di rumah kak Reny,berarti Brandon nginep di rumah kak Fay ya pa,”jawabku.
            “Husshh.. nanti kamu ngerepotin,”potong papa.
            “Nggak apa-apa kok om,mamaku malah senang kalau Brandon ada di rumah kami,”kata kak Fay yang berdiri di belakang papa.
            “Ya sudah,terserah kamu Ndon,papa berangkat dulu ya sayang,”papa menciumku berkali-kali,bahkan sempat meneteskan air matanya.
            “Papa bakalan kangen banget sama kamu.Jangan lupa kabarin papa Ndon,”papa memelukku erat membuat aku terbawa suasana haru yang di buat papaku.
            “Brandon juga pasti kangen banget sama papa.Maafin Brandon nggak bisa nemenin papa ke Bandung,”lirihku sambil mencium pipi papa.
            “Iya Ndon,”papa melepaskan pelukannya kemudian berbalik menghadap kak Fay.
            “Fay,om titip Brandon ya !! Kalau dia nakal,jangan segan-segan buat negur dia.Kalu perlu kamu ikat saja di pohon toge.Hehehe...”canda papa membuat kak Fay terkekeh.
            “Iya om,kita bakalan baik-baik saja kok om,”
            Setelah papa sekali lagi memeluk dan menciumku,diapun beranjak menuju halaman depan.Di sana telah terparkir mobil papa.Rencananya papa akan mampir di rumah om Jun dulu dan dari sana mereka akan langsung berangkat menuju kota Bandung.Aku dan kak Fay mengantarkan papa sampai ke depan pagar rumah dan papa melambaikan tangannya dari dalam mobil.Aku dan kak Fay membalas lambaiannya kemudian buru-buru masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil papa hilang di tikungan jalan.
            “Brandonn.. Berhasiill !!”teriak kak Fay senang sambil menjatuhkan badannya di kursi ruang tengah.
            “Kak,aku merasa bersalah banget sama papa.Aku sudah banyak berbohong sama dia,”aku ikut menjatuhkan pantatku ke kursi di samping kak Fay.
            “Ndon,kakak juga sebenarnya nggak enak ngelakuin ini semua.Tapi mau bagaimana lagi,sekarang sudah terlambat untuk kembali.Yaahh.. semoga ini menjadi kebohongan kita untuk yang terakhir kalinya.,”aku tertegun mendengar ucapan kak Fay.
            “Ayolah Ndonn.. kamu harus semangat ya!! Jakarta sudah menunggu kita.Are you Ready??”
            “Ready Corbuzier kak?”
            “Yeee.. itu sih Deddy,masih zaman aja maen plesetan,”sembur kak Fay.
            “Daripada kepeleset beneran... Wew...”
            “Hahahaha....”kami tertawa berbarengan di sambut dengan irama musik hip-hop dari casette DVD yang aku putar.
            “Jakarta... i'm comiiinnngg....” :D
*B*

ANAK SUPER JAIL PALING NYEBELIN *part.15*

            Sambil menunggu kabar dari panitia lomba di Jakarta,aku dan kak Fay tetap latihan di gudang walaupun tidak serutin saat sebelum membuat video untuk lomba.Paling seminggu kami latihan dua sampai tiga kali.Setiap hari Minggu,kak Fay dan aku tetap mencari uang dengan menari di taman tempat orang-orang berolahraga pagi.Kata kak Fay sih buat bekal ke Jakarta.Itu juga kalau lolos,kalau nggak ?? Hehehe.. habisnya sudah satu bulan nunggu,belum dapat kabar juga.
            "Kok belum dapat kabar ya Ndon ?? Padahal sebentar lagi sudah mau ulangan semester,"kata kak Fay ketika kami telah selesai ngamen di taman kompleks yang jaraknya jauh dari rumahku.Kami memang selalu berpindah-pindah tempat supaya orang-orang yang melihat tidak bosan.
            "Kalau nggak dikabarin berarti kita nggak lolos kak,"jawabku pesimis sambil menyeruput jus mangga di bangku taman.
            "Nggak mungkin Ndon,kakak yakin kita pasti lolos.Jangan-jangan videonya nggak nyampe ya Ndon,"sangkalnya dengan raut muka khawatir.
            "Ya bisa jadi kak.Kak Fay jangan terlalu optimis,ntar kalau gagal bisa kecewa banget kak,"jawabku berpikir realistis untuk menenangkan kak Fay.
            "Tapi kak Fay yakin Ndon,soalnya kakak pernah mimpiin kamu,"terangnya membuatku tersedak jus mangga yang sedang aku minum.
            "Lha,apa hubungannya kak??"tanyaku tak mengerti dan sedikit malu mendengar kata-kata kak Fay kalau aku ternyata pernah hadir di mimpinya dia. (Ehmm.. :D)
            "Iya Ndon,kak Fay mimpi kita jadi juara di lomba itu.Kak Fay seneeenngg... bangett.. kakak merasa mimpi itu pertanda kalau kita lolos seleksi Ndon,"kata kak Fay yakin.
            "Huuhh.. kak Fay ada-ada saja.Eh tapi,aku juga pernah mimpiin kak Fay lho..,"lanjutku serius.
            "Waahh.. mimpinya bagaimana Ndon??"tanya kak Fay penasaran sambil menghabiskan jus strawberry-nya.
            "Brandon mimpi kita berdua ada di taman yang indaaahh.. bangett.Banyak bunga-bunga berwarna-warni tumbuh di sana.Ada yang putih dan ada yang merah,setiap hari kusiram semua,mawar melati semuanya indah.Hehehehe.."
            "Yee.. itu mah lagu Look at My Garden.. "potong kak Fay manyun.
