Sambil menunggu kabar dari panitia lomba di Jakarta,aku dan kak Fay tetap latihan di gudang walaupun tidak serutin saat sebelum membuat video untuk lomba.Paling seminggu kami latihan dua sampai tiga kali.Setiap hari Minggu,kak Fay dan aku tetap mencari uang dengan menari di taman tempat orang-orang berolahraga pagi.Kata kak Fay sih buat bekal ke Jakarta.Itu juga kalau lolos,kalau nggak ?? Hehehe.. habisnya sudah satu bulan nunggu,belum dapat kabar juga.
"Kok belum dapat kabar ya Ndon ?? Padahal sebentar lagi sudah mau ulangan semester,"kata kak Fay ketika kami telah selesai ngamen di taman kompleks yang jaraknya jauh dari rumahku.Kami memang selalu berpindah-pindah tempat supaya orang-orang yang melihat tidak bosan.
"Kalau nggak dikabarin berarti kita nggak lolos kak,"jawabku pesimis sambil menyeruput jus mangga di bangku taman.
"Nggak mungkin Ndon,kakak yakin kita pasti lolos.Jangan-jangan videonya nggak nyampe ya Ndon,"sangkalnya dengan raut muka khawatir.
"Ya bisa jadi kak.Kak Fay jangan terlalu optimis,ntar kalau gagal bisa kecewa banget kak,"jawabku berpikir realistis untuk menenangkan kak Fay.
"Tapi kak Fay yakin Ndon,soalnya kakak pernah mimpiin kamu,"terangnya membuatku tersedak jus mangga yang sedang aku minum.
"Lha,apa hubungannya kak??"tanyaku tak mengerti dan sedikit malu mendengar kata-kata kak Fay kalau aku ternyata pernah hadir di mimpinya dia. (Ehmm.. :D)
"Iya Ndon,kak Fay mimpi kita jadi juara di lomba itu.Kak Fay seneeenngg... bangett.. kakak merasa mimpi itu pertanda kalau kita lolos seleksi Ndon,"kata kak Fay yakin.
"Huuhh.. kak Fay ada-ada saja.Eh tapi,aku juga pernah mimpiin kak Fay lho..,"lanjutku serius.
"Waahh.. mimpinya bagaimana Ndon??"tanya kak Fay penasaran sambil menghabiskan jus strawberry-nya.
"Brandon mimpi kita berdua ada di taman yang indaaahh.. bangett.Banyak bunga-bunga berwarna-warni tumbuh di sana.Ada yang putih dan ada yang merah,setiap hari kusiram semua,mawar melati semuanya indah.Hehehehe.."
"Yee.. itu mah lagu Look at My Garden.. "potong kak Fay manyun.
"Eh tapi beneran kak.Aku mimpi kita tuh ada di taman yang indah banget.Di sana kita main sama-sama,ngejar kupu-kupu yang berterbangan.Terus aku bercanda-canda sama kak Fay,bikin kak Fay gemas sama aku dan aku berlari-lari untuk menghindari cubitan kak Fay.Seru deh pokoknya.."
"Terus..terus..," kak Fay mulai senang dengan ceritaku.
"Aku terus berlari dan kak Fay juga terus membuntuti Brandon di belakang.Tapi nggak lama,Brandon nggak ngedenger lagi suara langkah kaki kak Fay.Eh,pas Brandon nengok ke belakang,kak Fay sudah nggak ada,hilang entah kemana dan itu membuat Brandon kebingungan kak,"aku berhenti sejenak untuk menghabiskan jus manggaku.
"Nah lho.. memangnya kak Fay hilang kemana Ndon?"tanyanya tidak sabar ingin mendengarkan kelanjutan mimpiku.
"Nggak tahunya,kak Fay terjatuh gara-gara nginjek kotoran sapi.Hahahaha..."
"Iiihh... jorok banget sih...Hmm.. kamu pasti bohong.Ya kan ?? Ayo ngaku.. hemmph ??"kak Fay mencubit lenganku gemas.
"Ad.. aduh.. aduh.. kak am.. ampuunn kak.. !!"aku meringis kesakitan.Akhirnya kak Fay pun melepaskan cubitannya.
"Huuhh.. dasar rese.. !!"gerutu kak Fay ngambek membuatku tertawa geli.Hihihihi...
"Lagian,ini kan mimpinya Brandon,kok kak Fay protes sih??Kan bukan keinginan Brandon mimpiin kak Fay nginjek kotoran sapi.Emang mimpi bisa request ?? Hahahaha... "kak Fay semakin cemberut dan memelet-meletkan lidahnya ke arahku.
"Kak Fay juga pernah mimpi,kak Fay mimpi kamu nginjek..."
"Enggak dengeerrr.. enggak dengerrr... enggak dengeerr.. "aku menutup kupingku sambil bernyanyi-nyanyi ria.Ku goyang-goyangkan juga kepalaku untuk mengacuhkan cerita kak Fay.
"Iiihh.. nyebelin.. nyebelin.. nyebeliiinn.. "kesal kak Fay sambil mencoba melepaskan tangan yang ku gunakan untuk menutup kedua telingaku.Hahahaha.. aku tertawa melihat wajah kak Fay yang semakin kesal.Aku terus berusaha menghindari tangan kak Fay dan ketika ada kesempatan,aku berlari meninggalkannya menuju sepedaku.
"Heyy.. anak nyebeliinn.. tungguiinn.."teriak kak Fay sambil menenteng mini compo dan karpet gulungnya.Kalau nggak kasihan,sudah aku tinggalin tuh.Hehehehe...
***
Aku duduk di kursi ruang tengah sambil cekakakan.Aku lagi baca buku Olga karangan om Hilman Hariwijaya yang super kocak.Buku ini aku dapat dari rak buku yang ada di ruang kerja papaku.Eitss.. bukan Olga Syahputra lho.. tapi Olga di sini tuh cewek tomboy yang masih SMA,punya hoby maen sepatu roda dan karakternya kocak banget.Apalagi kalau sudah ketemu sahabatnya yang bernama Wina.Waahh.. kekonyolan-kekonyolan pun akan terjadi di situ.Kata papa,dulu pernah ada filmnya.Tokoh Olga di peranin sama tante Desi Ratnasari sedangkan tokoh Wina di peranin sama teteh Nike Ardilla (almh).
Aku cekakakan sendirian ketika membaca ulah Olga yang lagi latihan sepatu roda di dalam rumahnya.Walhasil,barang-barang kesayangan maminya yang ada di dalam rumah pada pecah berantakan kena senggol Olga sampai-sampai dia di lempar sendal jepit sama maminya yang tepat mendarat di jidatnya.Hahaha... Olga sengaja latihan di dalam rumah soalnya dia mau ikutan lomba balapan sepatu roda.Supaya lebih lihai mainnya,dia ngelakuin apapun tanpa melepaskan sepatu rodanya.Nyuci,nimba,ke sekolah,ke kamar mandi,walaaahh.. sampai tidurpun pake sepatu roda.Wkwkwkwkwk.. Gokiilll...
Papa yang dari tadi sedang milih-milih channel TV melirik ke arahku.Mungkin dia bingung dengan acara TV yang kebanyakan sinetron semua.
"Heeh.. jangan berisik !! Cekakakan sendirian,"sewot papa ke arahku.
"Biarin.. huuh.. papa ngiri aja nih,"sahutku tanpa melepaskan pandanganku ke buku yang kertasnya sudah kuning itu.
"Tidur sana,sudah malam banget Ndon,"kata papa menyuruhku beranjak ke kamar.
"Tanggung pa,sebentar lagi bacaannya selesai nih,"tolakku.Papa merebut bukuku dan menjauhkannya dariku.
"Ah.. papa nggak asyik nih,"rutukku kesal.
"Besok lagi sayang,ini sudah jam setengah sebelas malam.Nanti kamu kesiangan lagi,"kata papa sambil memencet hidungku.
"Eh pa,sebentar lagi kan ujian semester,kalau Brandon juara,Brandon boleh minta sesuatu nggak??"tanyaku sama papa.
"Hmm.. memangnya kamu mau minta apa Ndon ??"sahutnya penasaran.
"Nanti saja pa,kalau aku juara.Hehehehe.. "
"Huuhh.. ya sudah,papa usahain ya sayang,"kata papa sambil merangkulku dan menidurkanku di pangkuannya.
"Papa marah nggak kalau Brandon pengen belajar nge-dance lagi ??"aku bertanya dengan hati-hati,takut papa marah sama aku.Papa menghela nafas panjang sejenak dan mengusap kepalaku yang berada di pahanya dengan lembut.
"Maafin papa sayang,papa belum siap melihat kamu nge-dance,"jawab papa lirih.
“Iya pa,maafin Brandon ya pa,Brandon ngerti kok,papa pasti teringat mama kalau Brandon nge-dance dan itu bikin papa sedih karena Brandon tahu,papa sangat sayaaang sekali sama mama…”
“Dan juga kamu Ndon..”potong papa sambil mencium keningku.Aku tersenyum ke arahnya dan dia mengusap kepalaku lembut.
“Ya sudah,kamu tidur ya,sudah malam nih,”papa kembali menyuruhku pergi ke pulau kapuk.
“Gendoong…,”rengekku manja.
“Wuidiihh.. udah gede masih minta gendong,”
“Biarin,”aku merentangkan tanganku meminta papa untuk menggendongku.Papa pun mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar.
“Dasar manja.. papa laporin kak Fay lho,”ancam papa ketika merebahkan tubuhku di kasur.
“Jangan pa.. ntar Brandon di ledekin sama dia,”cegahku membuat papa terkekeh.
“Hahaha…”papa tertawa sejenak lalu menyelimuti tubuhku.
“Met tidur sayang,”papa mencium keningku dan berlalu meninggalkan kamarku setelah mematikan lampunya terlebih dahulu.
“KLIK!!”
***
“Brandoonn !!”panggil kak Fay saat aku berada di kantin sekolah.Aku menoleh ke arah pintu kantin dan dari sana kak Fay berlari ke arahku.
“Maaf ya,Brandon nya kakak pinjam dulu.Hehehe..”izin kak Fay sama teman-temanku yang ada di sana.Anna,Ziha, Andz dan Adhie.
“Ada apaan sih kak ??”tanyaku melepaskan sendok dan garpu yang aku gunakan untuk makan mie bakso.
“Ayo ikut kakak,kak Fay mau ngomong sesuatu,”kak Fay menarik lenganku tak sabar.
“Tapi kak..”aku berusaha menolak karena makanan dan minumanku belum habis.Mana sudah janji mau nraktirin lagi.
“Ayo Ndonn..”paksa kak Fay.Aku buru-buru menyeruput es teh manis yang ada di meja.Teman-temanku hanya menatap ulah kami dengan senyuman penuh selidik.
“Maaf ya teman-teman,aku pergi dulu.Makanannya talangin dulu ya.. NANTI AKU GANTII…”sahutku berteriak karena kak Fay telah menyeretku menjauhi meja kantin yang di huni teman-temanku.
“Yaahh… masa aku lagi sih yang bayarin?”teriak Anna sambil cemberut.
“Ada apaan sih kak?”tanyaku setelah kami sampai di gudang yang biasa kami gunakan untuk latihan.Kak Fay melepaskan cengkraman tangannya dan menatapku dengan senyuman yang tak seperti biasanya.
“Brandonn!!”tiba-tiba kak Fay memelukku erat sambil menangis membuat aku menjadi kebingungan.Tadi kak Fay senyam-senyum,sekarang malah nangis.
“Kenapa nangis kak?jangan bikin Brandon bingung dong,”sahutku.Kak Fay melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata yang ada di sudut matanya sambil tertawa.
“Kak Fay nangis karena seneng Ndon.Kamu lihat ini !!”kak Fay memperlihatkan amplop putih di tangannya.
“Amplop apaan itu kak ?? isinya uang Gayus ya??”tanyaku penasaran. (hahaha… GUBRAKK!!)
“Surat dari Jakarta Ndon.. kita LOLOSS !!”teriaknya sambil kembali memelukku.Aku seperti tak percaya dan hanya diam mematung sambil mencerna rasa apa sebenarnya yang sedang aku rasakan saat ini.
“Lolos?Benarkah?Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini?Kenapa jantungku malah berdetak begitu kencang?Selain senang,ada perasaan lain yang menyelusup di benakku.Rasa was-was sepertinya lebih besar daripada rasa senang yang menyeruak di hatiku.
“Kenapa Ndon??Kamu nggak seneng??”tanya kak Fay curiga dengan ekspresiku.
“Seneng sih kak,tapi Brandon juga bingung kak.Bagaimana caranya kita pergi ke Jakarta??”tanyaku membuat kak Fay berhenti tersenyum.
“Ndon,kakak kan punya kakak yang tinggal di Jakarta,kita bisa tinggal di sana.Kita pergi dari sini dengan kereta.Sampai di stasiun Jakarta,kak Fay tinggal telepon kakakku buat jemput kita di sana.Kita berdua pasti nyampe kok,”
“Berdua??”tanyaku lagi.
“Iya berdua,memang kenapa?kamu takut??”tanya kak Fay seperti meremehkanku.
“Kak,aku nggak pernah pergi jauh tanpa di dampingi orang yang lebih dewasa.Apalagi ke luar kota.Inget kak,JAKARTA !!”aku menekankan kata Jakarta untuk memperingatkan kak Fay karena aku sering mendengar banyak orang yang merantau ke sana dan hanya menambah beban kota Jakarta saja walaupun tak sedikit pula yang meraih sukses di kota terpadat itu.
“Ndon,kita ke sana punya tujuan,yaitu mengikuti lomba dance,dan disana juga kita punya orang yang seratus persen dapat di percaya,yaitu kakakku.Lagipula tahun lalu kak Fay liburan ke sana kok.Jadi kak Fay yakin kita nggak bakalan nyasar,”penjelasan kak Fay membuatku sedikit lega.
“Bener kak Fay pernah ke sana??”tanyaku kurang percaya.
“Iya Ndon,tahun kemarin kak Fay liburan di Jakarta selama dua minggu.Jadi kamu nggak usah khawatir ya??”kak Fay menepuk pundakku mencoba meyakinkanku dan aku pun tersenyum ke arahnya.
“Tapi kak,aku juga masih bingung,gimana caranya bilang sama papa??Papa pasti nggak bakalan ngijinin aku pergi kak,”pertanyaanku kali ini membuat kak Fay harus berpikir agak lama.
“Begini saja Ndon,nenek kak Fay tinggal di desa Randutawang di Jombang sana.Kamu bilang saja sama papa kamu kalau kamu mau liburan ke sana bareng kak Fay.Nanti kakak juga bakalan bilang begitu sama orangtua kak Fay.Jadi nggak bakalan ada yang curiga.Mereka tahunya kita pergi ke sana.Padahal kita berdua ke Jakarta,gimana Ndon??”kak Fay meminta persetujuanku.
“Randutawang?? Jombang??”aku mengerutkan kening,merasa asing dengan nama daerah itu.
“Ndon,untuk saat ini cuma itu cara satu-satunya.Nanti kalau ada ide yang lebih bagus,kak Fay cari solusi lain.Tapi menurut kakak,itu jalan terbaik.Di sana nggak ada telepon,jadi nggak ada yang bisa mengecek ke tempat nenek kak Fay,”ujarnya bersemangat.
“Iya kak,aku bakalan coba ngomong sama papa,”sahutku lagi walaupun aku masih ragu dengan jawaban papa nanti.Rasanya mustahil papa ngijinin aku pergi ke luar kota,ke rumah om Jun yang jaraknya hanya enam kilometer saja,aku mesti ada yang nganterin.Gimana ke luar kota??Walaahh…
Aku kembali lagi ke kantin dan ternyata di sana masih ada teman-temanku yang sudah selesai makan dan lagi asyik mengobrol.
“Yess.. nggak jadi aku yang bayar,”teriak Anna girang menyambut kedatanganku.Aku lihat mie baksoku masih ada dan posisinya masih sama seperti saat aku tinggalkan tadi.Setengah melamun,aku menyendok mie baksoku beserta kuahnya banyak-banyak dan…
“Buaahhh…”aku mengeluarkan kembali semua makanan yang ada di mulutku ke dalam mangkok karena mie baksoku rasanya sudah berubah menjadi mie bakso pedas abbeezz…
“Hahh.. sshh.. hah.. ssh..”aku mengipas-ngipas mulutku sambil mencari-cari air minum.Tapi semua minuman teman-temanku termasuk minumanku yang ada di atas meja telah habis tanpa tersisa setetespun.
“Hahahaha.. teman-temanku menertawaiku membuat aku melotot ke arah mereka. (memangnya Brandon bisa melotot ya?? Hahaha…PLETAKK !!).Aku berlari menemui si bibi kantin dan diapun segera memberikanku segelas air putih yang langsung aku tenggak sampai habis.
“Siapa nih yang sudah ngerjain aku??”tanyaku saat kembali ke meja kantin sambil menenteng minuman dingin di plastik yang masih banyak es batunya.Aku menatap satu persatu teman-temanku yang sedang cekikikan.
“Bukan aku Ndon,”Anna mengangkat kedua tangannya.
“Aku juga bukan Ndon,”sangkal Ziha dan kini mataku tertuju ke arah Andz dan Adhie.
“Bukan aku Ndon,”sergah Andz.
“Aku juga ndak ngerjain kamu kok,”mereka semua nggak ada yang mau mengaku.
“Bukan aku bukan aku,terus siapa anakku ?? anakku tertukar !! eh… terus siapa yang ngerjain aku?? Hantu ??”bentakku kesal.
“Meneketehe… !!”teriak teman-temanku kompak.
“Hmm.. awas saja kalau ketahuan siapa pelakunya,pasti aku balas,”gerutuku dalam hati.
“Setelah aku membayar semuanya,kami kembali menuju kelas.Aku membawa minumanku di plastik karena mulutku masih terasa pedas dan panas.Aku masuk ke dalam kelas tanpa di ikuti Andz dan Adhie yang tadi membuntuti di belakangku.
“Huuhh.. kemana sih mereka??Padahal bel masuk sudah bunyi tuh,”rutukku mulai curiga dengan mereka berdua.
Aku duduk di kursiku di dekat jendela dan dari sana aku bisa menatap koridor di luar kelas.
“Lha,itu Andz sama Adhie,lagi ngapain tuh berduaan berdiri di koridor dekat jendela??”aku merapatkan telingaku di dinding yang dekat dengan mereka untuk mendengarkan percakapan keduanya.Mereka tidak tahu kalau dari dalam kelas aku bisa menguping pembicaraan mereka yang ada di balik dinding luar kelas.
“Sini dua ribu,aku kan udah berhasil ngejailin Brandon,”kata Adhie.
“Hmm.. oke deh.. kali ini kamu yang menag,”jawab Andz membuat aku manggut-manggut.
“Sial,aku di jadiin bahan taruhan,awas saja ya,mau ngelawan anak jail?hahaha..”aku kembali ke bangkuku dan segera melancarkan serangan balasan.Ku taruh es batu dari minumanku di kursi teman sebangkuku Andz dan di kursi Adhie yang duduk di depanku.Hmm… bagus.. es nya cepat mencair,tinggal selangkah lagi.Hehehe…
Tidak lama kemudian,aku melihat Andz dan Adhie masuk dari pintu kelas dan berjalan ke arahku sambil cekikikan.
“Wooyy… ada pak Kepsek.. cepetan duduk !!”teriakku membuat seluruh penghuni kelas yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing segera menuju bangkunya dan duduk dengan rapi,termasuk Andz dan Adhie yang langsung duduk di kursinya tanpa melihat-lihat dulu.
“Mana pak Kepsek nya Ndon??”tanya Agunk,si ketua murid membuat aku tertawa cekakakan.Bukan hanya karena aku berhasil ngerjain teman-teman sekelasku,tapi karena Andz dan Adhie juga yang telah berhasil aku balas.Teriakan “Huu..” menggema memenuhi seisi kelas.
