Ujian Tengah Semester (UTS) telah tiba.Kami semua belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai terbaik.Walaupun begitu aku sudah sangat siap menghadapi soal-soal ujian.Papaku memang memberikan waktu belajar yang ekstra disiplin setiap hari.Raport aku selalu masuk tiga besar bahkan aku sering mendapat peringkat pertama walaupun sesekali Kartika membuat aku harus merelakan predikat juara kelas kepada dia.Meskipun aku sering juara kelas,namun guru-guruku dari mulai kelas satu sampai sekarang mereka lebih respect sama Kartika.Mungkin karena aku nakal dan jail.Hehehehehe….
Ujian membuat kami pulang lebih awal dan aku senang karena sepulang sekolah aku bisa langsung berlatih dance dengan waktu yang lebih banyak tanpa dicurigai papa.Biasanya papa akan bertanya-tanya jika aku pulang terlambat sampai di rumah.Tentu saja aku akan berbohong dengan berbagai alasan.Kegiatan sekolah lah,kerja kelompok lah,tugas membersihkan kelas dulu lah … apa saja yang membuat papa hanya mengeluarkan kata “Ohh….”.
Tidak terasa UTS telah selesai.Seminggu penuh aku merasa senang sekali bisa berlatih dance lebih lama.Selanjutnya dua minggu kami diliburkan.Hari pertama libur aku dan papa sibuk merapikan rumah.Walaupun melelahkan,tapi bagiku kegiatan ini sangat menyenangkan.Biasanya kami bekerja sambil bercanda.Misalnya,ketika kami akan mengelap kaca yang sudah tebal dengan debu,papa akan mencolek debu itu dengan telunjuknya,lalu mengoleskannya ke hidungku.Aku tidak mau kalah mengikuti ulahnya.Ku oleskan debu kaca itu ke pipi papa.Kamipun tertawa-tawa dan kekonyolan ini akan berhenti sampai papa minta ampun karena aku tidak hanya mencolek debu dengan telunjukku,tapi mengusapnya dengan telapak tanganku dan ku usapkan lagi ke pipi papa.Kegiatan membersihkan rumah pun jadi menyenangkan dan tidak terasa capai.
Aku paling suka membersihkan mobil papa.Aku akan naik ke atap mobil dan papa akan menyemprotku dengan air keran.Akhirnya aku dan papa akan main basah-basahan sampai aku menggigil kedinginan.Itulah kegiatan di hari pertama liburanku.
“Ndon,nanti sore papa mau ke rumah sakit,tante Diant (Dian BNZ hahaha…) kecelakaan,dia di rawat di sana.Kamu mau ikut?”terangnya ketika kami sedang makan siang.
“Mmhh.. nggak deh Pa,Brandon di rumah saja”.jawabku sambil menyuapkan sup ayam.
“Papa pulangnya besok pagi lho… kamu yakin nggak mau ikut?”tanyanya meyakinkan aku.
“Kan biasanya juga kalau ada job manggung Brandon sendirian di rumah,kan ada Kak Reny (Reny Sry Siregar BNZ okokokok…)”aku meyakinkan papa.Oh iya,kak Reny ini tetanggaku.Sekarang dia duduk di bangku kuliah semester akhir.Kata papa waktu kecil aku dekat sekali sama Kak Reny.Malah sering di asuh sama dia kalau papa sedang tidak ada di rumah.Kak Reny sudah seperti kakak kandungku sendiri.Makanya kalau papa ada job manggung dan harus pulang larut malam,aku lebih memilih untuk menginap di rumah kak Reny.
“Yo wess lah … tapi kalau kamu takut sendirian ajak saja teman-teman kamu menginap di sini.Mereka kan pada libur juga tuh !!”
“Justru itu yang bakal Brandon lakuin”bisikku dalam hati.
“Tapi ingat !! jangan membuat keributan !!”papa mengangkat telunjuknya ke arahku.
“Iya papaku sayang !” jawabku merajuk yang langsung membuat papa mengacak-acak rambutku.
Hmmm… tante Diant adik papa,suaminya tante Diant,om Jun (Juny BNZ wkwkwk….) seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan besar di Surabaya ini.Kerjanya sering pergi ke luar kota.Katanya mau memantau kantor cabang bersama boss-nya.Mereka mempunyai seorang anak laki-laki.Namanya Baim (Baim cilik) hehehe… Anaknya lucu banget deh.Usianya berbeda 3 tahun denganku.Makanya sekarang papa ke RS nungguin tante Diant sekalian menjenguk Baim karena om Jun masih berada di luar kota.
Jam dua siang papa berangkat,aku mengantarkannya sampai pagar rumah.Setelah mobil papa menghilang di tikungan jalan,aku segera berlari ke dalam rumah dan langsung menelpon teman-temanku,Brian dan John.Aku suruh mereka membawa CD hip-hop untuk latihan.Sambil menunggu mereka,aku menyalakan DVD di ruang tengah,menonton rekamanku sendiri yang sedang perform di depan banyak orang untuk pertama kalinya.Saat itu kami perform di tempat kuliahnya Kak Edo,kakaknya Brian.Aku sangat senang sekali ketika kami selesai tampil teman-temannya Kak Edo langsung mengerubungi AKU,Brian dan John.Mengajak foto-foto bersama,nyubit-nyubitin aku… Wahh… aku hanya bisa pasrah saja diperlakukan seperti itu.Hehehehe….
Video itupun telah selesai ku putar.Aku masukkan kembali ke dalam lemari di kamarku lalu ku kunci rapat-rapat (soalnya kalau ketahuan sama papa pasti dia bakalan marah besar).Tak sampai menunggu lama,Brian dan John tiba di rumahku dengan naik sepeda.
“Wah.. tumben kamu ngundang kita ke rumah,di suruh bawa CD Hip-hop pula lagi.Memangnya papa kamu sudah ngizinin?”tanya Brian sesampainya di teras rumahku,di ikuti John di belakangnya.
“Papaku sedang pergi,pulangnya besok pagi,jadi kita bisa latihan sepuasnya.Kalian menginap di sini saja ya !!”kataku sambil mengajak mereka masuk.
“Wah.. ndak bisa Ndon,lagian kamu di telpon tadi ndak nyuruh kita menginap !!” John mulai meregangkan badan untuk pemanasan.
“Aku juga ndak bisa Ndon !! Nanti malam aku mau pergi ke rumah sodaraku yang di Banyuwangi.Aku bakalan liburan di sana!!”kata Brian membuat aku kecewa.
“Yo wess lah… kalo kalian ndak bisa … !!!”jawabku cemberut.
“Yo jangan marah toh Ndon !!!”Brian merajuk.
“Aku ndak marah… cuma kecewa !!!”
“Sama saja Brandon !!”John menimpali.
Kami berlatih di ruang tengah karena ruangan inilah yang paling luas.Jadi kami bebas melakukan gerakan-gerakan apapun.Selagi latihan,kami mencari-cari gerakan baru atau menyempurnakan gerakan-gerakan yang di ajari sama Kak Edo.Oh iya,di dekat rumah Kak Edo ada sanggar tari tradisional lho…Aku sering memperhatikan para penari tradisional itu waktu latihan.Hmm… aku mencoba mengikuti gerakan mereka,menggabungkannya dengan tarian Hip-hop.Ini membuat Brian dan John tertawa cekikikan saat aku menggoyang-goyangkan pantatku seperti penari jaipong.Tapi mereka suka dan mengikuti gerakanku juga.Hahahaha….
Dua jam berlatih membuat aku dan teman-temanku kelelahan.Ku biarkan Brian dan John istirahat sambil menikmati minuman yang ku suguhkan.Sementara mereka beristirahat,aku melangkah menuju dapur,membuka kulkas dan ternyata masih ada mie Super Abbeezzz… Lumayan nih,latihan membuatku lapar.
“Lagi ngopo Ndon ??”John menghampiri aku.
“Masak mie !! kalian lapar kan ??”tanyaku sambil memanaskan air.John membantuku membuka bumbu mie-nya.