            "Eh tapi beneran kak.Aku mimpi kita tuh ada di taman yang indah banget.Di sana kita main sama-sama,ngejar kupu-kupu yang berterbangan.Terus aku bercanda-canda sama kak Fay,bikin kak Fay gemas sama aku dan aku berlari-lari untuk menghindari cubitan kak Fay.Seru deh pokoknya.."
            "Terus..terus..," kak Fay mulai senang dengan ceritaku.
            "Aku terus berlari dan kak Fay juga terus membuntuti Brandon di belakang.Tapi nggak lama,Brandon nggak ngedenger lagi suara langkah kaki kak Fay.Eh,pas Brandon nengok ke belakang,kak Fay sudah nggak ada,hilang entah kemana dan itu membuat Brandon kebingungan kak,"aku berhenti sejenak untuk menghabiskan jus manggaku.
            "Nah lho.. memangnya kak Fay hilang kemana Ndon?"tanyanya tidak sabar ingin mendengarkan kelanjutan mimpiku.
            "Nggak tahunya,kak Fay terjatuh gara-gara nginjek kotoran sapi.Hahahaha..."
            "Iiihh... jorok banget sih...Hmm.. kamu pasti bohong.Ya kan ?? Ayo ngaku.. hemmph ??"kak Fay mencubit lenganku gemas.
            "Ad.. aduh.. aduh.. kak am.. ampuunn kak.. !!"aku meringis kesakitan.Akhirnya kak Fay pun melepaskan cubitannya.
            "Huuhh.. dasar rese.. !!"gerutu kak Fay ngambek membuatku tertawa geli.Hihihihi...
            "Lagian,ini kan mimpinya Brandon,kok kak Fay protes sih??Kan bukan keinginan Brandon mimpiin kak Fay nginjek kotoran sapi.Emang mimpi bisa request ?? Hahahaha... "kak Fay semakin cemberut dan memelet-meletkan lidahnya ke arahku.
            "Kak Fay juga pernah mimpi,kak Fay mimpi kamu nginjek..."
            "Enggak dengeerrr.. enggak dengerrr... enggak dengeerr.. "aku menutup kupingku sambil bernyanyi-nyanyi ria.Ku goyang-goyangkan juga kepalaku untuk mengacuhkan cerita kak Fay.
            "Iiihh.. nyebelin.. nyebelin.. nyebeliiinn.. "kesal kak Fay sambil mencoba melepaskan tangan yang ku gunakan untuk menutup kedua telingaku.Hahahaha.. aku tertawa melihat wajah kak Fay yang semakin kesal.Aku terus berusaha menghindari tangan kak Fay dan ketika ada kesempatan,aku berlari meninggalkannya menuju sepedaku.
            "Heyy.. anak nyebeliinn.. tungguiinn.."teriak kak Fay sambil menenteng mini compo dan karpet gulungnya.Kalau nggak kasihan,sudah aku tinggalin tuh.Hehehehe...
***
            Aku duduk di kursi ruang tengah sambil cekakakan.Aku lagi baca buku Olga karangan om Hilman Hariwijaya yang super kocak.Buku ini aku dapat dari rak buku yang ada di ruang kerja papaku.Eitss.. bukan Olga Syahputra lho.. tapi Olga di sini tuh cewek tomboy yang masih SMA,punya hoby maen sepatu roda dan karakternya kocak banget.Apalagi kalau sudah ketemu sahabatnya yang bernama Wina.Waahh.. kekonyolan-kekonyolan pun akan terjadi di situ.Kata papa,dulu pernah ada filmnya.Tokoh Olga di peranin sama tante Desi Ratnasari sedangkan tokoh Wina di peranin sama teteh Nike Ardilla (almh).
            Aku cekakakan sendirian ketika membaca ulah Olga yang lagi latihan sepatu roda di dalam rumahnya.Walhasil,barang-barang kesayangan maminya yang ada di dalam rumah pada pecah berantakan kena senggol Olga sampai-sampai dia di lempar sendal jepit sama maminya yang tepat mendarat di jidatnya.Hahaha... Olga sengaja latihan di dalam rumah soalnya dia mau ikutan lomba balapan sepatu roda.Supaya lebih lihai mainnya,dia ngelakuin apapun tanpa melepaskan sepatu rodanya.Nyuci,nimba,ke sekolah,ke kamar mandi,walaaahh.. sampai tidurpun pake sepatu roda.Wkwkwkwkwk.. Gokiilll...
            Papa yang dari tadi sedang milih-milih channel TV melirik ke arahku.Mungkin dia bingung dengan acara TV yang kebanyakan sinetron semua.
            "Heeh.. jangan berisik !! Cekakakan sendirian,"sewot papa ke arahku.
            "Biarin.. huuh.. papa ngiri aja nih,"sahutku tanpa melepaskan pandanganku ke buku yang kertasnya sudah kuning itu.
            "Tidur sana,sudah malam banget Ndon,"kata papa menyuruhku beranjak ke kamar.
            "Tanggung pa,sebentar lagi bacaannya selesai nih,"tolakku.Papa merebut bukuku dan menjauhkannya dariku.
            "Ah.. papa nggak asyik nih,"rutukku kesal.
            "Besok lagi sayang,ini sudah jam setengah sebelas malam.Nanti kamu kesiangan lagi,"kata papa sambil memencet hidungku.
            "Eh pa,sebentar lagi kan ujian semester,kalau Brandon juara,Brandon boleh minta sesuatu nggak??"tanyaku sama papa.
            "Hmm.. memangnya kamu mau minta apa Ndon ??"sahutnya penasaran.
            "Nanti saja pa,kalau aku juara.Hehehehe.. "
            "Huuhh.. ya sudah,papa usahain ya sayang,"kata papa sambil merangkulku dan menidurkanku di pangkuannya.