“Eh kok pantatku dingin ya??”celoteh Andz,teman sebangkuku membuat aku semakin terpingkal-pingkal.Andz beranjak dari kursi dan melihat celananya sudah basah,begitu pula dengan Adhie,keduanya langsung melotot ke arahku.Hahahaha…
“Wooyy.. teman-teman,ada yang ngompol di kelas nih !! Tuh lihat,celananya sampai basah gara-gara takut sama pak Kepsek.Hahaha…”teriakku membuat mata teman-teman sekelasku tertuju ke arah celana Andz dan Adhie yang sudah basah.
“Hahahaha….”seluruh kelas kembali riuh dengan tawa cekakakan.Ledekan-ledekan pun terlontar untuk Andz dan Adhie.
“Lain kali bawa pampers biar nggak bocorr.. hahaha..”teriak Arya.
“Bawa pispot aja ke dalam kelas,”lanjut Novita membuat suasana semakin meriah.Wkwkwkwkwk…
“Makanya,jangan jail sama aku,”sungutku ke arah Andz dan Adhie dengan senyum kemenangan.
Hehehehe…
***
Sabtu, 11 Juni 2011
JAKARTA SEMAKIN DEKAT *part.14*
Sudah hampir dua minggu kami latihan rutin di gudang sekolah.Kini aku dan kak Fay sudah siap untuk membuat video yang akan kami kirim ke panitia lomba di Jakarta.Akhirnya dengan bantuan Pak Dahman,video itu telah jadi dan siap untuk dikirim.Tapi sampai sekarang,aku belum mendapatkan tanda tangan surat izin dari papa.Kak Fay sendiri sudah menyelesaikan tugasnya dengan meminta tanda tangan Pak Kepsek.Dia sengaja meminta Pak Kepsek untuk menanda tangani dua surat izin dengan alasan takut yang satunya robek,rusak,hilang dan seabrek alasan klise.Tanpa merasa curiga sedikitpun,Pak Kepsek menandatangani kedua surat izin itu.
“Tinggal surat izin dari papa kamu nih !!”sahut kak Fay ketika kami sedang asyik makan nasi goreng yang aku bawa dari rumah.Oh iya,nasi goreng ini buatan aku sendiri lho.. Aku memang minta di ajarin bikin nasi goreng sama papa.Pertama bikin,rasanya nggak karuan.Hahaha… tapi sekarang,aku sudah bisa bikin nasi goreng yang rasanya nggak kalah lezat dengan nasi goreng buatan papaku.
“Iya kak,sebentar lagi aku pasti bisa ngedapetin tanda tangan papa !”jawabku sambil menyendok nasi goreng.Habis latihan memang membuat kami lapar.Jadi aku dan kak Fay setiap latihan selalu membawa bekal dari rumah secara bergantian.Sepuluh menit sebelum waktu istirahat usai,kami selalu makan bersama di gudang.
“Ndon.. nasi goreng buatan papa kamu enak banget ya ??”kata kak Fay sambil menyendok nasi goreng dari tempat nasiku.Aku tersenyum mendengar ucapannya.Hmm.. kak Fay nggak tahu kalau nasi goreng ini buatanku sendiri.Hihihihi…
“Wooyy.. senyam-senyum sendirian.. !!”bentak kak Fay membuatku kaget.
“Huuhh.. kak Fay ngagetin aja nih.. !!”jawabku sambil tertawa geli saat melihat muka kak Fay.
“Kenapa ketawa ??”tanyanya.
“Nggak apa-apa kak !! Hahaha… “aku tak bisa berhenti tertawa.
“Ngga apa-apa kok ketawa terus ?? Ada apaan sih ??”kak Fay penasaran.
“Di bilangin nggak ada apa-apa juga !! Aku lagi pengen ketawa aja kak !! Hahaha… !!”
“Dasar aneh.. !!” gerutu kak Fay.
Akhirnya habis juga nasi gorengku.Kami segera membereskan semuanya.Aku dan kak Fay keluar dari gudang dan bergegas menuju ruang kelas masing-masing karena sebentar lagi bel tanda istirahat akan segera berdentang.Tapi di koridor kelas tiga,kami berpapasan dengan kak Ratih yang juga sedang bergegas menuju kelasnya.
“Ciyee.. berduaan mulu nih.. !! Waahh.. Fay nggak bagi-bagi nih habis makan nasi goreng bareng Brandon !!”kak Fay bengong mendengar kata-kata kak Ratih.
“Wah.. jangan-jangan dia ngeliat aku di gudang !!”batin kak Fay.
“Idiiihh.. siapa juga yang habis makan nasi goreng.. sok tahu.. !!”kak Fay mengelak.
“Ya tahu lah Fay.. tuh… di dagu kamu ada nasi goreng nempel tiga biji !! Lagian makan kok di sisain gitu ?? Hahahaha.. !!”ledek kak Ratih membuat kak Fay segera mengusap bagian dagunya untuk menyingkirkan nasi goreng yang nongkrong di sana.Kak Fay melirikku dan aku langsung lari tunggang langgang menuju ke kelasku sambil tertawa terbahak-bahak.Daripada di cubitin kak Fay,mendingan kabur duluan.Hahahaha…
“BRANDOONNN.. !!”teriak kak Fay membuatku semakin lemas karena berlari-lari sambil tertawa.
“Bukannya ngasih tahu malah ngediemin.. !! Awas kamu yaa.. !!”kak Fay terus berteriak walaupun aku sudah jauh dari hadapannya.
Hahahaha.. Kak Fay.. Kak Fay.. Lucu banget sih.. !! Hahahaha….
***
Aku ragu untuk masuk ke ruang kerja papaku.Jantungku berdegup kencang sambil memegangi buku PR dan surat izin yang telah aku modif.Aku akan pura-pura kalau surat izin itu adalah lembar soal.Terus di atasnya aku tempel kertas yang pura-puranya itu adalah kertas jawaban dari kertas soal gadungan itu.Semoga saja papa tidak memeriksanya dahulu.Akhir-akhir ini aku memang rutin meminta tanda tangan papa,baik itu di buku PR ku,catatan,LKS,lembar soal,pokoknya apa saja.Sekarang papa jadi jarang meriksain tugas-tugasku.Dia bakalan langsung menanda tangani kertas yang ku sodorkan tanpa memeriksanya terlebih dahulu.Mungkin dia bosan karena setiap hari aku selalu meminta dia untuk menggoreskan tanda tangannya.Hehehe.. Semoga saja kali ini juga begitu.
Aku masuk ke ruang kerja papaku dan menghampiri dia yang sedang sibuk mengaransemen sebuah lagu.
“Hmm.. kesempatan bagus,papaku lagi sibuk nih !!”pikirku walaupun masih dengan perasaan was-was.
“Pa,tanda tanganin dong.. !!”pintaku sambil menyodorkan buku PR dan surat izin yang telah aku akali itu.
“Nanti saja Ndon,papa lagi sibuk nih !!”jawabnya tanpa melepaskan pandangannya ke layar monitor yang ada di hadapannya.
“Yaahh.. papa,cuma tiga tanda tangan doang pa.. !!”jawabku.
Papa melirikku,ku tunjukan di mana papa harus membubuhkan tanda tangannya.
“Di sini pa !!”kataku sambil menempatkan jempolku di lembar buku PR ku dan papa segera menanda tanganinya.Saat ku taruh lembar surat izin yang di atasnya ada lembar jawaban gadungan di meja papa,jantungku terasa mau copot !! Papa melihat nilai sempurna di kertas jawaban palsuku.Dia tersenyum dan tanpa banyak bicara papa segera memberikan tanda tangannya.
“Di lembar soalnya juga dong Pa !!”sahutku sambil menunjuk bagian mana yang harus di tanda tanganinya.Ya ampunn.. aku serasa ingin pingsan saat menyuruh papa untuk menanda tangani surat izin itu.Dan..
“Srett.. srett.. srett.. !!”papa telah selesai membubuhkan tanda tangannya di kertas itu.
“Fiuhhh…”perasaan lega langsung menyeruak di dadaku.Rasanya ingin sekali aku melonjak-lonjak di hadapan papa saat itu juga.Tapi aku berusaha menahannya.Waahh.. rencanaku berhasil dengan sempurna.Yess… !!!
“Makasih pa.. !!”aku mencium papaku dan segera berlari menuju kamarku,meninggalkan papa yang terbengong-bengong karena ulahku.Aku mengunci pintu kamarku dan meluapkan kesenanganku karena aku telah berhasil membuat papa menanda tangani surat izinku.
“Yeahh… berhasil… berhasil… !!”aku melompat-lompat menirukan gaya Dora.Tak hanya itu,aku juga meluapkan kegembiraanku dengan berguling-guling di kasur,menggigit-gigit bantal dan selimut serta menimang-nimang bantal guling seperti sedang menimang bayi.Kemudian tertawa-tawa sendirian,nari hip-hop nggak karuan seperti orang gila.
“You a star.. baby you a star.. you a sta.. a.. a... ar.. you a sta.. a.. a.. ar.. Cause when you shine.. baby when you shine… when you shi.. i.. i.. in.. when you shi.. i.. i.. in.. !!”aku menyanyikan lagu miliknya Will.i.am yang judulnya She’s a Star dengan tempo cepat sambil ber-crumping ria.Padahal,tuh lagu temponya nggak cepet-cepet amat.Hahaha..
Setelah puas meluapkan kegembiraanku,aku segera meluncur ke rumah kak Fay dengan menenteng surat izizn dari papaku.Di perjalanan menuju rumah kak Fay,aku tak henti-hentinya bersenandung ria.Syalalalalala.. !! :D
***
TOK.. TOK.. TOK..
“Kak Fay.. !!”
TOK.. TOK.. TOK..
“Kak Fay.. !!”aku berteriak-teriak di depan pintu rumah kak Fay karena nggak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini sama dia.
“Iya sebentar.. !!”teriak kak Fay dari dalam.Tak lama kemudian kak Fay membukakan pintu dan berdiri di hadapanku.Aku mengacungkan amplop coklat ke arahnya.
“Apaan tuh Ndon ??”tanya kak Fay penasaran.
“Surat izin dari papa kak !!”jawabku dengan senyum lebar di bibirku.
“Yang bener Ndon ?? kok bisa ??”tanyanya tak percaya.
“Beneran kak !! Siapa dulu dong.. Brandon De Angelo.. Hehehehe.. !!”
“Waahh.. akhirnya.. !!”kak Fay memelukku dan kami melompat-lompat kegirangan.
“Horree.. kamu hebat Ndon.. !!”katanya lagi tanpa melepaskan pelukannya dan kami terus melompat sambil berpelukan.
“Ehmm.. ada apaan nih ?? Kayaknya lagi pada seneng banget,”tanpa kami sadari tante Jessica (Jessica BNZ hahaha..), mamanya Fay sudah ada di antara kami.Aku dan kak Fay spontan melepaskan pelukan kami.Hatiku berdegup kencang tak karuan karena malu kepergok sedang pelukan dengan anaknya.
“Nggak apa-apa kok ma.. hehehe..”jawab kak Fay sambil terkekeh.Aku melirik ke arah kak Fay yang sedang menggaruk-garuk kepalanya.Aku lihat mukanya sudah memerah.Waduh.. jangan-jangan mukaku juga sudah ganti warna… hahaha.. Tante Jessica hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum ke arahku.Aku hampiri dia dan mencium tangannya.
“Siang tante.. !!”salamku.
“Siang Ndonn.. Oh iya,kamu sudah makan siang belum ??”tanya mama Fay sambil mengusap rambutku.Aku menggelengkan kepalaku.Ya,aku memang belum sempat makan siang.Saking senangnya aku jadi lupa makan dan langsung pergi ke rumah kak Fay.
“Ya sudah,kebetulan tante sama Fay baru mau makan siang nih.Kamu ikut makan bareng saja ya,”ajak mamanya kak Fay.
“Nggak usah tante,Brandon makan di rumah saja !!”jawabku.Aku memang nggak biasa makan di rumah orang lain,kecuali di rumah om ku,om Jun.
“Ya sudah… kalau kamu nggak mau makan bareng tante sama Fay,kamu jangan pernah ke sini lagi dan main sama kak Fay !!”ancamnya membuatku melirik ke arah kak Fay yang sedang terkikik seolah mengumpat kepadaku. “Emang enak ??” hahaha..
“Iya deh Tan.. “jawabku mengalah.Tante Jessica kembali tersenyum ke arahku dan menuntunku masuk ke ruang makan di ikuti oleh kak Fay di belakangku.
Wuiihh.. kelihatannya makanannya enak-enak nih.. Ada ayam goreng kesukaanku tuh... Awalnya aku malu-malu buat makan.Tapi tante Jessica sudah mengambilkan nasi untukku.
“Sudah tante.. jangan banyak-banyak !!”cegahku karena aku lihat porsi nasinya kebanyakan.
“Biar kenyang Ndonn.. !!”jawabnya sambil menaruh piring berisi nasi di hadapanku.
“Lauknya ambil sendiri ya,”lanjutnya lagi dan dia pun kembali menyendok nasi buat kak Fay.Aku ragu untuk mengambil lauk.Sebenarnya aku pengen banget ngambil sayap ayam goreng itu.Wahh.. pasti enak banget tuh.. Aku menelan ludah dan..
“Nih… jangan di liatin doang.. !!”kak Fay mengambilkan ayam goreng yang aku inginkan ke piringku membuat aku malu sama tante Jessica.
“Brandon suka banget sama ayam goreng lho Ma.. !!”kata kak Fay ke mamanya.
“Wahh.. kebetulan ya,padahal jarang-jarang lho ada menu ayam goreng.Hehehe.. !!”tante Jessica berkelakar membuat aku dan kak Fay ikut tertawa.
Aku makan dengan lahap.Kalau nggak malu,aku pasti sudah nambah.Hehehe.. makanannya memang enak banget.Sambil makan,kak Fay tak henti-hentinya menggodaku.Dengan jari kakinya,dia mencubit kakiku di bawah kolong meja makan.Aku terpekik beberapa kali dan itu membuat tante Jessica melotot ke arah kak Fay.
“Fay.. jangan di gangguin dong.. !! Kebiasaan nih.. Nggak ada kakak kamu,Brandon yang jadi korban,”kata tante Jessica.
“Maaf ya Ndon,Fay tuh emang begitu.Kalau sudah ngumpul bareng sama kakaknya yang sekarang tinggal di Jakarta,pasti nih meja makan nggak bisa tenang.Saling tendang-tendangan lah,cubit-cubitan pake kaki,rebutan lauk,pokoknya nih anak berdua nggak bisa diem !!”
“Hahaha.. seru banget ya tan ??”sahutku.
“Seru apanya .. ?? justru bikin tante pusing .. !!”jawab tante Jessica membuat kami kembali tertawa.
Hmm.. coba aku punya sodara,pasti di rumah nggak bakalan sepi.Di rumahku cuma ada papa doank.Tapi aku seneng kok,papa dan aku juga kan sering bercanda,saling jail-jailan,ledek-ledekan.Aku bakalan ngambek kalau papa nggak mau ngalah.Hehehe.. curang ya ?? Pernah suatu kali aku ngambek sama papa hanya gara-gara ayam goreng.
Ceritanya,pas jam makan malam aku sudah tidur.Sebenarnya papa sudah bangunin aku buat makan malam.Tapi aku ngantuk dan menolak untuk ikut makan malam walaupun papa sudah mengiming-imingi aku dengan ayam goreng.Padahal waktu itu aku pengen banget bangun buat makan.Tetapi rasa kantukku tak bisa aku tahan sampai akhirnya aku tertidur lagi dan terbangun ketika sudah larut malam.Nah,pas bangun malam-malam,perutku kelaperan.Aku ingat kata papa ada ayam goreng.Aku lari saja ke dapur buat makan.Eh.. ayam gorengnya sudah nggak ada di sana.Aku kecewa dan kembali ke kamarku sambil menangis.Mungkin karena mendengar tangisanku,papa terbangun dan nggak lama kemudian dia masuk ke kamarku dan menanyakan kenapa aku nangis malam-malam.
“Ndon,kenapa nangis ??”tanya papa dengan raut muka khawatirnya.
“Papa jahat !! ayam goreng Brandon di habisin.. hiks.. hiks.. hiks.. “aku terus saja menangis meratapi nasib ayam gorengku.
“Ayam goreng apa Ndon ?? Papa nggak makan ayam goreng kok !!”jawab papa bingung.
“Bohong.. !! Buktinya ayam goreng Brandon nggak ada di meja makan.Huhuhu… Pokoknya papa harus beli lagi.Brandon mau makan ayam goreng.. !!”pekikku sambil terisak.
“Tapi ini kan udah malam banget Ndon,”
“Nggak peduli.. pokoknya Brandon mau ayam goreengg… Huhuhu.. “
“Dasar anak papa aneh… papa tuh nggak beli ayam goreng.Orang menu makan malam tadi kan sayur sop.Hmm.. jangan-jangan kamu habis mimpi ya ??”papa tertawa sambil mengusap-usap rambutku.Aku yang sudah terlanjur kesal sama papa tetap ngotot minta di beliin ayam goreng walaupun aku sadar ternyata itu cuma mimpi.
Akhirnya papa mengajak aku keluar untuk membeli ayam goreng meski sudah tengah malam.Kasihan juga papa,tengah malam begitu papa mesti nyetir mobil dan nyari-nyari tukang ayam goreng yang tak kunjung kami temui karena penjualnya sudah pada tutup.Sebagai gantinya akupun meminta papa untuk membelikan sate ayam yang kebetulan lewat di jalan karena aku merasa nggak enak sama papa.Huuhh.. gara-gara mimpiin ayam goreng aku jadi nyusahin papaku.Pa.. maafin Brandon ya.. Hehehe… papa memang the best !!.
“Tante,Brandon pergi dulu ya,”pamitku setelah makan siang sambil mencium tangan mama Fay.
“Lho,kok buru-buru ?? Nggak bantuin tante nyuci piring dulu ??”tanya tante Jessica.
“Hehehe.. ya udah deh.. Brandon bantuin,”
“Hahaha.. bercanda sayang.. Ya sudah,memangnya kalian mau pada pergi ke mana ??”tanyanya lagi.
“Mau ke rumah Nayla Ma,”samber kak Fay.
“Yo wes.. hati-hati ya,”
“Iya..,”jawab kami kompak.
Sehabis pamitan untuk yang kedua kalinya,aku dan kak Fay bersepeda ria menuju tempat jasa pengiriman barang.Memang agak jauh,tapi perjalanan ini tidak terasa melelahkan mengingat aku dan kak Fay masih dalam suasana happy.Hehehe…
“Kak,kok nggak lewat kantor pos saja sih ??”tanyaku sambil mensejajarkan sepeda kami.
“Lama Ndon,kan biar cepet nyampe videonya,”jawabnya sambil memeletkan lidahnya ke arahku.Aku jadi tergelitik untuk menggodanya.
“Di kantor pos padahal lagi ada lowongan lho kak.Cocok banget buat kak Fay,”
“Jiaahh… kakak kan masih kecil,mana boleh kerja di sana,”sergahnya.
“Lho,justru ini buat kerja sampingan saja kak.Kan lumayan buat nambah-nambah uang untuk kak Nayla,”jawabku serius.
“Emang kerjanya ngapain Ndon ??”tanya kak Fay mulai tertarik.
“Gampang kak,kak Fay tinggal berdiri di pojokan sambil melet-meletin lidah.Soalnya di kantor pos lagi kehabisan lem buat nempelin perangko !! Hahaha…”aku mempercepat laju sepedaku.
“BRANNDDOOONNN…,”teriak kak Fay ngambek sambil mengejarku.
“APPAAA.. ??”teriakku juga sambil terus tertawa.
“Awas kamu ya.. kalau ketangkep kakak cubitin sampe merah-merah,”ancamnya membuat aku semakin tak kuat menahan tawa.
“Coba saja kalau bisa.. Hahahaha… ,”
Kami terus berkejar-kejaran sambil tak henti-hentinya tertawa.