“Huuuhh… mentang-mentang bintang iklannya mirip kamu,makan-nya mie Supperr Abbeezzz mulu….!!” Aku terkekeh.
Setengah enam sore mereka pulang.Huft… sendirian lagi deh di rumah.Meskipun mereka tidak bisa menginap tapi hari ini mereka semua membuatku merasa senang.Setelah mereka pergi aku kembali ke dalam rumah.Aku cium badanku … hmmm… tetep wangi walaupun keringetan .. hehehehe… tapi terasa lengket dan gatal nih.Sekarang saatnya berendam di air hangat.
“Brandon mandi dulu yaa…. Dadagh semua … Hayooo .. Brandonizer ada yang mau mandiin Brandon ndak ?? Tapi jangan sama tante Asri Ngulik ya… ntar rambut Brandon di sabunin bukan di pakein shampoo.Hehehehe….”
***
Sambil menunggu Brandon mandi,kita menuju Jakarta dulu.Di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah,seorang anak perempuan,kira-kira usianya 10 tahun tampak sedang berbicara dengan ayahnya.Dari keningnya mengalir keringat,menandakan bahwa dia kelelahan.Ya,JP baru saja pulang dari tempat latihan drum bersama papanya.Obrolan mereka di mobil tadi berlanjut sampai ke kamr JP.
“Pokoknya JP nggak mau papa menikah lagi meskipun itu dengan tante Adel ( Adel Lia BNZ hahaha … )”semprot JP sambil menghempaskan badannya di tempat tidur.
“JP,tante Adel orangnya baik,kamu tahu sendiri kan?selama ini tante Adel sangat perhatian dan sayang sama kamu!”om Andre (Andre BNZ.. wkwkwkwk)mencoba membujuk JP.
“JP tahu Pa,tante Adel sangat baik sama JP,tapi tetap saja Jp nggak terima kalau papa sampai menikah lagi dengan tante Adel”JP tetap bersikeras pada pendiriannya.Om Andre hanya bisa menghela nafas panjang.
“Papa percaya,suatu saat nanti pikiranmu akan berubah,mungkin kamu hanya butuh waktu untuk bisa menerima kehadiran tante Adel” bathin om Andre.
***
Surabaya pagi hari,aku beranjak dari tempat tidurku.Ini pertama kalinya aku tidur sendirian di rumah.Biasanya aku menginap di rumahnya Kak Reny.Soalnya papa suka khawatir kalau aku tinggal sendirian di rumah tanpa ada yang menjagaku.Masih setengah mengantuk aku keluar dari kamarku menuju kamar mandi.Ternyata eh ternyata .. papaku sudah pulang,aku lihat dia sedang menyiapkan sarapan pagi dan tidak sendirian.Ada anak kecil yang menemaninya menghidangkan makanan untuk sarapan di meja makan.Aku menghampiri mereka.
“Baimm… !!!”teriakku sambil berjalan menuju kursi tempat Baim sedang duduk.
“Kakak Ndonn… !!”teriaknya juga menyambutku.Aku memeluk Baim dan mencubit pipinya.
“Makin gemuk saja kamu !!”kataku membuat Baim mengusap-usap pipinya.
“Iyaa… Kakak Ndon makin kurus tuh…!!!”Baim meledekku.
“Ehh… Brandon…!!! Mandi dulu sana… belum mandi sudah meluk-meluk orang.Kasihan kan ntar yang dipeluknya pingsan!”papa mengejekku.
“Huuhh… badan Ndon tuh mau habis mandi ataupun belum mandi tetap saja wangi.Iya kan Im .. ???”tanyaku meminta dukungan Baim.
“Iya wangi… wangi parfum kambing !! Hehehehe…” Baim dan papa terkekeh.
“Ohh…. Sudah pinter ngeledek nih ceritanya ??Awas ya,Kak Ndon balas nanti!”sahutku sambil ngibrit ke kamar mandi.
Selesai mandi aku,Baim dan papaku sarapan bareng.Sarapan pagi ini terasa nikmat sekali.Aku sampai nambah lagi membuat papa tampak heran.
“Semalam kamu nggak makan ya ??”tanya papa ketika aku menyendok nasi.
“Makan Pa,semalam Kak Reny ke sini nganterin makanan buat makan malam Brandon !!”jawabku sambil mengambil lauknya.
“Terus kenapa kamu tidak menginap?semalam papa telpon Kak Reny katanya kamu tidak mau menginap di rumahnya.Terus papa telpon ke sini nggak di angkat-angkat sama kamu”terang papa setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
“Brandon udah gede Pa,sudah berani sendirian di rumah”jawabku sambil menepuk dada.Papa hanya tersenyum.
“Iya,tapi papa khawatir,makanya jam dua pagi tadi papa sama Baim langsung pulang ke sini.Memangnya teman kamu nggak ada yang mau menginap di sini??”tanya papa lagi.
“Teman-teman Brandon sedang sibuk mempersiapkan liburan Pa,jadi kemarin mereka pada pulang sore-sore”aku membantu papa membereskan meja makan.Sedangkan Baim langsung pergi ke ruang tengah,menyalakan TV dan nonton film kesukaanku, Spongebob.Hehehehe…
“Om Jun belum pulang juga dari luar kota,jadi untuk sementara Baim bakal liburan di sini nemenin kamu”papa dan aku mulai mencuci piring dan gelas kotor.
“Wah Brandon jadi nggak kesepian dong… soalnya temen-teman Brandon pada liburan ke luar kota Pa”sahutku senang sambil meletakkan piring yang telah di bilas sampai bersih ke rak piring yang ada di sampingku.
“Hmmm… ya bagus lah kalau begitu.. !!”
***
Tidak terasa liburan sudah hampir usai.Tinggal menyisakan dua hari lagi.Suasana di rumahku menjadi ramai karena adanya Baim.Awal-awalnya aku dan Baim kompak sekali kalau sudah bermain bersama.Tapi lama-kelamaan pasti ada saja yang kami ributin.Rebutan mainan lah... makanan .. remote TV... atau apa saja yang membuat kami berselisih paham.Papa cuma bisa geleng-geleng kepala melihat ulah kami berdua.
"Katanya udah gede,masa ndak mau ngalah sama anak kecil?"selalu itu yang dibilang papa kalau aku sudah membuat Baim menangis.Membuat aku pasang muka cemberut.
Hmmm...hari Sabtu,pagi-pagi sekali Baim sudah berteriak-teriak memanggilku untuk sarapan.Aku masih terbaring di tempat tidur.Malas sekali aku untuk bangun pagi ini.Aku putuskan untuk kembali tidur.Mumpung masih libur,kalau sudah masuk sekolah mana bisa aku bermalas-malasan seperti ini.Mataku mulai terpejam kembali sampai akhirnya tak ku dengar lagi suara radio bututnya Baim.
"Huuaaaa......!!!"nikmat sekali aku bangun.Ku gosok-gosok mataku,masih terbaring di tempat tidur pandanganku tertuju pada jam dinding di kamarku.
"Pukul 09.00 ... Hmm..Saatnya mandi dan pergi ke rumah Brian untuk latihan,soalnya kemarin dia sudah kembali dari rumah sodaranya yang di Banyuwangi.Sekalian minta oleh-oleh... Hehehehe...!!!"bathinku sambil beranjak dari tempat tidur.Akupun membuka seluruh pakaianku dan dengan hanya melilitkan handuk di pinggang,aku menuju pintu keluar kamar.Tapi baru beberapa langkah aku melihat sesuatu yang aneh di cermin yang ku lewati.Aku melihat bayanganku sendiri di cermin dan aku langsung berteriak.
"BAIIMMMMM........!!!!"
Ternyata mukaku sudah di coret-coret sama Baim.Di gambarin kumis,pipiku ada bulatan merahnya,mirip Jeng Kelin.Ada jambangnya pula mirip Raja Dangdut.
"Siaallll... awas saja nanti aku balas!!"gumamku geram.