            "Papa marah nggak kalau Brandon pengen belajar nge-dance lagi ??"aku bertanya dengan hati-hati,takut papa marah sama aku.Papa menghela nafas panjang sejenak dan mengusap  kepalaku yang berada di pahanya dengan lembut.
            "Maafin papa sayang,papa belum siap melihat kamu nge-dance,"jawab papa lirih.
            “Iya pa,maafin Brandon ya pa,Brandon ngerti kok,papa pasti teringat mama kalau Brandon nge-dance dan itu bikin papa sedih karena Brandon tahu,papa sangat sayaaang sekali sama mama…”
            “Dan juga kamu Ndon..”potong papa sambil mencium keningku.Aku tersenyum ke arahnya dan dia mengusap kepalaku lembut.
            “Ya sudah,kamu tidur ya,sudah malam nih,”papa kembali menyuruhku pergi ke pulau kapuk.
            “Gendoong…,”rengekku manja.
            “Wuidiihh.. udah gede masih minta gendong,”
            “Biarin,”aku merentangkan tanganku meminta papa untuk menggendongku.Papa pun mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar.
            “Dasar manja.. papa laporin kak Fay lho,”ancam papa ketika merebahkan tubuhku di kasur.
            “Jangan pa.. ntar Brandon di ledekin sama dia,”cegahku membuat papa terkekeh.
            “Hahaha…”papa tertawa sejenak lalu menyelimuti tubuhku.
            “Met tidur sayang,”papa mencium keningku dan berlalu meninggalkan kamarku setelah mematikan lampunya terlebih dahulu.
            “KLIK!!”
***
            “Brandoonn !!”panggil kak Fay saat aku berada di kantin sekolah.Aku menoleh ke arah pintu kantin dan dari sana kak Fay berlari ke arahku.
            “Maaf ya,Brandon nya kakak pinjam dulu.Hehehe..”izin kak Fay sama teman-temanku yang ada di sana.Anna,Ziha, Andz dan Adhie.
            “Ada apaan sih kak ??”tanyaku melepaskan sendok dan garpu yang aku gunakan untuk makan mie bakso.
            “Ayo ikut kakak,kak Fay mau ngomong sesuatu,”kak Fay menarik lenganku tak sabar.
            “Tapi kak..”aku berusaha menolak karena makanan dan minumanku belum habis.Mana sudah janji mau nraktirin lagi.
            “Ayo Ndonn..”paksa kak Fay.Aku buru-buru menyeruput es teh manis yang ada di meja.Teman-temanku hanya menatap ulah kami dengan senyuman penuh selidik.
            “Maaf ya teman-teman,aku pergi dulu.Makanannya talangin dulu ya.. NANTI AKU GANTII…”sahutku berteriak karena kak Fay telah menyeretku menjauhi meja kantin yang di huni teman-temanku.
            “Yaahh… masa aku lagi sih yang bayarin?”teriak Anna sambil cemberut.
            “Ada apaan sih kak?”tanyaku setelah kami sampai di gudang yang biasa kami gunakan untuk latihan.Kak Fay melepaskan cengkraman tangannya dan menatapku dengan senyuman yang tak seperti biasanya.
            “Brandonn!!”tiba-tiba kak Fay memelukku erat sambil menangis membuat aku menjadi kebingungan.Tadi kak Fay senyam-senyum,sekarang malah nangis.
            “Kenapa nangis kak?jangan bikin Brandon bingung dong,”sahutku.Kak Fay melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata yang ada di sudut matanya sambil tertawa.
            “Kak Fay nangis karena seneng Ndon.Kamu lihat ini !!”kak Fay memperlihatkan amplop putih di tangannya.
            “Amplop apaan itu kak ?? isinya uang Gayus ya??”tanyaku penasaran. (hahaha… GUBRAKK!!)
            “Surat dari Jakarta Ndon.. kita LOLOSS !!”teriaknya sambil kembali memelukku.Aku seperti tak percaya dan hanya diam mematung sambil mencerna rasa apa sebenarnya yang sedang aku rasakan saat ini.
            “Lolos?Benarkah?Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini?Kenapa jantungku malah berdetak begitu kencang?Selain senang,ada perasaan lain yang menyelusup di benakku.Rasa was-was sepertinya lebih besar daripada rasa senang yang menyeruak di hatiku.
            “Kenapa Ndon??Kamu nggak seneng??”tanya kak Fay curiga dengan ekspresiku.
            “Seneng sih kak,tapi Brandon juga bingung kak.Bagaimana caranya kita pergi ke Jakarta??”tanyaku membuat kak Fay berhenti tersenyum.
            “Ndon,kakak kan punya kakak yang tinggal di Jakarta,kita bisa tinggal di sana.Kita pergi dari sini dengan kereta.Sampai di stasiun Jakarta,kak Fay tinggal telepon kakakku buat jemput kita di sana.Kita berdua pasti nyampe kok,”
            “Berdua??”tanyaku lagi.
            “Iya berdua,memang kenapa?kamu takut??”tanya kak Fay seperti meremehkanku.
            “Kak,aku nggak pernah pergi jauh tanpa di dampingi orang yang lebih dewasa.Apalagi ke luar kota.Inget kak,JAKARTA !!”aku menekankan kata Jakarta untuk memperingatkan kak Fay karena aku sering mendengar banyak orang yang merantau ke sana dan hanya menambah beban kota Jakarta saja walaupun tak sedikit pula yang meraih sukses di kota terpadat itu.
            “Ndon,kita ke sana punya tujuan,yaitu mengikuti lomba dance,dan disana juga kita punya orang yang seratus persen dapat di percaya,yaitu kakakku.Lagipula tahun lalu kak Fay liburan ke sana kok.Jadi kak Fay yakin kita nggak bakalan nyasar,”penjelasan kak Fay membuatku sedikit lega.