Hmm.. indahnya hari ini… sampai kapankah kebahagiaan ini terus berlanjut ?? Semoga.. selamanya.. Aku yakin,banyak jalan untuk meraih impianku.Mungkin ini salah satu jalannya dan aku harap semua berjalan dengan sempurna.
Do’ain kami terus ya sobat BNZ..
Hehehe… BNZ.. KOMPAK ABBEEZZZ… !!! :D
***
Hari ini kita tertawa,mungkin esok bisa saja menangis.
Hari ini kita bangkit,mungkin esok bisa kembali terjatuh.
Hari ini kita semangat,mungkin saja nanti kita mengeluh.
Tak ada yang abadi,semuanya akan berganti.
Tapi aku harap,semuanya bisa ku hadapi.
Tak peduli walau letih datang menghampiri.
Tak peduli meski sakit merintangi.
Aku harus tetap tegar untuk meraih mimpi.
Kini,do’a dan harapan aku sematkan di antara bintang bintang yang gemerlapan.
Bintang itu akan semakin terang ketika aku kian dekat dengannya.
Semoga tak terjatuh,semoga tak terhempas saat aku mulai berusaha menggapainya nanti.
Bintang itu harus kuraih,
Bintang itu harus ku genggam,
Agar aku bisa membagi cahayanya dengan orang lain.
Agar bintang itu menjadi bukti bahwa dengan kemauan dan kerja keras,
Kita bisa menggapai harapan yang kita impikan dari semasa kecil.
Terus berusaha kawan..
Dengan do’aku di belakangmu,
Aku akan selalu mengiringi langkahmu..
By: Brandonizer Station (Chu-x)
To: Brandon and Brandonizer.
***
“Tinggal surat izin dari papa kamu nih !!”sahut kak Fay ketika kami sedang asyik makan nasi goreng yang aku bawa dari rumah.Oh iya,nasi goreng ini buatan aku sendiri lho.. Aku memang minta di ajarin bikin nasi goreng sama papa.Pertama bikin,rasanya nggak karuan.Hahaha… tapi sekarang,aku sudah bisa bikin nasi goreng yang rasanya nggak kalah lezat dengan nasi goreng buatan papaku.
“Iya kak,sebentar lagi aku pasti bisa ngedapetin tanda tangan papa !”jawabku sambil menyendok nasi goreng.Habis latihan memang membuat kami lapar.Jadi aku dan kak Fay setiap latihan selalu membawa bekal dari rumah secara bergantian.Sepuluh menit sebelum waktu istirahat usai,kami selalu makan bersama di gudang.
“Ndon.. nasi goreng buatan papa kamu enak banget ya ??”kata kak Fay sambil menyendok nasi goreng dari tempat nasiku.Aku tersenyum mendengar ucapannya.Hmm.. kak Fay nggak tahu kalau nasi goreng ini buatanku sendiri.Hihihihi…
“Wooyy.. senyam-senyum sendirian.. !!”bentak kak Fay membuatku kaget.
“Huuhh.. kak Fay ngagetin aja nih.. !!”jawabku sambil tertawa geli saat melihat muka kak Fay.
“Kenapa ketawa ??”tanyanya.
“Nggak apa-apa kak !! Hahaha… “aku tak bisa berhenti tertawa.
“Ngga apa-apa kok ketawa terus ?? Ada apaan sih ??”kak Fay penasaran.
“Di bilangin nggak ada apa-apa juga !! Aku lagi pengen ketawa aja kak !! Hahaha… !!”
“Dasar aneh.. !!” gerutu kak Fay.
Akhirnya habis juga nasi gorengku.Kami segera membereskan semuanya.Aku dan kak Fay keluar dari gudang dan bergegas menuju ruang kelas masing-masing karena sebentar lagi bel tanda istirahat akan segera berdentang.Tapi di koridor kelas tiga,kami berpapasan dengan kak Ratih yang juga sedang bergegas menuju kelasnya.
“Ciyee.. berduaan mulu nih.. !! Waahh.. Fay nggak bagi-bagi nih habis makan nasi goreng bareng Brandon !!”kak Fay bengong mendengar kata-kata kak Ratih.
“Wah.. jangan-jangan dia ngeliat aku di gudang !!”batin kak Fay.
“Idiiihh.. siapa juga yang habis makan nasi goreng.. sok tahu.. !!”kak Fay mengelak.
“Ya tahu lah Fay.. tuh… di dagu kamu ada nasi goreng nempel tiga biji !! Lagian makan kok di sisain gitu ?? Hahahaha.. !!”ledek kak Ratih membuat kak Fay segera mengusap bagian dagunya untuk menyingkirkan nasi goreng yang nongkrong di sana.Kak Fay melirikku dan aku langsung lari tunggang langgang menuju ke kelasku sambil tertawa terbahak-bahak.Daripada di cubitin kak Fay,mendingan kabur duluan.Hahahaha…
“BRANDOONNN.. !!”teriak kak Fay membuatku semakin lemas karena berlari-lari sambil tertawa.
“Bukannya ngasih tahu malah ngediemin.. !! Awas kamu yaa.. !!”kak Fay terus berteriak walaupun aku sudah jauh dari hadapannya.
Hahahaha.. Kak Fay.. Kak Fay.. Lucu banget sih.. !! Hahahaha….
***
Aku ragu untuk masuk ke ruang kerja papaku.Jantungku berdegup kencang sambil memegangi buku PR dan surat izin yang telah aku modif.Aku akan pura-pura kalau surat izin itu adalah lembar soal.Terus di atasnya aku tempel kertas yang pura-puranya itu adalah kertas jawaban dari kertas soal gadungan itu.Semoga saja papa tidak memeriksanya dahulu.Akhir-akhir ini aku memang rutin meminta tanda tangan papa,baik itu di buku PR ku,catatan,LKS,lembar soal,pokoknya apa saja.Sekarang papa jadi jarang meriksain tugas-tugasku.Dia bakalan langsung menanda tangani kertas yang ku sodorkan tanpa memeriksanya terlebih dahulu.Mungkin dia bosan karena setiap hari aku selalu meminta dia untuk menggoreskan tanda tangannya.Hehehe.. Semoga saja kali ini juga begitu.
Aku masuk ke ruang kerja papaku dan menghampiri dia yang sedang sibuk mengaransemen sebuah lagu.
“Hmm.. kesempatan bagus,papaku lagi sibuk nih !!”pikirku walaupun masih dengan perasaan was-was.
“Pa,tanda tanganin dong.. !!”pintaku sambil menyodorkan buku PR dan surat izin yang telah aku akali itu.
“Nanti saja Ndon,papa lagi sibuk nih !!”jawabnya tanpa melepaskan pandangannya ke layar monitor yang ada di hadapannya.
“Yaahh.. papa,cuma tiga tanda tangan doang pa.. !!”jawabku.
Papa melirikku,ku tunjukan di mana papa harus membubuhkan tanda tangannya.
“Di sini pa !!”kataku sambil menempatkan jempolku di lembar buku PR ku dan papa segera menanda tanganinya.Saat ku taruh lembar surat izin yang di atasnya ada lembar jawaban gadungan di meja papa,jantungku terasa mau copot !! Papa melihat nilai sempurna di kertas jawaban palsuku.Dia tersenyum dan tanpa banyak bicara papa segera memberikan tanda tangannya.
“Di lembar soalnya juga dong Pa !!”sahutku sambil menunjuk bagian mana yang harus di tanda tanganinya.Ya ampunn.. aku serasa ingin pingsan saat menyuruh papa untuk menanda tangani surat izin itu.Dan..
“Srett.. srett.. srett.. !!”papa telah selesai membubuhkan tanda tangannya di kertas itu.
“Fiuhhh…”perasaan lega langsung menyeruak di dadaku.Rasanya ingin sekali aku melonjak-lonjak di hadapan papa saat itu juga.Tapi aku berusaha menahannya.Waahh.. rencanaku berhasil dengan sempurna.Yess… !!!
“Makasih pa.. !!”aku mencium papaku dan segera berlari menuju kamarku,meninggalkan papa yang terbengong-bengong karena ulahku.Aku mengunci pintu kamarku dan meluapkan kesenanganku karena aku telah berhasil membuat papa menanda tangani surat izinku.
“Yeahh… berhasil… berhasil… !!”aku melompat-lompat menirukan gaya Dora.Tak hanya itu,aku juga meluapkan kegembiraanku dengan berguling-guling di kasur,menggigit-gigit bantal dan selimut serta menimang-nimang bantal guling seperti sedang menimang bayi.Kemudian tertawa-tawa sendirian,nari hip-hop nggak karuan seperti orang gila.
“You a star.. baby you a star.. you a sta.. a.. a... ar.. you a sta.. a.. a.. ar.. Cause when you shine.. baby when you shine… when you shi.. i.. i.. in.. when you shi.. i.. i.. in.. !!”aku menyanyikan lagu miliknya Will.i.am yang judulnya She’s a Star dengan tempo cepat sambil ber-crumping ria.Padahal,tuh lagu temponya nggak cepet-cepet amat.Hahaha..
Setelah puas meluapkan kegembiraanku,aku segera meluncur ke rumah kak Fay dengan menenteng surat izizn dari papaku.Di perjalanan menuju rumah kak Fay,aku tak henti-hentinya bersenandung ria.Syalalalalala.. !! :D
***
TOK.. TOK.. TOK..
“Kak Fay.. !!”
TOK.. TOK.. TOK..
“Kak Fay.. !!”aku berteriak-teriak di depan pintu rumah kak Fay karena nggak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini sama dia.
“Iya sebentar.. !!”teriak kak Fay dari dalam.Tak lama kemudian kak Fay membukakan pintu dan berdiri di hadapanku.Aku mengacungkan amplop coklat ke arahnya.
“Apaan tuh Ndon ??”tanya kak Fay penasaran.
“Surat izin dari papa kak !!”jawabku dengan senyum lebar di bibirku.
“Yang bener Ndon ?? kok bisa ??”tanyanya tak percaya.
“Beneran kak !! Siapa dulu dong.. Brandon De Angelo.. Hehehehe.. !!”
“Waahh.. akhirnya.. !!”kak Fay memelukku dan kami melompat-lompat kegirangan.
“Horree.. kamu hebat Ndon.. !!”katanya lagi tanpa melepaskan pelukannya dan kami terus melompat sambil berpelukan.
“Ehmm.. ada apaan nih ?? Kayaknya lagi pada seneng banget,”tanpa kami sadari tante Jessica (Jessica BNZ hahaha..), mamanya Fay sudah ada di antara kami.Aku dan kak Fay spontan melepaskan pelukan kami.Hatiku berdegup kencang tak karuan karena malu kepergok sedang pelukan dengan anaknya.
“Nggak apa-apa kok ma.. hehehe..”jawab kak Fay sambil terkekeh.Aku melirik ke arah kak Fay yang sedang menggaruk-garuk kepalanya.Aku lihat mukanya sudah memerah.Waduh.. jangan-jangan mukaku juga sudah ganti warna… hahaha.. Tante Jessica hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum ke arahku.Aku hampiri dia dan mencium tangannya.
“Siang tante.. !!”salamku.
“Siang Ndonn.. Oh iya,kamu sudah makan siang belum ??”tanya mama Fay sambil mengusap rambutku.Aku menggelengkan kepalaku.Ya,aku memang belum sempat makan siang.Saking senangnya aku jadi lupa makan dan langsung pergi ke rumah kak Fay.
“Ya sudah,kebetulan tante sama Fay baru mau makan siang nih.Kamu ikut makan bareng saja ya,”ajak mamanya kak Fay.
“Nggak usah tante,Brandon makan di rumah saja !!”jawabku.Aku memang nggak biasa makan di rumah orang lain,kecuali di rumah om ku,om Jun.
“Ya sudah… kalau kamu nggak mau makan bareng tante sama Fay,kamu jangan pernah ke sini lagi dan main sama kak Fay !!”ancamnya membuatku melirik ke arah kak Fay yang sedang terkikik seolah mengumpat kepadaku. “Emang enak ??” hahaha..
“Iya deh Tan.. “jawabku mengalah.Tante Jessica kembali tersenyum ke arahku dan menuntunku masuk ke ruang makan di ikuti oleh kak Fay di belakangku.
Wuiihh.. kelihatannya makanannya enak-enak nih.. Ada ayam goreng kesukaanku tuh... Awalnya aku malu-malu buat makan.Tapi tante Jessica sudah mengambilkan nasi untukku.
“Sudah tante.. jangan banyak-banyak !!”cegahku karena aku lihat porsi nasinya kebanyakan.
“Biar kenyang Ndonn.. !!”jawabnya sambil menaruh piring berisi nasi di hadapanku.
“Lauknya ambil sendiri ya,”lanjutnya lagi dan dia pun kembali menyendok nasi buat kak Fay.Aku ragu untuk mengambil lauk.Sebenarnya aku pengen banget ngambil sayap ayam goreng itu.Wahh.. pasti enak banget tuh.. Aku menelan ludah dan..
“Nih… jangan di liatin doang.. !!”kak Fay mengambilkan ayam goreng yang aku inginkan ke piringku membuat aku malu sama tante Jessica.
“Brandon suka banget sama ayam goreng lho Ma.. !!”kata kak Fay ke mamanya.
“Wahh.. kebetulan ya,padahal jarang-jarang lho ada menu ayam goreng.Hehehe.. !!”tante Jessica berkelakar membuat aku dan kak Fay ikut tertawa.
Aku makan dengan lahap.Kalau nggak malu,aku pasti sudah nambah.Hehehe.. makanannya memang enak banget.Sambil makan,kak Fay tak henti-hentinya menggodaku.Dengan jari kakinya,dia mencubit kakiku di bawah kolong meja makan.Aku terpekik beberapa kali dan itu membuat tante Jessica melotot ke arah kak Fay.
“Fay.. jangan di gangguin dong.. !! Kebiasaan nih.. Nggak ada kakak kamu,Brandon yang jadi korban,”kata tante Jessica.
“Maaf ya Ndon,Fay tuh emang begitu.Kalau sudah ngumpul bareng sama kakaknya yang sekarang tinggal di Jakarta,pasti nih meja makan nggak bisa tenang.Saling tendang-tendangan lah,cubit-cubitan pake kaki,rebutan lauk,pokoknya nih anak berdua nggak bisa diem !!”
“Hahaha.. seru banget ya tan ??”sahutku.
“Seru apanya .. ?? justru bikin tante pusing .. !!”jawab tante Jessica membuat kami kembali tertawa.
Hmm.. coba aku punya sodara,pasti di rumah nggak bakalan sepi.Di rumahku cuma ada papa doank.Tapi aku seneng kok,papa dan aku juga kan sering bercanda,saling jail-jailan,ledek-ledekan.Aku bakalan ngambek kalau papa nggak mau ngalah.Hehehe.. curang ya ?? Pernah suatu kali aku ngambek sama papa hanya gara-gara ayam goreng.
Ceritanya,pas jam makan malam aku sudah tidur.Sebenarnya papa sudah bangunin aku buat makan malam.Tapi aku ngantuk dan menolak untuk ikut makan malam walaupun papa sudah mengiming-imingi aku dengan ayam goreng.Padahal waktu itu aku pengen banget bangun buat makan.Tetapi rasa kantukku tak bisa aku tahan sampai akhirnya aku tertidur lagi dan terbangun ketika sudah larut malam.Nah,pas bangun malam-malam,perutku kelaperan.Aku ingat kata papa ada ayam goreng.Aku lari saja ke dapur buat makan.Eh.. ayam gorengnya sudah nggak ada di sana.Aku kecewa dan kembali ke kamarku sambil menangis.Mungkin karena mendengar tangisanku,papa terbangun dan nggak lama kemudian dia masuk ke kamarku dan menanyakan kenapa aku nangis malam-malam.
“Ndon,kenapa nangis ??”tanya papa dengan raut muka khawatirnya.
“Papa jahat !! ayam goreng Brandon di habisin.. hiks.. hiks.. hiks.. “aku terus saja menangis meratapi nasib ayam gorengku.
“Ayam goreng apa Ndon ?? Papa nggak makan ayam goreng kok !!”jawab papa bingung.
“Bohong.. !! Buktinya ayam goreng Brandon nggak ada di meja makan.Huhuhu… Pokoknya papa harus beli lagi.Brandon mau makan ayam goreng.. !!”pekikku sambil terisak.
“Tapi ini kan udah malam banget Ndon,”
“Nggak peduli.. pokoknya Brandon mau ayam goreengg… Huhuhu.. “
“Dasar anak papa aneh… papa tuh nggak beli ayam goreng.Orang menu makan malam tadi kan sayur sop.Hmm.. jangan-jangan kamu habis mimpi ya ??”papa tertawa sambil mengusap-usap rambutku.Aku yang sudah terlanjur kesal sama papa tetap ngotot minta di beliin ayam goreng walaupun aku sadar ternyata itu cuma mimpi.
Akhirnya papa mengajak aku keluar untuk membeli ayam goreng meski sudah tengah malam.Kasihan juga papa,tengah malam begitu papa mesti nyetir mobil dan nyari-nyari tukang ayam goreng yang tak kunjung kami temui karena penjualnya sudah pada tutup.Sebagai gantinya akupun meminta papa untuk membelikan sate ayam yang kebetulan lewat di jalan karena aku merasa nggak enak sama papa.Huuhh.. gara-gara mimpiin ayam goreng aku jadi nyusahin papaku.Pa.. maafin Brandon ya.. Hehehe… papa memang the best !!.
“Tante,Brandon pergi dulu ya,”pamitku setelah makan siang sambil mencium tangan mama Fay.
“Lho,kok buru-buru ?? Nggak bantuin tante nyuci piring dulu ??”tanya tante Jessica.
“Hehehe.. ya udah deh.. Brandon bantuin,”
“Hahaha.. bercanda sayang.. Ya sudah,memangnya kalian mau pada pergi ke mana ??”tanyanya lagi.
“Mau ke rumah Nayla Ma,”samber kak Fay.
“Yo wes.. hati-hati ya,”
“Iya..,”jawab kami kompak.
Sehabis pamitan untuk yang kedua kalinya,aku dan kak Fay bersepeda ria menuju tempat jasa pengiriman barang.Memang agak jauh,tapi perjalanan ini tidak terasa melelahkan mengingat aku dan kak Fay masih dalam suasana happy.Hehehe…
“Kak,kok nggak lewat kantor pos saja sih ??”tanyaku sambil mensejajarkan sepeda kami.
“Lama Ndon,kan biar cepet nyampe videonya,”jawabnya sambil memeletkan lidahnya ke arahku.Aku jadi tergelitik untuk menggodanya.
“Di kantor pos padahal lagi ada lowongan lho kak.Cocok banget buat kak Fay,”
“Jiaahh… kakak kan masih kecil,mana boleh kerja di sana,”sergahnya.
“Lho,justru ini buat kerja sampingan saja kak.Kan lumayan buat nambah-nambah uang untuk kak Nayla,”jawabku serius.
“Emang kerjanya ngapain Ndon ??”tanya kak Fay mulai tertarik.
“Gampang kak,kak Fay tinggal berdiri di pojokan sambil melet-meletin lidah.Soalnya di kantor pos lagi kehabisan lem buat nempelin perangko !! Hahaha…”aku mempercepat laju sepedaku.
“BRANNDDOOONNN…,”teriak kak Fay ngambek sambil mengejarku.
“APPAAA.. ??”teriakku juga sambil terus tertawa.
“Awas kamu ya.. kalau ketangkep kakak cubitin sampe merah-merah,”ancamnya membuat aku semakin tak kuat menahan tawa.
“Coba saja kalau bisa.. Hahahaha… ,”
Kami terus berkejar-kejaran sambil tak henti-hentinya tertawa.
Hmm.. indahnya hari ini… sampai kapankah kebahagiaan ini terus berlanjut ?? Semoga.. selamanya.. Aku yakin,banyak jalan untuk meraih impianku.Mungkin ini salah satu jalannya dan aku harap semua berjalan dengan sempurna.
Do’ain kami terus ya sobat BNZ..