Aku keluar kamar mencari-cari Baim.Tapi dia tidak ada di manapun.Hanya ada papa yang sedang mandi di kamar mandi yang terletak di kamarnya.Wah pasti Baim sudah ngumpet nih.Lihat saja nanti kalau ketemu.Akupun segera menuju kamar mandi.Namun belum sampai di depan kamar mandi,seseorang berlari mendahuluiku dan mengambil handuk yang ada di pinggangku.
"JAMBREEETTTT.....!!!!"teriakku dan aku langsung jongkok di depan kamar mandi yang sudah di kunci Baim dari dalam.Terdengar suara tertawanya dari dalam kamar mandi.Hahahahaha....
Mendengar teriakan,papa yang sudah selesai mandi dan kini sedang mengeringkan rambut dengan handuknya segera keluar dari kamarnya.
"Brandon ... ada apa teriak-teriak??terus ngapain juga kamu pup disitu??"tanyanya.Pandangan papa beralih ke wajahku dan langsung membuatnya tertawa-tawa.
"Hahahaha... habis kabaret di mana kamu?"lanjutnya masih terkekeh.
"Baim nih kerjaannya,handuk Brandon di ambil pula sama dia!"gerutuku kesal.
"Nih pakai handuk papa,mandi di kamar mandi papa saja sana.Makanya bangun pagi tuh jangan siang-siang!!"papa memberikan handuknya dan langsung saja aku ngibrit ke kamar mandi yang ada di kamar papa.
"Baim...!!!Awas kamu ya,berani ngerjain anak jail.Lihat saja nanti.Pasti aku balas!!!"gumamku sambil membersihkan mukaku.Brrrr.... mandi pagi ini terasa menyegarkan.
***
Aku mencari-cari sesuatu di gudang.Setelah menyingkirkan beberapa kardus akhirnya aku temukan juga kotak mainanku.Ku buka kotak itu dan ku keluarkan salah satu isinya.
"Hmmm.... ini dia ...!!!"pekikku sambil tersenyum.Mainan ini yang membuat papa geli,jijik dan takut.Hehehehe... Mainan ini terbuat dari karet yang kenyal dan seperti berair menyerupai lintah dengan warna hitam kecoklatan.Mainan ini bisa menempel di mana saja.Di lantai, kayu, kaca, kulit, besi, bahkan di baju juga. Ku bawa mainan itu keluar dari gudang dan langsung mencari target.Hehehehe...
Baim sedang asyik menonton TV di ruang tengah.Aku hampiri dia dan dia langsung menyembunyikan remote TV di balik badannya.Mungkin dikiranya aku mau memindahkan channelnya.Hehehehe...
"Baim,kakak Ndon punya sesuatu nih buat kamu.Mau ndak??"tanyaku sambil menyembunyikan lintah mainanku di belakang badanku.
"Ndak mau ah,paling juga mau ngerjain Baim!"katanya sambil memainkan remote TV.
"Nih buat kamu!!"aku menempelkan lintah mainan di tangannya.
"Huaaaa......!!!"Baim melempar remote TV dan menggerak-gerakan tangannya,mencoba menyingkirkan mainanku dari lengannya.Tapi lintah mainan itu tetap menempel di punggung tangannya.Baim tidak berani memegang mainanku.Diapun berlari ke kamar papa dan itu membuat aku tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahahahaha.... emang enak ????"teriakku kegirangan.
"Pak De... Pak De... tolongin Baim!"teriaknya sambil menangis ketakutan membuat papa yang sedang tidur siang terperanjat kaget.
"Brandooonnnn...!! papa kan sudah bilang mainan ini harus di buang.Kenapa masih ada di sini??"teriaknya papa dari dalam kamar.Rupanya papa tidak berani pula menyingkirkan mainanku dari tangan Baim.Hihihihi....
Setelah papa mulai marah akupun mendatangi mereka.Ku ambil mainanku dari tangan Baim.
"Makanya... jangan jail sama Kakak Ndon!"kataku sambil berlalu dari kamar papa.
"Buang jauh-jauh...!!!"teriak papa lagi.
Tapi rupanya Baim belum kapok juga.Buktinya saat aku ketiduran di ruang tengah,dia mencoba mengambil mainanku dengan cara memakai sumpit.Aksi ini berhasil aku gagalkan.Ku ambil mainanku,Baim berusaha menjauh dariku.Aku tidak tinggal diam,ku lemparkan saja mainanku ke arah Baim dan...
"PLOOKKK...!!!"lintah mainan itu menempel di pundak Baim membuat Baim menjerit-jerit.
"Pak De.... Pak De...!!"teriak Baim sambil berlari kesana-kemari mencari papa.Tawaku tak bisa ku tahan lagi.Hahahaha.....
"Branndooonnn....!!!"ternyata papa ada di dapur.Aku langsung kabur menuju garasi,mengambil sepedaku lalu mengayuhnya cepat-cepat menuju rumah Brian.Entah bagaimana nasib Baim dan lintah mainanku.Pasti nanti papa akan membuangnya.Tapi ndak masalah,toh aku bisa beli lintah mainan yang baru.Hehehehehe.....
***
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Rabu, 06 April 2011
SD PERMATA HATI 1 *part.2*
Hari masih pagi tapi kelasku sudah ramai.Kebiasaan buruk,mengerjakan pekerjaan rumah sebelum bel masuk berbunyi.Seperti biasa,aku akan membuat kekacauan dengan melempar-lempar kertas kesana kemari.Membuat anak-anak perempuan berteriak-teriak memprotesku.Justru teriakan mereka itu membuatku semakin liar menjalankan aksiku.Setelah bosan melempar-lempar kertas,aku beralih untuk mengerjai teman-temanku yang sedang mengerjakan PR.Ada Brian (Brian BNZ wkwkwk) dan John (John BNZ okokok) lagi asyik menyalin PR Matematika dari bukunya Kartika (Kartika BNZ juga hehehe ) murid kesayangan Bu Sarah (Sarah Sechan hahaha) wali kelasku.Aku mendekati mereka berdua,berjalan seperti orang yang akan terjatuh lalu dengan sengaja menabrak mereka berdua yang sedang asyik menulis.Walhasil membuat buku mereka tercoret karena doronganku.
"BRANDOOONNN ... !!!"John dan Brian berteriak bareng.Aku berlari dan mereka tidak tinggal diam dengan mengejarku berputar-putar di dalam kelas,melompati kursi,naik ke atas meja,menabrak siapa saja yang menghalangi lariku.Aku tak bisa menghindar ketika mereka mengepungku.Biasanya jika aku tertangkap mereka akan menggelitik pinggangku sampai aku lemas karena tertawa.Kali ini aku harus lolos,jalan satu-satunya adalah menaiki meja dan berlari menuju pintu keluar kelas.Dengan begitu aku akan terbebas dari mereka berdua.
"Hayooo... mau kemana heh ???"
Mereka berdua semakin dekat.Dengan gerakan cepat aku menaiki meja,menginjak buku entah buku siapa lalu melompat turun dan berlari menuju pintu keluar.
"Akhirnya selamat juga"bathinku.Tapiii...
BRUUKKK...!!!
Di pintu kelas aku bertabrakan dengan seseorang.Membuat aku dan dia terjatuh.
"Brraanndooonnn ... !!!" Bu Sarah membentakku.
"Maaf Bu nggak sengaja"maafku sambil memunguti buku Bu Sarah.
"Sekali lagi ibu melihat kamu berlari-lari di kelas,kamu ibu hukum berlari 10 putaran lapangan bola".Bu Sarah tampak marah.Huuh... wali kelasku ini memang killer.
"Mengerti kamu Brandon?"bentaknya lagi membuatku tersentak kaget.
"Iy...iya Bu!!"jawabku gugup.
"Sekarang masuk dan persiapkan buku pelajaranmu!!"Bu Sarah menuju mejanya dan aku melangkah menuju bangkuku.John yang duduk di belakangku terkikik.
"Emang enak di omelin??"ejeknya.