            “Bener kak Fay pernah ke sana??”tanyaku kurang percaya.
            “Iya Ndon,tahun kemarin kak Fay liburan di Jakarta selama dua minggu.Jadi kamu nggak usah khawatir ya??”kak Fay menepuk pundakku mencoba meyakinkanku dan aku pun tersenyum ke arahnya.
            “Tapi kak,aku juga masih bingung,gimana caranya bilang sama papa??Papa pasti nggak bakalan ngijinin aku pergi kak,”pertanyaanku kali ini membuat kak Fay harus berpikir agak lama.
            “Begini saja Ndon,nenek kak Fay tinggal di desa Randutawang di Jombang sana.Kamu bilang saja sama papa kamu kalau kamu mau liburan ke sana bareng kak Fay.Nanti kakak juga bakalan bilang begitu sama orangtua kak Fay.Jadi nggak bakalan ada yang curiga.Mereka tahunya kita pergi ke sana.Padahal kita berdua ke Jakarta,gimana Ndon??”kak Fay meminta persetujuanku.
            “Randutawang?? Jombang??”aku mengerutkan kening,merasa asing dengan nama daerah itu.
            “Ndon,untuk saat ini cuma itu cara satu-satunya.Nanti kalau ada ide yang lebih bagus,kak Fay cari solusi lain.Tapi menurut kakak,itu jalan terbaik.Di sana nggak ada telepon,jadi nggak ada yang bisa mengecek ke tempat nenek kak Fay,”ujarnya bersemangat.
            “Iya kak,aku bakalan coba ngomong sama papa,”sahutku lagi walaupun aku masih ragu dengan jawaban papa nanti.Rasanya mustahil papa ngijinin aku pergi ke luar kota,ke rumah om Jun yang jaraknya hanya enam kilometer saja,aku mesti ada yang nganterin.Gimana ke luar kota??Walaahh…
            Aku kembali lagi ke kantin dan ternyata di sana masih ada teman-temanku yang sudah selesai makan dan lagi asyik mengobrol.
            “Yess.. nggak jadi aku yang bayar,”teriak Anna girang menyambut kedatanganku.Aku lihat mie baksoku masih ada dan posisinya masih sama seperti saat aku tinggalkan tadi.Setengah melamun,aku menyendok mie baksoku beserta kuahnya banyak-banyak dan…
            “Buaahhh…”aku mengeluarkan kembali semua makanan yang ada di mulutku ke dalam mangkok karena mie baksoku rasanya sudah berubah menjadi mie bakso pedas abbeezz…
            “Hahh.. sshh.. hah.. ssh..”aku mengipas-ngipas mulutku sambil mencari-cari air minum.Tapi semua minuman teman-temanku termasuk minumanku yang ada di atas meja telah habis tanpa tersisa setetespun.
            “Hahahaha.. teman-temanku menertawaiku membuat aku melotot ke arah mereka. (memangnya Brandon bisa melotot ya?? Hahaha…PLETAKK !!).Aku berlari menemui si bibi kantin dan diapun segera memberikanku segelas air putih yang langsung aku tenggak sampai habis.
            “Siapa nih yang sudah ngerjain aku??”tanyaku saat kembali ke meja kantin sambil menenteng minuman dingin di plastik yang masih banyak es batunya.Aku menatap satu persatu teman-temanku yang sedang cekikikan.
            “Bukan aku Ndon,”Anna mengangkat kedua tangannya.
            “Aku juga bukan Ndon,”sangkal Ziha dan kini mataku tertuju ke arah Andz dan Adhie.
            “Bukan aku Ndon,”sergah Andz.
            “Aku juga ndak ngerjain kamu kok,”mereka semua nggak ada yang mau mengaku.
            “Bukan aku bukan aku,terus siapa anakku ?? anakku tertukar !! eh… terus siapa yang ngerjain aku?? Hantu ??”bentakku kesal.
            “Meneketehe… !!”teriak teman-temanku kompak.
            “Hmm.. awas saja kalau ketahuan siapa pelakunya,pasti aku balas,”gerutuku dalam hati.
            “Setelah aku membayar semuanya,kami kembali menuju kelas.Aku membawa minumanku di plastik karena mulutku masih terasa pedas dan panas.Aku masuk ke dalam kelas tanpa di ikuti Andz dan Adhie yang tadi membuntuti di belakangku.
    “Huuhh.. kemana sih mereka??Padahal bel masuk sudah bunyi tuh,”rutukku mulai curiga dengan mereka berdua.
    Aku duduk di kursiku di dekat jendela dan dari sana aku bisa menatap koridor di luar kelas.
    “Lha,itu Andz sama Adhie,lagi ngapain tuh berduaan berdiri di koridor dekat jendela??”aku merapatkan telingaku di dinding yang dekat dengan mereka untuk mendengarkan percakapan keduanya.Mereka tidak tahu kalau dari dalam kelas aku bisa menguping pembicaraan mereka yang ada di balik dinding luar kelas.
    “Sini dua ribu,aku kan udah berhasil ngejailin Brandon,”kata Adhie.
    “Hmm.. oke deh.. kali ini kamu yang menag,”jawab Andz membuat aku manggut-manggut.
    “Sial,aku di jadiin bahan taruhan,awas saja ya,mau ngelawan anak jail?hahaha..”aku kembali ke bangkuku dan segera melancarkan serangan balasan.Ku taruh es batu dari minumanku di kursi teman sebangkuku Andz dan di kursi Adhie yang duduk di depanku.Hmm… bagus.. es nya cepat mencair,tinggal selangkah lagi.Hehehe…
    Tidak lama kemudian,aku melihat Andz dan Adhie masuk dari pintu kelas dan berjalan ke arahku sambil cekikikan.