Hehehe… BNZ.. KOMPAK ABBEEZZZ… !!! :D
***
Hari ini kita tertawa,mungkin esok bisa saja menangis.
Hari ini kita bangkit,mungkin esok bisa kembali terjatuh.
Hari ini kita semangat,mungkin saja nanti kita mengeluh.
Tak ada yang abadi,semuanya akan berganti.
Tapi aku harap,semuanya bisa ku hadapi.
Tak peduli walau letih datang menghampiri.
Tak peduli meski sakit merintangi.
Aku harus tetap tegar untuk meraih mimpi.
Kini,do’a dan harapan aku sematkan di antara bintang bintang yang gemerlapan.
Bintang itu akan semakin terang ketika aku kian dekat dengannya.
Semoga tak terjatuh,semoga tak terhempas saat aku mulai berusaha menggapainya nanti.
Bintang itu harus kuraih,
Bintang itu harus ku genggam,
Agar aku bisa membagi cahayanya dengan orang lain.
Agar bintang itu menjadi bukti bahwa dengan kemauan dan kerja keras,
Kita bisa menggapai harapan yang kita impikan dari semasa kecil.
Terus berusaha kawan..
Dengan do’aku di belakangmu,
Aku akan selalu mengiringi langkahmu..
By: Brandonizer Station (Chu-x)
To: Brandon and Brandonizer.
***
JANGAN MARAH DONG KAK FAY *part.13*
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun.Jarum jam dinding di kamarku masih menunjukan angka lima lewat tiga puluh menit.Ku lihat papa sudah tidak ada di kamarku.Aku mengulet-ulet dulu sebentar di kasur kemudian beranjak menuju kamar mandi.Waahh.. ternyata di luar hujan deras sekali.Sebelum masuk ke kamar mandi,aku melewati dapur dan rupanya papa sedang menyiapkan sarapan untuk kami.
“Dingin Ndon ??”tanya papa sambil menggoreng nasi.
“Iya pa.. Brandon jadi malas mandi nih.. Hehehe.. !!”aku nggak jadi masuk ke kamar mandi.Tapi aku langsung duduk di kursi meja makan.
“Memangnya kamu mau berangkat sekolah nggak mandi dulu ??”papa mematikan kompor dan mulai memindahkan nasi gorengnya dari wajan ke piring.
“Hehehe.. Brandon bolos aja pa,abis di luar hujannya deres banget.. !!”kataku.
“Alasan saja.. !! Sudah sana mandi !! Papa sudah siapin air hangat kok buat kamu.Nanti kalau masih hujan,papa anterin pakai mobil papa !!”sahut papa membuat aku beranjak dari kursi dan masuk ke kamar mandi.
Selesai berpakaian dan sarapan,ternyata hujan masih saja deras.Huuhh.. bikin aku malas berangkat sekolah saja.Akhirnya aku di antar papaku ke sekolah dengan mobilnya.
***
Gara-gara hujan,teman-temanku banyak yang nggak masuk sekolah,hampir sepuluh orang yang absen.Waahh.. kelasku jadi sepi.Sementara itu,aku masih menjalani hukuman dari Bu Rianti.Bete juga aku di awasi terus sama Bu Rianti.Bisa stress nih kalau satu bulan penuh aku harus duduk di depan meja guruku ini.
“Nulisnya biasa saja Ndon… serius banget sampai manyun-manyun gitu.Hihihi.. !!”Bu Rianti meledekku.
“Bu,udahan dong hukumannya.. Brandon janji nggak bakalan jail lagi.Ayolah Bu,biarin Brandon balik ke bangku Brandon lagi.. !!”aku mencoba memelas.
“Nggak bisa sayang.. pokoknya satu bulan penuh kamu duduk manis di situ !!”tolak Bu Rianti.
“Gimana kalau hukumannya di tukar saja ??”usulku.
“Di tukar apaan Ndon ??”tanya Bu Rianti.
“Di tukar abu gosok Bu !! Eh.. maksud Brandon,hukumannya di ganti saja dengan lari lima putaran lapangan basket.Gimana Bu ??”aku meminta persetujuan Bu Rianti tapi dia malah menggelengkan kepalanya.
“Nggak bisa Ndon.. kamu sudah biasa di kasih hukuman seperti itu dan buktinya,kamu nggak pernah kapok !! iya kan ??”jawaban Bu Rianti membuat aku tambah cemberut.
“Ibu tega banget nih.. Kalau Brandon duduk di sini kan nggak seru Bu !! Brandon nggak bisa dapet info-info dari teman-teman Brandon,nggak bisa ngobrol,nggak bisa diskusi buat ngejailin teman-teman Brandon.Eh… maksud Brandon diskusi buat ngerjain soal-soal Bu !! Ah.. ibu nggak asyik nih.. !!”aku terus mencoba protes.
“Kamu kan bisa diskusi sama ibu !!”kata Bu Rianti enteng.
“Nggak nyambung dong Bu kalau Brandon diskusinya sama ibu.Ntar Brandon pengen diskusi tentang mainan yang lagi nge-trend,eh ibu malah ngomongin harga cabe keriting yang harganya lagi naik !!”
“Hahahaha.. kamu ini… itu kamu tahu harga cabe keriting lagi naik.Pasti kamu sering ngobrol sama ibu-ibu ya ??”goda Bu Rianti.
“Ya nggak lah Bu.. Brandon tahu karena di rumah,papa yang biasanya masak masakan pedas,sekarang masakannya jadi manis semua.Hehehe.. !!”aku dan Bu Rianti terkekeh.
“Hihihihi.. kamu bisa aja Ndon.. !! Tapi kamu tahu nggak kenapa cabe keriting lebih mahal daripada cabe biasa ??”tanya Bu Rianti mengujiku.
“Tahu donk Bu… Karena rasanya lebih pedas.Iya kan ??”sahutku sengaja menjawab pertanyaan dengan jawaban yang salah supaya Bu Rianti senang karena tebakannya tidak terjawab olehku.Siapa tahu dengan begini dia mau mengakhiri hukumannya.Hehehe…
“Salah.. karena si pedagang cabe keriting harus ngeluarin dana ekstra buat ngeritingin cabenya ke salon.Hahaha… !!”jawab Bu Rianti garing.Tapi aku pura-pura tertawa juga untuk menyenangkan hatinya.
“Kok bisa ya Bu ?? Padahal kan ngerebonding lebih mahal daripada ngeritingin !!”aku tak mau kalah membuat Bu Rianti semakin terpingkal-pingkal.
“Hahaha.. ketahuan.. kamu suka ke salon ya ??”tanya Bu Rianti tanpa menghentikan tawanya.
“Itu kata kak Reny tetanggaku.Uang tabungannya tiap bulan habis terus buat rebonding Bu !!”hahaha.. (peace Ren.. !!) wkwkwkwk…
“Kamu ini .. lucu banget.. hahaha.. ternyata kamu pinter banget bikin ibu tertawa.Ya sudah,kamu duduk di sini sampai seterusnya saja ya.. Biar ibu nggak jenuh mengajarnya !!”
“Haa ?? Nggak mau… !!”protesku.
“Hihihihi.. ya sudah.. tetap satu bulan.Titik !!”Bu Rianti mengakhiri percakapan kami dengan sesungging senyum yang masih menghiasi bibirnya.Tanpa sadar,teman-teman sekelasku dari tadi hanya bengong melihat aku dan Bu Rianti yang sedang asyik ngobrol berdua.Kasihan juga di anggurin sama gurunya.Huahahaha…
***
Karena tidak membawa sepeda,aku terpaksa pulang dengan berjalan kaki.Baru saja aku sampai di depan gerbang sekolah,kak Fay sudah menghadangku.Tatapannya begitu tajam melihat ke arahku membuat aku menunduk,tidak berani menatap balik ke arahnya.
“Ndonn.. kenapa istirahat tadi kamu nggak ke gudang buat latihan ??”tanya kak Fay to the point.Aku diam tak menjawab pertanyaannya.
“Jawab Ndonn.. !! Tadi kak Fay latihan sendirian di sana !!”kak Fay memojokanku,padahal aku sudah ada di pojokan gerbang sekolah.
“Maaf kak.. tadi aku ke perpustakaan buat ngerjain.. “
“Bohong.. !! Tadi kata teman-teman kakak,kamu ada di kantin !! iya kan ??”bentaknya memotong ucapanku.
“Aku lapar kak,tadi pagi aku belum sempat sarapan !!”jawabku berbohong.
“Oke.. tapi kamu kan bisa ke gudang dulu buat ngasih tau kakak.Kenapa sih Ndon,kamu kok jadi aneh begini ??”tanya kak Fay yang mulai curiga dengan sikapku.
“Kak.. aku.. aku mundur saja dari lomba itu !!”kataku ragu.Tapi aku harus mengatakan ini sama kak Fay.
“Ap.. apa ?? Mundur ?? kenapa lagi ??”tanyanya dengan nada kurang suka.
“Kak,papa melarangku nge-dance.Aku sayang sama dia.Aku nggak mau bohong lagi sama papaku.Aku takut kalau ketahuan kak.. aku nggak bisa bohong terus sama papa”terangku.
“Tapi kamu sudah janji Ndon.. kamu nggak bisa mundur gitu aja.. kita harus tetap ikut lomba itu.Kenapa sih kamu jadi mendadak ngomong kayak gini ??”suara kak Fay mulai emosi.
“Mamaku kak,sekarang aku tahu kenapa papa melarang aku nge-dance.Itu karena mama,mamaku ninggalin papa dan aku gara-gara nge-dance.Dia kecelakaan ketika sedang menari dan itu membuat papaku trauma.Dia nggak mau melihatku nge-dance karena dia takut kejadian yang menimpa mamaku akan terulang.Papa sangat sayang sama aku dan aku juga sayang banget sama dia.Jadi,aku nggak mau nyakitin dia lagi kak.Kak Fay tolong ngertiin Brandon !!”alasanku membuat kak Fay menggelengkan kepalanya.
“Kamu tahu Ndon,kemarin waktu kak Fay nggak masuk dua hari,hari pertamanya kak Fay nggak sakit.Kak Fay bolos sekolah buat nyiapin backsong untuk perform kita nanti.Kak Fay pergi ke rumah pelatih kak Fay yang dulu.Dia yang bantu kakak buat nyiapin semua ini.Pulangnya sore hari kak Fay kehujanan dan itu yang membuat kak Fay langsung sakit.Akibatnya,kakak terpaksa nggak masuk sekolah dua hari.Jadi kakak harap kamu menghargai itu.Kamu harus ingat,perjuangan kita sudah sejauh ini Ndon !! Tinggal selangkah lagi !!”katanya lirih.
“Aku tahu kak,tapi aku benar-benar nggak bisa .. Sebaiknya kak Fay cari orang lain saja buat gantiin aku !!”
“Nggak Ndonn .. !! kak Fay cuma percaya sama kamu !!”kak Fay tetap ngotot.
“Kak,tolong jangan bikin Brandon bingung !!”
“Justru kamu yang bikin kakak bingung !! Pertama kamu nolak,terus bilang mau ikut lomba,sekarang minta mundur.Kak Fay yang bingung Ndonn !!”suara kak Fay masih tinggi.Aku tahu dia kesal dengan sikapku.
“Iya kak,dari awal kan aku sudah bilang kalau aku nggak mau ikut lomba.Tapi aku terpaksa bilang mau ikut lomba itu supaya kak Fay nggak marah lagi sama aku !!”penjelasanku kali ini ternyata membuat kak Fay semakin emosi.
“Oh.. jadi kamu bilang mau ikut lomba cuma buat nyenengin kak Fay doang ?? Seharusnya kakak tahu dari awal kalau kamu itu nggak pernah punya niat buat ikut lomba dan nolongin Nayla.Kakak kecewa sama kamu Ndon !!”cetusnya.Kak Fay mengambil sesuatu dari tasnya dan mendorong benda itu ke dadaku membuat aku mundur beberapa langkah karena dorongannya.
“Ini ambil.. !!”kak Fay memaksaku untuk menerima benda yang di pegangnya.Tetapi aku tetap diam membuat kak Fay melepaskan tangannya dan benda itupun jatuh di dekat kakiku.
“Kak.. Kak Fayy… !!”kak Fay tidak menghiraukan teriakanku.Dengan sepedanya,dia meninggalkan aku sendirian yang masih mematung dan menunduk,menatap benda yang di jatuhkannya.
Boneka ini,boneka elmo warna merah hadiah ulang tahun dariku buat kak Fay.Ku pungut boneka itu dan dengan langkah gontai aku pulang menuju rumahku.
Tanpa mengganti seragamku,ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aarrgh.. kenapa harus jadi kayak gini sih ?? Kenapa aku takut kalau kak Fay marah ?? Kenapa aku nggak mau melihat dia marah sama aku ?? padahal,kalau dia marah sama aku toh nggak ada ruginya buatku.Aku tahu,aku mau terus temenan sama kak fay karena dia punya hoby sama sepertiku.Dia jago nge-dance dan aku senang bisa berteman dengannya.Aku bisa belajar dance dari kak Fay,begitu juga sebaliknya.Tapi kenapa harus kayak gini ??
Ku benamkan kepalaku di bawah bantal.Aku semakin bingung dengan kejadian hari ini.Kapan aku bisa bebas dari semua masalah yang menimpaku ?? Rasanya aku ingin sekali kembali ke sekolahku yang dulu dan melupakan semua yang telah terjadi di sekolahku sekarang.Apa aku menyesal sudah mengenal kak Fay ??
“Brandonn.. makan siang dulu.. kok belum ganti baju sih ??”tanpa ku sadari papa sudah ada di kamarku.
“Brandon nggak laper pa !!”jawabku malas.
“Eh.. nanti kamu sakit lagi.Memangnya kenapa ?? Nggak biasanya kamu kayak gini !!”tanya papa mulai curiga dengan gelagatku.Aku duduk di tempat tidur menghadap papa.
“Brandon pengen pindah sekolah saja Pa ,Brandon nggak mau sekolah di SD 2 lagi !!”kataku menatap papa dengan tatapan serius.
“Kenapa ?? Ada masalah apa Ndon ??”tanya papa mulai khawatir.Pandangannya beralih ke boneka elmo milik kak Fay.
“Sejak kapan kamu suka boneka kayak gini ?? Boneka dari siapa Ndon ??”papa kembali melontarkan pertanyaannya sambil mengamati boneka merah itu.
“Itu punya kak Fay pa,hadiah dari Brandon.Tapi kak Fay malah mulangin lagi !!”jawabku sedih.
“Oh.. jadi kamu pengen pindah sekolah gara-gara di tolak sama kak Fay ?? Masa sih kak Fay nggak mau sama anak papa yang ganteng ini ?? Hehehe..”canda papa membuatku semakin cemberut.
“Pa.. serius dong Pa.. Brandon lagi kesel nih.. !!”jawabku membuat papa terkekeh.
“Oke..oke.. papa serius !! Sekarang papa tanya,kenapa kak Fay ngebalikin boneka kamu ??”mimik papa mulai serius.Aku jadi bingung sendiri buat ngejawab pertanyaan papa.Nggak mungkin aku terus terang tentang masalahku dan kak Fay.
“Brandon udah ngejailin kak Fay,terus dia marah.Menurutnya Brandon keterlaluan.Akhirnya dia ngebalikin boneka dari Brandon !!”jawabku berbohong.
“Hahaha.. masalah begitu doank kok bikin kamu pengen pindah sekolah ?? Makanya,jangan suka jail.Kan nggak semua orang seneng di jailin Ndon.. Ya sudah.. sekarang kamu makan siang,habis itu ke rumah kak Fay,minta maaf sama dia ya ?? Anak papa harus berani tanggung jawab dan mengakui kesalahannya.Oke ??”papa mengacak-acak rambutku.
“Iya Pa..”sahutku masih tak bersemangat.
***
Setelah makan siang,aku langsung meluncur ke rumah kak Fay.Tapi kak Fay nggak ada di rumah.Aku hanya bertemu dengan mamanya dan kata mamanya,kak Fay pergi ke rumah kak Nayla.Huuhh.. kalau tahu kak Fay ke sana,tadi aku langsung saja ke rumah kak Nayla.Sekarang aku mesti balik lagi ngelewatin kompleks perumahanku.Huft..
Ku kayuh sepedaku dengan cepat.Tidak sampai tiga puluh menit,aku sudah tiba di depan rumah kak Nayla dengan boneka elmo di tanganku.Aku lihat di halaman rumah kak Nayla sudah terparkir sepeda milik kak Fay.Aku berjalan ke teras rumah dan mematung di depan pintu,ragu-ragu untuk masuk.Sayup-sayup,aku mendengar suara kak Fay dan kak Nayla sedang mengobrol di dalam.Ku rapatkan telingaku di pintu untuk mendengarkan percakapan mereka.
“Fay,sudahlah.. kamu nggak usah merasa bersalah gitu sama aku !!”suara kak Nayla terdengar jelas dari luar.
“Tapi Nay.. aku sudah janji sama kamu,semuanya kacau gara-gara dia mundur !!”kak Fay menjawab dengan nada sedih.Aku tahu yang di maksud ‘dia’ itu aku.
“Fay,dengerin aku,kamu nggak bisa maksa dia.Dia punya masalah sendiri.. dia punya kehidupannya sendiri.Coba kamu bayangin seandainya kamu ada di posisi Brandon.Pasti kamu juga ngerasa bersalah sama papa kamu.Inget Fay,sekali berbohong,maka kebohongan itu harus di tutup-tutupi dengan kebohongan yang lain.Justru aku kasihan sama Brandon Fay.. Dia pasti bingung dengan semua ini !!”kak Nayla diam sejenak.Aku terdiam dan belum berani mengetuk pintu rumahnya.
“Tapi dia sudah janji sama aku kalau dia mau bantuin kita !!”kata kak Fay lagi.
“Fay,aku memang ingin sekali bisa melihat seperti dulu lagi.Tapi sekarang aku sadar,ini semua ujian buat aku.Ini bukan salah kamu Fay.. !!”
“Nay.. seandainya saja waktu itu aku nggak ngajak kamu balapan,pasti jadinya nggak kayak gini.. harusnya aku yang ada di posisi kamu.. hiks.. hiks.. hiks.. !!”kak Fay mulai terisak.
“Dengerin aku Fay,aku sama sekali nggak nyalahin kamu.Ini semua terjadi karena kecerobohanku.Seharusnya aku lihat-lihat dulu sebelum keluar dari gang.Bagaimanapun juga,kamu sahabatku yang paling berharga buatku dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun.Kamu selalu ngasih support ke aku sehingga aku bisa bertahan sampai sekarang.Dulu aku memang sempat putus asa dan rasanya aku ingin pergi saja dari dunia ini.Tapi kamu membuat aku tetap semangat buat ngejalani hari-hari suramku.Perjuangan kamu selama ini sangat berarti buat aku Fay… walaupun kamu merasa gagal,tapi itu semua sudah cukup ngebuktiin sama aku kalau kamu adalah sahabat sejati aku !!”suara kak Nayla terdengar lirih.
“Kak Nayla.. Kak Fay.. maafin Brandonn… !!”bathinku terenyuh mendengar percakapan mereka.
“Brandon,aku tahu dia baik.Kamu harus minta maaf sama dia Fay.. Dia itu senang berteman sama kamu.Mungkin karena kalian punya hoby sama yaitu nge-dance !!”lanjut kak Nayla.Beberapa saat suasana hening.Aku tak mendengar suara mereka sampai akhirnya kak Fay kembali membuka suaranya.
“Baiklah Nay.. aku mau minta maaf sama dia.Aku tahu aku nggak bisa maksa dia buat ikut lomba.Selama ini aku sudah banyak nyusahin dia.Makasih Nay.. makasih banget kamu sudah ngingetin aku !!”kak Fay mulai bisa tenang.
“Sama-sama Fay.. Oh iya,menurut kamu Brandon itu orangnya kayak gimana sih ?? Aku pengen tahu banyak tentang dia.Soalnya kan jarang-jarang kamu bisa akrab sama murid laki-laki.Hihihihi.. !!”kata kak Nayla sambil terkikik.