"Huuu... jelekkk... "umpatku kesal.
"Makanya jangan suka jail,kena batunya deh".Brian yang duduk di sebelahku ikut-ikutan meledek aku.Aku langsung mencubit lengannya,Brian terpekik.
"Aww... Sakit dodol ... !!!"teriaknya kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Dodol tuh manis bukan sakit !!! Hahahaha ... "jawabku puas.
"Brandooonnn...!!!"suara Bu Sarah kembali melengking.
"Kamu ini ya,nakal banget!!!Apa perlu ibu ikat kamu supaya kamu diam??"ocehannya membuatku menunduk menatap kolong meja.
"Iya Bu ikat aja terus gelitikin rame-rame sampai pingsan!"celetuk Brian membuat seluruh penghuni kelas tertawa berbarengan.
"Sudah..sudah.. sekarang keluarkan buku PR Bahasa Indonesia kalian!"Bu Sarah menenangkan.
"Lho bukannya pelajaran Bhs.Indonesia setelah jam istirahat?"protesku.
"Tidak usah protes,lagipula pelajaran Matematika dan kesenian materinya sudah habis,jadi tinggal menunggu ulangan tengah semester minggu depan"cetusnya galak.
"Waduh bagaimana nih?mati aku!bisa kena damprat lagi nih gara-gara belum mengerjakan PR"bathinku mulai panik.
"Yang namanya ibu panggil maju ke depan kelas dan bacakan PR kalian"teriaknya lantang memecah keheningan kelas.
Dua minggu yang lalu Bu Sarah memang memberikan tugas Bhs.Indonesia yaitu membuat puisi tentang kasih sayang seorang ibu.Aku bukannya malas mengerjakan tapi aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya.Aku memutar otak,aku tidak mau lagi di omelin Bu Sarah.Kali ini dia pasti akan menghukumku karena serangkaian ulahku dari tadi pagi membuatnya harus mengeluarkan urat marahnya.Satu persatu nama-nama temanku dipanggil.Membacakan puisi mereka dengan lantang dan setelah selesai membaca puisi mereka masing-masing,mereka akan mendapatkan tepukan tangan yang sangat meriah dari seisi kelas.Sampai akhirnya tinggal menyisakan namaku dan Kartika.
"Selanjutnya.... Kartika!!Silahkan maju dan bacakan puisimu!"
Dengan percaya diri Kartika melangkah ke depan kelas,membuka bukunya dan dengan semangat '45 seperti petugas upacara yang sedang membacakan teks Proklamasi di acara 17 Agustusan,dia membawakan puisinya dengan lantang.
"Judulnya apa sayang?"tanya BU Sarah.
"Judul puisiku 'Ibu,Izinkan Aku Berbakti Padamu'!"jawab Kartika.
"Oke...!!!Silahkan tunjukan bakatmu !!!"kata Bu Sarah. (emang IMB ?) hahahaha....
Ibu Izinkan Aku Berbakti Padamu
Pagi hari kau bangunkan aku
Suara lembutmu mengalun mengajakku bangkit dari pembaringanku
Dengan sabar kau bimbing aku yang malas bangun meninggalkan mimpiku
Kau sibak jendela kamarku
Kau biarkan sejuknya udara pagi menyapa kulitku
Namun sejuknya angin itu tak sesejuk kasih sayangmu
Terimakasih ibu,
Engkau selalu memberikan semangat di saat aku senang dan sedih
Kau selalu ada untukku,membangunkan aku saat ku jatuh dan terpuruk
Ibu,maafkan aku yang kadang mengabaikan nasihatmu
Maafkan aku yang kadang menyakitimu
Aku ingin membahagiakanmu…
Kelak jika aku besar nanti,aku berjanji
Akan membuat bangga dirimu
Ibu,kasihmu tak ternilai,tak kan habis di makan waktu,
Ditelan masa,diburu usia
Engkaulah panutanku,engkaulah pahlawanku
Izinkan aku berbakti padamu …
Terimakasih.
Seluruh kelas bertepuk tangan.
“Wah,puisi yang sangat bagus !!”puji Bu Sarah.”Silahkan duduk kembali Kartika !!! Dan yang terakhir Brandon !! Ayo maju ke depan dan bacakan puisi kamu !!!”
Ragu-ragu aku beranjak dari kursiku.Brian dan John masih terkikik.Semua mata memandangku,mengantarkanku menuju ke depan kelas.Bisa ku tebak,mereka pasti berbisik “Wah siap-siap di omelin Bu Sarah lagi nih!!”.
“Brandon,mana buku tugasmu ??”tanya Bu Sarah setibanya aku berdiri di depan kelas.Mukanya sudah pasang tampang killer.
“Tidak perlu lihat buku Bu,aku sudah hafal!!”jawabku enteng membuat Bu Sarah mengerutkan kening,tampak meragukanku.
“Oh begitu,apa judul puisi kamu,BRANDUUOONN??”tanyanya dengan suara yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan namaku,membuat seisi kelas tertawa.Menertawakan aku atau Bu Sarah??Entahlah….
“Maaf Bu,puisiku belum ada judulnya,mungkin nanti ibu bisa kasih judul puisi saya”.jawabku dengan mimik serius.Mungkin Bu Sarah menganggapku sok polos.Hihi…
“Bagaimana kamu ini,ngasih judul puisi sendiri saja tidak bisa.Yo wess lah …. Nanti puisi kamu ibu kasih judul,tapi nanti nilai kamu bagi dua dong sama ibu!!”celotehnya.
“Iya Bu nggak apa-apa,nanti ibu saya bagi nilai dua,buat saya delapan ya Bu,kan pas tuh jadi sepuluh!!Hehehehe…!!!”
“Grrrrrrrrrrrrrr…….”kelasku mulai ribut.Bu Sarah mengetuk-ngetuk meja,menenangkan suasana yang mulai tidak kondusif.
“Pinter sekali ya kamu melawaknya”.senyumnya seperti mengejekku.”Nah anak-anak,teman kalian Brandon akan membacakan puisi yang sudah di hafalnya yang berjudul : ‘Kasih Judul Aja Sendiri’ !!Oke Brandon,tunjukan bakatmu !! Eh… maksud ibu,bacakan puisimu !!!”
“Sekarang Bu ??”tanyaku ragu-ragu.
“Bessoookkkk…..!!!”teriak teman-teman sekelasku membuat Bu Sarah melotot ke arahku.Hiiiii…. sereeemmm…wajahnya mirip tante Jessica waktu membawakan konsep Gothic ala Indonesia alias jadi kuntilanak.Hahahahaha…..
Fiiuuuhhh…..aku menghela nafas panjang dan mulailah aku dengan puisiku.
Saat ku lelah,tak ada yang mengusap keringatku.
Saat ku sedih,tak ada yang menghapus air mataku.
Lihatlah…!!
Rintik hujan berusaha merobek jendela kamarku.
Di saat itu,aku terpekur sendiri menahan rindu.
Bagaimana aku bisa membayangkan wajahmu?
Sedangkan aku tak sedetikpun menatapmu.
Bagaimana aku bisa melukis senyummu?
Sedangkan aku tak sekalipun merasakan hangatnya kecupanmu.
Mama…aku rindu…
Apakah mama juga merindukan aku?
Beritahu aku,bagaimana cara aku menyampaikan rindu ini padamu.
Mama..
Mengapa tak sekalipun engkau hadir dalam mimpiku?
Mama…
Mengapa tak kau sapa aku walau hanya dalam lelapku?
Aku rindu mama…
Aku ingin bertemu meskipun hanya sebatas mimpiku.
Rinduku padamu tak terbatas waktu.
Bawa aku mama…ajak aku terbang bersamamu.
Tuhan,ambilah hidupku…
Pertemukan aku dengan mamaku,di Surga-Mu !!!
Hening,tak ada suara tepuk tangan,tak ada suara cekikikan pula,semua memandangku dengan pandangan aneh.Aku menunduk,”Siall..pasti puisiku jelek ..!!”bathinku.