    “Wooyy… ada pak Kepsek.. cepetan duduk !!”teriakku membuat seluruh penghuni kelas yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing segera menuju bangkunya dan duduk dengan rapi,termasuk Andz dan Adhie yang langsung duduk di kursinya tanpa melihat-lihat dulu.
    “Mana pak Kepsek nya Ndon??”tanya Agunk,si ketua murid membuat aku tertawa cekakakan.Bukan hanya karena aku berhasil ngerjain teman-teman sekelasku,tapi karena Andz dan Adhie juga yang telah berhasil aku balas.Teriakan “Huu..” menggema memenuhi seisi kelas.
    “Eh kok pantatku dingin ya??”celoteh Andz,teman sebangkuku membuat aku semakin terpingkal-pingkal.Andz beranjak dari kursi dan melihat celananya sudah basah,begitu pula dengan Adhie,keduanya langsung melotot ke arahku.Hahahaha…
    “Wooyy.. teman-teman,ada yang ngompol di kelas nih !! Tuh lihat,celananya sampai basah gara-gara takut sama pak Kepsek.Hahaha…”teriakku membuat mata teman-teman sekelasku tertuju ke arah celana Andz dan Adhie yang sudah basah.
    “Hahahaha….”seluruh kelas kembali riuh dengan tawa cekakakan.Ledekan-ledekan pun terlontar untuk Andz dan Adhie.
    “Lain kali bawa pampers biar nggak bocorr.. hahaha..”teriak Arya.
    “Bawa pispot aja ke dalam kelas,”lanjut Novita membuat suasana semakin meriah.Wkwkwkwkwk…
    “Makanya,jangan jail sama aku,”sungutku ke arah Andz dan Adhie dengan senyum kemenangan.
    Hehehehe…
***

JAKARTA SEMAKIN DEKAT *part.14*

                Sudah hampir dua minggu kami latihan rutin di gudang sekolah.Kini aku dan kak Fay sudah siap untuk membuat video yang akan kami kirim ke panitia lomba di Jakarta.Akhirnya dengan bantuan Pak Dahman,video itu telah jadi dan siap untuk dikirim.Tapi sampai sekarang,aku belum mendapatkan tanda tangan surat izin dari papa.Kak Fay sendiri sudah menyelesaikan tugasnya dengan meminta tanda tangan Pak Kepsek.Dia sengaja meminta Pak Kepsek untuk menanda tangani dua surat izin dengan alasan takut yang satunya robek,rusak,hilang dan seabrek alasan klise.Tanpa merasa curiga sedikitpun,Pak Kepsek menandatangani kedua surat izin itu.
                “Tinggal surat izin dari papa kamu nih !!”sahut kak Fay ketika kami sedang asyik makan nasi goreng yang aku bawa dari rumah.Oh iya,nasi goreng ini buatan aku sendiri lho.. Aku memang minta di ajarin bikin nasi goreng sama papa.Pertama bikin,rasanya nggak karuan.Hahaha… tapi sekarang,aku sudah bisa bikin nasi goreng yang rasanya nggak kalah lezat dengan nasi goreng buatan papaku.
                “Iya kak,sebentar lagi aku pasti bisa ngedapetin tanda tangan papa !”jawabku sambil menyendok nasi goreng.Habis latihan memang membuat kami lapar.Jadi aku dan kak Fay setiap latihan selalu membawa bekal dari rumah secara bergantian.Sepuluh menit sebelum waktu istirahat usai,kami selalu makan bersama di gudang.
                “Ndon.. nasi goreng buatan papa kamu enak banget ya ??”kata kak Fay sambil menyendok nasi goreng dari tempat nasiku.Aku tersenyum mendengar ucapannya.Hmm.. kak Fay nggak tahu kalau nasi goreng ini buatanku sendiri.Hihihihi…
                “Wooyy.. senyam-senyum sendirian.. !!”bentak kak Fay membuatku kaget.
                “Huuhh.. kak Fay ngagetin aja nih.. !!”jawabku sambil tertawa geli saat melihat muka kak Fay.
                “Kenapa ketawa ??”tanyanya.
                “Nggak apa-apa kak !! Hahaha… “aku tak bisa berhenti tertawa.
                “Ngga apa-apa kok ketawa terus ?? Ada apaan sih ??”kak Fay penasaran.
                “Di bilangin nggak ada apa-apa juga !! Aku lagi pengen ketawa aja kak !! Hahaha… !!”
                “Dasar aneh.. !!” gerutu kak Fay.
                Akhirnya habis juga nasi gorengku.Kami segera membereskan semuanya.Aku dan kak Fay keluar dari gudang dan bergegas menuju ruang kelas masing-masing karena sebentar lagi bel tanda istirahat akan segera berdentang.Tapi di koridor kelas tiga,kami berpapasan dengan kak Ratih yang juga sedang bergegas menuju kelasnya.
                “Ciyee.. berduaan mulu nih.. !! Waahh.. Fay nggak bagi-bagi nih habis makan nasi goreng bareng Brandon !!”kak Fay bengong mendengar kata-kata kak Ratih.
    “Wah.. jangan-jangan dia ngeliat aku di gudang !!”batin kak Fay.
    “Idiiihh.. siapa juga yang habis makan nasi goreng.. sok tahu.. !!”kak Fay mengelak.
    “Ya tahu lah Fay.. tuh… di dagu kamu ada nasi goreng nempel tiga biji !! Lagian makan kok  di sisain gitu ?? Hahahaha.. !!”ledek kak Ratih membuat kak Fay segera mengusap bagian dagunya untuk menyingkirkan nasi goreng yang nongkrong di sana.Kak Fay melirikku dan aku langsung lari tunggang langgang menuju ke kelasku sambil tertawa terbahak-bahak.Daripada di cubitin kak Fay,mendingan kabur duluan.Hahahaha…
    “BRANDOONNN.. !!”teriak kak Fay membuatku semakin lemas karena berlari-lari sambil tertawa.