“Idiihh.. ngomong apaan sih ?? Dia itu nyebelin banget tahu.. Nakal,jail,ngeselinn.. Masa baru masuk saja dia sudah berani ngerjain aku dengan berpura-pura jadi kakak kelas.Ya udah.. aku kerjain balik.Aku pura-pura jatuh dari sepeda gara-gara dia.Terus dia ngeboncengin aku pulang.Kasihan juga sih..aku tahu waktu itu dia sedang kelaperan,pasti cape banget aku ajak muter-muter.Eh.. masa aku sudah minta maaf dan baik-baikin dia,dia malah ngerjain lagi dengan masukin obat pengocok perut ke minumanku.Ngeselin banget kan ??”terang kak Fay membuat kak Nayla tertawa geli.
“Hahaha.. sepertinya kalian tuh emang cocok.Sama-sama jail dan jago nge-dance.Kalau aku bisa ngeliat lagi,orang pertama yang pengen aku lihat wajahnya tuh Brandonn !! Aku penasaran Fay.. soalnya dia sudah bikin kamu bete banget kayak gini.Hahaha.. !!”
“Huuhh.. Ngocol.. Tapi Nay,kamu tenang saja,aku nggak bakalan berhenti ngamen buat ngumpulin uang.Hehehe… !!”kak Fay terkekeh.
“Kamu nggak malu apa ?? Kalau orang tua kamu tahu gimana Fay ??”tanya kak Nayla.
“Yaelahh.. kamu tenang saja.. ngapain mesti malu ?? yang penting aku nggak nyuri.Lagian kamu pengen banget kan bisa ngeliat Brandon ??Hehehe.. “goda kak Fay.
“Wew.. kok jadi aku yang di ledekin ?? Hahaha.. Oh iya Fay,kamu janji ya,nggak bakalan marah lagi sama Brandon.Kalian tuh harus terus temenan sampai aku sembuh.Ntar kan aku bisa lihat keakraban kalian.Hahaha.. !!”
“Ntar kamu cemburu Nay.. !!”keduanya terus tertawa sambil membicarakanku.Keakraban mereka membuat hatiku perih.Yaahh.. aku harus terus maju,aku harus membantu mereka.Aku harus membuat kak Nayla bisa melihat lagi supaya kak Nayla bisa merasakan indahnya persahabatan yang sempurna seperti dulu.Aku nggak boleh nyerah.Walaupun papa nggak ngizinin aku nge-dance,tapi mama pasti bangga sama aku.Bukankah kata papa,mama itu selalu baik sama semua orang ?? Aku yakin,kalau mama masih ada,dia pasti bakalan ngizinin aku buat nolongin mereka.Mama pasti senang karena aku bisa membantu orang lain.
Ku ketuk pintu rumah kak Nayla,mendadak suara tawa kak Fay dan kak Nayla terhenti.Kak Fay beranjak dari kursinya dan segera membukakan pintu untukku.
“Brandon ??”kak Fay terkejut menatapku.
“Masuk Ndonn !!”sahut kak Nayla dari kursinya.
Aku segera masuk dan duduk di dekat kak Fay.
“Wah.. kok kamu tahu kalau kak Fay ada di sini ??”tanya kak Nayla saambil tersenyum.Walaupun senyumnya entah ke arah mana,tapi aku tahu kalau senyumannya itu di tujukan kepadaku.
“Tadi aku ke rumah kak Fay,tapi kata mamanya kak Fay,kakak ke rumah kak Nayla,”terangku membuat kak Nayla manggut-manggut,sedangkan kak Fay tetap diam di kursi sebelahku.
“Kak Fay,kak Nayla, Brandon ke sini mau minta maaf sama kalian.Brandon tahu Brandon sudah bikin kak Fay kesal.Kak Fay,maafin Brandon kak,Brandon janji nggak bakal bilang kayak tadi lagi.Brandon mau ngelanjutin apa yang sedang kita perjuangkan.Brandon akan terus maju untuk ikut lomba di Jakarta,”
“Ndonn.. kak Fay nggak marah lagi kok sama kamu,kak Fay yang salah.Harusnya kakak yang minta maaf sama kamu.Kakak nggak bakalan maksa kamu lagi buat ikut lomba.Kak Fay ngerti posisi kamu.Kamu pasti pusing mikirin semua ini.Jadi lebih baik kita nggak usah ikut saja Ndon.Lagian kak Nayla juga nggak apa-apa,”jawaban kak Fay membuatku lega.
“Nggak kak,aku mau nolongin kak Nayla.Aku mau ikut lomba.Walaupun papaku ngelarang aku nge-dance,tapi Brandon yakin,mamaku pasti bangga sama aku kak,”kataku meyakinkan kak Fay.Ku lihat kak Fay menoleh ke arah kak Nayla.Seolah tahu kak Fay sedang meminta pendapatnya,kak Nayla mengangguk dan itu membuat kak Fay tersenyum.
“Beneran Ndon ??”tanya kak Fay kurang yakin.Aku mengangguk mantap untuk kembali meyakinkannya.
“Makasih Ndon.. makasih banget,kamu memang baik,”sahut kak Fay tersenyum ke arahku.Ku balas senyumannya dan ku ulurkan boneka elmo merah ke pangkuannya.
“Jangan di buang lagi ya kak !!”bisikku di telinga kak Fay membuat kak Fay refleks mencubit pahaku.
“Awww.. !!”pekikku kaget membuat kak Fay terkikik.
“Lagi pada ngapain sih ?? Hayoo… lagi maaf-maafan sambil peluk-pelukan ya ??”goda kak Nayla.
“Hahahaha.. Sok Tahu… !!”teriak kak Fay dan aku berbarengan.
“Duileeehhh… kompak benerr… !!”pekik kak Nayla juga.
Kami tertawa berbarengan membuat suasana semakin hangat.Tak ada lagi sikap dingin kak Fay,tak ada lagi rasa kesal menyelimuti kami.Aku ingin selamanya seperti ini.Aku ingin kebahagiaan ini terus berlanjut dan kak Nayla,bisa segera melihat keakraban kami.Aku tahu,dengan hatinya,kak Nayla bisa melihatku.Sabar ya kak,suatu saat nanti,kak Nayla pasti akan kembali seperti dulu.Aku dan kak Fay akan terus berusaha mewujudkan impian kak Nayla.Bukan… bukan.. ini bukan hanya impian kak Nayla saja tapi ini impianku juga.Aku mau nunjukin sama papa kalau aku benar-benar serius dengan cita-citaku.Yaitu menjadi seorang penari profesional.
Dukung kami terus ya BNZ…
Iringi langkah kami dengan do’a kalian..
BNZ… KOMPAK ABBEEZZZ… !!! :D
***
“Dingin Ndon ??”tanya papa sambil menggoreng nasi.
“Iya pa.. Brandon jadi malas mandi nih.. Hehehe.. !!”aku nggak jadi masuk ke kamar mandi.Tapi aku langsung duduk di kursi meja makan.
“Memangnya kamu mau berangkat sekolah nggak mandi dulu ??”papa mematikan kompor dan mulai memindahkan nasi gorengnya dari wajan ke piring.
“Hehehe.. Brandon bolos aja pa,abis di luar hujannya deres banget.. !!”kataku.
“Alasan saja.. !! Sudah sana mandi !! Papa sudah siapin air hangat kok buat kamu.Nanti kalau masih hujan,papa anterin pakai mobil papa !!”sahut papa membuat aku beranjak dari kursi dan masuk ke kamar mandi.
Selesai berpakaian dan sarapan,ternyata hujan masih saja deras.Huuhh.. bikin aku malas berangkat sekolah saja.Akhirnya aku di antar papaku ke sekolah dengan mobilnya.
***
Gara-gara hujan,teman-temanku banyak yang nggak masuk sekolah,hampir sepuluh orang yang absen.Waahh.. kelasku jadi sepi.Sementara itu,aku masih menjalani hukuman dari Bu Rianti.Bete juga aku di awasi terus sama Bu Rianti.Bisa stress nih kalau satu bulan penuh aku harus duduk di depan meja guruku ini.
“Nulisnya biasa saja Ndon… serius banget sampai manyun-manyun gitu.Hihihi.. !!”Bu Rianti meledekku.
“Bu,udahan dong hukumannya.. Brandon janji nggak bakalan jail lagi.Ayolah Bu,biarin Brandon balik ke bangku Brandon lagi.. !!”aku mencoba memelas.
“Nggak bisa sayang.. pokoknya satu bulan penuh kamu duduk manis di situ !!”tolak Bu Rianti.
“Gimana kalau hukumannya di tukar saja ??”usulku.
“Di tukar apaan Ndon ??”tanya Bu Rianti.
“Di tukar abu gosok Bu !! Eh.. maksud Brandon,hukumannya di ganti saja dengan lari lima putaran lapangan basket.Gimana Bu ??”aku meminta persetujuan Bu Rianti tapi dia malah menggelengkan kepalanya.
“Nggak bisa Ndon.. kamu sudah biasa di kasih hukuman seperti itu dan buktinya,kamu nggak pernah kapok !! iya kan ??”jawaban Bu Rianti membuat aku tambah cemberut.
“Ibu tega banget nih.. Kalau Brandon duduk di sini kan nggak seru Bu !! Brandon nggak bisa dapet info-info dari teman-teman Brandon,nggak bisa ngobrol,nggak bisa diskusi buat ngejailin teman-teman Brandon.Eh… maksud Brandon diskusi buat ngerjain soal-soal Bu !! Ah.. ibu nggak asyik nih.. !!”aku terus mencoba protes.
“Kamu kan bisa diskusi sama ibu !!”kata Bu Rianti enteng.
“Nggak nyambung dong Bu kalau Brandon diskusinya sama ibu.Ntar Brandon pengen diskusi tentang mainan yang lagi nge-trend,eh ibu malah ngomongin harga cabe keriting yang harganya lagi naik !!”
“Hahahaha.. kamu ini… itu kamu tahu harga cabe keriting lagi naik.Pasti kamu sering ngobrol sama ibu-ibu ya ??”goda Bu Rianti.
“Ya nggak lah Bu.. Brandon tahu karena di rumah,papa yang biasanya masak masakan pedas,sekarang masakannya jadi manis semua.Hehehe.. !!”aku dan Bu Rianti terkekeh.
“Hihihihi.. kamu bisa aja Ndon.. !! Tapi kamu tahu nggak kenapa cabe keriting lebih mahal daripada cabe biasa ??”tanya Bu Rianti mengujiku.
“Tahu donk Bu… Karena rasanya lebih pedas.Iya kan ??”sahutku sengaja menjawab pertanyaan dengan jawaban yang salah supaya Bu Rianti senang karena tebakannya tidak terjawab olehku.Siapa tahu dengan begini dia mau mengakhiri hukumannya.Hehehe…
“Salah.. karena si pedagang cabe keriting harus ngeluarin dana ekstra buat ngeritingin cabenya ke salon.Hahaha… !!”jawab Bu Rianti garing.Tapi aku pura-pura tertawa juga untuk menyenangkan hatinya.
“Kok bisa ya Bu ?? Padahal kan ngerebonding lebih mahal daripada ngeritingin !!”aku tak mau kalah membuat Bu Rianti semakin terpingkal-pingkal.
“Hahaha.. ketahuan.. kamu suka ke salon ya ??”tanya Bu Rianti tanpa menghentikan tawanya.
“Itu kata kak Reny tetanggaku.Uang tabungannya tiap bulan habis terus buat rebonding Bu !!”hahaha.. (peace Ren.. !!) wkwkwkwk…
“Kamu ini .. lucu banget.. hahaha.. ternyata kamu pinter banget bikin ibu tertawa.Ya sudah,kamu duduk di sini sampai seterusnya saja ya.. Biar ibu nggak jenuh mengajarnya !!”
“Haa ?? Nggak mau… !!”protesku.
“Hihihihi.. ya sudah.. tetap satu bulan.Titik !!”Bu Rianti mengakhiri percakapan kami dengan sesungging senyum yang masih menghiasi bibirnya.Tanpa sadar,teman-teman sekelasku dari tadi hanya bengong melihat aku dan Bu Rianti yang sedang asyik ngobrol berdua.Kasihan juga di anggurin sama gurunya.Huahahaha…
***
Karena tidak membawa sepeda,aku terpaksa pulang dengan berjalan kaki.Baru saja aku sampai di depan gerbang sekolah,kak Fay sudah menghadangku.Tatapannya begitu tajam melihat ke arahku membuat aku menunduk,tidak berani menatap balik ke arahnya.
“Ndonn.. kenapa istirahat tadi kamu nggak ke gudang buat latihan ??”tanya kak Fay to the point.Aku diam tak menjawab pertanyaannya.
“Jawab Ndonn.. !! Tadi kak Fay latihan sendirian di sana !!”kak Fay memojokanku,padahal aku sudah ada di pojokan gerbang sekolah.
“Maaf kak.. tadi aku ke perpustakaan buat ngerjain.. “
“Bohong.. !! Tadi kata teman-teman kakak,kamu ada di kantin !! iya kan ??”bentaknya memotong ucapanku.
“Aku lapar kak,tadi pagi aku belum sempat sarapan !!”jawabku berbohong.
“Oke.. tapi kamu kan bisa ke gudang dulu buat ngasih tau kakak.Kenapa sih Ndon,kamu kok jadi aneh begini ??”tanya kak Fay yang mulai curiga dengan sikapku.
“Kak.. aku.. aku mundur saja dari lomba itu !!”kataku ragu.Tapi aku harus mengatakan ini sama kak Fay.
“Ap.. apa ?? Mundur ?? kenapa lagi ??”tanyanya dengan nada kurang suka.
“Kak,papa melarangku nge-dance.Aku sayang sama dia.Aku nggak mau bohong lagi sama papaku.Aku takut kalau ketahuan kak.. aku nggak bisa bohong terus sama papa”terangku.
“Tapi kamu sudah janji Ndon.. kamu nggak bisa mundur gitu aja.. kita harus tetap ikut lomba itu.Kenapa sih kamu jadi mendadak ngomong kayak gini ??”suara kak Fay mulai emosi.
“Mamaku kak,sekarang aku tahu kenapa papa melarang aku nge-dance.Itu karena mama,mamaku ninggalin papa dan aku gara-gara nge-dance.Dia kecelakaan ketika sedang menari dan itu membuat papaku trauma.Dia nggak mau melihatku nge-dance karena dia takut kejadian yang menimpa mamaku akan terulang.Papa sangat sayang sama aku dan aku juga sayang banget sama dia.Jadi,aku nggak mau nyakitin dia lagi kak.Kak Fay tolong ngertiin Brandon !!”alasanku membuat kak Fay menggelengkan kepalanya.
“Kamu tahu Ndon,kemarin waktu kak Fay nggak masuk dua hari,hari pertamanya kak Fay nggak sakit.Kak Fay bolos sekolah buat nyiapin backsong untuk perform kita nanti.Kak Fay pergi ke rumah pelatih kak Fay yang dulu.Dia yang bantu kakak buat nyiapin semua ini.Pulangnya sore hari kak Fay kehujanan dan itu yang membuat kak Fay langsung sakit.Akibatnya,kakak terpaksa nggak masuk sekolah dua hari.Jadi kakak harap kamu menghargai itu.Kamu harus ingat,perjuangan kita sudah sejauh ini Ndon !! Tinggal selangkah lagi !!”katanya lirih.
“Aku tahu kak,tapi aku benar-benar nggak bisa .. Sebaiknya kak Fay cari orang lain saja buat gantiin aku !!”
“Nggak Ndonn .. !! kak Fay cuma percaya sama kamu !!”kak Fay tetap ngotot.
“Kak,tolong jangan bikin Brandon bingung !!”
“Justru kamu yang bikin kakak bingung !! Pertama kamu nolak,terus bilang mau ikut lomba,sekarang minta mundur.Kak Fay yang bingung Ndonn !!”suara kak Fay masih tinggi.Aku tahu dia kesal dengan sikapku.
“Iya kak,dari awal kan aku sudah bilang kalau aku nggak mau ikut lomba.Tapi aku terpaksa bilang mau ikut lomba itu supaya kak Fay nggak marah lagi sama aku !!”penjelasanku kali ini ternyata membuat kak Fay semakin emosi.
“Oh.. jadi kamu bilang mau ikut lomba cuma buat nyenengin kak Fay doang ?? Seharusnya kakak tahu dari awal kalau kamu itu nggak pernah punya niat buat ikut lomba dan nolongin Nayla.Kakak kecewa sama kamu Ndon !!”cetusnya.Kak Fay mengambil sesuatu dari tasnya dan mendorong benda itu ke dadaku membuat aku mundur beberapa langkah karena dorongannya.
“Ini ambil.. !!”kak Fay memaksaku untuk menerima benda yang di pegangnya.Tetapi aku tetap diam membuat kak Fay melepaskan tangannya dan benda itupun jatuh di dekat kakiku.
“Kak.. Kak Fayy… !!”kak Fay tidak menghiraukan teriakanku.Dengan sepedanya,dia meninggalkan aku sendirian yang masih mematung dan menunduk,menatap benda yang di jatuhkannya.
Boneka ini,boneka elmo warna merah hadiah ulang tahun dariku buat kak Fay.Ku pungut boneka itu dan dengan langkah gontai aku pulang menuju rumahku.
Tanpa mengganti seragamku,ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Aarrgh.. kenapa harus jadi kayak gini sih ?? Kenapa aku takut kalau kak Fay marah ?? Kenapa aku nggak mau melihat dia marah sama aku ?? padahal,kalau dia marah sama aku toh nggak ada ruginya buatku.Aku tahu,aku mau terus temenan sama kak fay karena dia punya hoby sama sepertiku.Dia jago nge-dance dan aku senang bisa berteman dengannya.Aku bisa belajar dance dari kak Fay,begitu juga sebaliknya.Tapi kenapa harus kayak gini ??
Ku benamkan kepalaku di bawah bantal.Aku semakin bingung dengan kejadian hari ini.Kapan aku bisa bebas dari semua masalah yang menimpaku ?? Rasanya aku ingin sekali kembali ke sekolahku yang dulu dan melupakan semua yang telah terjadi di sekolahku sekarang.Apa aku menyesal sudah mengenal kak Fay ??
“Brandonn.. makan siang dulu.. kok belum ganti baju sih ??”tanpa ku sadari papa sudah ada di kamarku.
“Brandon nggak laper pa !!”jawabku malas.
“Eh.. nanti kamu sakit lagi.Memangnya kenapa ?? Nggak biasanya kamu kayak gini !!”tanya papa mulai curiga dengan gelagatku.Aku duduk di tempat tidur menghadap papa.
“Brandon pengen pindah sekolah saja Pa ,Brandon nggak mau sekolah di SD 2 lagi !!”kataku menatap papa dengan tatapan serius.
“Kenapa ?? Ada masalah apa Ndon ??”tanya papa mulai khawatir.Pandangannya beralih ke boneka elmo milik kak Fay.
“Sejak kapan kamu suka boneka kayak gini ?? Boneka dari siapa Ndon ??”papa kembali melontarkan pertanyaannya sambil mengamati boneka merah itu.
“Itu punya kak Fay pa,hadiah dari Brandon.Tapi kak Fay malah mulangin lagi !!”jawabku sedih.
“Oh.. jadi kamu pengen pindah sekolah gara-gara di tolak sama kak Fay ?? Masa sih kak Fay nggak mau sama anak papa yang ganteng ini ?? Hehehe..”canda papa membuatku semakin cemberut.
“Pa.. serius dong Pa.. Brandon lagi kesel nih.. !!”jawabku membuat papa terkekeh.
“Oke..oke.. papa serius !! Sekarang papa tanya,kenapa kak Fay ngebalikin boneka kamu ??”mimik papa mulai serius.Aku jadi bingung sendiri buat ngejawab pertanyaan papa.Nggak mungkin aku terus terang tentang masalahku dan kak Fay.