“Teng…teng…teng…”bel istirahat berbunyi,aku berlari keluar pintu kelas.Meninggalkan teman-temanku dan Bu Sarah yang masih diam terpaku.Entah bagaimana ekspresi Bu Sarah…
Masih bisa ku dengar Brian berteriak memanggilku.
“Brraanndooonnnn….!!!”
Panggilannya tak ku pedulikan.Aku terus berlari menuju toilet siswa.Tapi sepertinya dia mengejarku.Aku sudah masuk toilet dan tidak lama kemudian...
“Bruk..bruk..bruk..!!!”pasti Brian yang menggedor-gedor pintu.
“Brandonn…!!kamu nggak apa-apa kan?”teriaknya memanggilku.
“Buka pintunya dong…!!”teriaknya lagi.Aku segera menuju pintu dan membukanya.Tampak Brian dengan raut muka khawatir.
“Ada apa sih kamu teriak-teriak?kamu mau pipis juga?Ya sudah sana masuk !!”cetusku sewot.
“Lho kamu nggak apa-apa?”mukanya tampak keheranan.
“Udah lega … udah di buang pipisnya …!!”jawabku sambil meregangkan tanganku.
“Jadi kamu ke sini cuma mau pipis?bukan nangis?”tanyanya masih terheran-heran.Giliran aku yang mengerutkan kening.
“Nangis?kenapa mesti nangis?masa anak sekeren ini nangis?Lihat mata aku kayak habis nangis nggak?”aku memelototkan mataku.Tapi percuma,mataku nggak bisa melotot.Hehehehe…
“Lha tadi lari-lari habis baca puisi?”ekspresi wajah Brian membuatku tertawa.
“Hahahaha…emang kenapa puisiku?bagus ya?”godaku.
“Jadi beneran nggak apa-apa?”tanyanya masih penasaran.
“Kamu kenapa sih?puisi aku tadi itu spontan keluar dari mulutku,kalo di suruh lagi bacain puisi tadi mana aku hafal.Apa karena puisi tadi sesuai dengan hidup aku yang nggak punya mama makanya membuat kalian terharu?aku sendiri saja nggak nyangka bisa mengarang puisi seperti itu.Hahaha…”
“Huuhh… Semprull.. Cuma dolanan toh?kamu nggak lihat Bu Sarah sampai mau nangis denger kamu baca puisi tadi?”katanya serius.
“Nggak tuhh…kan keburu bel,waktunya keluar kelas,lagian kamu tahu sendiri kan kalo aku suka nggak kuat nahan pipis?hehehehe…sudahlah…mending kita ke kantin nyookk… Laappeerrrr…”aku menyeret Brian ke kantin.
Sesampainya di kantin kami celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.Kantin lumayan penuh juga.Mungkin hampir semua penghuni sekolah lagi pada kelaparan.
“Nah meja Kartika kosong tuh.Duduk di sana saja yuukk..!!!”ajak Brian yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.Kami berdua pun berjalan mendekati meja Kartika yang masih kosong.
“Halo anaknya Bu Sarah!!”godaku sesampainya di dekat Kartika yang langsung pasang tampang jutek.
“Numpang duduk yaa…”kataku dan tanpa menunggu jawaban Kartika aku dan Brian langsung duduk di sampingnya.
“Pesan apa Ndon?”tanya Brian.
“Biasa…Supperr Abbeezzz…!!hehehe…”jawabku menirukan iklan yang bintang iklannya mirip aku.Wkwkwkwkwkwk….Brian langsung berteriak.”Bu De … !!!Pesen mie,karo es the manis telu !!”teriaknya medok.
“Lha,kok pesen tiga?”tanyaku heran.
“Itu si John lagi nyamperin ke sini,sekalian kita pesenin!”jawabnya sok setia kawan.
“Okelah kalo begetoo…!”jawabku sambil menggoyang-goyangkan dua jempol tanganku,kayak lagi dangdutan,membuat Kartika yang duduk di sebelahku tersenyum.
“Eh Kartika,kamu kok sendirian saja sih?memangnya teman-teman kamu pada kemana?”basa-basi aku bertanya,kan nggak enak di anggurin.Hehehe…
“Mereka lagi ke perpus,oh iya,tadi puisi kamu bagus banget,aku sampai terharu!Kamu kangen mama kamu ya?”tanyanya membuat aku sedikit tersentak.
“Maaf ya Ndon…!”lanjutnya nggak enak hati.
“Nggak apa-apa…bagi aku papaku itu sekaligus mamaku…hehehe…nggak kalah lho sama mama kamu.Tiap hari papa bangunin aku,siapin sarapan,nganterin aku ke sekolah,masak,ngepel rumah,nyiram tanaman…”
“Waduuhh…papa kamu apa pembantu?”potong Brian membuat kami tertawa.
“Di rumah aku,nggak ada pembantu,paling yang di kerjakan sama orang lain tuh cuma nyuci.Makanya tiap hari Minggu aku dan papaku suka beresin rumah bareng-bareng”.terangku bangga.
“Wah nggak nyangka ya anak jail dan nakal kayak kamu ternyata rajin bantu-bantu papanya”.kata Kartika sungguh-sungguh.
"Kok cuma jail dan nakal aja sih?Pintar,baik hati dan tidak sombongnya dikemanain?"candaku membuat Brian tertawa terbahak-bahak sampai batuk-batuk.
Tidak berselang lama pesanan kami pun datang,3 mangkuk mie Supper Abbeezz sama 3 gelas besar es teh manis hangat.Lho??? :D es teh manis nggak pake hangat kalee... hehehe... Tapi kok si John belum nongol juga ya ??? Wah mesti di kasih surprise ney... Hahahahaha....
"Eh Kartika,mau lihat yang lucu nggak?Tapi taruhan,kalo aku berhasil ngerjain John,kamu bayarin makananku ya,soalnya aku nggak bawa uang.Mau nggak?"tantangku.
"Lha kalo nggak punya uang ngapain kamu ngajak aku makan di kantin?"Brian bengong. "Uangku juga sudah habis nih".lanjutnya bingung.
"Ya sudah begini saja,nanti kalau Brandon berhasil ngerjain John,makanan kalian aku yang bayar semuanya".Kartika menengahi.
"Hoorreee...eh,boleh nambah nggak makanannya?"tanyaku memancing.
"Waahh... rugi bandar donk !!"protesnya tidak setuju.
"Bercanda Tik,lagian mana habis aku makan 2 mangkok?kalo Brian sih 5 mangkok habis sama mangkok-mangkoknya".aku dan Kartika terkikik.
"Enak aja!!"semprot Brian nggak terima.
"Nih lihat ya,aku bakalan ngerjain si John!"aku memasukan garam ke minumanku.
"Lho kok bukan ke minumannya si John sih?"Brian dan Kartika heran.
"Lihat saja nanti!"sahutku sambil tersenyum jail.
Tidak sampai menunngu lama,yang ditunggu akhirnya datang juga.Kami bersikap wajar,makan seperti biasa.
"Lama sekali kamu John!dari mana saja sih?sudah mulai dingin tuh mie-nya".celetuk Brian dengan mie masih bergelantungan di mulutnya.
"Wah sudah dari tadi ya?Sory deh,ada bisnis sedikit.Hehehe..".sahutnya sok sibuk sambil menempatkan badannya di depan mie dan es teh manis "asli" nggak pake garam.
"Minum dulu John,kamu cape kan?"sahutku mempersilahkan dia minum.
"Hmm.. tumben anak jail perhatian sama aku.Wah dasar anak jail,pasti minumanku sudah di kasih racun nih!"katanya curiga.
"Wew...Berburuk sangka itu tidak baik John".protesku membela diri.
"Aku tuh nggak percaya sama yang namanya Brandon De Angelo anak paling jail sedunia per-jailan.Halaaaahh Lebay.Hahahaha..!"kelakarnya nggak lucu."Aku mau minta tuker minumanku sama minuman kamu.Gimana?"pintanya sambil menggerakan alisnya naik turun.