    “Bukannya ngasih tahu malah ngediemin.. !! Awas kamu yaa.. !!”kak Fay terus berteriak walaupun aku sudah jauh dari hadapannya.
    Hahahaha.. Kak Fay.. Kak Fay.. Lucu banget sih.. !! Hahahaha….
***
                Aku ragu untuk masuk ke ruang kerja papaku.Jantungku berdegup kencang sambil memegangi buku PR dan surat izin yang telah aku modif.Aku akan pura-pura kalau surat izin itu adalah lembar soal.Terus di atasnya aku tempel  kertas yang pura-puranya itu adalah kertas jawaban dari kertas soal gadungan itu.Semoga saja papa tidak memeriksanya dahulu.Akhir-akhir ini aku memang rutin meminta tanda tangan papa,baik itu di buku PR ku,catatan,LKS,lembar soal,pokoknya apa saja.Sekarang papa jadi jarang meriksain tugas-tugasku.Dia bakalan langsung menanda tangani kertas yang ku sodorkan tanpa memeriksanya terlebih dahulu.Mungkin dia bosan karena setiap hari aku selalu meminta dia untuk menggoreskan tanda tangannya.Hehehe.. Semoga saja kali ini juga begitu.
                Aku masuk ke ruang kerja papaku dan menghampiri dia yang sedang sibuk mengaransemen sebuah lagu.
                “Hmm.. kesempatan bagus,papaku lagi sibuk nih !!”pikirku walaupun masih dengan perasaan was-was.
                “Pa,tanda tanganin dong.. !!”pintaku sambil menyodorkan buku PR dan surat izin yang telah aku akali itu.
                “Nanti saja Ndon,papa lagi sibuk nih !!”jawabnya tanpa melepaskan pandangannya ke layar monitor yang ada di hadapannya.
                “Yaahh.. papa,cuma tiga tanda tangan doang pa.. !!”jawabku.
                Papa melirikku,ku tunjukan di mana papa harus membubuhkan tanda tangannya.
                “Di sini pa !!”kataku sambil menempatkan jempolku di lembar buku PR ku dan papa segera menanda tanganinya.Saat ku taruh lembar surat izin yang di atasnya ada lembar jawaban gadungan di meja papa,jantungku terasa mau copot !! Papa melihat nilai sempurna di kertas jawaban palsuku.Dia tersenyum dan tanpa banyak bicara papa segera memberikan tanda tangannya.
                “Di lembar soalnya juga dong Pa !!”sahutku sambil menunjuk bagian mana yang harus di tanda tanganinya.Ya ampunn.. aku serasa ingin pingsan saat menyuruh papa untuk menanda tangani surat izin itu.Dan..
                “Srett.. srett.. srett.. !!”papa telah selesai membubuhkan tanda tangannya di kertas itu.
                “Fiuhhh…”perasaan lega langsung menyeruak di dadaku.Rasanya ingin sekali aku melonjak-lonjak di hadapan papa saat itu juga.Tapi aku berusaha menahannya.Waahh.. rencanaku berhasil dengan sempurna.Yess… !!!
                “Makasih pa.. !!”aku mencium papaku dan segera berlari menuju kamarku,meninggalkan papa yang terbengong-bengong karena ulahku.Aku mengunci pintu kamarku dan meluapkan kesenanganku karena aku telah berhasil membuat papa menanda tangani surat izinku.
                “Yeahh… berhasil… berhasil… !!”aku melompat-lompat menirukan gaya Dora.Tak hanya itu,aku juga meluapkan kegembiraanku dengan berguling-guling di kasur,menggigit-gigit bantal dan selimut serta menimang-nimang bantal guling seperti sedang menimang bayi.Kemudian tertawa-tawa sendirian,nari hip-hop nggak karuan seperti orang gila.
                “You a star.. baby you a star.. you a sta.. a.. a... ar.. you a sta.. a.. a.. ar.. Cause when you shine.. baby when you shine… when you shi.. i.. i.. in.. when you shi.. i.. i.. in.. !!”aku menyanyikan lagu miliknya Will.i.am yang judulnya She’s a Star dengan tempo cepat sambil ber-crumping ria.Padahal,tuh lagu temponya nggak cepet-cepet amat.Hahaha..
                Setelah puas meluapkan kegembiraanku,aku segera meluncur ke rumah kak Fay dengan menenteng surat izizn dari papaku.Di perjalanan menuju rumah kak Fay,aku tak henti-hentinya bersenandung ria.Syalalalalala.. !! :D
***
                TOK.. TOK.. TOK..
                “Kak Fay.. !!”
                TOK.. TOK.. TOK..
                “Kak Fay.. !!”aku berteriak-teriak di depan pintu rumah kak Fay karena nggak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini sama dia.
                “Iya sebentar.. !!”teriak kak Fay dari dalam.Tak lama kemudian kak Fay membukakan pintu dan berdiri di hadapanku.Aku mengacungkan amplop coklat ke arahnya.
                “Apaan tuh Ndon ??”tanya kak Fay penasaran.
                “Surat izin dari papa kak !!”jawabku dengan senyum lebar di bibirku.
                “Yang bener Ndon ?? kok bisa ??”tanyanya tak percaya.
                “Beneran kak !! Siapa dulu dong.. Brandon De Angelo.. Hehehehe.. !!”
                “Waahh.. akhirnya.. !!”kak Fay memelukku dan kami melompat-lompat kegirangan.
                “Horree.. kamu hebat Ndon.. !!”katanya lagi tanpa melepaskan pelukannya dan kami terus melompat sambil berpelukan.