“Brandon udah ngejailin kak Fay,terus dia marah.Menurutnya Brandon keterlaluan.Akhirnya dia ngebalikin boneka dari Brandon !!”jawabku berbohong.
“Hahaha.. masalah begitu doank kok bikin kamu pengen pindah sekolah ?? Makanya,jangan suka jail.Kan nggak semua orang seneng di jailin Ndon.. Ya sudah.. sekarang kamu makan siang,habis itu ke rumah kak Fay,minta maaf sama dia ya ?? Anak papa harus berani tanggung jawab dan mengakui kesalahannya.Oke ??”papa mengacak-acak rambutku.
“Iya Pa..”sahutku masih tak bersemangat.
***
Setelah makan siang,aku langsung meluncur ke rumah kak Fay.Tapi kak Fay nggak ada di rumah.Aku hanya bertemu dengan mamanya dan kata mamanya,kak Fay pergi ke rumah kak Nayla.Huuhh.. kalau tahu kak Fay ke sana,tadi aku langsung saja ke rumah kak Nayla.Sekarang aku mesti balik lagi ngelewatin kompleks perumahanku.Huft..
Ku kayuh sepedaku dengan cepat.Tidak sampai tiga puluh menit,aku sudah tiba di depan rumah kak Nayla dengan boneka elmo di tanganku.Aku lihat di halaman rumah kak Nayla sudah terparkir sepeda milik kak Fay.Aku berjalan ke teras rumah dan mematung di depan pintu,ragu-ragu untuk masuk.Sayup-sayup,aku mendengar suara kak Fay dan kak Nayla sedang mengobrol di dalam.Ku rapatkan telingaku di pintu untuk mendengarkan percakapan mereka.
“Fay,sudahlah.. kamu nggak usah merasa bersalah gitu sama aku !!”suara kak Nayla terdengar jelas dari luar.
“Tapi Nay.. aku sudah janji sama kamu,semuanya kacau gara-gara dia mundur !!”kak Fay menjawab dengan nada sedih.Aku tahu yang di maksud ‘dia’ itu aku.
“Fay,dengerin aku,kamu nggak bisa maksa dia.Dia punya masalah sendiri.. dia punya kehidupannya sendiri.Coba kamu bayangin seandainya kamu ada di posisi Brandon.Pasti kamu juga ngerasa bersalah sama papa kamu.Inget Fay,sekali berbohong,maka kebohongan itu harus di tutup-tutupi dengan kebohongan yang lain.Justru aku kasihan sama Brandon Fay.. Dia pasti bingung dengan semua ini !!”kak Nayla diam sejenak.Aku terdiam dan belum berani mengetuk pintu rumahnya.
“Tapi dia sudah janji sama aku kalau dia mau bantuin kita !!”kata kak Fay lagi.
“Fay,aku memang ingin sekali bisa melihat seperti dulu lagi.Tapi sekarang aku sadar,ini semua ujian buat aku.Ini bukan salah kamu Fay.. !!”
“Nay.. seandainya saja waktu itu aku nggak ngajak kamu balapan,pasti jadinya nggak kayak gini.. harusnya aku yang ada di posisi kamu.. hiks.. hiks.. hiks.. !!”kak Fay mulai terisak.
“Dengerin aku Fay,aku sama sekali nggak nyalahin kamu.Ini semua terjadi karena kecerobohanku.Seharusnya aku lihat-lihat dulu sebelum keluar dari gang.Bagaimanapun juga,kamu sahabatku yang paling berharga buatku dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun.Kamu selalu ngasih support ke aku sehingga aku bisa bertahan sampai sekarang.Dulu aku memang sempat putus asa dan rasanya aku ingin pergi saja dari dunia ini.Tapi kamu membuat aku tetap semangat buat ngejalani hari-hari suramku.Perjuangan kamu selama ini sangat berarti buat aku Fay… walaupun kamu merasa gagal,tapi itu semua sudah cukup ngebuktiin sama aku kalau kamu adalah sahabat sejati aku !!”suara kak Nayla terdengar lirih.
“Kak Nayla.. Kak Fay.. maafin Brandonn… !!”bathinku terenyuh mendengar percakapan mereka.
“Brandon,aku tahu dia baik.Kamu harus minta maaf sama dia Fay.. Dia itu senang berteman sama kamu.Mungkin karena kalian punya hoby sama yaitu nge-dance !!”lanjut kak Nayla.Beberapa saat suasana hening.Aku tak mendengar suara mereka sampai akhirnya kak Fay kembali membuka suaranya.
“Baiklah Nay.. aku mau minta maaf sama dia.Aku tahu aku nggak bisa maksa dia buat ikut lomba.Selama ini aku sudah banyak nyusahin dia.Makasih Nay.. makasih banget kamu sudah ngingetin aku !!”kak Fay mulai bisa tenang.
“Sama-sama Fay.. Oh iya,menurut kamu Brandon itu orangnya kayak gimana sih ?? Aku pengen tahu banyak tentang dia.Soalnya kan jarang-jarang kamu bisa akrab sama murid laki-laki.Hihihihi.. !!”kata kak Nayla sambil terkikik.
“Idiihh.. ngomong apaan sih ?? Dia itu nyebelin banget tahu.. Nakal,jail,ngeselinn.. Masa baru masuk saja dia sudah berani ngerjain aku dengan berpura-pura jadi kakak kelas.Ya udah.. aku kerjain balik.Aku pura-pura jatuh dari sepeda gara-gara dia.Terus dia ngeboncengin aku pulang.Kasihan juga sih..aku tahu waktu itu dia sedang kelaperan,pasti cape banget aku ajak muter-muter.Eh.. masa aku sudah minta maaf dan baik-baikin dia,dia malah ngerjain lagi dengan masukin obat pengocok perut ke minumanku.Ngeselin banget kan ??”terang kak Fay membuat kak Nayla tertawa geli.
“Hahaha.. sepertinya kalian tuh emang cocok.Sama-sama jail dan jago nge-dance.Kalau aku bisa ngeliat lagi,orang pertama yang pengen aku lihat wajahnya tuh Brandonn !! Aku penasaran Fay.. soalnya dia sudah bikin kamu bete banget kayak gini.Hahaha.. !!”
“Huuhh.. Ngocol.. Tapi Nay,kamu tenang saja,aku nggak bakalan berhenti ngamen buat ngumpulin uang.Hehehe… !!”kak Fay terkekeh.
“Kamu nggak malu apa ?? Kalau orang tua kamu tahu gimana Fay ??”tanya kak Nayla.
“Yaelahh.. kamu tenang saja.. ngapain mesti malu ?? yang penting aku nggak nyuri.Lagian kamu pengen banget kan bisa ngeliat Brandon ??Hehehe.. “goda kak Fay.
“Wew.. kok jadi aku yang di ledekin ?? Hahaha.. Oh iya Fay,kamu janji ya,nggak bakalan marah lagi sama Brandon.Kalian tuh harus terus temenan sampai aku sembuh.Ntar kan aku bisa lihat keakraban kalian.Hahaha.. !!”
“Ntar kamu cemburu Nay.. !!”keduanya terus tertawa sambil membicarakanku.Keakraban mereka membuat hatiku perih.Yaahh.. aku harus terus maju,aku harus membantu mereka.Aku harus membuat kak Nayla bisa melihat lagi supaya kak Nayla bisa merasakan indahnya persahabatan yang sempurna seperti dulu.Aku nggak boleh nyerah.Walaupun papa nggak ngizinin aku nge-dance,tapi mama pasti bangga sama aku.Bukankah kata papa,mama itu selalu baik sama semua orang ?? Aku yakin,kalau mama masih ada,dia pasti bakalan ngizinin aku buat nolongin mereka.Mama pasti senang karena aku bisa membantu orang lain.
Ku ketuk pintu rumah kak Nayla,mendadak suara tawa kak Fay dan kak Nayla terhenti.Kak Fay beranjak dari kursinya dan segera membukakan pintu untukku.
“Brandon ??”kak Fay terkejut menatapku.
“Masuk Ndonn !!”sahut kak Nayla dari kursinya.
Aku segera masuk dan duduk di dekat kak Fay.
“Wah.. kok kamu tahu kalau kak Fay ada di sini ??”tanya kak Nayla saambil tersenyum.Walaupun senyumnya entah ke arah mana,tapi aku tahu kalau senyumannya itu di tujukan kepadaku.
“Tadi aku ke rumah kak Fay,tapi kata mamanya kak Fay,kakak ke rumah kak Nayla,”terangku membuat kak Nayla manggut-manggut,sedangkan kak Fay tetap diam di kursi sebelahku.
“Kak Fay,kak Nayla, Brandon ke sini mau minta maaf sama kalian.Brandon tahu Brandon sudah bikin kak Fay kesal.Kak Fay,maafin Brandon kak,Brandon janji nggak bakal bilang kayak tadi lagi.Brandon mau ngelanjutin apa yang sedang kita perjuangkan.Brandon akan terus maju untuk ikut lomba di Jakarta,”
“Ndonn.. kak Fay nggak marah lagi kok sama kamu,kak Fay yang salah.Harusnya kakak yang minta maaf sama kamu.Kakak nggak bakalan maksa kamu lagi buat ikut lomba.Kak Fay ngerti posisi kamu.Kamu pasti pusing mikirin semua ini.Jadi lebih baik kita nggak usah ikut saja Ndon.Lagian kak Nayla juga nggak apa-apa,”jawaban kak Fay membuatku lega.
“Nggak kak,aku mau nolongin kak Nayla.Aku mau ikut lomba.Walaupun papaku ngelarang aku nge-dance,tapi Brandon yakin,mamaku pasti bangga sama aku kak,”kataku meyakinkan kak Fay.Ku lihat kak Fay menoleh ke arah kak Nayla.Seolah tahu kak Fay sedang meminta pendapatnya,kak Nayla mengangguk dan itu membuat kak Fay tersenyum.
“Beneran Ndon ??”tanya kak Fay kurang yakin.Aku mengangguk mantap untuk kembali meyakinkannya.
“Makasih Ndon.. makasih banget,kamu memang baik,”sahut kak Fay tersenyum ke arahku.Ku balas senyumannya dan ku ulurkan boneka elmo merah ke pangkuannya.
“Jangan di buang lagi ya kak !!”bisikku di telinga kak Fay membuat kak Fay refleks mencubit pahaku.
“Awww.. !!”pekikku kaget membuat kak Fay terkikik.
“Lagi pada ngapain sih ?? Hayoo… lagi maaf-maafan sambil peluk-pelukan ya ??”goda kak Nayla.
“Hahahaha.. Sok Tahu… !!”teriak kak Fay dan aku berbarengan.
“Duileeehhh… kompak benerr… !!”pekik kak Nayla juga.
Kami tertawa berbarengan membuat suasana semakin hangat.Tak ada lagi sikap dingin kak Fay,tak ada lagi rasa kesal menyelimuti kami.Aku ingin selamanya seperti ini.Aku ingin kebahagiaan ini terus berlanjut dan kak Nayla,bisa segera melihat keakraban kami.Aku tahu,dengan hatinya,kak Nayla bisa melihatku.Sabar ya kak,suatu saat nanti,kak Nayla pasti akan kembali seperti dulu.Aku dan kak Fay akan terus berusaha mewujudkan impian kak Nayla.Bukan… bukan.. ini bukan hanya impian kak Nayla saja tapi ini impianku juga.Aku mau nunjukin sama papa kalau aku benar-benar serius dengan cita-citaku.Yaitu menjadi seorang penari profesional.
Dukung kami terus ya BNZ…
Iringi langkah kami dengan do’a kalian..
BNZ… KOMPAK ABBEEZZZ… !!! :D
***
CERITA PAPA TENTANG MAMA *part.12*
Jam pelajaran pertama pagi ini adalah olahraga.Aku dan teman-teman sekelasku bermain bola basket.Sangat melelahkan tetapi cukup menyenangkan.
Setelah pelajaran olahraga selesai,aku membeli es teh yang di seduh di plastik untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokanku.Aku dan teman-temanku pun kembali ke dalam kelas dengan jajanan masing-masing.Ingin rasanya aku melempar-lempar kacang atom seperti di kelasku yang dulu.Tapi aku takut dihukum Bu Rianti saat jam istirahat.Nanti bisa-bisa aku nggak bisa latihan dance bareng kak Fay.
Namun keisenganku mulai muncul saat jam pelajaran berikutnya akan segera di mulai.Aku meniup plastik bekas minumanku lalu mengikatnya dengan sedotan.Ketika Bu Rianti masuk,seperti biasa,Agunk si ketua murid akan menyuruh kami berdiri dan memberikan salam kepada Bu Rianti.Waktu semua murid berdiri itulah aku menaruh plastik yang sudah kutiup tadi di kursi Andz.Walhasil,ketika kami semua di suruh duduk kembali,Andz menduduki plastik itu dan..
“DUARRR…!!!”plastik itu meledak membuat Andz dan sebagian besar murid termasuk Bu Rianti terlonjak kaget.
“Apa itu ??”teriak Bu Rianti.Aku terkikik sendirian membuat semua mata teman-teman sekelasku tertuju ke arahku.
“Ini Bu,Brandon menaruh plastik di kursiku,pas aku duduk plastiknya meledak !!”lapor Andz kepada Bu Rianti.Aku lihat Bu Rianti menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Brandonn.. ibu kira kamu sudah mau berubah.Ternyata kemauan itu belum datang juga ya ??”perkataan Bu Rianti mengingatkanku akan kata-kata yang pernah ku ucapkan kepada Bu Sarah.
“Sini Brandon !!”Bu Rianti menyuruhku maju ke depan kelas.
“Agunk,tolong bawa tas dan kursi Brandon ke depan meja ibu !!”Bu Rianti menyuruh Agunk dan si ketua murid itupun melaksanakan apa yang diperintahkan Bu Rianti.
“Nah Brandon,bangku kamu sekarang satu meja dengan ibu !!”sahutnya.
“Yaahh.. ibu,masa aku nulis di depan ibu ?? Jangan dong Bu .. !!”aku mencoba memprotesnya.
“Brandon,kalau kamu duduk di depan ibu,ibu bisa terus mengawasi kamu.Daripada ibu laporin kamu sama Bu sarah,nanti kamu dihukum sama dia.Mau ??”ucapan Bu Rianti membuat aku melongo.
“Kok ibu kenal sama Bu Sarah sih ??”tanyaku heran.Bu Rianti tertawa kecil mendengar pertanyaanku.
“Brandon.. Brandon… ibu dan Bu Sarah kan sama-sama juri di IMB,eh.. maksud ibu,Bu Sarah tuh teman kuliah ibu.Sebelum kamu pindah ke sini,dia sudah banyak bercerita tentang kamu yang terkenal nakal dan jail.Hmm.. tapi cerita Bu Sarah waktu kamu pamitan membuat ibu terharu !!”keterangan Bu Rianti membuat aku tersipu malu.
“Makanya,Bu Sarah menitipkan kamu sama ibu supaya sifat jail kamu itu bisa hilang.Ternyata kumat lagi !!”lanjut Bu Rianti sambil tertawa.
“Ya sudah.. kamu boleh duduk di depan ibu sampai satu bulan ke depan !!”sahutnya.
“Ap.. apa Bu ?? Satu bulan ?? Nggak mau… !!”protesku.
“Jangan protes !!”potong Bu Rianti tetap dengan suara tenangnya.Aku pun duduk di kursiku dengan lemas disambut cekikikan dari seluruh teman sekelasku.Siaalll…
***
Waktu istirahat,aku dan kak Fay mulai berlatih.Pertama latihan memang kacau.Kami masih mencari-cari gerakan yang cocok.Aku dan kak Fay latihan tanpa di iringi musik.Kami hanya menggunakan hitungan untuk mengharmonisasikan gerakan.Tiga puluh menit terasa begitu singkat.Sepuluh menit waktu istirahat yang tersisa kami gunakan untuk bersantai sejenak.Aku dan kak Fay duduk di lantai beralas kardus di dalam gudang sambil mengobrol dan melepas lelah.
“Ndon.. gimana ?? kamu sudah dapat tanda tangan papa kamu ??”kak Fay memulai perbincangan.
“Belum kak,mungkin bakalan butuh waktu lama buat ngedapetinnya !!”jawabku dengan nafas yang masih belum teratur karena masih kecapean.Kak Fay menarik nafas panjang sejenak.
“Lebih cepat lebih baik Ndon.. !! kalau masalah tanda tangan pak Kepsek kamu nggak usah khawatir.Kak Fay pasti bisa mendapatkannya!!”kata kak Fay yakin.
“Iya kak,aku usahakan supaya bisa secepatnya mendapatkan surat izin dari papa !!”jawabku kurang yakin.
“Ya sudah,kak Fay percaya sama kamu !! Sekarang kita balik ke kelas yuuk.. sebentar lagi bel masuk nih.. !!”ajak kak Fay.Aku mengangguk setuju dan kami beranjak dari gudang menuju kelas masing-masing.
“Mudah-mudahan saja rencanaku berhasil .. !!”lirihku dalam hati.
***
Selesai makan malam aku menemui papa di ruang kerjanya.Aku lihat papa sedang sibuk dengan komputernya.Ku hampiri papaku yang sedang serius menatap layar monitor.
“Pa,minta tanda tangan papa dong.. !!”sahutku sambil menyodorkan buku PR ku.Papa menoleh ke arahku dan segera mengambil bukuku.
“Tanda tangan buat apa Ndon ??”tanya papa sambil menatap buku PR yang sudah ada di tangannya.
“Begini pa,sebentar lagi kan ulangan semester.Jadi mulai sekarang Bu Guru menyuruh semua murid supaya tugas-tugas yang diberikan di sekolah di tanda tangani oleh orang tua.Jadi orang tua itu bakalan tahu berapa nilai yang di dapat anaknya di sekolah.Kalau nilainya jelek kan orang tuanya bisa ngajarin dia.Nah,otomatis kan pa,papa bisa merhatiin nilai-nilai Brandon setiap harinya.Bukan hanya Bu Guru saja yang mengawasi nilai Brandon,tapi papa juga.Iya kan Pa ??”terangku panjang lebar.
“Hmm.. iya Ndon,tapi papa percaya kok sama kamu.Kamu pasti selalu mendapatkan nilai sempurna !!”katanya sambil tersenyum dan membuatku mengembang kempiskan hidungku karena bangga.Hehehe…
“Iya dong pa.. anaknya siapa dulu dong .. ?? hehehe.. “aku kembali terkekeh.
“Lho.. memangnya kamu anak siapa ??”tanya papa.
“Ya anak papa lah.. !!”jawabku sambil nyengir.
“Hmm.. kemarin katanya anak kancil… yang bener yang mana nih ??”ledek papa membuat aku cemberut.
“Ya sudah kalau gitu nanti Brandon tinggal di hutan aja !!”candaku membuat papa terkekeh.
“Ngapain tinggal di hutan ?? mau jadi Tarzan ??”kata papa.
“Bukan.. tapi jadi Gorila.. !!”jawabku kesal.
“Hahahaha… !!”papa tertawa mendengar celotehku.
Papa memeriksa catatanku dan setelah itu dia segera menanda tanganinya di bawah tulisanku.
“Nih bukunya !!”papa menyerahkan buku PR ku dan aku segera mengambilnya dari tangan papa.
“Makasih pa.. !!”sahutku sambil berlalu dari hadapan papa menuju kamar tidurku.Hmm.. untuk mendapatkan surat izin dari papa memang butuh kesabaran dan perjuangan tingkat tinggi.Hehehe..
Huft.. mau tidur belum ngantuk.Hmm.. ngapain dulu ya ?? aku main piano dulu ah.. siapa tahu habis itu langsung ngantuk.Ku hampiri pianoku yang ada di sudut kamarku.Ku tekan tootsnya dan kumainkan sebuah lagu yang sudah ku hafal.
#Andai.. aku tlah dewasa,apa yang kan ku katakan,
Untukmu idolaku,tersayang.. Ayah…. Hoo..