"Yess...!!Kena juga kamu John!!"bisikku dalam hati.Aku melirik Kartika,sepertinya dia sudah mulai tidak kuat menahan tertawanya.
"Enak saja minta tuker!!"aku berpura-pura menolak permintaannya dan ini membuat dia semakin yakin kalau minumannya sudah aku masukin sesuatu.
"Tuh kan bener udah di kasih racun!!"katanya bersikeras minta tukaran minuman.
"Ya sudah kalo kamu nggak percaya nih aku buktiin,aku minum ya minuman kamu!"aku mengambil es teh manis John dan dia segera mengambil punyaku juga.Lalu aku dan dia minum sama-sama..
"Buuaahhhhhh...!!!"John membuang minuman di mulutnya ke kolong meja.Aku,Brian dan Kartika langsung ngakak guling-gulingan membuat seisi kantin menoleh ke arah kami.Tapi kami tidak perduli,malah tawa kami semakin meledak-ledak.
"Huahahahaha...... dor..dor..dorrr...!"
"Huahahahaha...... jeder... jeder... jeder....!!"
:D
"BRANDOOONNN ... !!!"John dan Brian berteriak bareng.Aku berlari dan mereka tidak tinggal diam dengan mengejarku berputar-putar di dalam kelas,melompati kursi,naik ke atas meja,menabrak siapa saja yang menghalangi lariku.Aku tak bisa menghindar ketika mereka mengepungku.Biasanya jika aku tertangkap mereka akan menggelitik pinggangku sampai aku lemas karena tertawa.Kali ini aku harus lolos,jalan satu-satunya adalah menaiki meja dan berlari menuju pintu keluar kelas.Dengan begitu aku akan terbebas dari mereka berdua.
"Hayooo... mau kemana heh ???"
Mereka berdua semakin dekat.Dengan gerakan cepat aku menaiki meja,menginjak buku entah buku siapa lalu melompat turun dan berlari menuju pintu keluar.
"Akhirnya selamat juga"bathinku.Tapiii...
BRUUKKK...!!!
Di pintu kelas aku bertabrakan dengan seseorang.Membuat aku dan dia terjatuh.
"Brraanndooonnn ... !!!" Bu Sarah membentakku.
"Maaf Bu nggak sengaja"maafku sambil memunguti buku Bu Sarah.
"Sekali lagi ibu melihat kamu berlari-lari di kelas,kamu ibu hukum berlari 10 putaran lapangan bola".Bu Sarah tampak marah.Huuh... wali kelasku ini memang killer.
"Mengerti kamu Brandon?"bentaknya lagi membuatku tersentak kaget.
"Iy...iya Bu!!"jawabku gugup.
"Sekarang masuk dan persiapkan buku pelajaranmu!!"Bu Sarah menuju mejanya dan aku melangkah menuju bangkuku.John yang duduk di belakangku terkikik.
"Emang enak di omelin??"ejeknya.
"Huuu... jelekkk... "umpatku kesal.
"Makanya jangan suka jail,kena batunya deh".Brian yang duduk di sebelahku ikut-ikutan meledek aku.Aku langsung mencubit lengannya,Brian terpekik.
"Aww... Sakit dodol ... !!!"teriaknya kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Dodol tuh manis bukan sakit !!! Hahahaha ... "jawabku puas.
"Brandooonnn...!!!"suara Bu Sarah kembali melengking.
"Kamu ini ya,nakal banget!!!Apa perlu ibu ikat kamu supaya kamu diam??"ocehannya membuatku menunduk menatap kolong meja.
"Iya Bu ikat aja terus gelitikin rame-rame sampai pingsan!"celetuk Brian membuat seluruh penghuni kelas tertawa berbarengan.
"Sudah..sudah.. sekarang keluarkan buku PR Bahasa Indonesia kalian!"Bu Sarah menenangkan.
"Lho bukannya pelajaran Bhs.Indonesia setelah jam istirahat?"protesku.
"Tidak usah protes,lagipula pelajaran Matematika dan kesenian materinya sudah habis,jadi tinggal menunggu ulangan tengah semester minggu depan"cetusnya galak.
"Waduh bagaimana nih?mati aku!bisa kena damprat lagi nih gara-gara belum mengerjakan PR"bathinku mulai panik.
"Yang namanya ibu panggil maju ke depan kelas dan bacakan PR kalian"teriaknya lantang memecah keheningan kelas.
Dua minggu yang lalu Bu Sarah memang memberikan tugas Bhs.Indonesia yaitu membuat puisi tentang kasih sayang seorang ibu.Aku bukannya malas mengerjakan tapi aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya.Aku memutar otak,aku tidak mau lagi di omelin Bu Sarah.Kali ini dia pasti akan menghukumku karena serangkaian ulahku dari tadi pagi membuatnya harus mengeluarkan urat marahnya.Satu persatu nama-nama temanku dipanggil.Membacakan puisi mereka dengan lantang dan setelah selesai membaca puisi mereka masing-masing,mereka akan mendapatkan tepukan tangan yang sangat meriah dari seisi kelas.Sampai akhirnya tinggal menyisakan namaku dan Kartika.
"Selanjutnya.... Kartika!!Silahkan maju dan bacakan puisimu!"
Dengan percaya diri Kartika melangkah ke depan kelas,membuka bukunya dan dengan semangat '45 seperti petugas upacara yang sedang membacakan teks Proklamasi di acara 17 Agustusan,dia membawakan puisinya dengan lantang.
"Judulnya apa sayang?"tanya BU Sarah.
"Judul puisiku 'Ibu,Izinkan Aku Berbakti Padamu'!"jawab Kartika.
"Oke...!!!Silahkan tunjukan bakatmu !!!"kata Bu Sarah. (emang IMB ?) hahahaha....
Ibu Izinkan Aku Berbakti Padamu
Pagi hari kau bangunkan aku
Suara lembutmu mengalun mengajakku bangkit dari pembaringanku
Dengan sabar kau bimbing aku yang malas bangun meninggalkan mimpiku
Kau sibak jendela kamarku
Kau biarkan sejuknya udara pagi menyapa kulitku
Namun sejuknya angin itu tak sesejuk kasih sayangmu
Terimakasih ibu,
Engkau selalu memberikan semangat di saat aku senang dan sedih
Kau selalu ada untukku,membangunkan aku saat ku jatuh dan terpuruk
Ibu,maafkan aku yang kadang mengabaikan nasihatmu
Maafkan aku yang kadang menyakitimu
Aku ingin membahagiakanmu…
Kelak jika aku besar nanti,aku berjanji
Akan membuat bangga dirimu
Ibu,kasihmu tak ternilai,tak kan habis di makan waktu,
Ditelan masa,diburu usia
Engkaulah panutanku,engkaulah pahlawanku
Izinkan aku berbakti padamu …
Terimakasih.
Seluruh kelas bertepuk tangan.
“Wah,puisi yang sangat bagus !!”puji Bu Sarah.”Silahkan duduk kembali Kartika !!! Dan yang terakhir Brandon !! Ayo maju ke depan dan bacakan puisi kamu !!!”
Ragu-ragu aku beranjak dari kursiku.Brian dan John masih terkikik.Semua mata memandangku,mengantarkanku menuju ke depan kelas.Bisa ku tebak,mereka pasti berbisik “Wah siap-siap di omelin Bu Sarah lagi nih!!”.
“Brandon,mana buku tugasmu ??”tanya Bu Sarah setibanya aku berdiri di depan kelas.Mukanya sudah pasang tampang killer.
“Tidak perlu lihat buku Bu,aku sudah hafal!!”jawabku enteng membuat Bu Sarah mengerutkan kening,tampak meragukanku.
“Oh begitu,apa judul puisi kamu,BRANDUUOONN??”tanyanya dengan suara yang tidak seperti biasanya saat menyebutkan namaku,membuat seisi kelas tertawa.Menertawakan aku atau Bu Sarah??Entahlah….