                “Ehmm.. ada apaan nih ?? Kayaknya lagi pada seneng banget,”tanpa kami sadari tante Jessica (Jessica BNZ hahaha..), mamanya Fay sudah ada di antara kami.Aku dan kak Fay spontan melepaskan pelukan kami.Hatiku berdegup kencang tak karuan karena malu kepergok sedang pelukan dengan anaknya.
                “Nggak apa-apa kok ma.. hehehe..”jawab kak Fay sambil terkekeh.Aku melirik ke arah kak Fay yang sedang menggaruk-garuk kepalanya.Aku lihat mukanya sudah memerah.Waduh.. jangan-jangan mukaku juga sudah ganti warna… hahaha.. Tante Jessica hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum ke arahku.Aku hampiri dia dan mencium tangannya.
                “Siang tante.. !!”salamku.
                “Siang Ndonn.. Oh iya,kamu sudah makan siang belum ??”tanya mama Fay sambil mengusap rambutku.Aku menggelengkan kepalaku.Ya,aku  memang belum sempat makan siang.Saking senangnya aku jadi lupa makan dan langsung pergi ke rumah kak Fay.
                “Ya sudah,kebetulan tante sama Fay baru mau makan siang nih.Kamu ikut makan bareng saja ya,”ajak mamanya kak Fay.
                “Nggak usah tante,Brandon makan di rumah saja !!”jawabku.Aku memang  nggak biasa makan di rumah orang lain,kecuali di rumah om ku,om Jun.
                “Ya sudah… kalau kamu nggak mau makan bareng tante sama Fay,kamu jangan pernah ke sini lagi dan main sama kak Fay !!”ancamnya membuatku melirik ke arah kak Fay yang sedang terkikik seolah mengumpat kepadaku. “Emang enak ??” hahaha..
                “Iya deh Tan.. “jawabku mengalah.Tante Jessica kembali tersenyum ke arahku dan menuntunku masuk ke ruang makan di ikuti oleh kak Fay di belakangku.
                Wuiihh.. kelihatannya makanannya enak-enak nih.. Ada ayam goreng kesukaanku tuh... Awalnya aku malu-malu buat makan.Tapi tante Jessica sudah mengambilkan nasi untukku.
                “Sudah tante.. jangan banyak-banyak !!”cegahku karena aku lihat porsi nasinya kebanyakan.
                “Biar kenyang Ndonn.. !!”jawabnya sambil menaruh piring  berisi nasi di hadapanku.
                “Lauknya ambil sendiri ya,”lanjutnya lagi dan dia pun kembali menyendok nasi buat kak Fay.Aku ragu untuk mengambil lauk.Sebenarnya aku pengen banget ngambil sayap ayam goreng itu.Wahh.. pasti enak banget tuh.. Aku menelan ludah dan..
                “Nih… jangan di liatin doang.. !!”kak Fay mengambilkan ayam goreng yang aku inginkan ke piringku membuat aku malu sama tante Jessica.
                “Brandon suka banget sama ayam goreng lho Ma.. !!”kata kak Fay ke mamanya.
                “Wahh.. kebetulan ya,padahal jarang-jarang lho ada menu ayam goreng.Hehehe.. !!”tante Jessica berkelakar membuat aku dan kak Fay ikut tertawa.
                Aku makan dengan lahap.Kalau nggak malu,aku pasti sudah nambah.Hehehe.. makanannya memang enak banget.Sambil makan,kak Fay tak henti-hentinya menggodaku.Dengan jari kakinya,dia mencubit kakiku di bawah kolong meja makan.Aku terpekik beberapa kali dan itu membuat tante Jessica melotot ke arah kak Fay.
                “Fay.. jangan di gangguin dong.. !! Kebiasaan nih.. Nggak ada kakak kamu,Brandon yang jadi korban,”kata tante Jessica.
                “Maaf ya Ndon,Fay tuh emang begitu.Kalau sudah ngumpul bareng sama kakaknya yang sekarang tinggal di Jakarta,pasti nih meja makan nggak bisa tenang.Saling tendang-tendangan lah,cubit-cubitan pake kaki,rebutan lauk,pokoknya nih anak berdua nggak bisa diem !!”
                “Hahaha.. seru banget ya tan ??”sahutku.
                “Seru apanya .. ?? justru bikin tante pusing .. !!”jawab tante Jessica membuat kami kembali tertawa.
                Hmm.. coba aku punya sodara,pasti di rumah nggak bakalan sepi.Di rumahku cuma ada papa doank.Tapi aku seneng kok,papa dan aku juga kan sering bercanda,saling jail-jailan,ledek-ledekan.Aku bakalan ngambek kalau papa nggak mau ngalah.Hehehe.. curang ya ?? Pernah suatu kali aku ngambek sama papa hanya gara-gara ayam goreng.
                Ceritanya,pas jam makan malam aku sudah tidur.Sebenarnya papa sudah bangunin aku buat makan malam.Tapi aku ngantuk dan menolak untuk ikut makan malam walaupun papa sudah mengiming-imingi aku dengan ayam goreng.Padahal waktu itu aku pengen banget bangun buat makan.Tetapi rasa kantukku tak bisa aku tahan sampai akhirnya aku tertidur lagi dan terbangun ketika sudah larut malam.Nah,pas bangun malam-malam,perutku kelaperan.Aku ingat kata papa ada ayam goreng.Aku lari saja ke dapur buat makan.Eh.. ayam gorengnya sudah nggak ada di sana.Aku kecewa dan kembali ke kamarku sambil menangis.Mungkin karena mendengar tangisanku,papa terbangun dan nggak lama kemudian dia masuk ke kamarku dan menanyakan kenapa aku nangis malam-malam.
                “Ndon,kenapa nangis ??”tanya papa dengan raut muka khawatirnya.