Andai.. usiaku berubah,ku balas cintamu Bunda..
Pelitaku.. penerang jiwaku dalam setiap waktu..
Oh.. ku tahu kau berharap dalam do’amu
Ku tahu kau berjaga dalam langkahmu
Ku tahu slalu cinta dalam senyummu
Oh.. Tuhan Kau ku pinta..
Bahagiakan mereka sepertiku.
Andai.. aku tlah dewasa,ingin aku persembahkan..
Semurni cintamu,setulus kasih sayangmu,
Kau slalu ku cintaa… #
By : Sherina
Judul : Andai Aku Besar Nanti
“Mama,walaupun mama udah ninggalin Brandon,tapi Brandon harap mama bahagia di sana.. hiks.. hiks.. hiks.. !!”lirihku tak bisa menahan titik-titik air di mataku.Tanpa sadar papa dari tadi memperhatikanku dan dia memelukku dari belakang.
“Brandonn.. !!”lirihnya ikut merasakan kesedihanku.
“Pa.. Brandon kangen mama.. !!”ku pejamkan mataku untuk merasakan pelukan papa,satu-satunya orang yang kusayangi dan kumiliki saat ini.
“Maafin papa Ndonn..!!”bisik papa di telingaku.
“Pa,Brandon ingin ketemu mama,walaupun hanya ke makamnya saja.Anterin Brandon kesana pa.. Brandon nggak pernah ngasih bunga buat mama…!!”hatiku perih saat mengucapkan kata-kata itu.Papa merangkulku dan membawaku ke tempat tidur.
“Baiklah Ndon,mungkin sekarang saatnya papa menceritakan sedikit tentang mama kamu”kata papa setelah kami berdua duduk berhadapan di tepi tempat tidur.Papa menghela nafas panjang sejenak.Tampaknya dia ragu untuk bercerita,mungkin papa juga rindu sama mama dan karena itu papa berat untuk bercerita tentang mama.Aku menunggu papaku membuka suaranya.
“Mama kamu,sangat sayang sama kamu dan juga papa.Dia cantik,baik sama semua orang,pintar nge-dance !!”papa mulai bercerita.Aku tersenyum mendengar penjelasan papa yang mengatakan kalau mama jago nge-dance.Aku baru tahu,ternyata aku punya bakat nge-dance dari mama.
“Ndon,dulu kita tidak tinggal di sini,tapi di Yogyakarta.Dulu sebelum menikah dengan mama,papa tinggal bersama ayah yaitu kakek kamu dan juga om Jun.Nenek kamu atau ibu dari papa sudah ninggalin papa sewaktu papa masih duduk di bangku SMA.Kakekmu yang hanya buruh serabutan,terpaksa harus menjual semua yang di milikinya untuk membiayai kuliah papa dan sekolah om Jun.Sampai akhirnya papa lulus kuliah dan om Jun mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Surabaya.Dengan berat hati,papa dan kakekmu harus berpisah dengan om Jun.Di Surabaya,om Jun kuliah sambil bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.Kadang dia juga mengirimi kakekmu uang.Karena semua yang dimiliki kakekmu sudah habis,papa dan kakekmu terpaksa mengontrak di rumah orang lain.Waktu itu papa hanya bekerja sebagai pemain musik dari café ke café.Begitu juga dengan mamamu.Dia nge-dance dari panggung ke panggung.Dari situlah papa ketemu mamamu,papa bertemu dengan dia di sebuah café yang kebetulan kita berdua sama-sama mendapat job manggung di sana.Seperti yang lainnya,papa berkenalan dengan mama kamu.Mamamu orangnya cepat akrab dengan siapapun.Begitu juga dengan papa,pertama kali ngobrol berdua,papa dan mama sudah seperti teman lama yang baru bertemu kembali.Dari situ papa tahu banyak tentang mama kamu.Papa senang ternyata dia pintar menyanyi pula.Sejak pertemuan itu,papa dan mama sepakat untuk menjalin hubungan kerjasama.Awalnya papa dan mamamu hanya sekedar partner dalam pekerjaan.Tapi,lama kelamaan rasa sayang dan saling mencintai mulai tumbuh di antara kami.Hanya butuh waktu dua bulan sejak perkenalan pertama,papa memutuskan untuk menikahi mama kamu.
Namun,masalah lain muncul.Orangtua mamamu ternyata tidak pernah merestui hubungan papa dan mama.Papa maklum,mungkin mereka tidak mau anak satu-satunya hidup dengan orang yang tidak punya apa-apa seperti papa.Meskipun tanpa restu dari orangtua mamamu,papa akhirnya menikahi mamamu juga.Setelah menikah,papa dan mama tinggal di kontrakkan bersama kakekmu.
Kehidupan papa setelah menikah belum berubah.Tetap pas-pasan bahkan serba kekurangan.Papa dan mama harus bekerja keras untuk bertahan hidup.Masa-masa sulit papa jalani saat mama kamu sedang mengandung kamu.Papa kerja sendirian karena mama yang sedang hamil tua tidak mungkin bekerja membantu papa.Puncaknya,saat mama kamu melahirkan kamu,hutang papa di mana-mana,job manggung papa sepi,mama tidak bisa membantu papa mencari uang karena harus mengurus kamu.Begitupun dengan kakekmu,dia sudah terlalu tua untuk bekerja bahkan sudah sering sakit-sakitan.Karena penyakitnya itu kakekmu pergi untuk selama-lamanya.Beliau meninggal di saat cucu pertamanya,yaitu kamu baru berusia dua bulan.Keadaan itu membuat papa semakin terpuruk.Om Jun sempat pulang sejenak untuk menghadiri pemakaman kakekmu.Tapi dia harus kembali lagi ke bangku kuliahnya di Surabaya.Kehidupan om Jun sedikit lebih baik.Meskipun dia masih kuliah,tapi dia sudah mempunyai pekerjaan tetap.Syukurlah.. om Jun memberikan papa uang yang cukup untuk beberapa minggu ke depan.Dan setelah uang itu habis,papa terpaksa harus turun ke jalanan untuk mengamen,mencari sesuap nasi,untuk membeli susu buat kamu,keperluan sehari-hari kita semua.Tapi papa dan mama bahagia,sangat bahagia memiliki kamu.Kami rela makan satu kali sehari asal kamu tidak kelaparan dan bisa minum susu secara teratur.Di tengah-tengah kehidupan papa dan mama yang serba kekurangan,kamu tumbuh menjadi anak yang begitu lucu,pintar dan sehat”papa berhenti sejenak.Perlahan papa mengusap air mata yang mengalir di balik kacamatanya.Akupun tak kuasa menahan haru.Tanpa berkata-kata,aku menunggu cerita papa selanjutnya.
“Saat usia kamu belum genap dua tahun,mama kembali bekerja membantu papa.Menari dan menyanyi dari café ke café,panggung ke panggung demi kamu.Pada suatu malam,mamamu menari di sebuah acara yang cukup besar.Panggung yang megah dan lampu-lampu sorot yang indah di pasang di atas panggung.Saat itulah petaka itu datang menimpa mama kamu.Entah kenapa tiba-tiba besi penyangga lampu yang ada di atas panggung rubuh ketika mama kamu sedang menari.Besi dan lampu-lampunya itu jatuh mengenai kepala mama kamu yang sedang menari tepat di bawah lampu-lampu itu dan.. akibatnya mama kamu harus di larikan ke Rumah sakit karena di kepalanya mengalami pendarahan yang hebat”cerita papa membuat hatiku bergetar.Mama,setragis itukah mama meninggalkan Brandon yang masih butuh kasih sayang mama ?? Meninggalkan papa yang sangat menyayangi mama,masih membutuhkan mama.Mama,lihatlah papa,kadang Brandon tidak tega melihat papa mengerjakan pekerjaan rumah sendirian.Brandon sedih Ma..
Papa kembali melanjutkan ceritanya walaupun dengan suara sedikit bergetar.
“Malam itu juga papa menemani mama kamu yang sedang koma di rumah sakit.Kamu sendiri saat itu tidak henti-hentinya menangis membuat papa tak kuasa untuk menitikkan air mata juga.Mungkin karena mendengar tangisanmu,mama kamu bangun dari koma dan papa senang sekali mama bisa siuman.Papa kira keadaan mama sudah mulai membaik,tapi rupanya,dia hanya ingin menyampaikan kata-kata terakhirnya.Kata-kata yang tak kan pernah papa lupain sampai kapanpun.Dia minta supaya papa menjaga kamu,menyayangi kamu selamanya.Dia juga bilang kalau pihak yang sudah mempekerjakan mama akan memberikan uang yang sangat banyak buat papa asal papa tidak mengajukan perkara ini ke pengadilan.Awalnya,papa bersikeras akan melaporkan kelalaian mereka untuk meminta keadilan supaya orang-orang itu mendapatkan balasan yang setimpal.Tapi mama kamu malah memohon sama papa supaya papa tidak melakukan hal itu.Karena… karena dia takut papa nggak bakalan menang di pengadilan.Mereka punya banyak uang untuk menyewa pengacara terbaik,sedangkan papa ?? Mau bayar pengacara pakai apa ?? Mama takut jika akhirnya papa kecewa dengan keputusan pengadilan dan nantinya papa tidak mendapatkan apa-apa.Kecewa di pengadilan dan uang yang di janjikan akan melayang begitu saja.Mama ingin dengan uang itu papa bisa membeli rumah serta untuk modal usaha juga.Dia ingin kamu hidup lebih layak.Dia tidak mau papa dan kamu terus-menerus hidup dalam kesengsaraan dan serba kekurangan.Sampai akhirnya mama kamu ninggalin kita berdua.Mamamu ninggalin papa dan kamu untuk selama-lamanya Ndon.. dan.. dan pesan terakhinya hanya satu,papa… papa… harus membahagiakan kamu !!”aku memeluk papa dan menangis dalam dekapannya.
Yaahh.. sekarang aku memang merasa sangat bahagia pa,papa telah berhasil membuat Brandon bahagia.Papa telah melaksanakan amanat mama.Sekarang,apapun yang Brandon minta bisa papa berikan.Kehidupan kami telah berubah.Hidup serba kecukupan,apapun bisa papa beli.Aku salut sama papaku,walaupun papaku sudah sukses tapi papa tetap memilih tinggal di rumah yang sederhana tanpa rumah mewah bertingkat seperti yang lainnya.Papa mengajarkan aku tentang kesederhanaan,rendah hati dan peduli dengan sesama.Walaupun papa bisa memberikan apapun yang Brandon minta,tapi kadang papa tidak memberikannya.Seperti waktu aku TK,aku ingin sekali papaku memindahkan candi Borobudur ke Surabaya,eh permintaanku nggak di kabulin.. Hehehehe… (GUBRAKK !!) Yahh.. intinya,papa membuat aku tumbuh menjadi anak yang kuat,tidak manja,dan entahlah… aku merasa hidupku begitu sempurna meski tanpa kehadiran mama di rumah kami.Rumah yang begitu hangat,nyaman dan cukup besar untuk kami berdua.Ada tiga kamar tidur (kamar papa,kamarku dan kamar tamu,biasanya om Jun dan keluarganya kalau ke rumah suka menginap dan tidur di kamar itu),ruang tamu,ruang tengah,meja makan satu ruangan dengan dapur,gudang,garasi dan dua toilet.Di tambah halaman yang cukup luas dan asri.Halaman belakang juga begitu.Walaupun tidak seluas halaman depan,tapi tetap asri dan sejuk karena berbagai tanaman hias yang di tanam papa tumbuh subur di sana.
Papa kembali melanjutkan ceritanya sambil mengelus-elus rambutku yang masih ada di dalam dekapannya.
“Setelah setahun mamamu meninggal,kehidupan papa telah berubah,kesuksesan mulai papa rasakan.Papa dan teman papa bekerja sama membangun sekolah musik di Yogyakarta dan ternyata itu awal dari perubahan papa.Lalu papa memutuskan untuk pindah dan dengan bantuan om Jun,papa membeli rumah di sini.Papa nggak sanggup tinggal di Yogyakarta,papa nggak bisa ngelupain mama kamu Ndon.. !! Untuk melupakan semua kenangan dengan mamamu,papa mencoba menyingkirkan semua benda apapun yang berhubungan dengannya.Bahkan,foto pernikahan kamipun papa singkirin jauh-jauh.Papa pikir semua yang papa lakuin itu bisa ngelupain mama kamu.Tapi ternyata tidak,apa yang papa lakuin semuanya sia-sia.Papa tetap tidak mampu untuk menghilangkan bayangan mama kamu di pikiran papa.Papa terlalu mencintai mamamu Ndon.. !! Papa sayang sekali sama mama kamu.Papa belum siap di tinggalin sendirian sama dia.. !!”air mata papa terasa menetes membasahi rambutku.Baru kali ini aku melihat papa menangis seperti itu.Aku tahu,aku mengerti perasaan papa.Papa pasti sangat merindukan mama,sama seperti aku yang juga merindukan kehadirannya.
“Maafin papa Ndon,papa tidak bisa menjaga mama kamu,seharusnya waktu itu papa melarang mamamu untuk bekerja membantu papa.Seharusnya papa melarang mama kamu untuk tidak menari di acara itu.Papa melarang kamu nge-dance karena papa takut kejadian itu akan terulang dan menimpa kamu.Papa trauma dengan kejadian yang telah merenggut nyawa mama kamu.Papa nggak mau kehilangan orang yang papa cintai untuk kesekian kalinya.Papa sayang kamu Ndon.. !! Hanya kamu satu-satunya yang membuat papa tetap tegar menghadapi semuanya.Cuma kamu yang bisa ngasih semangat buat papa,membuat papa tersenyum,tertawa,menjadikan hidup papa bahagia.Asal kamu tahu Ndon.. setiap papa marah-marah sama kamu,membentak kamu,hati papa sakit Ndonn.. Setelah papa marah-marah sama kamu,papa akan menangis sendirian karena dengan papa membentak kamu,papa merasa itu sama saja papa sudah menyakiti mama kamu.Papa merasa telah gagal menjalankan amanat mamamu.Papa sedih Ndonn.. papa… “bibir papa bergetar membuat aku tidak sanggup untuk mendengar cerita papa selanjutnya.
“Pa.. maafin Brandon pa.. Brandon yang salah.. Brandon yang selalu bikin papa marah,bikin papa sedih.. Brandon tahu papa sangat sayang sama Brandon,papa nggak gagal pa.. Papa sudah ngelakuin apa yang mama minta.Brandon bahagia pa… Brandon bahagia punya papa… Hiks.. hiks.. hiks.. !!”aku tetap menangis di pelukannya.
“Maafin Brandon pa.. Brandon janji nggak bakalan bertanya lagi tentang mama kalau ternyata itu bisa membuat papa sedih.Brandon sadar,nggak ada gunanya Brandon sedih terus karena mengingat mama.Brandon punya papa,cuma papa yang Brandon punya saat ini !!”aku membenamkan kepalaku di dada papa.
“Sudah Ndonn .. !! Papa lega sudah menceritakan semua ini sama kamu !!”papa mengusap rambutku lembut.Aku terpekur di pelukan papa.Aku teringat akan lomba dance di Jakarta.Kenapa keraguan itu muncul lagi ?? Kenapa aku takut untuk melanjutkan apa yang sedang aku dan kak Fay perjuangkan ?? Aarrgghh.. aku semakin merasa bersalah sama papaku.Aku sudah menyakiti dia,merusak kepercayaannya,mengkhianatinya.Haruskah aku mundur dari semua ini dan membiarkan kak Fay men-cap-ku sebagai seorang pengecut ?? Aku bingung,ternyata masalah ini menjadi semakin bertambah rumit dan membuatku pusing.
Malam semakin larut.Papa tertidur di kamarku,ku tatap garis-garis wajahnya dan itu membuat aku merasa semakin sayang padanya.
Good nite pa.. I love you Pa..
I love you BNZ…
BNZ KOMPAK ABBEEZZZ… !! :D
Setelah pelajaran olahraga selesai,aku membeli es teh yang di seduh di plastik untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokanku.Aku dan teman-temanku pun kembali ke dalam kelas dengan jajanan masing-masing.Ingin rasanya aku melempar-lempar kacang atom seperti di kelasku yang dulu.Tapi aku takut dihukum Bu Rianti saat jam istirahat.Nanti bisa-bisa aku nggak bisa latihan dance bareng kak Fay.
Namun keisenganku mulai muncul saat jam pelajaran berikutnya akan segera di mulai.Aku meniup plastik bekas minumanku lalu mengikatnya dengan sedotan.Ketika Bu Rianti masuk,seperti biasa,Agunk si ketua murid akan menyuruh kami berdiri dan memberikan salam kepada Bu Rianti.Waktu semua murid berdiri itulah aku menaruh plastik yang sudah kutiup tadi di kursi Andz.Walhasil,ketika kami semua di suruh duduk kembali,Andz menduduki plastik itu dan..
“DUARRR…!!!”plastik itu meledak membuat Andz dan sebagian besar murid termasuk Bu Rianti terlonjak kaget.
“Apa itu ??”teriak Bu Rianti.Aku terkikik sendirian membuat semua mata teman-teman sekelasku tertuju ke arahku.
“Ini Bu,Brandon menaruh plastik di kursiku,pas aku duduk plastiknya meledak !!”lapor Andz kepada Bu Rianti.Aku lihat Bu Rianti menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Brandonn.. ibu kira kamu sudah mau berubah.Ternyata kemauan itu belum datang juga ya ??”perkataan Bu Rianti mengingatkanku akan kata-kata yang pernah ku ucapkan kepada Bu Sarah.
“Sini Brandon !!”Bu Rianti menyuruhku maju ke depan kelas.
“Agunk,tolong bawa tas dan kursi Brandon ke depan meja ibu !!”Bu Rianti menyuruh Agunk dan si ketua murid itupun melaksanakan apa yang diperintahkan Bu Rianti.
“Nah Brandon,bangku kamu sekarang satu meja dengan ibu !!”sahutnya.
“Yaahh.. ibu,masa aku nulis di depan ibu ?? Jangan dong Bu .. !!”aku mencoba memprotesnya.
“Brandon,kalau kamu duduk di depan ibu,ibu bisa terus mengawasi kamu.Daripada ibu laporin kamu sama Bu sarah,nanti kamu dihukum sama dia.Mau ??”ucapan Bu Rianti membuat aku melongo.
“Kok ibu kenal sama Bu Sarah sih ??”tanyaku heran.Bu Rianti tertawa kecil mendengar pertanyaanku.
“Brandon.. Brandon… ibu dan Bu Sarah kan sama-sama juri di IMB,eh.. maksud ibu,Bu Sarah tuh teman kuliah ibu.Sebelum kamu pindah ke sini,dia sudah banyak bercerita tentang kamu yang terkenal nakal dan jail.Hmm.. tapi cerita Bu Sarah waktu kamu pamitan membuat ibu terharu !!”keterangan Bu Rianti membuat aku tersipu malu.
“Makanya,Bu Sarah menitipkan kamu sama ibu supaya sifat jail kamu itu bisa hilang.Ternyata kumat lagi !!”lanjut Bu Rianti sambil tertawa.
“Ya sudah.. kamu boleh duduk di depan ibu sampai satu bulan ke depan !!”sahutnya.
“Ap.. apa Bu ?? Satu bulan ?? Nggak mau… !!”protesku.
“Jangan protes !!”potong Bu Rianti tetap dengan suara tenangnya.Aku pun duduk di kursiku dengan lemas disambut cekikikan dari seluruh teman sekelasku.Siaalll…
***
Waktu istirahat,aku dan kak Fay mulai berlatih.Pertama latihan memang kacau.Kami masih mencari-cari gerakan yang cocok.Aku dan kak Fay latihan tanpa di iringi musik.Kami hanya menggunakan hitungan untuk mengharmonisasikan gerakan.Tiga puluh menit terasa begitu singkat.Sepuluh menit waktu istirahat yang tersisa kami gunakan untuk bersantai sejenak.Aku dan kak Fay duduk di lantai beralas kardus di dalam gudang sambil mengobrol dan melepas lelah.