“Maaf Bu,puisiku belum ada judulnya,mungkin nanti ibu bisa kasih judul puisi saya”.jawabku dengan mimik serius.Mungkin Bu Sarah menganggapku sok polos.Hihi…
“Bagaimana kamu ini,ngasih judul puisi sendiri saja tidak bisa.Yo wess lah …. Nanti puisi kamu ibu kasih judul,tapi nanti nilai kamu bagi dua dong sama ibu!!”celotehnya.
“Iya Bu nggak apa-apa,nanti ibu saya bagi nilai dua,buat saya delapan ya Bu,kan pas tuh jadi sepuluh!!Hehehehe…!!!”
“Grrrrrrrrrrrrrr…….”kelasku mulai ribut.Bu Sarah mengetuk-ngetuk meja,menenangkan suasana yang mulai tidak kondusif.
“Pinter sekali ya kamu melawaknya”.senyumnya seperti mengejekku.”Nah anak-anak,teman kalian Brandon akan membacakan puisi yang sudah di hafalnya yang berjudul : ‘Kasih Judul Aja Sendiri’ !!Oke Brandon,tunjukan bakatmu !! Eh… maksud ibu,bacakan puisimu !!!”
“Sekarang Bu ??”tanyaku ragu-ragu.
“Bessoookkkk…..!!!”teriak teman-teman sekelasku membuat Bu Sarah melotot ke arahku.Hiiiii…. sereeemmm…wajahnya mirip tante Jessica waktu membawakan konsep Gothic ala Indonesia alias jadi kuntilanak.Hahahahaha…..
Fiiuuuhhh…..aku menghela nafas panjang dan mulailah aku dengan puisiku.
Saat ku lelah,tak ada yang mengusap keringatku.
Saat ku sedih,tak ada yang menghapus air mataku.
Lihatlah…!!
Rintik hujan berusaha merobek jendela kamarku.
Di saat itu,aku terpekur sendiri menahan rindu.
Bagaimana aku bisa membayangkan wajahmu?
Sedangkan aku tak sedetikpun menatapmu.
Bagaimana aku bisa melukis senyummu?
Sedangkan aku tak sekalipun merasakan hangatnya kecupanmu.
Mama…aku rindu…
Apakah mama juga merindukan aku?
Beritahu aku,bagaimana cara aku menyampaikan rindu ini padamu.
Mama..
Mengapa tak sekalipun engkau hadir dalam mimpiku?
Mama…
Mengapa tak kau sapa aku walau hanya dalam lelapku?
Aku rindu mama…
Aku ingin bertemu meskipun hanya sebatas mimpiku.
Rinduku padamu tak terbatas waktu.
Bawa aku mama…ajak aku terbang bersamamu.
Tuhan,ambilah hidupku…
Pertemukan aku dengan mamaku,di Surga-Mu !!!
Hening,tak ada suara tepuk tangan,tak ada suara cekikikan pula,semua memandangku dengan pandangan aneh.Aku menunduk,”Siall..pasti puisiku jelek ..!!”bathinku.
“Teng…teng…teng…”bel istirahat berbunyi,aku berlari keluar pintu kelas.Meninggalkan teman-temanku dan Bu Sarah yang masih diam terpaku.Entah bagaimana ekspresi Bu Sarah…
Masih bisa ku dengar Brian berteriak memanggilku.
“Brraanndooonnnn….!!!”
Panggilannya tak ku pedulikan.Aku terus berlari menuju toilet siswa.Tapi sepertinya dia mengejarku.Aku sudah masuk toilet dan tidak lama kemudian...
“Bruk..bruk..bruk..!!!”pasti Brian yang menggedor-gedor pintu.
“Brandonn…!!kamu nggak apa-apa kan?”teriaknya memanggilku.
“Buka pintunya dong…!!”teriaknya lagi.Aku segera menuju pintu dan membukanya.Tampak Brian dengan raut muka khawatir.
“Ada apa sih kamu teriak-teriak?kamu mau pipis juga?Ya sudah sana masuk !!”cetusku sewot.
“Lho kamu nggak apa-apa?”mukanya tampak keheranan.
“Udah lega … udah di buang pipisnya …!!”jawabku sambil meregangkan tanganku.
“Jadi kamu ke sini cuma mau pipis?bukan nangis?”tanyanya masih terheran-heran.Giliran aku yang mengerutkan kening.
“Nangis?kenapa mesti nangis?masa anak sekeren ini nangis?Lihat mata aku kayak habis nangis nggak?”aku memelototkan mataku.Tapi percuma,mataku nggak bisa melotot.Hehehehe…
“Lha tadi lari-lari habis baca puisi?”ekspresi wajah Brian membuatku tertawa.
“Hahahaha…emang kenapa puisiku?bagus ya?”godaku.
“Jadi beneran nggak apa-apa?”tanyanya masih penasaran.
“Kamu kenapa sih?puisi aku tadi itu spontan keluar dari mulutku,kalo di suruh lagi bacain puisi tadi mana aku hafal.Apa karena puisi tadi sesuai dengan hidup aku yang nggak punya mama makanya membuat kalian terharu?aku sendiri saja nggak nyangka bisa mengarang puisi seperti itu.Hahaha…”
“Huuhh… Semprull.. Cuma dolanan toh?kamu nggak lihat Bu Sarah sampai mau nangis denger kamu baca puisi tadi?”katanya serius.
“Nggak tuhh…kan keburu bel,waktunya keluar kelas,lagian kamu tahu sendiri kan kalo aku suka nggak kuat nahan pipis?hehehehe…sudahlah…mending kita ke kantin nyookk… Laappeerrrr…”aku menyeret Brian ke kantin.
Sesampainya di kantin kami celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.Kantin lumayan penuh juga.Mungkin hampir semua penghuni sekolah lagi pada kelaparan.
“Nah meja Kartika kosong tuh.Duduk di sana saja yuukk..!!!”ajak Brian yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.Kami berdua pun berjalan mendekati meja Kartika yang masih kosong.
“Halo anaknya Bu Sarah!!”godaku sesampainya di dekat Kartika yang langsung pasang tampang jutek.
“Numpang duduk yaa…”kataku dan tanpa menunggu jawaban Kartika aku dan Brian langsung duduk di sampingnya.
“Pesan apa Ndon?”tanya Brian.
“Biasa…Supperr Abbeezzz…!!hehehe…”jawabku menirukan iklan yang bintang iklannya mirip aku.Wkwkwkwkwkwk….Brian langsung berteriak.”Bu De … !!!Pesen mie,karo es the manis telu !!”teriaknya medok.
“Lha,kok pesen tiga?”tanyaku heran.
“Itu si John lagi nyamperin ke sini,sekalian kita pesenin!”jawabnya sok setia kawan.
“Okelah kalo begetoo…!”jawabku sambil menggoyang-goyangkan dua jempol tanganku,kayak lagi dangdutan,membuat Kartika yang duduk di sebelahku tersenyum.
“Eh Kartika,kamu kok sendirian saja sih?memangnya teman-teman kamu pada kemana?”basa-basi aku bertanya,kan nggak enak di anggurin.Hehehe…
“Mereka lagi ke perpus,oh iya,tadi puisi kamu bagus banget,aku sampai terharu!Kamu kangen mama kamu ya?”tanyanya membuat aku sedikit tersentak.
“Maaf ya Ndon…!”lanjutnya nggak enak hati.
“Nggak apa-apa…bagi aku papaku itu sekaligus mamaku…hehehe…nggak kalah lho sama mama kamu.Tiap hari papa bangunin aku,siapin sarapan,nganterin aku ke sekolah,masak,ngepel rumah,nyiram tanaman…”
“Waduuhh…papa kamu apa pembantu?”potong Brian membuat kami tertawa.
“Di rumah aku,nggak ada pembantu,paling yang di kerjakan sama orang lain tuh cuma nyuci.Makanya tiap hari Minggu aku dan papaku suka beresin rumah bareng-bareng”.terangku bangga.