                “Papa jahat !! ayam goreng Brandon di habisin.. hiks.. hiks.. hiks.. “aku terus saja menangis meratapi nasib ayam gorengku.
                “Ayam goreng apa Ndon ?? Papa nggak makan ayam goreng kok !!”jawab papa bingung.
                “Bohong.. !! Buktinya ayam goreng Brandon nggak ada di meja makan.Huhuhu…  Pokoknya papa harus beli lagi.Brandon mau makan ayam goreng.. !!”pekikku sambil terisak.
                “Tapi ini kan udah malam banget Ndon,”
                “Nggak peduli.. pokoknya Brandon mau ayam goreengg… Huhuhu.. “
                “Dasar anak papa aneh… papa tuh nggak beli ayam goreng.Orang menu makan malam tadi kan sayur sop.Hmm.. jangan-jangan kamu habis mimpi ya ??”papa tertawa sambil mengusap-usap rambutku.Aku yang sudah terlanjur kesal sama papa tetap ngotot minta di beliin ayam goreng walaupun aku sadar ternyata itu cuma mimpi.
                Akhirnya papa mengajak aku keluar untuk membeli ayam goreng meski sudah tengah malam.Kasihan juga papa,tengah malam begitu papa mesti nyetir mobil dan nyari-nyari tukang ayam goreng yang tak kunjung kami temui karena penjualnya sudah pada tutup.Sebagai gantinya akupun meminta papa untuk membelikan sate ayam yang kebetulan lewat di jalan karena aku merasa nggak enak sama papa.Huuhh.. gara-gara mimpiin ayam goreng aku jadi nyusahin papaku.Pa.. maafin Brandon ya.. Hehehe… papa memang the best !!.
                “Tante,Brandon pergi dulu ya,”pamitku setelah makan siang sambil mencium tangan mama Fay.
                “Lho,kok buru-buru ?? Nggak bantuin tante nyuci piring dulu ??”tanya tante Jessica.
                “Hehehe.. ya udah deh.. Brandon bantuin,”
                “Hahaha.. bercanda sayang.. Ya sudah,memangnya kalian mau pada pergi ke mana ??”tanyanya lagi.
                “Mau ke rumah Nayla Ma,”samber kak Fay.
                “Yo wes.. hati-hati ya,”
                “Iya..,”jawab kami kompak.
                Sehabis pamitan untuk yang kedua kalinya,aku dan kak Fay bersepeda ria menuju tempat jasa pengiriman barang.Memang agak jauh,tapi perjalanan ini tidak terasa melelahkan mengingat aku dan kak Fay masih dalam suasana happy.Hehehe…
                “Kak,kok nggak lewat kantor pos saja sih ??”tanyaku sambil mensejajarkan sepeda kami.
                “Lama Ndon,kan biar cepet nyampe videonya,”jawabnya sambil memeletkan lidahnya ke arahku.Aku jadi tergelitik untuk menggodanya.
                “Di kantor pos padahal lagi ada lowongan lho kak.Cocok banget buat kak Fay,”
                “Jiaahh… kakak kan masih kecil,mana boleh kerja di sana,”sergahnya.
                “Lho,justru ini buat kerja sampingan saja kak.Kan lumayan buat nambah-nambah uang untuk kak Nayla,”jawabku serius.
                “Emang kerjanya ngapain Ndon ??”tanya kak Fay mulai tertarik.
                “Gampang kak,kak Fay tinggal berdiri di pojokan sambil melet-meletin lidah.Soalnya di kantor pos lagi kehabisan lem buat nempelin perangko !! Hahaha…”aku mempercepat laju sepedaku.
                “BRANNDDOOONNN…,”teriak kak Fay ngambek sambil mengejarku.
                “APPAAA.. ??”teriakku juga sambil terus tertawa.
                “Awas kamu ya.. kalau ketangkep kakak cubitin sampe merah-merah,”ancamnya membuat aku semakin tak kuat menahan tawa.
                “Coba saja kalau bisa.. Hahahaha… ,”
                Kami terus berkejar-kejaran sambil tak henti-hentinya tertawa.
                Hmm.. indahnya hari ini… sampai kapankah kebahagiaan ini terus berlanjut ?? Semoga.. selamanya.. Aku yakin,banyak jalan untuk meraih impianku.Mungkin ini salah satu jalannya dan aku harap semua berjalan dengan sempurna.
                Do’ain kami terus ya sobat BNZ..
                Hehehe… BNZ.. KOMPAK ABBEEZZZ… !!! :D
***
Hari ini kita tertawa,mungkin esok bisa saja menangis.
Hari ini kita bangkit,mungkin esok bisa kembali terjatuh.
Hari ini kita semangat,mungkin saja nanti kita mengeluh.

                Tak ada yang abadi,semuanya akan berganti.
                Tapi aku harap,semuanya bisa ku hadapi.
                Tak peduli walau letih datang menghampiri.
                Tak peduli meski sakit merintangi.
                Aku harus tetap tegar untuk meraih mimpi.

Kini,do’a dan harapan aku sematkan di antara bintang bintang yang gemerlapan.
Bintang itu akan semakin terang ketika aku kian dekat dengannya.
Semoga tak terjatuh,semoga tak terhempas saat aku mulai berusaha menggapainya nanti.

                Bintang itu harus kuraih,
                Bintang itu harus ku genggam,
                Agar aku bisa membagi cahayanya dengan orang lain.
                Agar bintang itu menjadi bukti bahwa dengan kemauan dan kerja keras,
                Kita bisa menggapai harapan yang kita impikan dari semasa kecil.

Terus berusaha kawan..
Dengan do’aku di belakangmu,
Aku akan selalu mengiringi langkahmu..
               
By: Brandonizer Station (Chu-x)
                To: Brandon and Brandonizer.
***