“Ndon.. gimana ?? kamu sudah dapat tanda tangan papa kamu ??”kak Fay memulai perbincangan.
“Belum kak,mungkin bakalan butuh waktu lama buat ngedapetinnya !!”jawabku dengan nafas yang masih belum teratur karena masih kecapean.Kak Fay menarik nafas panjang sejenak.
“Lebih cepat lebih baik Ndon.. !! kalau masalah tanda tangan pak Kepsek kamu nggak usah khawatir.Kak Fay pasti bisa mendapatkannya!!”kata kak Fay yakin.
“Iya kak,aku usahakan supaya bisa secepatnya mendapatkan surat izin dari papa !!”jawabku kurang yakin.
“Ya sudah,kak Fay percaya sama kamu !! Sekarang kita balik ke kelas yuuk.. sebentar lagi bel masuk nih.. !!”ajak kak Fay.Aku mengangguk setuju dan kami beranjak dari gudang menuju kelas masing-masing.
“Mudah-mudahan saja rencanaku berhasil .. !!”lirihku dalam hati.
***
Selesai makan malam aku menemui papa di ruang kerjanya.Aku lihat papa sedang sibuk dengan komputernya.Ku hampiri papaku yang sedang serius menatap layar monitor.
“Pa,minta tanda tangan papa dong.. !!”sahutku sambil menyodorkan buku PR ku.Papa menoleh ke arahku dan segera mengambil bukuku.
“Tanda tangan buat apa Ndon ??”tanya papa sambil menatap buku PR yang sudah ada di tangannya.
“Begini pa,sebentar lagi kan ulangan semester.Jadi mulai sekarang Bu Guru menyuruh semua murid supaya tugas-tugas yang diberikan di sekolah di tanda tangani oleh orang tua.Jadi orang tua itu bakalan tahu berapa nilai yang di dapat anaknya di sekolah.Kalau nilainya jelek kan orang tuanya bisa ngajarin dia.Nah,otomatis kan pa,papa bisa merhatiin nilai-nilai Brandon setiap harinya.Bukan hanya Bu Guru saja yang mengawasi nilai Brandon,tapi papa juga.Iya kan Pa ??”terangku panjang lebar.
“Hmm.. iya Ndon,tapi papa percaya kok sama kamu.Kamu pasti selalu mendapatkan nilai sempurna !!”katanya sambil tersenyum dan membuatku mengembang kempiskan hidungku karena bangga.Hehehe…
“Iya dong pa.. anaknya siapa dulu dong .. ?? hehehe.. “aku kembali terkekeh.
“Lho.. memangnya kamu anak siapa ??”tanya papa.
“Ya anak papa lah.. !!”jawabku sambil nyengir.
“Hmm.. kemarin katanya anak kancil… yang bener yang mana nih ??”ledek papa membuat aku cemberut.
“Ya sudah kalau gitu nanti Brandon tinggal di hutan aja !!”candaku membuat papa terkekeh.
“Ngapain tinggal di hutan ?? mau jadi Tarzan ??”kata papa.
“Bukan.. tapi jadi Gorila.. !!”jawabku kesal.
“Hahahaha… !!”papa tertawa mendengar celotehku.
Papa memeriksa catatanku dan setelah itu dia segera menanda tanganinya di bawah tulisanku.
“Nih bukunya !!”papa menyerahkan buku PR ku dan aku segera mengambilnya dari tangan papa.
“Makasih pa.. !!”sahutku sambil berlalu dari hadapan papa menuju kamar tidurku.Hmm.. untuk mendapatkan surat izin dari papa memang butuh kesabaran dan perjuangan tingkat tinggi.Hehehe..
Huft.. mau tidur belum ngantuk.Hmm.. ngapain dulu ya ?? aku main piano dulu ah.. siapa tahu habis itu langsung ngantuk.Ku hampiri pianoku yang ada di sudut kamarku.Ku tekan tootsnya dan kumainkan sebuah lagu yang sudah ku hafal.
#Andai.. aku tlah dewasa,apa yang kan ku katakan,
Untukmu idolaku,tersayang.. Ayah…. Hoo..
Andai.. usiaku berubah,ku balas cintamu Bunda..
Pelitaku.. penerang jiwaku dalam setiap waktu..
Oh.. ku tahu kau berharap dalam do’amu
Ku tahu kau berjaga dalam langkahmu
Ku tahu slalu cinta dalam senyummu
Oh.. Tuhan Kau ku pinta..
Bahagiakan mereka sepertiku.
Andai.. aku tlah dewasa,ingin aku persembahkan..
Semurni cintamu,setulus kasih sayangmu,
Kau slalu ku cintaa… #
By : Sherina
Judul : Andai Aku Besar Nanti
“Mama,walaupun mama udah ninggalin Brandon,tapi Brandon harap mama bahagia di sana.. hiks.. hiks.. hiks.. !!”lirihku tak bisa menahan titik-titik air di mataku.Tanpa sadar papa dari tadi memperhatikanku dan dia memelukku dari belakang.
“Brandonn.. !!”lirihnya ikut merasakan kesedihanku.
“Pa.. Brandon kangen mama.. !!”ku pejamkan mataku untuk merasakan pelukan papa,satu-satunya orang yang kusayangi dan kumiliki saat ini.
“Maafin papa Ndonn..!!”bisik papa di telingaku.
“Pa,Brandon ingin ketemu mama,walaupun hanya ke makamnya saja.Anterin Brandon kesana pa.. Brandon nggak pernah ngasih bunga buat mama…!!”hatiku perih saat mengucapkan kata-kata itu.Papa merangkulku dan membawaku ke tempat tidur.
“Baiklah Ndon,mungkin sekarang saatnya papa menceritakan sedikit tentang mama kamu”kata papa setelah kami berdua duduk berhadapan di tepi tempat tidur.Papa menghela nafas panjang sejenak.Tampaknya dia ragu untuk bercerita,mungkin papa juga rindu sama mama dan karena itu papa berat untuk bercerita tentang mama.Aku menunggu papaku membuka suaranya.
“Mama kamu,sangat sayang sama kamu dan juga papa.Dia cantik,baik sama semua orang,pintar nge-dance !!”papa mulai bercerita.Aku tersenyum mendengar penjelasan papa yang mengatakan kalau mama jago nge-dance.Aku baru tahu,ternyata aku punya bakat nge-dance dari mama.
“Ndon,dulu kita tidak tinggal di sini,tapi di Yogyakarta.Dulu sebelum menikah dengan mama,papa tinggal bersama ayah yaitu kakek kamu dan juga om Jun.Nenek kamu atau ibu dari papa sudah ninggalin papa sewaktu papa masih duduk di bangku SMA.Kakekmu yang hanya buruh serabutan,terpaksa harus menjual semua yang di milikinya untuk membiayai kuliah papa dan sekolah om Jun.Sampai akhirnya papa lulus kuliah dan om Jun mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Surabaya.Dengan berat hati,papa dan kakekmu harus berpisah dengan om Jun.Di Surabaya,om Jun kuliah sambil bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.Kadang dia juga mengirimi kakekmu uang.Karena semua yang dimiliki kakekmu sudah habis,papa dan kakekmu terpaksa mengontrak di rumah orang lain.Waktu itu papa hanya bekerja sebagai pemain musik dari café ke café.Begitu juga dengan mamamu.Dia nge-dance dari panggung ke panggung.Dari situlah papa ketemu mamamu,papa bertemu dengan dia di sebuah café yang kebetulan kita berdua sama-sama mendapat job manggung di sana.Seperti yang lainnya,papa berkenalan dengan mama kamu.Mamamu orangnya cepat akrab dengan siapapun.Begitu juga dengan papa,pertama kali ngobrol berdua,papa dan mama sudah seperti teman lama yang baru bertemu kembali.Dari situ papa tahu banyak tentang mama kamu.Papa senang ternyata dia pintar menyanyi pula.Sejak pertemuan itu,papa dan mama sepakat untuk menjalin hubungan kerjasama.Awalnya papa dan mamamu hanya sekedar partner dalam pekerjaan.Tapi,lama kelamaan rasa sayang dan saling mencintai mulai tumbuh di antara kami.Hanya butuh waktu dua bulan sejak perkenalan pertama,papa memutuskan untuk menikahi mama kamu.
Namun,masalah lain muncul.Orangtua mamamu ternyata tidak pernah merestui hubungan papa dan mama.Papa maklum,mungkin mereka tidak mau anak satu-satunya hidup dengan orang yang tidak punya apa-apa seperti papa.Meskipun tanpa restu dari orangtua mamamu,papa akhirnya menikahi mamamu juga.Setelah menikah,papa dan mama tinggal di kontrakkan bersama kakekmu.
Kehidupan papa setelah menikah belum berubah.Tetap pas-pasan bahkan serba kekurangan.Papa dan mama harus bekerja keras untuk bertahan hidup.Masa-masa sulit papa jalani saat mama kamu sedang mengandung kamu.Papa kerja sendirian karena mama yang sedang hamil tua tidak mungkin bekerja membantu papa.Puncaknya,saat mama kamu melahirkan kamu,hutang papa di mana-mana,job manggung papa sepi,mama tidak bisa membantu papa mencari uang karena harus mengurus kamu.Begitupun dengan kakekmu,dia sudah terlalu tua untuk bekerja bahkan sudah sering sakit-sakitan.Karena penyakitnya itu kakekmu pergi untuk selama-lamanya.Beliau meninggal di saat cucu pertamanya,yaitu kamu baru berusia dua bulan.Keadaan itu membuat papa semakin terpuruk.Om Jun sempat pulang sejenak untuk menghadiri pemakaman kakekmu.Tapi dia harus kembali lagi ke bangku kuliahnya di Surabaya.Kehidupan om Jun sedikit lebih baik.Meskipun dia masih kuliah,tapi dia sudah mempunyai pekerjaan tetap.Syukurlah.. om Jun memberikan papa uang yang cukup untuk beberapa minggu ke depan.Dan setelah uang itu habis,papa terpaksa harus turun ke jalanan untuk mengamen,mencari sesuap nasi,untuk membeli susu buat kamu,keperluan sehari-hari kita semua.Tapi papa dan mama bahagia,sangat bahagia memiliki kamu.Kami rela makan satu kali sehari asal kamu tidak kelaparan dan bisa minum susu secara teratur.Di tengah-tengah kehidupan papa dan mama yang serba kekurangan,kamu tumbuh menjadi anak yang begitu lucu,pintar dan sehat”papa berhenti sejenak.Perlahan papa mengusap air mata yang mengalir di balik kacamatanya.Akupun tak kuasa menahan haru.Tanpa berkata-kata,aku menunggu cerita papa selanjutnya.
“Saat usia kamu belum genap dua tahun,mama kembali bekerja membantu papa.Menari dan menyanyi dari café ke café,panggung ke panggung demi kamu.Pada suatu malam,mamamu menari di sebuah acara yang cukup besar.Panggung yang megah dan lampu-lampu sorot yang indah di pasang di atas panggung.Saat itulah petaka itu datang menimpa mama kamu.Entah kenapa tiba-tiba besi penyangga lampu yang ada di atas panggung rubuh ketika mama kamu sedang menari.Besi dan lampu-lampunya itu jatuh mengenai kepala mama kamu yang sedang menari tepat di bawah lampu-lampu itu dan.. akibatnya mama kamu harus di larikan ke Rumah sakit karena di kepalanya mengalami pendarahan yang hebat”cerita papa membuat hatiku bergetar.Mama,setragis itukah mama meninggalkan Brandon yang masih butuh kasih sayang mama ?? Meninggalkan papa yang sangat menyayangi mama,masih membutuhkan mama.Mama,lihatlah papa,kadang Brandon tidak tega melihat papa mengerjakan pekerjaan rumah sendirian.Brandon sedih Ma..
Papa kembali melanjutkan ceritanya walaupun dengan suara sedikit bergetar.
“Malam itu juga papa menemani mama kamu yang sedang koma di rumah sakit.Kamu sendiri saat itu tidak henti-hentinya menangis membuat papa tak kuasa untuk menitikkan air mata juga.Mungkin karena mendengar tangisanmu,mama kamu bangun dari koma dan papa senang sekali mama bisa siuman.Papa kira keadaan mama sudah mulai membaik,tapi rupanya,dia hanya ingin menyampaikan kata-kata terakhirnya.Kata-kata yang tak kan pernah papa lupain sampai kapanpun.Dia minta supaya papa menjaga kamu,menyayangi kamu selamanya.Dia juga bilang kalau pihak yang sudah mempekerjakan mama akan memberikan uang yang sangat banyak buat papa asal papa tidak mengajukan perkara ini ke pengadilan.Awalnya,papa bersikeras akan melaporkan kelalaian mereka untuk meminta keadilan supaya orang-orang itu mendapatkan balasan yang setimpal.Tapi mama kamu malah memohon sama papa supaya papa tidak melakukan hal itu.Karena… karena dia takut papa nggak bakalan menang di pengadilan.Mereka punya banyak uang untuk menyewa pengacara terbaik,sedangkan papa ?? Mau bayar pengacara pakai apa ?? Mama takut jika akhirnya papa kecewa dengan keputusan pengadilan dan nantinya papa tidak mendapatkan apa-apa.Kecewa di pengadilan dan uang yang di janjikan akan melayang begitu saja.Mama ingin dengan uang itu papa bisa membeli rumah serta untuk modal usaha juga.Dia ingin kamu hidup lebih layak.Dia tidak mau papa dan kamu terus-menerus hidup dalam kesengsaraan dan serba kekurangan.Sampai akhirnya mama kamu ninggalin kita berdua.Mamamu ninggalin papa dan kamu untuk selama-lamanya Ndon.. dan.. dan pesan terakhinya hanya satu,papa… papa… harus membahagiakan kamu !!”aku memeluk papa dan menangis dalam dekapannya.
Yaahh.. sekarang aku memang merasa sangat bahagia pa,papa telah berhasil membuat Brandon bahagia.Papa telah melaksanakan amanat mama.Sekarang,apapun yang Brandon minta bisa papa berikan.Kehidupan kami telah berubah.Hidup serba kecukupan,apapun bisa papa beli.Aku salut sama papaku,walaupun papaku sudah sukses tapi papa tetap memilih tinggal di rumah yang sederhana tanpa rumah mewah bertingkat seperti yang lainnya.Papa mengajarkan aku tentang kesederhanaan,rendah hati dan peduli dengan sesama.Walaupun papa bisa memberikan apapun yang Brandon minta,tapi kadang papa tidak memberikannya.Seperti waktu aku TK,aku ingin sekali papaku memindahkan candi Borobudur ke Surabaya,eh permintaanku nggak di kabulin.. Hehehehe… (GUBRAKK !!) Yahh.. intinya,papa membuat aku tumbuh menjadi anak yang kuat,tidak manja,dan entahlah… aku merasa hidupku begitu sempurna meski tanpa kehadiran mama di rumah kami.Rumah yang begitu hangat,nyaman dan cukup besar untuk kami berdua.Ada tiga kamar tidur (kamar papa,kamarku dan kamar tamu,biasanya om Jun dan keluarganya kalau ke rumah suka menginap dan tidur di kamar itu),ruang tamu,ruang tengah,meja makan satu ruangan dengan dapur,gudang,garasi dan dua toilet.Di tambah halaman yang cukup luas dan asri.Halaman belakang juga begitu.Walaupun tidak seluas halaman depan,tapi tetap asri dan sejuk karena berbagai tanaman hias yang di tanam papa tumbuh subur di sana.
Papa kembali melanjutkan ceritanya sambil mengelus-elus rambutku yang masih ada di dalam dekapannya.
“Setelah setahun mamamu meninggal,kehidupan papa telah berubah,kesuksesan mulai papa rasakan.Papa dan teman papa bekerja sama membangun sekolah musik di Yogyakarta dan ternyata itu awal dari perubahan papa.Lalu papa memutuskan untuk pindah dan dengan bantuan om Jun,papa membeli rumah di sini.Papa nggak sanggup tinggal di Yogyakarta,papa nggak bisa ngelupain mama kamu Ndon.. !! Untuk melupakan semua kenangan dengan mamamu,papa mencoba menyingkirkan semua benda apapun yang berhubungan dengannya.Bahkan,foto pernikahan kamipun papa singkirin jauh-jauh.Papa pikir semua yang papa lakuin itu bisa ngelupain mama kamu.Tapi ternyata tidak,apa yang papa lakuin semuanya sia-sia.Papa tetap tidak mampu untuk menghilangkan bayangan mama kamu di pikiran papa.Papa terlalu mencintai mamamu Ndon.. !! Papa sayang sekali sama mama kamu.Papa belum siap di tinggalin sendirian sama dia.. !!”air mata papa terasa menetes membasahi rambutku.Baru kali ini aku melihat papa menangis seperti itu.Aku tahu,aku mengerti perasaan papa.Papa pasti sangat merindukan mama,sama seperti aku yang juga merindukan kehadirannya.
“Maafin papa Ndon,papa tidak bisa menjaga mama kamu,seharusnya waktu itu papa melarang mamamu untuk bekerja membantu papa.Seharusnya papa melarang mama kamu untuk tidak menari di acara itu.Papa melarang kamu nge-dance karena papa takut kejadian itu akan terulang dan menimpa kamu.Papa trauma dengan kejadian yang telah merenggut nyawa mama kamu.Papa nggak mau kehilangan orang yang papa cintai untuk kesekian kalinya.Papa sayang kamu Ndon.. !! Hanya kamu satu-satunya yang membuat papa tetap tegar menghadapi semuanya.Cuma kamu yang bisa ngasih semangat buat papa,membuat papa tersenyum,tertawa,menjadikan hidup papa bahagia.Asal kamu tahu Ndon.. setiap papa marah-marah sama kamu,membentak kamu,hati papa sakit Ndonn.. Setelah papa marah-marah sama kamu,papa akan menangis sendirian karena dengan papa membentak kamu,papa merasa itu sama saja papa sudah menyakiti mama kamu.Papa merasa telah gagal menjalankan amanat mamamu.Papa sedih Ndonn.. papa… “bibir papa bergetar membuat aku tidak sanggup untuk mendengar cerita papa selanjutnya.
“Pa.. maafin Brandon pa.. Brandon yang salah.. Brandon yang selalu bikin papa marah,bikin papa sedih.. Brandon tahu papa sangat sayang sama Brandon,papa nggak gagal pa.. Papa sudah ngelakuin apa yang mama minta.Brandon bahagia pa… Brandon bahagia punya papa… Hiks.. hiks.. hiks.. !!”aku tetap menangis di pelukannya.
“Maafin Brandon pa.. Brandon janji nggak bakalan bertanya lagi tentang mama kalau ternyata itu bisa membuat papa sedih.Brandon sadar,nggak ada gunanya Brandon sedih terus karena mengingat mama.Brandon punya papa,cuma papa yang Brandon punya saat ini !!”aku membenamkan kepalaku di dada papa.
“Sudah Ndonn .. !! Papa lega sudah menceritakan semua ini sama kamu !!”papa mengusap rambutku lembut.Aku terpekur di pelukan papa.Aku teringat akan lomba dance di Jakarta.Kenapa keraguan itu muncul lagi ?? Kenapa aku takut untuk melanjutkan apa yang sedang aku dan kak Fay perjuangkan ?? Aarrgghh.. aku semakin merasa bersalah sama papaku.Aku sudah menyakiti dia,merusak kepercayaannya,mengkhianatinya.Haruskah aku mundur dari semua ini dan membiarkan kak Fay men-cap-ku sebagai seorang pengecut ?? Aku bingung,ternyata masalah ini menjadi semakin bertambah rumit dan membuatku pusing.
Malam semakin larut.Papa tertidur di kamarku,ku tatap garis-garis wajahnya dan itu membuat aku merasa semakin sayang padanya.
Good nite pa.. I love you Pa..
I love you BNZ…
BNZ KOMPAK ABBEEZZZ… !! :D
Langganan:
Postingan (Atom)