“Wah nggak nyangka ya anak jail dan nakal kayak kamu ternyata rajin bantu-bantu papanya”.kata Kartika sungguh-sungguh.
"Kok cuma jail dan nakal aja sih?Pintar,baik hati dan tidak sombongnya dikemanain?"candaku membuat Brian tertawa terbahak-bahak sampai batuk-batuk.
Tidak berselang lama pesanan kami pun datang,3 mangkuk mie Supper Abbeezz sama 3 gelas besar es teh manis hangat.Lho??? :D es teh manis nggak pake hangat kalee... hehehe... Tapi kok si John belum nongol juga ya ??? Wah mesti di kasih surprise ney... Hahahahaha....
"Eh Kartika,mau lihat yang lucu nggak?Tapi taruhan,kalo aku berhasil ngerjain John,kamu bayarin makananku ya,soalnya aku nggak bawa uang.Mau nggak?"tantangku.
"Lha kalo nggak punya uang ngapain kamu ngajak aku makan di kantin?"Brian bengong. "Uangku juga sudah habis nih".lanjutnya bingung.
"Ya sudah begini saja,nanti kalau Brandon berhasil ngerjain John,makanan kalian aku yang bayar semuanya".Kartika menengahi.
"Hoorreee...eh,boleh nambah nggak makanannya?"tanyaku memancing.
"Waahh... rugi bandar donk !!"protesnya tidak setuju.
"Bercanda Tik,lagian mana habis aku makan 2 mangkok?kalo Brian sih 5 mangkok habis sama mangkok-mangkoknya".aku dan Kartika terkikik.
"Enak aja!!"semprot Brian nggak terima.
"Nih lihat ya,aku bakalan ngerjain si John!"aku memasukan garam ke minumanku.
"Lho kok bukan ke minumannya si John sih?"Brian dan Kartika heran.
"Lihat saja nanti!"sahutku sambil tersenyum jail.
Tidak sampai menunngu lama,yang ditunggu akhirnya datang juga.Kami bersikap wajar,makan seperti biasa.
"Lama sekali kamu John!dari mana saja sih?sudah mulai dingin tuh mie-nya".celetuk Brian dengan mie masih bergelantungan di mulutnya.
"Wah sudah dari tadi ya?Sory deh,ada bisnis sedikit.Hehehe..".sahutnya sok sibuk sambil menempatkan badannya di depan mie dan es teh manis "asli" nggak pake garam.
"Minum dulu John,kamu cape kan?"sahutku mempersilahkan dia minum.
"Hmm.. tumben anak jail perhatian sama aku.Wah dasar anak jail,pasti minumanku sudah di kasih racun nih!"katanya curiga.
"Wew...Berburuk sangka itu tidak baik John".protesku membela diri.
"Aku tuh nggak percaya sama yang namanya Brandon De Angelo anak paling jail sedunia per-jailan.Halaaaahh Lebay.Hahahaha..!"kelakarnya nggak lucu."Aku mau minta tuker minumanku sama minuman kamu.Gimana?"pintanya sambil menggerakan alisnya naik turun.
"Yess...!!Kena juga kamu John!!"bisikku dalam hati.Aku melirik Kartika,sepertinya dia sudah mulai tidak kuat menahan tertawanya.
"Enak saja minta tuker!!"aku berpura-pura menolak permintaannya dan ini membuat dia semakin yakin kalau minumannya sudah aku masukin sesuatu.
"Tuh kan bener udah di kasih racun!!"katanya bersikeras minta tukaran minuman.
"Ya sudah kalo kamu nggak percaya nih aku buktiin,aku minum ya minuman kamu!"aku mengambil es teh manis John dan dia segera mengambil punyaku juga.Lalu aku dan dia minum sama-sama..
"Buuaahhhhhh...!!!"John membuang minuman di mulutnya ke kolong meja.Aku,Brian dan Kartika langsung ngakak guling-gulingan membuat seisi kantin menoleh ke arah kami.Tapi kami tidak perduli,malah tawa kami semakin meledak-ledak.
"Huahahahaha...... dor..dor..dorrr...!"
"Huahahahaha...... jeder... jeder... jeder....!!"
:D
AWAL CERITA *part.1*
Nama saya Brandon,umur saya 8 tahun,saya suka nge-dance dari umur 6 tahun ... hehehe... itu perkenalanku di audisi IMB,tapi ceritaku kali ini berbeda sekali dengan kehidupanku yang sebenarnya.Jadi cerita ini hanyalah fiktif belaka.Just for fun ... Di sini aku akan menceritakan tentang perjuanganku meraih impian menjadi seorang dancer profesional.Saat ini umurku 8tahun dan bersekolah di SD Permata Hati 1 kelas 4.Papaku (Mas Addie MS hehehe) adalah seorang musisi ,mempunyai sekolah musik yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.Mamaku sudah meninggal,kata papa mama wafat ketika aku baru berumur 2 tahun.Walaupun terkadang aku suka iri melihat teman-temanku dengan mamanya,tapi aku bahagia sekali punya papa yang sangat menyayangiku.Namun papaku tidak suka kalau aku belajar nge-dance.Aku sendiri tidak tahu alasannya kenapa.Dia lebih menginginkan aku kelak menjadi seorang musisi.Di sinilah kisah ini berawal.Aku secara diam-diam belajar nge-dance dengan 2 sahabatku.Kami di ajari Kak Edo (Ko Edo LMSC hehehe ),kakak dari salah satu teman dance-ku.Sudah 2 tahun aku dan teman-temanku di ajari dance sama Kak Edo.Sekarang aku sudah pintar nge-dance dan menguasai bermacam-macam tekhnik dance.Crumping,Popping,Locking,Hand Hop,dll.Hehehehe ... Nah Brandonizer,ikuti ceritaku yaa..... Semoga kalian terhibur .... I LOVE YOU ALL ... :-D
Minggu, 03 April 2011
Prakata
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah sudi meng-add FB saya (Chu-x Interisti Lilhero) dan follow twitter saya (chuxkocax).
Cerita ini terinspirasi dari sebuah ajang pencarian bakat (IMB) Trans Tv dan hanya fiktif belaka hanya untuk kepentingan hiburan semata.
Special thanks to :
-Brandon De Angelo dan Brandonizernya,
-Fay Nabila Ryzka dan Faynaticnya,
-JP Millenix dan Millenixernya,
-IMB dan IMB Lovers nya,
-Seluruh BNZ yg sudah mensupport saya sehingga tulisan ini bisa di nikmati oleh kalian semua.
Semoga cerita ini bisa diterima dengan baik oleh kalian semua.
Kritik dan saran tetap saya butuhkan agar ke depannya bisa lebih baik lagi.
Kritik dan saran bisa langsung lewat FB,twitter atau email kocax_pisan@rocketmail.com.
Terimakasih dan selamat membaca.
Salam Brandonizer ....
(Chu-x)
Senin, 14 Maret 2011
Hai All... !!
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat kalian yang telah meluangkan waktunya untuk membaca cerita saya,cerita ini hanya fiktif dan hanya satu dari sekian banyak cerita yang di buat oleh salah satu fans dari seorang penari hip hop cilik yaitu Brandon De Angelo.
Tulisan ini sebagai wujud apresiasi saya sebagai seorang fans.Hehehe...
Mungkin nantinya tulisan ini tidak hanya berkisah tentang dia,akan ada banyak cerita-cerita lainnya yang akan aku tulis di blog ini.
Terimakasih dan selamat membaca !!
BNZ KOMPAK ABBEEZZ... !!
:D
Tulisan ini sebagai wujud apresiasi saya sebagai seorang fans.Hehehe...
Mungkin nantinya tulisan ini tidak hanya berkisah tentang dia,akan ada banyak cerita-cerita lainnya yang akan aku tulis di blog ini.
Terimakasih dan selamat membaca !!
BNZ KOMPAK ABBEEZZ... !!
:D
Label: Novel Fiksi Brandon
Prakata
Langganan:
Postingan (Atom)
